[CHAPTER – 1] SCANDAL

 scandal

Tittle: SCANDAL | Author: farvidkar (Farah Vida Karina) | Genre: Romance, Entertaiment | Cast: L Kim/ Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other cast: Jung Ji Hoon/ Rain Bi, Miss A, Infinite, JYP, etc | Rating: PG 17 | Poster by babyglam @ IFA

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Fanfiction ini telah dipublish pada blog pribadiku.

Suzy pov

Rabu malam terulang kembali. Ditemani segelas coklat panas dan kentang goreng, aku menatap layar televise dengan tatapan kosong. Malam ini adalah penayangan episode lima drama korea ‘My Lovely Girl’. Setiap kali menonton drama ini, hatiku selalu terasa terbakar. Tentu saja, gadis mana yang tidak cemburu melihat kekasihnya beradu acting mesra dengan wanita lain. Bahkan aku sampai meneteskan airmata saat melihat kekasihku berciuman dengan salah satu member f(x) yang menjadi lawan mainnya itu. Hubungan kami sudah berjalan setahun dan tentu saja dirahasiakan dari public.

“Awas saja kalau gadis itu memeluk Jihoon oppaku!” celotehku sembari memakan kentang goreng yang hampir dingin. Walaupun aku sadar mereka hanya berakting, tetapi aku juga wanita biasa yang bisa merasakan kecemburuan.

“Aish! Dimana Shinwoo itu?! Harusnya dia datang dan menyeret gadis itu pergi! Aku akan lebih tenang jika Jihoon oppa berakhir dengan status single!” mungkin aku lebih cocok menjadi komentator drama dibandingkan menjadi seorang penyanyi.

“Kau berisik sekali Suji-ah! Jihoon oppamu itu tidak akan kawin lari dengan yeoja lain!” suara Fei eonni merusak gendang telingaku. Aku tahu Jihoon tidak akan berbuat seperti itu, aku sangat percaya padanya.

“Eonni kau mau pergi kemana?” tanyaku menyelidik. Hari sudah malam dan sepertinya dia akan meninggalkanku sendirian di dorm yang menyeramkan ini.

“Jika aku bilang, apa kau mau ikut?” aku menimbang-nimbang. Sudah kutebak pasti eonni akan pergi ke tempat yang dapat merusak gendang telingaku itu. tetapi dari pada aku sendirian di dorm ini, mengingat dua member lainnya sedang di luar kota, lebih baik aku mengekori eonniku yang satu itu.

“Aku ikut. Tetapi aku hanya akan menunggu di mobil”

“Aku tak memaksamu. Tetapi memang sebaiknya kau menunggu di mobil”

At Gangnam Club, Seoul

Author pov

Dentuman music mengiringi seorang pria tampan berjalan ke arah bartender. Bersama beberapa temannya ia memesan segelas wine putih. Tampak garis kelelahan di wajahnya yang baru saja menyelesaikan syutingnya.

“Rain sunbaenim, lama tak jumpa” seorang gadis berwajah manis menghampiri Jihoon. Gadis itu tampak elegant dengan mini dress yang dikenakannya.

“Sepertinya aku pernah melihatmu, dimana tepatnya..” Jihoon tampak mengingat-ingat sesuatu.

“Aku mantan trainee JYP, sunbaenim pernah menjadi mentorku” jelas gadis itu. Jihoon tersenyum tipis. Lantas pria itu menggapai segelas winenya dan meneguknya.

“Hyung jangan terlalu banyak minum, kau bisa mabuk” Myungsoo yang sedari tadi duduk di samping Jihoon berusaha mengingatkan seniornya itu.

“Bukankah tidak masalah sekali-kali melepas penat?” Jihoon mulai lepas kendali, dia masih saja terus menuangkan wine putih yang cukup keras itu kedalam gelasnya. Sementara gadis yang merupakan teman lama Jihoon hanya berdiri dengan sorot mata yang sulit dijelaskan.

“Tapi hyung..” belum sempat Myungsoo mengakhiri kalimatnya, Jihoon dengan sigap bangkit dan menarik tangan gadis yang entah siapa namanya itu pergi entah kemana.

“Lagi-lagi dia seperti itu” gumam Myungsoo sembari meminum kembali wine yang dipesannya.

Dua gadis yang diketahui adalah member Miss-A berkunjung ke club malam di daerah elit Gangnam-do. Sebenarnya hanya Fei yang akan mengunjungi tempat ini, sementara Bae Suzy akan menunggu di mobil. Tetapi setelah sejam menunggu di dalam mobil, gadis bermarga Bae itu akhirnya keluar dari mobilnya yang dikendarai bersama Fei. Ia meneliti ke seluruh penjuru parkiran, hanya satu kata yang terpikir di kepalanya, ‘Muak’. Hanya ada mobil-mobil mewah yang terparkir berjejer rapih, beberapa pasang manusia berpelukan, bahkan ada pria yang berjalan sempoyongan karena mabuk. Karena Suji adalah gadis yang keras kepala dan tidak tahan dengan yang namanya ‘menunggu’ dengan cuek ia berjalan memasuki bangunan utama, dengan wajah tertekuk menuju meja panjang dimana kalian bisa memesan sesuatu yang dapat memuaskan dahaga.

Suji yang tidak biasa memasuki daerah malam seperti ini hanya bisa duduk manis di atas kursi dengan memesan segelas jus jeruk. Gadis itu hanya mengenakan celana jeans dengan hoodie yang cukup besar serta topi yang dapat menutupi wajahnya. Jujur ini adalah kali pertamanya mengunjungi club malam. Dengan title ‘nation child’ dia dikenal sebagai selebriti polos dan bak peri. Imagenya bersih dari hal-hal konyol seperti ini. Jika masyarakat mendapati gadis itu menginjakkan kaki ke dalam bar, maka tamatlah karir Bae Suzy.

“Aish jinja.. untuk apa dia pergi ke tempat berisik seperti ini. Aish bajuku.. sungguh memalukan.. ” oceh gadis bermarga Bae itu tak karuan. Beberapa pasang mata menatapnya penuh minat. Bukan karena penampilan serta wajah yang mengundang, namun pakaian gadis itu yang berbeda dari yang lainnya. Sedari tadi ada seorang pria yang menatapnya dengan pandangan menyelidik. Pria itu duduk tepat di samping Suzy.

“Hei nona.. coba kulihat wajahmu..” seorang pria berbau alcohol datang mendekati Suzy. Pria itu mencoba membuka topi yang dikenankan Suzy namun tangan gadis itu lebih cepat dan berhasil menepisnya.

“Wuah.. sungguh kasar. Bagaimana kalau bermain-main sedikit denganku” pria yang sedang mabuk itu mencoba menyentuh pundak Suzy bahkan mencoba memeluk gadis itu dari belakang.

“Hei lepaskan gadis itu” panggil pria yang duduk di samping Suzy. Semua mata kini tertuju padanya.

“Heh.. apa urusanmu?” pria yang mabuk itu melemparkan pertanyaan dengan nada menantang.

“Ck! Sudah lama aku tak pernah melemparkan tinju ini. Sepertinya aku perlu melakukan pemanasan” tanpa menunggu aba-aba, pria yang diketahui adalah seorang selebritis itu lantas meninju pria yang sedang mengganggu Suzy. Orang-orang disekitarnya berteriak histeris, perkelahianpun semakin sengit saat teman-teman dari pria yang mabuk itu ikut bergabung dan menyerang L.

“Baiklah empat lawan satu” gumam L sembari menunjukkan smirknya. Satu persatu maju mendekat dan meninju wajah tampan pria itu namun ia berhasil menghindar. Hingga matanya berhasil menangkap sebuah botol wine yang tergeletak begitu saja di atas meja bar, ia mengambil botol itu kemudian melemparnya ke atas lebih tepatnya ke sebuah lampu yang tergantung di atas. Orang-orang yang menonton perkelahian itu pun menjauh begitu pula orang-orang yang sedang mengambil gambarnya. Dengan sigap ia menghajar empat orang itu dengan brutal hingga tanpa sadar dari arah belakang ada seseorang yang melemparnya dengan kursi.

“Akh…” pria yang memiliki nama asli Kim Myungsoo itu terjatuh, tangan kanannya menyentuh bahu kanannya yang terasa berdenyut.

“L-ssi gwenchana?” tanya Suzy penuh khawatir. Sedangkan pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba bangkit berdiri. Namun tiba-tiba seseorang datang menarik Suzy. Empat orang itu terlihat belum jerah.

“Aish.. lepaskan aku!” gadis itu berusaha memberontak namun tetap saja kekuatannya tak sebanding dengan pria-pria berbadan kekar itu.

“L Kim, seorang selebriti. Untuk apa kau menolong gadis ini? Apakah dia kekasihmu?” pria yang di ketahui anak seorang pengusaha itu angkat suara. L semakin menggeram ketika tangan pria itu mengelus bibir mungil Suzy. Beberapa orang yang menyaksikan hal itu mulai berbisik.

“Apakah kau juga seorang selebriti nona..” pria itu berbisik tepat di samping telinga Suzy. Perlahan ia mengangkat topi gadis itu. L yang sedang terluka dengan cepat menghantamkan sebuah pukulan ke arah Nam Joohyuk, anak dari Nam Ilwook salah seorang chaebol di korea selatan. Suzy hampir berteriak saat tahu topinya berhasil di lepas. Gadis itu masih berdiri dengan memejamkan matanya. Bersiap-siap akan di depak keluar oleh Park Jin Young.

Suzy pov

“L! Siapa gadis itu?!”

“Ya! Tunjukkan pada kami!”

“Apa dia benar kekasihmu?!”

Begitu banyak suara-suara yang menuntut jawaban berdengung di telingaku. Kepalaku terasa pusing. Perlahan ku beranikan diriku untuk membuka mata. Awalnya aku tak dapat melihat apa-apa, penglihatanku kabur. Namun tak lama yang kulihat adalah dada bidang seorang pria. Apa yang terjadi? Kurasakan seseorang memelukku dengan tangan kanannya, rasanya sangat hangat. Sedangkan tangan kiri pria itu menyentuh rambutku, dia mencoba melindungiku. Aku semakin menenggelamkan wajahku.

“Suzy-ssi, kau bisa berjalan?” ku dengar seseorang berbisik memanggil namaku. Aku tak salah dengar. Itu adalah suara L Kim.

“Hhmm.. ya” apa yang akan dilakukannya. Aku hanya bisa mengikuti perintahnya. Sepertinya saat ini dia sedang melindungiku dari natizen.

“Dalam hitungan ketiga kita harus berlari. Pegang tanganku erat-erat” kurasakan tangannya menggenggam tanganku.

“satu… dua… tiga..” entahlah mengapa wajahku memanas. Di dalam dekapannya, untuk pertama kalinya jantungku berdetak kencang. Aku bersembunyi di balik jaket kulitnya. Dia mengajakku berlari dengan cepat. Hingga kami berhasil sampai di sebuah mobil sedan hitam. Dia membukakan pintu untukku kemudian melemparkan jaketnya kepadaku.

“Tutupi wajahmu” perintah pria itu, terlihat ada beberapa orang yang berusaha mengejar kami. L duduk di kursi kemudi, kemudian dengan cepat menancap gas dan melenggang meninggalkan tempat ini.

SM C&C Entertaiment Building, South Korea

“Apa yang terjadi?! Coba kau jelaskan manager Kim!” Lee Sooman membanting sebuah artikel yang membahas tentang kejadian semalam. Manager Kim hanya bisa membungkukkan badannya berkali-kali dihadapan presdir Lee. Sampai sekarang dia masih belum bisa mengkonfirmasi kejadian semalam.

“Dimana L?! suruh dia menemuiku sekarang!” presidir Lee marah besar. Kini media sedang panas-panasnya membahas perkelahian antara seorang selebriti melawan anak seorang chaebol. Bahkan gossip lain tentang L yang memiliki seorang kekasih dengan identitas yang masih belum diketahui.

“Sampai sekarang, saya belum bisa menghubunginya.. mianhamnida sajangnim” untuk kesekian kalinya manager Son meminta maaf.

Di lain tempat, para member infinite berkumpul di ruang practice dance. Suasana memanas saat mereka membaca artikel tentang kekasih L.

“Ck! Siapa reporter yang menulis artikel seperti ini?” Sunggyeol yang merupakan sahabat dekat L hanya mampu menggeleng tak percaya.

“Sunggyeol-ah, kau yakin Myungsoo tak punya kekasih?” kali ini leader Infinite angkat suara. Dia harus ikut bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.

“Harus berapa kali aku katakan hyung, Myungsoo itu tidak pernah dekat dengan seorang yeoja” semua member Infinite percaya apa yang di katakana Sunggyeol.

“Di handphonenya juga tak ada contact person seorang yeoja. Kecuali ibunya” tambah Hoya mencoba meyakinkan yang lain.

“Hyung! Coba kalian lihat.. gadis yang berdiri di sebelah sana sepertinya aku pernah melihatnya.. dia selebriti!” perkataan sungjong berhasil mengumpulkan perhatian semua orang.

“Oh… Miss A!.. itu Miss A!” dongwoo berteriak histeris.

“Itu Fei Miss A? coba kau perbesar gambarnya” woohyun membulatkan matanya, mencoba mengamati lebih dekat foto tersebut.

“Matta! Benar itu Fei Miss A. Coba lihat pandangan matanya mengarah ke gadis yang bersama L!” kata Sunggyeol. Kini leader Sunggyu mendekatkan wajahnya, dia mengamati dengan intens foto yang terunggah di internet itu.

“Bae Suzy? Gadis itu mirip Bae Suzy..” gumam Sunggyu sementara member lain kini berebutan ipad tipis itu dan mencoba menebak gadis yang bersama L.

COEX Apartment, Gangnam-do

L pov

“L-ssi lihat bahumu masih memar! Kita harus ke dokter” gadis itu masih saja terus menyeramahiku. Memaksaku untuk pergi ke dokter.

“Akh.. appo” rintihku ketika sebuah kain basah itu menempel di bahuku. Kulihat gadis itu memanyunkan bibirnya, sangat lucu.

“Kalau hanya di kompres seperti ini tidak akan sembuh. Kau akan mati mengenaskan di tempat” aku tertawa renyah mendengar perkataannya yang sedikit konyol.

“Aku akan mati mengenaskan dipukuli ibuku jika mengabaikan seorang gadis yang sedang meminta pertolongan”

“Mianhe.. ini semua karena aku. Kau jadi seperti ini karena aku. Mungkin setelah ini karirmu bisa..”

“Sudah jangan dipikirkan, lebih baik sekarang kau bantu aku memakai baju ini. Bahuku masih sakit” aku memotong perkataannya. Ya, aku tahu mungkin setelah ini karirku bisa hancur dan perlu waktu lama untuk memperbaikinya.

“Jadi, semalam apa yang kau lakukan disana? Seorang diri?” gadis itu membuka topic baru.

“Aku bersama Rain hyung dan beberapa kru dramaku, ya hanya untuk menghabiskan waktu” raut wajah gadis itu berubah, seolah-olah ada ketertarikan.

“Rain? terus dimana opp.. eh dimana rain sunbae? Kenapa aku tak melihatnya?” ada apa dengan gadis itu. Mengapa dia terlihat sedikit aneh.

“Pergi bersama seseorang” jawabku singkat dan tak peduli.

“Seseorang? nugu? yeoja atau namja?” entah mengapa gadis ini seperti ingin tahu. Apa dia menyukai Rain hyung?.

“Banci. Puas? Aku tak ingin menjawab pertanyaanmu lagi” setelah bajuku terpakai sempurna dibadan, lantas dengan langkah panjang aku .

“Cih ada apa dengannya?! Aku kan bertanya dengan baik-baik” gumam gadis itu yang masih dapat ku dengar.

JYP Entertaiment Building, South Korea

Author pov

“Bukan seperti itu ceritanya sajangnim, kumohon percaya padaku” pinta Fei, gadis berdarah china itu berkali-kali mencoba meyakinkan Park Jin Young.

“Jadi aku harus berkata apa di depan para wartawan nanti hah?! Untuk apa kau mengajaknya ke tempat seperti itu?! kau memang berniat menjatuhkannya bukan?!” bentak pria paru baya itu.

“Aniyo sajangnim. Aku sudah menyuruhnya menunggu di mobil, sungguh” matanya kini berkaca-kaca.

“Sekarang kembali ke dorm-mu. Aku akan mengurus semua kekacauan ini” perintah pemilik perusahaan besar itu. Fei membungkuk seraya meninggalkan ruangan itu dengan lemas. Beberapa member MissA sudah menunggunya di luar ruangan. Mereka menunjukkan wajah cemas.

“Sudahlah, kami tahu itu bukan kesalahanmu. Dan juga kau perlu istirahat. Semalaman kau kurang tidur bukan?” ujar salah seorang member MissA yang berdarah China.

COEX Apartment, Gangnam-do

Hari sudah siang, cahaya matahari terik berhasil menembus kaca jendela di apartment pribadi pria itu. Sang pemilik sedang sibuk mengotak ngatik smartphonenya.

“L Infinite menghilang setelah perkelahian di bar”

“L Infinite membawa lari seorang gadis yang diduga adalah kekasihnya”

“L Infinite menghilang semalam, Suzy MissA juga dikabarkan menghilang”

“Suzy MissA mengunjungi bar?”

“JYP Entertertaiment mengakui gadis di foto itu adalah..”

Pria itu menghela nafas panjang. Dia mengacak-acak rambutnya gusar. Dia tak bisa terus terusan sembunyi di apartmentnya seperti ini. Walaupun tempat ternyaman baginya hanya disini, tempat dimana tak seorangpun yang mengetahuinya. Bahkan kedua orangtua L tidak tahu kalau anaknya mempunyai apartment di tempat yang cukup menguras kocek ini.

“L-ssi, apa aku boleh masuk?” terdengar suara seorang gadis memanggil dari luar.

“Masuklah” setelah dipersilahkan masuk, gadis itu muncul di balik pintu dengan wajah yang sulit di artikan. Gadis itu hanya berdiri diam di depan pintu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Hhmm.. kau taukan kalau dalam dua hari tidak baik menggunakan baju yang sama, ada banyak kuman yang menempel dan”

“Pakai saja bajuku” kata L memotong kalimat gadis itu.

“Terus.. seorang wanita juga harus mengganti.. itu dan itunya.. hhmm.. supayaa..”

“Itu dan itu apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti maksudmu Suzy-ssi” potong L, walaupun dia memiliki IQ yang cukup tinggi namun kini otaknya tak bisa dengan cepat mencerna maksud gadis itu.

“Aish.. atas dan bawah! Kau mengerti?!” gadis itu berteriak geram. Padahal dia sudah memberikan kode besar pada pria itu.

“Maksudmu itu… dan itu..?” L menunjuk kedua bagian tubuh intim gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Nde…. Apa kau punya benda seperti itu? hehe” Suzy memasang aegyonya.

“TENTU SAJA TIDAK!” lantas pria itu bangkit berdiri dan mengambil jaket, topi, serta maskernya. Ia berjalan meninggalkan Suzy yang kebingungan.

“Kau mau pergi kemana Myungsoo-ssi?”

“Membeli keperluanmu” wajah gadis itu berubah sumringah, lantas gadis itupun juga ikut mengambil masker serta topinya. Ia mengikuti langkah panjang L.

“Kau mau ke mana Suzy-ssi?” tanya pria itu.

“Ikut denganmu, seperti katamu untuk membeli keperluanku” dengan cepat L mendorong tubuh gadis itu untuk masuk kembali ke apartmentnya.

“Sebaiknya kau bersembunyi dulu di apartmentku. Dan jangan nyalakan tv atau membuka internet”

“Wae?! Yak Kim Myungsoo wae?! Jelaskan dulu padaku!! Yakkk!” gadis itu menarik-narik ujung baju L, seperti anak kecil yang menuntut dibelikan ice cream.

“Wae?! Wae?! Wae?! Jangan mengacuhkanku!” L masih saja terus berjalan dan tidak mempedulikan rengekan gadis itu.

“Woi satu huruf! Ayo jawab pertanyahhmpp” suasana tiba-tiba hening. Tak ada rentetan suara cempreng gadis itu lagi. Kini L berhasil membuat gadis itu tak berkutik. Bibirnya berhasil membekap bibir mungil gadis itu. lama, ya cukup lama kejadian canggung itu terjadi.

“Apa kau mengabaikan semua panggilan presdirmu?”

“Nde”

“Pantas saja.. sudahlah, nanti akan kuceritakan”

Myeongdong Shop, South Korea

“Selamat datang, ada yang bisa dibantu?” seorang penjaga toko menghampiri L yang celingukan. Saat ini pria itu mengenakan kaus putih V neck dengan jaket kulit, dia juga memakai masker dan topinya.

“Aku butuh beberapa stel pakaian wanita. Ukurannya kira-kira seperti wanita yang berdiri disana” jelas pria itu sembari menunjuk asal seorang wanita yang sedang melihat-lihat pakaian tak jauh dari tempatnya berdiri. Entahlah, pria itu sendiri tidak yakin dengan apa yang ditunjuknya

“Ah baiklah tunggu sebentar, akan ku ambilkan beberapa pakaian”

“Hhmm chogiyo..”

“Ya tuan?”

“Apa kalian menjual… itu… dan…itu?”

JYP Entertaiment Building, South Korea

“Sajangnim, kurasa ini bukan ide yang bagus. Lihatlah, dengan cepat kita mengalami kerugian. Beberapa perusahaan iklan mengajukan pemutusan kontrak Bae Suzy” seorang pria datang menghadap di ruangan presdir agensi besar itu.

“Bahkan di internet sudah muncul beberapa website antifans Bae Suzy yang baru” lanjut pria itu, sedangkan Park Jin Young hanya menatap datar beberapa lembar kertas yang berisi grafik penurunan pendapatan mereka.

“Apa kau sudah mendapat informasi dari SMC&C dan juga Woolim?”

“Belum ada informasi apapun. Sampai sekarang mereka juga belum menemukan L. Di luar sudah banyak wartawan yang berkumpul. Mereka bertanya-tanya tentang hubungan Suzy dan L. jika sampai sekarang mereka belum ditemukan, akan semakin besar masalah yang kita hadapi”

“Kalau begitu aku akan bertemu langsung dengan pihak mereka. Atur kembali jadwalku”

Cheonan Apartment, Seoul

“Oppa, apa yang kau baca?” suara seorang gadis terdengar berbisik tepat di samping telingan Rain. Perlahan gadis itu mendekatinya, memeluk pria itu dengan erat dari belakang.

“Sini, duduklah di pangkuanku Hara-ya” gadis berambut pirang itu mengangguk dan langsung duduk manja di atas pangkuan kekasihnya.

“Oppa, apa kau percaya dengan berita seperti itu? kalau aku tentu saja tak akan percaya. Kau tahu, L adalah teman lamaku. Dia bukan tipe namja yang dekat dengan gadis. Aku pernah menyatakan perasaanku padanya, dan kau tahu apa yang dikatakannya? ‘maaf, aku tidak tertarik padamu’ cih, bahkan dia tidak mau menyimpan nomor handphoneku!” jelas visual KARA itu menggebu-gebu. Rain menatap nanar tabloid itu.

“Benarkah? Bagaimana dengan Bae Suzy? Apa kau mengenalnya?” tanya Rain hati-hati.

“Molla, dia sedikit pendiam dan sedikit dingin. Aku tidak suka ekspresinya”

“Tidak biasanya oppa memikirkan masalah orang lain” Hara menatap tajam pria itu, lantas setelah mendapat tatapan curiga, Rain mengelus bibir tipis Hara dan perlahan menciumnya.

COEX Apartment, Gangnam-do

L sibuk membaca beberapa naskah drama yang dibintanginya. Kacamata yang bertengger di hidungnya terasa pas dan tak mengurangi ketampanannya. Hari sudah malam dan pria itu masih menunggu seseorang yang sedang berada di kamar mandi dengan gelisah. Mengingat kamar mandi yang ada di luar sedang rusak karena sudah lama tak terpakai, maka Suzy dan L terpaksa bergantian memakai satu kamar mandi yang berada di kamar pria itu.

“Suzy-ssi! Apa kau bisa lebih cepat? Aku sakit perut” teriak L yang terlihat gelisah di atas kasurnya.

“Iya, iya, sabar sedikit!” tak lama seorang gadis yang memakai piyama pink kebesaran. Dengan rambut panjang yang basah. Gadis itu berjalan mendekati L dengan wajah kusut.

“Apa kau ada handuk lain? Aku ingin mengeringkan rambutku” kata gadis itu datar. Pria itu tak bereaksi, L hanya mampu menatap diam gadis yang ada di hadapannya. Baru kali ini ia menyadari bahwa gadis yang ada dihadapannya itu cantik dan sedikit sexy saat rambutnya basah.

L pov

“Apa kau ada handuk lain? Aku ingin mengeringkan rambutku” aku tak berkutik saat melihat gadis itu keluar dengan rambutnya yang basah. Tanpa perlu makeup dan pakaian yang anggun, dia tetap terlihat cantik. Pantas saja para member Infinite sangat mengidolakan gadis ini.

“Hei, apa aku segitu cantiknya sampai memplototiku seperti itu?” akupun tersadar. Apa-apaan aku ini. Seperti bukan diriku saja. Aku lantas bangkit dan mengambil sebuah handuk yang tersimpan di dalam lemari.

“Ini!” ku lempar handuk itu ke arah gadis itu dan strike, tepat menutupi wajahnya.

“Aish..” gumamnya terdengar di telingaku. Kulirik dia mengerucuti bibirnya, sungguh lucu. Saat ini diantara kami berdua seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Hening, tak ada yang membuka suara. Di dalam kamar yang cukup luas ini bagaikan ruang hampa hingga gadis itu akhirnya membuka percakapan.

“Hhmm, kau ingin makan apa L-ssi?” gadis itu sudah berada di depan pintu.

“Ayam goreng” jawabku singkat. Aku kembali mengambil naskahku dan berjalan kembali ke kasur.

“Baiklah, akan kubelikan” kata Suzy kemudian perlahan menutup pintu,

“Jangan pergi!” cegahku, kini dia melemparkan tatapan penuh tanda tanya ke arahku.

“Ayamnya sudah ada di kulkas, tadi aku sekalian membelinya dan tinggal kau panaskan” gadis itu mengangguk kemudian menghilang di balik pintu.

Author pov

Keributan-keributan yang dapat merusak gendang telinga berasal dari dapur. Suara teriakan seorang gadis berhasil mengganggu aktivitas pria itu.

“Kyaaaa”lagi-lagi suara teriakan Bae Suzy berhasil menembus kamar L. Dengan geram lelaki itu keluar dengan membanting pintu kamarnya.

“Yak! Ada apa?!” tanya L dengan suara khasnya. Suzy menatap aneh pria yang kini muncul di hadapannya.

“Aku tidak memanggilmu” jawab gadis itu jutek. Sedangkan yang melempar pertanyaan malah semakin geram.

“Aish.. terus kenapa kau berteriak seperti kerasukan setan? Dan mengapa kini kau berpenampilan seperti orang gila?” L menatap jijik kea rah gadis yang kini memakai helm serta penutup di kepalanya, serta sarung cuci piring yang cukup panjang.

“Kau tahu, memanaskan ayam goreng sama saja menggoreng ayam goreng. Dan kau juga harus tahu kalau minyak goreng di dapurmu ini merupakan fansku. Mereka lompat-lompat ke arahku dan itu sungguh panas” penjelasan terkonyol yang pernah di dengar L selama hidupnya. Entah kenapa dia berpikir jika gadis dihadapannya ini sedang terkena stress akibat skandal yang muncul akhir-akhir ini.

“Kau bodoh atau sangat bodoh?” pria itu melangkah mendekat, dan perlahan gadis itupun mundur berusaha menghindari L. Gadis itu terus mundur hingga dia terpojok dan tak bisa menghidar dari L.

“Hhmm.. kau.. a.. apa.. yan..g.. hhmm.. L… ssi.. ” Suzy tak mampu berbicara dengar benar akibat kegugupannya. Dia menatap mata L takut-takut mengingat jarak antara mereka benar-benar dekat, hanya berjarak 3 cm. Hingga tangan pria itu bergerak ke atas dan menyentuh badan Suzy.

“Minggir. Minyaknya terlalu panas. Sepertinya kau juga langsung memasukkan ayamnya dari dalam kulkas, harusnya tunggu sampai tidak terlalu dingin” kata pria itu dengan ekspresi datar. Terlihat jelas bahwa L sudah mahir memasak.

“Ah.. mian. Ka.. kalau begitu kau saja yang memasak” kata Suzy yang langsung menyerahkan spatula yang dipegangnya kemudia terbirit-birit meninggalkan dapur.

“Dasar aneh” gumam L.

Suzy pov

Kini aku dan pria itu menghabiskan makan malam di depan layar televisi. Aku tak bisa berkonsentrasi, entah kenapa jantungku berdetak berpuluh-puluh kali lebih cepat dari biasanya. Bahkan saat duduk di sampinya, aku sampai mengeluarkan keringat.

“Kau tak apa-apa? Apa kau sakit?” aku melihat ke sumber suara, kini L menatapku. Ku lihat mata elangnya memancarkan kekhawatiran. Entah kenapa pipiku terasa panas saat dia menatapku.

“Aku tak apa-apa” jawabku seadanya dan langsung memalingkan wajahku ke arah yang lain. Aku tak sanggup menatap matanya lagi.

“Aku bosan, sebaiknya kita menonton yang lain” aku meraih remote dan mengganti channel secara acak hingga menampilkan sebuah infotaiment. Aku terperanjat saat melihat apa yang ada diberita itu.

“Telah dikonfirmasi oleh JYP Entertaiment bahwa gadis yang ada difoto itu adalah Bae Suzy. Berbagai tanggapan dari natizen bermunculan dan kian mengheboh. Beberapa pihak meminta dicabutnya gelar ‘nation child’ yang disandang Bae Suzy. Namun hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut perihal kejadian yang terjadi di klub malam di daerah elit itu” aku terkesiap mendengar berita itu. setelah kejadian aku mematikan ponselku.aku sudah menduga hal tersebut akan terjadi. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, otakku tak bisa berpikir jernih. Aku tersadar kembali ketika layar televisi dimatikan.

“Cepat pindah ke kamar! Aku mau tidur disini” aku tidak memberontak dan langsung menuruti pria itu. aku masih saja memikirkan hal-hal berat yang memang harus kuselesaikan secepatnya. Aku tak bisa berdiam diri. Setelah berada di kamar, ku ambil handphoneku dan menyalakannya. Dan tak lama puluhan pesan masuk. Aku menghela nafas panjang. Kulempar handphoneku ke sembarang tempat.

L’A Restaurant, Gangnam-do, Seoul

Author pov

Sebuah pertemuan mendesak yang dilakukan disebuah restaurant. Tidak terlalu banyak pengunjung yang berdatangan. Tempat yang didesain untuk privasi para pejabat dan orang-orang penting dan diutamakan pertemuan-pertemuan penting. Park Jinyoung duduk berhadapan dengan seorang petinggi SMC&C membicarakan sebuah masalah. Beberapa menit mereka berargumen.

“Menipu public? Apa maksud anda Park Jinyoung-ssi?” tanya pria bermarga Kim yang merupakan perwakilan SMC&C.

“Membuat cerita berdasarkan cerita. Mungkin sedikit menambahkan kisah cinta” jelas Park Jinyoung, pria dihadapnnya itu menimbang-nimbang.

“Kita berdua tidak akan rugi. Artisku akan lolos dari pikiran negative natizen dan artismu akan mendapatkan image pahlawan bahkan image pria sejati. Dari pada kita harus menunggu mereka berdua muncul dan membawa berita buruk” jelas Park Jinyoung lagi.

“Baiklah, aku terima tawaranmu Park Jinyoung-ssi”

COEX Apartment, Gangnam-do

Bae Suzy tak bisa tidur. Berulang kali gadis itu mencoba memejamkan matanya namun hasilnya nihil, padahal saat ini sudah menunjukkan pukul 02.30 KST. Akhirnya gadis itu meraih handphonya dan membuka layanan internet, mencoba mengusir insomnianya.

“Cih banyak sekali” gumam gadis itu saat mensearch kata ‘Antifans Suzy’ di kotak pencarian.

“Apakah aku perlu bergabung?” gumam gadis itu seolah berbicara pada dirinya sendiri.

“Kurasa itu hanya membuang waktu saja. Sungguh tidak bermanfaat.” Setelah bosan menatap beberapa komentar tentang dirinya, kini gadis itu iseng-iseng memainkan jarinya dengan mengetik sesuatu di kotak pencarian.

“EL Infinite.. ” eja gadis itu namun hasilnya nihil

“Not found? Apa dia tidak terkenal? Aih.. tidak mungkin..” gadis itu masih saja menggerutu pada dirinya sendiri.

“L Infinite” eja gadis itu lagi, kemudian setelah layar terganti menampilkan beberapa dan deretan alphabet. Gadis berambut panjang itu tersenyum melihat foto pria itu yang sedang memegang gitar.

“Hhmm.. wajahnya lumayan, tidak jelek-jelek amat. Hidungnya mancung, matanya seperti elang, bibirnya tipis..” tanpa sadar gadis itu menekan tombol save pada layar handphonenya.

“Apa dia sudah punya kekasih?” gumam gadis itu lagi. Kini dia kembali mengetik beberapa kata kunci di kotak pencarian.

“L Infinite girlfriend” dan sontak saja Suzy hampir terperanjat saat melihat beberapa news di handphonya. Dia membaca berita yang baru saja terposting itu.

‘Telah terkonfirmasi oleh kedua agensi bahwa L Kim dan Bae Suzy resmi berpacaran dari empat bulan yang lalu. Dan kejadian yang terjadi di klub malam waktu adalah sebuah kecelakaan. Seperti yang dikatakan oleh seorang saksi, dia melihat mobil sebuah mobil yang dikendarai Suzy (Miss A) dan Fei (Miss A) memasuki halaman parkir sebuah klub malam terkenal. Pada saat itu terlihat Fei (Miss A) turun dari mobil sendirian, selang satu jam seseorang turun dari mobil itu yang diketahui adalah Suzy (Miss A). “Tidak seperti yang lain, Suzy datang dengan pakaian sederhana. Sepertinya dia memang tidak berniat untuk datang ke tempat itu” jelas seorang saksi mata kejadian. Selain itu seorang saksi lain mengatakan bahwa Suzy sedang duduk kemudian seorang pria datang menggodanya yang diketahui anak seorang pengusaha, dan tak lama keributan terjadi saat pria yang sedaritadi duduk di samping Suzy menolong member Miss A itu. Dari pihak SMC&C dan Woolim menjelaskan bahwa L sedang berada di tempat itu dengan tidak sengaja. Dia datang bersama cast dari drama yang dibintanginya. Sedangkan tidak disangka bahwa mereka akan bertemu pada waktu yang tepat. JYP Entertaiment juga angkat bicara soal kedatangan Suzy ke tempat itu “Bae Suzy hanya menemani Fei datang ke tempat itu”. Sampai saat ini hubungan sepasang kekasih ini baik-baik saja. Suzy sedang beristirahat di rumahnya, sedangkan L sedang memulihkan luka memarnya di rumah sakit.’

“APA-APAAN INI?!” gadis itu bangkit dari tidurnya. Lantas dia mondar-mandir di kamar itu dan mengacak-acak rambutnya.

“Kenapa mereka tidak menunggu konfirmasiku dulu?! Aish aku bisa gila! Akan kujambak rambut pak tua itu!” tanpa piker panjang Suzy langsung mengganti pakaiannya dari baju tidur menjadi pakaian yang sedikit formal. Tak lupa memakai topi serta maskernya. Setelah merasa tak ada yang tertinggal, ia pun diam-diam menutup pintu kamar itu. mengendap-ngendap bak seorang pencuri. Ia memperhatikan sesosok malaikat maut sedang tertidur di sofa. Dengan pencahayaan yang minim, ia mendekatkan wajahnya mencoba memperhatikan wajah L lebih dekat.

“Ternyata begini wajahmu” gumam gadis itu. Kini ia menyentuhkan keningnya ke kening pria itu, cukup lama hingga ia merasa sudah saatnya ia pergi.

“Gomawo” ucap Suzy kemudian melangkah keluar meninggalkan pria itu. Tak lama terdengar suara pintu tertutup dan bersamaan pula kedua kelopak mata L terbuka, pria itu menghela nafas berat.

Pukul 03.30 gadis bermarga Bae itu masih setia duduk di kursi bus tanpa tujuan. Ia tak tahu harus pergi kemana duluan. Apakah ia harus pulang ke dorm? Atau ia harus pergi ke rumah JYP untuk memaki CEOnya itu? atau di perlu ke apartment managernya untuk meninju dan meremukkan badan pria itu? entahlah, kini gadis itu malah menatap jalanan Seoul yang sepi.

“Nona, kemana tujuanmu?” suara sopir bus terdengar bergema di mobil bus yang kosong.

“Terus saja ajjushi. Aku belum selesai berpikir” jawab Suzy. Sebenarnya gadis itu tidak terlalu hafal jalanan Seoul, hampir setiap hari ada sopir yang selalu mengantarnya dan dia tidak perlu repot-repot menghafal setiap belokan. Hingga matahari pagi menyapa gadis itu, dia memejamkan matanya. Ya, ada satu tempat yang ingin dia kunjungi.

“Ajjushi bagaimana cara ke Namsan tower? Apa bus ini akan berhenti di Namsan tower?”

Namsan Tower, Seoul

“Kyaaaaa!! Kereeeen!” teriak Suzy kegirangan saat sampai di puncak tower itu. kini dia dapat melihat seluruh kota Seoul. Sejak ia debut bersama Miss A, baru kali ini dia dapat mengunjungi tempat ini lagi. Pagi ini tidak terlalu banyak pengunjung yang datang, sehingga gadis itu dapat sedikit bergerak leluasa. Tiba-tiba mata itu menangkap sesuatu yang menarik perhatian. Jejeran gembok-gembok yang terkunci, ya gembok cinta yang sangat terkenal sehingga menjadi icon. Gadis itu meneliti beberapa gembok dan mencoba mencari sesuatu.

“Oh.. aku rasa ada disini..” gumam gadis itu pelan.

“lima bulan yang lalu jelas-jelas ada disini.. apa ada yang memindahkannya? Aish ani, ani. Apa Jihoon oppa yang memindahkannya? Sepertinya tidak mungkin..” beberapa orang yang berada disekitarnya menatap aneh gadis itu, untung saja wajahnya tak terlihat karena terhalang topi dan masker.

“chogiyo.. bisa geser sedikit?” suara seorang pria menyadarkan Suzy

“Ah.. mianhamnida” ucap gadis itu sopan kemudian menggeser posisinya yang ternyata menghalangi pria itu yang sedang bersama kekasihnya.

“Chagi, bukankah dia mirip Bae Suzy?” terdengar bisikan dari seorang wanita sambil menunjuk-nunjuk kearah Suzy

“Hhmm kurasa bukan, tetapi sepertinya bentuk matanya memang mirip Bae Suzy” jawab pria itu juga berbisik, Suzy yang merasa sedang diperhatikan langsung saja berdiri dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Buru-buru ia berjalan dengan cepat hingga tak sengaja menabrak seseorang.

“Mianhamnida” kata pria berbadan tinggi tegap itu. Suzy membungkuk sekedarnya kemudian pergi meninggalkan pria itu. Tanpa disadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, lebih tepatnya memperhatikan gadis itu. Seorang pria dengan jaket hitam ditambah sebuah topi yang menutupi wajahnya terus mengikuti langkah Bae Suzy sejak beberapa jam yang lalu.

To be continue

24 responses to “[CHAPTER – 1] SCANDAL

  1. Wah wah wah ini br yg namanya scandal
    udaah suzy sm L ajaa..rain emg dasar deh pergi aja sono sm hara jgn ganggu suzy lg
    Aku suka ceritanyaa
    Good job author
    Aku reader br lhoo bangapseumnida

  2. skandal selebriti beneran nih, suzy sebenernya sama rain tapi rainnya selingkuh apa cuma suka y?
    L sama Suzy skandal hya hya… next

  3. keren banget thor🙂
    ada hubungan apa rain sama suzy??
    myung cuek banget sih..
    next thor😉
    author jjang
    myungzy jjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s