[Extra] It Is a Curse?

It is a Curse 1

[Extra]Is It a Curse?
Cast:
Kim Myungsoo
Park Jiyeon

Other cast:
Park Chanyeol

Genre: Fantasy,Romance, Sad/ Hurt

Author : @kethychan

A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉

Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!

Backsong : IU –Peach

Entah kenapa saat menulis ff ini, aku ngerasa nyaman dan feel nya dapat pas denger lagu ini. Tapi aku gak tahu klo kalian[up to you] hanya recommend aja kq😀

Story Begin~
Autumn, 10 tahun kemudian…
Nampak seorang yeoja tengah menghirup udara dengan lepas, tangannya terentang lebar saat ia telah tiba dibandara Incheon. Sesekali senyuman jahil terkembang diwajah nya saatia mengingat kembali rencana yang telah ia susun dengan rapi. Yeoja itu kini menarik kopernya menuju taksi yang sudah ia pesan. Kini yeoja tersebut telah tiba disebuah gedung yang bisa dikatakan cukup besar, perlahan ia memasuki gedung tersebut dengan senyum evilnya.

“Bagaimana yah reaksinya?” molonog yeoja tersebut. Setelah menitipkan kopernya dibagian penitipan barang yeoja tersebut kini telah melenggang dengan santai nya menuju sebuah ruangan yang sudah diketahui ruangan namja tersebut.

Tok … Tok
Yeoja itu mengetuk pintu dengan senyuman jahil yang terus saja ia tahan. Pintu kini telah terbuka ia sudah menadapati sosok yang ia begitu rindukan selama ini dengan ekspresi super shock nya, sangking shocknya sosok tersebut nyaris terjungkal kebelakang jika saja ia tak menahan tangannya.

“Ji –Jiyeon –ah?!” pekiknya tertahan. Dengan gerakan cepat namja tersebut merengkuh tubuh Jiyeon, yeoja itu tersenyum kemenangan karena dugaannya benar akan reaksi yang ditunjukan oleh namja yang tengah merengkuhnya saat ini.

“Eonjaega?” tanya namja tersebut dengan tatapan yang penuh selidik. Jiyeon tersenyum singkat menanggapi sikap namja tesebut. “Baru saja, karena aku begitu merindukan oppa maka dari itu aku segera kemari. Huft! Oppa kau bertambah tampan saja, apakah kau sudah memiliki yeojachingu?” goda Jiyeon disertai senyuman jahilnya, Chanyeol hanya mengacak pelan rambut dongsaeng nya.

“Oppa mu kan memang tampan, kau baru sadar eoh? Banyak yeoja yang menanti ku tapi sayang aku menolak semuanya. Karena aku sedang menunggu orang yang kucinta pulang dari Jepang” gumam Chanyeol mengecup singkat kening Jiyeon, melihat rayuan yang terlontar dari mulut oppanya Jiyeon hanya tersenyum kecil.

“Oppa belajar dari mana menggombal seperti ini? Seperti cassanova saja,cih!” ledek Jiyeon yang menyubit pelan pinggang Chanyeol.

“Eomma tahu akan kepulangan mu?” tanya Chanyeol yang tiba –tiba saja raut wajahnya menjadi serius. Dengan senyuman manis Jiyeon kembangakan pada Chanyeol, Jiyeon hanya menggeleng singkat.

“Eomma tak menginginkan kedatanganku,” gumam Jiyeon singkat. “Bukankah eomma sudah memaafkan mu, ia pasti sudah sangat menunggu kepulangan mu. Berhentilah ber pi –“ kalimat Chanyeol terpotong saat Jiyeon melanjutkan kalimatnya “ –Memang eomma sudah memaafkan ku tapi ia pasti masih membenciku, aku juga sudah memutuskan untuk tinggal di apartement. Dengan begitu aku tak akan mengusik kebahagiaan yang telah ia miliki sekarang” parau Jiyeon yang tatapannya yang menerawang jauh kedepan. Chanyeol menggeleng cepat saat mendengar ucapan dongsaengnya.

“Oppa yakin eomma sudah berubah, percalah dengan ucapan oppa mu, nde?” Chanyeol berusaha untuk meyakinkan Jiyeon agar yeoja tersebut tetap tinggal dirumah yang penuh dengan kenangan mereka. “ –yeah! Aku akan berusaha meyakini nya” jawab Jiyeon singkat.

*

Kini Jiyeon telah berdiri tepat didepan sebuah rumah yang bergaya classic –modern, langkahnya sangat berat saat ingin memasuki pekarangan rumah tersebut. Seketika saja ia kembali teringat tentang kejadian 10 tahun yang lalu saat –saat dimana ia akan meninggalkan rumah ini, mengingat betapa menyakitkan kata –kata yang pernah terlontar dari wanita paruh baya tersebut.

“Gwenchanda, semua nya pasti baik –baik saja,” seolah tahu apa yang tengah mengusik pikiran dongsaengnya Chanyeol merangkul tubuh Jiyeon berharap dengan begitu yeoja bermata kucing ini dapat lebih tenang.

Ceklek…
Chanyeol telah membuka pintu rumah tersebut, nampak seorang yeoja paruh baya telah menyabutnya dengan senyuman yang penuh bahagia. Namun, senyuman tersebut tak bertahan lama saat ia melihat seorang yeoja yang kini telah berada disisi putra –tersayangnya.

“Eomma…”lirih Jiyeon tanpa sadarnya. Ia berjalan mendekat kearah wanita paruh baya tersebut dengan linangan air mata yang berusaha dibendung olehnya. Akan tetapi, usahanya gagal begitu saja karena linangan air mata tersebut telah membanjiri wajahnya.

“Bolehkah aku memeluk mu?” paraunya dengan tatapan yang penuh dengan kerinduan. Tanpa sadarnya nyonya Park mengangguk singkat, Jiyeon segera saja menghambur kedalam pelukkan eomma yang begitu dirindukannya. “Eomma kau nampak lebih muda dan cantik, kau pasti sangat bahagiakan. Syukurlah eomma tetap nampak sehat, aku begitu mengkhawatirkan mu eomma, hiks!” tangis Jiyeon semakin mengeras dalam pelukan nyonya Park. Entah mengapa tangan nyonya Park kini telah tergerak menyentuh punggung Jiyeon dan menepuk –nepuknya pelan. Dan seketika saja tangisan Jiyeon mereda saat merasaka tepukkan pelan yang menyentuh tubuhnya.

“Cha! Kita makan, putra ku pasti sudah lapar bukan” nyonya Park mengalihkan suasana yang ada dengan menyuruh keduanya segera masuk. “Sudah oppa katakan bukan, eomma sudah berubah dan sedikit demi sedikit dia pasti akan menerima mu kembali. Tetaplah berada disisinya,” bisik Chanyeol yang kini sudah berjalan mendahului Jiyeon, mendengar penuturan oppanya Jiyeon menjadi sedikit tersentak dan seulas senyuman telah terkembang diwajahnya.

Makan malam berjalan dengan keheningan, hanya terdengar dentingan peraduan antara sendok dan garpu saja yang memenuhi ruangan yang cukup luas tersebut. Sesekali nyonya Park menaruh daging diatas nasi Chanyeol agar putra nya makan –makanan yang lebih bergizi, Jiyeon yang melihat pemandangan tersebut hanya dapat tersenyum tipis. Sebagian dari dirinya menginginkan perlakuan yang sama tersebut.

“Makanlah yang banyak, kau tampak kurus sekali,” decak nyonya Park datar sambil menaru sayuran dan daging keatas nasi Jiyeon. Melihat perlakuan eommanya Jiyeon begitu terkejut dan seulas senyuman bahagia terkembang diwajahnya. “Eomma saranghanda,” gumam Jiyeon begitu bahagia. “Nan arrayo –aku tahu” jawab nyonya Park singkat dengan senyuman yang begitu tipis dan hal tersebut dapt dilihat oleh Chanyeol dan Jiyeon.

“Kurasa eomma perlahan –lahan sudah kembali membuka hatinya” bisik Chanyeol pada Jiyeon, yeoja bermata kucing tersebut menanggapi dengan senyuman manisnya.

*

Sungai Han saat senja hari nampak begitu indah berkali lipat, dibawah sinar matahari senja sungai Han memantul kan warna orange keemasan bak dalam sungai tersebut tersimpan bongkahan emas yang berkilauan. Yeoja bersuarai coklat tersebut menikmati keindahan tepi sungai Han yang dipenuhi oleh guguran daun maple. Jiyeon merebahkan tubuhnya dibawah guguran daun tersebut dan menikmati hembusan angin mesim gugur yang cukup menusuk tulang dalam tubuhnya.

Terhitung 1 minggu sudah Jiyeon tiba diSeoul, namun selama itu pula ia begitu ragu untuk menghubungi namja ‘itu’. Padahal Chanyeol sudah memberika alamat e –mail baru milik namja tersebut. Niat Jiyeon untuk menghubungi namja tersebut selalu saja dibayang –bayangi oleh keraguan, ia takut jika kembali bertemu dengan namja tersebut ia akan mendapat kenyataan yang menyakitkan. Yah! Seperti –dia sudah menikah. Jika sampai itu benar adanya, dia yakin bahwa dirinya akan begitu terpukul.

“Agashi, bolehkan aku ikut duduk disini?” tanya namja tersebut pada Jiyeon, yeoja tersebut hanya mengangguk singkat tanpa melihat sosok tersebut.

“Kau seorang diri? Sangat disayangkan yeoja secantik dirimu menikmati keindahan sungai Han sendirian” ucap namja itu begitu saja, Jiyeon yang mendengar ucapan namja tersebut hanya dapat merutuk kesal dalam hatinya. Dasar namja tidak sopan! –batin Jiyeon kesal.

“Chogiyo bisakah –“ kalimat Jiyeon terhenti saat ia melihat sosok yang berada disampingnya tersebut menyambutnya dengan senyuman yang begitu teduh, seketika saja Jiyeon merasakan darahnya berdesir. “ –Myungsoo!” pekik yeoja bersurai coklat itu tertahan. Myungsoo yang melihat reaksi terkejut Jiyeon hanya melemparkan senyuman kecilnya.

“Cih! Sudah kembali dari Jepang tapi kau tak segera menghubungiku, kau pasti sudah melupakan janji mu waktu itu, bukan? Menyebalkan” gerutu Myungsoo tanpa menatap Jiyeon sedikitpun, senyuman manis tadi luntur begitu saja dan kini digantikan dengan tatapan yang begitu datar.

“Mianhae, aku tak punya alamat e –mail mu yang baru,” kilah Jiyeon cepat. “Gotjimalyo! Chanyeol hyung bilang, dia sudah memberikan alamat e –mail ku yang baru padamu. Kau tak ingin menghindari ku kan?” selidik Myungsoo dengan tatapan menuntutnya, Jiyeon yang tertangkap basah berbohong hanya dapat mengulus senyum terpaksanya. Chanyeol oppa, awas saja kau nanti –geram Jiyeon.

“A –aniya, mana mungkin aku menghindari mu. Aku kan masih memiliki janji yang belum sempat aku tepati padamu. Hanya saja aku belum memiliki waktu yang pas untuk menghubungi mu karena aku takut –“ Jiyeon sengat menggantungkan kalimatnya, ia merasa tak mampu untuk melanjutkan kalimat yang selanjutnya.

“Takut kenapa?” tuntut Myungsoo penasaran.

“Ehm –itu! A –nu, aku takut istrimu marah jika aku menghubungi mu tiba –tiba” gumam Jiyeon tergagap, kini yeoja bermata kucing tersebut telah mengalihkan wajahnya kearah lain untuk menyembunyikan rona merah diwajahnya.

“Eh?! Istri? Ahaha… Aku menikah saja belum, bagaimana bisa aku memiliki seorang istri?” tawa Myungsoo seketika saja pecah, tubuh Jiyeon seketika saja menjadi lemas saat mendengar ucapan namja tersebut.

“Ja –jadi Kau belum menikah?” Jiyeon mencoba memasitikan kembali ucapan Myungsoo dan dijawab dengan dehaman pelan.

“Bagaimana mungkin aku bisa menikah jika mempelai perempuannya saat itu masih di Jepang,” mendengar ucapan Myungsoo yeoja bersurai coklat tersebut seketika saja menatap shock kearah namja tersebut. “ –Maksudmu?!”ucap Jiyeon tergagap.

“Aku sedang menunggu kepulangan calon istriku Park Jiyeon dan ternyata dia sudah pulang, cih! Calon istri macam apa dia tak mengabari calon suaminya terlebih dahulu. Membuatnya menunggu sepanjang hari” gerutu Myungsoo sambil mempoutkan bibirnya, Jiyeon terperangah saat mendengar ucapan Myungsoo yang begitu santai tersebut. Ia tak mampu berkata –kata apa pun.

“Park Jiyeon menikahlah dengan ku, aku sudah cukup tersiksa karena merindukan mu selama ini. Ijinkan aku untuk tetap selalu berada disisimu dan selalu menjadi penjagamu sampai kapan pun, will you marry me?” ucap Myungsoo yang tersenyum begitu teduh kearah Jiyeon yang wajahnya kini telah dipenuhi rona merah.

“N –ne, I will” ujar Jiyeon dengan terbata,Myungsoo yang begitu bahagia segera saja merengkuh tubuh Jiyeon dengan penuh rasa bahagia.

“Kau tahu aku sangat bahagia sekali Jiyi, saranghae” bisik Myungsoo pada Jiyeon.

“Ini awal dari kisah kita yang sesungguhnya” –Myungsoo

“Ternyata perubahan untuk ku, kita dan kami itu benar –benar ada” –Jiyeon

FIN

PS: hohoho#Munculdarigoa
Eotteoyo? Puaskah para readers dengan Extra dari fanfic It is a Curse?
Kethy harap kalian terpuaskan dan harapan kalian terwujud dengan adanya Extra ini
Myungsoo so sweet badai kaga? Gimana dengan perubahan nyonya Park? Kalian bahagiakan? Kethy butuh kesannya dengan extra fanfic ini yahhh
Semoga kalian suka, gomawo para reader yang sudah mengikuti dan mensupport fanfic ini
Annyeong~ Pyong~

16 responses to “[Extra] It Is a Curse?

  1. Huaaa akhir’y happy end juga niie ff,,, dri berbagai cobaan yg dijalanin jiyi,, tp pada akhirnya jiyi bisa ngerasain kebahagiaan yg sesungguhnya,, dpt maaf dri eomma’y dan dilamar sma myungsoo,, wah so sweet bggt,,,
    Gomawo chingu ff’y ddaebakk bggt,, di tunggu yya ff myungyeon selanjut’y,, HWAITING,,

  2. terharu banget :’) akhirnya eomma nya jiyi udah bener-bener maapin dan dan kaenya dia menyesal sama perlakuan dia selama ini ke jiyi *soktau*
    aaaaaaaaa moment myungyeon nya kurang bangeeeettt dikit bangeeeeettt kurang gereget/? wkwk
    tapi suka banget sama extra fanfic ini soalnya semuanya udah jelas dan ga gantung lagi =)) kekeke kereeeenn😀

    • udahh kna hidayah tuhh emak mkanya jdi kyk gtuh diye :v
      ngehehehe nama ny jga extranya biar nunjukkin kejelasan dari hubngn myungyeon
      ndee gomawo beb😀

  3. Sampe ngs bcx.. wlpn ini pendek tp plg mengharukan.. eommax akhirx trm jiyi jg.. kekeke.. trs myungyeon akhirx brsama.. huaaa senangx hidup.. haahah plak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s