[CHAPTER-4] Prophecy of The Midnight Sun

potms-by-periwinkeul

Poster/art by : periwinkeul @hsg

Author : MJS

Title : Prophecy Of The Midnight Sun

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Jung Eunji

Other Cast : Mark Tuan.

Genre : mystery, fantasy, romance, friendship

Lenght : Chaptered

Rating : T

Eunji masih meronta-ronta ketika Mark sibuk mengikatnya salah satu kursi.

 

“Gila saja aku menyukaimu.” cetus Mark kesal dengan suara Eunji.

 

“Aku juga takkan menyukai namja psikopat sepertimu!”

 

“Psikopat?”

 

“Kenapa?!” Mark hanya memandang Eunji tak percaya begitu mendengar Eunji mengatainya psikopat.

 

“Kau gila.”

 

“Kau kasar.” Bukannya merasa takut, Eunji kini malah menatap Mark kesal. Mark hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “Kalau kau tidak menyakiti Jiyeon tadi, aku juga takkan melakukan itu.”

 

“Kalau begitu minta maaf sekarang.”

 

“Kekanakkan sekali.” Eunji mendesis.

 

“Kalau begitu bunuh saja aku.”

 

“Kami memang mau seperti itu, dengan Myungsoo melihat tubuhmu terpotong.” Eunji menelan ludahnya gugup.

 

Mark hanya tertawa sinis dan melangkah keluar. Meninggalkan Eunji bersama ketakutannya.

“MARK!! JIYEON!!” teriak Eunji.

 

“AKU LAPAR! BAWAKAN AKU MAKANAN!!”

 

“Ya! Apa sih yang kau inginkan?” seru Mark membanting pintu.

 

“Makanan.” Nyali Eunji menciut begitu mendengar suara bantingan pintu.

 

“Mark, minggu depan kita bawa Myungsoo kesini.” 

 

“Ya! Kalian mau membunuhku?!” teriaknya lagi.

 

“Kau terlalu berisik, bocah.” 

Menghilangnya Eunji dari sekolah membuat seisi sekolah heran. Terutama Myungsoo. Namja itu tak henti-hentinya menghubungi ponsel Eunji.

 

Kini Ia kembali menghubungi ponsel Eunji, tak lama, ponsel disaku Mark pun berdering pula. 

 

Mark langsung mengambilnya dan mematikannya.

 

“Kenapa dimatikan? Lalu ponselmu dan deringnya sama seperti Eunji. Ponsel Eunji ada padamu?” selidik Myungsoo.

 

“Kami memang memiliki ponsel yang sama, aku mengganti nada dering milikku. Lihat saja, ini ponselku.”

 

Myungsoo memutuskan untuk tidak membahasnya lagi sementara Minho tengah mencibir mereka yang terlalu seperti pasangan.

 

“Sebenarnya dia kemana sih?”

 

“Aku juga khawatir, Myungsoo.” ujar Mark.

 

“Memang sudah seharusnya, kau kan stalkernya.” Mark hanya menyengir mendengar penuturan Minho.

 

“Eunji sekarang sedang bersamaku, Myungsoo..”

“Mark, bantu aku. Aku akan membawa Myungsoo kesini besok.”

 

“Aku lelah.” sahut Mark cuek. Eunji menyerngit heran.

 

“Biasanya kau bersemangat, Mark.”

 

“Diam kau.” Suara Mark yang tegas membuat Eunji menatapnya kesal.

 

“Kau selalu marah, padaku!”

 

“Kau ini sebentar lagi mati, jangan banyak bicara.”

 

“Justru itu! Sebelum aku mati, aku sedang ingin berbuat baik tau.” Mark tertawa kecil. Ya, Eunji selalu dapat membuatnya terhibur.

 

“Mark, ada apa denganmu? Kau melawanku?” tanya Jiyeon tak terima dengan sikap Mark padanya.

 

“Aku bosan. Kau tak pernah mencintaiku, dan aku tak mau lagi ikut campur urusanmu.” balasnya membuat Jiyeon kaget.

 

“Mark!”

 

“Kenapa?! Aku sudah sangat sadar kalau kau hanya memperalatku saja!” serunya membuat Jiyeon terdiam.

 

“Setelah semua ini selesai, kau baru boleh menghilang dari hadapanku.”

 

“Sudah kubilang, aku tak mau lagi berurusan dengan dendammu itu!” ujar Mark sembari mendekati Eunji dan mulai melepaskan ikatannya.

 

“Mark! Apa yang kau lakukan?”

 

“Apalagi? Anak kecil ini tak bersalah.” 

 

“Mark!!”

 

“Aku akan memanggil Myungsoo sekarang supaya ini semua selesai. Aku maupun yeoja ini takkan membantumu.”

 

Mark mulai menarik Eunji keluar dari gudang itu, meninggalkan Jiyeon yang frustasi sembari melemparkan barang-barang yang ada disana.

“M-Mark? Kau menemukan Eunji dimana?”

 

“Aku yang menculiknya.” Myungsoo membelalakkan matanya, “Jangan bercanda. Eunji pasti menyukaimu, kau tak perlu-“

 

“Ikut denganku.” Dengan penuh tanda tanya Myungsoo tetap mengikutinya ke perpustakaan.

 

Mark kemudian menarik dirinya dan Eunji sehingga tiba-tiba Ia berada didepan pintu gudang.

 

“Kau harus bisa melawannya,”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Semua ini dimulai karena dendam Jiyeon pada appamu..”

TBC

satu chapter lagi, dan selesai.. hah akhirnya. aku sebenarnya emang udh ga dpet feel lgi buat ngelanjutinnya, cuma berhubung semua ff disini harus diselesaikan, aku berusaha menyelesaikannya.

7 responses to “[CHAPTER-4] Prophecy of The Midnight Sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s