Old Song (Chapter 1)

Old Song cover

Title                 : Old Song

Main Cast        : TARA’s Jiyeon and INFINITE’s L

Genre              : Romance, Life, School-life, a little bit sad and sometimes fluff

Rating              : Teen

Length             : Chaptered

Disclaimer       : The plot is mine. Please leave a comment after reading my fanfiction. Also, thanks to peniadts for the great poster.

Summary         : Persahabatan Jiyeon dan Myungsoo yang berubah menjadi cinta menyimpan sebuah memori yang tidak terlupakan bagi mereka berdua. Manis dan pahit yang pernah mereka rasakan tak akan pernah hilang di dalam hati dan pikiran. Dari waktu ke waktu mereka harus berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Lagu yang telah menjadi favorit dari mereka berdua pun terkadang terngiang di kepala seolah mengingatkan memori yang sempat ditenggelam.

.

.

.

It’s remind me

When I hear this song

A song that we used to sing together

A song that we used to listen together

A song that always remind me about you

No, it’s not about you

I just remember that song is about us

.

.

.

.

.

May 9, 2009

Seorang namja tengah sibuk mencari seseorang. Ia mencari orang itu ke seluruh penjuru sekolah hingga ia rela meninggalkan kelas demi orang itu. Namja itu Kim Myungsoo. Myungsoo akhirnya menemukan orang yang dicarinya. Orang itu terlihat sedang tertidur di bangku halaman belakang sekolah. Ternyata orang yang dicari Myungsoo adalah seorang yeoja. Nametag seragam yeoja itu bertuliskan namanya adalah Park Jiyeon.

“Ya! Apa kau mau tertidur terus?” teriak Myungsoo di dekat Jiyeon.

Jiyeon yang terkejut mendengar teriakan Myungsoo langsung tersadar dari mimpinya di siang hari.

“Aku benar-benar kurang tidur Myungsoo-ya. Lagipula aku hanya melewatkan satu jam pelajaran terakhir untuk tidur,” kata Jiyeon.

“Lalu mengapa kau tidur disini? Kau bisa tidur dengan nyaman di UKS atau kabur pulang sekolah,” kata Myungsoo.

Yeoja itu memukul lengan Myungsoo keras. Dalam sekejap terdengar suara erangan Myungsoo yang kesakitan.

“Ya! Mana mungkin aku akan kabur. Aku ini pelajar baik-baik. Untuk tidur di UKS aku rasa tempat tidur disana sudah digunakan para siswa yang sedang tidak enak badan jadi aku tidur disini,” kata Jiyeon.

“Arraseo. Sudahlah, kau boleh tidur lagi. Aku akan menemanimu membolos jam pelajaran terakhir,” kata Myungsoo.

Bukannya kembali tertidur, Jiyeon malah mengeluarkan music player. Ia memasang headset pada kedua telinganya lalu memutar musik. Myungsoo yang melihat tingkah Jiyeon bergegas menegurnya.

“Ya! Aku sudah menemanimu, mengapa kau tidak kembali tidur?” kata Myungsoo.

“Aigoo, aku sudah tidak mengantuk karena berdebat denganmu tadi,” kata Jiyeon.

Suasana kembali hening. Jiyeon sibuk dengan music playernya sedangkan Myungsoo mencoba tertidur. Hingga akhirnya Jiyeon menawarkan Myungsoo untuk mendengarkan musik bersamanya.

Ia memberikan salah satu bagian headsetnya pada namja itu agar dapat mendengarkan musik. Dengan senang hati Myungsoo menerimanya dan ikut mendengarkan musik dengan Jiyeon.

“Jiyeon-ah, lagu apa ini?” kata Myungsoo beberapa saat kemudian.

“Lagu yang bagus bukan?” kata Jiyeon sambil tersenyum.

.

.

.

January 22, 2013

Malam ini Jiyeon berniat untuk menerima tawaran tiket VIP konser band terkenal yang ditawari Yoo Inna, temannya. Jiyeon pun menghubungi Inna dan mengajaknya untuk pergi menonton konser bersama.

“Eonnie, dari mana kau mendapatkan tiket VIP ini?” tanya Jiyeon sesampainya di gedung dimana konser itu diadakan.

“Sebenarnya aku berniat menonton konser ini bersama namjachinguku. Namun, ia tidak bisa datang karena ia sekarang berada di Busan,” kata Inna.

“Aku mengerti perasaanmu eonnie,” kata Jiyeon.

“Sudahlah. Ayo masuk. Kurasa sebentar lagi konsernya mulai,” kata Inna.

Saat konser dimulai Jiyeon mendapati sesuatu menarik perhatian matanya. Ia melihat sosok Myungsoo di atas panggung sebagai gitaris band. Kemudian ia teringat akan berita yang pernah ia dengar kalau Myungsoo telah menjadi gitaris sebuah band terkenal.

“Inna eonnie, apa band ini mempunyai gitaris baru?” kata Jiyeon tiba-tiba.

“Kudengar begitu. Gitaris band yang dulu mengundurkan diri,” kata Inna.

Jiyeon hanya mengangguk mengerti kemudian kembali menikmati konser seperti Inna. Selama konser berlangsung Jiyeon hanya fokus memperhatikan Myungsoo. Ia terus memastikan kalau gitaris band itu adalah Myungsoo yang ia kenal.

Hingga akhirnya tiba pada sesi perkenalan anggota. Mereka mulai memperkenalkan diri dan menyapa penonton. Jiyeon menunggu sampai saat gitaris memperkenalkan diri.

“Annyeong, namaku L. Aku disini sebagai gitaris baru dan senang bisa bertemu kalian,” kata gitaris itu.

Jiyeon mendengar nama gitaris itu L. Bukan Kim Myungsoo atau Myungsoo. Mungkin saja dia mengganti namanya menjadi L. Atau mungkin gitaris itu memang bukan Myungsoo. Ia tidak tahu.

.

.

.

Well this doesn’t mean that I miss you, no it doesn’t mean that

It just means that the time we had together was a bit sharp

When it’s the type of day that you really liked

.

.

.

November 27, 2012

Myungsoo tengah menunggu giliran untuk audisi. Ia mengikuti audisi untuk gitaris baru sebuah band terkenal. Myungsoo adalah salah satu fans dari band itu. Ia benar-benar ingin bisa menjadi salah satu bagian dari anggota band tersebut. Oleh karena itu ia mendaftar audisi.

Berbekal gitar tua kesayangannya dan sebuah lagu, Myungsoo memasuki ruang audisi dengan perasaan sedikit gugup. Ia duduk di sebuah kursi yang disediakan untuk peserta. Di depannya terdapat juri yang akan menilai penampilan Myungsoo.

“Perkenalkan nama saya Kim Myungsoo. Saya mengikuti audisi ini karena saya ingin bekerja keras dan berkarya dengan band ini,” kata Myungsoo percaya diri.

“Oke. Kau bisa memulai untuk penampilan gitarmu,” kata salah seorang juri.

Myungsoo pun mulai memainkan gitarnya. Ia bermain gitar dengan lancer dari awal lagu hingga akhir lagu. Selesai ia memainkan gitar, semua orang yang berada di ruang audisi bertepuk tangan atas penampilan Myungsoo.

“Kim Myungsoo-ssi, bisa kau jelaskan mengapa kau menampilkan lagu itu?” kata salah seorang juri.

Sejenak Myungsoo berpikir untuk jawaban pertanyaan tersebut. Yang ia tahu saat itu ia hanya teringat lagu itu. Lagu yang ia sukai. Lagu yang ia tahu dari Jiyeon. Lagu itu telah menjadi favoritnya hingga ia memilih lagu itu untuk penampilannya dalam audisi.

“Lagu itu lagu favoritku. Itu selalu mengingatkanku pada yeoja yang pernah mengisi hatiku,” kata Myungsoo sambil tersenyum.

“Ah, kurasa kau masih menyimpan perasaan pada yeoja itu,” kata salah seorang juri sambil tertawa yang kemudian diikuti tawa dan senyuman juri yang lain.

Myungsoo keluar dari ruang audisi dan bergegas pulang ke apartemen. Hasil akan diumumkan seminggu setelah audisi. Saat menunggu bus di halte, ia melihat fotonya terakhir kali bersama Jiyeon saat perpisahan sekolah lewat ponselnya. Sejenak ia tersenyum mengingat momen itu.

“Jiyeon-ah, neon eodiga?”

.

.

.

To be continued.

24 responses to “Old Song (Chapter 1)

  1. Maju mundur…hehehe
    tpi ini pendek sekali thor…gak puas..hehe
    spertinya ditahun 2013 jiyeon aama myung mngkn akan kembali dipertmukan bukan???
    nexttt

  2. aigoo, mungkin kalian nggak akan baca ini tetapi makasih ya yang sudah menyempatkan diri buat membaca dan meninggalkan komentar aku sangat mengapresiasikan hal ini. untuk next chapter ditunggu saja ya, semoga sesuai dengan harapan kalian.

  3. alurnya maju mundur, sempet bingung tadi, tapi karna ada tanggalnya jadi tau deh. hehe
    mudah mudahan myungsoo dan jiyeon bertemu. next!! fighting^^

  4. aaaa ko pendek bnget, ga kerasa udh nyampe tbc aja -__- ah jdi myung sma jiyeon belum pernah dipertemukan stelah mereka lulus sekolah, smoga aja mereka berdua bisa cepat2 bertemu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s