When I Called It Love

when i called it love

This story by AirinHwa
Starring: Park Ji Yeon, Kim Myung Soo || Duration: Ficlet || Rating: General
|| Genre: Romance

.
“…Ketika kita memandang ke arah kembang api yang perlahan naik,
Aku diam-diam mencuri pandang pada wajahmu…”

Copyright, by.AirinHwang© 2015, All Rights Reserved
.
.
.

Masih terus terdengar lagi dan lagi begitulah terus berulang-ulang. Alunan indah yang berasal dari deburan ombak yang menghantam batu karang besar. Bagaikan seperti alunan simfoni yang begitu mempesona. Hembusan semilir angin yang menyejukkan jiwa terasa begitu menyentuh sanubari. Bulan yang masih setia memancarkan cahaya mampu menerangi setiap langkah kaki yang ku torehkan. Suasana yang masih sama seperti dulu dan tak berubah sedikitpun.

Aku masih tetap berjalan pelan menyusuri sepanjang pantai ini seorang diri sembari mengingat berbagai kenangan masa lalu, baik bersama kedua orang tuaku ataupun teman-temanku.
Saat inilah aku teringat ada sebuah kenangan manis yang pernah terjadi di pantai ini beberapa tahun silam, di saat aku masih seorang gadis kecil yang bisa dibilang belum tau apa-apa.

.flashback..
Dulu, aku pernah tinggal di sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari pantai. Karena itu sepulang sekolah, aku dan teman-temanku pasti bermain di pinggir pantai. Sama halnya dengan salah satu teman dekatku, Myung Soo.

“Tok”
Ku dengar ada sebuah bunyi hantaman batu kecil yang dilempar ke arah kaca jendela kamarku. Bergegas aku membuka jendela tersebut dan aku mendapati salah satu temanku. Kim Myung Soo tengah berdiri dan memandangku dari bawah. Sepertinya ia sedang menungguku.

“Ada apa?” Tanyaku tanpa basa basi.

“Ayo kita ke pantai” Ajaknya cepat.

“Untuk apa kita ke sana? Hari sudah malam. Besok saja kita ajak teman-teman yang lain.” Tolakku mentah-mentah. Aku sudah sangat mengantuk, kedua mataku seperti tak sanggup lagi untuk segera menutup

“Tidak, malam ini di pusat kota akan ada pertunjukkan kembang api. Ayo kita melihat kembang api itu di pantai.”

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita mengajak teman-teman yang lainnya juga!” Seruku yang mulai antusias dengan ajakannya.

“Tidak ada waktu lagi, Tadi aku sudah ke rumah mereka tetapi sepertinya mereka semua sudah tertidur. Ayo cepat kita berdua saja!”

“Baiklah, tunggu aku.”

Aku pun segera mengganti piyama yang ku kenakan dengan baju bermainku seperti biasa, rambut panjangku kali ini ku biarkan saja tergerai. Tidak ada waktu lagi untuk mengikatnya, Myung Soo pasti sudah menunggu lama. Setelah semua dirasa pas, aku berjalan turun dari kamarku di lantai dua dengan perlahan-lahan atau mungkin mengendap-endap seperti seorang pencuri. Aku berusaha untuk tidak membuat suara sedikitpun agar kedua orangtuaku tidak terbangun. Pasti aku tidak akan diizinkan keluar rumah jika ketahuan mereka.

“Hey! Kau lama sekali, ayo cepat sebentar lagi pesta kembang apinya akan dimulai.” Omelnya lalu tanpa aba-aba ia langsung menggenggam tangan kananku dan berlari menuju ke arah pantai.
Entah kenapa aku merasakan ada hal yang aneh. Padahal aku sudah biasa bersama dengannya tapi aku tidak merasakan apa-apa. Namun kali ini berbeda.

Sepanjang perjalanan kami berdua terus membungkam mulut dan hanya terfokus pada jalan yang ada di depan. Aku pun mengalihkan pikiranku dengan memandang pekarangan sekitar. Benar-benar sepi dan tak ada orang satupun yang lewat. Aku jadi sedikit takut karena aku belum pernah keluar malam sendirian seperti ini tanpa orang tuaku. Tapi tiba-tiba ia mengeratkan genggamannya.

“Jangan takut, aku ada di sini bersamamu.”

Aku hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Darimana ia tau jika saat ini aku sedang ketakutan? Baru saja aku akan berbicara dan bermaksud akan menanyakannya, ia tiba-tiba berhenti,

“Kita sudah sampai, untunglah kita tidak terlambat.”Ucapnya dengan nafas yang masih terengah-engah. Ia ternyata benar, aku tidak sadar bahwa kami telah sampai di pantai dan ternyata tepat, pesta kembang api itu pun dimulai. Mataku seakan tidak bisa lepas dari kembang api itu, benar-benar indah.

Disaat kembang api itu perlahan mulai naik, aku diam-diam memandang ke arah wajah Myung Soo. Kedua pipiku serasa bersemu merah. Aku baru sadar jika ternyata ia memiliki wajah yang rupawan. Ia terlihat begitu tampan dan berbeda dari biasanya. Oh, ada apa ini? Apa jantungku saat ini sedang berdebar-debar?

Dia memalingkan wajahnya dan menatapku sambil tersenyum.
“Hey Jiyeon, kembang apinya benar-benar indah, ya kan?”

Aku pun ikut tersenyum dan menggangguk,
“Iya, kau benar.”

Dan aku tahu, jika aku mulai jatuh cinta padanya saat itu juga.
.flashback end..
Sampai sekarang bagiku itu adalah sebuah pengalaman berharga dan tak tergantikan oleh apapun. Bahkan jika aku berjalan menyusuri pantai ini, kenangan itu pasti akan terlintas di benakku. Sebenarnya, dari dulu aku ingin peristiwa itu terjadi kembali di dalam hidupku. Sayangnya dua tahun semenjak hari itu, aku pergi dari kota ini untuk meneruskan pendidikanku. Dan aku juga mendengar jika ia pun juga pergi dari kota ini yang aku sendiri pun tidak tau apa alasannya.

Entah kenapa tiba-tiba ada satu kembang api yang muncul dan bersinar di langit, sontak aku terkejut dan melihat ke arah kembang api itu. “Apa di kota sedang ada festival ?” Batinku yang berusaha mengingat-ingat apakah hari ini ada sebuah perayaan besar di pusat kota.

“Hey Jiyeon, kembang apinya benar-benar indah, ya kan?”

Tunggu dulu.

Apa sekarang aku sedang bermimpi? Atau mungkin aku tidak salah dengar. Ku rasa tidak ada yang salah dengan sistem pendengaranku. Suara itu.. suara yang tidak mungkin bisa kulupakan dalam hidupku. Suara yang sangat ku kenali dari seorang laki-laki yang dulu pernah bersamaku di sini, tempat ini.

“Aku di sini, Park Ji Yeon” Ucapnya sekali lagi dan kali ini aku yakin ini bukanlah mimpi. Aku membalikkan badanku dan ternyata ia sedang berdiri dengan wajah tersenyumnya yang khas ke arahku.

“Myung Soo..”

“Aku pulang, Jiyeon-ah” Ucapnya penuh keyakinan dan melebarkan kedua tangannya ke arahku, seolah-olah ia menyuruhku untuk mendekat ke padanya. Aku benar-benar bahagia, kerinduanku padanya seperti tak sanggup lagi untuk dibendung. Aku sangat-sangat merindukan dirinya melebihi apapun saat ini.
Segera aku berlari ke arahnya dan memeluknya erat. Aku hanya tak ingin jauh darinya lagi. Karena ketahuilah aku hanya ingin kau kembali di sini bersamaku dan melihat festival kembang api itu bersama selamanya.

“Kembang apinya benar-benar indah, ya kan?”

“Iya, kau benar.”

“Aku mencintaimu selalu, Kim Myung Soo”

END

Helloww.. balik lagi nih dengan author yang sangat ahli membuat ff ficlet. Maaf ya udah lama ngak buat ff dan baru bisa muncul sekarang. Sebenarnya ff ini terinspirasi dari ost ending film naruto “Utakata Hanabi” dari Supercell. So, bagi yang punya videonya boleh dibuka sambil baca ff ini yah biar “agak” ngena dengan ceritanya.
Okelah, segini dulu cuap-cuapnya, nantikan kembali yah dengan ff ficlet saya yang lainnya, See You all._.)/
Koment Juseyo *V*

32 responses to “When I Called It Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s