[Ficlet] Dear Future Husband

jiyeon-dfh

Quinniechip’s Present

Dear Future Husband

Starring by Park Jiyeon

A Life Ficlet for General with Parental Guidance

Poster credit © We Heart It

Publish with other cast click!

-oOo-

Cantik. Baik hati. Ramah. Tidak Sombong. Rajin menabung. Oh, memang tak salah jika Park Jiyeon begitu populer dikalangan para lelaki. Siapa yang tak mengenalnya, mahasiswi semester lima universitas ternama di Seoul dengan surai hitam yang menjuntai indah bergelombang. Mata hazel bulat yang teduh, hidung mancung, juga bibir tipis yang melengkung manis. Benar-benar gambaran wajah yang sempurna.

Gadis semacam ini memang sosok idaman para lelaki. Semua lelaki menginginkannya. Bahkan rela melakukan apapun demi mendapatkannya. Tapi nyatanya tidak seperti itu, Jiyeon tidak mengalami semua hal itu. Mungkin Jiyeon memang dikagumi banyak orang, tapi tidak ada yang sampai melakukan hal lainnya lebih jauh, seperti mengirimi surat cinta dengan seribu kata romatis, memberi bunga dan meletakkannya di atas meja dipagi hari, atau memainkan gitar dan menyanyi di bawah jendela kamar Jiyeon. Dan seharusnya Jiyeon pantas mendapatkan semua itu.

Bukannya Jiyeon tak menarik di mata para lelaki. Tidak mungkin. Para lelaki itu hanya takut untuk mendekati Jiyeon. Mungkin banyak yang membingungkan tentang hal yang harus ditakuti dari seorang Park Jiyeon. Bukankah Jiyeon adalah gadis yang baik hati dan ramah. Sebenarnya bukan takut dalam artian keras, mungkin lebih tepat jika dikatakan bahwa para lelaki itu pesimis.

Tidak perlu bertubuh tinggi menjulang. Juga tidak perlu memiliki harta yang melimpah. Jiyeon juga tak mempermasalahkan tentang wajah. Tampan atau tidak, sama sekali bukan masalah baginya. Cukup lelaki yang bisa menerimanya apa adanya. Bukankah itu suatu hal yang tak sulit untuk dipenuhi. Ah, tetapi masih banyak hal lain di balik itu yang membuat para lelaki harus berpikir dua kali untuk mendekati Jiyeon.

“Sebenarnya lelaki seperti apa yang kau sukai?”

Jiyeon tampak berpikir, “Aku tak memiliki kriteria khusus. Lelaki yang bisa menerimaku apa adanya, kurasa itu sudah cukup.”

“Itu saja?” Tanyanya balik, “Tidak ada kriteria khusus lain? Mungkin ia harus bisa bermain musik atau ia harus setampan Adam Levine.”

“Ya, dengan satu hal itu sepertinya sudah memenuhi sosok seorang pasangan idaman bagiku,” Jiyeon mengangguk yakin.

“Bukankah itu sangat mudah untuk dipenuhi? Jika hanya itu, mungkin sudah banyak lelaki yang memenuhi kriteriamu.”

“Aku rasa tidak,” Balas Jiyeon, “Mencari seseorang yang bisa menerimamu apa adanya, aku rasa itu bukan hal yang mudah,”

“Bagiku lelaki itu harus memberikanku bunga setiap kali anniversary dan bersikap romantis padaku. Juga ia harus memanjakanku, ya kau tahu bahwa aku sangat suka dimanjakan, dan dengan itu aku akan jadi seorang istri yang baik baginya,”

Jiyeon memainkan jari-jarinya selagi berpikir, “Aku rasa pekerjaan juga merupakan hal yang penting, tidak perlu berpangkat tinggi, hanya perlu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan juga, aku tak akan suka jika ia menuntutku untuk bisa memasak untuknya, semua orang tahu bahwa satu-satunya hal yang bisa kumasak hanya mie instant,”

“Seorang yang pemaaf juga penting bagiku,” Ucap Jiyeon tersenyum, “Walau aku memang bersalah, ia tetap harus meminta maaf, karena aku tidak suka disalahkan. Ia juga harus tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Aku menyukai lelaki yang sopan. Saat aku sedang bertingkah gila, ia harus bisa membuatku tenang dan mengatakan padaku bahwa semuanya baik-baik saja,”

“Kau juga tahu bahwa aku sangat menyukai pujian, jadi ia harus mengatakan bahwa aku cantik, setidaknya pada saat sebelum tidur , itu hal yang sangat penting untukku. Memberiku sebuah cincin pasangan dengan ukiran nama kami juga tak buruk, aku selalu memimpikannya sejak dulu, isn’t it cute?” Lanjut Jiyeon dengan senyum malu-malunya.

Jiyeon tampak menarik nafasnya sebelum kembali melanjutkan ucapannya, “Dan yang paling penting dari yang terpenting adalah ia harus bisa meluangkan waktunya untukku. Aku bukan seorang gadis yang gila perhatian, hanya perlu menunjukkan bahwa ia peduli padaku, itu sudah cukup. Bukan hal yang sulit, kan?”

Hening. Gadis di depannya yang sedari tadi hanya diam mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Jiyeon tentang poin penting yang harus ada pada diri future husband-nya.

“Hei, kau mendengarkanku, kan?”

Gadis itu mengerjapkan matanya sadar, “Kau bilang itu bukan hal yang sulit?”. Ia hanya tertawa, “Ya, aku rasa lelaki itu benar-benar harus bisa menerimamu apa adanya.”

Memang tak salah jika para lelaki itu merasa pesimis sebelum berani mencoba mendekati Jiyeon. Lelaki yang bisa menerimanya apa adanya dengan embel-embel lainnya. Jika memang benar ada lelaki seperti itu, isn’t he really a perfect husband?

Kkeut!

Hai! Balik lagi ini bawa ff yang duh apalah, nggak jelas ini. Nggak ada niatan juga buat bikin Jiyeon jadi perfectionist begini, cuma lagi suka banget sama dear future husband-nya Meghan Trainor terus iseng dan berlanjut ngebut selama dua jam, lalu jadilah~

Eh iya udah lama juga ya nggak balik bawa ff chapter, pengen sih, cuma belom ada waktu. Doain aja deh semoga dapet waktu luang terus ada ide juga haha!

Comment please yes! Sarannnya juga boleh kok~

18 responses to “[Ficlet] Dear Future Husband

  1. hiyeeeee beneran harus menerima apa adanya deh :”) dasar jiyeon cantik cantik perfectionist… need sequel nih ketemu jodohnya jiyeon bakal gimana ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s