[Ficlet] Huh!

huh-alifahsone[Ficlet] Huh!| alifahsone
T | Romance, Fluff, Artist-life
Park Jiyeon as Jiyeon T-ara
Kim Myungsoo
as L Infinite
and other members T-ara & Infinite

Credit : Charisma Girl @ Cafe Poster

Warn : all the cast(s) are not mine

.

Hey I just met you, and this is crazy.
But this my number so call me maybe
It’s hard to look right at you baby
But here’s my number, so call me maybe?

Myungsoo menatap Jiyeon yang sedang di rias oleh makeup artist. Gadis pujaan Myungsoo memang cantik, walaupun tanpa makeup sekalipun. Myungsoo menatap lurus ke arah Jiyeon tepat di ruangan T-Ara. Tak peduli sekalipun Hyomin menggodanya. Sesekali Jiyeon hanya tersenyum membalas candaan Hyomin.

“Ji-ji-jiyeon-ssi,”

Riuhan khas T-Ara. Jiyeon tertawa lebar. Mungkin karena kegugupan Myungsoo atau ada hal lain? Myungsoo mengambil secarik kertas. Ia memberikannya pada Jiyeon lalu berlari.

“Jiyeon-ah, call me maybe!

#

“Ji..”panggil Hyomin. Jiyeon menoleh. Hyomin menunjukkan ponselnya. Jiyeon terbelalak, mungkin tak menyangka. Matanya mengisyaratkan ‘wow-benarkah-ini?’. Hyomin mengangguk senang sambil memeluk Jiyeon.

Sementara itu dorm Infinite..

“Woohyun-ah, eottokhae? Aku gugup sekali, ini yang pertama untukku.”ucap Myungsoo sambil memegang ponselnya. Tangannya gemetar, bahkan mengeluarkan keringat dingin. Woohyun tertawa geli. Myungsoo sudah terlalu dewasa –bisa disebut tua– untuk berkencan dengan seorang gadis. Myungsoo memiliki wajah yang tampan, lalu tak ada seorang pun yang mengajaknya kencan? Ini sungguh aneh.

YA , apa kau tak tahu mengajak gadis kencan, lalu menonton film bersama?”cibir Woohyun. Myungsoo menggeleng dengan polosnya. Oh. Woohyun gemas untuk saat ini. Woohyun merebut ponsel Myungsoo, kemudian mengetik sebuah nomor telepon dan memanggilnya. Lalu ia memberikannya pada Myungsoo. Myungsoo dengan gugup mendekatkan ponselnya ke telinga.

Nada sambung mulai terdengar. tut…tut..tut

Halo?”
Suara di seberang sana membuat peluh Myungsoo makin berderai. Dan, disertai kikikan geli Woohyun. Myungsoo menoleh ke arah Woohyun lalu menatap seolah mengatakan ‘kau-ini-sembarangan-sekali‘. Tapi disisi lain ia senang. Senang mendengar suara lembut yang mengalir melalui celah-celah telinganya.

hai? kau masih hidup? baiklah, kau dapat meneleponku lagi nanti.”
Suara Jiyeon. Yang kedua kalinya. Myungsoo tak pernah bercakap cakap dengan Jiyeon. Ia selalu mengamati Jiyeon dari jauh dan..Dapat ia akui. Suara Jiyeon membuatnya candu.

aish. siapa sih ini.“Jiyeon mulai geram rupanya. Myungsoo terkekeh. Bayangkan, kau ditelepon seseorang, lalu yang terdengar hanya suara nafasnya. Bila Myungsoo melihat Jiyeon secara langsung, mungkin saat ini Jiyeon sudah mencakarnya.

tut,,tut,,tut. Nada sambung di putus oleh Jiyeon. Myungsoo menghela nafasnya. Woohyun menepuk pundak Myungsoo, “aish kau ini payah sekali.”. Myungsoo hanya mencibir.

Woohyun mengambil ponselnya, lalu mengetik pesan pada seseorang. Dan, ia tersenyum puas.

~~~~

“Hyomin-ah, kau mau kemana?”tanya Jiyeon. Hyomin memakai pakaian croptop warna peach disertai motif bunga bunga, kemudian tak lupa celana jeans biru muda. Oh iya, alat penyamaran. Hyomin menoleh kepada Jiyeon. “Kau mau ikut tidak? Aku ingin pergi bersama Woohyun pergi ke Central Park.”tawar Hyomin. Jiyeon mengangguk antusias, kemudian bersiap siap.

YA! Kau mau mengajakku kemana?”teriak Myungsoo. Woohyun mencubit lengan Myungsoo. “Bisa berhenti teriak, tidak sih? Aku akan mengajakmu ke Central Park bersama Hyomin.”ujar Woohyun sambil menyisir rambutnya yang sudah diberi gel. Myungsoo mengangguk. Woohyun melirik sinis. Dan, ketika ia akan kencan bersama gadis, Myungsoo belum  bersiap? Dasar pemalas. “Kau harus mengganti bajumu jika ingin pergi bersamaku.”

@Central Park

Hyomin melirik jam arloji berwarna silvernya. Disamping Hyomin, tampak Jiyeon sudah menguap. Mereka sudah menunggu selama setengah jam, dan Woohyun belum datang? Hyomin bersumpah, akan melabraknya nanti.

hosh..hosh..Hyomin-ah, maaf atas keterlambatanku.”Woohyun membungkuk, bermaksud meminta maaf. Hyomin tak bergeming. Bahkan, ia memasang wajah duck facenya. Dasar wanita, batin Woohyun. “Maaf ya? aku berjanji tak akan mengulangi lagi.”ucap Woohyun. Hyomin mengangguk.

Sementara Jiyeon, ia sebal. Ia merasa diacuhkan. Diantara member T-Ara, ia sendiri belum merasakan apa itu kencan. Jiyeon memutuskan ingin berjalan jalan sendiri saja. Mungkin nanti ia tak akan diacuhkan lagi.

“Jiyeon?”

Jiyeon menoleh. Didepannya tepat Kim Myungsoo sedang memakan gulali. Jiyeon mendengus. Jadi, ini alasan keterlambatan Woohyun? Seharusnya, hari ini Jiyeon menghadiri sebuah acara tapi ia membatalkannya.
Baiklah. Jiyeon harus tersenyum.

“Mau permen?”
Tawaran kedua membuat Jiyeon tak kuasa menolak. Myungsoo terkekeh, kemudian membelikan gulali satu lagi untuk Jiyeon. Mereka berdua berhenti pada salah salah satu permainan. Bianglala. Mainan favorit Jiyeon. Sebentar lagi, akan ada kembang api.

“wow, daebak.”Jiyeon tersenyum. Myungsoo terpana memandangi kota Seoul dari atas. Sangat indah. Myungsoo menoleh ke arah Jiyeon. Jiyeon sedang memangku tangannya, sambil tersenyum. Myungsoo tak akan menyia-nyakan kesempatan. Klik! Satu foto Jiyeon yang terlihat sempurna. Myungsoo mengambil foto menggunakan kamera polaroid.

YA! Apa apaan kau ini?”gerutu Jiyeon. Myungsoo terkekeh. Ia mengacak gemas rambut lembut Jiyeon. Jiyeon terpaku beberapa saat. Sentuhan Myungsoo, serasa membuatnya berhenti bernafas. Bagaimana tidak, lelaki yang kau cintai selama 5 tahun dan akhirnya kau dekat dengannya!

“Lihatlah, Jiyeon-ah, kau terlihat cantik.”
“Bukankah aku memang selalu terlihat cantik?”Jiyeon nyengir dengan cengiran khasnya. Myungsoo terkekeh. Gadisnya tidak terlihat seram ketika marah, justru malah terlihat lucu.

“Mengapa kau selalu terlihat menggemaskan, Jiyeon-ah?”
“Karena aku cantik.”
YA kau ini pede sekali.”cibir Myungsoo.
“Kau lebih.”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga. Ups!” Jiyeon menutup bibirnya. Myungsoo terpana. Jiyeon mencintainya? Semoga ini menjadi awal yang bagus untuk hubungan mereka.

huh?

—————————–

hai! ini sebuah ficlet yang aneh, tapi semoga kalian menyukainya, ne? Support kalian adalah semangat untukku. Jadi, kalau kalian ingin mendukungku, berilah apresiasi. Agar aku tahu kalian menyukai karyaku atau tidak.
Salam,

alifahsone.

75 responses to “[Ficlet] Huh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s