[ CHAPTER – PART 9 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT2(3)

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung, Kim Jongin, Lee Taemin, Park Luna
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

Poster created by @olivemoon2

Note : Annyeong chingeduel, ini ga lama kan post nya ? ada yang menantikah ? ada ataupun tidak ada sudah di post jadi tetep harus dibaca*kekekkee

Jangan cuma sekedar dibaca, dikasih komen juga dong yah … kasihan loh author ini kalo ud konsen bikin ff, sampe ga keluar rumah, ga makan, ga mandi *loh

Untuk Olip a.k.a Olivemoon gomawo sangat saeng poster lucunya, mian yah udah nyusahin bolak balik emailin kamu, big thanks pake banget yah…luph u ^^

Okelah langsung saja dinikmati, maaf kalo kepanjangan dan membosankan.

MASUKAN DAN KRITIKAN AKAN DITERIMA DENGAN LAPANG DADA

PART 9

Rumah besar bercat putih yang berjarak sekitar 800 meter dari pantai itu terlihat biasa-biasa saja, tidak berbeda dengan hari biasanya, masih berdiri kokoh dan paling menonjol diantara rumah lainnya yang ada disana. Suara deburan ombak yang menabrak karang, serta hembusan angin yang mendorong air hingga menyentuh bibir pantai yang menjadi satu-satunya “ keramaian “ dimalam haripun masih terjadi seperti biasanya.

Namun, adakah seseorang yang menyadari jika sebenarnya malam ini suasana disana tidak benar-benar sama? ada sesuatu yang hilang. Bukan, mungkin saja sebenarnya tidak hilang, hanya berganti dengan peristiwa lain yang tidak pernah sekalipun diduga bahkan oleh si pelaku sendiri. Kemana hilangnya lengkingan khas 8 oktaf milik seorang pria ketika memarahi yeoja kecil yang tertunduk takut dihadapannya? atau perpaduan berisik suara seorang namja dan yeoja saat keduanya berargument dan tidak satupun dari mereka mau mengalah ?

Dewa-pun mungkin tidak menyangka dengan apa yang telah tangan-Nya kerjakan, dibawah sinar rembulan yang temaram di halaman rumah, nampak dua makhluk yang berbeda jenis kelamin dan berselisih usia cukup jauh itu masih dengan posisi absurd – nya diatas rumput halus sebagai alas mereka, tubuh kecil yeoja itu berada tepat diatas tubuh tinggi namja bersorot mata tajam dan wajah yang tidak pernah menampakkan senyum. Mata yeoja itu masih terpejam dengan bibirnya menempel ketat pada bibir namja yang justru matanya terbelalak tak percaya.

Park Jiyeon, gadis yang dianggap sebagai makhluk planet lain yang kini hidup diatap yang sama dengan Kim Myungsoo tidak peduli dengan bencana yang akan menimpanya jika ahjussi galak itu tersadar nanti, ia tidak mau menyia-nyiakan dan memilih mengambil keuntungan dari “ kecelakaan “ yang disebabkan oleh Myungsoo, ia semakin menekankan kepalanya, alhasil bibir keduanya benar-benar menyatu erat. Jiyeon tidak sadar jika Myungsoo yang berada dibawahnya merasa jika tubuhnya seperti disimpan bertahun-tahun didalam peti es, begitu kaku hingga tak sanggup bergerak, meski itu hanya jarinya.

“ Ahjussi…mianhae….aku tahu ini hanya terjadi sekali, jadi sebelum kau tersadar biarkan aku menikmatinya “

Setelah kalimat dalam relung hatinya itu terucap, Jiyeon tidak hanya menempelkan bibirnya, dengan sintingnya ia mengesap kuat bibir Myungsoo, mencoba mempraktekkan adegan di drama-drama romantis yang pernah ia tonton. Jiyeon begitu bernapsu sekaligus menganggap lawan mainnya juga menginginkan hal itu terjadi.
Sedangkan Myungsoo, ia semakin membelalakkan matanya, kelembutan bibir dan esapan kuat allien ini seolah mematikan kerja otaknya untuk memerintahkan anggota tubuh lainnya menolak apa yang allien dihadapannya lakukan, sampai ia merasakan sesuatu menggigit bagian belakang tubuhnya dan itu terasa perih, sontak Myungsoo pun….

Brugggghhh

“ Aaaawwwww “

Jiyeon meringis sakit, tubuhnya terguling kesamping karena Myungsoo tiba-tiba mendorongnya kasar, mengetahui jika ahjussi galak telah tersadar Jiyeon pun hanya pasrah dengan posisi tubuh terlentang tak jauh dari Myungsoo berada, ia memalingkan pandangan seraya memejamkan mata dan menyiapkan telinganya untuk menerima amukan pria yang ia yakini saat ini pasti wajahnya beribu-ribu kali lipat lebih menyeramkan dari biasanya, tentu saja !! tindakannya benar-benar berani dan tidak masuk akal.

“ YYAAAAAA!!!! “ Teriakannya terdengar menggelegar, Myungsoo sontak terduduk dengan tubuh memelintir dan tangan yang sibuk meraih sesuatu dari belakangnya, seekor semut merah ia dapati dari sana, Myungsoo meringis sesaat dan tidak berapa lama perhatiannya kembali terpusat pada Jiyeon yang saat ini posisinya nampak seperti yeoja bodoh dihadapannya.

Diletakkannya satu tangan dibelakang untuk menopang tubuhnya, Myungsoo benar-benar syok dengan denyut jantung seperti sedang mengikuti lomba pacuan kuda, berdetak begitu kencang hingga rasanya sulit untuk ia kendalikan. Tangan lainnya yang masih bebas dengan cepat ia gunakan untuk mengusap kasar bibirnya yang baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh anak kecil dihadapannya, ia kehilangan kata-kata untuk bersumpah serapah.

“ Mianhae “ Lirih Jiyeon menggigit kuat bibirnya hingga ia sendiri merasa perih.

Myungsoo masih bergelut dengan pikirannya untuk merangkai kalimat pedas seraya menatap Jiyeon dengan nafas memburu tajam, dan baru saja otaknya berhasil menemukan apa yang harus ia muntahkan, lagi-lagi ia dibuat terbengong dengan sosok dihadapannya yang tiba-tiba berubah seperti the flash, makhluk super dengan kekuatan lari begitu dahsyat.
Merasa begitu malu, Jiyeon dengan cepat bangkit dari posisinya, ia melesat seperti banteng tanpa melihat kearah mana dan apa saja yang ia injak, bahkan ia tidak sadar lagi-lagi Myungsoo harus menerima kesialan, karena kakinya menginjak tepat telapak kaki Myungsoo.

“ AARRRRGGGHHKKKKK……..KAKIKUUU !!! ” Myungsoo melengking panjang “ YYYAAA!!! MAU LARI KEMANA KAU ALLIEN PABBO ??? KAU MENGINJAK KAKIKU !!!! “ Teriak Myungsoo, konsentrasinya terbagi antara memegang kakinya yang sakit dengan keinginannya untuk mengejar Jiyeon yang lari tunggang langgang.

“ AISHH JEONGMAL“ Dengan kekuatan yang tersisa, Myungsoo mencoba berdiri untuk mengejar Jiyeon, namun tubuhnya terhuyung karena kakinya begitu lemas tak sanggup menopang tubuhnya, bukan karena injakan Jiyeon melainkan esapan bibir yeoja itu pada bibirnya seolah menyerap tenaganya, Myungsoopun kembali jatuh terduduk dan kepalanya terasa begitu pening.

“ Eoh aigo….apa bibirnya mengandung racun, hingga membuatku seperti ini ? “ Ucap Myungsoo memukul-mukul kepalanya sendiri.

.

.

“ Oh otou-san, okaa-san eotthoke ? seharusnya aku tidak melakukannya, ahjusi pasti menganggapku wanita yang bukan-bukan, eoh eotthokae ? “ Jiyeon duduk dengan tubuh menempel ketat pada bahu ranjang seraya menggigit-gigit selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.

Wajah Jiyeon memucat ketika derap langkah kaki terdengar sedang menaiki tangga, semakin dekat dan dekat hingga benar-benar berhenti tepat didepan pintu kamarnya, keringat dingin keluar dari semua pori-pori yang ada ditubuhnya, Jiyeon merasa hidupnya akan segera tamat malam ini.

Dor…dor…dor

“ Allien, buka pintunya “ Suara tegas Myungsoo terdengar seperti seorang algojo yang akan menjemput tawanan mati, Jiyeon bergeming hanya menatap pintu yang digedor Myungsoo takut.

“ Ku hitung sampai 3, jika tidak juga kau buka….aku akan mendobraknya “ Ancam Myungsoo karena tidak melihat tanda-tanda jika Jiyeon akan membukakan pintu untuknya.

“ OhTuhan apa yang harus aku lakukan ? “ Jiyeon menendang-nendang kakinya semakin ketakutan, penyesalan memang selalu saja datang diakhir, kebahagian tidak seberapa kini ia harus menghadapi kematiannya sendiri.

“ Satuuu….”

Jiyeon panik, Myungsoo sepertinya tidak akan main-main dengan ancamannya.

“ Duaaaa…..”

“ EOH OTTHOKAE…OTTHOKAE…OTTHOKAE ???? “ Jiyeon menjambak kuat rambutnya merasa putus asa, airmata ketakutan sudah nampak disudut matanya, semua pilihan seperti buah simalakama untuknya, hanya pasrah untuk dimaki rasanya pun tidak sanggup, berpura-pura tidur bukan lah solusi.

“ Ti……”

Otaknya sudah tidak bisa Jiyeon andalkan untuk berpikir, secepat kilat ia bangkit dan membuka pintu, namun tidak menunggu sampai sosok Myungsoo ada dihadapannya. Jiyeon berbalik, dan tubuhnya terbang mendarat darurat diatas ranjang.

Brukkk

“ Aaahh “ Ringis Jiyeon tertahan karena kepalanya terantuk bahu ranjang.

Myungsoo menyerat paksa kakinya yang masih terasa berdenyut denyut mendekat ke arah Jiyeon. Yeoja itu terlihat sangat ketakutan menelungkupkan tubuhnya diatas ranjang, seprai disekitarnya tertarik karena Jiyeon mengepalnya kuat. Melihat hal itu, entah mengapa bibir Myungsoo tanpa sadar membentuk sebuah senyuman, rasa-rasanya ia sama sekali tidak ingin marah dengan apa yang baru saja allien pabbo ini lakukan, justru ada perasaan lain yang tiba-tiba sangat ingin ia ketahui.

“ Bagaimana bisa kau melakukannya ? “ Myungsoo bertanya seraya memicingkan matanya, jemarinya ia gunakan untuk menyentuh lembut bibirnya yang menjadi korban keganasan Jiyeon tadi.

Jiyeon terhenyak dengan pertanyaan Myungsoo, dugaannya salah. Sama sekali tidak ada kesan emosi yang ditahan ataupun akan keluar dari pria dibelakangnya itu. Meski begitu, tetap saja ia tidak berani memberikan jawaban, Jiyeon bertahan dengan posisinya semula, menelungkup bagai seekor cicak mati.

“ Aku tidak tahu darimana kau belajar untuk melakukannya? Tapi ku rasa….kau berpengalaman dalam hal itu “ Ucap Myungsoo seolah memancing Jiyeon untuk bereaksi.

“ AHNIYA !!!! ITU CIUMAN PERTAMAKU “

Myungsoo terkejut dengan reaksi tiba-tiba Jiyeon, tubuhnya mundur beberapa langkah. Sementara, Jiyeon yang posisinya kini duduk menghadapnya terlihat sangat gugup.

Jiyeon terpaksa memberanikan dirinya untuk menghadapi Myungsoo karena tidak mau namja ini berpikiran jika ia yeoja murahan hanya karena ciumanannya tadi. Tidak tahu apa yang selanjutnya akan dilakukan, Jiyeonpun hanya merengutkan bibir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Myungsoo kembali mendekat, mencari wajah Jiyeon dan menangkup dagu gadis itu untuk menatapnya “ Mengapa kau melakukannya ? “ Pertanyaan yang membuatnya penasaran itu akhirnya terucap, karena selama ini Jiyeon selalu mengelak tentang perasaannya pada Myungsoo.

Darah yang awalnya bersembunyi entah dimana hingga membuat ia terlihat pucat, perlahan-lahan kembali mengalir dan seolah bertumpuk diwajah Jiyeon, membuat wajahnya kini terasa panas dan memerah seperti udang rebus. Jiyeon sadar pertanyaan itu akan dilontarkan Myungsoo padanya, mana ada seseorang mencium begitu bernapsu tanpa memiliki perasaan apapun? namun tentu saja Jiyeon harus kembali berjuang mempertahankan gengsinya, ia tidak akan lagi membiarkan telinga dan hatinya merasakan sakitnya ditolak Myungsoo.

“ Baiklah, itu hanya aku anggap sebagai kecelakaan, mianhae itu salahku “ Ucap Myungsoo membuat Jiyeon hampir saja tersedak karena baru kali ini ia merasakan Myungsoo yang begitu hangat dan terlihat kalem.

Belum selesai kekagetan Jiyeon, ia harus kembali menahan nafasnya karena tangan Myungsoo tiba-tiba berpindah untuk menyentuh lembut puncak kepalanya.

“ Yang tadi itu…..aku tahu sangat sakit sekali, berhenti bertingkah konyol yang justru membuatmu terluka, tidurlah nyenyak dan jangan merasa bersalah lagi “ Myungsoo mengusap lembut kepala Jiyeon yang terantuk bahu ranjang.

Wajah datar Jiyeon menatap Myungsoo tak mengerti, dan Myungsoo…ia pun baru sadar jika yang dilakukannya sekarang sangatlah tidak biasa, sekuat tenaga ia menahan gejolak didadanya, khawatir akan semakin bertingkah aneh ia pun meninggalkan yeoja itu sendirian.

Jiyeon membeku ditempat, matanya tak lepas menatap sosok Myungsoo yang meninggalkannya hingga pria itu menghilang dan pintu kembali tertutup rapat, setelahnya barulah ia bisa bernafas, namun entah mengapa kini rasanya ia ingin menangis. Ini pertama kali Myungsoo memperlakukannya lembut, meski ia tahu telah melakukan kesalahan besar. Perasaannya begitu sesak karena harus menerima kenyataan bahwa dirinya semakin menyukai pria itu, dan mendapatkan balasan dari pria itu tidak akan pernah menjadi MUNGKIN.

Myungsoo menutup pintu kamar Jiyeon dan tidak langsung beranjak dari sana, tubuhnya bersandar lemah pada pintu yang tertutup dan memegang dadanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan, ia tidak tahu kemana amarahnya hilang ? Dan sumpah demi Tuhan, kalimat yeoja itu kini begitu terngiang-ngiang ditelinganya.

“ Ciuman pertama ? denganku ? “

Mata Myungsoo terpejam merasakan gejolak jantungnya yang menciptakan sensasi luar biasa pada hatinya. Kini ia benar-benar merasa takut, takut apa yang ia rasakan sekarang adalah sebuah KARMA.

.

.

Apa yang terjadi semalam membuat Jiyeon tak memiliki nyali untuk bertemu Myungsoo dalam waktu dekat, sudah pasti ia akan seperti orang bodoh dengan wajah memerah jika sosok ahjussi-nya itu ada dihadapannya. Beruntung ia mengingat jika hari ini adalah hari pertama dirinya harus membayar hutang pada Kim Jongin, waktu yang tepat untuk melarikan diri.

Jiyeon menyembulkan kepala dari pintu kamarnya, seperti seorang pencuri yang takut tertangkap kepalanya sibuk celingak celinguk mengamati, takut-takut Myungsoo sudah terbangun untuk bersiap berangkat ke kantor. Merasa suasana cukup aman, kedua kakinya dengan hati-hati mengendap-endap menuruni satu-persatu anak tangga dengan menenteng sepatu ditangannya.

“ Ahjussi, mianhae….aku harus menata hatiku terlebih dahulu sebelum bertemu denganmu “ Jiyeon mengucapkannya dengan wajahnya yang meringis bersalah memandang pintu kamar Myungsoo dari kejauhan.

Tiba dilantai bawah dan hendak berlalu, ia menatap sejenak dapur dan merasa harus melakukan sesuatu sebelum kabur dipagi buta. Diliriknya jam didinding “ Masih ada waktu untuk berbuat baik padanya, anggap ini adalah permintaan maafku “ Jiyeonpun melangkah menuju dapur, dan mulai sibuk disana.

15 Menit berlalu,

“ Ahjussi, kuharap dengan ini kau benar-benar bisa memaafkanku, itu sama sekali tidak direncanakan sebelumnya, jadi aku mohon lupakanlah eoh “ Jiyeon memohon dengan mata terpejam dan bibir mengerucut, dengan perlahan ia meletakkan sepiring omelet diatas meja dan meninggalkan secarik kertas didekatnya.

“ Aku pergi dulu, jangan mencariku jika hanya untuk memarahiku “ Ucapnya dan bergegas pergi sebelum Myungsoo memergokinya.

.

.

Luna sudah nampak putus asa, semua kandidat yang datang benar-benar membuat kepalanya semakin pusing, mana ada seseorang yang bekerja sebagai pengantar bunga mendapatkan gaji setara dengan pegawai dikantoran ? atau mana boleh bekerja dengan waktu yang mereka tentukan sendiri ?

Dalam kebimbangannya, tiba-tiba ia teringat seseorang yang kemarin ditemuinya, namun bergidik ngeri ketika membayangkan sikap namja itu begitu menyeramkan untuknya “ Aigoo…..ini benar-benar kulakukan karena terpaksa “ Ucap Luna lemah dan mulai menekan nomor seseorang diponselnya.

“ Yeobboseo…..benar ini seseorang yang bernama Lee Taemin ? “

Sementara diseberang sana,

Sepersekian detik Taemin hanya bergeming seperti seekor kucing yang diawetkan dengan air raksa, hanya bibirnya saja yang masih bisa ia gerakkan untuk mengulas senyum tanpa menjawab pertanyaan seseorang yang menghubunginya, suara yeoja itu seolah menghipnotisnya. Hati Teamin bergetar, ia begitu hapal siapa pemilik suara diseberang sana, meski wanita itu mungkin baru mengucap satu kata. Suara wanita berkepang dua seperti mendayu-dayu dan terasa begitu menyejukkan, bagai sebuah kubangan air dipadang pasir yang gersang.

“ Yeobboseo ???? apa kau mendengarku ???? “ Teriak Luna diseberang sana sedikit emosi.

Selembut-lembutnya suara seorang yeoja, ketika berteriak tetap saja memekakkan telinga.Taemin tersadar dan mengorek telinganya agar kembali normal untuk menangkap suara yang masuk.

“ Ehem “ Taemin berdeham untuk membuat suaranya terdengar wibawa “ Nde ini aku, Lee Taemin imnida, apa ini dirimu ? “ Tanya Taemin yakin dengan dugaannya.

Tidak ada jawaban, Luna yang ada diseberang sana memutar bola matanya malas, jika saja ia masih memiliki waktu untuk memilih seseorang yang akan ia pekerjakan di toko bunga miliknya, mungkin sekarang ini ia tidak lagi mendengar suara pria dengan kepercayaan diri yang begitu tinggi yang saat ini sedang berkomunikasi dengannya.

Taemin menunggu kembali alunan merdu diseberang sana dengan perasaan berbunga.

“ Kau….bisa memulainya besok, jangan terlambat dihari pertamamu “

Taemin terdiam ditempat, otaknya harus mengolah terlebih dahulu perkataan Luna, dan ia pun memekik perlahan sebelum akhirnya,

“ Jeongmal ??? benarkah ? benarkah aku diterima ? gomawo…gomawo…gomawo, aku akan berusaha untuk menjadi pria yang bertanggungjawab “ Ucap Taemin menggila.

Klik

Luna menutup komunikasinya secara sepihak, entah dia yang terlalu percaya diri dengan reaksi Taemin, atau memang pria itu yang berlebihan meluapkan kegembiaraannya. Luna merasa Taemin bahagia seperti ia baru saja menyatakan cinta bukan memberikan pekerjaan.

“ Gila “ Luna memijit keningnya “ Aigooo sepertinya akulah yang gila karena memilih pria itu, bagaimana keadaan toko ini setelah kedatangannya? “ Luna menggelengkan kepalanya mulai merasa menyesal dan kembali sibuk untuk merangkai pesanan bunga, ia berharap tokonya akan baik-baik saja untuk waktu yang begitu lama, meski seekor hama mulai terlihat disekitar tokonya.

.

.

Ting tong ting tong ting tong,

Jongin yang masih nyaman diatas kasur empuknya, harus memaksa kakinya untuk melihat siapa yang datang, selama ini tidak pernah ada seseorang yang lancang membangunkannya seperti ini. Ini adalah perdana selama hidupnya. Jongin mengucek matanya yang terasa sangat sulit untuk ia buka, bel yang berbunyi terdengar brutal dan membuatnya menjadi kesal dipagi hari.

“ Kau ? “ Heran Jongin melihat siapa yang datang.

“ Iya, ini aku “ Cuek yeoja dengan mata pandanya yang ternyata adalah Park Jiyeon.

Tanpa menunggu sang empunya rumah mengijinkannya masuk, ia sudah berhasil melewati Jongin “ OMMO !!! “ Langkahnya terhenti dengan mata membelalak tak percaya melihat keadaan rumah Jongin.

Jiyeon tidak tahu kapan badai datang menghampiri Seoul. Botol soda, koran, sepatu, handuk, pakaian kotor, makanan serta sampahnya yang menyatu diatas meja, dan benda-benda lainnya yang tidak mungkin ia sebut satu-persatu berserakan didepan matanya, seolah menjadi bukti bahwa memang benar baru saja terjadi badai di kota ini.

Sedangkan Jongin, pria dingin itu tersenyum penuh arti, tentu saja keadaan kacau seperti ini sengaja ia ciptakan untuk menyambut yeoja polos dan menyebalkan ini, dengan santai ia melewati tubuh lemas Park Jiyeon, mengambil sebuah tabloid pagi, dan tergolek santai diatas sofa untuk membacanya.

“ Ini masih terlalu pagi, apa kau tidak memiliki kegiatan ? kau tidak menemani suamimu sarapan ? “ Tanya Jongin mengabaikan keterkejutan Jiyeon dengan keadaan rumahnya.

Tangan Jiyeon terkepal kuat, namun mengingat jika perjanjian mereka hanya tentang mencuci pakaian dan menyiapkan makan siang, ia pun berjalan cuek menyusuri bagian-bagian rumah Jongin tanpa menjawab pertanyaan Jongin tentang kehidupan rumahtangganya.

“ Aku melihat pakaian kotor dikamarmu tuan !!!! apa aku boleh mengambilnya atau menunggumu ??? “ Meski jelas terlihat rasa lelah dari dirinya, namun teriakannya dari pintu kamar sukses menembus hingga keluar rumah Jongin.

Tidak peduli kalau Jongin tak menjawab, Jiyeon melenggang santai memasuki kamar pria itu. Jika saja ada cara lain untuk menyembunyikan dirinya beberapa saat dari sosok Myungsoo, tentu Jiyeon akan memilihnya. Tidak peduli dengan janji melunasi hutangnya, Jiyeon benar-benar begitu lelah.

Didalam kamar lagi-lagi Jiyeon terkejut, keadaan kamar Jongin tidak berbeda jauh dari ruang sebelumnya yang ia lewati, bahkan ini layak jika disebut kapal pecah “ Arrgkkkkk…..apa dia ingin membunuhku dengan cara melelahkan seperti ini ?? “ Pekik Jiyeon menahan kesal.

Tangan Jiyeon ingin menggapai pakaian kotor yang berada dibawah ranjang Jongin, namun yang didapatnya bukan sekedar pakaian kotor melainkan sebuah majalah pria dewasa.

“ Ommo !!! “ Mata kantuk Jiyeon membesar, kepalanya nampak celingak-celinguk kearah pintu, memastikan Jongin tidak ada disana.

“ Wooaaaa..pria ini tampan sekali, dan tubuhnya ommo!!! Apa pria semacam ini mungkin aku miliki ? “ Ucap Jiyeon dengan mulut menganga lebar dan menjadi nampak bersemangat, rasa kantuknya hilang seiring dengan pemandangan yang membuatnya harus menahan nafas, tangannya dengan cekatan melihat-lihat setiap halaman majalah yang memperlihatkan lekuk sexy model-model pria disana.

“ Tapi mengapa harus ada wanita yang cantiknya seperti ini…membuatku kalah saing saja “ Sungut Jiyeon ketika mengomentari model wanita setengah telanjang yang menindih tubuh sexy si pria.

Tiba-tiba model pria dan wanita yang ada didalam majalah mengingatkan Jiyeon dengan kejadian semalam, ketika dirinya berada diatas tubuh Myungsoo. Jiyeon terhenyak, air liurnya bahkan hampir saja menetes jika seseorang tidak menyadarkannya.

“ Kau melihat apa ? “ Jongin muncul dan merebut paksa majalah dari tangan Jiyeon.

Jiyeon sangat gugup dan malu, wajahnya memerah karena tertangkap oleh Jongin, wajahnya yang membayangkan dirinya dan Myungsoo tadi benar-benar memalukan “ Eoh…eum…eum….aku tidak sengaja menemukannya…he..he..he aku mencari ini “ Jiyeon memperlihatkan pakaian kotor tepat didepan wajah Jongin dan segera berlalu dari sana.

“ Tuannnn !!!! Bagaimana cara memakai mesin cuci ini ??? “ Teriak Jiyeon kepada Jongin yang masih berada dikamar, meskipun hampir sama dengan yang ada di rumah Myungsoo tetap saja ia harus berhati-hati, salah-salah malah rusak dan justru membuat hutangnya semakin bertambah.

Jongin muncul dari dalam kamar dan mengangkat bahunya cuek, ia kembali merebahkan santai tubuhnya diatas sofa, melanjutkan untuk membaca tabloid yang ia pegang, namun mendengar suara tombol-tombol mesin cuci yang sepertinya dipencet asal oleh Jiyeon, Jongin segera bangkit, tidak mau terjadi apa-apa dengan barang miliknya.

“ Mohon bantuan anda tuan “ Jiyeon membungkuk hormat dengan senyum yang ia buat semanis mungkin memberi ruang untuk Jongin.

“ Tch…kau benar-benar seperti seorang pelayan jika memanggilku dengan sebutan tuan “ Ucap Jongin, merubah raut wajah Jiyeon menjadi kesal “ Masukkan detergennya ke dalam kotak ini, lalu pakaiannya kesini, tutup dan tinggal tekan tombol wash & dry, aku tidak akan mengulangnya “ Ucap Jongin dan kembali menjauh dari Jiyeon.

“ Lalu aku harus memanggil anda apa ? ahjussi juga ? “ Jongin menoleh heran membuat Jiyeon menyadari jika ada yang salah dengan arti kata juga yang tidak sengaja meluncur dari bibirnya “ Eoh….maksudku….apa….aku harus memanggilmu ahjussi ? “ Ulang Jiyeon berusaha tidak gugup.

“ Jika aku ingin kau memanggilku oppa ? “ Santai Jongin kembali fokus pada tabloid ditangannya.

Jiyeon sontak terdiam, entah mengapa ia membayangkan jika yang mengatakan kalimat itu adalah ahjussinya yang kini ia rasa belum sadar jika dirinya sudah menghilang sepagi ini.

“ Kenapa diam ? “ Jongin menoleh ke arah Jiyeon yang berdiri mematung setelah kata oppa ia ucapkan.

“ Baiklah, karena umur kita berbeda jauh, Tuan Kim….aku akan tetap memanggilmu seperti itu “ Ucap Jiyeon segera memalingkan wajahnya dan fokus dengan pakaian yang masih belum ia giling.

Jongin seperti menangkap sesuatu dari raut wajah Jiyeon “ Bagaimana kau bertemu dengannya pertama kali ? kau memanggilnya dengan sebutan apa ? “ Tanya Jongin tiba-tiba ingin tahu.

Jiyeon mendesah berat, ia tahu bersama dengan Jongin, pria itu pasti akan mencari tahu tentang kehidupannya dengan Myungsoo, meski masih meraba-raba hubungan dua pria bermarga Kim ini, namun Jiyeon yakin keduanya pernah sangat dekat, bahkan tidak hanya mereka berdua, bersama Krystal, ketiganya terlibat kisah cinta yang rumit.

“ Aku tidak suka bercerita “ Cuek Jiyeon mengikuti jawaban yang pernah Jongin ucapkan padanya.

Jongin tersenyum sinis, yeoja seperti ini mana mungkin bukan seorang yang senang bicara ? mungkin terlalu dini mencari tahu tentang kehidupan mantan temannya, Jongin melirik jam yang tergantung didinding dan sontak berdiri.

“ Aku akan bersiap-siap, kau tidak lupa kan ? nasib makan siangku hari ini ada ditanganmu “ Jonginpun berjalan santai tanpa peduli Jiyeon menatapnya dengan tatapan membunuh “ Satu lagi, dengan keadaan rumahku yang seperti ini, seorang wanita pasti tahu apa yang harus dilakukannya. Aku tidak sempat merapikannya, tolong ya “ Enteng Jongin dengan wajah datarnya.

Jiyeon ingin memprotes, namun sosok Jongin tidak lagi terlihat “ Isshhhh….baiklah, sabar…sabar, kau harus sabar Park Jiyeon, huffftttt hanya 2 minggu untuk Kim Jongin “ Ucap Jiyeon seraya memunguti satu-persatu barang Jongin yang berserakan, tiba-tiba “ Dan juga…..2 minggu tersisa bersama Kim Myungsoo ahjussi “ Lanjutnya merasa begitu berat untuk merelakan kebersamaan dengan pria Kim yang lebih dulu ia kenal.

.

.

Myungsoo’s POV

Ya Tuhan, apa yang lakukan ? sudah 30 menit hanya menatap pintu kamarnya dari lantai bawah dengan hati berdebar-debar, seperti sedang mengikuti kuis yang jika pintunya terbuka muncul hadiah yang menakjubkan. Padahal jika aku berangkat sejak tadi, tentu saja aku sudah sampai dikantor. Tapi lihatlah, aku bahkan dengan cemas dan penuh harap agar pintu itu terbuka dan ia melihatku sebelum pergi ke kantor.

Aishh jeongmal !!! sebenarnya sejak kapan aku seperti ini ? ku rasa aku mulai gila, mulai gila, mulai gilaaaaa……arrgghhkkk !!! karena allien itu. Pasti ini akibat ulah bibirnya semalam, benar-benar mengandung racun hingga membuatku seperti ini.

Krieeetttt…

Sontak kepalaku kembali terangkat dengan tubuh yang berubah kaku ketika kudengar derit pintu dibuka. Sialll!!! Kukira dia, aku tertipu, itu Myungji yang melenggang bebas dengan wajah begitu lega berhasil keluar dari kamar allien itu. Hufftt!!! apa yang akan dunia katakan jika menyadari jika aku menjadi pria pabbo hanya karena ingin melihat sosok allien itu ?

Assa !! Kenapa aku tidak berakting seperti kemarin saja memintanya untuk membuatkan sarapan ? Aisshh Kim Myungsoo sepertinya kau sudah benar-benar menjadi bodoh dan gila, melakukan tindakan apapun pada allien itu mengapa begitu sungkan ?

“ Fiuhh “ Aku melonggarkan dasi yang serasa mencekik leher dan melangkah dengan jantung berdebar kencang kembali ke atas.

Dari celah sempit pintu yang dibuka oleh Myungji, aku mengamati kamar dan mencari sosoknya seperti seorang stalker. Kurasa isi otakku berperang dengan tindakanku sekarang, mengapa bisa seorang Kim Myungsoo melakukan hal kekanak-kanakkan seperti ini ?

“ Eoh masih tidurkah ? “ Ucapku ketika melihat selimut masih menutupi seluruh tubuhnya.

“ Ehem “ Aku berdeham menetralkan kegugupanku “ Yyaaa!!! “ Seperti biasa, aku berteriak seolah tidak ada yang berubah dari sikapku padanya, meski semalam aku yakin telah membuatnya terbuai dengan sikap lembutku.

Heol ~ Aku melupakan sesuatu, mati dan tidur, untuk allien ini tidak ada bedanya, aku membuka pintunya lebih lebar “ Allien !!! buatkan sarapan untukku “ Ucapku stay cool, apa ini ? bahkan jantungku seperti melompat-lompat menunggu dengan sangat cemas reaksinya.

Tidak bangun juga ? aku menjadi sedikit kesal, benar-benar tidak berubah, tetap saja allien ini sulit untuk dibangunkan. Kakiku melangkah panjang dan dengan cepat menarik selimut yang menutupi tubuhnya “ Mwo ?” Kagetku ketika hanya mendapati sebuah guling dan bantal yang ditumpuk.

Pandanganku menyusuri setiap sudut kamarnya mencari-cari allien itu, merasa suasana begitu sunyi, kakikupun melangkah hingga memeriksa kedalam toilet. Baru pukul 6 pagi, dan dia tidak ada ? tidak biasanya. Aku terus mencarinya hingga kehalaman rumah, mungkin saja dia sedang menikmati udara pagi, namun nihil, allien itu seperti hilang ditelan bumi.
Aku kembali melangkah masuk dan baru menyadari ada sesuatu diatas meja makan, sepiring omelet yang sudah dingin dan sebuah kertas dibawahnya.

“ Ahjussi, makanlah sebelum berangkat kekantor, mian aku tidak bisa menemanimu, mulai hari ini aku akan sering berada diluar, aku harus lebih giat untuk menemukan kekasihku, mianhae “

Aku melipat kembali kertas dan meletakannya begitu saja, perasaanku berubah tak nyaman, mengapa aku seolah melupakan status dirinya disini sebagai istri pura-puraku ? bahkan waktu kami hanya tinggal 2 minggu lagi. Aku memandang omelet sayur buatannya tak semangat, mengambil sepotong dan memasukkannya dengan paksa kedalam mulut, kurasa buatannya adalah yang terbaik, namun menjadi biasa saja jika ia letakkan bersama surat itu.

Aku tidak mungkin memarahinya karena keluar sepagi ini, bahkan seharusnya aku kini bersamanya, membantunya mencari seseorang yang ia cintai dan mencintainya. Aku….telah mengingkari satu janji kami yang ini, bahkan ini adalah tujuan utama allien itu hingga ia bertahan disini bersamaku.

“ Kim Myungsoo, tentu saja ini hanya efek kejadian konyol semalam “ Ucapku menyingkirkan perasaan tak nyaman yang tiba-tiba datang.

Kuselesaikan kunyahan dan menyeka mulut dengan tisu “ Chaaa !!! aku harus pergi ke kantor, hariku begitu sibuk hanya untuk memikirkan hal ini “ Aku bangkit dan meraih kunci mobilku, datang kekantor dan bekerja, kurasa aku bisa melupakannya.
Ya tentu saja, sangat mudah untuk tidak memikirkannya, dasar allien…kau harus bertanggungjawab jika terjadi apa-apa dengan hati ini eoh!!!

.

.

“ Ahjussi, aku sudah menyelesaikan semuanya, makan siangmu sudah kusiapkan dimeja, kau hanya tinggal membawanya, hari ini cukup sampai disini, aku harus segera pulang “ Ucap Jiyeon dan berlalu dari hadapan Jongin.

Namun tatapan Jongin yang memandangnya lekat membuat Jiyeon kembali membalikkan tubuhnya “ Wae ? kau memandangku seperti itu ? Tanyanya heran.

Jongin melepaskan kedua tangan dari dalam saku celananya “ Kau meninggalkanku ketika aku belum memastikan apaka makanan yang kau buat tidak berbahaya untuk ku makan ? “ Tanya Jongin entah apa maksud pertanyaannya.

“ Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu, mungkin rasanya saja yang tidak cocok dengan lidahmu, tapi itulah yang mampu kubuat untukmu TUAN KIM JONGIN “ Ucap Jiyeon sedikit kesal dan menekankan menyebut nama Jongin.

“ Changkamman “ Ucap Jongin dan melangkah menuju meja makannya.

Jiyeon melihat apa yang Jongin lakukan, dan pria itu sudah kembali dihadapannya dengan membawa makanan yang ia siapkan untuk pria itu, Jiyeon terus memperhatikan apa yang Jongin lakukan, pria itu membuka kotak bekal dan mengabil sesendok makanan dari sana, Jiyeon terkejut ketika tangan Jongin sudah menyodorkan makanan itu dekat mulutnya.

“ Aku harus memastikan jika ini aman “ Ucap Jongin menyuapkan sendok kedalam mulut Jiyeon.

Jiyeon tidak bisa berbuat apa-apa selain harus memakannya, ia memandang Jongin aneh seraya mengunyah, mendapat tatapan menuduh dari Jongin Jiyeon mempercepat kunyahannya dan segera menelannya “ Ini tuan lihat aku tidak apa-apa kan ? jangan bilang aku harus berada disini selama 1 jam lagi agar kau yakin ini aman, tch… “ Jiyeon meletakkan kedua tangan didepan dadanya.

Jiyeon hampir saja tersedak begitu melihat Jongin tanpa ragu memakan dari sendok yang sama dengan yang ia suapkan padanya, melihat itu Jiyeon menjadi kikuk “ Pria ini apa tidak jijik memakan dari sendok yang sama dengan orang lain “ Pikir Jiyeon dalam hati.

Masih mengunyah, Jongin menutup rapat kembali bekal makan siangnya kemudian menatap Jiyeon dengan pandangan yang entah apa artinya membuat Jiyeon sedikit takut.

“ Suamimu pasti tidak akan mau makan diluar, jika masakan istrinya saja begitu enak “ Ucap Jongin memberikan pujian.

Wajah Jiyeon sontak bersemu, meski bertampang dingin dan sedikit menyebalkan, pria Kim yang satu ini tidak ragu untuk memberi pujian. Dan hanya khayalan, lagi-lagi ia berharap kalimat itu meluncur dari bibir ahjussi-nya, tapi tentu saja itu tidak tahu kapan terjadi, apa yang ia lakukan selalu minus dimata ahjussi-nya itu.

“ Aku pulang !!! “ Pamit Jiyeon membungkuk kemudian.

“ Sampai bertemu kembali 2 hari yang akan datang !!! “ Balas Jongin dengan pandangan datar, amun senyum tipis ia sunggingkan.

Sepeninggalan Jiyeon ,

“ Hufffttt, apa yang akan kau lakukan jika tahu istrimu menyiapkan semua ini untukku ? mianhae “ Jongin berkata lirih dan bersiap untuk segera pergi ke kantor.

.

.

Myungsoo sudah nampak asyik didepan laptopnya, sebelum masuk keruangannya, ia mengingatkan pada sekretarisnya untuk tidak mengganggunya hingga Myungsoo memberikan lagi perintah. Mata tajam Myungsoo bisa dikatakan hampir tak berkedip, membaca serius setiap kalimat dilayar laptopnya.

“ Makan malam dipinggir pantai ? hiyyy….tidak, aku tidak akan mungkin bisa melakukan ini dengannya “ Myungsoo nampak berbicara sendiri, tangannya kembali sibuk memainkan mouse, kursor bergerak mengikuti arahan tangannya.

Myungsoo memicingkan matanya, membaca dengan seksama tiap bait yang terangkai disana, ia terus menjelajah dengan kata kunci yang ia ketik.

“ Menonton berdua ? ini pasti membosankan jika bersamanya, TIDAK! “ Ucap Myungso tegas dan mencari alternatif lain.
Merasa tidak menemukan hal apapun yang pas Myungsoo bersandar pada bahu kursi dengan tangan yang ia pakai untuk menopang kepala “ Apa aku akan melakukannya meski aku tahu dia sudah memiliki kekasih ? “ Bingungnya.

“ Aishh, aku hanya akan melakukan apa yang akan aku lakukan, allien kau membuatku pusing eoh ? “ Myungsoopun meraih ponsel yang ia letakkan didepannya, baru saja ia akan mengirim pesan pada allien.

“ Halmeoni ? “ Myungsoo langsung menekan tombol hijau diponselnya.

“ Nde, halmeoni apa kabarmu ? mengapa kau lama sekali disana ? apa kau tidak merindukan cucumu yang tampan ini ? kau pasti membawa oleh-oleh untuk kami kan ? “ Cerocos Myungsoo antusias, tanpa memberi kesempatan halmeoni untuk berbicara.

                              “ Ada apa denganmu eoh ? sepertinya kau sangat senang sekali hari ini ? tch….bocah tengik actingmu itu benar-benar layak mendapat penghargaan, apa benar kau mengharapkan aku pulang eoh ? “ Ucap halmeoni sinis.

Myungsoo hanya tersenyum mendengar apa yang halmeoninya ucapkan “ halmeoni bogoshipo “ Ucap Myungsoo terdengar manja.

Halmeoni merasa terharu, baru kali ini ucapan cucunya terdengar begitu tulus ditelinganya dan begitu sampai dihatinya.

                                      “ Aku masih di Suvarnabhumi – bandara internasional Thailand – sebentar lagi akan segera berangkat,  bagaimana kabar istrimu eoh, kalian baik-baik saja kan ? “ Tanya halmeoni melembut.

“ Eoh kami baik-baik saja, dia juga sangat merindukanmu halmeoni, datanglah kerumah jika kau sudah sampai “ Ucap Myungsoo menawarkan, namun nada bicaranya terdengar tidak bersemangat.

Halmeoni kembali tersenyum, tanpa Myungsoo tahu wanita tua itu sedang sibuk mengusap airmatanya yang akan terjatuh

                                     “ Nde, tunggu saja kedatanganku eoh, kau jangan merasa disusahkan jika aku menginap disana untuk waktu yang sangat lama, eoh aku tutup dulu, pesawat akan berangkat “ Ucap Halmeoni berkelakar.

“ Halmeoni maafkan aku eoh “ Ucap Myungsoo dengan perasaan menyesal.

Halmeoni hanya diam, tentu karena ia tidak mengerti untuk apa Myungsoo meminta maaf padanya.

Klik

Sambungan terputus, Myungsoo termenung membayangkan kehidupan rumah tangga pura-puranya yang hanya tinggal hitungan jari. Adakah yang bisa ia perbuat dengan waktu sesingkat itu ? ia menyayangi halmeoni dan harus melakukan sesuatu untuknya, namun bagaimana Jiyeon ? apakah perasaan yeoja itu harus ia abaikan kembali dengan mengatasnamakan halmeoni sebagai tameng untuk menyelamatkan kepentingannya.

.

.

Senang dan terkejut, itulah yang Jongin rasakan ketika seorang wanita yang ia kenal bernama Jung Soojung sudah ada dihadapannya dan menawarkan untuk makan siang bersama, Jongin tahu butik Soojung berada cukup jauh dari kantornya, jadi rasanya ia tidak mungkin berpura-pura untuk bersikap dingin untuk menolaknya.

“ Bagaimana ? “ Tanya Krystal menunggu jawaban Jongin.

Jongin melirik kotak makan siang yang ia taruh diatas meja kerjanya, melihat itu Krystal mengikuti arah pandang Jongin dan mengernyit heran, baru kali ini ia melihat Jongin membawa bekal untuk makan siangnya, mereka memang sudah lama tidak bersama, namun tetap saja ia tidak sedikitpun menyangka Jongin menjadi seperti anak kecil dengan kotak makan siangnya yang seperti itu. Apakah selama 4 tahun ketidakbersamaan mereka telah ada seorang wanita yang merubah pria itu ?

Memikirkannya, Krystal menjadi tak bersemangat dan merasa sulit untuk mencoba memperbaiki hubungannya. Awalnya ia sudah membulatkan tekad untuk menyudahi kesalahpahaman dimasa lalu, antara dirinya, Jongin dan Myungsoo. Ia berniat mengajak kedua pria ini saling bertemu dan mengobrol santai. Ia sudah seharian merenungkannya, sikap Myungsoo pada pertemuan kemarin dengannya pun, Kyrstal yakin Myungsoo bisa kembali menerima pilihannya.

Jongin tidak ingin melihat wajah Soojung yang seperti itu, ia kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan mendahului Soojung, membuat wanita itu heran ditempatnya berada “ Kajja!!! Setelah makan siang aku memiliki tamu yang akan datang “ Ucap Jongin sambil berlalu meninggalkan Krystal.

Krystal tersenyum, ia pun memutar tubuhnya dan dengan langkah cepat menyusul Jongin, meninggalkan ruangan itu yang didalamnya terdapat kotak makan siang yang awalnya mendapat pujian kini menjadi terbaikan.

.

.

“ Selamat siang tuan, silahkan ingin memesan apa ? “

Myungsoo terdiam sejenak untuk memilih menu makan siangnya. Tidak seperti hari biasanya yang selalu cerewet memerintahkan sekretaris untuk menyiapkan makan siang menu ini dan itu, hari ini ia sedang ingin menjelajah sendiri hingga menolak sekretaris untuk menyiapkannya.

“ 1 Gogigui, 1 Bibimbap dan…..tidak itu saja “ Ucap Myungsoo yang merasa tidak mungkin menghabiskan semua makanannya sendiri.

Pelayan mencatat dan kemudian segera pergi untuk menyiapkannya, udara diluar sangat panas, Myungsoo memilih tempat yang tersembunyi dari jangakaun terik matahari, ia kemudian memeriksa layar ponselnya, tidak satupun pesannya yang dibalas oleh Jiyeon “ Tch, apa sudah bertemu hingga aku diabaikan ? “ Ucapnya sedikit kecewa.

“ Silahkan, ini pesanan anda tuan “ Pelayan tersebut memberikan pesanan Myungsoo.

Sliding door berbunyi, ada seseorang yang menggesernya, sumpit Myungsoo terhenti diudara ketika melihat siapa yang datang. Myungsoo merasa kesal, ia pikir dunia ini tidak sesempit yang ia kira tapi mengapa disaat seperti ini ia bertemu dengan dua orang yang merusak moodnya.

Jongin tersenyum sinis mendapati seseorang yang ia kenal berada disekitarnya, sementara Krystal memijit keningnya merasa rencananya menjadi gagal, ia memang ingin mereka bertiga saling bertemu, tapi tentu dengan perencanaan yangmatang yang baru akan ia sampaikan pada Jongin dan Myungsoo secara terpisah.

“ Boleh kami bergabung ? “ Tanya Jongin.

Myungsoo tidak ingin terlihat menyedihkan dihadapan Jongin setelah kejadian launching appa angkatnya beberapa hari lalu, dengan isyarat tangannya Myungsoo mempersilahkan keduanya untuk duduk.

“ Kau makan disini dan hanya sendiri ? Tanya Jongin yang seolah memancing emosi Myungsoo.

Myungsoo hanya mengangguk dan masih menyumpit makan siangnya, sedangkan Krystal untuk memecahkan suasana tegang ia memanggil pelayan dan berlama-lama untuk memilih menunya, namun harus diakui hatinya begitu gelisah.

.

.

Taemin mengajak Jiyeon untuk bertemu, keduanya duduk disebuah taman kota menikmati sebuah es krim. Taemin ingin merayakan kesuksesannya mendapat pekerjaan baru, hanya sebuah traktiran kecil yang untuk itupun Taemin memohon Jiyeon untuk membayarinya terlebih dahulu.

“ Nomor ponselku telah aku ganti, kau juga sudah melakukannya bukan ? “ Tanya Taemin yang hanya ditanggapi lemah oleh Jiyeon.

“ Waeyo ? jangan bilang kita tidak bisa kabur dari orang mengerikan itu “ Taemin bergidik.

Jiyeon tidak menanggapi pembicaraan Taemin, ia tidak mungkin bisa lari dari Kim Jongin, pria itu tentu saja akan mudah menemuinya kapanpun jika ia mau, ia mengenal ahjussinya dan sudah tahu juga tempat tinggal Jiyeon. Taemin yang tidak tahu dengan cerita yang sebenarnya terus memandang Jiyeon, menunggu sahabatnya itu membuka mulutnya.

“ Dia tahu tempat tinggalku “ Ucap Jiyeon lemah menutupi cerita yang sebenarnya.

“ Mwo ? Dd-dia tahu tempat tinggalmu ? bagaimana bisa ? aku saja sahabatmu tidak tahu dimana kau tinggal “ Cerocos Taemin.

“ Itu tidak sengaja dan karena ia memaksaku “ Ucap Jiyeon.

“ Jika begitu kau pindah saja “ Saran Taemin memperlihatkan wajah seriusnya.

Jiyeon mendesah lemah “ Tidak semudah itu “ Ucap Jiyeon menunduk lemah masih menjilat es krim ditangannya.

Taemin seperti menangkap sesuatu yang berat yang sedang dipikul Jiyeon “ Ceritakanlah, mana boleh kau menyembunyikan tentang kehidupanmu padaku, jika sesuatu terjadi pada dirimu dan aku sama sekali tidak tahu apapun tentangmu, apa yang harus aku katakan pada keluargamu ? “ Cerewet Taemin seperti biasanya.

Jiyeon memandang Taemin ragu, sebenarnya ia memang membutuhkan orang untuk menceritakan masalah yang dihadapinya kini, tapi Taemin ? ia takut sahabatnya yang ceroboh ini justru menjadi boomerang untuknya kelak.

“ Apa aku harus mengikutimu diam-diam dan tahu sendiri apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku ? mengapa kau tega aku tidak tahu apapun tentangmu, apa aku bukan sahabatmu ? Ucap Taemin dengan wajah terlihat sedih.

Jiyeon membalas serius tatapan sedih Taemin “ Cerita – tidak – cerita – tidak ? “ Pikirnya dalam hati.

Taemin masih menunggu Jiyeon akan terbuka padanya, melihat gelagat Jiyeon seperti ini semakin membuat Taemin penasaran dan curiga dengan kehidupan sahabatnya, hingga pikiran Taemin mengarah ke hal yang paling menyeramkan, Jiyeon bekerja sebagai wanita malam dan terjerumus dalam kegiatan prostitusi.

“ Pabbo!!! Tentu saja aku baik-baik saja, majikanku sangat galak, dan dia tidak akan membiarkan aku datang dengan seorang pria, memangnya dia akan percaya jika aku bilang kau adalah sahabatku ? kau jangan khawatir, aku baik-baik saja dan nasibku pun tidak semengerikan dirimu “ Ledek Jiyeon seraya merengkuh bahu Taemin.

Meski kecewa, lagi-lagi Taemin harus memahami sahabatnya ini.

.

.

Suasana dimeja makan nampak sunyi, ketiganya serius dengan apa yang mereka pesan sebagai makan siang. Krsytal mengangkat wajahnya, menatap satu-persatu para pria didekatnya, tak sengaja pandangannya dengan Myungsoo bertabrakan, Jongin yang menyadari itupun tersenyum sinis.

“ Kupikir jika sudah berkeluarga, kita tidak perlu membeli masakan diluar ? ternyata pikiranku salah, apa istrimu tidak bisa memasak ? “ Tanya Jongin kembali mengusik emosi Myungsoo.

Myungsoo berusaha cuek, untuk mengalihkan kekesalannya ia mengeluarkan ponsel dari sakunya “ Yeobboseo, aku ingin memesan bunga untuk istriku tercinta, tidak…tidak hari ini tapi untuk ulang tahunnya besok “ Ucap Myungsoo asal bahkan ia tidak pernah tahu kapan allien itu terlahir.

Meski sedang menelpon tangan Myungsoo tidak berhenti menyuap makanan kedalam mulutnya, tidak sadar ia malah mengambil cabai yang seharusnya ia pisahkan, sontak mulut yang awalnya bersemangat mengunyah dan berbicara terrhenti, Myungsoo mencengkeram kuat celananya menahan pedas dimulutnya “ Untuk keterangan selanjutnya akan aku suruh sekretarisku mengatakannya padamu nanti “ Myungsoo menutup ponsel dan dengan sikap coolnya meraih gelas berisi air putih miliknya.

Jongin hanya mencoba menyembunyikan senyumannya, sementara Krystal menyadari tatapan tak suka Myungsoo padanya dan Jongin.

“ Kau tidak tahu apa-apa tentang kehidupanku, apalagi istriku, jadi jangan mengatakan hal yang tidak kau tahu, aku sudah selasai dan harus kembali bekerja…annyeong “ Ucap Myungsoo menggeser kursinya dan bangkit meninggalkan Krystal dan Jongin.

Jongin hanya tersenyum sinis, ia tahu Myungsoo sedang menyembunyikan perasaan cemburunya, sedangkan Krystal harus kembali membuang nafasnya lelah, sepertinya rencananya tidak akan mungkin berjalan lancar.

“ Jongin-ah, mian sebenarnya….tujuanku mengajakmu ingin membicarakan hal ini padamu, aku….sudah memikirkannya matang-matang. Jika aku….tetap memilihmu “ Ucap Krystal menunduk dalam.

Jongin terdiam, gerakan tangannya terhenti untuk menyuap, ia menoleh ke arah Soojung dan menatap wajah itu lekat. Mengapa secepat itu wanita ini memutuskan pilihannya? Tidak ingin Myungsoo merasa tersakiti oleh tindakan Jongin atau benar-benar perasaan wanita ini masih hanya untuk dirinya ? lalu bagaimana dengan perasaan Myungsoo ? Apa pria itu telah benar-benar melupakannya? Jongin tidak tahu.

Untuk membuktikannya, ia akan membiarkan rencananya terus berjalan, hingga jawaban itu datang dengan sendirinya, ia akan tahu pada siapa sebenarnya cinta murni Jung Soojung berlabuh, ia tidak ingin terlalu mudah mendapatkan hati Soojung kembali, akan ia buktikan bahwa dirinya lebih berharga dari seorang Kim Myungsoo.

.

.

“ Nyonya apa tidak sebaiknya bertanya apakah tuan muda sudah kembali ? “ Tanya supir mengingatkan halmeoni.

Halmeoni masih memejamkan matanya, meski telinganya mendengar pertanyaan supirnya, namun ia mengabaikannya, untuk apa repot-repot ia menghubungi Myungsoo jika ia sendiri telah menduplikat kunci rumah Myungsoo.

“ Antar saja aku kesana tidak perlu menunggunya, lagipula sudah sesore ini apa ia tidak ingin pulang kerumah dan bertemu dengan istri cantiknya itu eoh? “ Ucap halmeoni merasa supirnya memperlambat laju mobilnya.

.

.

Myungsoo’s POV

Aku kembali menjejakkan kakiku ke restaurant tadi, tidak peduli jika setelah makan siang tadi aku sempat mengutuk dan berjanji tak akan pernah menginjakkan kakiku lagi disini, namun rasa lezat makanan restaurant ini berhasil membobol pertahananku. Aku tidak mau kelaparan ataupun emosiku memuncak jika hanya menunggu dan mengandalkan pesan antar yang seringkali datang terlambat karena rumahku yang begitu jauh dari keramaian.

“ Ini tuan, silahkan kembali lagi “ Ucap pelayan ramah.

Tanganku meraih satu paket makan malam yang sudah siap, namun baru saja ingin keluar tiba-tiba aku teringat sesuatu dan memutuskan untuk melangkah kembali kearah pelayan restaurant.

“ Buatkan 1 lagi sama seperti ini “ Ucapku dan tidak sadar jika bibirku sudah senyum-senyum sendiri.

Tidak berapa lama,

“ Ini tuan, dan ini 2 tiket untuk bermain di Lottemart, karena jumlah pesanan anda memenuhi syarat untuk mendapatkannya“ Ucap pelayan seraya menyerahkan tiket masuk Lottemart padaku.

Aku hanya menatap tak berminat tangannya yang memegang dua buah tiket, apa aku membutuhkannya?

Tik..tok…tik..tok

“ Gomawo “ Ucapku seraya menyambar cepat dua buah tiket itu.

Untung saja otakku tidak berhenti untuk menjadi pintar, Mengapa tidak terpikirkan hal itu sebelumnya ? Pabbo, meski sebenarnya 100 tiket masuk Lottemartpun mampu aku beli, tapi alasan membeli itu terdengar konyol bukan ? jika hadiah tentu saja aku tidak merasa malu untuk menggunakannya.

Aku memandang dua buah kantong makanan ditanganku dan segera masuk kedalam mobil, aku yakin allien akan menyukai makanan ini, tch…jangankan makanan mahal dan enak, makanan untuk Myungjipun matanya akan berbinar-binar.

Diperjalanan,

“ Yeobboseo halmeoni, apa kau sudah tiba di Seoul ? “

                                                       “ Wae ? khawatir sekali, aku sedang menuju kerumahmu, apa kau sudah kembali ? cepatlah kau kembali jangan terlalu lama dikantor, kasian istrimu pasti merasa kesepian “

“ Jiyeon ? hari ini ia sedang ada kegiatan diluar halmeoni, kau tunggu saja aku datang “

                                            “ Eoh syukurlah jadi dia tidak mudah bosan menunggumu jika punya kesibukan, baiklah hati-hati                berkendara, tidak perlu khawatir, aku sudah menduplikat kunci rumahmu eoh “

“ Jeongmal, baiklah “

Aku berbicara santai dengan halmeoni seolah keadaan rumah baik-baik saja jika wanita itu datang tiba-tiba, setelah ponsel aku tutup barulah aku tersadar, Ommo!! Kamar kami ? dan ? aku terus mengingat-ingat hal lainnya yang akan membuat halmeoni curiga, dan Ya Tuhan ? kertas itu ? coretan pesan allien? aku meletakkan begitu saja kertas itu.

Celaka!!! Seperti orang yang kerasukan, aku menambah kecepatan mobilku, halmeoni tidak boleh tahu jika kamar kami terpisah, dan sebutan ahjussi pada seorang suami sudah tentu halmeoni akan semakin curiga dan terbongkaralah selama ini sandiwara kami.

.

.

Taemin menarik tangan Jiyeon, mengajak yeoja itu untuk segera menyeberang karena lampu jalan masih menunjukkan warna merah, namun baru saja kakinya melangkah untuk menyebrang lampu berubah hijau, sontak Jiyeon menarik tangannya.
Sayang terlambat, aksinya telah membuat seseorang yang mobilnya berada diurutan paling depan membunyikan klaksonnya kesal.

TIIIINNNNNNNNNN…TINNNNNNNNNNNN…TINNNNNNN

“ HEI KALIAN LIHAT TIDAK ? LAMPU ITU SUDAH BERWANA HIJAU, APA KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP EOH ??? “ Teriak pria itu berapi-api.

Jiyeon yang awalnya tidak menyadari siapa pria yang marah-marah pada Taemin dan dirinya seketika terhenyak mengenali penampakan mobil itu, dilihatnya seorang pria tampan dengan kacamata hitam yang menutupi matanya menyembulkan kepala dari dalam mobil, sudah ia duga hanya ada satu orang didunia ini yang memiliki lengkingan menyeramkan seperti itu.

“ AH-JU-SSI ??? “ Kaget Jiyeon segera menutupi wajah dengan tangannya.

Dia adalah Kim Myungsoo, ahjussinya yang semalam bertingkah aneh dan membuat perasaannya meleleh hingga tak tahu akan bersikap bagaimana jika harus bertemu kembali, ahjussinya yang membuat ia rela pergi menghindar dipagi buta, meski sebenarnya sangat ingin selalu menatap sosoknya.

Jiyeon mengkeratkan dirinya dibalik tubuh Taemin, membuat sosoknya menjadi kecil dan bahkan jika bisa tidak terlihat oleh Myungsoo, ia tidak ingin usahanya yang hampir berhasil seharian menghindari Myungsoo sia-sia. Bahkan tidak hanya sia-sia, pertemuannya sekarang lebih menyeramkan dari sekedar menghindar.

Keberadaan Taemin disampingnya dipastikan akan membuat segalanya berakhir, dan Myungsoo pasti akan marah besar padanya karena telah membohonginya pasal Taemin. Jiyeon belum siap mengatakan siapa sebenarnya Taemin, belum siap pergi dan tidak lagi bisa melihat ahjussi yang telah mengobrak-abrik perasaannya.

Lagi-lagi Jiyeon harus menyesal, jika tahu akan bertemu Myungsoo disaat dirinya bersama Taemin, sudah pasti ia tidak akan berpikir dua kali untuk menceritakan sandiwaranya bersama Myungsoo pada sahabatnya itu, memaksa Taemin mengaku sebagai kekasihnya tentu tidak lebih sulit daripada sekarang ia harus menyembunyikan diri dan keluar dari amukan Myungsoo.

Tidakkah Jiyeon tahu, jika bukan hanya dirinya yang sedang berusaha mempertahankan sandiwaranya, Myungsoopun saat ini sedang berjuang untuk mempertahankan sandiwara mereka, agar ia tetap bisa melihat sosok Jiyeon ada didekatnya.

To be continued…

Finally, teaser kemarin ternyata cucoknya untuk part 10, terasa aneh kalo alurnya dibuat seperti itu di part ini.
How about this part ? makin seru or ancur kah ? seancur perasaan author yang merelakan Jiyi harus beradegan mesra nanti dengan ahjussi Lee Dong Gun di film baru ENCOUNTER.

Huaaaaa Myungsoo-ah….semoga kau tabah yah melihat takdirmu bermesraan dengan ahjussi yang sebenarnya, bukan ahjussi jadi-jadian seperti dirimu.

Kekekkee….

Jadi curhat, tapi gpplah yang penting kita bisa liat acting superbnya jiyi yah, setelah ini mudah2an ada drama Jiyi dengan cowo ganteng Korea sana, yang pastinya seumuran atau ga beda jauh, Myungsoo or Minho, I beg you guys!! Hiks ^^

167 responses to “[ CHAPTER – PART 9 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. Makin seruuu thoorrr ^o^ hahahha jinjja knpa jiyi ga jujur aja ke myung kalo taemin shabat dia ya itung2 biar myung ga ngamuk ya .
    Oh iya ff nya bakal sampai brp capt thor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s