[ONESHOT] She Looks So Perfect

mj-slsp

Quinniechip’s Present

She Looks So Perfect

Starring by Park Jiyeon & Kim Myungsoo

A Romance Oneshot for Teenager with Parental Guidance

-oOo-

Kilatan cahaya. Lalu lalang sang pencari berita. Hiruk pikuknya tak dapat dihindari lagi. Kini aku berasa di tengah ratusan manusia dengan kepentingan yang mungkin tak jauh beda satu sama lain. Mencari sesuap nasi dengan membidik gambar secantik mungkin. Mencari angle yang tepat untuk mendapatkan gambar yang sempurna. Mungkin semua orang sudah tahu dengan jelas apa profesiku. Hanya orang gila setengah buta yang mengatakan bahwa aku adalah seorang tukang pemotong daging.

Korean Fashion Week 2015. Berada dalam acara besar seperti ini sudah tentu menjadi salah satu bagian dari pekerjaanku. Bukan bermaksud sombong, tapi memang kenyataan bahwa aku bukanlah seorang fotografer abal-abal. Walaupun tidak se-profesional Jinyoung hyung yang kini sudah menyelip masuk ke kantor pusat di Paris.

Untuk mendapatkan job di tempat ini bukan satu perkara mudah. Para lelaki satu profesi denganku yang lain tidak akan tinggal diam untuk membiarkan pekerjaan ini jatuh ke tangan kawannya. Bukan tentang bayaran yang lebih tinggi atau mendapatkan promosi kenaikan jabatan. Tapi siapa yang akan mereka bidik. Tentu saja ini menjadi satu hal yang patut diperebutkan. Siapa yang ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan gadis-gadis cantik bertubuh semampai dengan kulit putih mulus selembut salju, ah okay yang satu ini mungkin berlebihan.

Apalagi menurut kabarnya, Cara Delevingne akan hadir disana. Oh, sudah pasti Jungkook menjadi orang yang pertama menawarkan dirinya untuk mengerjakannya, bahkan tanpa dibayar sekalipun. Semua tahu betapa Jungkook menggemari seorang Cara Delevingne. Jungkook memiliki seluruh photoshoot Cara Delevingne, dan aku rasa memori komputernya hanya dipenuhi dengan foto ‘wanitanya’ itu.

Tapi keinginan Jungkook tampaknya harus luntur begitu saja. Gelengan kepala Hani noona menjawab semuanya. Ia memperingatkan deretan pekerjaan yang harus Jungkook selesaikan dalam deadline tiga hari dan bahkan sampai saat itu belum setengahnya terselesaikan. Dan aku juga yakin, jika job Korean Fashion Week ini diberikan pada Jungkook, pekerjaannya yang lain tak akan selesai tepat waktu, atau lebih parahnya mungkin semua akan terabaikan begitu saja. Dan Jungkook hanya bisa merengek saat kesempatannya bertemu sang idola kembali hilang.

Melihat peluang yang cukup besar, tentu saja aku memanfaatkannya. Mengingat bahwa aku tak memiliki tanggungan selain memilah foto yang baru saja kuambil kemarin. Bukan pekerjaan yang berat kurasa. Sungguh, ini bukan tentang Cara Delevingne yang akan datang. Aku bukan penggemar beratnya seperti Jungkook walaupun aku cukup menyukai gayanya. Tapi ini tentang Park Jiyeon.

Sudah lebih dari satu minggu ini aku tak bertemu dengannya. Bahkan saling menelpon pun tidak. Hanya bertukar pesan ringan, seperti menanyakan kabar atau apapun yang sama sekali tidak romantis, menurutku. Aku merindukannya. Menatap wajah manisnya, tatapan matanya yang ceria, suaranya yang lembut menenangkan, juga tawanya yang menyenangkan. Sungguh, aku benar-benar merindukannya. Ah, kalian belum ku beritahu, ya, jika Park Jiyeon adalah kekasihku.

Mungkin belum banyak yang mengetahui tentang hubunganku dengan Jiyeon. Hanya teman satu kantorku dan teman sesama modelnya, juga orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan kami. Ehm apa itu bisa kukatakan sedikit?

Bermula dari kejadian yang sebenarnya tak ingin aku ingat. Saat itu tepat satu bulan aku masuk ke dalam redaksi majalah sebagai fotografer baru bersama Jungkook, dan hari itu pertama kalinya aku mendapatkan proyek pribadiku. Tentu saja aku senang sekaligus gugup pada waktu yang sama. Untuk meredakan sedikit rasa gugupnya, aku memilih untuk membeli kopi.

Bodohnya, aku tak memperhatikan waktu, dan saat aku menerima gelas kopiku, pemotretan akan dimulai lima menit lagi. Tentu saja aku langsung berlari menuju studio secepat mungkin. Membiarkan beberapa tetes kopinya tumpah mengenai telapak tanganku. Sebagai anak baru, aku tak ingin merusak proyek pertamaku yang sangat berharga. Karena terburu-buru, semuanya tampak kosong disekitarku dan alhasil aku menubruk seseorang dan menjatuhkan kopi di tanganku, menumpahkan isinya pada pakaian seorang gadis di depanku.

Dengan tiga kali ucapan maaf berulang, aku pergi dan semakin mempercepat langkahku. Sesampainya di studio aku tak meliihat tanda-tanda bahwa photoshoot akan segera dimulai. Setelah kutanya pada Jungkook tentang apa yang terjadi, barulah aku tahu bahwa sang model sedang bermasalah. Bukan tidak bisa hadir. Tapi karena baju yang akan dipakai kabarnya kotor terkena tumpahan kopi, sehingga harus mencari gantinya. Tunggu, tumpahan kopi? Tiba-tiba aku teringat sesuatu, bukankah dua menit yang lalu aku menabrak gadis dan menumpahkan kopiku padanya? Oh, feeling-ku memburuk, aku merasa bahwa gadis yang aku tabrak tadi adalah model untuk hari ini.

Setelah mundur satu jam dari rencana awal, akhirnya pemotretan pun terlaksana. Dan aku hanya bisa menahan malu dengan memasang wajah sok serius saat mengambil gambar. Aku berusaha menutupi malu dengan pura-pura batuk atau bertanya pada Jungkook apakah semuanya baik-baik saja, padahal itu sama sekali tidak perlu. Dan yang membuatku malu berkali-kalilipat lebih adalah saat ia tersenyum geli sewaktu mataku dan matanya saling bertemu dan memandang satu sama lain. Setelah beberapa kali pembidikan foto, akhirnya aku mengetahui bahwa gadis itu bernama Park Jiyeon.

Kembali pada acara Korean Fashion Week kali ini. Aku tak yakin bahwa Jiyeon akan melihatku disini. Walaupun aku sudah memberitahunya bahwa aku memiliki proyek disana. Tapi dengan ratusan orang yang duduk berjejer sebagai penonton, dan puluhan fotografer lain yang berkumpul mungkin telah menutupiku dari pandangannya. Apalagi pakaianku serba hitam begini. Tidak lebih dari dua puluh persen kemungkinan ia bisa melihatku disini.

Aku bisa melihat siluet Jiyeon dari tempatku. Walaupun hanya setitik kecil, aku hafal bagaimana perawakan Jiyeon dengan rambut yang dipotong sebatas bahu, kaki yang menjulur panjang dan tinggi yang semampai dibantu dengan sepatu hak tingginya. Dadaku berdebar tak karuan, oh inikah rasanya melepas rindu yang tak tertahan. Aku menarik nafasku panjang, berusaha mengatur detak jantungku. Aku tak boleh kacau, pikiranku harus tetap tenang, kembali fokus pada tugasku.

Kakinya melangkah maju dengan indah. Berjalan penuh percaya diri di sepanjang panggung. Entah mantra apa yang ia miliki. Melihatnya dengan tatapan tajam seperti itu, seketika membuat pikiranku buyar. Rasanya ingin sekali berteriak, berharap bahwa ia akan menyadari kehadiranku.

She looks so perfect! Dengan gaun peach selutut tanpa lengan, dipadukan dengan topi dan high heels. Benar-benar pencerminan summer time yang sempurna. Rambut pendeknya berkibar kecil karena angin yang berhembus. Oh, ia sungguh manis. Jiyeon tersenyum kemudian. Aku benar-benar jatuh cinta padanya.

Ia mengakhiri penampilannya dengan satu kali putaran sebelum benar-benar menghilang di belakang panggung. Respon yang baik dengan tepuk tangan yang meriah dihadiahkan untuk Jiyeon. Penampilannya benar-benar baik. Jiyeon tampil sempurna kali ini. Bahkan aku sempat mendengar fotografer lain disampingku tak berhenti berdecak mengagumi Jiyeon.

Melihat Jiyeon dikagumi oleh banyak lelaki sedikit banyak pasti membuat hatiku panas. Rasanya ingin menarik Jiyeon turun dari panggung dan mengajaknya keluar, menghilangkan Jiyeon dari pandangan lelaki hidung belang lain.

Terkadang aku berkhayal dalam diam. Aku berjalan ke arahnya dengan membawa tiket bulan madu untukku dan Jiyeon. Membawanya ke tempat yang indah. Disana aku akan melamarnya dengan membawa cincin berlian yang berkilau. Lalu mengadakan pesta. Tidak harus pesta yang mewah dan meriah. Cukup pesta sederhana yang dihadiri oleh keluargaku juga keluarga Jiyeon, dan sahabat terdekat. Pesta pernikahan yang akan membawa kami pada kehidupan yang bahagia. Ah, aku tak sabar menunggu moment itu akan benar-benar menjadi kenyataan.

Kkeut!

It’s been a long day~ ehehe duh udah lama banget nh nggak update, ya maklum lah udah akhir semester gini lagi sibuk-sibuknya ujian. Nah! mumpung ujiannya udah selesai (padahal remidi masih numpuk) aku persembahkan ini deh buat pemuas rindu /dih. Dan lagi lagi terinspirasi dari sebuah lagu, nggak tau kenapa ya, akhir akhir ini tiap denger lagu ada aja ide cerita yang muncul. Kali ini She Looks So Perfect-nya 5 Second Of Summer. Coba deh dengerin..

Comment please yes! Sarannya juga boleh kok~

77 responses to “[ONESHOT] She Looks So Perfect

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s