[CHAPTER – PART1] Ramadhan Love

raamdhanloveposter

Title                     : Ramadhan Love

Genre                   : Comedy, Family Life & Friendship

Author                 : VieLKim

Main Cast            :

– Park Jiyeon [T-ARA]

– Kim Hanbin [IKON]

– Kim Tae Hee [Actriss]

– Yoo Ah In [Actor]

Other Cast           :

– Kim Myungsoo [INFINITE]

– Choi Minho [SHINEE]

– Bae Suzy [MISS A]

– Kim Taehyung [BTS]

– Jungkook [BTS]

– Bambam [GOT7]

– Joy [Red Velvet]

PART 1

***

          Jam menunjukan pukul 06:30. Malam ini adalah malam pertama bertepatan di bulan ramadhan, terlihat sebuah keluarga keturunan arab[?] yang terdiri dari 4 angota keluarga yang terlihat harmonis, seharmonis hubungan prilly dan aliando gondrong-gondrong surem/? wkk *oke abaikan yang ini -__- 4 anggota keluarga itu yakni Jiyeon, Hanbin, Taehee umma dan Ah In appa sedang melakukan aktifitas masing-masing dirumahnya, aktifitas apa saja yang dilakukan oleh mereka? Yuk mari kita intip. . .?!

Ah In : Selaku appa, kini ia sedang duduk manis diruang tv matanya tetap fokus kearah layar sambil sesekali menyeruput[?] kopi hangat buatan Taehee umma.

Tae hee : Wanita itu sedang menemani suaminya Ah In menonton tv dengan tampang bibir manyun setengah senti, pasalnya ia baru saja kalah berdebat dengan Ah In appa agar mengganti chanel favoritnya. Namun suaminya itu tak menghiraukannya dan tetap menonton film LARVA[?] kesukaannya.

Jiyeon : Dia sedang mandi sambil asik mendengarkan musik di radio butut/? kesayangannya itu, sampai-sampai ia tidak dengar kalau pintu kamar mandi dipukul, ditendang dan digedor-gedor[?] beberapa kali oleh Hanbin adiknya yang ternyata tidak tahan kebelet pipis .__. karena kebanyakan minum jus jeruk buatan Taehee umma.

Hanbin : Yang kini sedang merenungi nasibnya karena menahan pipis, tak semudah menahan rasa cintanya pada author *dikroyok readersxD

“Jangan joget depan pintu kamar mandi gitu ah. . . pamali hanbin” celoteh taehee umma baru datang hendak menaruh piring yang akan dicuci sambil menatap anaknya yang sedang menghentak-hentakkan kakinya yang menurutnya mirip dengan gerakan shuffle dance itu. Sedangkan hanbin yang dimaksud malah bengong dengan mulut menganga lebar menatap kepergian ummanya yang akan menuju dapur, ia tak percaya bagaimana mungkin gerakan menahan pipisnya dikira joget shuffle dance. Ahh parah sekali-

Kembali ke ruang tv, Ah In appa terlihat sedang memakan beberapa makanan yang tersaji dimeja sambil terus menatap layar tv.

“Jiyeon-ah maen yuk. . .”

tangannya hendak memasukan kue apem/? ke mulut lebarnya, namun tak jadi akibat teriakan beberapa orang yang terdengar dari pekarangan rumahnya. Ah In appa kemudian bangkit dari duduknya hendak menuju depan pintu rumahnya

“Assalamualaikum. . . om” ujar salah satu pria yang memakai baju koko putih senada dengan pecinya yang bernama Myungsoo sambil terus menebar senyum semanis mungkin pada calon mertua(?)nya.

“Wa’alaikumsalam” Jawab Ah In appa ketika melihat ternyata ketiga teman Jiyeon yang berkunjung dirumahnya.

“Jiyeon-nya ada om?” tanya seorang gadis bernama Suzy yang terlihat mengenakan baju terusan yang biasa disebut dengan gamis berwarna ungu muda dengan kerudung senada dengan pakaiannya.

“Jiyeon-nya sedang keramas/?” jawab Ah In appa menirukan logat iklan shampo yang pernah ditontonnya

“hehh?” ujar salah satu pria lagi yang bernama Minho bingung, sepertinya ia pernah dengar ucapan itu tapi entah dimana, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal dibalik peci cokelatnya *min lu pulang-pulang harus keramas ya biar tuh kepala gak gatel lagi wkk abaikanxd

“Ayo masuk dulu nanti biar om panggilkan Jiyeon nde” Ah In appa mempersilahkan ketiga teman Jiyeon duduk dikursi, ia sudah hafal betul dengan teman sepermainan/? Jiyeon sejak kecil ini, pasalnya mereka berempat Jiyeon-Suzy-Myungsoo-Minho memang satu kompleks sehingga mereka berempat begitu dekat sejak kecil sampai sekarang sudah besarpun mereka berempat tetap lengket, bagai lem nasi yang biasa Ah In gunakan untuk menempel perangkonya LoLxd

“ehh kalian sudah datang” ujar Jiyeon yang baru saja keluar dari kamarnya sambil membenarkan kerudung berwarna peach yang ia kenakan.

“Kalian mau shalat tarawih? hakkakkk. .” tanya Ah In appa yang terus mengunyah kripik dimulutnya

“Bukan om, kita mau ngamen[?]. . . .” ujar namja bermata belo yang tak lain adalah Minho “ya iyalah om shalat tarawih, apa om gak liat pakaian kita udah kayak anak alim gini” ujarnya lagi sambil memperlihatkan baju koko berwarna cokelatnya. Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Minho

“ya sudah abah, Jiyeon berangkat dulu nde. . .assalamualaikum” pamit Jiyeon sambil mencium punggung tangan appanya yang kemudian diikuti oleh ketiga teman Jiyeon, yakni Myungsoo-Minho dan Suzy.

***

‘KRASAKKK. . .KRASAKKKK. . .KRUSUKKK’ suara itu terdengar ganjil ditelinga ke-4 makhluk tak lain tak bukan yaitu Jiyeon-Suzy-Myungsoo-Minho saat perjalanan menuju masjid di kampungnya. Membuat Jiyeon refleks memegang lengan Myungsoo dengan erat karena takut. Ini tentu saja kesempatan bagi Myungsoo agar bisa berdekatan dengan Jiyeon, Ia tersenyum geli melihat wajah Jiyeon yang sedang ketakutan.

“Puasa woyy puasa!” oceh Minho melihat adegan sedikit mesra yang mungkin menurut readers gak mesra-mesra amat itu. Sontak membuat Jiyeon melepas pegangannya pada lengan Myungsoo

“Belum mulai puasa juga” Myungsoo mendengus kesal pada Minho yang menghalangi aksi modusnya itu

“ehh ngomong-ngomong itu suara apa ya?” Suzy mencoba menajamkan pendengarannya

“MENEKETEHE. . .yang pasti itu bukan suara kentut[?] gue” ujar Minho pula yang kemudian mengalihkan perhatiannya pada semak-semak yang sejak tadi bergoyang dangdut[?] ia mencoba mendekat yang diikuti oleh Myungsoo-Jiyeon dan juga Suzy mengekor dibelakangnya

‘krasakkkk. . .krasakkkk’ suara itu terdengar kembali dari balik semak-semak. Myungsoo-Minho-Jiyeon-Suzy semakin bergidik ngeri ketika mendengar suara tak jelas dari balik semak-semak dihadapannya. Suasana tiba-tiba menjadi angker, seangker keteknya Myungsoo *oke abaikan -__- mereka berempat tetap mendekat kearah sumber suara mengendap-endap bagai maling yang ingin mencuri sandal musholla/?

“yeheyyyyyy aku menang” suara itu terdengar jelas ketika Myungsoo berhasil menyibak semak-semak dihadapannya. Terpampanglah beberapa onggok[?] bocah nan imut yaitu Bambam, Jungkook dan juga Taehyung yang sedang asik bermain kelereng disamping pos ronda. Mereka ber4 (Myungsoo-Jiyeon-Minho-Suzy) sweatdrop ketika melihat pemandangan didepannya yang hampir mereka kira hantu itu, ternyata mereka mengenali bocah-bocah nakal dihadapannya apalagi Myungsoo, ia sangat mengenali salah satu diantara mereka.

“YAA!! Kim Taehyung sedang apa kau disini?!” ujar Myungsoo murka pada adik satu-satunya itu, bukannya berangkat ngaji cari ilmu ini malah asik-asikan main batinnya-

“Tentu saja main kelereng hyung, hyung gak liat nih” Taehyung tidak menghiraukan amukan Myungsoo, ia malah terus menghitung kelereng-kelereng yang ada ditangannya pasalnya ia berhasil memenangkan permainan itu.

“Hey. .Kim Taehyung, pulang sekarang juga!!” teriak Myungsoo lagi hendak melempar sandal pada wajah tampan adiknya, namun dengan segera Taehyung lari terbirit-birit menghindari lemparan kakaknya yang jika marah melebihi tante Tiffany tetangga rumahnya yang diketahui ibu dari Minho. Tak lupa bambam dan jungkook pun menyusul taehyung yang sudah lari menjauh.

“Sabar. . .myung sabar, orang sabar pantatnya lebar. nang ning, ning nang ,ning nung. .cilukk baaaa. . .”Minho mencoba menenangkan Myungsoo dengan salah satu cara yang ia pakai ketika menenangkan adiknya yang berumur 1 tahun jika sedang menangis.

“Lu kira gue bayi min?! Bukanya ngehibur lu malah bikin gue tambah gedek” ujar Myungsoo terlihat asap ngepul/? dikepala, lalu ia berjalan meninggalkan Minho yang masih mematung dengan tampannya. Jiyeon dan Suzy yang tak mengerti pun bergegas mengikuti Myungsoo.

“Aku rapopo. . .aku rapopo. . .aku rapopo” tiba-tiba saja logat jawa Minho keluar dengan indah dari mulutnya yang tak tahu belajar dari mana itu.

***

‘Klontanggg. . . .gedabrakkk. . .gedubrukkk. . .’ Tepat pukul 03.30 Taehee umma terlihat sedang sibuk memasak untuk sahur ditemani oleh kembaran author Jiyeon yang masih setengah terpejam

“Letakan ini dimeja makan” titah taehee umma menyerahkan sepiring rendang dan semangkuk sayur lodeh pada Jiyeon. Jiyeon menerimanya dengan berjalan malas menuju meja makan

“ohh iya, jangan lupa kau bangunkan adikmu” ujar taehee umma lagi kemudian melanjutkan kembali aktifitas membersihkan alat dapurnya

“nde” ujar Jiyeon singkat sambil meletakan makanan yang dibawanya dimeja makan

#Dikamar Hanbin#

“Hanbin-yya bangun ppali” Jiyeon mengguncang tubuh adiknya yang sedang tertidur pulas dengan posisi membulat seperti ulat yang akan naik ke pucuk/? Sedangkan hanbin yang sejak tadi dibangunkan hanya menggeliat pelan lalu tidur kembali dengan damainya. Jiyeon yang melihat adiknya tak kunjung bangun lalu bangkit dari ranjang hanbin dengan kesal keluar menuju pintu kamar, tak hanya itu– ia kemudian datang lagi kekamar hanbin dengan membawa satu ember kecil ‘Byurrrrr’ ia menumpahkan air pada wajah tampan adik satu-satunya

“Kebanjiran woyyy kebanjiran” teriak Jiyeon menggema di sisi samping ranjang hanbin, sontak membuat hanbin bangun dengan kondisi gelagapan alias megap-megap/?

“KEBANJIRAN. . . .?!” hanbin segera bangkit dari ranjangnya mencoba menyelamatkan diri sesegera mungkin “Huwaaa umma, appa, nuuna eodiyya?? banjirrrrr. . . .banjirrr. . .” teriak hanbin yang kemudian langsung menarik lengan appanya yang sedang fokus menonton tv ceramah -MAMAH dan A’A diruang tengah-

“a abbah a ayo keluar bah, kebanjiran. . .kebanjiran” teriak hanbin masih dengan kondisi megap-megap/?nya yang membuat appanya bingung, Ah In appa mencoba menempelkan telapak tangan pada jidat anak bungsunya “Normal” ujarnya yang mengira bahwa anak laki-lakinya itu mungkin sudah tak waras.

“bwwaahahahaha” tawa Jiyeon pecah ketika baru saja keluar dari kamar hanbin. Hanbin yang baru saja menyadari kalau dirinya tertipu langsung berteriak “NUNNNAAA. . . .awass kau” teriakannya menggema diseluruh ruangan sambil terus mengejar Jiyeon yang berlari. Sedangkan Ah In appa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya itu lalu melanjutkan kembali acara nonton tvnya yang sempat tertunda.

To be continued. . . .

 Bagaimana readers? ini ff pertama saya yang dipublish disini, berhubung kurang lebih satu minggu lagi ramadhan jadi saya buat cerita yang bertemakan ramadhan biar pun agak gaje kan/? hhaxd. . . . .tolong beri komentarnya ya agar saya bisa semangat buat part selanjutnya n_n

34 responses to “[CHAPTER – PART1] Ramadhan Love

  1. Wkwkwkwk…. Ya ampun bnr2 konyol dah mereka semua, sprti sekumpulan species2 langka yg unik, * hah, lo kate mereka apa??? Hewan… (Abaikan :D)
    Dipart ini lbh singkat dri pda part yg trakhir yah thor…. Tpi aku te2p suka…🙂

  2. Bwhahaha keren thor😄 Sumpah ngakak bangettt😄 Njirr Jiyi2 jahay amet sih ama adiknyee wkwkwkw

    Kookie, Taetae, sama Bambam lucuuuu bangettt mereka sumpah ngebatanginnya lucu lagi maen klereng hadeuhh sampe kakanya #LirikMyung marah2😄

    Duhh Jiyi cantik ya pake kerudung❤

    Next part thor, semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s