[Ch.5] You’re My

You're MyYou’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Plot is mine, Don’t plagiat
Mulai saat ini kita telah terhubung oleh takdir, jadi aku minta jangan pernah tinggalkan aku

Author P.O.V

“Kau bisa mempercayaiku! Myungsoo –ya berjanjilah padaku untuk tak akan pernah meninggalkan ku dan kau akan selalu berada disisiku, yah?!” ucap Jiyeon penuh dengan harap, namun ia hanya mendapat tatapan begitu kosong dari namja didepannya.

“Aku tak yakin,”

Story Begin~

“Apakah itu tandanya kau akan benar –benar meninggalkan ku?”lirih Jiyeon yang kini menatap sendu kearah Myungsoo, namja tersebut tetap saja bergeming ditempatnya.

“Aku mohon, jangan lakukan hal itu. Tak apa jika kau tak ingin mempercayai semua ucapan ku tadi, tak apa jika kau ingin kembali padanya, aku tak akan melarangmu. Tapi jebal jangan tinggalkan aku,” tatapan begitu memohon terlihat begitu jelas diwajahnya, namja itu akhirnya menghela nafas beratnya

“Aku tak bisa berjanji, mungkin untuk saat ini aku bisa. Tapi untuk nanti, aku tak tahu” decaknya dingin dan berlalu begitu saja meninggalkan gadis itu yang tengah tertunduk lemas.

“Hah! Seharusnya aku lebih berpikir panjang dalam melakukan banyak hal. Pantas saja dewa langit mengurung ku di Shanghyang,”

***

Semalaman Jiyeon terjaga, ia terus saja memikirkan perkataan Myungsoo dan sikap dingin pria tersebut. Pandangannya kini terfokuskan pada langit yang berwarna orange temaram. Sesekali helaan nafas kasar lolos begitu saja dari bibirnya, ia menyandarkan tubuhnya pada kursi santai yang tepat berada didepan jendela kamarnya. Tangannya bergerak terulur kearah langit bercahaya orange temaram tersebut.

“Dewa langit apakah kau semakin membenciku? Apakah ini ramalan yang waktu itu kau katakan padaku? Bukankah kau sudah berjanji padaku akan menghentikan ramalan itu?! Dewa langit kenapa kau lakukan ini padaku –“ paraunya dengan kepala yang tengah tertunduk. Ia menekuk lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua lutut tersebut.

“ –setidaknya biarkan aku menebus semua kesalahan ku dulu dan biarkan aku terlepas dari ramalan mengerikan itu, kumohon” gumamnya dengan nada bergetar.

Tok tok…

Terdengar suara ketukkan yang sedikit nyaring yang sontak membuat tubuh Jiyeon menjadi menegang, di hapusnya bekas jejak air matanya dan ia perlahan berjalan mendekat kearah pintu.

“Apakah ada sesuatu?” gumam Jiyeon to the point. Myungsoo mengangguk singkat menanggapi ucapan gadis dihadapannya.

“Aku akan ada wawancara dengan pihak wartawan. Ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan. Bisakah kau tak perlu ikut, aku takut jika kau ikut akan –“ kalimat Myungsoo terputus manakala Jiyeon segera menanggapi ucapan namja tersebut dengan cepat.

“Pergilah, aku mengerti. Aku akan berusaha tak merepotkan mu lagi,” decak Jiyeon disertai eyes smilenya. Myungsoo menanggipi hal tersebut dengan anggukkan singkatnya dan berjalan meninggalkan kamar Jiyeon. Namun, langkahnya terhenti sejenak, ditatapnya gadis tersebut dalam.

“Jika kau lapar, makan saja cemilan yang ada dikulkas. Setidaknya itu bisa membuatmu kenyang untuk beberapa saat.”

“Kulkas? Apakah itu benda ajaib yang berhawa dingin itu?” gumam Jiyeon dengan tattapan polosnya. Myungsoo hanya menanggapinya dengan anggukkan singkat dan ia berjalan meninggalkan Jiyeon sendirian diapartementnya.

“Hati –hati di jalan~” gumamnya pelan. Ia sangat yakin Myungsoo tak akan mendengar ucapannya.

“Sekarang apa yang harus aku lakukan?” ucapnya bingung sambil menatap malas kearah ruangan disekitarnya.

***

Myungsoo P.O.V

Sepanjang perjalanan pikiranku tak pernah lepas oleh bayang –bayang gadis alien itu. Ia sama sekali tak rewel dan menyebalkan seperti beberapa waktu yang lalu, hal ini sangat mengganggu ku. Apakah ia terluka atas ucapan ku waktu itu? Apakah waktu itu aku sudah berlaku sangat kejam sekali padanya? Haist! Nan mollaseo!

“Dia sama sekali tak mengomentari sikap dinginku padanya, apa dia sangat takut jika aku benar –benar akan meninggalkannya?” monolog ku gusar.

“Haist! Dia tak mau menghilang dari benak ku juga!” gusar Myungsoo sambil menjambak rambutnya frustasi.

“Hyung! Apa kau baik –baik saja? Kau sepertinya nampak sangat frustasi sekali”gumam Seung Chan –supir pribadi ku .

“Aku tak apa –apa, ah! Hari ini jadwal ku hanya wawancara saja, bukan?” tanya ku datar pada Seung Chan. “Ku dengar dari manager hyung, kau akan ada pemotretan, syuting iklan dan melanjutkan syuting yang sempat tertunda kemarin,” jelasnya dengan panjang lebar.

“Mworago?! Apa mereka menyuruhku kerja rodi, ini penyiksaan! Aist jinjja!” geram ku bertambah frustasi. Pihak agensi ternyata berniat ingin membunuhku. Mereka sangat menyebalkan sekali.

“Hal ini juga terjadi karena atas menghilangnya hyung, semua jadwal mu ditunda dan menjadi berantakan. Setelah mereka tahu kau sudah kembali, mereka segera menyusun semua jadwal mu dan hal inilah yang terjadi, fighting hyung” ucap Seung Chan sambil mengepalkan tangannya keatas, aku tahu ia berusaha menyemangatiku, tetapi hal tersebut tak ada gunanya sama sekali.

Myungsoo P.O.V end

***

Di sebuah ruangan yang bernuansa biru laut tersebut nampak seorang gadis yang tengah termenung malas didepan jendela kamarnya. Tatapannya tertuju pada pemandangan yang begitu ramai dan bising di bawahnya, tersirat rasa penasaran yang begitu besar pada sosok tersebut manakala banyak objek yang semakin membuatnya tertarik.

“Ck! Ini tak ada bedanya dengan kurungan di Shanghyang. Bahkan ini jauh lebih mengerikan, di Shanghyang aku masih bisa pergi berkeliling kemanapun yang aku mau. Sedangkan disini, aku hanya bisa terdiam seperti orang bodoh karena aku tak bisa melakukan apapun. Tempat ini sangat asing dan menyebalkan!” cerocos gadis itu tepat didepan jendela kamarnya.

“Myungsoo segeralah pulang dan ajak aku jalan –jalan, rasa bosan ini sangat membunuhku!” keluh Jiyeon frustasi. Tubuh Jiyeon seketika menegang karena ia mendengar suara kunci password apartment Myungsoo berbunyi. Dengan segera saja Jiyeon berlari girang menuju depan pintu, ia ingin menyambut dengan manis kedatangan Myungsoo.

“Selamat datang Myung –ie~” ucap Jiyeon dengan manisnya. Tanpa memperhatikan sosok yang berada disampingnya karena ia langsung saja bergelayut manja di lengan sosok tersebut.

“K –kau si –siapa?” decak sosok tersebut dengan terbata. Mendengar suara yang sangat berbeda, bukan suara Myungsoo. Jiyeon segera saja menatap sosok yang berada disisinya.

“Ehh?! Kau bukan Myungsoo! Bagaimana kau tahu password apartement nya? Kau Siapa?! Dari mana kau berasal dan apa hubungan mu dengan Myung –ie?!” tanya Jiyeon bertubi –tubi pada sosok dihadapannya. Setelah ia tahu bahwa sosok yang ada disisinya bukanlah Myungsoo ia segera melepaskan tanganya dari bahu namja tersebut. Ia menujukkan tatapan was –wasnya pada namja tersebut.

“Haist! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu,” gumamnya singkat dan segera masuk kedalam apartement Myungsoo begitu saja. Jiyeon segera mengekori pria tersebut.

“Perkenalkan aku, Choi Minho. Aku sahabat Myungsoo sejak di bangku SMA. Aku juga bekerja di satu agensi yang sama dengannya. Lalu bagaimana denganmu?” tanya Minho balik, ia kini tengah berjalan menuju kulkas dan mengambil orange jus.

“A –aku Se –sepupu Myungsoo dari Jepang. Aku bisa disini karena orang tua ku mewasiatkan pada Myungsoo agar dia menjagaku, karena mereka sudah meninggal. Makanya aku bisa disini. Perkenalkan aku, Jiyeon, Park Jiyeon. Senang bertemu denganmu. Kamshahamnida telah menjaga Myung –ie selama ini, maaf kalau dia sudah merepotkan mu,” ucap Jiyeon dengan formalnya sambil membungkukkan badannya 90 derajat. Minho cengo mendengar ucapan Jiyeon yang sangat sopan sekali seperti orang yang hidup di zaman Choseon saja.

“Kau sangat formal sekali seperti orang yang hidup dizaman Choseon saja. Bersikaplah yang seperti biasa saja Jiyeon –ah” gumam Minho disertai senyuman manisnya.

“Ehh! Kau tahun zaman Choseon? Apa kau hidup juga di zaman itu?” tanya Jiyeon dengan polosnya. Seketika saja tawa meledak dari mulut Minho karena ia mendengar penuturan konyol dari gadis dihadapannya.

“Yak! Ternyata selera humor mu tinggi juga yah Jiyeon –ah” Minho masih saja tertawa terpingkal –pingkal. Sesekali ia memegang perutnya yang muali terasa keram karena terlalu keras tertawa.

“Apa yang lucu, namja ini aneh” monolog Jiyeon pelan.

***

Setelah selesai posesi syuting iklannya Myungsoo segera menuju ke lokasi syutingnya yang berada didaerah Gwangju. Kini waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. Sesekali Myungsoo memperhatikan ponsel nya takut –takut Jiyeon tiba –tiba menghubungi nya karena ia merasakan sakit, ini sudah terhitung 11 jam ia telah meninggalkan Jiyeon dirumah sendirian.

“Hae Kyung Hyung, apakah syuting ini akan memakan waktu yang lama?” tanya Myungsoo dengan sedikit gusar.

“Aku rasa tidak, paling cepat hanya 4jam saja, kenapa? Kau ada janji dengan Soojung?” tanya sang manager dengan asal. Myungsoo hanya menghela nafasnya malas.

“Hyung lupa, Soojung sedang pemotretan di Milan. Jadi mana mungkin aku memiliki janji dengannya.” Decak nya sekenanya.

“Siapa tahu. Lalu kenapa kau nampak seperti mengkhawatirkan sesuatu? Apa kau melupakan sesuatu?”

“Aniya, keunyang –“

***

Minho dan Jiyeon nampak sangat serius menonton drama yang diperankan oleh Myungsoo. Sesekali Jiyeon mengerutu kesal karena melihat tingkah yeoja lawan main Myungsoo bersikap romantic atau manja dengan Myungsoo. Minho untuk kesekian kalinya hanya dapat terkikik melihat tingkah konyol Jiyeon.

“Kenapa gadis itu selalu saja menempel dengan Myung –ie? Sangat menyebalkan sekali, Myungsoo itu hanya milik ku. Ck! Yeoja itu sepertinya ingin ku cin – uhk uhk!” ucapan Jiyeon terputus manakala ia mulai terbatuk –batuk. Minho yang melihat perubahan kondisi Jiyeon segera beranjak dari tempatnya dan mengambil segelas air putih.

“Kau baik –omona! Jiyeon –ah neo gwenchana?! Manhi appayo?” ucap Minho dengan cemasnya. Kini wajah Jiyeon mulai memucat dan darah segar kini keluar dari hidung dan mulutnya.

“Sebaiknya kita segera kerumah sakit!” sentak Minho yang akan menggotong tubuh Jiyeon. Namun, ia tersebut terhenti manakala tangan Jiyeon menyentuh bahu Minho dan ia mengembangkan senyuman manisnya.

“Tidak perlu, aku baik –baik saja. Aku hanya cukup beristirahat dan semua akan menjadi lebih baik,” gumam Jiyeon lemah. Minho akhirnya menuruti permintaan Jiyeon, ia segera menggotong tubuh Jiyeon kekamarnya dan membaringkan tubuh lemah gadis tersebut keatas ranjangnya.

“Minho –ya bisakah kau hubungi Myungsoo?”

***

“Aniya, keunyang –“ Myungsoo tiba –tiba saja merasakan sesak yang sangat teramat pada rongga dadanya. Wajahnya kini mulai memucat manakala rasa sesak tersebut semakin menghimpit dadanya.

“Myung –ah neo gwenchana?” tanya manager hyung dengan cemasnya.

“Aku merasa sesak hyung, seperti terhimpit. Aku tak dapat bernafas!” ucap Myungsoo dengan lemah.

“Lebih baik kita kedokter sekarang, aku akan meminta sutradara menunda syutingnya. Seung Chan, kita ke Seoul Hospital!” perintah manager hyung.

Dddrrtt…

Suara getaran ponselnya sedikit mengganggu Myungsoo. Segera saja ia mengangkat panggilan masuk dari Minho tersebut.

“Myung! Sepupu mu sepertinya sakit parah. Ia terus saja mimisan dan mengeluarkan batuk berdarah. Aku sudah memintanya untuk kedokter tapi dia tak ingin, bagaimana ini. Ia terlihat sangat parah sekali!” gumam Minhoo begitu menggebu –gebu disebrang sana.

“Berikan ponselnya pada Jiyeon!”

“Myung –ie kau dimana, nan neomu appayo! Sakit nya sangat menyiksa Myung –ie . Jebal pulanglah, aku tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini, uhk! Uhk!” lirih Jiyeon disebrang sana.

“Aku akan pulang sekarang!”

PIP

Myungsoo memutuskan sambungannya dengan sepihak. Ia segera meminta Seung Chan memutar arah dan pergi menuju apartement nya. Walau manager hyung melarangnya tetap Myungsoo bersikeras untuk pulang ke apartementnya.

To Be Continue…

PS: Aloha :D/ Kethy muncul egen…
eotteokhae? Gajekah atau makin abstrud? Mianhae#bow
makin penasaran ngakk sama kesalahan Jiyeon dimasa lalu dan apakah myungsoo bakal tetep ajah dingin sama Jiyeon kedepannya. Dan apakah Myungsoo akan balik sama Soojung dan ninggalin Jiyeon. Kalian tungguh ajah yanh di next Chap yang bakalan soon secepatnya. Jika respon yang dapatkan banyak, Kethy bakal secepatnya langsung soon next chapnya.
comentar kalian sangat berarti banget. Jadi mohon partisipasinya yahh Reader’s, Kamshahaeyo #Bow

66 responses to “[Ch.5] You’re My

  1. kesian jiyeon😦 untung aja minho dateng kalo engga mungkin myungsoo gabakalan tau kalo jiyeon lagi sakit. thanks minho/? :’)

  2. Ternyata bkn jiyi aja yx gx bisa bejauhan dng myungsoo dlm waktu yx lama.. ternyat myungsoo jg sama gx bisa berjauhan dgn jiyi… next next…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s