[Ch.3] You’re My

You're MyYou’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Plot is mine, Don’t plagiat
Mulai saat ini kita telah terhubung oleh takdir, jadi aku minta jangan pernah tinggalkan aku

Author P.O.V
Jiyeon pergi menjauh dari mansionnya dengan harapan ia tak perlu mendengar pembicaraan antara Myungsoo dan yeoja tersebut. Ini kali pertamanya Jiyeon membenci kelebihan yang ia miliki, ia benci saat dapat mendengar pembicaraan namja tersebut walau jarak mereka sudah cukup jauh. Sesekali ia merasakan sesak karena sebagain dari dirinya tak bisa menerima bahwa Myungsoo masih sangat menyukai yeoja tersebut.

Ditempat Myungso, namja tersebut masih menatap shock yeoja dihadapannya, yeoja yang begitu ia cinta, sayang dan kasihi. Perlahan Myungsoo berjalan mendekati yeoja tersebut dalam sekejap namja tersebut telah memeluk posesif yeoja tersebut. Yeoja bersurai blonde tersebut hanya bergeming dan tersenyum penuh arti, yah! Jiyeon memunculkan sosok Soojung yang sedang berada dibenak namja bersurai hitam itu, sosok Soojung yang diinginkan oleh Myungsoo.

“Soojung –ah,bogoshippo” parau namja tersebut yang masih mendekap tubuh mungil yeoja tersebut. “Bisakah kita bersama kembali, aku masih sangat mencintaimu. Bisakah kita memulainya kembali dari awal? Jebal kembalilah padaku” parau Myungsoo tepat ditelinga yeoja tersebut, perlahan linangan air mata telah membasahi pipi namja tersebut. Myungsoo akan selalu menjadi lemah saat sudah berurusan dengan yeoja bernama Jung Soojung ini.

“Oppa uljimayo, nde?” perlahan –lahan Soojung menepuk pelan punggung Myungsoo untuk menenangkan namja tersebut.
Jiyeon dapat mendengar pembicaraan tersebut, bahkan yeoja bersurai coklat ini dapat mendengarnya dengan jelas. Jiyeon jatuh terduduk sambil menanggupkan wajahnya diantara kedua lutut nya, ia berusaha keras menahan rasa sakit yang selama ini belum pernah ia rasakan.

“Apakah ini cobaan ku untuk mendapatkan hati sang takdir ku? Tapi aku apakah bisa, dia bahkan masih sangat mencintai yeoja itu. Bagaimana jika aku tak bisa, apakah aku akan berakhir dengan kematiian?” parau Jiyeon yang menatap sendu hamparan bintang diatasnya.

*

Myungsoo berjalan mengelilingi mansion dengan tangannya yang terus saja menggenggam posesif jemari Soojung, seolah ia tak ingin melepaskan yeoja tersebut. Keduanya menikmati sejuknya udara malam ditempat ini, Soojung menyandarkan kepalanya dibahu Myungsoo, namja tersebut tersenyum penuh arti saat melihat tingkah manja yeoja –nya.

“Soojung –ah, kenapa kau selama ini tega mencampahkan ku. alasan yang kau berikan waktu itu hanya kebohongan bukan?” lirih Myungsoo dengan tatapan sendunya. Soojung hanya dapat bergeming, tatapannya begitu kosong.

“Kau tak benar –benar mencintai Kai,’kan? Hal yang dia ucapkan waktu itu hanya kebohongan sematakan Soojung –ah” kali ini Myungsoo menatap kearah wajah Soojung, namun yeoja tersebut untuk kesekian kalinya hanya dapat bergeming.

“Jung Soojung! Tolong jawab pertanyaan ku, semua ini hanyalah kebohongan belaka,’kan?! Tolong katakan padaku ini semua hanya candaan mu dengan Kai, bukan? Waktu itu kau sedang mengerjaiku bukan, iyakan Jung Soojung!!” seketika saja Myungsoo meninggikan nada suaranya. Air mata telah mengemang dipelupuk matanya. Yeoja berambut blonde tersebut kini telah mengalihkan pandangannya kearahnya, tatapan yang begitu kosong kini didapat oleh Myungsoo.

“Oppa, ini waktunya aku untuk pergi . Setelah ini, lupakanlah aku” perlahan cahaya terang memenuhi taman belakang mansion tersebut. Sosok bayangan Soojung telah pergi meninggalkan Myungsoo tanpa namja tersebut dapat berucap sepatah kata manis sedikitpun diakhir kebersamaan mereka. “Soojung –ah,” parau namja tersebut yang kini telah jatuh tertunduk.

Srak ! Srak…
Suara gesekan semak –semak belukar tersebut sontak saja membuat Myungsoo menatap horror kearah pusat suara tersebut. Seketika menyembullah kepala Jiyeon, yeoja bermata kucing tersebut menatap kosong kearah namja dihadapannya.

Bruk!
Belum sempat Jiyeon berjalan mendekati namja tersebut, yeoja bermata kucing itu sudah jatuh tersungkur karena ia terlalu lama berjauhan dari jantungnya, segera saja Myungso mendekati yeoja tersebut dan mendekap tubuh Jiyeon. Namun, Jiyeon tak menunjukkan reaksi sedikitpun hal tersebut seketika saja membuat Myungsoo panic.

“Ya! Yeoja aneh ireona, palli ireona!” gumam Myungsoo yang menggoyang –goyangkan pelan bahu yeoja tersebut. Karena tak mendapat respon dari yeoja tersebut, Myungsoo segera membawa Jiyeon kekamarnya.

Didalam kamar Jiyeon, namja tersebut merebahkan tubuh putih pucat Jiyeon. Myungsoo tidur disisi yeoja bermata kucing tersebut dan membiarkan Jiyeon tidur dalam dekapannya, ia berharap dengan seperti ini yeoja aneh ini bisa terbangun.

*

Semalaman Myungsoo tetap terjaga menunggu sosok Jiyeon yang terbangun dari pingsannya, walau Myungsoo terus mendekap yeoja tersebut akan tetapi tak ada sedikit pun respon tanda –tanda sadarnya. Myungsoo mulai khawatir, ia takut bahwa yeoja ini mati dan dia akan terkurung selamanya ditempat ini. Ia tak mau hal itu terjadi. Pikir namja tersebut berkecamuk.

“Jika aku mati pun saat ini, segel tempat ini akan terbuka dan kau bisa kembali ketempatmu. Kau sangat ingin kembali, ya?” Jiyeon seketika membuka matanya dan menatap dingin kearah Myungsoo, melihat yeoja aneh tersebut sudah sadar Myungsoo segera bangkit dari sisi Jiyeon, perlahan menjaga jarak pada yeoja dihadapannya.

“Sejak kapan?” ucap Myungsoo dengan tatapan yang tak kalah dinginnya.”Sebenarnya sejak kau membawaku kedalam dekapanmu aku sudah tersadar, karena melihat mu sangat khawatir sekali jadi aku melanjutkan aktingku. Huft! Tapi aku baru sadar bahwa kau mengkhawatirkan ku karena kau takut terkurung disini selamanya” decak Jiyeon sambil mempoutkan bibirnya kesal.

“Cih! Tak tahu malu, mencari kesempatan. Tak akan ada laki –laki yang ingin bersama dengan yeoja tak tahu malu seperti mu” ledek Myungsoo yang menatap remeh Jiyeon.

“Aku tak perlu mencarinya karena aku sudah mendapatkannya,” sahut Jiyeon yang kini tersenyum penuh kemenangan. “Nugu? Jika sudah punya, kenapa kau masih saja menahanku dan ingin ikut dengan ku?” gerutu Myungsoo yang memprotes ucapan yeoja aneh dihadapannya ini.

“Kau! Karena sekarang kau telah memiliki jantungku jadi kau adalah takdirku dan kau akan menjadi milikku selamanya, kau tahukan aku tak bisa berjauhan lama –lama dengan jantungku maka dari itu kita tak akan pernah bisa terpisahkan sampai kapan pun” jelas Jiyeon yang membuat Myungsoo seketika menelan air ludahnya dengan susah payah, seketika saja ia merada bulu roma nya naik saat mendengar ucapan yeoja dihadapanya.

“Selamanya?” ulang Myungsoo dengan tatapan horrornya dan disabut dengan anggukkan singkat oleh Jiyeon. “Ok! Kita lupakan itu sejenak, apakah kau sudah memikirkan tawaranku itu, apa kau sudah mengambil keputusan?” tanya Jiyeon berusaha mengalihkan pembicaraan, Myungsoo seketika saja tersentak atas pertanyaan yang dilontarkan oleh yeoja bermata kucing tersebut. Myungsoo tampak berpikir sejenak dan tak berapa lama namja bersurai hitam tersebut membuka suaranya.

“Aku ingin kembali, tolong bawa aku pulang”Myungsoo seketika berbicara dengan bahasa formal pada Jiyeon sambil membungkukkan badannya. Melihat tingkah Myungsoo, yeoja bermata kucing tersebut hanya tersenyum tipis.

“Ternyata kau ingin kembali karena yeoja itu, baiklah kita ke Seoul! Tapi 1 hal yang harus kau ingat Myungsoo –shi, jangan pernah sekali –sekali kau berusaha untuk meninggalkanku atau menjauhiku karena jika sampai hal itu terjadi maka akan terjadi sesuatu yang fatal bagi kita berdua.”gumam Jiyeon yang memberikan peringatan pada namja bersuarai hitam dihadapannya. “Hal fatal apa?” tanya Myungsoo yang dipenuhi rasa penasaran bercampur ketakutan.

“Aku tak bisa mengatakannya. Segeralah siapkan dirimu, jika kau sudah siap temui aku di taman belakang mansion” Jiyeon segera berjalan meninggalkan Myungsoo yang masih diliputi oleh rasa penasarannya. Namun, langkah gadis bermata kucing tersebut terhenti sejenak, gadis tersebut menatap kosong kearah namja dihadapannya.

“Aku lupa mengatakannya padamu, sosok Soojung yang ku munculkan pada malam itu hanyalah ilusi dan dia adalah sosok yang muncul dari imajinasi yang kau pikirkan selama ini, jadi untuk semua pertanyaan yang kau ajukan padanya hal tersebut tak mungkin dapat dijawab olehnya. Jika kau ingin mengetahui jawaban yang sesungguhnya, kau sudah tahu bukan maksudku” gadis bersurai coklat tersebut perlahan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Myungsoo yang masih bergeming ditempatnya hanya dapat menghembuskan nafas beratnya.

“Haruskah aku menanyakan nya langsung?”

*

Myungsoo menatap sosok yeoja bersurai coklat tersebut dari belakang, nampak yeoja tersebut tengah memandang hampa keatas pelantaran langit yang luas diatasnya. Perlahan Myungsoo berjalan mendekat kearah yeoja tersebut, Jiyeon seketika saja menyadari kehadiharan Myungsoo dan mengembangkan senyuman terbaiknya.

“Kau lama sekali, aku kira kau membatalkan niat mu untuk kembali ke Seoul, cih!” desis yeoja bermata kucing tersebut sambil meledek.

“Mana mungkin, dunia gemerlapku tengah menanti kedatanganku, pasti para fans ku sedang menunggu disana,” gumam Myungsoo membanggakan dirinya. Jiyeon hanya dapat bertepuk tangah heboh saat Myungsoo menyucapkan segala hal yang ia banggakan.

“Mwoah! Apakah kau orang penting disana? Apakah kau juga sehebat dewa langit?! Neo jjangyo!” decak Jiyeon dengan tampang innocent nya.

“Tentu saja! Aku bahkan jauh lebih hebat dari dewa langit. Cha! Sekarang aku sudah siap untuk kembali ke Seoul” ujar Myungsoo dengan penuh semangat nya, melihat tingkah imut Myungsoo yeoja bermata kucing itu hanya dapat tersenyum kecil.

“Lakukan apa yang kuperintahkan! Pejamkan matamu dan pikirkan 1 tempat dimana kita akan tiba. Kau harus berkonsentrasi!” perintah Jiyeon, namja bersurai hitam tersebut segera menurut apa yang diucapkan oleh Jiyeon.

Tak berapa lama Myungsoo dapat mendengar mantra ajaib terucap dari mulut Jiyeon. “Porte confinement ouvert, malédiction aboli” ucap Jiyeon dan seketika potal antara dunia Shanghyang dan dunia manusia terbuka, cahaya yang begitu menyilaukan itu membuat yeoja bersurai coklat tersebut memicingkan matanya, perlahan ditariknya nafas dan dihembuskan kasar nafas itu. Jiyeon segera menarik Myungsoo memasuki potal yang telah ia buka tersebut.

“Dewa langit keputusan yang aku ambil ini tak salah bukan?” batin Jiyeon.

To Be Continue…

PS: Alohaaaa😀 /
Gimana dengan chap ke -3 ini? Makin anehkah? Ato makin gak jelas? Mianhae #bow
Kety kasih bocoran dikit deh dengan next Chap…
Next Chap Jiyeon akan mengalami babak baru dalam hidupnya dan makin banyak keseruan yang ada. Jiyeon akan semakin banyak mendapat saingan dan terutama Jiyeon akan bertemu secara langsung dengan saingan terberatnya –udah pasti taukan siapa itu.
Yuk mari ikuti terus kelanjutan dari ff ini.
RCL juseyo #bow
Gomawo nde Readerdeul #Annyeong~ Pyong~

62 responses to “[Ch.3] You’re My

  1. yeah bagus deh kalo mereka berjauhan dampaknya ga cuma ada di jiyeon doang tapi myungsoo juga haha yeeeee aku seneng =)) wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s