[ONESHOT] First Day

First Day MJ

Quinniechip’s Present

First Day

Starring by Kim Myungsoo & Park Jiyeon

A Romance Oneshot for Teenager with Parental Guidance

Publish with other cast click!

Memperhatikannya setiap hari, membuatku hafal dengan segala tingkah laku dan kebiasaan yang dia lakukan. Pergi dan duduk di pinggir danau setelah menyelesaikan kuliah paginya, memperhatikan pemandangan sekitar dan kemudian melukisnya dengan indah. Buku yang ia suka dan selalu dibaca setiap kali ia duduk di perpustakaan, semuanya aku tahu. Bahkan bagaimana caranya tersenyum, aku sampai hafal dengan bagaimana bentuk lekukan bibir mungilnya itu.

Jangan sangka aku adalah seorang penguntit. Aku hanya sebatas pengagum rahasianya. Sebenarnya tidak begitu juga, aku mengenalnya begitu juga dengannya, tapi hanya satu yang ia tak tahu, bahwa aku menyukainya.

Sebisa mungkin aku selalu mencari tahu segala hal tentangnya, menanyakan semuanya pada orang terdekatnya. Sebenarnya aku malu untuk melakukan hal itu, tapi apa boleh buat, hanya ini yang bisa aku lakukan.

Hari ini aku kembali mengikuti kemana dia pergi, dan aku sudah menebak bahwa perpustakaan adalah tempat yang ia tuju. Lagi-lagi aku sudah menebak bahwa buku di deretan itu yang akan diambilnya, novel roman picisan karangan penulis favoritnya.

Entah apa yang terjadi padaku, kali ini aku memberanikan diri untuk duduk di dekatnya, tepat di depannya. Sebenarnya masih banyak kursi kosong lain, tapi dia tampak begitu cantik hari ini, membuatku ingin memperhatikannya dari jarak dekat.

Memang tak salah jika aku menyukainya. Ia cantik, ia manis, dan rambutnya yang terurai panjang, benar-benar wanita idamanku. Memandangnya lama seperti ini sama sekali tidak membuatku bosan sedetikpun, mengagumi betapa indahnya makhluk ciptaan yang duduk di depanku saat ini.

Suara yang berdecak kecil memberi respon pada bacaannya terdengar lucu dan mengggemaskan. Kulitnya yang seputih susu, bibir yang kecil dan menarik, hidung mancungnya yang terpahat sempurna, juga mata itu, mata yang kini tertuju padaku. Tunggu, apa? Mata yang tertuju padaku, oh Tuhan aku tertangkap basah memperhatikannya!

Dengan cepat aku mengambil apapun yang ada di dekatku untuk menutupi wajah saat itu. Walaupun aku tahu kini ia masih memperhatikanku dengan heran, tapi setidaknya aku tak menatap matanya secara langsung. Ah benar-benar memalukan!

“Myungsoo-ya, apa yang sedang kau lakukan?” Tanyanya masih dengan wajah keheranan.

“A.. aku–” Balasku gugup, “–emm.. tentu saja membaca buku, kau bisa melihatnya sendiri.”

Ia mengerutkan dahinya kemudian, “Aku baru tahu jika kau bisa membaca secara terbalik.”

“Apa?” Aku masih berusaha mencerna pertanyaan retoris yang baru saja ia lontarkan.

“Atau kau memang terbiasa membaca dengan keadaan terbalik?” Tanyanya lagi tanpa memperhatikan wajah bingungku.

Membaca terbalik? Dengan cepat aku langsung mengalihkan pandanganku pada buku yang kupegang di depanku. Ternyata memang benar. Buku sialan ini tidak berhasil menyelamatkanku. Ini justru semakin menambah malu di hadapannya.

Sempurna sudah. Tertangkap basah memperhatikannya, membaca buku secara terbalik, dan wajahku yang kini sudah semerah kepiting rebus. Aku yakin aku benar-benar terlihat bodoh sekarang.

Ia tertawa kemudian. Tuhan! Ia benar-benar manis. Caranya tersenyum itu membuat orang lain yang melihatnya ikut bahagia. Hei, Kim Myungsoo sadarlah, ini bukan saatnya kau mengagumi gadis itu, dia kini menertawakanmu!

“Kau lucu,” Ucapnya masih diselingi dengan tawa, “Aku baru menyadari ternyata kau memiliki wajah sepolos ini.”

Aku tak tahu harus menanggapinya apa, bahkan aku tak tahu kalimat yang ia lontarkan itu bermaksud memuji atau justru menghinaku. Dan dengan bodohnya aku hanya ikut tertawa sambil menggaruk kepalaku yang sama sekali tak terasa gatal.

“Emm Jiyeon-ah,” Panggilku dan ia hanya menatapku.

“Besok kau sibuk, tidak?”

Ia masih terdiam sambil memperhatikanku, “Memangnya ada apa?”

“Ada yang ingin aku.. emm hanya ingin.. ah sudah besok saja.”

Lagi-lagi ia hanya tersenyum menanggapinya, “Baiklah, besok di pinggir danau.”

-O-

Rambut yang sudah ku sisir rapi, kemeja denim berlengan pendek, celana jeans panjang, dan sepatu kets yang baru aku cuci dua hari yang lalu, ditambah jam tangan hitam yang selalu kupakai kemanapun. Aku memperhatikan penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki, sempurna! Ah aku baru sadar ternyata aku memiliki wajah setampan ini, bahkan jika dibandingkan dengan Neymar Jr, Mario Goetze, ataupun James Rodriguez, aku tak beda jauh dari mereka.

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, dan ini waktu yang tepat untuk aku berangkat menemui Jiyeon hari ini. Angin yang masih berhembus lembut dan sinar mataharinya pun masih menyehatkan.

Kemarin aku telah bersusah payah mempersiapkan semuanya, mulai dari persiapan mental sampai apa saja yang akan aku katakan padanya. Hongbin sudah memberikan begitu banyak nasihat tadi malam. Bagaimana seorang lelaki harus bersikap di depan wanita bahkan dia juga yang memilihkan pakaian untuk aku pakai hari ini. Youngji juga mengatakan bahwa kebanyakan wanita menyukai lelaki yang percaya diri dan apa adanya.

Mendengar serentetan ceramah dari Hongbin dan Youngji, aku merasa seperti sedang membaca buku panduan tentang ‘Bagaimana Menjadi Pria Idaman Wanita’. Walau beberapa kali aku hampir jatuh tertidur, tapi aku tetap berusaha menangkap segala hal yang mereka sarankan, karena aku yakin semua hal itu sangat dibutuhkan.

Tak terasa aku sudah sampai di tempat tujuanku. Suasana di sekitar danau memang tak terlalu ramai, dan mungkin karena itu Jiyeon menyukainya sehingga ia bisa melukis dengan tenang tanpa banyak gangguan.

Terlihat dari jauh sosoknya yang sedang duduk sambil memangku buku sketsanya dan pensil di tangannya yang bergerak dengan lincah, sesekali matanya beralih kedepan memperhatikan kembali objek yang akan dilukisnya.

“Hai..”

Tangan Jiyeon berhenti bergerak dan kepelanya menengadah kearahku, “Oh kau Myungsoo-ya, duduklah..”

Aku mengambil tempat duduk tepat disampingnya, “Melukis lagi?”

Jiyeon hanya mengangguk sambil tersenyum, “Kau tahu pemandangan disini sangat indah, bahkan aku tak pernah bosan untuk selalu melukisnya lagi dan lagi..”

“Kau sendiri?” Bodoh! Pertanyaan macam apa itu Kim Myungsoo!

Ia menatapku dengan bingung, “Bukankah kau yang mengajakku untuk bertemu disini, dan kau tak menyuruhku untuk membawa seorang teman, bukan?”

Oh! Lagi-lagi aku dibuat malu oleh ucapanku sendiri. Aku hanya tertawa kecil. Aku gugup.

Jangan sampai keu terlihat gugup didepannya, jika kau tak malu kembali mempermalukan dirimu sendiri..

Ucapan Youngji kembali terngiang di kepalaku. Aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, mencoba kembali menenangkan diriku.

“Ada yang ingin kukatakan padamu..”

Ia menolehkan kepalanya kearahku, “Katakan saja.”

Well.. Aku rasa tak begitu penting tapi–”

Aku menghentikan ucapanku sejenak. Dadaku mulai berdebar lebih kencang, seketika perutku mulas. Tidak! Kau tidak boleh mundur Kim Myungsoo, kau sudah mempersiapkannya sejauh ini dan kau harus mengatakannya! Sekarang..

“–sepertinya aku menyukaimu..”

Hening. Aku menunduk terdiam. Ia hanya memandangku dengan matanya yang sedikit melebar dan dahinya yang sedikit berkerut. Tak ada yang bersuara, bahkan hembusan anginpun bisa aku dengar dengan jelas saat ini.

Jiyeon tertawa. Aku mengangkat kepalaku melihat kearahnya. Ia benar-benar tertawa, apa maksudnya? Ia tak percaya dengan yang aku katakan?

“Aku tak bercanda–” Ucapku meyakinkan dan ia justru tertawa lebih kencang.

–from today on, will you be mine?”

Tawanya masih belum reda sepenuhnya tapi sudah lebih baik dari sebelumnya. Ia hanya menatapku dengan tatapan yang ah.. entahlah aku juga tak mengerti.

“Bukankah aku ini tampan?” Tanyaku yakin.

Mungkin hal ini sudah melewati batas dari yang dimaksudkan oleh Youngji, tapi bukankah ia mengatakan bahwa wanita menyukai lelaki yang percaya diri dan apa adanya. Dan inilah artian percaya diri versi seorang Kim Myungsoo.

“Baiklah mungkin aku tak setampan itu, tapi aku terlihat manis ketika tersenyum, bukan?” Ucapku lagi sembari menunjukkan senyum lebar yang memamerkan sederet gigi depanku.

“Ya, kau memang lucu Kim Myungsoo..” Akhirnya ia menjawab setelah sekian lama hanya terus tertawa.

Aku hanya tersenyum lega mendengarnya membalas ucapanku, “Sekarang coba tutup matamu dan hitung sampai tiga,”

“Jika sudah, bukalah matamu dan katakan padaku apa yang kau lihat..”

Tak lama kemudian ia membuka matanya dan hanya raut wajah bingung yang ia tunjukkan, “Kau. Dan Kim Myungsoo tidak berubah menjadi ultraman.”

“Tidakkah kau melihat calon pendamping hidupmu?” Tanyaku cepat, “Tepat di depanmu.”

Ia kembali tertawa. Lagi-lagi ia tertawa, tapi ada yang berbeda kali ini. Sesuatu yang begitu membuatku terlonjak bahagian bahkan disaat ia menertawakanku. Tidak. Ia tidak tertawa. Ia tersenyum padaku. Ia tersipu malu. Pipinya berubah merah dan dia mengangguk.

“Ka.. kau menerimaku?”

Sekali lagi ia mengagguk dan kali ini dengan yakin. Aku tak bisa menahan kebahagiaanku lagi. Aku berdiri dan melompat lalu berteriak kesenangan. Tak kusangka Jiyeon bisa menerimaku begitu cepat dan aku tak menyangka jika semuanya bisa berjalan semudah dan selancar ini.

“Aku tahu,”

Dua apatah kata yang baru saja diucapkan Jiyeon menghentikan teriakanku dan dengan cepat aku menoleh kearahnya yang masih duduk manis di tempatnya.

“Aku tahu jika kau akan mengatakan hal ini.”

Aku membulatkan mataku seketika dengan mulut yang terbuka tanpa aku sadari, “Kau tahu?”

“Tahu dari-”

“Youngji tak sengaja mengatakannya padaku saat aku menelponnya semalam,” Ucapnya cepat memotong ucapanku.

Apa? Ia sudah tahu lebih dulu? Heo Youngji? Dasar gadis cerewet itu! Seharusnya aku tak membiarkannya ikut mendengar dan mencampuri semuanya semalam. Wah bocah satu itu memang sama sekali tak bisa mengontrol ucapannya. Tak beda jauh dengan Hongbin, memang benar-benar pasangan sempurna. Awas kalian berdua!

“Aku juga tahu bahwa kau selalu mengikutiku akhir-akhir ini. Perpustakaan dan tempat ini, bahkan kau juga mengikutiku  ketika aku pulang seorang diri malam itu.” Ucapnya sambil tersenyum, “Dan aku berterimakasih padamu, aku jadi merasa lebih aman karena kau selalu berada di sekitarku.”

Mengetahui kenyataan bahwa  segala macam cara yang aku lakukan untuk menjadi seorang penggemar rahasia itu gagal karena ia sudah mengetahuianya lebih dulu. Sebenarnya aku malu tapi semua itu telah tertutupi oleh rasa bahagiaku. Biarlah aku tampak memalukan di depannya. Tampak lebih bodoh pun aku tak peduli, yang penting sekarang ia sudah tahu tentang perasaanku dan ia menerimanya.

“Maaf karena aku melakukan hal itu padamu, aku hanya penasaran denganmu..”

“Tak apa,” Jawabnya, “Bukankah aku tak keberatan dengan semua itu?”

Aku hanya bisa tersenyum sekarang. Bahkan jika lompat dari atap bisa melebihi rasa bahagia seperti ini, akan aku lakukan tanpa keraguan sedikitpun.

“Mulai sekarang, jam, menit, dan detik ini juga, aku dan kau adalah sepasang kekasih, dan ini adalah hari pertama kita,”

“Aku harap ini bisa terus berjalan dan sampai selamanya..”

Kkeut!

Hallo! Ketemu lagi dan lagi-lagi oneshot~ Hmm pengen sih ngepost chapter, tapi belom ada feel, takut ntar malah ngaret jadi lama :’)

Sebenernya udah mau post ini dari kemaren, tapi karena ada kunjungan paksa seorang temen yang tiba-tiba kesetanan sama drama korea, jadi ditunda deh baru bisaa ngepost sekarang hehe~

Comment please yes! Sarannya juga boleh kok~

57 responses to “[ONESHOT] First Day

  1. kkk~ pasangan yang lucuu
    ternyata myungsoo oppa gak berbakat buat jadi stalker nya jiyeon eonni, hahah tapi akhirnyaa myungyeon bisa jadiiann jugaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s