[ CHAPTER – PART 10 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT2(3)

 

Tittle : Couple Or Trouble ?

Author : gazasinta

Main Cast :

– Kim Myungsoo as Myungsoo
– Park Jiyeon as Jiyeon
– Kim Jongin as Jongin
– Jung Soojung as Krystal

– Lee Taemin as Taemin
– Park Luna as Luna

Genre : Romance, Married Life, Little Bit Comedy

Rating : PG-17

Poster created by @olivemoon2

Note : Hai…..hai lambai-lambai sambil kibar seprai. Author SAGU ( ? ) datanggggg !!! / Sedia batu *Semuapastimenyambitgembira

Maksudnya author SAbtu mingGU, biasanya kan updatenya emang dihari itu.kekkeke

Mianhae….jeongmal mianhae😦 udah hampir 2 bulan yah ga update COT ? Sebenernya part ini udah hampir 2 mingguan ngejedog di lepi, dengan maksud akan update bersamaan dengan AMOH. Karena masih banyak yang kudu di edit, aku maunya part ini romantis, tapi sadar kalo lemah banget dibagian romantis terlebih aku jomblo * ehh, Jadilah aku memasrahkan part ini begini.

Tapi ya sudahlah yah, hitung-hitung ngasih modal ngabuburit untuk kalian yang lagi saum kalo bacanya besok sore * apa ini ?

Btw, aku mau curhat nih ? *Pajang muka serius, padahal cuma punya muka cantik :p

Kalo aku lama update bukan karena aku berniat untuk menghilang, melarikan diri, kabur, atau apapun namanya, sama sekali engga Rangga ( ? ), Cinta ga setega itu, Sumpah !!! Doakan aja mudah2an ide di otakku ini lancar jadi semua ff chapterku bisa sampe END. Aku akan berenti nulis kalo emang ud ga ada lagi yang minat sama ff apalah-apalah milik author SAGU ini*Sumpah gw benci banget kalo ada yang ngomong gitu, tapi demen bgt ngucapin apalah2 =))

Aku kan juga hanya seorang gadis cantik yang punya kehidupan di dunia nyata dan gaib, jadi harus pinter-pinter bagi waktu. Oleh karena itulah aku mohonnnnnnnnn bagettttttttt* pake sujud sambil ngemut es krim, kalo ada readers yang lope-lope banget sama author dan ff nya * kekkekeke, jangan jadi kesel bahkan benci sama aku yah, karena kalo sampe ada yang begitu, aku bersumpah ga akan makan buah palapa sebelum nusantara bersatu, ga akan membiarkan hidup kalian tenang….wkwkwkwk.

Udah ah cape cuap-cuapnya*LapIngus

Disclaimer : seperti biasa ada scene yang aku ambil dari drakor, atau teenlite, novel ( kalo novel kayanya engga deh, ga hobi baca buku tebel ) milik si Orizuka, karena emang otak author payah, tapi tetep dengan gaya bahasa aku yang apalah2 ini yah. Jika ada kesamaan cerita, ide, alur dengan yang lainnya harap maklum.

Oiya selamat menjalankan ibadah puasa untuk yang menjalankannya, semoga mendapatkan pahala yang tetap. Aamiin Ya Rabb.

Ok readers, hepi reading dan jangan lupa RCL.

Previous part

TIIIINNNNNNNNNN…TINNNNNNNNNNNN…TINNNNNNN

“ HEI KALIAN LIHAT TIDAK ? LAMPU ITU SUDAH BERWANA HIJAU, APA KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP EOH ??? “ Teriak pria itu berapi-api.

Jiyeon yang awalnya tidak menyadari siapa pria yang marah-marah pada Taemin dan dirinya seketika terhenyak mengenali penampakan mobil itu, dilihatnya seorang pria tampan dengan kacamata hitam yang menutupi matanya menyembulkan kepala dari dalam mobil, sudah ia duga hanya ada satu orang didunia ini yang memiliki lengkingan menyeramkan seperti itu.

“ AH-JU-SSI ??? “ Kaget Jiyeon segera menutupi wajah dengan tangannya.

Part 10 – Couple Or Trouble ?

Author’s pov

Brukkk

Halmeoni mengunci dengan cepat pintu rumah milik cucunya, kakinya kemudian tergopoh-gopoh kembali kedalam mobil. Kehadirannya membuat si supir yang baru saja berniat untuk istirahat terkejut, ia bahkan bisa menebak tak ada yang dilakukan oleh si nyonya didalam rumah cucunya hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

“ Cepat jalan “ Titah halmeoni.

Si supir tidak lantas melajukan mobil, ia menatap heran wajah kesal nyonya besarnya dari balik spion diatas kepalanya “ Maaf, kita akan kemana lagi nyonya ? “ Tanya supir berhati-hati.

“ Kau pikir kita akan kemana lagi ? “ Ucap halmeoni marah.

“ Algesseumnida “ Supir langsung mengambil kesimpulan untuk kembali kerumah.

“ Cari jalan paling dekat, dan pastikan lancar “ Ucap halmeoni seraya memejamkan matanya, tubuhnya bergetar menahan segala yang ia rasakan, kuku-kuku tangannya menancap kuat didalam jok mobilnya. Ia benar-benar kesal pada cucunya Kim Myungsoo.

Lampu hijau sudah 4 detik berlalu, namun tak ada satupun kendaraan yang melaju karena tertahan mobil seorang pria yang kini sedang asyik “ bersenandung “ dihadapan dua orang yaitu Taemin dan Jiyeon. Lupakan tentang Myungsoo yang dikejar waktu untuk menghentikan kedatangan halmeoni , suara bising klakson yang bersahut-sahutan, dan antrian mobil yang mengular. Myungsoo tak peduli dan memilih melampiaskan kekesalannya pada dua orang yang merepotkannya. Seolah jalan raya adalah milik nenek moyangnya hingga ia berhak melakukan apapun.

Myungsoo menatap geram sosok Taemin yang kini menatap takut padanya, beruntung kakinya tak terlambat menginjak rem untuk menghentikan laju kendaraannya, jika tidak ? sudah tentu Taemin akan terpental karena tertabrak mobilnya “ Yyaaa !! Apa kalian sudah bosan hidup eoh ? kalian tahu jika tindakan bodoh kalian bisa merepotkanku ? “ Ulang Myungsoo seraya tangan kiri berkacak pinggang dan tangan kanan yang memegang kacamata menunjuk-nunjuk marah wajah Taemin yang menunduk.

“ Jwesonghamnida…..jwesonghamnida tuan, kami tidak sengaja, kami benar-benar tidak sengaja “ Taemin membungkuk berkali-kali mengucapkan maaf seperti pajangan di dashboard mobil milik Kim Myungsoo.

TanganTaemin meraih paksa kepala Jiyeon yang entah dimana keberadaannya – kepalanya itu- untuk melakukan hal yang sama dengannya. Tanpa Taemin paksapun Jiyeon akan melakukannya, karena ia tak ingin Myungsoo mengalihkan amarah pada dirinya. Tapi siapa yang akan mengabaikan tingkah anehnya? kepalanya tenggelam sempurna dibalik kaos hingga dirinya seperti makhluk tanpa kepala.

Myungsoo sempat menatapnya curiga, namun keinginannya untuk “ bernyanyi “ lebih besar, ia pikir orang itu hanya malu menampakkan wajah buruknya atau apapun Myungsoo tak peduli “ Kalian pikir hanya dengan kata maaf semuanya bisa dengan mudah selesai ? Bagaimana jika tadi kalian tertabrak oleh mobilku eoh ? Apa keluarga kalian akan menerima kata maaf dariku untuk nyawa kalian yang sudah melayang ? “ Kesal Myungsoo masih dengan nyanyian merdunya.

Wajah Taemin benar-benar pucat, ia hanya pasrah dirinya dimaki. Selain memang dirinya bersalah pria berperawakan kurus berparas bak seorang wanita ini tidak memiliki keberanian sedikitpun. Jangankan dengan Kim Myungsoo, pada semut yang menggigitnyapun mungkin Taemin tak akan berani membalasnya.

Tinnn…..Tinnnn….Tinnnnn !!!!

“ Hey anak muda, lihatlah lampu hijau tinggal 10 detik lagi, apa kau sudah gila ? kau pikir ini jalan nenek moyangmu eoh ? “ Protes pengemudi yang berada tepat dibelakang Myungsoo.

“ CEREWET !! “ Hardik Myungsoo balik, membuat pengemudi itu berjengkit kaget dan kini ketakutan karena ditatap tajam oleh Myungsoo. Bukan Myungsoo jika begitu saja menerima protes orang lain, meski yang dilakukannya salah, memangnya ada orang lain yang boleh mengkritik apa yang dia lakukan?

Jiyeon yang menyadari memiliki kesempatan langsung berniat memanfaatkannya, tangannya meraba-raba mencari letak tangan Taemin, ketike berhasil ia raih “ Taeminie, kajja !!!! lariii “ Bisik Jiyeon seraya menarik tangan Taemin cepat memanfaatkan kelengahan Myungsoo.

“ Apa ? “ Taemin yang tak tahu apa-apa tak siap berlari, kakinya bahkan tersandung batu dan hedak tersungkur. Beruntung Jiyeon menyelamatkannya.

Kehebohan yang ditimbulkan dua makhluk itu membuat Myungsoo kembali menoleh, menyadari tawanannya kabur “ Yyaaa !!! pengecut, jangan lari kalian eoh !!! “ Teriak Myungsoo, tentu saja ia tak mungkin meninggalkan mobil dan lebih memilih mengejar makhluk-makhluk itu “ Sial !! dasar setan kecil licik, beruntung kalian hari ini “ Ucapnya geram mengepalkan tangannya.

Tinnn….Tinnnn….Tinnnnnnnnnnn !!!!!

“ IYA AKU TAHU, KAU PIKIR AKU TULI, BUTUH WAKTU UNTUK MENJALANKAN MOBIL INI EOH ? “

Mendapat tatapan membunuh Myungsoo, si pengemudi yang baru saja protes dengan cepat mengangkat kedua tangannya seolah memberi tahu jika bukan dialah pelakunya. Ibu jarinya menunjuk pada mobil-mobil yang mengular dibelakangnya. Myungsoo menatap sinis dan langsung masuk kedalam mobilnya.

Brukkkkk…..

Brummmmmm…….

Tepat ketika mobil Myungsoo meluncur, lampu kembali menyalah merah, membuat hanya mobil Myungsoo yang berhasil melaju.

“ Dasar psikopat “

“ Merepotkan !!! “

“ Orang kaya yang sombong “

“ Tapi dia sangat tampan “

Begitulah umpatan-umpatan yang terdengar dengan keadaan kacau dijalan raya akibat ulah pria tua namun tampan dan masih melajang bernama Kim Myungsoo. Myungsoo tak sadar jika salah satu yang dimarahinya adalah seseorang yang ia kenal, yeoja yang seharusnya kini bersama dengannya untuk menyelamatkan sandiwara mereka dihadapan halmeoni.

Hosh..hosh..hosh

Jiyeon dan Taemin memegang kuat dadanya dan membungkuk lemas. Nafas keduanya tersengal, sesekali kepala mereka menoleh memastikan keadaan aman.

“ Huh…dasar pria gila, menyeramkan sekali “ Gerutu Taemin masih mengatur nafasnya.

Jiyeon tak berbicara sedikitpun, ia tak aneh dengan sikap ahjussinya itu, sekarang yang ia pikirkan adalah niatnya untuk bercerita, menjelaskan semuanya pada Taemin. Berjaga-jaga jika nanti ada kejadian tak terduga dan ia tak memiliki kesempatan hingga segalanya menjadi rumit.

“ Ada- yang – ingin – kukatakan – padamu “ Ucap Jiyeon masih tersengal “ Tapi ingat !!! Kau …hanya boleh mendengar…. tanpa menginterupsi, setelahnya jaga rapat mulutmu, jika ini tersebar….krekkkk “ Ancam Jiyeon seraya memperagakan orang menggorok leher dengan tangannya.

Taemin bergidik ngeri, dari 10 ancaman Jiyeon hampir semuanya yeoja ini serius. Taemin mengangguk dan mulai memfokuskan mata dan telinga untuk mendengarkan Jiyeon “ Baiklah, malhaebwa “

Myungsoo’s POV

Aku menatap lemas meja makan dihadapanku, kertas yang ku remas pagi tadi tidak lagi berada disana. Otakku tidak buruk untuk mengingat sesuatu, terlebih itu baru saja terjadi. Pabbo!! Seharusnya kertas sialan itu ku buang saja ke tempat sampah. Pasti halmeoni menemukan kertas itu bahkan lebih gawat lagi jika ia membacanya.

“ Arrgggkkk pabbo…pabbo…pabbo !!! “ Ku remas rambutku putus asa dan menghentakkan kepalaku di meja makan berkali-kali “ Ini karena orang-orang bodoh itu “ Kesalku mengangkat kepala dan mengeram kesal.

Selain pria culun dan wanita aneh yang menyulut emosiku tadi, tentu saja allien pabbo itu juga salah. Memangnya ini jaman batu untuk menyampaikan pesan saja harus menulis surat eoh ? dia kan bisa saja mengirimiku pesan, dan sekarang ? Dimana dia ? Aku sendiri yang harus mengahdapi situasi menyebalkan ini. Setumpuk kemungkinan buruk terlintas dikepalaku, wajah halmeoni muncul dengan berbagai wujud yang menyeramkan. Tamatlah sudah.

“ Kim Myungsoo kau tidak lagi berhak menyandang posisi sebagai direktur di perusahaan ini, semua fasilitas yang kau nikmati akan ku cabut hari ini juga, kau akan menjadi gembel dijalan mulai hari ini “

“ Andwe…andwe “ Aku menolak dengan keras kemungkinan pertama yang akan terjadi karena selembar kertas lusuh yang kini menghilang entah kemana. Mana mungkin seorang Kim Myungsoo menjadi pengemis dijalan ? membayangkan saja aku tidak mau. Tidak, ini tidak boleh terjadi.

“ Kim Myungsoo, jika kau tetap menginginkan jabatanmu, maka menikahlah dengan wanita ini “

“ Andweyo….maldo andwe!!!! Itu bahkan lebih buruk dari kehilangan apapun “ Teriakku heboh membayangkan kemungkinan kedua yang akan terjadi. Wanita gendut berkaki pendek, berponi yang hampir menutupi matanya serta bergigi jarang disodorkan halmeoni untuk menjadi pendampingku. Bahkan aku lebih memilih menyukai sesama jenis jika hal itu terjadi.

“ Kim Myungsoo, kau tetap kuberi kesempatan untuk menjadi direktur perusahaanku, dan fasilitasmu tak akan aku hapus, asal kau usir wanita itu dari rumah ini sekarang juga “

Deg

Aku meneguk paksa ludahku, dari beberapa kemungkinan yang baru saja kubayangkan, entah mengapa kemungkinan ketiga adalah hal yang paling berat kurasakan. Tiba-tiba wajah sedih allien itu hadir tepat dihadapanku. Dalam bayanganku selanjutnya, ia menangis pilu seraya menarik kopernya dan pergi dari rumahku, tanganku ingin menggapainya, namun tangan seseorang dibelakangku mencegahnya. Dengan wajah yang kembali seperti semula, angker selayaknya kuburan baru yang masih basah ( ? ) halmeoni melotot tajam kearahku.

“ Wanita seperti itu tidak pantas mendampingimu, ia adalah pembohong ! pembohong ! pembohong!!!! hong….hong…hong “ (wkwkkwkwkwkw……apa seh author ? )

Aku menggeleng – gelengkan kepalaku kuat. Tidak !!!! Allien harus tetap berada disini, aku tidak mau kepergiannya akan memberikan kesempatan halmeoni untuk kembali menjodohkanku. “ Ah mungkin aku sudah membuangnya , ommo!!! “ Aku segera berlari ke arah tempat sampah yang letaknya tak jauh dari keberadaanku. Meski aku yakin tak membuangnya kesana, tidak ada salahnya jika mencoba. Syukur-syukur itu memang ada disana. Tapi ?

Aku menatap jijik tempat sampah yang kini ada dihadapanku, ingatkan aku jika aku sangat benci dengan yang namanya kotor dan bau busuk, meski tak berisi sampah basah tentu saja tetap menjijikkan “ Tchh….ini menyebalkan “ Ucapku memegang hidungku kuat.

Srekkkk….Srekkk…srekkkk

Dengan ragu tanganku mengais satu persatu sampah disana, mudah-mudahan memang aku lupa telah membuangnya. Sudah hampir semua sampah aku keluarkan, kaleng minuman, cangkang telur, dan beberapa bungkus mie instant, tapi kertas kurang ajar itu, dia tidak ada disana setelah tanganku menjadi kotor karenanya. “ Isshhh, kemana sebenarnya kertas itu eoh ? “ Ucapku putus asa.

Stres memikirkannya sendiri, aku mencuci tangan dan meraih ponsel dikantong celana. Ini harus aku bicarakan pada allien itu.

“ Dimana kau ? “ Tanyaku sesaat allien menjawab teleponku dengan nafas memburu.

“ Yya!!! tidak peduli apa yang sedang kau lakukan, cepat kembali sebelum semuanya berantakan “ Potongku sebelum allien itu beralasan dan menutup begitu saja sambungan telepon tanpa ingin mendengar alasannya lagi.

Author’s pov

Seperti seorang pencuri Jiyeon kini mengendap-endap diantara pakaian yang ia jemur dihalaman rumahnya, tidak mungkin ia masuk kedalam dan berpapasan dengan Myungsoo dengan pakaian yang sama setelah pria itu mendampratnya dijalan tadi. Baru saja ia akan mengambil satu pakaian tiba-tiba ponselnya berbunyi dan mengagetkannya “ Pabbo!! Sudah berapa lama aku memiliki ponsel, mendengar suaranya saja masih terkejut “ Gerutu Jiyeon.

“ Nde….ahjussi “ Jawab Jiyeon berusaha menyembunyikan kegugupannya.

“ Ahjussi,tapi….”

Klik

Jiyeon mencibir kesal kebiasaan Myungsoo yang tak peduli alasan orang lain “ Eoh, apa dia benar-benar mengenaliku ? “ Cemas Jiyeon menggigit bibirnya kuat.

Tak ingin membuat Myungsoo menunggu, Jiyeon menarik asal apapun yang ada dijemuran untuk menutupi tubuhnya.

Myungsoo mengernyitkan keningnya melihat allien yang berjalan kesulitan akibat seluruh tubuhnya dililit selimut yang bisa ia tebak baru saja diambil dari jemuran muncul dari balik pintu. Mulut Myungsoo gatal ingin mencibir, namun keadaan yang lebih genting membuat Myungsoo mengabaikan kelakukan aneh Jiyeon.

“ Museun ilisseo ? “ Tanya Jiyeon menatap aneh wajah tegang Myungsoo.

“ Halmeoni tahu tentang sandiwara kita “ Ucap Myungsoo lemas.

Mulut Jiyeon terbuka lebar dan selimut yang tak sengaja terinjak kakinya hampir membuatnya terjatuh “ MWORAGOOO ? Ba-ba gaimana itu bisa terjadi ? “ Panik Jiyeon, kedua bola matanya melotot hampir saja keluar “ Ahjussiii, lla-lu apa yang akan terjadi setelah ini ? “ Tanya Jiyeon lebih mendekat dan wajahnya berubah ketakutan.

Myungsoo menunduk dan menggeleng lemah.

“ Ahjussiii “ Lirih Jiyeon menggamit lengan Myungsoo benar-benar merasa takut.

Myungsoo melirik sekilas tangan Jiyeon yang memegang lengannya, lalu ia mengangkat wajahnya dan mendapati kecemasan pada wajah Jiyeon “ Aku tidak tahu, aku bahkan tak berani menghubunginya “ Ucap Myungsoo mengulum senyumnya.

Jiyeon menelan susah payah salivanya, rasanya ia tak rela untuk mengatakan hal yang tiba-tiba terlintas dibenaknya “ Apa….artinyaaa, ini adalah hari terakhirku disini ? “ Tanya Jiyeon ragu-ragu.

Myungsoo menatap tepat manik mata Jiyeon, meski sempat memiliki dugaan yang sama, namun ia yakin tak secepat itu halmeoninya akan mengusir allien ini “ Aku….tidak tahu, ak-kku tidak dapat menjamin semuanya baik-baik saja “ Ucap Myungsoo dengan kecemasan yang coba ia sembunyikan.

Jiyeon’s Pov

Disinilah kami, duduk berhadapan dimeja makan, bukan untuk menikmati makan malam dengan tenang, melainkan hanya memandang cemas ponsel milik ahjussi yang bergetar diatas meja. Kami saling memandang tanpa mengeluarkan kata, namun dari tatapan mata masing-masing seolah berbicara. Ahjussi membuang nafasnya kasar dan tangannya ragu untuk mengangkat teleponnya.

“ Ahh otthokae ? “ Tangannya kembali menjauh “ Yya, ini semua karenamu eoh, seandainya kau tidak menuliskan pesan bodoh itu, tentu ini tidak akan terjadi…ahh jinjja merepotkan “ Omelnya padaku dengan raut wajah putus asa.

“ Mianhae, aku tidak tahu jika halmeoni tiba hari ini dan mengunjungi kita “ Ucapku dengan wajah yang kulipat menyesal “ Lagipula….kenapa ahjussi tidak membuangnya langsung ke tempat sampah “ Bibirku merengut balik menyalahkannya.

Mata tajam milik ahjussi melotot kesal ke arahku “ Yyaa kau pikir aku mempunyai waktu untuk melakukannya, membaca apa yang kau tulis saja sudah membuatku terlambat tiba dikantor “

Mwo ? Alasan tak masuk akal. Aku mengeram kesal, orang ini benar-benar senang menyalahkan oranglain, apa dia begitu sempurna untuk disalahkan eoh ? Isshhh…tidak heran jika sampai saat ini ahjussi tua ini belum juga memiliki pendamping. Hanya orang bodoh yang mau dengan pria galak, egois, dan mau menang sendiri seperti dirinya, dan itu …AKU. kekekeke.

Perdebatan panjang kami terus berlanjut mengabaikan panggilan halmeoni, kami baru berhenti ketika tiba-tiba ponsel ahjussi berhenti berdering, ahjussi memajukan tubuhnya hendak mengambil ponselnya, namun tak berapa lama.

KRINGGGGGGGGG

Dering ponsel itu membuat kami berdua hampir saja melompat karena saking terkejutnya “ Terpaksa “ Ucap ahjussi lemah “ Ehemmm “ Ahjussi memejamkan mata sejenak dan mengambil nafas kemudian….

“ Ahjussi….changkamman !! “ Tanganku mencegah ahjussi yang ingin menjawab panggilan halmeoni “ Kau bisa menggunakan loud speaker ? aku…ingin juga mendengarnya “ Pintaku.

“ Eoh…tak perlu kau katakan, itu memang akan ku lakukan “ Ucapnya yakin membuatku menyesal mengasihaninya barusan.

Suasana semakin tegang, terlebih ketika ahjussi menggeser tombol hijau diponselnya.

“ KIM MYUNGSOO, CUCU KURANG AJAR KAU EOH !!!! “

Suara menggelegar keluar dari benda kecil milik ahjussi hingga mampu membuat dua pasang dengkul kaki kami bergetar hebat, tak tahu bagaimana rupa wajahku, melihat wajah pucat ahjussi saja sudah bisa kupastikan rupaku lebih hancur.

“ Nde halmeoni, ini…aku….cucumu Kim Myungsoo “ Ahjussi nampak ketakutan, baru ku lihat rupanya yang bodoh seperti itu, keringat mengucur deras dari kedua pelipisnya, ternyata pria galak jika ketakutan seperti ini ?

“ APA YANG SEBENARNYA ADA DIPIKIRANMU HINGGA MENYEMBUNYIKANNYA DARIKU EOH ? “

Murka halmeoni semakin menjadi-jadi hingga membuat aku ketakutan sampai ingin mengeluarkan airmata. Kurasa inilah suasana paling horor selama aku mengenalnya. Jangan lupakan fakta jika halmeoni sangat menyayangiku, ia benar-benar berharap bahwa aku adalah menantu pertama dan terakhirnya, seorang wanita yang sampai tua berada disisi cucunya, tapi kini belum sampai sebulan pun halmeoni sudah harus mengubur harapannya, aku adalah orang yang paling menyesal telah mengkhianati perasaannya.

“ Halmeoni, maafkan kami…maafkan kami, aku…..tidak bermaksud membuatmu kecewa, tapi ini…..terjadi begitu saja, aku benar-benar meminta maaf telah mengecewakanmu, jangan salahkan Jiyeon tentang hal ini, ini aku yang memulainya….aku….”

Ahjussi tak bisa melanjutkan kata-katanya, bahkan aku lebih memilih diam agar keadaan tak semakin rumit.

“ Yyaaa….cucu bodoh, tengik dan kurang ajar, apa yang kau bicarakan eoh ? rencana apa yang ingin kau lakukan hingga mengecewakanku ? Apa yang sudah terjadi begitu saja ? dan apa hubungannya dengan menyalahkan Jiyeon ? “

Aku dan ahjussi saling berpandangan, apa ada situasi yang tidak kami pahami ? yang jelas amarah halmeoni nampak sedikit melunak.

“ Halmeoni …. “ Ucap ahjussi ragu.

“ Aigooo cucu idiot, kau tahu berapa lama perjalanan dari Thailand ke Korea ? Dan jangan bilang kau lupa jika halmeonimu ini tidak bisa menggunakan toilet sembarangan eoh “ Ucap halmeoni sedikit berapi-api, namun kemarahannya tak sebanding jika yang sedang dibicarakannya berhubungan dengan pernikahan pura-pura kami.

“ Eum…maksud halmeoni ? “ Tanya ahjussi dengan wajah yang jelas terlihat tak paham.

“ Sejak kapan kau mengunci toilet dirumahmu eoh ? bahkan kamar kalian pun terkunci begitu rapat, kau tahu selama perjalanan aku harus menahan keinginanku untuk pergi ke toilet, keringat dingin mengucur tidak hanya dikeningku, seluruh tubuhkupun mengeluarkan keringat karena tak tahan eoh, bahkan hampir saja aku memecatmu untuk jadi cucuku karena membuatku semakin susah “

“ Halmeoniiiiii !!! “ Teriak ahjussi sontak berdiri menyadari kemarahan halmeoni bukan karena sandiwara kami yang terbongkar melainkan alasan konyol yang membuat mulutku menganga dan hampir saja tertawa terbahak.

“ Kecilkan suara cemprengmu itu bodoh, kau benar-benar membuatku sakit kepala “ Ucap halmeoni kembali.

Tiba-tiba myungji kucing kesayanganku muncul dengan tubuhnya yang sibuk meliuk-liuk seperti sedang main sirkus. Entahlah apa yang sedang kucing itu lakukan, sebuah gulungan kertas terlihat diantara dua kakinya, ommo !!! kertas itu ?

“ Ahjussi “ Bisikku seraya menunjuk myungji

Ahjussi melihat kearah yang ku tunjuk da seketika itu juga…..

“ HALMEONI AKU….. AHNI KAMI MENYAYANGIMU……SANGAT-SANGAT MENYAYANGIMU “ Ucap ahjussi heboh.

” Jangan datang mengunjungiku, karena aku sedang marah padamu cucu kurang ajar, tunggu saja kedatanganku selanjutnya “

Klik

Ponsel dimatikan halmeoni begitu saja, tapi tak lagi membuat kami berdua khawatir, semuanya baik-baik saja. Yah bahkan hingga detik ini kami masih bisa bersama.

Greb

Deg

Glekk

Aku hampir saja tersedak ketika tiba-tiba ahjussi menarikku dalam dekapannya “ Ahjussi, jaljinaesseo ? “ Tanyaku gugup, karena jantungku tiba-tiba berdetak sangat kencang.

“ Allien pabbo….kita harus merayakannya “ Ucap Ahjussi semakin mempererat pelukannya dan berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil.

Merayakan ? merayakan apa ? apa ini kebahagian untuknya. Dari sekian hari yang aku jalani bersamanya, baru hari ini aku merasa dia begitu bahagia mendapatkan aku masih disisinya, apa kali ini artinya ? Bodoh, tentu saja bukan, dia bahagia karena dengan begitu dia masih bisa selamat dari rencana halmeoni yang ingin menjodohkannya, dan masih bisa bebas bertemu dengan Krystal tanpa takut terikat dengan wanita lain yang menjadi istri sungguhan. Nappeun namja.

Tapi bau apa ini ? mengapa rasanya sangat tidak enak, seperti bau sampah, hidungku mengendus-endus tepat didada ahjussi “ Ahjussi…bisakah kau melepaskan pelukanmu ? tubuhmu….sangat bau sekali “ Ucapku takut-takut.

“ Mwo ? Neo…..”

Author’s Pov

“ Ini sengaja kupilihkan makanan paling mahal dan enak untukmu, terimalah “ Ucap Myungsoo dengan menyodorkan box makanan pada cermin yang menampakkan wujudnya sendiri “ Eumm….laluuu… apa kau sudah bertemu dengannya tadi ? apa dia masih mencintaimu ? “ Tanyanya ragu “ Ohhh….tidak-tidak, pertanyaan seperti itu seolah-olah aku mengharapkan perasaan kekasihnya itu berubah “

Myungsoo berpikir sejenak. Seolah mendapat ide, ia memasang senyum paling menawan yang dimilikinya “ Ini, kubelikan untukmu, ini sangat enak, makanlah…kau pasti menyukainya. Ngomong-ngomong apa kau sudah berhasil bertemu kekasihmu ? Bagaimana keadaannya ? Mwo ? kau tidak berhasil bertemu dengannya ? ahhh syukurlah “ Ucap Myungsoo mengurut dada lega, namun kembali wajahnya berkerut “ Aisshh itu bahkan lebih parah, aku seperti benar-benar menginginkan allien itu tak menemukannya “ Sungutnya.

Tok…tok…tok

“ Ahjussiiiii “

Tiba-tiba suara pintu kamar Myungsoo diketuk, menghentikan aksi Myungsoo yang sedang berakting. Sebelum membuka pintu, Myungsoo menggusak rambutnya asal, tak ingin Jiyeon tahu jika ia belum tidur hingga selarut ini “ Kyaaaaa !!!! “ Myungsoo berjengkit kaget dan menutup wajahnya “ Yya!!!! Mengapa kau selalu memasang topeng itu ketika tidur eoh ? Apa wajahmu tidak merasa gatal ? “ Tangan Myungsoo beralih memegang dadanya, terkejut mendapati Jiyeon menggunakan masker, padahal ini bukanlah yang pertama Jiyeon melakukannya, mungkin faktor umur hingga dirinya lupa dan mudah kaget.

Seperti biasa, Jiyeon hanya menyengir seolah tak bersalah “ Hheeeeee “

“ Ada apa ? “ Tanya Myungsoo setelah jantungnya kembali normal, ia menyandarkan tubuh dan melipat tangan didadanya berpura-pura enggan menatap Jiyeon.

“ Ahjussi, kau belum tidur ? “ Tanya Jiyeon berbasa-basi.

“ Mataku baru saja terpejam, tapi kau datang dan menggangguku, cepat katakan ada apa ? “ Tanya Myungsoo yang sudah kembali bersikap singit pada Jiyeon, didekat Jiyeon rasanya ia tak bisa berpura-pura untuk bersikap manis, padahal ia ingin sekali melakukannya.

Jiyeon berpikir sejenak, sudah malam dan memang waktunya kurang tepat tapiiiii…….“ Ahjussi…..aku….ingin…..”

Myungsoo mengernyitkan matanya, nampak penasaran dengan apa yang ingin Jiyeon sampaikan. Perasaannya seketika cemas, apa ini berhubungan dengan kekasihnya yang hilang “ Malhebwa !!! “ Paksa Myungsoo seraya menguap, berpura-pura mengantuk.

Jiyeon menghela nafas dan membuangnya perlahan “ Aku sudah bertemu dengannya “ Ucap Jiyeon menunggu reaksi ahjussinya yang galak.

1 detik,

2 detik,

3 detik,

4 detik,

5 detik…

Myungsoo baru bereaksi, itu pun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, lalu memicingkan mata menatap Jiyeon seolah menuduh “ Kau, tidak menceritakan apa yang terjadi dengan kita kan ? “ Pertanyaan pertama yang terlontar dari bibir Myungsoo.

“ Tentu saja tidak, tapiii….bolehkah, jika 2 hari sekali aku menemuinya ? kami sudah saling berjanji akan bertemu 2 hari sekali “ Ucap Jiyeon dengan bibir merengut menunggu reaksi Myungsoo.

Myungsoo terdiam, memikirkan jawaban apa yang tidak membuat allien ini curiga. Ia sebenarnya tidak suka jika mereka sering bertemu karena kontrak yang mengikat mereka. Benarkah ?

“ Sebenarnyaaa….. aku tidak perlu meminta ijin pada ahjussi. Perjanjian itu, bukankah disebutkan bahwa dari kita tidak boleh terlalu ikut campur dengan urusan masing-masing ? “ Ucap Jiyeon dengan wajah polos.

Entah mengapa apa yang Jiyeon katakan membuat Myungsoo tiba-tiba kesal, jika patokannya seperti itu, untuk apa allien ini datang dan seolah memohon padanya ? Apa ini adalah akal-akalan si allien saja untuk memancing perasaannya ? “ Siapa yang akan ikut campur ? kau ku bebaskan untuk melakukan apapun, asal tidak merugikanku “ Ucap Myungsoo akhirnya membuat senyum diwajah Jiyeon terulas, melihat hal itu semakin membuat Myungsoo merasa kesal, tapi untuk apa ia kesal ? “ Sudah ya, sudah malam, aku mengantuk “

Blamm

“ Ommo !!!! aish tidak sopan sekali, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan jantung ini ? tch…dasar ahjussi tua galak “ Gerutu Jiyeon dan berlalu dari kamar Myungsoo.

Sementara,

Myungsoo meletakkan begitu saja box makanan yang niat awalnya ingin ia berikan pada Jiyeon, perasaanya berubah buruk. Myungsoo merebahkan tubuhnya diranjang dengan kedua tangan ia gunakan untuk menopang kepalanya “ Issshhhh…..menyebalkannnnn !!! “ Erangnya kesal dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, apa yang baru saja Jiyeon sampaikan, semakin tak bisa membuatnya tertidur.

“ Selamat pagi “

Jongin membuka matanya perlahan, seingatnya jadwal Jiyeon selanjutnya adalah besok, tapi mengapa hari ini yeoja itu kembali datang ? Dan satu lagi, berani sekali yeoja ini menerobos masuk kekamar pribadinya tanpa seijin Jongin. Jongin membalikkan tubuhnya yang tidur telungkup dan terkejut ketika mendapati bukan Jiyeon yang datang melainkan Krystal yang sedang tersenyum menatapnya. Sepertinya wanita ini sungguh-sungguh ingin mengejarnya kembali. Meski dirinyapun menginginkan masa lalunya kembali, ia tak akan membuatnya semudah yang Krystal bayangkan “ Bagaimana kau bisa berada disini ? “ Tanya Jongin seraya menyibak selimut dan bangkit dari tidurnya.

Wajah bantal milik Jongin membuat Krytsal tersenyum, ia merindukan wajah yang seperti itu, wajah bangun tidur Kim Jongin. Mengenai bagaimana dia masuk ? tentu saja dulu ia selalu berkunjung kerumah Jongin. Meski tak yakin dengan passwordnya, nyatanya pria itu tak sama sekali mengubahnya “ Kau tidak merubah passwordnya “ Ucap Krystal menghentikkan gerakan Jongin.

“ Aku akan segera merubahnya “ Ucap Jongin datar.

Jonginpun berjalan meninggalkan Krystal dan kemudian menghilang dibalik pintu kamar mandinya. Sementara Krystal hanya menghela nafas tanpa memikirkan ulang perkataan sinis Jongin. Krystal menatap ranjang besar milik Kim Jongin, dan melakukan apa yang biasa ia lakukan dulu sewaktu mereka masih menjadi sepasang kekasih. Membereskan tempat tidur Jongin.

Keduanya berjalan menuju kedai kopi dekat rumah Jongin. Krystal berusaha mengimbangi langkah panjang Jongin, meski sadar Krystal kesulitan mengimbangi langkahnya tak membuat Jongin memperlambat kecepatannya, justru pria berkulit sawo matang itu semakin mempercepat langkahnya membuat Krystal sedikit jengkel dengan sikap cueknya.

“ Padahal aku bisa membuatkan sesuatu untukmu, mengapa kau memilih menikmati sarapan diluar ? “ Tanya Krystal ketika Jongin sibuk memilih menu untuk sarapannya.

Jongin mengalihkan matanya dari buku menu kearah Krystal “ Sojung-ssi jangan bersikap seolah keadaan kita masih sama seperti dulu, wajah tampanku mungkin terkesan sudah menerimamu, tapi hatiku ? “ Ucap Jongin datar membuat Krystal menutup rapat mulutnya “ Aku tak terganggu kau ada disekitarku, tapi jika masih memperlakukanku seperti kekasihmu, sebaiknya kita jangan sering bertemu “

Krystal meremas jemarinya, wajahnya berusaha untuk tetap mengulas senyum meski hatinya seperti tertohok dengan perkataan yang keluar dari bibir Jongin. Menghadapi pria ini sekarang sepertinya dibutuhkan kesabaran lebih dan sedikit wajah yang tebal.

Jongin acuh, ia justru menyunggingkan senyumnya kepada pelayan wanita yang baru saja menaruh kopi pesanannya, menyeruputnya santai, seraya melihat reaksi Krystal dari balik cangkir yang menghalangi wajahnya.

“ Permainan dimulai “ Ucap Jongin dalam hati.

Myungsoo melirik Jiyeon yang begitu semangat menikmati sarapan paginya. Ia tersenyum sinis, tentu saja allien pagi ini begitu gembira, dia sudah berhasil bertemu dengan kekasihnya. Dan apa yang kini memberatkan hati Myungsoo ? Dalam hati Myungsoo mengutuk tragedi esapan bibirnya itu terjadi, sejak tragedi itu wajah allien selalu terbayang-bayang dipelupuk matanya, dan seolah tanpa dosa, allien itu justru terlihat biasa-biasa saja, benar-benar mempermainkan perasaannya.

Dua buah tiket Everland sengaja Myungsoo letakkan dimeja makan, awalnya ia ingin membuang tiket itu bersama dengan makanannya semalam, tapi dipikir-pikir, ia masih bisa melakukan apapun selama 2 minggu sisa kontraknya bersama allien ini, meskipun kekasihnya ada diluar sana. Myungsoo kembali melirik Jiyeon dan tiket yang seolah menantang keberanian Myungsoo itu. Myungsoo bukan tidak berani, tapi gengsi tinggi yang dimilikinya membuat ia enggan menawarkan langsung, hanya berharap allien yang memiliki sifat serba ingin tahu ini akan bertanya padanya. Tapi hingga makanan dipiring yeoja itu tinggal separuh, tak ada sedikitpun kalimat pertanyaan yang keluar dari bibir yeoja itu, ia masih sibuk mengunyah makanan dimulutnya.

Myungsoo mendesis kesal, ia lupa jika selain tidur, makan juga bisa membuat allien ini seperti orang yang menderita autis, asik dengan dunianya sendiri “ Ehem “ Myungsoo berdeham, perlahan menggeser dua buah tiket Everland untuk lebih terlihat oleh allien dihadapannya. Sia-sia, allien masih makan begitu lahap dengan kedua tangan kanan dan kirinya dipakai semua untuk memasukkan makanan kedalam mulutnya,
Merasa tak ada cara lain “ Yya !!! Berhenti makan dengan cara seperti itu, kau lihat ini “ Myungsoo memperlihatkan piringnya membuat tiket yang ada didepannya kembali bergeser “ Aku bahkan belum menikmatinya karena terganggu dengan caramu makan “

Jiyeon memajukan bibirnya, dengan perasaan sebal yang ia sembunyikan “ Mianhae “ Ucap nya terkesan tulus “ Eoh ahjussi apa ini ?“ Mata Jiyeon menangkap sesuatu “ Tiket ke Everland ? ahjussi apa ini milikmu ? “ Tanya Jiyeon dengan wajah berbinar.

Myungsoo tersenyum dalam hati, akhirnya triknya berhasil juga “ Itu….entahlah, aku juga tak tahu, itu ada didalam box makan yang semalam aku beli “ Ucap Myungsoo memalingkan pandangan ke arah lain, berpur-pura acuh, namun selagi Jiyeon menatap serius tiket tersebut, Myungsoo melirik kegirangan.

“ Box makan ? lalu dimana makanannya ? “ Tanya Jiyeon penasaran.

Myungsoo memutar bola matanya malas, mengapa jadi makanannya yang membuat allien ini penasaran ? “ Itu sudah ku buang, karena pikiranku fokus pada masaah halmeoni, aku lupa memakannya semalam, aigo !!! padahal makanan itu enak sekali “ Ucap

Myungsoo kembali berpura-pura menyesal, padahal makanan itu ia buang karena mendengar perihal kekasih allien dihadapannya.

“ Sayang sekali “ Ucap Jiyeon ikut menyesal, membayangkan makanan yang ahjussinya buang.

“ Ehemmm… “ Myungsoo kembali berdeham, berharap akan ada pertanyaan selanjutnya tentang 2 buah tiket yang kini sedang dilihat-lihat Jiyeon.

“ Ahjussi !! “ Panggil Jiyeon

“ Waeyo ? “ Jawab Myungsoo cepat, terlihat sekali ia menunggu sesuatu.

“ Tidak, hanya memanggilmu saja….hhheeee “ Jiyeon menyengir bodoh, membuat Myungsoo melayangkan tatapan membunuh.
Myungsoo memutar keras otaknya agar tiket Everland itu tak jadi sia-sia hingga…..

“ Berhenti memanggilku ahjussi….“ Ucap Myungsoo, yang setelah mengucapkannya ia mengutuk bodoh bibirnya, mengapa jadi kalimat itu yang terucap. Pabbo Myungsoo.

Jiyeon menatap tak mengerti Myungso, yang justru pria itu jadi terdiam kaku “ Ada apa ? apa ada perubahan peraturan yang akan ahjussi buat ? lalu aku…..”

Myungsoo kemudian menggunakan sumpit ditangan untuk menunjuk-nunjuk wajah bodoh allien karena tak peka dengan maksudnya “ Yya, apa otakmu begitu lemah hingga tak bisa mengambil pelajaran dari kejadian kemarin eoh ? jika kau membiasakan dirimu memanggilku dengan sebutan pria tua seperti itu, siapapun pasti akan ragu jika kita ini sepasang suami istri “

“ Tapi bukankah ahjussi pantas dipanggil seperti itu dengan umur yang kau miliki “ Ucap Jiyeon membuat gigi Myungsoo bergemeletuk kesal, menyadari itu “ Ll-allu aku harus memanggil ahjussi apa ? “

Myungsoo menatap putus asa kepolosan, atau kebodohan, atau entahlah apa namanya. Memangnya allien ini tidak bisa berpikir sendiri, mengapa harus menunggu mulutnya yang mengatakan panggilan untuk dirinya sendiri.

“ YEOBBO…arachi !!! “ Pekik Jiyeon seraya menjentikkan jarinya.

Myungsoo menutup wajah dengan kedua telapak tangannya lelah, otak allien pabbo ini memang tidak bisa diandalkan, jikapun bukan ahjussi, tentu panggilan lain yang tidak membuatnya jijik dengan panggilan yeobbo yang allien ini ucapkan “ Yya, neo micheosseo ? “ Hardik Myungsoo membuat Jiyeon merengutkan bibirnya.

“ Lalu apa ? “ Tanya Jiyeon seolah otaknya benar-benar tak bisa berpikir.

“ Terserah padamulah, kau membuat moodku jelek dipagi hari, dan tiket ini terserah kau berikan pada siapa atau kau akan pergi dengan siapa, dengan myungji pun kau bisa melakukannya “ Kesal Myungsoo dan bangkit dari duduknya meninggalkan Jiyeon yang sukses melongo tak mengerti.

“ Oppaaaaaaaa!!! Kajja kita bermain, aku ingin ke Everland !!!! “ Teriak Jiyeon tiba-tiba membuat Myungsoo menghentikan langkahnya, dadanya berdesir mendengar kata oppa keluar dari bibir yeoja itu. Ah sungguh karma telah menghampiri Kim Myungsoo.

“ Ehem…..akan kupikirkan apakah aku memiliki waktu “ Ucap Myungsoo datar tanpa menoleh kembali, namun dua sudut bibir atasnya berhasil tersenyum begitu lebar. Rasanya ia ingin meloncat gembira.

Wajah Taemin hanya terbengong menatap rangkaian bunga yang seharusnya sudah 20 menit lalu ia antar, namun dirinya masih disini dan memikirkan cerita Jiyeon tentang status pria yang memakinya kemarin dijalan.

Dia….pria itu adalah suamiku, kami menikah kontrak selama satu bulan

Mwoya ? neo….kau sudah gila ya ? bahkan kau baru saja datang kemari 2 minggu yang lalu

Ini tidak seperti yang kau bayangkan Taeminie

Bagaimana ini bisa terjadi ? Lalu, apa orangtuamu tahu hal ini ?

Tentu saja aku tidak akan memberitahunya, inikan hanya berpura-pura. Dan kau….ku mohon kau tidak memberitahukan ini pada

siapapun, aku bisa mati dibunuh oleh pria galak itu

Selagi Taemin asyik dengan pikirannya, Luna muncul dengan membawa karangan bunga yang cukup besar yang menjadi tugas Taemin selanjutnya mengantar, namun wajahnya berubah kesal melihat pria yang menjadi pegawainya justru masih berada ditempatnya.

“ Taemin-ssi !!! “ Luna berteriak kencang seraya menghampiri pria kurus yang baru kemarin bekerja di toko bunga miliknya.

“ Eoh, nde Luna-ssi “ Taemin sontak berdiri begitu Luna sudah berada dihadapannya seraya berdiri berkacak pinggang.

“ Kau pikir aku membayarmu untuk melamun hanya menatap bunga itu hingga layu eoh ? kenapa kau belum juga mengantarnya ? “ Ucap Luna berapi-api.

Taemin terhenyak, tidak ia sangka wajah teduh atasannya ini bisa berubah begitu menyeramkan memakinya. Dan sebenarnya apa tujuan Tuhan menciptakannya, jika tiap orang yang mengenalnya bahkan ditemuinya sering kali memaki Taemin “ Ahniyo, aku baru saja membetulkan sepeda untuk mengantar, tadi….rantainya…”

“ Kau beralasan kan ? aku tidak mau tahu, kau antar bunga-bunga ini kepada pemesannya, dan ingat…30 menit kau sudah kembali kesini….jika tidak, ini adalah hari terakhirmu bekerja bersamaku “ Ucap Luna dan segera berlalu membuat sepersekian detik Taemin hanya melongo.

“ B-bbaiklah !!!! aku akan berusaha !!! “ Ucap Taemin tersadar dan dengan cepat membawa bunga-bunga untuk diantar kepada pemesannya.

Sore ini bisakah kau datang ?

Sent to Park Jiyeon.

Tring

Jongin segera membuka pesan yang tak sampai 2 menit dibalas oleh Jiyeon.

Ada apa ? aku tidak bisa, aku sedang keluar dengan suamiku

Jongin tersenyum sinis, tak berniat membalas lagi melihat jawaban yang Jiyeon berikan, namun….

Yeobboseo, aku ingin memesan bunga untuk istriku tercinta, tidak..tidak hari ini tapi untuk ulang tahunnya besok…nde ?

Jongin tersenyum, dan kembali mengetikkan sesuatu di ponselnya.

Saengil chukae, pasti hadiah yang sangat romantis yang akan diberikannya untukmu

Kali ini, Jongin menunggu cukup lama balasan dari Park Jiyeon. Tak kunjung datang, ia pun mencoba kembali memfokuskan dirinya dengan pekerjaan yang menumpuk.

Aku tak terganggu kau ada disekitarku, tapi jika masih memperlakukanku seperti kekasihmu, sebaiknya kita jangan sering bertemu

Jongin melempar begitu saja pena dari tangannya, menyandarkan bahu di kursi kerjanya. Dua mata seksi miliknya terpejam sempurna, mencoba menghadirkan sosok wanita yang masih dicintainya. Wanita yang pernah menggoreskan luka dihatinya. Salahkan Jongin yang tak memiliki hati yang tulus untuk memaafkan, meski tak tega namun ia memilih untuk tetap melampiaskan dendamnya. Status Myungsoo yang telah memiliki istri tak serta merta dapat membuat api cemburu dihatinya padam. Ia ingin Myungsoopun merasakannya, dengan Krystal atau yeoja manapun yang pria itu sayangi.

Jongin meraih kembali ponselnya, dan mengetikkan sesuatu disana.

Jika begitu, besok pagi-pagi sekali kau harus lebih dulu bangun dari suamimu, akan ada hadiah yang kukirim sebagai hadiah ulangtahun untukmu

Jongin tersenyum sinis,

“ Tch, pria ini sebenarnya kenapa ? siapa yang berulang tahun ? “

“ Mwo ? kau bicara apa ? “

Myungsoo sudah berada tepat disamping Jiyeon, membuat Jiyeon kaget dan reflek memasukkan ponsel kedalam saku mantelnya “ Ahniyo, bukan apa-apa “ Ucap Jiyeon menyengir bodoh menyembunyikan sesuatu, namun Myungsoo masih menatapnya tak percaya.

“ Wooaaaa jinjja !!!! ini daebak “ Jiyeon tiba-tiba berteriak kegirangan , keduanya baru saja memasuki Everland. Tubuhnya berlari kesana-sini mengagumi penampakan Everland yang baru pertama kali ia kunjungi, berbeda dengan Myungsoo yang entah mengapa tiba-tiba perasaanya berubah tak enak.

Satu yang mungkin Jiyeon sesali, ia tak pergi dengan pria tampan yang memiliki sikap lembut dan memiliki jiwa melindungi seorang yeoja, melainkan pria berumur dengan jutaan kata yang bisa dikeluarkan hanya dengan sekali nafas alias cerewet, pria berumur dengan semangat berbicara yang meletup-letup alias pemarah, dan sifat menjengkelkan lainnya yang dimiliki ahjussinya ini.

Sementara, tertawakan Myungsoo sepuasnya, karena begitu niat mengambil tiket gratis Everland dan mengajak Jiyeon bersamanya , padahal ia sendiri tak tahu apapun mengenai Everland. Myungsoo belum pernah mengunjungi tempat bermain ini seumur hidupnya, ia hanya mengetahui Everland adalah salah satu tempat hiburan terkenal di Korea Selatan. Jangan lupakan jika ia adalah pria kaku dan rumahan sejak kecil, bahkan mungkin sejak masih dikandungan ( ? ). Sudah sedewasa inipun yang ia lakukan hanyalah mengunjungi satu negara ke negara lainnya untuk urusan bisnis.

“ Ahjussi !!! eoh ahni…op-ppaa… “ Ucap Jiyeon malu-malu

Wajah Myungsoo memerah namun seolah tak sadar ia telah menoleh dan menjawab gugup panggilan Jiyeon “ E-eoh “ Balas Myungsoo sekenanya tak mau Jiyeon curiga jika tingkahnya berubah aneh.

“ Itu Lucuuuuuu !!! “ Tunjuk Jiyeon seraya berteriak.

Myungsoo mendesah dan malas menoleh apa yang Jiyeon tunjuk. Sepanjang perjalanan, allien ini sudah seratus kali mengatakan “ lucu “ , untuk apapun yang baru ia temui. Itupun jika ia tak kelewatan menghitung. “ Yya, semuanya saja kau katakan lucu “ Ucap Myungsoo benapsu.

“ Memang itu lucu dan sepertinya seru, matjayo !! “ Ulang Jiyeon kembali “ Ah ahni op-pa !! Kajja naik ituuuuu !!! “ Seru Jiyeon bersemangat.

Myungsoo menoleh terpaksa melihat apa yang Jiyeon tunjuk, dan seketika membatu. Tahu apa yang dimaksud lucu oleh Jiyeon ? justru adalah permainan mengerikan yang seolah mengintimidasi Kim Myungsoo. Tentu saja ia tak ingin terlihat seperti pria dewasa yang penakut hanya karena mainan anak kecil ini, anak kecil ? Yang benar saja, jika Myungsoo masih kecilpun tak akan gila untuk memilih wahana itu “ A-akku…..tidak suka bermain “ Ucap Myungsoo tiba-tiba gugup terlebih mendengar suara orang berteriak dari wahana yang allien ini bilang lucu, membuat nyalinya semakin ciut. Sial, Myungsoo benar-benar menyesal tak tahu apapun tentang Everland.

“ Kalau tidak bermain untuk apa kita kesini ?bukankah itu sayang sekali, kajja ahju ahni op-pa !!! “ Jiyeon seketika menarik tangan Myungsoo tanpa sempat pria itu menolaknya.

Myungsoo meneguk ludahnya paksa, menatap rollercoaster yang sedang meliuk-liuk dahsyat didepan matanya. Myungsoo sontak menjadi panas dingin, bisa ia tebak orang yang membuat permainan ini pasti sudah gila. Bagaimana tidak ? ia bisa merasakan tubuhnya berputar tiga ratus enam puluh derajat ketika berada disana, tidak hanya itu, bahkan nyawanyapun meliuk-liuk bersama permainan itu. Myungsoo begitu sibuk dengan pikiran dan ketakutannya hingga tak sadar Jiyeon telah menyeret dan membuatnya duduk di bangku rollercoaster, ia bahkan tidak sempat berpikir untuk melarikan diri saat mengantri.

“ Ahju anhni Oppa….hwaiting !!! “ Teriak Jiyeon bersemangat.

Myungsoo dongkol Jiyeon selalu merevisi panggilannya “ Yya!!! hwaiting kepalamu….”

Jeglek….

“ Ommo !!! “ Mata Myungsoo melotot panik. Belum selesai ia menghardik Jiyeon, tiba –tiba pengaman turun dan menjepit tubuhnya.

Myungsoo mencoba menggerak-gerakkan pengaman itu berniat kabur atau setidaknya memastikan ia akan baik-baik saja. Terlambat, rollercoaster sudah bergerak dan membawa tubuhnya berputar diudara. Wajah Myungsoo pucat seperti mayat, ia bahkan tak bisa lagi menelan ludahnya. Lupakan teriakan dahsyat halmeoni, ini adalah moment paling menegangkan selama 29 tahun hidupnya.

Rollercoaster terus meliuk-liuk diudara, Myungsoo bahkan tak berani sedikitpun membuka matanya, tangannya mencengkeram erat pengaman ditubuhnya, ia ingin berteriak, namun terlalu gengsi karena Jiyeon disebelahnya nampak begitu bahagia menikmati wahana yang sewaktu-waktu bisa saja merenggut nyawanya. Myungsoo teringat film Final Destination yang pernah ia tonton, dan ia baru menyesali jika bisa saja ia mati saat ini juga.“ Allien bodoh, mati kau eoh “ Sempat-sempatnya Myungsoo memaki dalam hati.

“ Woaahhh, jinjja daebak ! “ Teriak Jiyeon senang ketika rollercoaster berhenti berputar.

Setelah ini ia berniat mengajak Myungsoo menaiki T-Express, primadona di Everland yang memecahkan rekor sebagai rollercoaster yang memiliki tukikan tercuram di dunia. Jiyeon menoleh dan membeku saat mendapati Myungsoo nampak tak bernyawa. Pria itu tertunduk dengan rambut berantakan, wajahnya pucat pasi dan tubuhnya lunglai “ Ahju ahni oppa ? gwenchana ? “ Pertanyaan yang Jiyeon sendiri pun menganggapnya bodoh.

Myungsoo menolak menjawab, ia mencoba bangkit, lalu berjalan terhuyung ke luar wahana dan akhirnya jatuh berjongkok di depan sebuah semak. Jiyeon menatapnya cemas, lalu segera mengelus punggung Myungsoo.

“ Mianhae, aku tidak tahu jika ahju ahni oppa takut naik ini “ Ucap Jiyeon menyesal.

“ Yyaa !!! panggil lagi saja aku ahjussi, panggilanmu menggangguku jika kau selalu salah “ Akhirnya Myungso kembali marah.

“ Ganti lagi ? “ Tanya Jiyeon tak memahami kekesalan Myungsoo.

Myungsoo tak lagi peduli, jika tubuhnya baik-baik saja sudah tentu ia akan marah pangjang kali lebar kali tinggi “ Tubuh tua sialan “ Kesal Myungsoo dalam hati.

“ Ahjussi changkaman “ Jiyeon melesat pergi meninggalkan Myungsoo entah apa yang akan dilakukannya.

Tubuh Myungsoo sudah lebih baik setelah mendapat minuman dan minyak angin ( ? ) dari Jiyeon, tapi bibirnya belum sanggup untuk berbicara. Sumpah demi apapun, ia tidak akan lagi menaiki wahana apapun meski allien disebelahnya ini memaksanya. Ia ingin pulang saja, tak sanggup lagi untuk melanjutkan rencananya untuk pergi dengan Jiyeon. Biarlah, itu lebih baik ketimbang ia akan mati hari ini.

“ Ahjussi itu lucu !!! “ Teriak Jiyeon lagi untuk yang ke 101 kalinya.

Myungsoo menatap Jiyeon dengan tatapan yang paling keji yang ia punya, namun seolah tak peduli allien itu sudah melesat ke sebuah toko yang entah menjual apa. Kaki Myungsoo terlanjur melangkah, dan mendapati Jiyeon sedang menatap minat hoodie berwarna pink untuk pasangan. Hoodie dengan gambar seorang pria yang sedang menyodorkan setangkai bunga untuk dipakai namja, dan gambar wanita dengan pipi bersemu merah untuk dipakai yeoja. Myungsoo menatap Jiyeon seolah ingin meluruskan status mereka.

“ Ahjussi, kita pakai ini “ Ucap Jiyeon enteng.

Myungsoo mengernyit dan menolak apa yang Jiyeon berikan, hoodie couple berwarna pink, ia bukan anggota boyband, namun tak sengaja seorang ibu yang menggendong anak kecil yang memakan es krim menabraknya, es krim itu tumpah dan mengotori pakaiannya.

“ Ommona, maafkan aku, Mason-ah kau ini bagaimana ? pegang es krim mu yang benar “ Ujar Bibi itu langsung ngeloyor tanpa peduli Myungsoo yang terbengong menahan kesal.

Jiyeon tersenyum dan tahu-tahu sudah menyodorkan hoodie itu ditangan Myungsoo, lalu mendorong dirinya masuk ke ruang ganti. Tepat ketika dirinya sudah di ambang pintu “ Yya !! kau pikir umurku berapa ? aku sudah hampir kepala tiga “ Ucap Myungsoo masih berusaha meyakinkan bahwa hoodie tak pantas dipakai pria seumuran dirinya.

“ Apa yang salah ? “ Balas Jiyeon polos.

“ Kau pikir umur segitu masih cukup pantas…..”

Belum selesai Myungsoo menyelesaikan kalimatnya, Jiyeon sudah mendorongnya masuk “ Mumpung belum tiga puluh “

“ Cable Car !!!! “ Pekik Jiyeon, ia lalu menoleh ke arah Myungsoo, memastikan jika Myungsoo baik-baik saja jika ia mengajaknya main disana.

Yang diperhatikan masih sibuk menutupi gambar pada hoodie dengan tangannya, benar-benar malu memakainya. Jika karyawannya tahu ataupun halmeoni melihatnya, sudah tentu mereka akan ngakak berjamaah, dan berguling-guling dilantai. Lagi-lagi tanpa peduli perasaan Myungsoo, Jiyeon sudah melesat ke dalam wahana itu, membuat Myungsoo harus menarik lagi sumpahnya untuk tak mengikuti allien yang begitu lincah berlari kesana kemari layaknya anak kecil.

“ Geser “ Titah Myungsoo tak bersahabat, matanya kemudian sibuk mengamati penampakan cable car yang ia naiki, seketika perasaanya was-was melihat ketinggian “ Eummm…yya allien, apa kau pernah mendengar hal-hal aneh tentang cable car ini ? “ Tanya Myungsoo melirik takut ke arah bawah.

“ Pernah “ Jawab Jiyeon membuat Myungsoo menatapnya serius dan memasang telinga, mempersiapkan dirinya mendengarkan cerita Jiyeon, berharap bukan tali cable car yang tiba-tiba putus atau berhenti berjalan ketika berada di tengah-tengah jalur.

“ Apa ahjussi pernah menonton drama Boys Before Flower ? “ Ucap Jiyeon.

Myungsoo hanya melongo dengan tatapan-sepertinya-aku-salah-berbicara-serius-padanya.

“ Disana, tokoh pria yang bernama Jun Pyo “ Jiyeon bersikeras menjelaskan meski Myungsoo menatap tak minat ceritanya “ Ia menulis pesan untuk yeojachingunya Jan Di di cable car ini, contohnya seperti ini Myungsoo dan Jiyeon, summer in Everland “ Setelahnya Jiyeon tersenyum tanpa dosa.

“ Yya….yya !!! “ Panik Myungsoo, meski ada sesuatu yang tiba-tiba meletup dihatinya, tapi ini benar-benar kekanakan “ Kau mau kita bermasalah eoh ? spidol itu permanen “ Ucap Myungsoo.

Jiyeon terdiam “ Jeongmal ??? “ Wajah Jiyeon berubah panik “ Ommo !! otthokae ? “ ia menutup mulutnya dan mencoba menghapus tulisan dengan tangannya.

“ Pabbo, sudah ku katakan itu permanen “ Ucap Myungsoo.

Jiyeon bersembunyi dibalik tubuh Myungsoo ketika keluar dari cable car, ia tersenyum pada petugas, dan menarik tangan Myungsoo untuk cepat meninggalkan wahana ini.

Krystal meremas cup coffee ditangannya ketika panggilannya diabaikan Myungsoo. Sepertinya pria itu benar-benar marah dengan keputusannya lebih memilih Jongin. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik ia diam saja. Sekarang tak ada lagi yang bisa mendengar keluh kesah dan menemani jika ia sedang dalam mood tak baik.

Dan Kim Jongin, jangan tanya apa yang pria itu lakukan padanya, pagi ini saja pria itu kembali membuatnya kesal. Ia tak pernah mengemis pada seorang pria sebelumnya, tidak Myungsoo ataupun Jongin sendiri. Dulu mereka lah yang selalu mencarinya, tak membiarkan seharipun tak bertemu, tapi sekarang semuanya berubah, Krystal merasa itu menjengkelkan.

“ Jadi, masalahmu ada pada dua namja itu lagi ? “ Luna muncul dari balik bunga-bunga miliknya yang baru saja ia susun dan kini harus bersabar mendengar curhatan sepupunya ini .

Krystal mengangguk lemah dan mendekat ke arah Luna “ Keduanya mengabaikanku, Jongin jadi semakin sibuk dengan pekerjaannya dan Myungsoo dengan yeoja itu, apa yang harus aku lakukan Luna-ah ? “ Rengek Krystal.

Luna menatap kasihan pada sepupu cantiknya, tapi jika dipikir-pikir letak kesalahan ada di sepupunya ini yang tak jelas menentukan pada siapa hatinya akan berlabuh. Tak salah jika dua namja itu menjauh, memangnya salah satu dari mereka rela melihat pria lain dekat dengan yeoja yang dicintainya ? dan sekarang ketika mereka berubah, Krystal justru kebingungan sendiri “ Yeoja itu ? maksudmu istrinya ? bukankah Myungsoo bilang tak menyukainya ? siapa namanya ? “ Tanya Luna

“ Jiyeon “ Ucap Krystal terlihat malas menyebut nama itu.

“ Jiyeon ? “ Tiba-tiba seseorang yang tak diajak berbicara membuat Krystal dan Luna menatap ke arahnya.

“ Kau mengenalnya ? “ Tanya Luna pada Taemin yang jika ia tak salah dengar menyebut nama Jiyeon.

Taemin tentu saja kaget, namun ia buru-buru mencari alasan “ Ah-ahniyooo, namanya sama seperti anjing kesayanganku….iya benar seperti anjingku “ Ucap Taemin membuat Krystal mau tak mau tersenyum karena ternyata Jiyeon juga bisa menjadi nama seekor anjing.

Taemin meringis dan menggaruk kepalanya, jika Jiyeon mendengarnya, habislah dia. Taemin yang awalnya tak minat dengan pembicaraan kedua wanita cantik didekatnya, kini mulai memasang telinga. Mencari tahu apakah yeoja yang sedang diceritakan ia kenal, atau hanya memiliki nama yang sama, sayang mereka tak menyebut marganya.

“ Mungkin seiring berjalannya waktu Myungsoo sudah bisa menerimanya, terlebih ia kau abaikan “ Ucap Luna membuat Krystal benar-benar menyesal kini.

“ Lalu aku harus bagaimana ? aku ingin kembali seperti dulu, dengan Jongin dan Myungsoo ada disisiku, lagipula aku yakin Myungsoo belum benar-benar menyukainya, mereka kan hanya menikah terpaksa “ Ucap Krystal yang hanya mendapat endikkan bahu dari Luna.

Taemin semakin memasang telinganya, sejauh ini ciri-cirinya sama dengan Jiyeon yang ia kenal, yeoja muda yang menikah dengan namja dewasa.

“ Jika Jongin ? “ Gantung Krystal.

“ MWO ?? JO-NG-IN ? “ Sela Taemin muncul wajah Tuan Kim yang mengancamnya galak.

“ Kau kenal dengan Jongin ? apa dia juga salah satu nama anjingmu ? “ Tanya Luna ketika pegawai barunya itu kembali menyebut nama seseorang yang mereka bicarakan. Krystal dan Luna saling bertatapan tak mengerti, pria ini aneh sekali.

“ Tidak, dia….dia seorang preman di kawasan rumahku, iya namanya Jongin…orangnya sangat menakutkan…hiyyy “ Ucap Taemin kembali salah tingkah, ia semakin penasaran untuk tahu lebih dalam hubungan semua nama yang disebut dengan sahabatnya Park Jiyeon.

“ Aneh “ Ucap Luna

“ Iya dia memang aneh “ Taemin menyetujui perkataan Luna.

Luna mengernyit “ Kau yang aneh !! “

“ Iya aku aneh “ Tunjuk Taemin pada dirinya sendiri “ Mwo aku ? “ Sadarnya.

Luna hanya menggelengkan kepala, dan menarik tangan Krystal untuk meneruskan obrolannya jauh dari Taemin.

Myungsoo sudah cukup lelah mengikuti si allien yang semangatnya tak sedikitpun mengendur, allien itu seperti menjelma menjadi sosok kelinci energizer yang tenanganya tak habis-habis. Dan sekarang ia di buat terbengong dengan aksi allien ini yang membawanya ke sebuah toko aksesori, tapi ini jauh lebih baik ketimbang Jiyeon memaksanya menaiki wahana yang membuat jantungnya ingin berhenti berdetak.

Cukup lama Myungsoo hanya berdiri mengamati lalu lalang pasangan yang sibuk memilih sesuatu, wajah pasangan disanapun terlihat bahagia, tentu saja mereka pergi dengan pasangannya, tidak seperti dirinya yang membawa seorang allien.

“Wah ini lucu sekaliiiii “ Ucap Jiyeon yang ke seratus tiga puluh delapan.

Myungsoo baru sadar apapun dimata yeoja ini lucu, apa mungkin dirinya tak terkecuali ? Myungsoo menepis pikiran gilanya.

“ Yang ini juga lucu, sayang harganya mahal “

“ Agassi “ Sang penjual aksesori menatap Jiyeon dengan wajah ceria “ Agassi mau couple ring ? Untuk agassi dan namjachingu, kami akan memberi diskon lima puluh persen ! “

“ Jinjjayo ? “ Pekik Jiyeon tak percaya.

Myungsoo yang mendengar percakapan heboh dua wanita didekatnya sontak menoleh “ Yya, namjachingu anhniyeyo, jangan menyimpulkan sesuatu yang tidak kau ketahui “ Omel Myungsoo yang membuat si penjual terkejut dan terdiam.

Jiyeon mencoba menurunkan emosi Myungsoo “ Tenanglah, ini hanya trik untuk mendapat cincin lucu ini dengan harga murah “ Bisik Jiyeon.

Myungsoo mendengus malas dan kembali tak peduli dengan apa yang allien bersamanya lakukan. Jiyeon kembali mencoba beberapa cincin, namun si penjual tak lagi banyak bicara “ Jika aku memilih ini ? apakah juga akan mendapat diskon ? “ Tanya Jiyeon.

Sebelum menjawab si penjual melirik takut-takut pada Myungsoo, menyadari pria itu tak menatap kearah mereka lagi “ Nde, agassi hanya harus membayar harga satu cincin saja “

“ Nde !! Salgeyo ! “ Ucap Jiyeon dan mengeluarkan uang miliknya untuk membayar.

Myungsoo menyipitkan matanya “ Jangan bilang…”

Tapi Jiyeon memang sudah memilih dua buah cincin yang identik dengan ukuran berbeda. Rasanya Myungsoo akan segera pingsan, hoodie couple dan kini cincin couple ? meskipun di Korea cincin tidaklah menunjukkan apa-apa, namun ia tak pernah menghiasinya jarinya dengan apapun, dan anehnya cincin itu dipasangkan oleh yeoja yang ia sendiri begitu membenci awalnya.

“ Tangan ! “ Titah Jiyeon.

“ Kau pikir aku seekor anjing ? “ Ucap Myungsoo enggan

Seperti tak mendengar, Jiyeon langsung menarik tangan Myungsoo dan menyematkan cincin itu dijari manisnya “ Pas sekali , pekiknya heboh lalu menyematkan dijarinya juga “ Aku juga ! “

Tiba-tiba ponsel Myungsoo berbunyi lagi, kali ini Jiyeon melihatnya. Myungsoo melirik nama si pemanggil, masih sama dengan yang tadi. Kali ini Myungsoo tak mengabaikannya.

“ Yeobboseo ? aku sedang berada diluar, waeyo ? “

Jiyeon masih mengamati Myungsoo yang sedang berbicara dengan seseorang, tak ingin terlihat seperti menguping, Jiyeon menggosok-gosok cincinya agar lebih bercahaya ( Aduh neng Jiyeon itu bukan batu akik ? )

“ Baiklah, kita akan bertemu setelah ini “

Klik

Myungsoo memasukkan ponsel kedalam kantong celana dan matanya bertemu dengan mata Jiyoen yang kini menatapnya.

“ Ahjumma ? “Tanya Jiyeon

“ Kajja kita pulang !! “ Ajak Myungsoo membuat raut kecewa diwajah Jiyeon.

Terpaksa, Jiyeon melangkah mengikuti Myungsoo yang mencari jalan pulang, sebenarnya ia masih ingin bermain-main, hari masih sore, dan ia ingin sekali mengunjungi Namsan Tower, namun tentu saja Myungsoo akan lebih memilih menemati Krystal ketimbang dirinya.

Myungsoo menatap Jiyeon yang tengah terkantuk-kantuk. Kepala gadis itu bergoyang kesana kemari dengan rambut panjangnya yang melambai-lambai persis seperti pohon kelapa yang tertiup angin. Myungsoo hendak memalingkan pandangan namun mendengar suara “ buk “ keras ia mengurungkannya.

Tahu-tahu kepala Jiyeon bergerak maju dan membentur kursi didepannya.

“ Arrgh “ Jiyeon mengelus dahinya, tapi kembali terlelap.

Myungsoo menatap Jiyeon takjub, lalu menyadari orang-orang disekitar sedang menatapnya bingung. Myungsoo meraih bahu Jiyeon untuk menyandarkan kembali ke kursi, tetapi kepala Jiyeon justru terkulai dibahunya. Saat sedang bermaksud untuk menyingkirkan kepala itu dari bahunya, tatapan Myungsoo bertemu dengan sepasang kakek dan nenek. Keduanya menatap Myungsoo dan Jiyeon dengan penuh haru, mungkin teringat masa muda dulu.

Terlanjur sudah memegang kepala Jiyoen, Myungsoo berpura-pura membereskan rambut gadis itu dan mneyelipkannya ke belakang telinga. Mendadak jemarinya terhenti di poni Jiyeon. Rambut coklat itu terasa halus dan tebal. Myungsoo lalu memperhatikan wajah Jiyeon. Wajah allien itu sangat halus. Bibir mungilnya berwarna pink alami, alis dan bulu matanya pun tebal. Diluar kesadaran Myungsoo mengelus pipi Jiyeon lembut dan tanpa sengaja kembali menatap kakek dan nenek yang kini sudah memandangnya penuh arti.

“ Ehem “ Myungsoo berdeham, lalu segera membetulkan posisi duduknya seraya membuang padangan keluar jendela. Jiyeon yang kehilangan tempat bersandar langsung terantuk tulang punggung Myungsoo.

“ Awww “ Jiyeon terbangun dan mengelus hidungnya yang sakit, ia lantas mengedarkan pandangannya.

“ Ahjussi, kita sudah sampai dimana ? “ Tanya Jiyeon.

“ Mana ku tahu, salahkan dirimu yang mengajakku naik kendaraan umum yang berputar-putar “ Sinis Myungsoo membuat Jiyeon hanya mencibir kesal dan tak sengaja menatap kakek dan nenek yang tadi selalu memperhatikan Myungsoo.

“ Annyeonghaseyo “ Ucap Jiyeon ramah.

“ Annyeonghaseyo, neo namjachingu neomu kyeopta “ Ucap si nenek.

“ Ah ahniyo “ Jiyeon melirik Myungsoo, takut pria galak ini memarahi si nenek seperti penjual tadi,namun pria itu masih memandang keluar jendela.

“ Ommo !!! “ Si nenek menepuk tangan paham “Shinhun bubujyo ? kalian pasangan pengantin ? “

“ Nde !!! “ Panik Jiyeon, ia hanya berharap Myungso tak mendengarnya. Ia masih ingin hidup.

Selama beberapa jam berikutnya Myungsoo tertidur lelap, dan Jiyeon asyik berbincang dengan si kakek dan nenek yang memberinya banyak petuah dalam berumah tangga. Jiyeon tak tahu harus berbuat apa, hanya mendengar dan menerima anggapan pasangan kakek dan nenek ini.

Myungsoo dan Jiyeon baru saja turun dari bis, namun Myungsoo sudah memintanya untuk meneruskan perjalanan rumah sendiri, karena pria itu akan menemui Krystal. Jiyeon merengut kesal, namun tentu saja ia tak bisa berbuat apa-apa.

Jiyeon memandang punggung Myungsoo yang menghilang, dan mendapati langit sudah hampir gelap “ Tch, dia tidak pernah mengeluh lelah ketika harus bertemu ahjumma itu, jinjja !! ahjussi pabbo “ Keluh Jiyeon dan meneruskan langkahnya, hari ini mungkin akan terasa sempurna jika saat ini Myungsoo masih berjalan disampingnya hingga tiba dirumah, namun sayang ahjumma itu masih sangat berharga dimata dan hati Myungsoo.

Matahari mulai menampakkan senyumnya yang ceria, Jiyeon menggeliat diatas tempat tidurnya dengan tubuh yang jauh lebih bugar. Ia mengedarkan pandangan dan melihat ke arah jam dimejanya “ Ommo !! “ Jiyeon sontak bangkit dan berlari menuruni tangga, ia teringat pesan Jongin yang akan memberikannya hadiah, meski tebakannya salah tentang hari ulangtahun.

Krietttt

“ Mwo ? “ Jiyeon terbelalak seraya menutup kedua mulutnya.

Didepannya, sudah ngejogrok sebuah karangan bunga yang begitu besar, namun kepalanya berhasil mengepulkan asap melihat bunga apa yang ia temukan dan tulisan besar yang tertulis disana. Jiyeon benar-benar akan membunuh pria Kim satu itu yang melakukan hal konyol ini padanya.

Jiyeonpun menyeret bunga itu kehalaman samping dan menginjak – injak hingga hancur dengan kakinya “ Ommo ahjussi tidak boleh tahu tentang ini “ Cemasnya dan benar-benar menghancurkan karangan bunga itu.

Selesai menghilangkan jejak, Jiyeon kembali ke atas dan mendapati kamar Myungsoo masih tertutup rapat. Ia bernafas lega setidaknya pria itu tidak melihat ada karangan bunga yang sangat besar dirumahnya, meski tak tertera nama pengirim, tentu saja Myungsoo akan tetap murka karena bunga itu adalah bunga yang harusnya dikirim untuk seseorang yang meninggal.

Jiyeon menempelkan telinganya ingin mengetahui keadaan didalam. Tak ada suara apapun yang ia tangkap. Jiyeon menarik diri dan kembali kekamar, ia berniat membersihkan diri, membuat sarapan, dan kemudian pergi kerumah Jongin untuk membuat perhitungan pada pria itu.

Jiyeon meletakkan sarapan yang telah ia buat, sesekali kepalanya mendongak ke atas, ingin tahu apakah ahjussinya sudah bangun atau belum. Hingga sarapannya siap, Myungsoo belum juga keluar dari kamarnya.

Suara bunyi pintu diluar mengagetkan Jiyeon, terlebih itu adalah Myungsoo dengan pakaiannya yang masih sama dengan kemarin yang ia pakai . Pria itu tidak pulang semalam ?

“ Ahjussi ?? kk-kau habis lari pagi ? mengapa tidak mengajakku ? “ Tanya Jiyeon heran.

Myungsoo tak menjawab pertanyaan Jiyeon , ia justru berjalan melewati Jiyeon menuju lemari es dan mengambil air dingin untuk mengguyur kepalanya. Jiyeon terbengong, tak mengerti apa yang terjadi dengan Myungsoo. Lantai menjadi basah karena aksi Myungsoo, tapi pria itu seakan tak peduli.

“ Ahjussi ? kau kenapa ? “ Tanya Jiyeon mendekat.

“ Ayo kita perpanjang kontrak “ Ucap Myungsoo tiba-tiba tanpa menatap ke arah Jiyeon dan membuat gadis itu membatu ditempatnya

“ Apa memperpanjang kontrak ? “ Jiyeon merasa ada yang aneh dengan sikap Myungsoo. Ia baru menyadari jika Myungsoo baru saja bertemu dengan Krystal. Lagipula Myungsoo yang ia tahu selalu mengganti pakaian ketika tidur, terlebih mereka berada diluar seharian, apakah pria ini tidak pulang kerumah dan menginap dirumah ahjumma itu ? Membayangkan itu membuat hatinya seperti ditusuk-tusuk, pria ini tidak berubah dan mungkin tak akan pernah berubah.

“ Kau tidak mau ? “ Tuntut Myungsoo datar karena Jiyeon tak menjawabnya.
Jiyeon mencari mata Myungsoo, didapatinya mata pria itu memerah seperti menahan kesedihan “ Ddo Wae ? “ Tanya Jiyeon.

“ Nuguya ? “ Myungsoo kembali membuang pandangannya ke arah lain dan balik bertanya.

Jiyeon paham, ada sesuatu yang Krystal lakukan hingga membuat pria ini berubah tiba-tiba “ Ahjussi tahukan jika aku sudah menemukan kekasihku ? mengapa kini kau meminta kita memperpanjang ikatan yang sebentar lagi akan selesai ? “

Myungsoo tak bisa menjawab, karena dirinyapun membuat keputusan begitu mendadak, bahkan ia tak memikirkan sebelumnya. Hanya karena pertemuannya dengan Krystal dan ucapan asal wanita itu, hingga kepala Myungsoo menjadi pening.

“ Aku akan memikirkannya terlebih dahulu “ Ucap Jiyeon akhirnya meninggalkan Myungsoo sendirian dan tak lagi berniat menemani pria itu makan.

Jongin tersenyum seraya menunggu seseorang menghubunginya. Jongin yakin Jiyeon sudah menerima hadiahnya, tapi dasar yeoja tidak tahu sopan santun, sudah hampir tiga jam berlalu, gadis tak sopan itu tidak juga menelponnya.

“ Annyeonghaseyo “

Jongin tersenyum penuh arti, yang ditunggu sudah datang, namun ketika ia membalikkan tubuh justru wajah marah gadis itulah yang ia temui.

“ Tuan apakah kau sudah gila ? kelakuanmu konyol sekali, memangnya kau menginginkan aku mati eoh “ Cerocos Jiyeon membuat senyum diwajah Jongin menghilang dan berganti menjadi raut tak mengerti “ Jika suamiku tahu kau bercanda seperti itu, bukan aku saja yang menghajarmu. Berhenti melakukan tindakan konyol yang justru memperumit keadaan rumah tanggaku, karena apa yang kulakukan sekarang bersamamu adalah mengkhianatinya “ Teriak Jiyeon yang tiba-tiba ingin menangis.

Jongin benar-benar tak mengerti apa yang Jiyeon katakan, setahunya yang ia kirim adalah bunga Lili putih yang sangat cantik. Jongin harus mengeceknya.

“ Jelaskan padaku apa bunga yang baru saja kau kirim ? “

Taemin menjauhkan ponsel dari telinganya, suara seseorang diseberang sana seperti tak asing untuknya.

“ Jwesonghamnida, b-bboleh saya tahu dengan siapa saya berbicara ? “ Tanya Taemin gemetar

“ Bunga apa yang kau antar ke alamat rumah yang berada di Cheonan ? Siapa yang memesan bunga itu eoh ? aku bilangkan bunga untuk seorang wanita, mengapa kau mengirimkan bunga kematian ? “

Taemin memukul jidatnya, ia salah mengirim bunga. Bodohnya, Temin meneguk ludah dan berusaha tenang, agar tak membangunkan macan betina pemilik toko di belakang sana “ Maaf tuan, saya akan menggantinya “

“ Bodoh, bagaimana bisa orang sepertimu dipekerjakan ? siapa namamu ? “

Taemin ragu, namun akhirnya “ Lee Taemin tuan “

Jongin menaikkan sebelah alisnya mendengar si pengirim menyebut namanya, kemarahannya hilang. Jiyeon tidak boleh tahu jika ia baru saja memarahi sahabatnya, bisa-bisa gadis ini akan bertambah marah dan segalanya akan semakin rumit.

Jongin menatap Jiyeon yang masih berdiri menatapnya kesal “ Maafkan aku, ini hanya kesalahan teknis, sebagai permintaan maaf, hari ini kau tak perlu melakukan apapun, dan aku akan mengganti hadiah yang lain untukmu “ Ucap Jongin.

Raut kesal diwajah Jiyeon berangsur-angsur menghilang , satu lagi pria aneh yang tak ia mengerti apa yang ada dipikirannya, pria ini memang terkadang begitu sinis, namun jika sudah baik seperti ini, pandangan matanyapun bahkan terasa meneduhkan. Entah karena hatinya sedang bersedih Jiyeon hanya mengangguk, hari ini ia ingin melupakan tentang penawaran Myungsoo yang ia yakin alasannya hanya ingin membuat Krystal cemburu bukan karena pria itu yang menginginkan ia masih bersamanya.

Myungsoo terus memasukkan makanan ikan kedalam aquarium kecil disudut ruangan, tak peduli jika penghuninya sudah menjauh karena makanan yang Myungsoo masukan sudah sangat banyak. Ia mencemaskan pertemuannya dengan Krystal semalam. Meski wanita itu tak tahu apapun dan yang diucapkannya hanyalah candaan tetap saja Myungsoo merasa tak nyaman, dan terpenting…..perasaannya menjadi takut. Ia memang tak berani jujur pada oranglain, bahkan hatinya sendiri.

Suara cipakan air dari aquarium menyadarkan lamunan Myungsoo “ Ommo !! “ Kagetnya mendapatkan tatapan marah ikan-ikannya karena Myungsoo terus saja menuangkan makanan yang mengotori hunian mereka. Myungsoo kemudian mengangkat kembali makanan yang terlanjur ia tuang. Selesai itu, Myungsoo merasa ingin menenangkan pikirannya. Ia pun mengambil kunci mobil dan mantelnya kemudian bergegas keluar.

Berharap suasana luar sedikit membuatnya lega.

Jiyeon melahap apapun yang tersedia dimeja yang Jongin pesankan untuknya. Seperti sedang bersama Myungsoo, Jiyeonpun tak perlu malu-malu dihadapan pria Kim satu ini. Terbukti Jongin tak memprotes meski Jiyeon menyadari cara makannya memalukan. Bayangan Myungsoo yang sedang memarahi caranya makan hadir, ternyata ia merindukan ada seseorang yang melakukan itu padanya.

“ Mianhae, jika apa yang ku lakukan membuatmu marah seperti ini, aku tidak bermaksud melakukannya “ Ucap Jongin mengira cara makan Jiyeon yang menggebu-gebu karena sedang marah dan melampiaskannya pada makanan.

“ Arrayo, aku sudah tahu jika itu ulah si penjual bunga yang pabbo “ Ucap Jiyeon tak tahu yang disindirnya adalah sahabatnya sendiri.

Jongin tersenyum tipis.

“ Kau tidak makan ? “ Tanya Jiyeon kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“ Tidak, hanya melihatmu makan sepertinya aku sudah kenyang “ Ucap Jongin menggeser miliknya ke hadapan Jiyeon “ Kalian saling mencintai ? “ Tanya Jongin tiba-tiba membuat Jiyeon menghentikan makannya sementara.

Jiyeon menatap Jongin dengan pandangan – apa-aku-harus-menceritakan-pada-semua-orang-masalahku. Tapi tidak berapa lama Jiyeon memasukkan banyak makanan kedalam mulutnya kembali “ Tentu saja, jika tidak untuk apa kami menikah “ Ucap Jiyeon mencoba rileks.

“ Umur kalian begitu jauh, siapa yang jatuh cinta pertama kali ? “ Tanya Jongin kemudian.

Kali ini Jiyeon kembali berhenti mengunyah, ia mulai tak nyaman Jongin membahas hubungannya dengan Myungsoo.

“ Ehem “Menyadari terlalu banyak bertanya, Jongin pun berdeham dan tak lagi menuntut Jiyeon menjawabnya “ Aku, Soojung dan suamimu dulu sangat dekat, tapi sesuatu hal terjadi “ Jongin tiba-tiba bercerita.

Rasa penasaran Jiyeon kembali muncul, terlebih pria ini terlihat ingin bercerita padahal ia tak bertanya apapun.

“ Akhirnya hubungan kami seperti ini, jalan sendiri-sendiri, rasanya sangat canggung jika bersama “ Ucap Jongin seraya menghela nafas dan meraih minuman miliknya.

“ Apaaaaa….suamiku mantan kekasih ahjumma itu ? eoh maksudku Krystal eonnie “ Tanya Jiyeon .

Jongin mengernyit “ Krystal ? namanya Soojung bukan Krystal “ Ucap Jongin membenarkan.

“ Ku dengar ia mengganti namanya menjadi Krystal “ Ucap Jiyeon kemudian.

“ Tch “ Jongin berdecak, bahkan untuk hal itupun ia tidak diberitahu, tapi mungkin saja Krystal tidak memiliki waktu mengatakannya karena sikapnya pun sangat sinis terhadapa yeoja itu “ Bukan Myungsoo tapi aku, akulah mantan kekasihnya “ Ucap Jongin membuat bibir Jiyeon membentuk huruf O.

“ Kau tidak menyukainya ? sepertinya kau membencinya “ Tanya Jongin menganalisis cara Jiyeon bercerita tentang mantannya.

“ Tidak, hanya saja ….apa yah ? “ Jiyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ Tidak perlu menjawab jika pertanyaannya sulit “ Ucap Jongin lembut.

Jiyeon menautkan kedua alisnya heran dengan sikap manis Kim Jongin, apa karena pria ini mengira dia berulang tahun “ Aku tidak berulang tahun hari ini “ Ucap Jiyeon membuat Jongin tersenyum tak percaya.

“ Suamimu yang memberitahuku “ Ucap Jongin, melihat raut wajah Jiyeon sepertinya memang yeoja ini jujur.

“ Eoh “ Ucap Jiyeon akhirnya terpaksa mengiyakan, dalam hati ia bertanya apa yang kedua pria yang katanya bermusuhan ini lakukan, sampai membahas ulangtahunnya ? Dah katakan jika ahjussinya hanya berbicara asal.

“ Mianhae “ Jongin tiba-tiba menyentuh bibir Jiyeon dengan jarinya membuat Jiyeon tersentak kaget dan reflek menjauhkan kepalanya.

“ Makanmu berantakan “ Ucap Jongin menjelaskan mengapa ia melakukannya.

Jiyeon tak mengerti mengapa Jongin begitu baik padanya, padahal jelas-jelas pria ini tahu jika Jiyeon adalah istri musuhnya. Sayangnya Jiyeon seseorang yang tak terbiasa menilai buruk seseorang, ia tak tahu maksud tersembunyi orang lain padanya.

Myungsoo memandang restaurant dimana ia mendapatkan tiket ke Everland, tempat pertama yang ia kunjungi bersama Jiyeon. Myungsoo tersenyum penuh arti, bukan untuk mendapatkan tiket itu lagi, melainkan ingin memberikan makanan enak yang tak sempat diberikannya pada Jiyeon waktu itu sebagai permintaan maaf dengan sikapnya yang memaksa Jiyeon untuk melanjutkan kontrak secara sepihak.

Ia hanya terpengaruh dengan kisah drama yang Krystal ceritakan padanya semalam, tanpa memikirkan perasaan gadis itu. Tapi jujur, sebenarnya ia juga tak ingin kehilangan Jiyeon, meski sampai saat ini tak tahu apa yang ia rasakan pada gadis itu. Kim Myungsoo sudah terlanjur terbiasa dengan adanya allien itu. Yeoja aneh yang tiba-tiba datang ke hotel tempat Myungso menginap, dan menyusahkannya sepanjang waktu. Tapi ada sesuatu yang Myungsoo bisa rasakan ketika bersama yeoja itu, yang tak bisa ia lakukan jika sedang bersama Krystal. Dengan yeoja yang ia juluki allien Myungsoo bisa tertawa bebas, bersikap usil, marah meledak-ledak, apapun yang menjadikannya diri sendiri. Dan harus ia katakan ia bahagia, ia bahagia dengan yeoja allien disisinya.Ia benar-benar sudah tertular virus allien.

“ Selamat datang, silahkan memilih menu “

Seorang pelayan menghampiri Myungsoo, ia membungkuk membalas sapaan ramah pelanggan dengan tersenyum. Tapi senyum dibibirnya tak ertahan lama, ketika matanya tak sengaja menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya. Myungsoo memicingkan matanya, memastika ia tak salah melihat.

Benar, ia tak salah, matanya normal dan ia tahu siapa dua sosok yang sedang bermesraan disudut restaurant itu. Tangan si pria sedang memegang bibir si yeoja yang tersenyum malu-malu padanya. Ingatkan Myungsoo bahwa yeoja itu sedang memiliki janji dengan kekasihnya yang bernama Lee Taemin bukan Kim Jongin.

Kaki Myungsoo bergerak cepat, tak peduli pelayan masih sedang berbicara padanya, setelah sampai dihadapan dua orang itu “ Ikut aku “ Myungsoo menarik tubuh Jiyeon menjauh dari Jongin, membuat yeoja itu tersentak. Tak menyangka Myungsoo ada disini disaat dirinya sedang bersama Kim Jongin.

Myungsoo membawa Jiyeon memasuki toilet wanita, membuat pengunjung lainnya disana menatap kesal dan keluar satu persatu. Tangan Myungsoo masih menggenggam lengan Jiyeon kuat membuat yeoja itu meringis sakit, tapi Myungsoo tak peduli “ Jadi ini alasan kau tidak mau memperpajang kontrak kita eoh ? “

Tubuh Jiyeon bergetar, ia tak menemukan alasan apapun untuk menjelaskan agar Myungsoo tidak marah “ Ahjussi, dengar dulu penjelasannya “

“ Dia yang kau sebut kekasihmu ? “ Tanya Myungsoo rahangnya mengeras, benar-benar sulit meredam emosinya.

Jiyeon menggeleng lemah, tapi bibirnya tak mengatakan apapun membuat Myungsoo semakin ingin marah “ Baiklah aku tidak akan memaksa, kau bisa pergi kapanpun kau suka, bahkan jika kau pindah kerumahnya pun aku tidak peduli !!! “ Ucap Myungsoo setengah berteriak membuat Jiyeon benar-benar ketakutan.

Myungsoo akhirnya melepaskan tangan Jiyeon, karena percuma wanita itupun tak bisa menjelaskan apa-apa tentang kemarahannya. Lukanya kembali terkuak, sialnya musuhnya tetap sama, sahabat yang dulu juga merebut yeoja yang dicintainya, kembali terulang, hanya kali ini Myungsoo benar-benar merasakan sakitnya, lebih dari Jongin yang mendapatkan Krystal.

Myungsoo berbalik dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Jiyeon, namun….

“ Ahjussi, ini tidak seperti yang kau lihat, aku bisa menjelaskannya “ Ucap Jiyeon mencoba menghentikan langkah Myungsoo.

“ Tidak perlu “ Ucap Myungsoo “ Sepertinya kau benar-benar haus belaian laki-laki. Tch….pilihanmu tepat, kau akan mendapatkannya dari pria brengsek itu “ Ucap Myungsoo dan tak lagi peduli.

Hati Jiyeon tertohok, ia tak menyangka kalimat menjijikkan itu keluar dari mulut ahjussinya, ia bahkan hanya mencintai pria tua itu dalam hidupnya. Jiyeon menangis, ia tak bisa menahan airmatanya yang mengalir deras.

Jongin hanya memandang datar Myungsoo yang melangkah cepat hendak melewatinya, ada sesuatu yang tidak ia pahami sebelumnya namun tak sengaja akhirnya terkuak. Jongin tersenyum sinis “ Waeyo ? kau tidak terima jika istrimu bersamaku ? “ Tanya Jongin.

Myungsoo berhenti sejenak dan memandang Jongin dengan tatapan sinis yang pernah ia berikan pada namja mantan sahabatnya ini. Mata Myungsoo memerah sempurna “ Apa kau gila ? pria mana yang membiarkan istrinya bersama dengan pria lain ? “ Ucap Myungsoo berbanding terbalik dengan apa yang ia katakan pada Jiyeon.

Jongin menyeringai “ Bahkan jika dia hanya bekerja untuk membayar hutang ? “

“ Mwo ? Hutang ? “ Tak mengerti Myungsoo.

Myungsoo menatap Jongin intimidatif, bagaimana mungkin yeoja bodoh itu memiliki hutang pada oranglain.

Yang ditatap sinis hanya mengendikkan bahu, dan menyusul Jiyeon yang mungkin masih menangis ditoilet.

Myungsoo mencengkeram jemarinya kuat, dan pergi meninggalkan resaturant dengan hati yang masih membara. Myungsoo tak peduli bagaimana setelah ini, menghadapi halmeoni, Jongin, Krystal, ataupun dirinya sendiri…ia juga tak peduli kemana allien itu akan pulang malam ini. Ia benar-benar kecewa.

To Be Continued

89 responses to “[ CHAPTER – PART 10 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. Kasian bener ama myung kalau aja jiyi jujur ama myung pasti myung gabakal kecewa kayak gini huhu
    Lanjut thor !!! /?

  2. poor taemin dia ini ganteng tpi karakternya dibkin kek gini wkwk
    myung myung klau cinta itu ya diktakan jgn di ttupi.

  3. Omoooooo sepertix myungi mulai cemburu nich…geundae aq pnasaran sebenerx pa yg d bilang krystal ma myungi ampe myungi pgn memperpanjang kontrakx ..

    Mianhaeyo authirnim aq bru muncul coz da berbagai macam hal yg terjadi #pleetakk…aq kmrn skt dan androidku jg skt hd terpaksa aq lma g nongol ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s