When I Called it Love [Myung Soo’s Side]

When I Called It Love [Myung Soo's Side]

This story by AirinHwa
Starring: Kim Myung Soo, Park Ji Yeon|| Duration: Ficlet || Rating: General
|| Genre: Romance

“…Ketika kita memandang ke arah kembang api yang perlahan naik,
Aku tahu jika kau diam-diam mencuri pandang ke arah wajahku…”

Copyright, by.AirinHwang© 2015, All Rights Reserved
.
.
.

Aku masih merindukannya. Canda tawanya, senyuman polosnya dulu, dan tingkahnya yang terlihat menggemaskan. Meskipun semuanya itu sudah berapa belas tahun yang lalu, tapi aku masih tetap mengingatnya. Tak akan pernah ku lupa.

Namun kali ini aku akan kembali bertemu dengannya setelah sekian lama aku pergi tanpa memberitahukannya. Park Ji Yeon itulah nama gadis itu. Aku jadi kembali teringat akan sebuah kenangan manis yang pernah terjadi di sebuah pantai berada tak jauh dari tempat tinggal kami.

.flashback..
Kami tinggal di sebuah kota kecil yang letaknya berdekatan dengan pantai yang terkenal akan keindahannya. Masa-masa kecil kami sangatlah bahagia. Di kota itu aku banyak mendapatkan teman yang menyenangkan. Orang-orang yang tinggal di kota itu juga sangat baik dan ramah. Termasuk juga seorang gadis kecil yang bernama Park Ji Yeon. Sepulang sekolah terkadang kami semua bermain bersama di pinggir pantai. Entah itu hanya untuk berjalan-jalan saja ataupun terkadang kami juga berpesta di sana.

Hanya saja, suatu hari aku dengar kabar dari sekolah bahwa di pusat kota akan diadakan pesta kembang api. Aku benar-benar sangat ingin melihat kembang api itu, tapi jarak dari tempat tinggalku ke pusat kota sangatlah jauh.

Tapi tunggu, bukankah kembang api itu bisa dilihat di pantai? Baiklah aku akan mengajak teman-teman yang lain untuk menontonnya juga.

Malamnya sekitar jam 9 aku bersiap siap dan pergi ke rumah teman-temanku untuk ikut juga. Tapi sayang, mereka semua mungkin sudah tertidur. Sudah berapa kali aku mengetuk jendela kamar mereka tapi tak ada ku dapat satupun balasan dari mereka. Akhirnya aku pergi ke rumah sabahatku yang terakhir Jiyeon. Segera aku mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke kaca jendela kamar gadis itu. Aku berharap ia mendengarkannya dan membuka jendela itu.

Dan ya, doaku akhirnya terkabul. Aku melihatnya membuka jendela itu dan menyembulkan kepalanya sambil menatapku.

“Ada apa?” Tanyanya tanpa basa basi lagi.

“Ayo kita ke pantai”

“Untuk apa kita ke sana? Hari sudah malam. Besok saja kita ajak teman-teman yang lain.” Tolakku mentah-mentah. Aku sudah sangat mengantuk, kedua mataku seperti tak sanggup lagi untuk segera menutup. Ucapnya dan bersiap untuk kembali menutup jendela itu.

Sebelum itu terjadi aku harus mencegahnya

“Tidak, malam ini di pusat kota akan ada pertunjukkan kembang api. Ayo kita melihat kembang api itu di pantai.”

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita mengajak teman-teman yang lainnya juga!”
Aku pun tersenyum senang karena ia nampaknya mulai antusias dengan ajakanku.

“Tidak ada waktu lagi, Tadi aku sudah ke rumah mereka tetapi sepertinya mereka semua sudah tertidur. Ayo cepat kita berdua saja!”

“Baiklah, tunggu aku.”Ujarnya sekali lagi kemudian kembali menutup jendela kamarnya dan bersiap untuk pergi. Entah kenapa aku merasa sebahagia ini. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk segera melihat kembang api itu bersamanya.

Beberapa menit pun berlalu, ku lihat ia keluar dari pintu rumahnya dan menutup pintu itu dengan perlahan. Aku rasa ia tidak ingin membangunkan kedua orang tuanya. Jika ketahuan, maka semua rencana yang telah susah payah ku susun akan gagal.

Tapi ia malam ini nampak berbeda. Baru kali ini aku melihat rambut panjangnya ia urai dan tidak ada aksesoris apapun yang ia gunakan. Biasanya ia selalu menguncit rambutnya itu atapun hanya memakai sebuah bando atau jepit kecil.

“Hey! Kau lama sekali, ayo cepat sebentar lagi pesta kembang apinya akan dimulai.”Omelku cepat, lalu tanpa aba-aba aku langsung menggenggam tangan kanannya dan berlari menuju ke arah pantai.

Sepanjang perjalanan kami berdua terus membungkam mulut dan hanya terfokus pada jalan yang ada di depan. Saat-saat seperti ini aku tidak tahu harus mengatakan apa. Jadi aku lebih memilih untuk diam.

Tapi sempat ku rasakan suhu tangan Jiyeon berubah menjadi dingin. Karena cemas aku pun sedikit melihat keadaannya.

Dari raut mukanya ia nampak sedikit ketakutan. Apa ini pertama kalinya ia keluar malam sendirian? Aku jadi merasa bersalah kepadanya karena telah mengajaknya keluar. Lalu aku pun mengeratkan genggamanku dengan maksud untuk menenangkannya.

“Jangan takut, aku ada di sini bersamamu.”

Ia hanya terdiam, aku tersenyum melihat raut wajahnya yang seperti orang kebingungan, benar-benar lucu!
Tanpa sadar ternyata kami sudah sampai di sampai. Aku merasa sangat lega karena takut kami akan terlambat.

“Kita sudah sampai, untunglah kita tidak terlambat.”Kataku dengan nafas yang masih terengah-engah. Rasanya hampir sama dengan berlari mengelilingi lapangan bola sekolah.
Perkiraanku pun tepat, pesta kembang api itu akhirnya dimulai. Kedua matanya seakan terbius  pesona dari kembang api itu.

Disaat kembang api itu perlahan mulai naik, aku sadar jika dia diam-diam memandang ke arah wajahku. Ku melihat kedua pipinya bersemu merah. Apa ia benar-benar terpesona oleh wajahku yang rupawan ini? Oh, aku ingin melihat wajah manis itu.

Tak tahan lagi akhirnya aku memberanikan diri untuk memalingkan wajahku dan menatapnya sambil tersenyum.

“Hey Jiyeon, kembang apinya benar-benar indah, ya kan?”

Ku lihat ia pun ikut tersenyum dan menggangguk,
“Iya, kau benar.”

Dan aku tahu, jika aku juga mulai jatuh cinta padanya saat itu.
.flashback end..

Kali ini aku akan segera bertemu dengannya. Kemudian aku kembali menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobilku ini agar segera sampai ke pantai tempat kami bersama dulu. Aku tau saat ini ia sedang berada di sana.

Tak butuh waktu lama, akhirnya aku pun sampai di pantai itu. Ternyata benar ia masih berdiri dan memandang ke arah pantai dengan wajah sendu miliknya. Aku yakin ia sangat merindukanku.

Aku akan memberinya sedikit kejutan yang mengingatkannya pada kenangan itu. Lalu tiba-tiba ada satu kembang api yang muncul dan bersinar di langit. Ia pun terlihat terkejut dan memandang ke arah kembang api itu. Itulah kejutan dariku dan aku rasa inilah saatnya aku muncul di hadapannya,

“Hey Jiyeon, kembang apinya benar-benar indah, ya kan?”

Panggilku, sebuah kata-kata yang sama kuucapkan seperti dulu. Aku yakin ia menjadi kebingungan karena tiba-tiba mendengar suaraku. Atau ia mengira jika itu adalah imajinasi liarnya saja. Dasar Jiyeon!

“Aku di sini, Park Ji Yeon”

Panggilku sekali lagi untuk meyakinkan dirinya dan memamerkan senyum kemenanganku. Akhirnya ia pun membalikkan badannya dan terkejut melihatku berada di sini.

“Myung Soo..” Panggilnya pelan namun masih bisa didengar olehku.

“Aku pulang, Jiyeon-ah” Ucapku penuh keyakinan dan melebarkan kedua tanganku ke padanya seakan seperti menyambutnya. Ia pun berlari dan memelukku erat. Aku pun membalas pelukan itu dan mengangkat tubuhnya tinggi. Aku yang sangat merindukannya seakan terbayarkan sudah. Ku rasa ia juga sama denganku.

Kini kami kembali duduk berdua bersama-sama seperti dulu melihat kembang api yang tengah bersinar indah di langit. Dengan kedua tangan kami yang masih terus bertautan erat seakan tak akan bisa dilepaskan.

“Kembang apinya benar-benar indah, ya kan?” Tanyaku kepadanya. Sebuah pertanyaan yang sama seperti dulu.
Ia juga tersenyum dan mengangguk pelan “Iya, kau benar.”

“Aku mencintaimu selalu, Kim Myung Soo”

Aku juga mencintaimu selalu, Park Ji Yeon.

END
Oke, inilah lanjutan dari cerita sebelumnya. Mungkin bisa dibilang ini adalah cerita tentang perasaan mereka berdua. Jadi buat yang penasaran bagaimana perasaan Myung Soo, inilah jawabannya. Makasih banget buat yang masih setia nunggu kelanjutan ff ini. Nantikan ff lainnya ya!
Komment Juseyo *_*)/

22 responses to “When I Called it Love [Myung Soo’s Side]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s