[Ch.8] You’re My

You're My2You’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Warning:
Hampir sebagian cerita terfokus dengan flashback. Typo bertebaran dimana –mana -_-v
Plot is mine, Don’t plagiat

Author P.O.V

Tampak disebuah taman tersebunyi kerajaan seorang gadis dengan rambut yang tergerai bebas tengah meringkuk sambil menundukkan kepalanya. Sesekali gadis itu menggerutu kesal, namun juga tak dapat dipungkiri ada helaan nafas berat nan pasrah keluar dari bibir nya.
Terdengar sebuah derap langkah yang kian mendekat kearahnya. Suara derap langkah yang sangat familiar dalam indra pendengarannya. Sontak saja gadis itu segera mengalihkan pandangannya kearah sosok tersebut, namun masih dengan ekspresi wajah sedihnya.

“Kau kenapa lagi tuan putri Jiyi?” panggilan khas dari sosok tersebut. Di dalam kerajaan ini hanya sosok itulah yang memanggilnya dengan sebutan seperti itu.

“Para orang tua bangka itu semakin mengekangku dan bertindak semau mereka tanpa memikirkan perasaan ku dan unnie” desisnya pasrah, tetapi terlihat jelas guratan penuh kesal.

“Apa yang mereka lakukan?” tanya pria tersebut penuh rasa penarasan dan tertarik dengan pembicaraan ini.

“Mereka memutuskan untuk menikahkan ku dengan pangeran SeungHoo yang nyata –nyata nya tunangan unnie ku sendiri. Mereka sudah gila! Hanya karena unnie yang sakit –sakitan dan tak memungkin kan untuk mendapingi pangeran SeungHoo jadi mereka memutuskan aku untuk mejadi penggantinya. Ini membuatku kesal, aku tak bisa merebut orang begitu berharga bagi unnie. Terlebih lagi keduanya saling mencintai, aku tak bisa melakukan ini. Apa yang harus aku lakukan pangeran MinHyo?!” isak tangis itu pecah. Dengan gerakan gesit pangeran tersebut merengkuh tubuh gadis bersurai gelombang itu. Menepuk –nepuk pelan punggung gadis itu, berharap dengan hal itu bisa sedikit menenangkannya.

“Tenang saja, selama aku disini. Semua akan baik –baik saja.” Ucapnya dengan senyuman teduh. Yang seketika saja membuat gadis bersurai gelombang tersebut mendongkak dengan menunjukkan tatapan penuh harapnya.

“Benarkah itu? Bisakah aku mempercayaimu pangeran MinHyo?” melihat tatapan penuh harap tersebut, seketika saja dibalas dengan anggukkan mantap. Senyuman manis terlukis dengan jelas diwajah gadis tersebut.

“Kau terlihat lebih cantik jika tersenyum, putri Jiyi”

*

*

Gadis bersurai gelombang tersebut rapi dengan pakaian hanbeok khas kerajaan Chun. Ia memasuki ruangan yang dikhusus kan untuk pertemuan besar, seperti saat ini pertemuan antara kedua kerajaan besar yaitu antara kerajaan Tan dan Chun. Tampak para tetua yang telah menanti kedatangannya. Guratan kekhawatiran tersebut lenyap diwajah para tetua itu manakala mereka telah melihat sang tuan putri harapan mereka telah tiba.

“Salam untuk tuan putri Jiyeon” seru seorang pengawal . Namun, gadis itu sama sekali tak memperdulikan salam hormat dari para tetua. Tatapan dingin nan datar ia lemparkan kepada semua orang berada didalam ruangan tersebut. Ia kini telah mengambil posisi duduk disebelah kiri sang raja, sang raja menunjukkan senyuman teduhnya. Namun, hal itu sama sekali tak berarti. Karena baginya semua orang yang berada didalam ruang pertemuan ini hanya memiliki pemikiran politik dan tak ada yang lain dari itu.

“Seharusnya unnie yang berada dalam posisi ini, bukan aku!” rutuknya dalam hati. Jiyeon terus mengepalkan tangannya kuat, seolah –olah ia sedang menahan emosinya agar tidak meledak –ledak.

“Mari kita mulai bicarakan tentang pernikahan antara tuan putri Jiyeon dengan pangeran SeungHoo”gumam seorang tetua dengan jenggot putih nan panjang tersebut.

“TUNGGU!” suara lantang Jiyeon seketika mengintrupsis para tetua dan keluarga kedua kerajaan menghentikan niatan pembicaraan pernikahan tersebut. Jiyeon bangkit dari duduknya, sontak saja sang raja dan ratu mulai takut jika putri mereka membuat kekacawaan yang berakibat fatal.

“Ini tidak adil! Kalian semua egois. Tak berperasaan. Kalian semua hanya mementingkan keinginan pribadi kalian saja. Dengan mudahnya kalian menukar tuan putri untuk menjadi pendamping pangeran SeungHoo. Tidakkah kalian memikirkan bagaimana perasaan pangeran SeungHoo yang begitu mencintai unnie ku –tuan putri Jie –an?! Kalian tak memikirkan bagaimana terlukanya putri Jie –an mengetahui orang tercintanya malah dipaksa menikah dengan adiknya sendiri. Sadarkah kalian akan tidakkan kalian yang menyakiti orang lain?!” ucap Jiyeon dengan tatapan dinginnya. Seisi ruangan tersebut terkejut atas ucapan lancang dari Jiyeon. Gadis itu sudah tak memikirkan lagi tentang tata karma. Karena ia sudah tak sanggup lagi menajadi boneka dari kerajaan ini. Ia bukan seperti Jie –an yang selalu menurut begitu saja. Jiyeon berbeda. Sangat berbeda.

“Tuan putri Jiyeon, hentikan!” seru sang ratu yang mulai khawatir karena atmospir didalam ruangan ini mulai suram.”

“Tetapi tuan putri Jie –an telah menyetujui pergantian hak ini. Bahkan ia masih bisa tersenyum penuh bahagia , karena ia juga sadar kaulah yang lebih pantas bersanding dengan pangeran SeungHoo” decak sang tetua berjenggot panjang tersebut dengan tegas.

“Kau tak tahu apapun! Bohong jika unnie baik –baik saja sekarang. Bohong jika unnie tak terluka sekarang. Dan bohong jika unnie bahagia. Seharusnya kalian yang orang dewasa mengerti hal itu, kenapa harus dipertegas lagi oleh anak yang baru berusia 17 tahun seperti ku! Inikah yang disebuat kedamaian yang akan diciptakan oleh kalian semua? Ini hanya akan berdampak semakin banyak orang yang tersakiti, kalian hanya akan mengejar sebuah kedamaian semu jika kalian memilih jalan ini! Terutama para tetua bermulut penjilat! Kalian hanya memanfaatkan wewenang ayahku untuk mencapai tujuan pribadi kalian kan, benarkan! Kalian –“ ucapan Jiyeon terhenti manakala seorang tetua yang terkenal akan ‘mulut petaka’ nya telah bangkit dan melemparkan tatapan tajamnya. Sang raja dan ratu mulai panik saat tetua legendaris milik kerajaan Chun ini akan angkat bicara , firasat buruk mengenai bencana untuk dinasti dari kejaraan Chun mungkin akan datang sekarang.

“Kau sudah berbicara sangat lancang sekali putri Jiyeon, kau sudah banyak melewati batasanmu. Mulut mu yang tajam itu seharusnya kau kendalikan jika tak ingin menjadi boomerang untuk dirimu sendiri. Karena sikap mu yang sudah mempermalukan dinasti ini maka ‘Demi dewa langit dan alam semesta, aku minta Sang Dewa Langit untuk mengurung mu seumur hidup didalam Shanghyang dan mengutukmu menjadi makhluk legendaris.” Ucap pria setengah baya itu dengan lantangnya. Setelah mengucapkan kutukan tersebut, terdengar suara gemuruh disertai petir memenuhi jagat raya. Seolah permintaan sang tetua itu dikabulkan, nampak sebuah cahaya terang muncul ditengah ruangan pertemuan tersebut. Muncul seorang pria bersurai putih dan berjenggot panjang dengan hanbeok panjang putih menunjukkan dirinya.

“Doa mu kami dengan wahai sang pertapa.”ujarnya penuh wibawa. Dalam sekejap tubuh Jiyeon seolah terangkat mendekat kearah cahaya putih tersebut, Jiyeon tak dapat meronta sedikitpun karena tubuhnya terasa terkunci. Untuk berbicara pun tak mampu. Orang –orang didalam ruangan tersebut tak dapat berbicara sedikitpun seolah meraka juga ikut terkena mantra pengunci.

Wussshh…

Cahaya putih itu menghilang begitu saja begitupun dengan putri Jiyeon yang ikut bersamanya. Mantra pengunci itu pun telah terlepas. Sang ratu menangisi kepergian putri nya, ia tak dapat berbuat apapun selain menangis tersendu –sendu.

“Tuan putri Jiyeon pantas mendapatkan hal itu agar nanti bisa menjadi pelajaran untuk dikehidupan yang akan datang,” dengan tenangnya sang tetua itu kembali duduk.

*

*

Jiyeon telah tiba disebuah tempat yang sangat asing baginya. Tempat yang begitu luas dan disana terdapat sebuah mansion besar yang dikelilingi oleh hutan rindang. Sebuah cahaya yang begitu terang tersebut yang tadi membawa nya pergi dari kerajaan nya itu, kini telah berubah menjadi seorang pria paruh baya.

“Ini dimana?!” tanya Jiyeon dengan kasarnya. Ia sudah tak memperdulikan lagi tentang tata karma, karena sekarang ia begitu kalut.

“Ini Shanghyang, mulai sekarang kau adalah makhluk legenda milik ku dan kau akan ku kurung disini.” Jawabnya dengan tenang.

“Aku tak ingin disini, kembalikan aku!” pekik Jiyeon yang semakin ketakutan karena tempat ini sangat aneh –menurutnya.

“Tempat ini sudah kusegel, kau tak akan bisa keluar dari sini kecuali segel ini rusak atau aku sendiri yang mengeluarkan mu. Ini hukuman untuk mulut mu yang tajam itu”

“Aku tak ingin mati membusuk disini, aku tak ingin Jie –an unnie tolong aku, umma, appa, prajurit selamatkan aku!!!” teriaknya histeris. Peluh dingin telah meluncur begitu saja dari pelipis gadis bersurai gelombang tersebut.

“Allégez tout sera bien seule fois” pria paruh baya itu berjalan mendekat kearah Jiyeon dan diusap –usapnya pucuk kepala gadis tersebut. Seketika saja yang tadinya deru nafas gadis itu begitu menggebu –gebu kini berubah menjadi lebih tenang.

“Kau tak akan mati membusuk disini, kau hidup abadi dan kau tak akan mengalami renkarnasi dan itu hal yang bagus untuk mu”

“Kenapa?! Kenapa hal ini bagus untuk ku?” nada suara Jiyeon mulai melemah, ia mulai pasrah dengan apa yang menimpanya sekarang.

“Karena kau adalah makhluk legenda pertamaku, kuberitahu sedikit rahasia masa depan dikehidupanmu selanjutnya jika kau berenkarnasi …”sang Dewa langit menghentikan sejenak ucapannya , ditariknya dalam nafas nya lalu dihembuskan nya pelan.

“Jika kau berenkarnasi, kau akan tertimpa kemalangan dalam percintaanmu. Kau akan mengalami cinta sepihak dan pria yang kau cintai itu tak pernah menganggapmu, ia selalu melukaimu dan dia bahkan membencimu. Dan sepanjang hidupmu kau akan terluka karena dia. Cukup hanya itu saja yang bisa kuberitahukan, bagaimana kau masih berniat untuk berhenti menjadi makhluk legendaku?”

“Ti –tidak, aku lebih baik terkurung disini. Selamanya pun aku tak apa –apa” ucap gadis tersebut dengan pandangan horornya. Sang Dewa tersenyum tipis mendengarnya. Dan dalam hitungan sekejap saja, sosok tersebut telah menghilang tak berbekas.

“Tapi semua pemikiranku berubah, sejak aku menyelamatkan mu pada malam itu. Entah mengapa aku memilih untuk meninggalkan Shanghyang dan mulai menerima kenyataan takdir yang kuterima dulu, begitulah ceritanya kau sekarang mengerti bukan? Apakah kau sudah percaya dengan semua yang aku katakan mengenai kebohongan Soojung?” Jiyeon yang kini tengah menyenderkan kepalanya didada kiri Myungsoo menatap namja tersebut sekilas.

“Entahlah, aku tak bisa meyakini nya jika aku tak melihatnya dengan langsung. Aku akan mencari bukti yang lebih akurat untuk membuktikan kebenaran ucapanmu mengenai Soojung”jelas Myungsoo dingin. Tanpa menoleh sedikitpun pada gadis bermata kucing tersebut.

“Ah! Ada yang ingin kutanyakan padamu”

“Apa? Tanyakan saja,”Jiyeon kini menatap wajah Myungsoo dalam dan penuh penasaran karena ia ingin tahu pertanyaan apa yang akan dilontarkan namja tersebut.

“Pangeran MinHyo itu kekasih mu? Maka dari itu kau dulu menentang keras pernikahan tersebut karena kau ingin bersanding dengannya?” tampak segurat sembrurat merah memenuhi wajah Myungsoo manakala mengucapakan pertanyaan tersebut. Jiyeon sedikit terkejut akan ucapan pria bersurai hitam pekat tersebut. Seulas senyuman terpantri diwajah Jiyeon.

“Bukan, dia itu sahabat ku sejak kecil. Didalam kerajaan yang mengerti aku itu hanya pangeran MinHyo dan Jie –an unnie. Maka dari itu aku bilang bahwa Minho itu mengingatkan ku pada pangeran MinHyo. Padahal kami baru kenal tapi aku merasa seperti sudah sangat dekat sekali dengannya. Feeling ku mengatakan sepertinya Minho itu renkarnasi dari pangeran MinHyo, soalnya mereka sangat mirip. Bedanya pangeran MinHyo dulu rambutnya lebih panjang” jelas Jiyeon diserai senyuman manisnya. Myungsoo sedikit menekuk wajahnya manakala mendengar cerita singkat mengenai pria bernama MinHyo yang mirip dengan sahabat nya.

“Oh! Aku mengira dia kekasihmu” desisnya pelan, namun masih dapat ditangkap oleh indra pendengaran Jiyeon. Gadis tersebut seketika saja mengulum senyuman jahil diwajahnya.

“Ah~ kau cemburu yah, Myung –ie. Sepertinya kau sudah mulai jatuh cinta padaku, kekeke~” goda gadis tersebut disertai senyuman usilnya.

“Tidak, sama sekali tidak. Untuk apa aku cemburu, tak penting sekali” sergah Myungsoo cepat dan mengalihkan pandangannya kearah lain, menghindari kontak mata dari gadis tersebut.

“Lihat saja itu wajah mu memerah, kau cemburukan kkk~” Jiyeon cekikikan melihat Myungsoo yang berusaha kerah menghindar dari kontak mata dengan Jiyeon.

“Diam! Huft! Aku lapar, kau mau makan?” Myungsoo menatap datar Jiyeon, gadis tersebut mengehentikan aksi menggodanya, lalu ia mengangguk –anggukkan kepalanya semangat.

“Aku ingin makan pasta!” seru Jiyeon dengan semangat. Seketika saja langkah kaki Myungsoo terhenti manakala mendengar ucapan Jiyeon tersebut.

“Tahu dari mana kau makanan itu?”

“Minho, waktu itu dia membuatkan ku pasta, rasanya enak sekali. Itu adalah makanan di Seoul yang untuk pertama kali nya menurutku rasanya enak.” Ucap gadis bermata kucing tersebut berbinar –binar. Entah mengapa mendengar nama sahabatnya berkali –kali dipuji –puji oleh Jiyeon, hal itu seketika saja membuat mood nya rusak.

“Tidak ada pasta, makanan yang lain saja!” dengus namja tersebut kesal. “Kenapa? Pasta kan enak Myung –ie, ayolah buatkan, yah?” dengan eyes puppy andalannya Jiyeon menunjukkan pada namja bersurai hitam pekat tersebut, namun sayangnya pria tersebut sama sekali tak menggubrisnya.

“Jika kau masih bersikukuh dengan pasta, pergi saja ketempat Minho!” decak namja itu dingin kemudian berlalu begitu saja dari gadis bermata kucing tersebut.

“Cih! Menyebalkan!” dengusnya sebal.

*

*

TitTitTitTit…

Ckelek

Suara derit pintu yang terbuka begitu saja. Sosok yang baru saja memasuki sebuah kamar apartement yang cukup mewah tersebut segera saja mendekati sebuah kamar dekat dengan ruang tamu yang memang menjadi tujuannya. Perlahan ditariknya knop pintu kamar tersebut. Bolah mata hazel nya sukses membulat dan mulutnya menganga lebar manakala melihat sebuah objek yang seketika saja membuatnya menjadi spot jantung.

“YAK! APA –APAAN INI?!!” teriaknya histeris saat melihat Jiyeon dan Myungsoo yang tidur diranjang yang sama terlebih lagi yang membuatnya semakin shock adalah Jiyeon menyandarkan kepalanya tepat didada kiri Myungsoo. Hal ini tak sepantasnya terjadi, walaupun mereka saudara sekalipun. Kedua sosok tersebut terusik karena mendengar teriakan orang asing yang mengganggu tidur pagi mereka. Jiyeon dengan tampang polosnya sesekali mengerjap –ngerjapkan matanya, saat bolah mata nya menangkap sosok Minho dihadapannya dengan senyuman manis khasnya ia sambut namja yang tengah menganga shock tersebut.

“Selamat pagi Minho~” ia beranjak dari tempat tidurnya dan gadis tersebut berjalan menuju sisi ranjang Myungsoo untuk membangunkan namja tersebut. Gadis bermata kucing itu sama sekali tak menggubris tatapan shock Minho.

“Myung –ie bangun, Minho datang!” gumamnya dengan sesekali mengguncang –guncangkan tubuh namja tersebut pelan.

“Eughh!” lenguh namja tersebut sambil sesekali merenggangkan otot –otot tubuhnya yang kaku. Kedua nya masih saja tak memperdulikan ekspresi shock yang terpantri diwajah Minho.

“APA YANG SEBENARNYA KALIAN LAKUKAN SEMALAM, EOH?!!” seolah sudah tersadar dari lamunannya. Minho berteriak histeris melihat pemandangan kedua sosok tersebut. Jiyeon dan Myungsoo sontak saja terlonjak kaget mendengar teriakkan 8 octaf dari Minho.

To Be Continue…

*Cuap2 Author*
Hohoho~ #ketawa_bareng_santa
Gimana udahh ketahuankan ternyata Jiyeon tuh apa dulunya, dan juga udah kejawabkan kenapa Jiyeon bisa tinggal di Shanghyang…
Semoga puas yah sama cerita part ini, semoga kaga bosen baca part ini T.T
Soalnya kan kety memfokuskan sama flasbacknya :3…
Nah tentang deklarasi perang antar duo sobat akan dimulai dari next part dan mungkin Epep ini bkal segera end T.T
Sedih sebenernya sihh #Tapi_Mw_Gimana_Atuh :3
Ok! Sekian dulu cuap2 gaje, sampai jumpa di next part yahh Reader’s
Annyeong~

60 responses to “[Ch.8] You’re My

  1. kyaaaa hahaha mereka berdua pasangan paling gokil…
    sudah ketahuan tidur satu ranjang aja masih pasang mukpol dihadapan Minho…
    next thor ditunggu

  2. kyaaaa astgfr minho untung ga punya penyakit jantung ya wkwk aku yg baca jadi ikutan kaget juga
    yalah terserah myung aja mau cari bukti dulu atau engga wkwk
    emm kaenya myung cemburu nih sama minho =)) wkwk ciyeee ciyeeee
    anyway yg ini kurang panjang ceritanya😦 next part diperpanjang ya kak pliiiiiiiissssss😀
    *diperpanjang? ktp kali ah-____-
    APA?!?!?! next part perang duo sahabat ini?!?!?!
    aaaaaaaaaaa itu pasti seru banget!!!! ditunggu banget kelanjutannya!!!!😀

    • yahh untungnya bang minho kga nya pnyakit jntung :v
      msihh krng pnjng kah? ndee mian bkal diushkan next cp nya bkal lbih pnjng kq😀
      ndeee yg sbar yhh, gomawo udhh ngikutin nihh epep #bowed

  3. Haahahah myungie udh mulai cemburu ne? Hmmm woahhh.. daebak.. minho kalap sendiri.. kekekek.. jgn2 minho sk jiyi d khdpn lalu? Next dong hikzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s