[CHAPTER – PART 1] My Teacher is My Girlfriend

my_teacher_is_my_girlfriend_poster_mclennx

© Art Fantasy by: mclennx

Title : My Teacher is My Girlfriend | Author : dindareginaa | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji | Other Cast : Find by yourself! | Length : Twoshots | Genre : Comedy – Romance – School-Life | Rating : Teen

Bel sekolah mulai berbunyi. Para siswa yang tadinya sibuk berkeliaran di luar kelas segera menyerbu kelas mereka. Sementara yang lain sibuk  masuk kelas, seorang anak lelaki kini sibuk berlari. Ia melirik arlojinya sekilas. Jam tujuh lewat lima belas menit. Ia terlambat!

“Tunggu!” teriak si anak lelaki begitu penjaga sekolah baru saja berniat mengunci gerbang sekolah Jaeil High School.

Namun terlambat. Lelaki yang hampir berumur setengah abad itu sudah terlebih dahulu mengunci pagar dengan rapat. Anak lelaki itu mendengus kesal. Sia-sia sudah usahanya. Namun, sedetik kemudian senyum manis mengembang diwajahnya. Bukan Kim Myungsoo namanya kalau tidak berhasil mengatasi masalah kecil seperti ini.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Myungsoo segera bergegas menuju ke belakang sekolah. Ya, biasanya jika sudah terlambat begini, Myungsoo akan menggunakan cara alternatif – yaitu memanjat pagar. Tidak butuh waktu lama bagi Myungsoo untuk memanjat pagar yang cukup tinggi itu. Namun, saat Myungsoo ingin melompat – masuk ke sekolah mereka – ia tersadar bahwa dibawahnya tengah menanti seorang gadis yang tidak memakai seragam sepertinya – oh mungkin dia adalah kakak dari salah seorang siswa bermasalah di sekolah ini maka dari itu ia datang sepagi ini.

BRUK!

Myungsoo meringis kesakitan begitu ia mendarat dengan tidak mulus. Begitu Myungsoo membuka matanya yang semula terpejam, ia tersentak. Ia kini sudah berada diatas tubuh mungil seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut panjangnya yang ikal. Bibir merah, mata yang bulat dan juga hidung yang mancung. Sempurna.

Ya! Sampai kapan kau mau menimpaku huh?”

Lamunan Myungsoo buyar seketika begitu mendengar gadis cantik itu mulai bersuara. Tak ingin bertambah malu, ia segera beranjak berdiri.

“Maaf.” Ia segera mengulurkan tangannya kearah gadis cantik tersebut.

Si gadis mendelik kesal kearah Myungsoo sebelum akhirnya menyambut uluran tangannya.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memanjat pagar? Bukankah kau tahu itu melanggar aturan?”

“Maafkan aku. Tapi kalau kau ingin berbicara lebih lama lagi denganku, kita bisa melakukannya nanti. Oke?” Myungsoo masih sempat mengerlingkan matanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan gadis tersebut.

Si gadis menatap Myungsoo dengan tatapan tak percaya. Berani sekali ia menggoda gadis yang lebih tua darinya!

Miss Bae!”

Gadis itu sontak menoleh. Ia tersenyum mendapati Guru Kim – yang dulu sempat mengajarnya – kini berjalan kearahnya.

“Ya, Guru Kim?”

“Sudah saatnya kau memulai kelas pertamamu.”

 ∞

Myungsoo tengah asik bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya – Jackson dan Sehun – ketika seorang anak gadis menghampiri dirinya dengan wajah yang memerah. Dibelakangnya, Myungsoo dapat melihat teman gadis tersebut yang sedari tadi sibuk mendorong tubuh si gadis agar berjalan menghampiri mereka. Myungsoo juga tak begitu mengenal wajah si gadis. Mungkin memang gadis itu bukan teman sekelasnya. Ia langsung menunjukkan smirk andalannya. Coklat gratis lagi huh?

“Ini. Untukmu.” Gadis itu menundukkan kepalanya sambil memberikan kotak berwarna pink yang dihiasi dengan cantik. Myungsoo tahu pasti harga coklat ini sangat mahal.

“Terima kasih,” ujar Myungsoo lembut seperti biasanya.

Si anak perempuan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia lalu tersenyum lebar dan membungkukkan badannya, lalu berlari kecil kembali keasalnya.

“Dari penggemarmu lagi?”

Myungsoo menoleh pada Jackson lalu mengangguk. “Memangnya siapa yang bisa menolak pesonaku huh?”

Jackson dan Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dasar playboy! Selanjutnya, kelas yang tadinya ricuh akhirnya mulai tenang karena kedatangan wali kelas mereka. Oh, namun kali ini wanita perawan tua itu tidak sendiri.

Oh! Myungsoo membulatkan matanya. Bukankah gadis itu adalah gadis yang tadi tak sengaja ditabraknya – atau mungkin ditimpanya? Sedang apa gadis itu disini? Apa jangan-jangan, gadis itu juga terpikat padanya dan mencarinya hingga kemari? Menakjubkan!

“Anak-anak, berhubung guru bahasa inggris kalian, Mrs. Lee sedang cuti karena kehamilannya, sekolah memutuskan untuk mencari penggantinya untuk sementara waktu hingga Mrs. Lee bisa beraktivitas kembali. Miss Bae, silahkan perkenalkan dirimu.”

APA? GURU?! Jadi sedari tadi ia menggoda gurunya sendiri? Tamatlah wirayatmu, Kim Myungsoo! Wajahmu yang tampan itu pasti sudah ditandai dalam buku hitamnya. Dengan lemas, Myungsoo langsung menangkupkan wajahnya keatas meja.

“Selamat pagi, semuanya. Namaku Bae Sooji. Kalian bisa memanggilku Miss Bae. Aku harap kita bisa bekerjasama untuk kedepannya.” Gadis bernama Sooji itu membungkukkan badannya.

Miss Bae adalah alumni dari Jaeil High School. Meski hanya terpaut 3 tahun dari usia kalian, aku harap kalian menghormatinya,” jelas Guru Kim.

Mendengar pernyataan Guru Kim, Myungsoo sontak tersadar lalu merapikan posisi duduknya. Ia tersenyum lebar. Usia mereka hanya terpaut 3 tahun? Sepertinya boleh juga. Lagi pula bukankah ada yang mengatakan bahwa dalam cinta, usia bukanlah masalah penting? Baekhyun EXO bahkan mengencani seniornya! Jadi kenapa ia tak boleh?

Shall we start now?” tanya Sooji saat Guru Kim sudah meninggalkan ruang kelas.

YES!

Noona…”

Sooji mengangkat kepalanya. Alisnya terangkat sebelah begitu melihat seorang anak lelaki yang harus diakuinya tampan sudah berada dihadapannya. Kelas sudah mulai sepi karena bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Tunggu dulu! Wajah lelaki ini tampak tak asing. Oh, bukankah lelaki ini adalah lelaki yang sama dengan yang menggodanya tadi pagi? Dan noona?!

Ya! Aku adalah gurumu! Tidak seharusnya kau memanggilku ‘noona‘. Siapa namamu?”

Myungsoo tersenyum. “Pertanyaan yang bagus. Namaku Kim Myungsoo. Kau bisa memanggilku Myungsoo atau mungkin… tampan.”

Sooji menatap Myungsoo tak percaya. Baru kali ini ia diperlakukan seperti ini oleh siswanya. Benar-benar! “Kau… bukankah kau anak yang tadi pagi memanjat pagar?”

“Oh, baguslah kalau kau mengingatku. Lagipula, siapa yang bisa melupakan kejadian tadi pagi. Bukankah begitu?” Myungsoo menaik-naikkan kedua alisnya.

“Kim Myungsoo! Kenapa kau masih dikelas? Bukankah kau mengatakan ingin pergi ke kantin tadi?”

Keduanya sontak menoleh ke arah sumber suara. Oh, ternyata Jackson. Lelaki berambut blonde itu sudah berada di ujung pintu kelas.

“Tunggu aku!” seru Myungsoo. “Noona, kalau begitu, bicaranya kita lanjutkan nanti saja,” ujar Myungsoo dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi.

Sooji masih menatap punggung Myungsoo yang mulai enjauh. Apa katanya tadi? Bicara? Siapa yang ingin berbicara dengannya? Oh, Tuhan! Berikan Sooji kekuatan untuk menghadapi anak bengal itu!

Myungsoo melangkah ringan masuk kekamarnya. Baru kali ini ia merasa senang seperti ini. Entahlah. Myungsoo juga tak tahu mengapa dirinya senang sekali mengganggu guru baru tersebut. Melihat wajahnya yang marah membuat Myungsoo ingin mencubit pipinya gemas.

“Tuan…”

Myungsoo yang baru saja berniat ingin mengganti baju langsung mengurungkan niatnya. “Masuk saja, Bibi Jung.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, wanita yang sudah Myungsoo anggap seperti ibunya sendiri itu membuka pintu kamarnya. “Tuan besar sudah memanggil guru baru lagi untuk mengajarmu. Dan dia harap kau tak akan membuat masalah lagi kali ini, Tuan muda.”

Myungsoo mendengus kesal. Guru baru lagi? Sudah berapa kali harus ia katakan bahwa ia tidak mau belajar? Dasar! Pokoknya, tidak peduli bagaimanapun caranya, Myungsoo pasti bisa membuat guru baru itu angkat kaki dari rumahnya, sama seperti yang sudah dilakukannya dengan guru-gurunya sebelumnya.

Sooji melangkahkan kakinya perlahan. Ditangannya sudah ada secarik kertas berisi alamat seseorang. Entah ada angin apa, tiba-tiba saja ibunya menyuruhnya mengajar privat. Katanya, anak ini adalah anak dari teman ayahnya. Mau tidak mau, Sooji harus menuruti permintaan ibunya. Oh ya, ibunya juga mengatakan bahwa anak ini berasal dari sekolah yang sama dengan sekolah tempat Sooji bekerja. Ia jadi penasaran bagaimana rupa anak tersebut. Semoga saja perilakunya tidak sama dengan anak lelaki bernama Kim Myungsoo itu. Huh! Mengingatnya saja membuat Sooji kesal.

“Nomor 33,” gumam Sooji. “Ini dia!” serunya saat berhasil menemukan alamat yang dituju. Tanpa menunggu lama lagi, Sooji segera menekan bel.

“Kamarnya ada dilantai dua. Kamar paling ujung.”

Sooji mengangguk mengerti mendengar penjelasan kepala pelayan dirumah besar ini. Ya, Sooji harus mengakui bahwa anak didikannya kali ini bukanlah berasal dari kalangan keluarga biasa.

“Kalau begitu, aku akan langsung kesana saja, Bi.”

Sooji membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum pergi menuju lantai atas.

“Semoga Tuhan memberkatimu, nak,” lirih wanita tersebut. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada wanita cantik itu nantinya.

“KMS?” gumam Sooji, membaca tulisan yang ada di pintu tersebut begitu ia sudah sampai ke kamar yang dikatakan kepala pelayan. Entah kenapa perasaannya jadi berubah tidak enak begini. Sooji menghembuskan nafasnya perlahan sebelum akhirnya membuka pintu.

Myungsoo tersenyum begitu melihat gagang pintu kamarnya mulai bergerak.

“Pertunjukan dimulai,” gumamnya.

Namun, begitu pintu terbuka, Myungsoo membelalak tak percaya mendapati siapa gadis yang akan menjadi guru privat-nya itu. Oh tidak! Sooji noona?!

Myungsoo kemudian melirik kearah ember berisi air yang berada diatas pintu. Ia memang berniat mengerjai guru barunya. Tapi, kalau ia tahu guru yang mengajarnya adalah Bae Sooji, ia pasti tak akan melakukan hal sebodoh ini.

Tak ingin Sooji terkena jebakannya, Myungsoo langsung beranjak berdiri dan menarik lengan Sooji agar masuk kedalam pelukannya.

Dan… byur!

Air yang sudah Myungsoo persiapkan akhirnya tumpah begitu saja. Sooji dapat merasakan jantungnya berdebar cepat. Gila! Ini benar-benar gila. Tak ingin lebih lama lagi berada dalam posisi yang mencanggungkan ini, Sooji segera mendorong tubuh Myungsoo, menjauh darinya. Namun, karena lantai yang basah, Myungsoo yang masih memegang lengan Sooji kehilangan keseimbangannya. dan kejadian tadi pagi kembali terulang. Hanya saja, sekarang, Soojilah yang berada diatas Kim Myungsoo!

Sooji menggigit bibir bawahnya ketika matanya bertemu dengan mata elang milik Myungsoo. Oh, Tuhan! Tanggal berapa sekarang? Kenapa kesialan bertubi-tubi menimpa dirinya?

“Apa yang terjadi?” tanya Bibi Jung, berlari menuju kamar Sngjae. “Kalian?” tanyanya tak percaya begitu melihat apa yang terjadi.

Keduanya – Myungsoo dan Sooji – segera beranjak berdiri. Myungsoo lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Apa yang harus dikatakannya sekarang? “Oh, Bibi Jung. Tolong siapkan handuk dan juga baju ganti. Kami akan segera belajar.”

Bibi Jung tampak tak percaya dengan apa yang didengarnya sekarang. Tuan mudanya ingin belajar? Daebak!

“Bibi Jung! Cepatlah!” Myungsoo membuyarkan lamunan Bibi Jung.

“Baik, Tuan muda.”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Sooji akhirnya begitu Bibi Jung pergi.

“Apa?” Myungsoo bertanya kembali, berpura-pura tak mengerti.

“Jangan berpura-pura bodoh, Kim Myungsoo! Air itu! Apa maksudnya?”

“Oh,” Myungsoo hanya tertawa hambar. “Hanya ritual yang biasa kulakukan untuk guru baruku. Tapi, percayalah. Kalau aku tahu kau adalah guru baruku, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu. Karena kurasa aku menyukaimu.”

Sooji terdiam. Apa ini? Apa anak didiknya baru saja menyatakan cinta padanya? Tapi, Sooji tak sempat membuka suara karena Bibi Jung sudah terlebih dahulu datag membawa handuk dan pakaian ganti untuk tubuhnya yang basah.

Sooji mulai membuka buku fisikanya. Oh, jangan terkejut Sooji meman ahli dalam segala jenis mata pelajaran. Tak heran ia menjadi lulusan terbaik di universitasnya.

“Kalau kau mengalikan ini dan ini, kita bisa mendapatkan hasilnya,” jelas Sooji. Ia lalu menoleh pada Myungsoo. Anak lelakiitu kini malah sibuk memandanginya, seolah Sooji adalah lukisan mahal karya Van Gogh. “Aku menyuruhmu melihat bukumu. Bukan melihatku!”

Myungsoo tersenyum simpul. “Kau sangat cantik.”

Sooji mendengus kesal. Ia jadi penasaran, sewaktu ibu Myungsoo mengandung, apa yang wanita itu makan hingga anaknya jadi tidak sopan begini?

 “Aku bilang perhatikan bukumu!”

“Yang aku katakan tadi serius. Aku benar-benar menyukaimu.”

Ini sudah kelima kalinya ia mendengus semenjak kepergian Sooji. Kata-kata gadis itu masih terngiang dibenaknya.

Aku tak berkencan dengan anak didikku. Dan meskipun kau bukan anak didikku, aku juga tidak akan mengencani lelaki yang lebih muda dari adikku. Dasar bocah!

Myungsoo yang semula berbaring langsung beranjak duduk. Ia berdecak kesal. Apa? Bocah katanya? Entahlah. Myungsoo juga tidak tahu kenapa ia begitu penasaran dengan guru barunya itu. Ini adalah pertama kalinya bagi Myungsoo. Dan ia tidak akan menyerah sebelum membuat gadis itu bertekuk lutut dihadapannya.

Myungsoo berjalan ringan menuju sekolahnya. Jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Tak biasanya lelaki itu datang sepagi ini ke sekolah. Dan tentu saja tujuannya datang sepagi ini adalah untuk bertemu dengan pujaan hatinya, Bae Sooji. Siapa lagi memangnya?

Myungsoo tersenyum begitu melihat Sooji baru saja keluar dari mobil sedan berwarna hitam. Namun, senyumnya memudar seketika begitu melihat seorang lelaki juga keluar dari mobil yang sama. Myungsoo dapat melihat Sooji tersenyum lebar mendengar ocehan si lelaki – yang Myungsoo tahu lelaki itu bukanlah lelaki biasa – tidak sama seperti saat Sooji bersamanya. Myungsoo mengakui bahwa lelaki itu tampan, berwibawa dan sepertinya juga mapan. Beda sekali dengan dirinya yang masih bocah. Seperti kata Sooji kemarin.

Tak ingin berlama-lama melihat pemandangan menyebalkan itu, Myungsoo segera pergi.

“Terimakasih atas tumpangannya, Minho Oppa.”

Lelaki itu – Choi Minho – hanya tersenyum simpul. Minho adalah senior Sooji sewaktu di sekolah dulu. Dia memang menyimpan rasa untuk Sooji. “Kalau kau mau, aku juga bisa mengantar-jemputmu setiap hari.”

Sooji sontak menggeleng. “Tidak. Aku tidak mau merepotkanmu. Kalau begitu, aku masuk dulu,” Sooji membungkukkan badannya.

Saat Sooji akan masuk gerbang, ia bisa melihat Myungsoo berjalan melewatinya. Sooji ingin tersenyum menyapanya – walau bagaimanapun juga, Myungsoo adalah anak didiknya – namun lelaki tampan itu malah membuang muka. Ada apa dengannya sebenarnya?

“Buka bukumu halaman 107. Kerjakan soal nomor 3. Aku akan memeriksanya sepuluh menit lagi.”

“Siapa lelaki yang tadi mengantarmu?” tanya Myungsoo. Ia tak begitu mempedulikan perintah Sooji padanya.

Sooji terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab. “Bukan siapa-siapa.” Sooji sendiri tak mengerti kenapa ia seolah memberi peluang pada Myungsoo. Bisa saja bukan ia mengatakan bahwa lelaki itu adalah kekasih, tunangan atau bahkan suaminya.

Myungsoo menghembuskan nafasnya lega. “Baguslah,” ujarnya. Jujur saja ia senang mengetahui bahwa lelaki yang dilihatnya tadi itu bukanlah kekasih Sooji.

Selanjutnya Myungsoo hanya mencorat-coret bukunya. Tak tahu apa yang harus ia isi di buku itu. “Noona…”

“Panggil aku seonsangnim,” potong Sooji.

“Kau mau tidak berkencan denganku?” tanya Myungsoo. Kali ini dengan nada yang lebih rendah dari sebelumnya. Kepalanya ditundukkannya, tak berani menatap mata Sooji. Ini kali pertama ia malu mengajak seorang gadis berkencan.

“Kim Myungsoo, bukankah aku sudah dengan sangat jelas mengatakannya padamu, bahwa aku tidak akan berkencan dengan lelaki yang lebih muda dariku?”

“Apa tidak ada pengecualian?”

“Pengecualian?” Sooji tertegun. Apa yang harus ia lakukan agar lelaki ini menyerah padanya? Sooji kemudian tersenyum setelah otaknya berhasil menemukan jalan keluar. “Baiklah. Asal kau bisa mendapat nilai 100 pada ujian nanti. Bagaimana?”

Bukan Myungsoo namanya kalau ia menyerah. Dengan semangat ia langsung mengangguk. “Call!

TO BE CONTINUED

Oke ini emang rada mirip sama Last Romeo. Tapi sebenarnya intinya nggak sama kayak Last Romeo. Dan awalnya aku mau buat oneshot tapi ternyata kepanjangan. Jadi mungkin ini twoshoot. Dan bagi pembaca setia My Princess, mungkin akan segera aku lanjutin dalam waktu dekat ini berhubung kak ica yang baik hati dan tidak sombong selaku admin HSF memberlakukan kembali adanya ff yang di protect. Makasih kak ica! :* Oke, itu aja. Jangan lupa kasih komentar sebagai penyemangat buat aku ya❤

89 responses to “[CHAPTER – PART 1] My Teacher is My Girlfriend

  1. suka bgt ceritanya myung lbh muda dr suzy dsni….myung ngejar2 suzy terus….ini terinspirasi sm movie korea y min….kira2 myung bs dapet nilai 100 g ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s