[CHAPTER-3] Prophecy of The Midnight Sun

potms-by-periwinkeul

Poster/art by : periwinkeul @hsg

Author : MJS

Title : Prophecy Of The Midnight Sun

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Jung Eunji

Other Cast : pemain akan bertambah seiring berjalannya cerita

Genre : mystery, fantasy, romance, friendship

Lenght : Chaptered

Rating : T

.

.

Happy Reading.

.

Jiyeon mendapat kabar dari Mark kalau Eunji kini sudah mencurigainya pun langsung siaga. Ia sudah memberitahukan Mark mengenai rencana selanjutnya. Dan sama saja, Mark terus menurut.

 

Namun Ia tersenyum kembali begitu menyadari Ia dan Myungsoo yang baru saja berpacaran. Itu membuatnya semakin mudah membuat percaya padanya.

 

Tapi jangan bertanya bagaimana Mark.

 

Ia sangat cemburu begitu mendengarnya. Namun Ia berusaha menyabarkan dirinya. Setelah ini selesai, Ia bisa memiliki Jiyeon seutuhnya.

 

“Yi-En, kita akan melaksanakan rencana ini minggu depan.” Mark hanya mengangguk dan tak mengatakan apapun.

 

“Aku pergi. Ah, ingat. Jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi.”

 

“Mau kemana, Mark?” Mark hanya terkekeh mendengar nada suara Jiyeon yang manja.

 

“Menemui Eunji, wae?”

 

“Bukankah sudah kukatakan kita menjalani rencana ini minggu depan?”

 

“Aku mau berkencan dengannya.” balasnya asal dan keluar dari ruangannya. Jiyeon hanya menyerngit heran. Berkencan?

 

Padahal waktu itu Ia mengatakan Eunji terlalu cerewet untuk dijadikan kekasihnya.

 

Dasar playboy.

“Eunji-ya, kau tahu kalau Jiyeon dan Myungsoo berpacaran?” Eunji hanya mengangguk mendengar pertanyaan Mark.

 

“Gwenchana?” Lagi-lagi Eunji hanya mengangguk dengan wajah polosnya. Toh, Myungsoo tidak menyukainya juga. Tak ada salahnya kalau cintanya harus bertepuk sebelah tangan.

 

“Hmm, kau mau main kerumahku?” tanya Mark. Mendadak Eunji menjadi antusias dan mengangguk.

 

“Serius? Waktu itu kau mengatakan takkan membawaku kerumahmu!” seru Eunji. Mark hanya tertawa geli.

 

“Supaya eommaku tahu kalau aku punya yeoja.” Eunji membelalakkan matanya. Apa yang Mark katakan barusan?

 

“Apa maksudmu?”

 

“Aku tahu kau akan menolak. Jadi aku tidak meminta persetujuanmu.” Eunji mendelik kesal, selal saja Mark seperti ini.

 

Semaunya meminta makanan.

 

Semaunya meminta dikerjakan tugas.

 

Dan semaunya mengatakan Eunji adalah yeojanya.

 

“Minggu depan aku akan mengajakmu kesana.” Tanpa Eunji sadari, Mark menyeringai seram dan bergumam, ‘Selamat datang pada kematian, Jung Eunji.’

“Mark, kita kerumahmu sekarang?” tanya Eunji. Mark tersenyum dan menjawab, “Kau tunggu disini saja dulu. Aku masih ada urusan.”

 

Eunji hanya mengangguk dan menunggu dibangku paling ujung. Sementara Mark berlari kecil. Entah ada urusan apa.

 

Sudah 30 menit namun Mark tak kembali juga. Eunji merasa bosan dan berjalan-jalan disekitar sana.

 

Namun, langkahnya terhenti begitu Ia mendengar suara.

 

“Hari ini, aku mengajaknya ke rumahku.”

 

“Mau kau lakukan sekarang?”

 

“Entahlah, aku juga masih belum yakin.”

 

“Aku tak tahu bagaimana kau melakukannya, intinya buat dia percaya pada kita dan jika Ia sudah mengetahuinya, tutup mulutnya. Myungsoo tidak boleh tahu.”

 

Eunji masih mendengar percakapan Mark dan Jiyeon dengan takut-takut. 

 

“Aku tak mau kerajaan Sunrise rusak hanya karena ulah kedua manusia itu.” Eunji terbelalak. Sunrise? Bukankah itu buku yang Ia dan Myungsoo pernah baca?

 

“Kita akan membuat kejadiannya persis seperti buku itu.” Eunji tak percaya.

 

Sosok yang Ia percaya selama ini, sosok yang selalu bersamanya, adalah ratu Sunrise Castle? Ini gila.

 

Tak sengaja, Eunji menginjak kayu dibelakangnya dan membuat keduanya menoleh. Eunji sendiri pun kaget. Ia semakin mundur dan terjatuh.

 

Ia mencoba bangkit dan berlari, namun Mark langsung menahannya dan menatap Eunji tajam. Eunji hanya bisa meronta-ronta.

 

“Jung Eunji, kau sudah mendengarnya,” Mark menarik Eunji tepat dihadapan Jiyeon. Namun Jiyeon hanya tersenyum sinis.

 

“Sekeras apapun usahamu untuk menghancurkan kami, takkan pernah berhasil.” Eunji menatap Jiyeon marah.

 

“Lebih baik kau kembali keduniamu saja, brengsek!” teriaknya mendorong Jiyeon keras. Namun Mark lebih tangkas. Dengan cepat Ia menimbulkan bekas merah di pipi kanan Eunji.

 

“Mark..”

 

“Kau ini masih kecil, jangan berusaha melawannya..” Eunji begitu terkejut begitu mengetahui Jiyeon yang aslinya berumur 25 tahun.

 

“Kau membohongi kita semua.”

 

“Tak ada waktu untuk berbasa-basi. Cepat bawa dia,” perintah Jiyeon yang langsung disambut anggukan Mark.

.

TBC

aku bener-bener minta maaf, ceritanya jadi ga nyambung begini. mohon dimaklumi ya, aku jadi ga mood lagi lanjutin ff ini.

15 responses to “[CHAPTER-3] Prophecy of The Midnight Sun

  1. eunji udah tau, mudahan aja myungso tetep suka ma jiyeon dan jiyeon berubah pikiran utk balas dendam ke myung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s