[Ch. 6] You’re My

You're My2You’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Plot is mine, Don’t plagiat
Mulai saat ini kita telah terhubung oleh takdir, jadi aku minta jangan pernah tinggalkan aku

Author P.O.V

Selepasnya keluar dari mobil van nya. Ia berlari begitu saja meninggalkan manager dan Seung Chan yang tengah melongo melihat perubahan keadaan Myungsoo yang berubah secara drastis. Ia yang tadinya nampak sangat kesakitan kini malah berubah sangat terburu –buru dan terkesan sangat semangat. Hal tersebut yang membuat manager dan Seung Chan sangat heran.

“Dia tak sedang berusaha menipuku, kan Seung Chan?” masih dengan ekspresi cengo nya. Hae Kyung bertanya pada sosok yang ekprsinya tak jauh berbeda dengan nya.

“Entahlah, aku tak yakin” jawabnya singkat.

Myungsoo berlari disepanjang lorong bangunan apartement tersebut, terus saja meremas kuat dada kirinya yang terasa amat sesak seperti terhimpit. Dengan wajahnya memucat pasi, ia berusaha keras untuk segera tiba di apartementnya sebelum ia kehilangan kesadarannya. Tepat setibanya didepan pintu kamar apartementnya, ia segera menekan kode passwordnya. Tanpa berkata ba –bi –bu lagi ia segera masuk kedalam ruangan tersebut.

Perlahan ia berjalan mendekat kearah kamar yang ditempat oleh Jiyeon, dengan nafas yang masih tersengal –sengal dibukanya pintu kamar tersebut. Ia kini mendapati gadis itu tengah mengerang menahan rasa sakitnya. Sosok yang berada disisinya terus saja mengompresnya dan menggenggam erat jemari gadis tersebut. Tampak jelas guratan kekhawatiran diwajah sosok tersebut. Dengan langkah cepat Myungsoo menarik sosok tersebut menjauh dari gadis bermata kucing tersebut. Tatapan Myungsoo dingin nan menusuk ia lemparkan pada pria tersebut.

“Minho –ya, kau bisa pulang sekarang!” decaknya dengan dingin. Seolah kalimat yang diucapkan tadi adalah sebuah perintah. Minho yang mengerti dengan situasi yang ada segera beranjak meninggalkan kedua sosok tersebut. Namun, langkahnya terhenti sejenak sebelum ia benar –benar keluar dari ambang pintu kamar Jiyeon.

“Myung, kau berhutang penjelasan padaku!” sahutnya tak kalah dingin, Minhoo pun akhirnya pergi meninggalkan apartement tersebut manakala telah terdengar suara debaman pintu yang terkunci kembali.

Dengan nafas yang masih terengah –engah, entah tanpa sadarnya Myungsoo meraih wajah pucat gadis bermata kucing tersebut. Di tatapnya dalam bolah mata kucing tersebut, sosok yang ditatap hanya dapat melemparkan tatapan sayunya. Tanpa banyak kata ia langsung saja mendekap posesif tubuh lemah Jiyeon. Jemari gadis itu perlahan meremas kuat kemeja biru laut Myungsoo, nafas gadis tersebut nampak tak teratur begitupun dengan Myungsoo.

“Bukankah sudah pernah kukatakan padamu, jangan pernah meninggalkan ku terlalu lama. Bukankah aku sudah pernah memperingatkan mu?! Bukankah tadi kau bilang hanya sebe –“ kalimat Jiyeon terhenti manakala Myungsoo menempelkan jari telunjuknya tepat diatas bibir gadis itu. Jiyeon sontak saja membeliakkan matanya terkejut atas perlakuan namja dihadapannya ini.

“Maafkan aku…” hanya satu kalimat itu yang mampu terlontar dari bibir plum milik Myungsoo. Tatapan penuh kecemasan masih tergurat dengan jelas diwajahnya.

“Ku mohon jangan ulangi lagi, kau tahu rasanya menyakitkan sekali” parau gadis berambut gelombang tersebut yang semakin mempererat dekapannya. Myungsoo hanya dapat bergeming ditempatnya, tanpa sadarnya kini tangannya telah tergerak menepuk –nepuk pelan punggung gadis tersebut. Hingga kini, diruangan yang sunyi tersebut terdengar dengkuran halus khas seperti suara kucing yang tengah terlelap. Perlahan Myungsoo mengembalikan posisi Jiyeon seperti semula, ia membaringkan gadis tersebut dan ditarik selimut untuk menutupi tubuh gadis tersebut agar merasa lebih hangat.

“Apakah ini sebagian dari akibat fatal itu?” monolog Myungsoo. Perlahan ia menyentuh dada sebelah kirinya, ia sudah tak merasakan rasa sesak lagi setelah ia mendekap tubuh Jiyeon. Kini terdengar suara desahan frustasi meluncur begitu saja dari mulutnya.

“Aku rasa sekarang aku sudah benar –benar terikat dengan gadis ini, apa yang harus aku lakukan?!” decaknya frustasi.

***

Pagi pun menjelang, tampak seorang namja yang tengah sibuk menonton acara yang berada di TV dengan sesekali ia menyesap teh yang ada ditangannya. Ia sama sekali tak menyadari keberadaan seorang gadis yang kini tengah memperhatikannya dalam diam dengan senyuman manisnya.

“Selamat pagi, Myung –ie!” sapanya yang kini telah berjalan menuju sisi namja tersebut. Myungsoo hanya mengangguk sekilas membalas sapaan Jiyeon.

“Kau baik –baik saja?” tanyanya dengan nada dingin dengan tatapan yang masih saja terfokuskan pada benda berbentuk persegi dihadapannya.

“Tentu saja!” sahutnya dengan semangat. “Kemarin Minho kemari, apakah kau ada berbicara yang aneh –aneh?” ucapnya yang kini telah menatap tajam sosok gadis bermata kucing tersebut.

“Tenang saja, aku tak berbicara yang aneh –aneh kok. Kau tahu, Minho sangat baik sekali kemarin, dia menemaniku hampir seharian. Jadi aku tak kesepian dan bosan. Dia seperti pangeran –pangeran di dalam negri dongeng”decak gadis berambut gelombang tersebut dengan tatapan yang berbinar –binar. Myungsoo yang memperhatikan tingkah gadis itu yang aneh hanya dapat memutar bola matanya malas dan berdecih ria.

“Kalau begitu, kenapa tidak dengan dia saja kau berpacaran! Kau mencintainya, bukan? Lalu menghilanglah dari hidupku!” ketus Myungsoo yang padangannya teralihkan kearah jendela yang berada disampingnya.

“Ehm, Myung –ie kau sangat membenciku? Aku begitu merepotkan yah?” tatapan yang begitu bersalah tergurat dengan jelas diwajah gadis bermata kucing tersebut, namun masih ada sedikit senyuman terpasang diwajah itu walaupun hanya tipis.

“Iya! Aku sangat membencimu, kau merepotkan, dan kau membuatku terbebani. Sangat terbebani!” cercanya penuh dengan emosi. Tangannya terkepal dengan kuat, Myungsoo lepas kendali.

“Myung –ie, kau tak bisa mengontrol emosimu! Kau butuh waktu sendirian, kalau begitu aku akan meninggalkan mu” gadis bermata kucing tersebut dengan begitu saja berjalan meninggalkan Myungsoo yang tengah menggeram kesal. Selepas Jiyeon pergi, namja berambut hitam tersebut melempar bantal sofanya dengan sembarang arah.

“Huh! Pergi saja sana, kalau perlu jangan kembali lagi!” kesal pria tersebut. Entah mengapa, Myungsoo tiba –tiba saja merasa kesal dan tak terima saat ia mendengar Jiyeon –gadis aneh itu –membanggakan orang lain selain dirinya.

“Kau menghilang pun aku tak akan peduli padamu Park Jiyeon –shi!” geram Myungsoo yang masih saja merasakan rasa kesal yang membuncah.

Jiyeon P.O.V

Dia sangat aneh sekali hari ini, biasanya dia akan bersiap dingin dan tak akan memperdulikan berbagai macam ucapanku. Kenapa hari ini dia jadi emosi seperti itu saat aku membicarakan Minho. Bukankah Minhoo sahabatnya, harusnya dia antusiaskan jika temannya sedang dibicarakan. Aneh sekali dia. Karena Myungsoo tengah rundung emosi sesaat aku memutuskan untuk meninggalkannya. Membiarkannya memiliki waktu sendiri, mungkin itu akan membuatnya menjadi lebih baik.

Langkah kaki ini terus membawaku tak tentu arah. Sekarang aku tak tahu sudah berada dimana, rasanya aku sudah berjalan cukup jauh dari apartement Myungsoo. Bagaimana jika aku tersesat, aku tak bisa pulang. Lalu aku tak akan bisa bertemu dengan Myungsoo lagi. Kemudian, Myungsoo akan kembali lagi dengan Soojung, dan mereka akan hidup bahagia selamanya. Ahhh! Eottokhae?! Aku tak ingin hal itu terjadi! Harusnya sebelum bertindak, aku harus berpikir panjang dulu. Ck! Kebiasaan cerobohku tak pernah bisa hilang.

Kini aku sudah berada disebuah tempat yang cukup ramai, banyak orang dari berbagai kalangan umur tengah menikmati kesejukkan hawa dipagi hari. Karena sudah cukup lelah aku memutuskan untuk duduk dibangku taman yang berada dibawah pohon maple tersebut. Pandanganku terus saja mengawasi, memperhatikan semua kegiatan yang dilakukan oleh para manusia itu. Mereka memiliki keluarga, pasangan,dan teman. Rasanya pasti sangat bahagia sekali. Aku ingin kembali kemasa –masa saat itu, hah! Rasanya jika aku tak melakukan hal itu maka hal seperti ini pasti tak akan terjadi.

“Hah!” desahku frustasi.

“Kau sendirian? Kau sudah lebih baik?” ucap sesorang yang suaranya cukup aku kenal. Saat kutatap sosok yang tengah duduk disisiku, aku sama sekali tak bisa mengenali wajahnya. Karena dia menggunakan sesuatu yang menutupi mata dan mulutnya.

Seperti penjahat saja.

“Nuguya?”

“Aku Minho, apakah kau sendirian?” ia kembali mengulang pertanyaan yang tadi ia lontarkan. Benarkah ia Minho, aku tak yakin.

“Kenapa kau memakai penutup seperti penjahat? Bukankah itu sangat mencolok? Iya, aku sendirian” gumamku yang masih saja tak percaya bahwa sosok dihadapanku ini adalah Minho.

Jiyeon P.O.V end

Minho membawa gadis bermata kucing tersebut ketempat yang lebih sepi. Di rasanya tempat tersebut cukup aman, Minho melepaskan kacamata hitamnya dan maskernya. Senyuman manis yang sangat khas tersebut ia lemparkan pada Jiyeon. Gadis tersebut tersenyum dengan manis menyambutnya.

“Minho!” pekiknya senang, segera saja direngkuh tubuh namja dihadapannya dengan girang. Hal itu sontak saja membuat Minho sedikit terkejut dengan sikap tiba –tiba gadis itu.

“Kenapa sesenang itu, eoh?” decaknya dengan senyuman konyolnya.

“Tentu saja senang, aku kira aku akan tersesat dan tak bisa kembali lagi keapartement Myungsoo.” Jiyeon terlihat sangat bahagia sekali, sampai –sampai ia tak menyadari bahwa ia masih memeluk erat lengan Minho.

“Kau lucu sekali, bukankah kau punya ponsel. Kau bisa menghubungi nya kan?” Minho sedikit heran dengan gadis disisinya ini, namun ia merasa sangat tertarik dengan tingkah aneh dan lugu gadis tersebut.

Ponsel? Apakah itu benda persegi tipis yang sering dibawa oleh Myungsoo kemana –mana? Mungkin benda itu yang dimaksud oleh Minho. Pikir Jiyeon.

“Ah! Itu… Ponsel ku tertinggal, aku tak terlalu hafal jalan tempat ini. Makanya aku sampai sesenang ini saat bertemu denganmu, karena itu tandanya aku memiliki harapan untuk kembali pulang” ucap Jiyeon disertai senyuman manisnya. Minho hanya dapat menahan tawanya mendengar ucapan gadis yang berada disampingnya ini.

“Ahaha… Kau lugu sekali Jiyeon –ah. Ah! Ya, kau sudah lebih baik sekarang? Apakah Myungsoo telah membawamu kedokter?” tanya Minho yang tiba –tiba saja raut wajahnya sangat serius.

“Tentu saja, buktinya sekarang aku bisa bermain keluar apartement. Aku baik –baik saja” gumam Jiyeon disertai senyuman manis yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Syukurlah kalau begitu, apakah kau ingin pulang?”tawar pria tersebut, mengingat betapa senangnya gadis bermata kucing ini saat melihatnya ada dihadapannya

“Ti,tidak. Aku masih ingin diluar, aku bosan diapartenment” jawab Jiyeon cepat. Gadis bermata kucing tersebut menundukkan kepalanya begitu saja dan beberapa kali terdengan desahan frustasi.

“Mau jalan –jalan bersamaku?” tawar Minho. Seketika saja Jiyeon mengangkat kepalanya, dan nampaklah ekspresi wajah yang begitu berbinar –binar. “Kau serius?!” pekiknya kegirangan. Dan lagi –Jiyeon memeluk lengan Minho penuh bahagiaan. Tanpa disadari oleh gadis itu, kini muncul segurat garis merah merona diwajah pria bersurai coklat tersebut.

“Tentu saja, ku yakin Myungsoo pasti belum sempat mengajak mu berkeliling kota Seoul, bukan?” tebak Minho yang dibalas dengan anggukkan cepat oleh gadis bersurai gelombang tersebut.

“Myung –ie terlalu sibuk. Bahkan sangat sibuk!” gerutunya kesal. “Baiklah kalau begitu, cah! Kita mulai Tour nya!” seru Minho dengan semangat, dan ditanggapi anggukkan semangat dari Jiyeon.

Myungsoo P.O.V

Terhitung hampir 2jam lebih yeoja aneh itu pergi dari apartement. Cih! Apa dia sudah benar –benar berniat meninggalkan ku? Jadi dia sudah menyerah begitu, dan membiarkan dirinya terluntang –lantung dijalanan? Baiklah jika itu maunya. Aku tak akan memperdulikannya. Dasar yeoja alien! Gadis menyebalkan!

“Argghht! Sial. Kenapa dia terus saja berkeliaran dikepalaku! Dasar gadis sialan itu!” geramku frustasi. Kujambak surai hitam pekat ini. Aku tak dapat berhenti memikirkan nya. Ada apa dengan dirimu ini Myung!

“Jangan –jangan dia tersesat! Lalu dia diculik dan dimutilasi! Ahhh! Kenapa aku lagi –lagi memikirkannya, siapa saja selamatkan aku dari gadis aneh itu!” teriak ku frustasi. Kenapa aku jadi peduli dengannya? Apakah ini ada hubungan dengan kema –aish! Lupakan pemikiran konyol itu.

Ddrrtt…

Suara getaran ponsel tersebut membuatku kembali kealam nyata. Dengan cepat kuraih ponsel yang tengah tergeletak diatas meja tersebut. Soojung?! Tertulis dengan jelas nama tersebut dilayar flat ponselku, tanpa banyak kata segera saja ku angkat telpon darinya.

“Myung, kau dimana? Sibukkah?” tanya sosok disebrang sana dengan manjanya. Nada manja yang tak akan terlupakan sampai kapan pun.

“Tidak, Jung –ie. Waeire?” tanyaku tak kalah manisnya.

“Aku baru saja pulang dari Milan, manager eonni bilang hari ini aku bebas dari jadwal. Kau tahu aku paling benci melakukan apapun sendirian.” Keluhnya disebrang sana.

“Kau mau ku temani kemana?” aku sudah tahu betul dengan kebiasaannya itu. Tsk! Gadis manja.

“Bagaimana jika ketempat favorite kita dulu?”

“Baiklah, 15menit lagi aku akan menjemputmu, tunggulah”

Setelah itu perbincangan singkat kami via telpon berakhir. Assha! Akhirnya aku memiliki cara untuk menjauh –jauhkan pikiranku tentang gadis aneh itu.

“Kau mau pulang atau tidak, tak akan ada ruginya untuk ku” decakku sakratis.

Myungsoo P.O.V end

“Bagaimana menurutmu, tempat ini indah bukan?” ucap sosok bersurai coklat terebut pada gadis bermata kucing disisinya.

“Sangat indah sekali, mengingatkan ku pada rumah” tuturnya tanpa diduga. Tanpa Minho sadari dibalik guratan senyuman manis tersebut, terlukis jelas wajah yang mulai memucat pasi.

“Aku harus bertahan sedikit lebih lama lagi, jika tidak Minho akan khawatir”

Flashback on

Nampak seorang gadis muda dengan pakaian khas Tuan putri kerajaan terngah berlari terburu -buru. Hanbok berwarna pink cherry tampak manis saat dikenakan oleh gadis itu. Gadis itu sama sekali tak memperdulikan teriakkan para pelayannya yang kewalahan mengejarnya dibelakang.

“Ck! Pelayan sialan itu, umma selalu saja keras kepala!” decaknya kesal. Ia terus berlari sekuat tenaga. Saat ia telah berdiri diantara persimpangan didekat mansion sang raja. Ia lebih memilih berbelok kekanan –tepatnya kearah taman tersembunyi keluarga kerajaan.

“Waktu yang tepat datang kemari, bunga –bunga telah bermekaran. Lebih baik aku disini berjam –jam, daripada aku harus mengikuti acara perjamuan membosankan itu” gerutunya, sesekali ia menoleh kebelakang untuk memastikan pelayan kerajaan tak mengejarnya lagi.

“Tuan putri nakal! Rupanya kau disini!” decak seorang gadis yang terlihat 2tahun lebih tua darinya. “Tuan putri Jie –an, kenapa bisa disini? Bukankah kau harus dikamar beristirahat?” tuturnya penuh kekhawatiran.

“Bagaimana bisa aku berdiam diri dikamar, jika adik nakal ku tengah bermain petak umpet dengan para pelayan. Cepat temui mereka, minta maaflah lalu segera pegi keruang perjamuan!” perintah Jie –an. Mendengar perintah kakaknya, Jiyeon hanya mendengus kesal.

“Aku tak sudi meminta maaf dengan para pelayan itu, tak guna!” gerutunya penuh kekesalan dan berlalu meninggalkan sang kakak yang hanya dapat mendesah frustasi.

“Gadis itu, mulutnya selalu tak bisa terkontrol. Membuat khawatir saja” desahnya gusar.

Flashback Off

“Jiyeon!” | “Minho –ya!” seruan yang nyaris saja bersamaan. Mendengar namanya disebut membuat keduanya berpaling dan mencari sang pemilik suara tersebut.

To Be Continue…

*Cuap2 Author*

Kethy dateng lagi membawakan Epep nan gaje ini, eotte? Kalian adakah yang menunggu kelanjutannya?
Gimana menurut kalian Myung dsini?
Apakah Myung udah keliatan ada tanda –tanda cinta pada Jiyi?
Keliatannya bang Myung cemburu gimana gtuh sma Jiyeon yang muji –muji Minho mulu *Apaan sih lu min soktau#DitendangbangMyung
Kethy juga udah mulai munculin asal –muasal sebenernya dari Jiyi, tpi kga jelas –jelas amat sih. Gimana mkin penasaran kyk gmna sebenrnya Jiyi itu kan? Sebenernya dia tuh asal –usulnya kyak apa sih, trus kenapa dia bisa ada di Shangyang?
Klo gtuh tunggu ajh next chap nya…
Sekian dari cuap2 abnormal mimin
Annyeong~
RCL juseoyo nde, jan jdi SIDER’s okokok
Thx buat semuanya yang selalu ngikutin kelanjtan epep ini.
Big thx buat kalian Minna –san~

55 responses to “[Ch. 6] You’re My

  1. siapa tu yg manggil? myungsoo dan soojung kah? woah mereka ketemu disatu tempat. penasaran reaksinya myung pas liat jiyeon jalan sama minho =)) wkwk

  2. Sbnarnya jiyi dlu knpa sampai di krng dlam ribuan tahun lagi…
    Apa myungsoo soojung bakalan ktmu ma jiyeon minhoo.. n apa tar myungsoo bakalan marah2 gx jelas??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s