[Drabble] About You

allbouttyou

Written by Shin Min Rin

Presented a drabble

About You

Starring : Kim Myungsoo / L (Infinite) & Park Jiyeon (T-Ara)

and other..

Sad/Hurt, Drama, Romance, Life (Maybe) | Rated T | Drabble (650+ words)

Disclaimer ! I do not own the cast(s), the cast(s) are belong to themselves. I just own the storyline.

WARNING! OOC (OutOfCharacter), OOT, and Gajeness(?)

Hujan… genangan air… payung… bunga aster… soju… cumi kering… americano.

Kau pernah cerita hal-hal yang kau sukai. Raut wajahmu yang berbagai macam masih terekam jelas. Masih kuingat detakan jantung yang berdesir bagai ombak di laut. Aliran semilir angin musim semi ketika kita bersama. Derai air hujan yang membasahi tanah dengan hangatnya kopi buatanmu. Payung yang masih tersisa bulir airnya masih berada di pojok officetelku. Bunga aster merah marun kesukaanmu masih berdiri segar tidak layu di vas sudut mejaku.

Bibirku tertarik menimbulkan senyuman kecil mengingat semua tentangmu. Bahkan dengan tak melihatmu sedetik saja aku merasa benar-benar kosong. Merasa seakan-akan bumi terbelah dunia, memisahkan duniamu dan duniaku.

Aku tersenyum ketika melihat foto-fotomu dengan berbagai macam gaya dan ekspresi yang tersisa di ponsel. Ah… hembusan angin ini mengingatkanku pada malam-malam lalu ketika kita menghabiskan waktu bersama di kedai Soju Ahjumma Lee. Masih teringat jelas wajah mabuk yang memerah dengan racauan yang tidak jelas.

Aku memejamkan mata, meresapi alunan pelan angin malam yang menyapaku. Sambil memasukkan tangan ke kantung celana, aku mengambil ponsel dan mengecek snsmu. Melihat-lihat dan menjelajah snsmu. Mengecek keadaanmu.

Semua tentangmu… Aku sangat menyukainya.

 

 

“Kim kwajangnim Anda mau pergi kemana?” Sekretarisku bertanya tepat setelah aku keluar dari ruangan sambil menyampirkan jas ke lengan.

“Aku akan pergi ke Hongdae. Ah… aku tidak terima pertemuan untuk sementara waktu sampai aku kembali.” Ucapanku disambut anggukan kepala mengerti dari gadis berpakaian rapi yang berdiri di podium depan ruanganku. Aku akan langsung menuju garasi dan memasuki mobil saat ini ketika suara sekretaris menghentikkanku dan membuatku berbalik.

“Apakah anda akan mengunjungi Nona Park lagi kwajangnim?”

Aku memutar bola mata dan tersenyum sebagai jawabannya. Entah kenapa ekspresi sekretarisku tampak seperti sedih? Aku langsung berbalik dan menuju garasi.

 

Perjalanan ke Hongdae akan menghabiskan waktu kira-kira sekitar setengah jam. Ku lirik sebelah kiri kursi yang biasanya akan diduduki olehnya namun sekarang diisi sebuket aster merah marun disana. Aku tersenyum melihat aster merah marun yang disukainya. Jalanan agak sedikit macet dan memperlambatku sedikit, tapi jika itu menemuimu aku akan merasa lega.

 

….

 

Aku tersenyum lagi. Mencium aroma aster merah marun kesukaanmu, berandai-andai wajah ceriamu menyambutku karena bunga ini. Aku menutup pintu mobil dan berjalan pelan sambil melihat ke sekeliling.

 

Flashback

“Hujan adalah anugerah Tuhan yang sering dilupakan. Kau lihat? Satu persatu butir-butir air jatuh dari awan di atas sana.Kalau tidak hujan, bagaimana kita hidup? Aaaah… Benar-benar terasa damai.” Dia tertawa menampakkan sederetan gigi putihnya. Aku mengacak-ngacak rambutnya yang agak sedikit basah terkena tempias hujan dari sekeliling payungnya. Dia tersenyum manja sambil terkekeh lucu. Sedetik kemudian dia mengerling jenaka dan berlari cepat meninggalkanku.

“Ya… eodiya?”

“Hahahaha…. Myungie-ya ayo sini! Kejar aku hahahahaha….”

Bahunya sudah basah terkena derai hujan yang membelenggu kami di daerah ini. Aku ikut tertawa dan merasa tertantang lalu beranjak dari tempatku berdiri dengan payung pemberiannya, berlari mengejarnya.

Kami tertawa bersama, bercanda bersama di tengah kelebatan hujan ini. Aku mengejarnya yang berlari dengan gesit. Tak lama, aku dapat juga menangkapnya. Aku memeluk pinggangnya dengan kuat agar dia tidak lari lagi. Payung kami tiba-tiba diterbangkan angin.

“Yah…. Payungku…….” Dia mengerucut lucu seperti anak kecil. Terlihat menggemaskan. Aku merangkulnya sambil melihat kemana terbangnya payung-payung itu.

“Ayo kita ambil setelah itu kita langsung pulang dan keringkan badan.” Dia mengangguk masih sambil merengut. Karena perjanjiannya, jika payung kami lepas maka permainan hujan-hujanan ini berakhir. Kami berlari mengambil payung-payung itu.

“Uhuk…uhuk… uhuk… huk..” Dia berhenti secara tiba-tiba sambil berjongkok membiarkan air hujan membasahi tubuh kurusnya yang lemah. Wajahnya berubah pucat. Seketika itu aku langsung sedikit cemas dan mendekatinya.

“Gwenchana Myungie-ya… nan gwenchana!” Dia tersenyum mencoba berusaha menenangkanku. Kulihat dia menyembunyikan telapak tangannya ke belakang. Ku tebak, ada sesuatu yang keluar dari batuknya tadi.

End Of Flashback

 

Aku sampai, dan menyerahkan sebuket aster merah kesukaannya. Sebuket aster merah itu terletak tepat disamping goresan nama yang tertera pada batu berwarna keabu-abuan. Disini terbaring “Park Jiyeon” dengan beberapa rentetan riwayat hidupnya tertulis pada goretan di batu tersebut. Aku berjongkok sambil mengusap goretan nama yang kurindukan. Sambil memejamkan mata sepanjat doa kusampaikan kepadanya.

 

 

~FIN~

———-

Some notes : Halooo! Annyeonghaseyo~ kembali lagi bersama saya…… (siapa?/nugu?/dare?/) :v Semoga ada yg notice saya siapa ya(?)

Makasih banyak bagi yang udah baca ff absurd a.k.a gajelas banget ini….. ^^ th-thankyouuuuu~

Ya aku tau ff ini banyak kekurangan. Maaf ya kalo ff ini gantung atau gajelas gitu. Krisar ditunggu~~~ Abis baca jangan lupa tinggalin jejak yaaaa. Karena pembaca yang baik adalah yang selalu menghargai(?) *plakk*

Okeee sekian terimakasih

22 responses to “[Drabble] About You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s