[CHAPTER-5 END] Prophecy of The Midnight Sun

potms-by-periwinkeul

Poster/art by : periwinkeul @hsg

Author : MJS

Title : Prophecy Of The Midnight Sun

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Jung Eunji

Other Cast : Mark Tuan.

Genre : mystery, fantasy, romance, friendship.

Lenght : Chaptered

Rating : T

FLASHBACK ON

hari itu benar-benar membahagiakan bagi Taehee dan Jaejoong, baru saja cinta mereka bersemi.

 

Meskipun saat itu Jaejoong tahu bahwa Taehee bukanlah sepenuhnya manusia, Ia merupakan ratu kerajaan Sunrise yang tak Ia pedulikan bagaimana bentuk kerajaannya, atau hal lainnya.

 

awalnya.

 

ingat, itu awalnya. 

 

bukan pertengahan maupun akhir.

 

Jaejoong mengitari gang-gang kecil dan menemukan selembar kertas yang melayang kearahnya.

 

bertuliskan, “siapapun yang menemukan ratu kerajaan Sunrise, segera membawanya ke alamat dibawah dan mendapatkan 500 juta won.”

 

baiklah, siapa yang tidak tergiur dengan penawaran itu.

 

dan disinilah semuanya dimulai, tak ada lagi rasa cinta dalam hati Jaejoong pada yeoja itu.

 

ditambah setelah Ia telusuri, Taehee telah banyak membunuh orang yang berusaha menyelidiki bagaimana kehidupan aslinya.

 

dan ya, Taehee terlalu mencintai namja itu sehingga dengan mudahnya yeoja itu terperangkap.

 

bahkan Jaejoong sendiri melihat bagaimana Taehee ditendang, dipukul, dan dilemparkan kejurang.

 

Jiyeon dan Mark juga melihatnya.

 

berumur 7 tahun, namun yeoja kecil ini sudah dipenuhi dendam.

FLASHBACK OFF.

“Jiyeon-ah..”

 

“Jadi aku harus melakukannya lebih cepat?” sindir Jiyeon begitu melihat kehadiran Myungsoo.

 

“Park Ji-“

 

“Namaku Yeonji, bodoh!” seru Jiyeon yang kini sudah mengeluarkan pedang tajam dengan cahaya biru yang berada didepan leher Myungsoo.

 

“Baiklah, apapun itu. Tapi bisa kau singkirkan ini dulu? Aku rasa kau butuh penjelasan.”

 

“Lebih cepat kau mati bukankah jauh lebih baik?” Myungsoo menelan ludahnya gugup. Jiyeon masih saja tak menyingkirkan pedang itu.

 

“Seharusnya kau tidak menggunakan senjatamu, supaya adil.” Dengan wajah polosnya Eunji mengatakan hal itu.

 

“Ya! Cukup biarkan mereka.” tegur Mark namun Eunji tak memperdulikannya, “Apa kau tak punya hati?”

 

“Dasar bodoh!!” teriak Eunji mendekati Jiyeon meskipun Mark sudah berusaha menahannya.

 

“Ya! Keumanhae. Kalian hanya akan menyesal jika seperti ini. Sungguh, dengarkan aku!” Mark kini berteriak keras, namun keduanya tak memperdulikan.

 

Kemudian Eunji mengeluarkan sebuah pedang yang sama dengan Jiyeon. Mereka pun tersentak melihatnya, tapi tidak dengan Mark.

 

“Ini milik eommamu, kan?” Jiyeon terdiam.

 

“Aku mengambilnya beberapa waktu lalu sebelum aku megetahui tentangmu-” belum selesai Eunji berbicara, Jiyeon sudah mengarahkan pedangnya sehingga melukai wajah mulus Eunji.

 

“Jiyeon!” teriak Mark namun tak dipedulikan yeoja itu. Bahkan Jiyeon tak sadar bahwa ada sedikit cahaya emas dipedangnya setelah pedangnya menggores wajah Eunji.

 

“Beraninya kau mengambil pedang itu!” Keduanya saling berhadapan dan melukai beberapa bagian tubuh mereka.

 

Mark menatap mereka khawatir, terutama saat Eunji tak sadar bahwa Jiyeon akan menancapkan pedang itu diperutnya. Ia pun langsung berlari dan membiarkan pedang Jiyeon kini menancap penuh diperutnya.

 

Ia langsung terjatuh, membuat mereka terbelalak dan menghampiri Mark yang kini hanya tergeletak lemah.

 

“Eunji-ah, gomawo untuk menemaniku selama ini, kau dan Jiyeon-” Mark menghembuskan nafas terakhirnya sebelum menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba Jiyeon menarik kembali pedangnya.

 

Eunji menatap Jiyeon marah, namun yeoja itu hanya tertawa, “Mudah sekali menyingkirkannya. Sekarang aku perlu menyingkirkanmu dulu baru namja itu. Ini sangat menyenangkan bukan?”

 

Eunji bangkit dengan tatapan emosinya, Ia mulai memukul dan mendorong-dorong Jiyeon hingga hampir terjatuh. Jiyeon yang merasa marah diperlakukan seperti itu langsung menancapkan pedangnya keperut Eunji.

 

Kini yeoja itu tak kalah mengenaskannya dengan Mark. Namun, tiba-tiba airmata Jiyeon terjatuh kala melihat warna pedangnya yang masih menancap diperut Eunji kini berwarna perak dan berubah menjadi warna emas.

 

Pedang berwarna emas, melambangkan hubungan darah saudara kandung yang telah terpisah sejak lama. Dan tentunya selama ini Eunji tidak mengetahui bahwa dirinya sama dengan Jiyeon.

 

Myungsoo menatap Jiyeon tak percaya. Ia tahu dengan semua itu melalui novel yang Ia baca. Ia menatap Jiyeon sedih.

 

Jiyeon perlahan menarik pedangnya, berusaha tak membuat Eunji tak kesakitan padahal yeoja itu tak bisa merasakan apa-apa lagi. Ia mengelus rambut adiknya lembut. Belum pernah Ia merasakan hal seperti ini. Ia membunuh adiknya.

 

Myungsoo menghampirinya dan memeluknya. Bagaimana sifat asli Jiyeon, itu takkan membuat Myungsoo membencinya. Myungsoo berbeda dengan dengan ayahnya. Dan itu yang membuat Jiyeon tersentak.

 

Jiyeon merasakan Myungsoo yang benar-benar mencintainya. Namun secepat kilat Ia melepaskan pelukan Myungsoo dan menusuk jantungnya sendiri.

 

“Jiyeon!! Jiyeon!!”

 

“A-aku sa-sa-salah Myungsoo. Maaf—aku bukan yang terbaik.. Aku mencintaimu.” Jiyeon tersenyum pahit pada Myungsoo dan langsung menutup matanya.

 

“Jiyeon!”

 

“Park Jiyeon!” Myungsoo menangis. Ia tak menyangka, tak hanya kehilangan teman-temannya. Ia bahkan kehilangan yeoja yang dicintainya.

 

“Aku juga mencintaimu..”

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

“CUT!” Sang produser menatap mereka senang.

 

“Good job. Luar biasa!” Keempatnya hanya tersenyum. Kemudian Myungsoo membantu ketiganya bangkit.

 

“Ah, makeup-ku luntur.” Myungsoo tersenyum mendengar Jiyeon mengeluh tentang makeupnya sehabis menangis.

 

“Aku akan mentraktir kalian semua setelah ini, beristirahatlah.” Para kru dan artis bersorak ria kemudian mulai beristirahat.

 

“Kau keren tadi.” ujar Myungsoo yang kini menghampiri Jiyeon yang mulai menghapus makeup-nya.

 

“Tentu, aku kan aktris hebat,” keduanya tertawa dan Myungsoo memeluknya mesra. Eunji dan Mark yang tadinya duduk bersebelahan sembari memainkan ponsel mereka menjadi muak.

 

“Aissh, orang ini benar-benar..” ucapnya bersamaan dan meninggalkan mereka.

 

“Makanya, cepatlah berpacaran!” teriak Myungsoo melihat keduanya berjalan menjauh. Jiyeon hanya tertawa kecil saja.

 

“Kau dan Mark sangat berbeda..”

 

“Aku lebih sempurna, kan?”

 

“Mana mungkin. Sudah pasti Mark lebih baik, Ia lebih tampan darimu, Ia lebih pintar darimu, Ia pendiam, cool, dan berkarisma.”

 

Myungsoo menatap kesal Jiyeon, “Sana, pacaran saja dengan dia.”

 

“Kau tau kenapa aku memilihmu? Karena kau lebih menyenangkan darinya. Aku juga merasa lebih nyaman denganmu.”

 

Myungsoo tersenyum mendengarnya.

.

END.

okee, jangan marah karna endingnya ga nyambung sama sekali dgn tujuanku awalnya. aku akan bkin project lain, dan untuk kali ini aku berniat menggunakan saran dari para reader. kalau ada yang berniat memberi ide, kirim ke emailku, siapa tahu bisa dipakai. here : ikaerika28@gmail.com

thankss

14 responses to “[CHAPTER-5 END] Prophecy of The Midnight Sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s