[Ch.2] You’re My

You're MyYou’re My
@Kethychan Present
Cast:
Kim Myungsoo||Park Jiyeon
Other cast:
Choi Minho||Jung Soojung
Genre:
Fantasy –Romance||Sadness –AU
Disclammer:
Hohoho… Kethy balik egen dengan membawa fanfic genre Fantasi yang main castnya Myungyeon egen. Mau gimana lagi kethy dah jatuh cinta dengan couple ini :V. Gk banyak cuap –cuap sihh, happy reading ajh dehh…
Plot is mine, Don’t plagiat
Mulai saat ini kita telah terhubung oleh takdir, jadi aku minta jangan pernah tinggalkan aku

Author P.O.V

Myungsoo menatap shock segala yang berada disekitarnya dalam pikirannya berkecamuk bahwa ini bukan kamarnya, itu bukan ranjangnya, ini bukan rumahnya, ini bukan Seoul dan dia ada dimana, setidaknya seperti itulah yang dipikirkan oleh Myungsoo. Myungsoo menjambak frustasi surai hitam pekatnya, ia berusaha mengingat –ingat kembali apa saja yang terjadi pada dirinya. Seketika saja kilasan saat ia berada dibar, melihat Soojung berdansa dengan namja hidung belang, kemudian ia meninggalkan tempat tersebut dengan keadaan mabuk, terakhir ia menabrak pembatas jalan –dan ia beserta mobilnya masuk kedalam jurang. Setidaknya itulah yang dapat ia ingat, sekarang yang membuat Myungsoo menjadi bingung ia tak mendapat luka lecet sedikitpun, ia tak merasa sakit sedikit pun dan sebenarnya ia berada dimana –itulah yang paling penting.

“Apakah ini surga? Apakah aku sudah mati?!” monolognya perlahan Myungsoo berjalan meninggalkan kamar tersebut dan berjalan menuju sebuah sumber suara yang sejak tadi menarik perhatiannya.

“Ah! Akhirnya kau sadar juga, kau lama sekali tertidur. Aku menunggu begitu lama, rasanya sangat menyebalkan dan membosankan” decak yeoja tersebut yang seketika saja meninggalkan masakannya berlari kecil untuk memeluk namja tersebut. Namun, dengan gerakan cepat Myungsoo menghindar dan yeoja tersebut kini sudah jatuh tersungkur.

“Sudah berapa lama aku tertidur?” tanya Myungsoo dingin. Yeoja itu bangkit dari jatuhnya dan mengembangkan senyuman manis nya. “5hari, kau tertidur begitu lelap sekali” decaknya bahagia.

“Lalu ini dimana?” tanya Myungsoo yang masih penasaran.

“Ini mansionku dan kau sekarang berada di Shanghyang” gumam yeoja itu singkat, ia kini bergelayut manja dilengan Myungsoo. Namja bersurai hitam tersebut menatap dingin kearah yeoja aneh disampingnya.

“Shanghyang? Apa itu?” desis nya bingung.

“Shanghyang adalah tempat pengurungan makhluk legenda seperti ku, dewa langit mengurung ku ditempat ini karena dahulu aku membuat kesalahan fatal, karena dewa langit masih mengasihani ku, ia tak tega membunuhku maka dari itu aku dikurung ditempat ini dan aku disini sudah terkurung kurang lebih 2000 tahun. Mungkin karena segelnya sudah terlalu lama dan dewa tak sempat memperbarui segel tempatku maka dari itu kau bisa memasuki wilayah dekat mansionku,”jelas yeoja itu panjang lebar. Myungsoo menatap cengo kearah yeoja yang berada dihadapannya saat ini. Ia merasa seperti mimpi saat ini dan ia berharap ada seseorang yang membangunkannya dari mimpi konyol ini.

“Kau yeoja gila! Ini hanya akal –akalan mu sajakan?! Kau pasti fans fanatic ku dan mencari keuntungan dari kecelakaan ini bukan, huh! Rendahan” decak Myongsoo dengan nada suara meninggi, yeoja tersebut seketika saja menunduk dan menahan isak tangisnya. Yeoja tersebut mengangkat wajahnya yang sudah memerah padam karena kesal bercampur sedih.

“Ya! Kau namja yang jahat! Seharusnya aku membiarkan dirimu mati saja dimakan oleh peliharaan ku. Dasar namja tak tahu terima kasih, tak tahu diri! Kau seharusnya sekarang sudah membusuk jika saja aku tak memberikan jantungku padamu, kau tahu itu!” teriak yeoja itu disertai isakan tangisnya yang begitu keras. Myungsoo kembali dibuat terperangah atas ucapan yeoja aneh dihadapannya ini.

“Jantung? Mati?! Apa maksudmu,eoh?!” teriak Myungsoo frustasi karena ia terlalu bingung dengan apa yang diucapkan oleh yeoja tersebut.

“Iya, kau seharusnya sudah mati. Kau kehilangan jantung mu saat mengalami kecelakaan hebat itu. Mobilmu habis terbakar oleh api, dan kau sudah mati –seharusnya. Tapi a –aku tak tega melihat namja ta –tampan sepertimu mati sia- sia jadi aku memutuskan untuk memberikan jantungku padamu” ucap yeoja itu dengan tergagap, ia mengalihkan wajahnya dari namja dihadapannya karena ia tak ingin namja itu melihat wajah meronanya.

“Ahahha… Kau pasti sedang bercanda, bukan?!” Myungsoo terus saja berkilah dan menghindari kenyataan yang baru saja dikatakan oleh yeoja aneh dihadapannya.

“Coba kau pikirkan lagi, lihat sekujur tubuhmu. Kau tak mendapat luka sedikitpun, bukan? Mana mungkin ada orang yang mengalami kecelakaan tetapi tak mendapat luka sedikit pun. Dengan kenyataan seperti itu saja seharusnya kau sadar bahwa ini bukanlah mimpi seperti apa yang kau pikirkan!” decak yeoja tersebut sarkastik, Myungsoo seketika jatuh terduduk, ia menjambak surai hitamnya frustasi. Yeoja itu seketika berjongkok tepat dihadapan Myungsoo dan ia menepuk –nepuk pelan kepala Myungsoo.

Allégez tout sera bien seule fois,” kalimat mantra tersebut terucap begitu saja dari mulut yeoja tersebut, seketika saja Myungsoo menjadi lebih tenang dan tatapannya berubah menjadi lebih teduh.

“Kenalkan aku, Park Jiyeon. Aku adalah renard blanc makhluk legenda yang dikurung di Shanghyang ini. Bagaimana denganmu ?” ucap Jiyeon disertai senyuman manisnya, Myungsoo menatap dingin yeoja aneh dihadapannya ini.

“Myungsoo, Kim Myungsoo. Aku artis papan atas di Seoul, kau beruntung bisa melihat artis setampan diriku dalam jarak sedekat ini” decak Myungsoo menyombongkan dirinya. Jiyeon seketika bertepuk tangan heboh saat mendengar ucapan Myungsoo, melihat reaksi berlebihan dari yeoja dihadapannya Myungso hanya dapat memutar bolah matanya malas.

“Baiklah, aku akan berusaha mempercayai perkataan mu itu, walau sejujurnya aku masih meragukannya. Lalu bagaimana kau bisa tetap hidup tanpa sebuah jantung?” decak Myungsoo yang menatap heran kearah Jiyeon yang tampak baik –baik saja.

“Dengan kau tetap selalu berada disisi ku, aku akan tetap baik –baik saja” jelas singkat yeoja bermata kucing tersebut. “Neo michiseo! Jadi kau akan mengurungku juga ditempat ini bersama mu, begitu?” ucap Myungsoo dengan suara yang meninggi.

“Jika kau mau aku akan senang hati menerimanya, tapi aku rasa kau sangat ingin kembali ke Seoul. Kau tampak begitu merindukan seseorang”Jiyeon seketika saja merendahkan nada suaranya dan mengalihkan pandangannya dari sosok Myungsoo.

“Seolma bagaimana bisa kau?” decak Myungsoo terkejut. “Aku bisa membacanya dari raut wajahmu, dia yeoja yang cantik tapi sayang dia mencampahkanmu. Menyedihkan sekali” ucap Jiyeon dengan getirnya. Ia mengalihkan pandangannya dari namja tersebut kearah jendela besar yang ada dihadapannya.

“Aku tak sedang menunggunya, cih! Yeoja rendahan seperti dia bukan urusanku lagi,” desis Myungsoo dengan tatapan meremehkan nya.

“Gotjimal, kau bahkan sampai saat ini masih menyukainya, yeoja itu bernama Jung Soojung, bukan?” entah kenapa Jiyeon tak dapat mengendalkan mulut nya sendiri, padahal ia sangat tak ingin mengucapkan semua serentetan kalimat tersebut. “Mianhae aku tak bisa mengendalikan ucapanku, lupakan saja apa yang kukatakan tadi,”Jiyeon berjalan meninggalkan Myungsoo yang masih tercenung atas ucapan Jiyeon tadi. Namun, langkah Jiyeon terhenti sejenak dan menatap sosok bersurai hitam sekilas.

“Aku harap kau bisa menjaga jantungku baik –baik, hidup dan mati ku berada ditanganmu. Karena kelancanganku tadi sebagai permohonan maafku, jika kau ingin pulang ke Seoul aku akan membantu mu keluar dari tempat ini. Tapi ijinkan aku pula untuk ikut bersamamu” jelas Jiyeon singkat dan kini telah berjalan meninggalkan namja tersebut yang saat ini tengah menundukkan kepalanya frustasi.

“Kembali ke Seoul? Jika aku kembali aku pasti akan melihatnya lagi dan itu akan menyakitkan karena aku tetap saja tak mampu memilikinya lagi” parau Myungsoo frustasi.

“Namja itu terlihat sangat ragu. Aku rasa akan sulit untuk mendapatkan hatinya karena dia masih mencintai yeoja itu,” lirih Jiyeon yang tatapannya tengah menerawang jauh kedepan.

*

Di Seoul, dunia entertainment dihebohkan atas menghilangnya Kim Myungsoo artis yang multitalent tersebut. Dari pihak manajement tengah terus saja melakukan pelacakan atas hilang nya anak asuh mereka. Sedangkan Minho terus saja berusaha mencari keberadaan Myungsoo dengan mengunjungi tempat –tempat yang sering namja itu kunjungi.

“Myung, aku harap kau tak akan melakukan hal gila!” ucap Minho dengan gusarnya.

*

Myungsoo tengah menatap kosong hamparan langit yang penuh bintang diatasnya. Sesekali namja itu menghembuskan nafasnya gusar, pikirannya terus saja tertuju pada seseorang disana, seseorang yang telah mencampahkan dirinya. Apakah yeoja itu memikirkannya atau mengkhawatirkannya –pikir namja tersebut. Suara derap langkah yang semakin mendekat kearahnya membuat Myungsoo segera tersadar dari alam fantasi nya.

“Kau tampak pucat sekali, yeoja aneh” ujar Myungsoo dingin. Yeoja tersebut langsung saja menghambur kedalam pelukan Myungsoo, ia mendekatkan telinga nya tepat didada kiri Myungsoo. Namja tersebut menatap shock atas tingkah aneh yeoja tersebut. Saat Myungsoo akan mengeluarkan protesannya, hal tersebut ia urungkan karena Jiyeon telah membuka suaranya terlebih dahulu.

“Hah! Aku merasa seperti hidup kembali, hah! Jantungku berdetak sangat merdu” lirih yeoja tersebut. Myungsoo memutar bola matanya malas –cih berlebihan sekali, pikir namja tersebut. Wajah Jiyeon sudah tak tampak pucat kembali bahkan terlihat lebih cerah dari biasanya.

“Sedikit demi sedikit aku bisa menerima ucapan mu itu, sungguh menyedihkan!” ledek Myungsoo yang seketika saja mendapat tatapan deathglear dari Jiyeon.

“Ini semua karena mu tahu, harusnya kau berterima kasih. Maka dari itu aku harus tetap berada disisimu. Jika aku terlalu lama berjauhan dari jantungku, aku akan mati” lirih Jiyeon yang masih tetap berada didalam pelukkan Myungsoo.”Kau sangat beruntung sekali bisa mendapatkan pelukkan ku ini, jika saja bukan karena jantungmu ada pada tubuhku. Mungkin kau sudah kucekik saat ini juga” decak Myungsoo dingin.

“Kau merindukan yeoja itu bukan? Jika kau ingin, aku akan membawa bayangannya kesini dan kau dapat mengungkapkan apa saja yang selama ini mengganggu pikiranmu, bagaimana?” Myungsoo sedikit tersentak atas ucapan Jiyeon yang seolah –olah bisa membaca pikirannya saatnya dan tanpa sadarnya Myungsoo menganggukkan kepalanya.

au nom du dieu du ciel, me permettre de satisfaire ses désirs, faire!” setelah Jiyeon membaca mantara ajaibnya. Muncul sebuah cahaya yang begitu menyilaukan dan kini tampaklah seorang yeoja dengan pakaian dress putih selututnya berdiri tepat dihadapan Myungsoo. Namja tersebut sontak saja terperangah atas apa yang ia lihat saat ini.

“Waktumu hanya 1jam pergunakanlah dengan baik” Jiyeon segera berjalan meninggalkan Myungsoo yang masih berada dalam reaksi terkejutnya.

“Beginikah rasanya sakit hati itu? Jika iya, rasanya begitu pedih sekali” lirih Jiyeon yang berusaha keras menahan rasa sakit dihatinya.

To Be Continue…

PS: Kethy muncul kembali membawa epep nan aneh ini…
Huft! elap keringet… butuh nguras otak buat ngelanjutin epep ini soal nya bingung mau buat myongyeon momentnya#Curcolmodeon
Gimana dengan moment Myungyeon nya? Dan gimana kesan kalian dengan chap kali ini? Partisipasi juseo nde😀. Gomawo bagi readers yang udah ngikutin FF ini…
Annyeong~Pyong

55 responses to “[Ch.2] You’re My

  1. iiih myungsoo nya kok ngeselin banget sih-___- mana ga berterima kasih pula-____- aaahh di doakan semoga kamu jadian ama jiyeon ya/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s