Lucky

f

Lucky

“You are wrong, the truth is, I’m the lucky one.”

Leesinhyo

 

Baekhyun & Jiyeon

Surya memaksa keringat keluar dari poriku, keadaan ini tak ayal membuat kulitku semakin gelap. Huft… Kutukan ozon yang meinipis sungguhlah membuatku menyesal menjadi salah satu murid universitas Seoul, yang bangunannya didominasi kaca yang makin membuat sinar matahri tak terfilterkan. Well, kurasa merutukinya hanya membuang waktu, solve the problem itu baru jalannya, tapi entahlah, waktuku tak banyak memikirkan itu, terlebih dengan projek skripsi akhir tahun.

“Mau dijemput nanti pulang?”

Seorang pria bertubuh sangat tinggi tengah bercengkrama denganku. Tak asing bagi murid universitas ini, melihat sosok pasangan yang absolutely different seperti hubungan yang kujalani dengan namja tampan satu ini. Menjadi salah satu member boyband mapan korea, tak membuatnya urung menjalin hubungan dengan yeoja biasa yang umur nya  tidak seimbang. Byun Baekhyun, yang sering kupanggil Hyunnie adalah sosok kekasih yang sungguh menawan, tak diragukan ketampanannya. But, bagaimana bisa aku menjadi kekasihnya? It’s weird right? Terlebih statusnya sebagai idol.

Flashback

Byun Baekhyun menghampiriku ketika tengah mencari tempat duduk dikantin, dan beruntungnya meja kosong itu adalah mejaku. Tengah sibuk berkutak dilaptop hanya ditemani Jiyeon, jelas masih ada 2 kursi tersisa didepanku, maka itu ia meminta izin untuk menempatinya. Percakapn singkat mengakhiri jam istirahat dan aku harus pergi karena kelas tengah menunggu absensiku. Aku beranjak meninggalkan lelaki populer satu ini, dan melambaikan tangan. Kurasa kelas musik dimulai nanti siang, pantas lelaki itu belum beranjak dari kantin.

Tak disangka-sangka sepulang sekolah kami berada dibus yang sama, bersebelahan pula. Wah, bukan main beruntungnya. Akupun mencoba untuk membuka percakapan.

“Ehm, idol sepertimu pulang naik bus?”

Ia hanya menjawabnya dengan anggukan yang diselingi cengirang khas Aegyonya. Kalian tau? Semua remaja, terlebih yang bergender perempuan kini sedang menatapku tajam seolah akan mencekikku detik itu juga. Padahal jelas, Baekhyunlah yang memilih duduk disebelahku, bukan aku.

Aku tak ingin mendapat bash, memicu keributan, atau terjangkit judge dari exo-l. Akupun beranjak dari kursi dan memilih untuk berdiri, beberapa gerombol yeoja tadi tengah berdesakkan berkeinginan duduk dikursi kosong disebelah Baekhyun. Sayangnya mereka semua terlambat. Baekhyun menarikku kembali duduk, dan kala itu ia menautkan alisnya, membentuk wajah bertanya-tanya.

“Rumahmu sudah dekat? Bukannya masih jauh?”

“Eh? Dari mana kau tau?”

“Sudahlah, duduk saja..”

Percayalah, semua yeoja dibelakangku tengah menggeram melihat peristiwa tadi. Yang jelas ini tidaklah baik, jika salah satu dari mereka adalah buliran sasaeng fans, bisa tamat riwayatku.

“Ekhem, bisakah kalian tidak mengambil fotoku? Kurasa itu akan membuatku lebih nyaman berkencan.”

Sontak aku langsung tersedak salivaku sendiri. Susah payah aku menengok kearah empu suara yang tadi mengucapkan kalimat itu. Well, itu mengejutkan, tapi yang jelas tadi itu menggembirakan, bagaimana perasaan seorang yeoja jika diperlakukan seperti itu oleh salah satu member boyband mapan, yang tampan, pintar bernyanyi, yang tatapan matanya saja sudah membuat gadis pingsan?

“Baekhyun oppa? Benarkah? Kau berpacaran dengan gadis seperti itu?”

“Jelas-jelas ia kastanya lebih pendek darimu, ia tak pantas.”

“Lihat wajahnya, cih, tidak sebanding denganmu oppa..”

Kalimat-kalimat itulah yang membuat kupingku memanas, kesenanganku sirna digantikan gejolak amarah yang terbendung. Lagi pula siapa yang bilang aku menyetujui perkataan namja disampingku? yang jelas-jelas baru bertemu sehari dan langsung mendapat gelar pacar idol tampan Byun Baekhyun. AAA tidak mau! bisa kena kroyok exo-L.

“Menurutku dia cantik, baik hati, menggemaskan.. Bukankah seharusnya kalian ikut senang jika idol kalian senang?”

Kalimat itu membuat jantungku berhenti berdetak. Kenapa dengan namja ini? Sontak semua yeoja tadi bungkam dan mengiyakan pernyataan Baekhyun, secara serentak mereka mundur dan kembali pada kegiatan sebelum adanya Baekhyun disebelahku. Aku tak bisa mengatakan apapun, yang jelas kini aku terkena sindrom kebingungan. Entah ini hanya akal-akalan namja disebelahku untuk membuat sensasi, entah untuk membuatnya menikmati perjalanan yang tenang atau apapun. Yang jelas aku bingung.

“Rumahmu dipemberhentian halte ke-4 ini kan? Ayo..”

Hah, Lagi? Kini ia mengejutkanku dengan genggaman tangan menuju dekat pintu bus. Jujur saja, ini terasa sangat canggung. Jiyeon adalah yeoja single akut, yang tak pernah diperlakukan begini oleh namja kecuali kakaknya sendiri. Dengan susah payah aku menelan salivaku untuk kesekian kalinya.

Pintu bus terbuka, mempersilahkan orang-orang yang bertujuan pergi kewilayah hongdae untuk turun. Ia terus mengenggam tanganku hingga kami meninggalkan halte tersebut. Aku tak mendapatkan perlakuan lain darinya. Ia hanya terus menggenggam tanganku dengan senyum yang mengembang.

“Ekhem…”

Aku pura-pura terbatuk, sembari melepaskan genggaman tangannya dariku. Segera ia menoleh dan kembali menautkan alisnya.

“Kenapa dilepas? Kau tak suka denganku?”

Aissh, pertanyaan konyol macam apa ini? Yeoja mana yang tak menyukai pria tampan sepertimu Byun Baekhyun? Aku membeku disampingnya, sejenak kami menghentikan kegiatan berjalan, ia memandangku tanpa memutus kontak itu, sekalipun aku tak membalasnya dan menundukan kepalaku.

“Kau ini kenapa?”

Akhirnya aku berani mengeluarkan sepatah kata walaupun itu tidak jelas, yang pasti aku butuh penjelasan dari semua perlakuannya sedari tadi.

“Kenapa? Bukankah seharusnya seorang kekasih seperti itu?”

Wow! Sontak aku membulatkan mata dan menatap namja dihadapanku yang selisih tingginya jauh dariku. Benar-benar namja yang aneh, bagaimana bisa dengan sepihak ia memberi gelar itu?

“Kekasih? Sejak kapan aku menjadi kekasihmu? Sejak kapan kau tau alamat rumahku? Sejak kapan kau…”

Jari telunjuknya membuat mulutku tertutup dan urung melanjutkan kalimatku. Oh my god, bagaimana bisa aku diam dan menurutinya begitu saja?

“Sejak saat ini, maukan?”

Apa-apaan ini? Jelas sekali aku menginginkannya, tapi tak bisa seperti itu juga, atas dasar apa ia menjadikanku seorang kekasih? Yang jelas ini akan membuat hidupku tersikasa, idol sepertinya memiliki yeojachingu sepertiku? Apa kata dunia?

“atas dasar apa?”

“Dasar cinta tentunya.”

“Bagaimana bisa?”

Aku tak tahan akan jawabannya, yang jelas itu terpaut romantis. Hahaha, apakah ini mimpi? Aku mencubit pipiku sekencang mungkin sembari menunggu jawabannya, ia tertawa geli kemudian menggenggam tanganku dan pergi menuju kursi taman yang berjarak tidak jauh dari jalan setapak tadi.

“Ehm… Kau lupa denganku kah?”

Baekhyun, kau membuatku sangat pusing. Percayalah, aku tak pernah lupa, bagaimana bisa seorang EXO-L sepertiku lupa dengan biasnya sendiri? Am I lucky fans?

“Aishh… Bagaimana aku bisa lupa dengan biasku sendiri?? Apa ini variety show? Aaah, bukankah aku lucky fans yang terpilih?Dimana kamera tersembunyinya?”

Baekhyun tertawa geli memperthatikan tingkahku, mengapa? Ada yang salah?

“Tidak Jiyeon… Bukan variety show, kau bukan lucky fans. Jika menurutmu kau lucky fansnya, kau salah total. Lucky fans adalah aku.”

Byun Baekhyun, apa yang terjadi sebenarnya? Aduh, aku tak kuat lagi melihat parasmu yang menawan, bisa-bisa aku mencubit pipimu detik ini juga, tapi aku harus menjaga mannerku.

“Bagaimana dengan paket summer clothes kau mendatkannya?” Sontak aku terkejut.

“Bagaimana dengan tas MCM official bertanda tangan? Kini kau mengenakannya. Kau tak tau itu?”

Speechless adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan diriku sekarang. So? Semua paket yang kuterima beberapa bulan belakangan ini dari idolku? Semua itu dari Byun Baekhyun? Ahhh, yang benar saja? Mana bisa itu terjadi, setauku itu dari teman e-mailku, apa teman email ku itu..

“Jangan bilang kalau kau itu…”

“Aku akan bilang, aku ini teman e-mail setiamu.”

“Yak mana mungkin??!”

Baekhyun tertawa dan menunjukan senyuman yang membuat jantungku berdetak tak karuan. The real story adalah, Baekhyun itu teman e-mailku sejak 6 tahun, dan aku baru tau? Bagaimana bisa?

“Bukankah teman e-mailku bernama Byun Belly?”

“Bukankah seorang artis harus memiliki banyak nama samaran dear? Aku ini pengangummu sejak smp.”Jentikan mata mengakhiri ucapannya.

Flashback End

Bukankah itu cerita yang menakjubkan? Menurutku begitu. Dan cerita percintaanku patut diangkat kelayar lebar, dan sayangnya tidak. Hahaha, bukan berarti harapnku pupus disini saja. Kurasa itu jalan yang tepat untuk menyingkirkan pandangan haters soalku, jika saja film itu dirilis mungkin mereka mengerti tentang kebenaran kisah ini, kalau aku bukan gadis penggoda, aku mencintainya, bukan uangnya, aku tulus, sayangnya exo-l tak percaya. Mengenaskan memikirkannya, terlebih ketika melihat komen beberapa fans diakun instagramku maupun Baekhyun yang mengomentari hubungan kami dengan kata-kata yang masuk kamus tidak sopan.
“Mau dijemput nanti pulang?”

“Tidak terimakasih, aku pulang bersama Jiyeon saja.”

Ia mengangguk mengerti, namja itu tersenyum kearahku. Kini kami tengah menikmati makan siang berdua, wahhh lunch time yang menyenangkan. Tiap menit bersamanya tak pernah ada senyum yang sirna, ia memang mood booster sekali.

“Kenapa menolak tawaranku menjemputmu by the way?”

“Ya.. Kalau aku terus didekatmu, bisa hancur reputasimu menjadi K-idol mapan.”

“Siapa peduli, yang kusayangi dan kuinginkan, kan hanya dirimu chagi..”

“Aishhh, namja satu ini, bagaiamana dengan member exo lainnya eoh? Mereka membutuhkanmu.”

“Memangnya kau tak membutuhkanku chagi?”

“Yak, bukan begitu maksudku, hanya saja kau perlu mengerti, semakin kau dekat denganku, semakin banyak exo-l yang mati atau halusnya keluar dari fandom, kau tak menginginkan itukan? Kasiah member lainnya. Jika saja aku harus memutuskanmu demi kelangsungan pekerjaan, akan kulakukan, kalau dilanjutkan piring bisa melayang algi lho, seperti di M countdown kemarin”

“Siapa peduli.”

“Hush kau tak boleh begitu, aku tidak mau dengan keberadaanku kedekatanmu dengan member lain terancam, ingat lah yeolli, aku tidak pernah marah jika kau lebih mementingkan member exo, atau exo-l, aku akan mencintaimu bagaimanapun kondisinya.”

You’re the best as always..”

And you’re the best best best as always..

Baekhyun mengecup keningku, dan mengakhirinya dengan senyum simpul yang menggertakan hati. Biasanya ia tersenyum idiot, menunjukan deretan rapi gigi putih miliknya, dan ketika ia memberikan kesempatan untuk melihat senyum manis yang menggambarkan lesung pipit indah itu, aku tertegun, anugerah tuhan memang selalu datang bertubi-tubi padaku dikala aku sedang membutuhkannya. Well, berlebihan ya, tapi memang hal itu benar, ia memang anugerah hahaha.

Author POV

“Oppa apa kau lebih memilih pacarmu daripada kami? Fansmu?”

“Apa member exo kau duai sekarang, karena yeoja keparat itu?”

“Apa kau tak peduli lagi dengan EXO-L??”

“Kenapa kau jadi begini oppa? Kami ingin BaekYeol Kembali…”

Konfrensi pers ricuh akan gelegar sorakan serta pertanyaan para exo-l akan hubungan yang tengah Baekhyun jalani. Beberapa member EXO yang juga berada disana melirik Baekhyun dengan tatapan iba. Bukankah artis juga punya hak untuk memiliki seorang kasih? Memiliki seorang yeoja pendamping hidupnya? Bukankah begitu? Agensi pun menyetujui hubungan Baekhyun. Tetapi fans tak begitu, Baekhyun bertanya-tanya akan apa yang ia sebenarnya perbuat, memiliki seorang kekasih bukanlah suatu kesalahan, apalagi dosa, ini pilihan Baekhyun, ia tanggung resiko apapun itu, yang jelas ia mencintai Jiyeon bagaimana pun keadaannya.

“Ya sebentar, pertanyaan pasti akan dijawab, tapi mohon dengan tertib, kami tidak dapat mendengar pertanyaan tersebut kalau kalian sembari berteriak.” ucap moderator acara membuat fans yang semula ricuh menjadi redup suaranya.

“Ekhem baiklah, kurasa semua pertanyaan tertuju padaku bukan? Biar kujawab.” Baekhyun berdiri, raut sedih terpampang diwajahnya, ia benar-benar kecewa akan reaksi fans yang tak adil memperlakukannya, ia juga manusia bukan?

“Aku mencintainya, mencintai Jiyeon, Aku mencintai mereka, member exo, aku sangat mencintai kalian, para exo-l. Yang kalian perlu ketahui adalah, aku berdiri disini sebagai idol, tapi kenyataannya idol juga manusia guys.. Pernah merasakan cinta? Menyukai seorang gadis atau lelaki? Yap, itu yang kurasakan, apa itu salah? Aku bahkan tak mempunyai maksud untuk menduakan member EXO. Kalian tau? Jiyeontersenyum padaku, membiarkanku manaruhnya diposisi entah keberapa, membiarkanku lebih dekat dengan member exo, membiarkanku tetap dekat dengan fans sekalipun fansku didominasi para yeoja. Bahkan ia menghapuskan kata cemburu itu dalam kamusnya, untuk melindung diriku, untuk membuat aku dan exo tetap rukun, agar aku tak melupakan fansku. Kalau kalian bilang dia yeoja penggoda, kau salah. Dia juga bukan lucky fans atau fans yang dianugerahkan penghargaan menjadi pacarku seperti yang kalian ucapkan di media sosial. Kenyataannya adalah, aku lucky fans, aku yang terpilih mendapatkan penghargaan itu, aku fanboynya sejak 6 tahun, menanti saat dimana aku dapat memilikinya, dapat mendekapnya. Aku yang menggodanya, aku lelaki penggoda, bukan dia. Jika kalian masih marah, dia rela memutuskanku detik ini juga. Kalian salah, aku lah lucky fansnya, bukan Jiyeon. Aku mencintai Jiyeon, bukan berarti aku tak lagi mencintai fansku, bukan berarti aku melupakan keluargaku member exo. Aku Byun Baekhyun meminta maaf jika hal yang kulakukan ini adalah kesalahn menurut kalian, tapi apapun resikonya, bagaimanapun dan seberat apapun halangannya, aku mencintainya, aku mencintai kalian.”

Tepuk tangan bergemuruh ditiap penjuru. Beberapa EXO-L menangis haru, yap, bukan menangisi kenyataan pahit Baekhyun mencintai Jiyeon, tapi terharu akan pidato Baekhyun, akan pendirian Jiyeon, akan sepasang kekasih yang tegar ini. Baekhyun tersenyum simpul, melirik sesosok gadis dengan dress bercorak tribal tengah menangis haru ditengah kerumunan EXO-L.

“Dia adalah yeojaku.” Baekhyun menunjuk tepat pada Jiyeon yang kini tengah menyeka air matanya.

Seketika kerumunan EXO-L menyingkir dari hadapan yeoja itu, membiarkan sebuah ruang tercipta, membiarkan Baekhyun turun dari panggung dan berjalan menuju Jiyeon. Jiyeon bahkan tak dapat berkata apa-apa, ia hanya dapat terus menyeka air matanya. Tangan halus menyentuh ubun kepalanya, mengelus surainya lembut. Siapa lagi kalau bukan namja dengan rambut silver satu ini? Pencipta tawa dalam sedih, pencipta canda dalam kalap, pencinta yang setia.

“Kisseu~ Kisseu~ Kisseu~” Sorak riuh EXO-L berdengung keras melihat sepasang kekasih mesra itu. Baekhyun menarik sudut bibirnya, membiarkan senyuman itu terus mengembang. Sambil menatap yeoja cantik didepannya, ia terus mendekatkan jarak antara kedua bidang wajah rupawan itu.

“An.. Andwe…” Suara Jiyeon terdengar cukup jelas sehingga membuat member EXO geram.

“Yak, Jiyeon noona, biarkan ia menciummu…” Kai geram seolah menunggu masuknya bola dalam gawang.

“Dicium Baekhyun? Apa kata dunia? Ayolah noona…” Timpal Sehun gemas.

“Let me be your Lucky Fans.” Baekhyun mengedipkan sebelah matanya.

Chu~

Hai hai gimana?? Maaf ya ini amberedeul gitu, lagi gabut jadinya buat beginian deh, ini pairing fav aku. Jadi mind to review?

34 responses to “Lucky

  1. Itu bener Baekhyun kan? /di gampar/ Baekhyun romantis banget /melting/ Huwaaaa, Jiyeon kamu emang beruntung.. Kapan lagi bisa di pacarin Idol coba? Kalo aku jadi Jiyeon, mungkin aku udah pingsan sesek nafas kali yah, kkk~ Duh, Sehun kamu jangan kata gitu, first kiss aja belum punya udah main nyuruh2 Baekie-Jiyi ciuman /di tendang Sehun/
    Good job Author-nim 👍👍 Aku suka ceritanya.. Btw, choneun Cherry imnida, new author in HSF *bowing*

    • iya itu baekhyun sebelum bermutasi jadi cabe yeahh~ /hidup cabe baekhyun/ bhakz aku padahal kaga bisa bikin romance /tapi ffnya romnce smua/ sama. persis. itu ga kebayang gimana ceritanya lucky fans bangetXD /sehun memang patut digendang/ #SehunMaknaeNgeresEwh dan kenapa dirimu menganalkan diri? kita kan dah kenal -_- SINHYO DISINIII~

      • EEEH??!? TERNYATA ADA SINHYO DISIN!! Aku nggak liat nama Author nya😄 Lagi nyari2 fanfiction yg bagus hasil karya author2 disini,eh ketemu Sinhyo .-.v
        IYYA!! Sekarang Baekhyun jadi cabe, kkk~ Yg namanya ff itu nggak jauh2 dari Genre romance😄 Aku pun kalo bikin fanfic pasti Genre romance ikut nyempil..

  2. ya emang susah sih ya kalau jdi idol itu, dan memang rta2 fans yg mengidolakan seseorang itu cenderung bersikap egois.
    Hhaha ternyata baekhyun yg jdi fans jiyeon selama 6 tahun😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s