[CHAPTER – PROLOG] Skinny Love

Skinny Love by Little Thief

Cast: Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Other cast: Park Sooyoung (Joy), Choi Minho

Genre: romance, little bit angst

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Ini, adalah tentang bagaimana dia berusaha bertahan. Kemudian seseorang datang untuk menguatkannya.


“I told you to be patient,

I told you to be fine.”

-Bon Iver-


“Kau lapar? Pergilah. Cari sesuatu untuk dimakan.”

Gadis itu membanting pintu ruangan dan bersandar lesu di pintu. Merasa tidak bisa menopang tubuhnya, ia merosot dan terduduk di lantai. Kemudian setelah terdiam lama, dia menangkupkan kedua tangannya di wajah dan mulai menangis terisak.

Bahunya bergetar. Lima menit menumpahkan emosi, ada sebuah teriakan dari luar sana. Membuatnya tertegun.

Appa!” teriak adiknya, Sooyoung, dari kamar di sebelahnya, “Dimana Jiyeon? Apa dia sudah mendapat makanannya?”

Dengan cepat gadis itu mengusap wajahnya. Untungnya dia belum menangis terlalu lama. Memastikan matanya tak lagi sembab, dia membuka pintu kamar dan memasang muka malas.

“Hei, Sooyoung. Ada apa kau berteriak malam-malam seperti ini?”

Adiknya itu langsung mendekatinya, matanya memohon-mohon pada sesuatu. “Jiyeon, kau sudah beli makanan?”

Jiyeon merutuk dalam hati. Adiknya ini dengan mudah minta makanan sementara perutnya sendiri sudah keroncongan sedari siang tadi dan tak terisi apapun selain air. “Belum. Hei, tahanlah. Ini sudah malam, aku besok pagi akan coba menjual buku bekasku. Tahan laparmu dan kembali belajar, oke?”

“Aku tak bisa,” dia sudah merengek kini, “Tidak ada makanan membuatku pusing dan itu membuatku tak bisa belajar.”

Jiyeon menghela napas berat, dan kemudian suara parau Ayahnya terdengar dari kamarnya. “Pergilah, Jiyeon. Cari makanan untuk adikmu.”

Menimbang-nimbang, dia akhirnya mengiyakan setelah melihat tatapan Sooyoung yang benar-benar sudah kelaparan. Maka dengan segenap tekad dia kembali ke kamarnya. Jiyeon membuka lemari dan memakai jaket tebal yang masih baru, yang dia beli dengan uang tabungannya sejak lima tahun terakhir.

Selagi melekatkan jaket itu ke tubuhnya, dia mulai menangis lagi. Kemudian, ia menjejalkan segalanya ke dalam tas ransel hitamnya. Payung, jas hujan, topi, botol minum, dan berbagai kebutuhan lain seperti anak balita menyiapkan peralatan sekolahnya. Ia juga menambahkan beberapa buku saku dan tempat pensil, seolah sudah akan pergi merantau.

Terakhir, diambilnya beberapa uang receh yang mungkin hanya sanggup untuk membeli segenggam permen, tapi uang itu tetap dibawanya. Selagi mengusap hidungnya yang berair dan dadanya mulai berat menahan isakan, Jiyeon membawa tas itu pada punggungnya.

Maka ia keluar dengan langkah gontai, dan berharap menemukan sesuatu kali ini. Oh, ya, dia pikir dia mulai tidak waras ketika melihat sebuah tong sampah di dekat rumahnya. Ia rasanya ingin mengais makanan sisa di dalamnya. Tapi ia mengenyahkan pikiran itu dan mulai melangkah maju. Dia harus mencari makanan yang layak.

Walaupun membencinya, tapi dia tahu dia harus melakukan ini. Usianya sudah 22 tahun sekarang. Tapi dia tak bisa memberikan apa-apa. Yang ia kerjakan adalah sebagai seorang mahasiswa dengan jalur beasiswa. Tapi dia harus menghidupi dua orang anggota keluarganya, Ayah dan adiknya, Sooyoung. Dan fakta buruknya dia yang menjadi tulang punggung karena Ayahnya sakit-sakitan. Dan Ibunya sudah meninggal sekitar enam tahun yang lalu. Tapi kasih sayangnya membuat dia menjalaninya meskipun tidak terima.

Park Jiyeon, gadis muda berambut pendek itu mulai menyusuri pinggiran jalan yang bergemerlap lampu-lampu. Udara semakin dingin, membuatnya merapatkan jaket ke seluruh tubuhnya. Giginya bergemeletuk, tapi dia tetap maju melangkah.

Tidak mengisi perutnya semenjak siang tadi membuat langkahnya mulai pelan dan pandangannya mengabur. Oh, tidak, tubuhnya benar-benar lemas kali ini. Rasanya sudah tak kuat lagi. Tubuh kurusnya menuntut ke suatu tempat, di mana bau roti-roti dan kopi menguar.

Jiyeon berusaha mengembalikan pandangannya dan terlihatlah suatu kafe kecil dengan papan besar bertuliskan Moong Café. Entah apa yang membawa kaki kecilnya ke sana. Mungkin dia akan mencuri roti atau hanya mengendus aromanya. Maka dengan langkah patah-patah dia menyebrangi jalan menuju kafe tersebut. Mengabaikan pandangan orang-orang kepadanya karena cara berjalannya sudah seperti seorang nenek tua.

Gadis itu memasuki Moong Café, dan terbuai oleh aroma kopi dan roti yang manis. Tepat ketika itu ada seorang pelayan yang menyapanya hangat.

“Halo, selamat malam dan selamat datang di Moong Café. Anda ingin pesan apa?”

Jiyeon sudah terlanjur tak sadarkan diri sebelum bisa menjawabnya.


Annyeong haseyo!😀

Gaje gak ya kelihatannya? ^^ mungkin ada beberapa readers yang belum mengenalku. Bagi yang sudah, masih ada yang ingt gak teaser Guide Tour? Tentang ff itu, aku maaf banget gak pernah melanjutkannya dari tahun jebot. Semoga bisa dipost setelah FF ini rampung.

Ada yang bisa tebak gak pelayan kafenya itu siapa? Hahaha.

Chapter pertama, akan dipost secepat mungkin. RCL juseyo😀

33 responses to “[CHAPTER – PROLOG] Skinny Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s