[Chap 12 END] It Is a Curse?

It is a Curse 1


Cast:
Kim Myungsoo
Park Jiyeon

Other cast:
Park Chanyeol

Genre: Fantasy,Romance, Sad/ Hurt

Author : @kethychan

A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉
Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!

Backsong : Hyolyn –Lonely
Entah kenapa saat menulis ff ini, aku ngerasa nyaman dan feel nya dapat pas denger lagu ini. Tapi aku gak tahu klo kalian[up to you] hanya recommend aja kq😀

Story Begin~

Author P.O.V

Jiyeon diam terpaku, kesadaran nya belum sepenuh nya pulih. Tatapan nya begitu kosong. Namja yang ada di hadapan Jiyeon ini berharap –harap cemas dengan reaksi apa yang akan di tunjukan pada yeoja itu. Perlahan jemari lentik Jiyeon menyentuh bibir nya yang sehabis di kecup oleh Myungsoo. Kemudian, ia menatap dingin namja tersebut.

“Kenapa kau melakukan hal itu?” ucap Jiyeon begitu saja.

“Tadi aku bingung dengan cara apa aku harus menenangkan mu” gumam Myungsoo gelagapan. Seketika saja Jiyeon mengalihkan pandangan nya dari Myungsoo

“Tinggalkan aku sendiri!!” parau Jiyeon tanpa menatap Myungsoo sedikit pun.

“Tap –“ kalimat Myungsoo terhenti manakala Jiyeon semakin meninggikan volume suara nya.

“AKU BILANG TINGGALKAN AKU SENDRI!!!” teriak Jiyeon frustasi. Dengan langkah lemas Myungsoo berjalan meninggalkan Jiyeon. Di dalam ruangan, Jiyeon menekuk lutut nya dan menenggelamkan kepala nya diantara lutut nya. Ia menangis. Menangisi sesuatu yang tak ia mengerti.

“Aku tak mengerti dengan perasaan ku sendiri! Sebenarnya seperti apa perasaan ku ini pada Myungsoo?! Di satu sisi aku sangat nyaman berada di dekat nya tetapi, disisi lain aku merasa tak pantas untuk berada di dekat nya. Hast! Siapa saja tolong bantu aku untuk menjelaskan semua ini” teriak Jiyeon frustasi di ruangan nya.

*

*

*

Author P.O.V end

Myungsoo P.O.V

Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku melakukan hal se –BODOH itu. Aku yakin Jiyeon akan membenci ku dan tak ingin bertemu dengan ku lagi. Aku membuat semua nya menjadi sangat runyam dan berantakan. Kim Myungsoo, kau sungguh benar –benar bodoh. Apakah setelah kejadian ini, aku masih pantas untuk bertemu atau bahkan untuk mencintai nya?

“Tadi aku bingung dengan cara apa aku harus menenangkan mu” kalimat itu terus saja terngiang –ngiang di dalam benak ku. Bodoh sekali diri ku ini, kenapa aku mengatakan hal itu? Seharus nya aku mengatkan sesuatu yang lebih etis, bukan seperti tadi yang memberikan nya jawaban konyol .

“Apakah ia akan membenci ku? Aish! Nan jinjja michiseo!!!” teriak ku frustasi.

“SEHARUSNYA AKU TAK MENGATAKAN HAL ITUU!!! AKU TELAH MELUKAI HATI NYA!!! HAIST! NAN JINJJA PABOYA” suara itu begitu familiar sekali, perlahanaku berjalan mendekat kearah sumber suara tersebut. Di sana aku mendapati Chanyeol hyung. Dia nampak frustasi sekali, hah! Aku rasa itu karena masalah tadi.

“Hyung!” ucapku sambil menyentuh pundak nya.

“Oh! Kau, Myungsoo. Bagaimana keadaan Jiyeon?” gumam nya parau.

“Dia cukup shock,” jawab Myungsoo singkat dan kini telah ikut duduk disisi namja jangkung tersebut.

“Hah! Aku kakak yang payah, seharusnya aku tak membentaknya seperti tadi. Ia pasti membenci ku,” lirih Chanyeol yang kini tertunduk lesu, Myungsoo menepuk pelan bahu namja tersebut dan dikembangkan senyuman manisnya.

“Ani hyung, kau adalah oppa terbaik bagi Jiyeon. Aku mengerti posisimu, kau hanya ingin Jiyeon berbagi kesulitan dan kepedihannya pada mu kan? Kau tak ingin dia menanggung semua itu sendirian, bukan?” Chanyeol hanya dapat mengangguk pelan menyetujui ucapan namja tersebut. “ –temui dia sekarang hyung dia membutuhkan mu,cha! Ppalli” lanjut Myungsoo, mendengar penuturan tersebut Chanyeol beranjak meninggalkan namja tersebut.

“Apa yang harus aku lakukan setelah ini?” lirih Myungsoo gusar.

*

Myungsoo memasuki ruangan bernuansa putih tersebut dengan langkah yang perlahan karena ia takut sosok yang sedang terlelap pula situ dapat terbangun. Hari ini giliran Myungsoo yang menjaga Jiyeon, Chanyeol tak dapat datang karena namja tersebut masih ada kegiatan dikampusnya. Myungsoo berjalan mendekat kearah ranjang yeoja tersebut, terdapat lingkaran hitam dibawah mata yeoja tersebut, apakah yeoja ini tak dapat tidur dengan cukup? –pikir Myungsoo.

“Eungh!” lenguhan lolos begitu saja dari bibir yeoja tersebut hal itu membuat Myungsoo segera mengalihkan pandangannya dari wajah indah yeoja tersebut.

“Neo?!” Jiyeon sedikit tersentak atas kehadiran namja tersebut, sedangkan Myungsoo tetap stay cool menanggapi respon shock dari yeoja tersebut. “ –bukankah masih ada jam pelajaran, kenapa kau kemari?” decak yeoja tersebut dingin tanpa menatap wajah Myungsoo sedikitpun.

“Hari ini guru ada rapat, murid dipulangkan lebih awal. Oppa mu memintaku untuk menjagamu sementara karena dia masih ada urusan dikampus” gumam Myungsoo yang masih tak ingin menatap wajah yeoja tersebut.

Kini keheningan meliputi keduanya, mereka sibuk dengan pemikiran masing –masing. Tak ada yang ingin memulai pembicaraan barang 1 kata pun diantara keduanya. Sampai terdengan dehaman pelan dari mulut Myungsoo yang sontak membuat Jiyeon menatap namja tersebut.

“Kudengar dari dokter, lusa ini kau akan keluar dari rumah sakit? Proses penyembuhan mu cukup cepat juga” gumam Myungsoo singkat dan hanya dibalas dehaman pelan oleh Jiyeon.

“Kau marah dengan ku atas kejadian waktu itu?” ucap Myungsoo hati –hati, ia takut Jiyeon akan meledak –ledak lagi seperti saat itu. “Aku tidak marah dengan mu, kau aneh” jawab Jiyeon singkat, tangannya kini tengah memainkan selimut nya dengan gelisah berharap namja tersebut tak membahas kembali insiden waktu itu.

“Hah! Syukurlah kalau begitu,tapi sekali lagi maafkan aku yang sudah bersikap lancang padamu Jiyeon –ah” ucap Myungsoo yang kini menatap dalam kearah Jiyeon, yeoja tersebut sontak saja menjadi salah tingkah.

“Jebal jangan tatap aku seperti itu,” lirihnya. Suara Jiyeon dapat ditangkap oleh indra pendengaran Myungsoo dan hal tersebut sontak membuat Myungsoo menjadi tersentak .

“Eh? Apa yang kau katakan?” Myungsoo mencoba memastikan apa yang diucapkan oleh Jiyeon. Dengan gerakan cepat yeoja tersebut menggelengkan kepalanya singkat. “A –aniyo,” jawabnya terbata. Setelah pembicaraan tersebut keduanya kembali terdiam dan untuk kesekian kalinya yeoja bermata kucing itu meremas selimutnya gelisah.

“A –apa kau bosan?” tanya Myungsoo sedikit terbata, Jiyeon sontak saja mengangkat wajahnya seketika tanpa dikomandoi kepalanya telah mengangguk singkat.

Gila! Kenapa aku bisa jadi seperti ini, kenapa aku menuruti semua perkataan Myungsoo begitu saja? Seharusnya aku sekarang masih marah dengannya karena kejadian waktu itu! Tapi kenapa jadi seperti ini, aku yakin ini pasti ada kesalahan dalam otak ku –batin Jiyeon frustasi.

Jiyeon kini tengah mengelilingi taman rumah sakit bersama Myungsoo dengan menggunakan kursi roda. Sesekali namja itu mengajaknya berbasa –basi [menurut Jiyi] dan setelah itu mereka kembali terdiam dam menikmati sejuk nya hembusan angin.

“Eomma!” sentak Jiyeon lirih saat ia melihat sosok eomma nya tengah berjalan mendekat kearahnya. Myungsoo sedikit terkejut atas kedatangan nyonya Park tersebut.

“Dimana Chanyeol –ku?!” tanya yeoja tersebut to the point. Mendengar imbuhan terakhir yang terucap begitu saja dari eommanya membuat Jiyeon merasakan perih dalam rongga dadanya. “Oppa sedang ada jadwal kuliah, mungkin sebentar lagi akan datang. Apakah eomma mau menunggu disini bersama ku?” tawar Jiyeon dengan tatapan yang penuh harap. Namun, nyonya Park sama sekali tak menggubris ucapan Jiyeon, ia lebih memilih untuk pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa sepatah kata pun.

“Bukankah itu sangat kejam? Menyakitkan kah?” lirih Myungsoo yang menatap iba kearah Jiyeon.

“Itu bukan masalah, aku sudah terbiasa rasa sakitnya sudah tak seberapa lagi.” ucap Jiyeon sedikit bergetar. “Belajarlah untuk bersikap jujur dengan diri mu sendiri. Sikapmu yang seperti ini bukan hanya melukai dirimu saja akan tetapi dapat melukai orang –orang yang menyayangimu seperti Chanyeol hyung dan aku” ucap Myungsoo tanpa sadarnya. Mendengar hal tersebut seketika saja membuat Jiyeon tersentak.

“Kau? Menyayangiku?” ulang Jiyeon yang berusaha meminta penjelasan dari ucapan Myungsoo tadi.

“Akh! Itu –maksudku yah! Aku menyayangimu karena kita sudah berteman cukup dekat” decak namja tersebut tergagap –gagap. Jiyeon hanya mengagguk –angguk mengerti. Namun, ada sebagian dari dirinya merasa tak terima saat ia mendengar pernyataan tersebut. Kesunyian dan kecanggungan kembali menghinggapi keduanya, keduanya kembali masuk dalam pikiran mereka msing –masing.

Bodoh kau Kim Myungsoo! Kenapa hal seperti ini selalu saja terjadi! Rutuk Myungsoo dalam hati. Ia terus saja merutuki dirinya yang begitu bodoh dan ceroboh dalam pemulihan kata.

*

*

*

Jiyeon telah tiba dirumahnya, sudah hampir 1 minggu penuh yang tak berada dirumah. Ia begitu merindukan tempat yang penuh kenangan manis ini. Seketika langkah Jiyeon terhenti saat ia mendapati eommanya tengah meneguk soju, diatas meja sudah terdapat beberapa botol kosong soju. Jiyeon segera menghampiri eomma nya dan menghalangi eomma nya untuk meneguk soju yang kesekian kali nya.

Plak…
Tamparan begitu keras didapat begitu saja oleh Jiyeon, yeoja itu meringis kesakitan saat mendapatkan tamparan yang cukup keras tersebut.

“Kau, yeoja monster! Karena dirimu anak ku Chanyeol membenci ku dan dia mengancam bahwa jika aku tetap membenci mu dia akan pergi meninggalkan ku! Kau adalah perempuan pembawa kutukan, kau tahu itu!” teriak nyonya Park histeris. Seketika saja air mata telah membanjiri wajah Jiyeon saat mendengarkan penuturan paling menyakitkan yang pernah eomma nya katakan terhadapnya. Jiyeon tak mampu menahan berat tubuhnya sendiri, ia terjatuh dan menangis begitu pilu didepan eommanya.

“Eomma mianhae, jeongmal mianhatta” isaknya begitu pilu. “Aku tak butuh air mata mu, kembalikan putra ku seperti dulu! Kau membenci ku kan, maka dari itu kau mengutuk ku agar putra ku menjadi sangat membenciku, iya kan?!” teriak nyonya Park frutasi, ia menggoyang –goyangkan kasar bahu Jiyeon. Namun, yeoja itu tak mampu berkata –kata ia hanya dapat menangis begitu pilu.

“Aniyo eomma, jebal jangan perlakukan aku seperti ini umma, manhi appayo eomma” parau Jiyeon yang tangisan nya semakin mengeras. “Aku minta pergilah dari kehidupan aku dan putra ku. Baru aku akan memaafkan mu, kau sangat ingin kata maaf ku, bukan? Jadi lakukan keinginan ku itu!” decak nyonya Park begitu dingin dan mendorong kasar tubuh Jiyeon. Ia berjalan meninggalkan Jiyeon yang masih terisak.

*

Makan malam berjalan begitu sunyi hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja yang memenuhi ruangan tersebut. Nyonya Park terus saja memperhatikan Chanyeol sedangkan Jiyeon makan dengan kepala tertunduk karena ia sudah tak sanggup lagi melihat ketidakadilan yang menimpa hidupnya.

“Oppa…” lirih Jiyeon yang masih tertunduk. “Hem, nde Jiyi?” sahut Chayeol ramah.

“Aku memutuskan untuk pindah sekolah ke Jepang” jelas Jiyeon singkat, seketika saja Chanyeol menjatuhkan sendoknya dan menatap shock keputusan yang telah diambil dongsaengnya.

“Kenapa begitu tiba –tiba? Kau bisa menunggu sampai lulus SMA untuk pindahkan Park Jiyeon, apakah ada yang mengancam mu atau membuat mu tidak nyaman?” tanya Chanyeol yang begitu menuntut. Jiyeon menggeleng pelan dan melemparkan senyuman manisnya pada namja jangkung dihadapannya.

“Aku hanya ingin mencari suasana baru saja, bolehkan oppa jebalyo” Jiyeon menunjukkan wajah memohonnya. Chanyeol yang tak tahan melihatnya hanya dapat mengangguk pasrah walau sebenarnya ia tak menginginkan hal tersebut terjadi. Nampak nyonya Park kini tersenyum penuh kemenangan atas keputusan yang telah diambil oleh Jiyeon.

*

Urusan perpindahan sudah selesai diurus oleh Chanyeol, tepat pukul 10 pagi ini Jiyeon akan berangkat menuju Jepang. Saat ini waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi. Jiyeon tengah berdiam diri ditaman belakang rumahnya matanya menerawang jauh kedepan, rasanya begitu berat baginya untuk meninggalkan rumah yang penuh kenangan baginya dan orang –orang yang telah setia untuk tetap menyayanginya . Namun, demi mendapatkan kata maaf dari eomma nya Jiyeon sudah membulatkan tekat nya untu melakukan hal ini.

“Keputusan yang sangat bagus! Aku harap setelah ini kau tak akan menampakkan dirimu lagi didepan ku” suara tersebut begitu menusuk ulu hati Jiyeon. Yeoja paruh baya tersebut kini telah berdiri tepat dibelakang Jiyeon dengan senyuman penuh kemenangan nya.

“Asal eomma bahagia, apapun akan kulakukan,”gumam Jiyeon parau dengan berusaha keras ia menahan linangan air matanya jatuh dari pertahanan nya. Jiyeon segera bangkit dari tempatnya dan menunjukkan senyuman terbaiknya.

“Eomma jeongmal mianhatta, jebal jangan membenci ku lagi, aku sangat menyayangimu. Saranghanda eomma, annyeonghigaseo” Jiyeon membungkuk hormat untuk terakhir kali nya kehadapan nyonya Park, akhirnya pertahanan Jiyeon runtuh pula, isakkan tangis nya pecah akan tetapi ia tetap berusaha untuk tersenyum.

“Eomma bolehkan aku memelukmu sekali saja?” parau Jiyeon yang masih disertai isak tangisnya, dengan tatapan yang tetap dingin nyonya Park mengijinkan permintaan Jiyeon.

“Eommaaa… Aku begitu merindukan pelukan hangat ini,” tangis Jiyeon begitu sendu. ”Segeralah pergi, aku tak ingin kau membuat putra ku menunggu” decak dingin nyonya Park. Jiyeon segera menghapus bekas jejak air matanya, ia membungkuk hormat dan berjalan meninggalkan eommanya. Tanpa disadari oleh nyonya Park air mata telah membasahi wajahnya.
“Kenapa aku menangis?” lirih nya.

*

Setibanya dibandara, Jiyeon dikejutkan akan kedatangan Myungsoo. Seingat nya ia tak ada memberitahukan keberangkatannya menuju Jepang pada namja tersebut. Sontak saja Jiyeon menatap garang oppanya. Sosok yang ditatap hanya dapat menyengir kuda.

“Oppa kenapa memberitahunya!” decak Jiyeon kesal. “Oppa hanya takut nanti kau menyesali keputusan mu yang tak memberitahukan nya. Oppa tak ingin melihat hal itu terjadi,” jelas Chanyeol sambil mengacak –acak pelan rambut Jiyeon.

“Kau sengaja ingin kabur dari ku,eoh? Kau bahkan belum sempat membalas budi, naeppun yeoja!” decak Myungsoo uring –uringan. “Mianhae aku belum sempat untuk membalas budi, tapi aku janji setelah aku menamatkan studyku akan ku balas semua budi mu,yakseokke” tutur Jiyeon disertai eyes smilenya.

Penerbangan Air Asia nomer 205 10menit lagi akan berangkat

“Aku rasa, aku harus masuk kedalam. Sampai bertemu lagi, annyeonghigaseo”sebelum Jiyeon memasuki pesawat ia memeluk erat tubuh Chanyeol, ia akan selalu merindukan sosok pelindung nya.

“Oppa aku sudah mendapatkan maaf dari eomma, aku sungguh bahagia” bisik Jiyeon. Mendengar hal tersebut seketika mampu membuat Chanyeol terkejut. Jiyeon mengembangkan senyuman manisnya, kini Jiyeon telah berdiri tepat dihadapan Myungsoo namja tersebut mengembangkan senyuman getirnya.

“Aku akan sangat merindukanmu, aku menyukai mu, Jiyi” gumam Myungsoo begitu saja, mendengar penuturan tersebut Jiyeon mengembangkan senyuman manisnya walau awalnya ia sedikit tersentak atasan ucupa namja bersurai hitam tersebut. “Aku tahu itu,” gumam nya singkat dan perlahan berjalan meninggalkan keduanya.

“Aku tahu cerita kita akan segera dimulai” –Myungsoo

“Ini bukanlah akhir untuk ku, kita dan kami. Aku yakin perubahan itu akan datang” –Jiyeon

FIN

PS: Hohoho #evilaugh…
Akhirnya selesai juga epep gaje ini setelah sekian lama berusaha dengan keras dan begitu menguras otak. Eotteyo dengan ending nya? Mengejutkankah? Atau diluar dugaan kalian? Gantungkah/?
Rencana nya kalo banyak yang minta squel nya, Kethy akan buatkan kq. Tapi dengan catatan kalo banyak . Kalo kaga ada yang minat yaudah batal😀
Thanks for all, para reader yang udah mengikuti cerita gaje bin absturd ini.
Jeongmal gamsha…
Jangan lupa partisipasinya nya yahh, tolong berikan kesan kalian pada akhir epep ini
Pyong~

48 responses to “[Chap 12 END] It Is a Curse?

  1. Aku sampek mewek thor waktu jiyeon peluk omma nya sedih banget 😭. Cerita nya ngenak banget thor .😱 😂 Ohy end nya kok gantung 😱😔Pokoknya semangat bikin sequel nya😎👍.

  2. Thor sebelum coment aku mw nnya part 11 dimana ya,, kok aku ga nemu yya,, jd aku loncat dllu deh langsung baca part 12,, jd aku msh penasaraan sma part 11’y,, tlong di bls yya thor coment aku,,, oke aku lanjut coment,

    Huh aku kesel bggt sma nyonya park itu,, kejam bggt sih dia nyuruh jiyi buat ninggalin dya sma chanyeol,, kn kasian jiyi di jepang nnti sendirian,, chanyeol sma myung juga kan kasian klo harus di tinggalin sma jiyeon,, trlebih lagi myungsoo kisah cintanya jd ngegantung gth deh,, lanjut baca extra’y yya thor,,,

  3. aaaaaa ini nyesek banget gakuaaatt😥 eomma nya tega bangetlah asli😥
    yosh akhirnya myung ngungkapin perasaannya juga ya😀 kekeke tapi ini end nya tidak memuaskan😦 masih gantung😦

  4. yahh.. kok cerita.y gantung sih thor,, kiraiin nnti omma jiyi bakal nyesal, krna tega acuhin jiyi.. trus myung.y jalin hubungan ama jiyi, kok gantung gini sih, tpi ff.y keren kok thor.. buat squel.y dong thorr.. jebalyo!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s