[DRABBLE SERIES] OUR – Person

hsf-ournew

Quinniechip’s Present

Person as part of OUR’s Drabble Series

A School Life Drabble for General with Parental Guidance

drabble series here!

-oOo-

Satu hal yang tak pernah dilewatkan Minho setiap minggunya adalah tampilan majalah dinding yang selalu berganti setiap dua minggu sekali. Minho bukan seorang kutu buku yang menyukai berbagai macam jenis bacaan ataupun seorang penyair yang selalu membandingkan setiap karya yang ada. Minho hanya merasa bahwa sesuatu yang dikeluarkan oleh tim majalah dinding sekolahnya selalu berhasil menarik perhatiannya. Entah dari sisi mana, tampilan, isi, ataupun secara keseluruhan. Minho selalu menyukainya.

Setelah mendengar kabar dari teman sekelasnya yang juga merupakan bagian dari dari tim majalah dinding sekolah bahwa mereka baru saja menggantinya dengan yang baru, dengan segera Minho langsung berlari menuju koridor dimana majalah dinding sekolah biasanya dipasang.

Minho hanya bisa berdecak kagum saat membaca artikelnya satu per satu. Tema yang dipilih benar-benar menarik. Mudah dipahami tapi sama sekali tidak tampak murahan. Benar-benar karya yang luar biasa. Saat sedang menikmati setiap inci-nya, konsentrasinya terganggu oleh sebuah tangan yang menepuk pundaknya pelan.

“Ah, Jung Soojung, ternyata kau, ada apa?” Tanya Minho cepat, “Mencari Jongin?”

Soojung hanya menunjukkan wajah datarnya tak mengindahkan pertanyaan Minho, “Aku hanya ingin bertanya tentang..”

“Tentang apa?” Tanya Minho balik.

“Kau tahu adik kelas yang kemarin kutunjukkan padamu, bukan?” Tanya Soojung tanpa basa-basi dan langsung dibalas anggukan oleh Minho, “Dan kau tahu, kan, jika dia menyukaimu?”

Lagi-lagi Minho menganggukkan kepalanya, “Ya, aku tahu,”

“Bahkan sekitar lima belas menit yang lalu ia memberikanku ini.” Jawab Minho sambil mengeluarkan sebatang cokelat berpita merah yang ia genggam di tangannya sejak tadi.

Soojung hanya bisa diam sepanjang Minho berbicara dan memamerkan benda yang baru saja ia dapat. Well, ini bukan tentang apa yang didapatkan oleh Minho apalagi Soojung yang merasa cemburu, sama sekali tidak, karena Soojung tak memiliki perasaan apapun pada Minho. Tapi tentang siapa yang memberinya cokelat berpita manis itu, dan setelah apa yang terjadi Minho hanya menanggapinya dengan wajah sedatar itu.

Sekali lagi Soojung hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam, berusaha untuk tak menyemprot Minho dengan kekesalan yang sudah cukup meluap di dadanya. Belum sempat Soojung melanjutkan ucapannya kembali, seseorang datang dan menginterupsinya lebih dulu.

“Hei, kalian berdua! Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Jiyeon cepat, “Sepertinya sedang membicarakan sesuatu,”

Soojung dan Minho dengan cepat menoleh dan saling diam tanpa menjawab pertanyaan Jiyeon, “Ah iya, apa kalian tahu jika sekarang kamar mandi perempuan lantai dua sedang ramai?”

Minho dan Soojung dengan serempak mengendikkan bahunya tanda tak tahu, “Adik kelas yang kau bilang menyukai Minho itu sekarang sedang menangis!” Seru Jiyeon.

Seketika Soojung mundur tampak tak antusias lagi dengan kabar yang disampaikan Jiyeon. Sedangkan Minho tetap sama dengan posisi sebelumnya, tampak bingung bercampur dengan ekspresi tak peduli.

“Dan kau tahu alasan mengapa ia menangis sehingga menyebabkan keingintahuan yang luar biasa dari banyak siswa lain?”

Soojung bertanya seraya memandang mata Minho tajam. Dan Jiyeon langsung menegakkan tubuhnya tanda sangat antusias terhadap apa yang akan dikatakan oleh Soojung.

“Tidak lain dan tidak bukan adalah karena sahabatmu yang satu ini,” Soojung menunjuk Minho, “Tuan tampan ini menolak pernyataan cintanya dalan kurun waktu kurang dari sepuluh detik.”

Kini Jiyeon terdiam tak dapat berkata lagi. Jiyeon hanya menunjukkan ekspresi oh-my-god tanpa bisa bereaksi lebih.

“Jangan katakan jika cokelat berpita merah itu adalah pemberian dari..-”

Soojung hanya mengangguk tanpa perlu mendengar ucapan Jiyeon hingga selesai, “Ya, dan Choi Minho ini dengan polosnya tetap menerima pemberian darinya.”

Jiyeon hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan membuka mulutnya lebar. Tak menyangka bahwa sahabatnya yang satu ini, yang selama ini selalu tampak dingin dan tenang di luar, ternyata memiliki sifat asli yang bahkan tak lebih dewasa dari bocah berumur sepuluh tahun. Polos dan tidak peka.

Oh baiklah, tampaknya hal memalukan ini tak perlu dibahas lebih lanjut lagi. Atau segala kebodohannya akan semakin tertuju pada Minho, dan akan semakin mempermalukannya.

“Sebenarnya apa yang kau cari?” Tanya Soojung memecah keheningan, “Dia cantik juga manis, berambut panjang, dan tingginya juga termasuk di atas rata-rata,”

“Atau kau memang masih mengharapkan Suzy?”

Mendengar nama Suzy yang disangkut pautkan dalam masalah ini membuat Minho berekasi dengan cepat. Ia segera menggelengkan kepalanya, “Sama sekali tidak. Aku dan Suzy sudah tak ada hubungan lagi,”

“Walau nantinya akan ada kesempatan dimana aku dan Suzy bisa kembali bersama, mungkin kami akan memilih untuk tetap seperti ini. Bukannya menahan perasaan, tapi aku dan Suzy lebih baik seperti ini, dan kami nyaman dengan ini.”

“Oh baiklah, aku mengerti..” Balas Jiyeon cepat, “Aku bosan melihatmu berlagak seperti pakar cinta yang memiliki segudang pengalaman.”

Minho hanya tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.

“Jika seperti itu tak ada salahnya untuk mencoba,” Sahut Soojung mengembalikan pada topik awal pembicaraan mereka sebelumnya, “Aku rasa adik kelas itu tak buruk, dia baik.”

Sekali lagi Minho hanya menunjukkan senyum kecilnya sebelum kembali membalas perkataan Soojung, “Memang tak ada salahnya untuk mencoba, tapi akan lebih baik menunggu orang yang benar, daripada harus menghabiskan waktu dengan orang yang salah.”

Ketiganya terdiam. Soojung tak lagi bisa melawan Minho, begitupula dengan Jiyeon. Dan tampaknya satu kalimat terakhir yang diucapkan Minho menjadi penutup dari pembicaraan mereka kali ini.

~

Comment please! Sarannya juga boleh kok~

41 responses to “[DRABBLE SERIES] OUR – Person

  1. anjie minho watados ngasih tau soojung tentang cokelat -_- kalo gw ada disana /? gw tepak jidat minho -_-

  2. Huaaaa, sih Mino keterlaluan, ihhh, kapan” buat mereka semua ada gitu napa authorr, biar komplit kayan Mie Ayam *heh .. Pokok nya aku selalu suka sama drabble buatann authorrr .. Jjjjjjjjjaaanhgggggggg auythorrr

    • ehm bisa dilihat di drabble-drabble sebelumnya, itu di atas udah aku cantumin link-nya, kalo mau baca sih
      Terimakasih sudah baca dan komentar🙂

  3. Hmm masih bingung sama minho.. Knapa dia gamau mencoba balikan sama suzy.. Lagian mereka kan sepertinya masih saling suka.. Emang knapa mereka bisa putus dulu.. Dan maksud minho menunggu orang yg benar apa coba? Dia masih ngarep sama suzy?? Hhhh.. Semoga minzy diberi pencerahan wkwkw

    • ya mungkin mereka lebih nyaman dengan cukup berteman tanpa harus punya hubungan yang lebih ._. haha ya semoga deh diberi penceraha biar jelas
      Terimakasih sudah baca dan komentar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s