[Chapter 2] Water And Oil Vol.2

request-wao-kinantikk

Water And Oil

Judul: Water and Oil Vol 2

Author: Kinantikk

Genre: Romance

Length : Chaptered

Rating:  Teen  [13+]

Main Cast:

  • Kim Myungsoo as myungsoo
  • Jung Soojung as krystal
  • Oh sehun as Sehun

Support Cast:

  • Jung Yoobi
  • Park chanmi

Summary : apa jadinya bila anak populer  di pasangkan dengan orang yang termasuk ke dalam golongan kuper di sekolah? Eits cerita seperti itu pasti sudah biasa kita dengar bukan, tetapi bagaimana bila di kehidupan mereka sebaliknya?  Baca FFnya okay ^_^

Poster By: OverClass

[ Chapter 1 ] On Going

Aku hampir tak mengedipkan mataku, memandang seorang lelaki yang ada di depanku

‘Myungsoo-ssi? Tidak! Pasti aku salah, apa mungkin myungsoo mempunyai saudara kembar?’ pikirku. Aku segera mengambil kotak P3K dan menempelkan handsaplast di  kaki Yoobi yang terluka

“sakit?” tanyaku sambil menatap Yoobi yang sedang meringis kesakitan

“Anni, gwenchana nuna” ucap Yoobi, lalu aku menggendongnya dan memindahkannya ke kamarnya.

Aku mengaduk Hot chocolate yang ku buat sambil melihat lelaki itu dari jauh, ‘haruskah aku bertanya kepadanya? Apakah dia myungsoo?’

Aku memberanikan diriku mendekatinya sambil memberikannya  Hot Chocolate

“Gomawo soojungssi” ucapnya sambil tersenyum, ‘mwo? Dia mengenalku?’

“kau myungsoo?” tanyaku

“ne, kenapa? Apakah kau sangat kaget?” tanyanya sambil tersenyum

“Jinjjayo? Woah! Kau keren sekali dengan style baru mu” ucapku sambil tersenyum, dan  ia membalasnya dengan gummy smilenya

“Apakah kau bisa menjaga rahasia?” tanyanya serius

“tentu! Oleh sebab itu aku memiliki banyak teman” ucapku dengan nada angkuh

“ini hanya kau yang tau oke? Penampilan asliku sebenarnya seperti ini, saat aku bersekolah di sekolah menengah pertama aku tidak memiliki teman sehingga aku sering di bully oleh teman-temanku mereka sering memukuliku hingga babak belur, tetapi aku tetap datang ke sekolah, oleh karena itu mereka memanggilku si Kebal, sejak saat itu aku menganggap diriku kebal, makanya aku menindik kuping, dan alisku, serta memasang tato di punggung dan lenganku. Aku tak takut dengan sakit” jelasnya sambil tersenyum.

“apa orangtuamu tidak marah?” tanyaku

“aku tidak memiliki orang tua, aku tinggal di panti asuhan di daerah Ulsan sejak dulu, tetapi karena aku mendapat beasiswa di SMA Seoul aku sekarang tidak tinggal di panti asuhan itu lagi” jelasnya

“ngomong-ngomong hot chocolate ini sangat enak, gomawo soojungssi” lanjutnya

“ne, sama – sama, oiya karena kau memperoleh beasiswa, pasti kau anak yang cukup pintar bukan? Bisakah kau mengajariku?  Karena aku sama sekali tak mengerti beberapa pelajaran” ujarku sambil berdiri mengambil beberapa buku dari meja belajarku dan memberikan buku-buku itu kepadanya.

“Ok, baiklah, aku akan mengajarimu, tapi kau jangan marah karena aku tidak pintar mengajari orang” ujarnya sambil beranjak dari sofa

“ne.. ne gwenchana, apakah kau sudah ingin pulang?”  tanyaku, dia membalasnya dengan mengangguk

“Mungkin aku akan sering bermain disini, mengunjungi Yoobi, oiya tadi adikmu terjatuh  ketika berlari menghampiriku, dia sudah akrab denganku, pasti kau tak tahu kan? Bahkan dia menyuruhku untuk menamatkan game di playstation nya, ku harap kau tidak keberatan” ujarnya sambil melakah keluar rumah

“arasseo, tidak masalah, karena aku dan adikku selalu sendiri di rumah” ujarku sambil berjalan di belakangnya

“baiklah, aku pulang dulu” ujarnya

“ne!” ucapku, dia pun membalikkan badannya dan berjalan menjauhi rumahku, spontan tanganku melambaikan tangan ke arahnya, tanpa berpikir panjang akupun langsung menurunkan tanganku ‘Aish pabo, mengapa aku melambaikan tangan kepadanya?’ batinku.

Aku membuka mataku perlahan, sinar mentari sudah cukup terang, dengan badan sempoyongan aku berjalan menuju kamar mandi, tak lupa membawa seragam dan handuk ku. Aku dan Yoobi bersegera untuk sarapan, kami sarapan seadanya, aku membuatkan pancake with meaple syrup seperti biasa.

Ting Tong.. tiba-tiba bel pun berbunyi, ‘tumben sekali, siapa yang datang jam segini?’ batinku, aku pun langsung bergegas berlari menuju pintu, ternyata Myungsoo

“Annyeong” ujarnya

“Ne,Annyeong, ada apa kau pagi buta seperti ini kesini?” tanyaku penasaran

“apakah kau mau berangkat ke sekolah bersama? Rumahku di daerah sini, dan ke betulan untuk mencapai halte bus harus melewati rumahmu, apa kau mau berangkat bersama? “ tanyanya, woah aku tak tahu sepertinya dia mempunyai dua sisi yang berbeda dia memakai baju sangat rapih, memakai kacamata dan rambutnya pun menutupi kedua telinganya,tindikan nya juga tak terlihat,iaa terlihat seperti biasanya tidak seperti style  nya kemarin.

“ya!? Kembali ke style awal?  Arasseo, kita bisa berangkat bersama,  tetapi kau akan terlambat karena aku harus mengantar Yoobi ke sekolahnya dulu” ujarku, dia pun mengangguk dan menyetujuinya, ia sama sekali tidak keberatan. Kami pun berjalan bertiga meninggalkan rumah, Yoobi terus berari-lari padahal kakinya baru terluka kemarin.

Sesudah mengantarkan Yoobi, aku dan myungsoo langsung berlari secepat mungkin menuju halte bus, karena  8 menit lagi kita akan terlambat dan bus juga sudah hampir berangkat. aku melihat keringat yang menetes dari wajah Myungsoo

“kau tak perlu memaksakan diri untuk berangkat bersamaku. Myungsoo-ssi” ujarku, ia pun menyeka keringatnya sembari berkata

“aku tak pernah berangkat sekolah bersama seorang teman seumur hidupku” ujarnya sambil memberikan sapu tangan kepadaku seraya menyuruhku untuk menyeka keringatku akibat berlari mengejar bus.

“oiya ternyata penampilanmu di sekolah dan dirumah juga berbeda, kau sama sepertiku” ucapku

“Anni, aku tak mau di samakan olehmu” ujar myungsoo dengan tampang menyebalkan

“Ya!” teriak ku , tak begitu keras namun cukup membuat telinganya sakit

“mwo? Jangan berteriak!”

“kacamatamu melorot tuh” ujarku kesal, lalu segera duduk di kursi bus yang kosong.

Tak menyangka kami tiba 2 menit lebih awal, padahal menurut perkiraan ku kami akan terlambat 6 menit. Aku langsung duduk di banku ku dengan tenang seolah aku dan myungsoo hanya kebetulan datang bersama, seluruh kelas memperhatikan ku dan Myungsoo, aku hampir salah tingkah di perhatikan mereka, tetapi dengan sigap Chanmi langsung menghampiriku yang sedang duduk dimejaku, ia berbisik kepadaku seraya berkata

“apakah kau berangkat sekolah dengannya? Mengapa kalian berdua sama sama ter engap-engap ? dan kalian berdua datang bersamaan?” Tanya  Chanmi dengan penuh rasa ingin tahu

“Ya! Kau gila Chanmi? Aku tidak mungkin berangkat bersamanya, its impossible!” ujarku menutupi kebohonganku

“okay, maafkan aku, lagipula menurutku dia cukup misterius” ucapnya sambil menatap Myungsoo.

Bel Telah berbunyi, menandakan waktu istirahat bersama, seperti biasa, Aku, Sehun, dan Chanmi pergi ke kantin untuk makan bersama.

“Soojunga, apa kau dekat dengan anak aneh itu?” Tanya sehun

“Anniyo, kami hanya saling kenal karena dia teman sekelas itu saja” ujarku, Pria yang bernama Oh Sehun itu menatapku lekat lekat seraya berkata

“baiklah tapi sedari tadi kau memperhatikannya terus, tidak mungkin kan kau menyukainya?” ucapnya dengan nada meyakinkan ‘menyukainya?’ pikirku

“anni, bagaimana aku bisa menyukainya” ucapku sambil meminum susu kotak

“Ya! Kau berbicara apa oh sehun? Jangan memulai topic yang aneh”  ucap chanmi memecahkan suasana tegang.

Sepulang sekolah.

“Bahasa Inggris 60, Fisika 50, Matematika 4,5” ujarku membacakan nilai-nilaiku kepada Kim Myungsoo, ia hanya terdiam berfikir sejenak lalu berkata

“Ya, kurasa prestasimu cukup buruk, apa kau tak pernah belaja?” tanyanyaa, omongan pedas itu langsung mendarat dari mulut namja sialan itu, ingin sekali aku mencekiknya dan mematahkan tenggorokannya

Dengan sabar aku berkata “hufft… sudahlah jangan meledekku” ucapku sambil meneguk soft drink  yang ada di tanganku, hari ini Myungsoo berkunjung kerumahku, dan hari ini juga aku akan mulai di ajarinya.

“jujur saja Jung Soojung aku tidak bisa mengajarimu karena perutku belum terisi makanan”  ujar Myungsoo sambil mengeluarkan smirknya, aku pun mengerti maksudnya dan langsung berjalan ke dapur, sambil memakai apronku dan mulai menyalakan kompor

“apa kau mau kari instan atau ramen instan?” tanyaku dengan nada malas

“Yaa! Bagaimana kau bisa memberikanku makanan instan? Aku suka sayuran organik” balasnya

“kalau begitu makan saja rumput di halaman rumahku” balasku dengan cuek

“Aissh, aku mau kari instan saja”

“eo? Ternyata aku tak memiliki Kari instan, hehehe mianhae, akan ku buatkan kau ramen instan” ujarku sambil cengengesan.

Selesai makan, Aku dan Myungsoo langsung bergegas mengambil buku dan mulai belajar, dia mengajariku dengan baik, walaupun sedikit-sedikit aku tertidur. Ia menyenggol tanganku berkali-kali agar aku tak mengantuk

“aish kau sepertiny tak niat belajar” ujarnya

“anni! Aku niat kok! Aku Cuma agak sedikit mengantuk” balasku, diapun langsung menutup buku dan bangun dari sofa, ia menarik tanganku sehingga aku berdiri, sambil ku kucek mataku aku berusaha untuk melihatnya

“wae?” tanyaku, ia menuntunku berjalan ke kamarku dan membukakan pintu kamarku

“tidurlah” ucapnya

“aku akan pulang sebentar lagi” lanjutnya

“aku harus mencuci mangkuk ramen dahulu” ujarku lemas

“ biar aku saja yang mencucinya, aku jamin akan bersih mengkilap!” ujarnya sambil tersenyum

“gomawoyo” ucapku di sertai senyumku, aku langsung berjalan menuju kamarku, dan tertidur pulas.

Matahari sangat menyengat pagi ini, waktu menunjukkan pukul 09:00 tapi matahari seperti saat  jam 12 siang, aku langsung membuka sweater ku

“Huh Panas sekali hari ini” ujar Chanmi sambil menyeka keringatnya

“Sangat panas!” tekanku

“kok dia betah ya pakai sweater saat udara panas seperti ini” bisik Chanmi kepadaku

“siapa?” tanyaku sambil melihat di sekelilingku

“itu lho Kim Myungsoo” bisiknya, spontan aku langsung meliriknya, ‘pantas saja dia tak mau membuka sweaternya, lengannya kan penuh dengan tato, pasti sekarang ia merasa seperti di –rebus, hahaha’ batinku,  aku melihatnya terus  terusan menyeka keringat sedari tadi, tiba-tiba kaki ku berjalan sendiri menghampirinya dan segera menarik tangan Myungsoo yang sedang duduk ke panasan.

“sini ikut aku” ujarku, aku tak memedulikan semua anak di kelas yang bingung melihat tingkahku yang langka ini, aku membawanya ke lantai paling atas sekolah. Angin menghembus cukup kencang ternyata memang di kelasku saja yang panas, walaupun di loteng banyak angin berhembus tetapi matahari sangat terik

“ya! Aku tau kau ke penasan, bukalah sweater mu disini tak aka nada yang melihat” ujaku kepadanya, aku juga tak tahu mengapa aku menjadi pengertian seperti ini

“kau baik sekali soojunga” ucapnya sambil melepas kacamatnya dan menaruhnya di saku celananya, lalu ia pun membuka sweaternya dan mengikat rambut gondrongnya. Woah ternyata tattoo nya memang cukup besar di lengannya, tapi tunggu tadi dia memanggilku Soojunga? Woah ternyata namja ini sudah merasa dekat denganku ya, huh.

Aku menrentangkan tanganku, aku merasa angin menghembus membawa diriku terbang, aku memejamkan mataku sejenak.

Tiba-tiba Plekk.. sesuatu yang dingin menempel di pipiku, aku segera membuka mataku, dan melihat kesamping kiriku, seseorang namja berdiri di sampingku, Ya, itu Oh sehun, spontan aku langsung melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi, anak itu (Kim Myungsoo) sudah hilang tanpa meninggalkan jejak

“Hey” sapa ku setengah kaget melihatnya

“kau sendirian disini? Oiya ambilah ini” ujarnya sambil memberiku segelas orange juice dingin yang sangat cocok untuk cuaca panas seperti ini

“ ne, seperti yang kau lihat” ucapku sambil menerima orange juice yang di berikannya

“ku dengar dari Chanmi kau pergi bersama si weirdo itu” ucapnya sambil menyedot soft drinknya

“maksudmu Kim Myungsoo? ya aku hanya sekedar berbicara kepadanya hehe” ujarku, yang di balasnya dengan anggukan darinya.

Sore ini aku pulang lebih cepat dari biasanya, karena aku langsung pulang kerumah dan tak mampir kemana-mana, sedangkan myungsoo? hm dia sedang sibuk belajar dan tidak langsung pulang ke rumah, memang anak yang aneh.

Sesampainya di rumah aku berusaha mengingat sesuatu, aku rasa aku melupakan itu, tapi apa ya? Sedari tadi aku hanya mondar-mandir didepan ruang televisi, Yoobi yang melihatku juga ikut bingung, dan tiba-tiba

“OIYA! TELUR SEDANG DISKON DI MINIMARKET!” Teriakku, aku pun bersegera memngirimkan pesan kepada Kim Myungsoo, entah mengapa tapi aku merasa Kim Myungsoo bisa di andalkan untuk hal ini

‘ To: Myungsoo

Hey? Bisakah kau membelikan ku telur di mini market? Sekarang sedang ada diskon besar-besaran, aku lupa membelinya tadi, usahakan jangan lewat dari jam 5 sore! Terimakasih

Delivered, 16:40’

Bberapa menit kemudian handphoneku berbunyi
‘ From: Myungsoo

YA PABO!

Delivered, 16:41’

*Myungsoo POV*

Saat aku sedang bersiap-siap pulang, tiba-tiba Handphoneku berbunyi, ada sms masuk, dari siapa?

‘ From: Krystal

Hey? Bisakah kau membelikan ku telur di mini market? Sekarang sedang ada diskon besar-besaran, aku lupa membelinya tadi, usahakan jangan lewat dari jam 5 sore! Terimakasih

16:40’

Spontan aku langsung melihat jam ku, menunjukan pukul 5 kurang 10 Menit , aku langsung berlari keluar kelas dengan style ku yang sudah berubah, aku tak memakai sweaterku, aku menguncir rambutku sehingga antingku bisa terlihat, dan melepas kacamataku

BRUKK sepertinya aku menyenggol sesorang wanita.

*Soojung POV*

Aku melihat Myungsoo yang sedari tadi melipat wajahnya, dengan keringat bercucuran dari wajahnya

“Kau orang pertama yang membuatku berebutan dengan Ahjumma-Ahjumma di Minimarket, dank au orang pertama yang membuatku berlari demi 1Kilogram Telur!” ujarnya dengan sinis

“Hahahaha eottokhae? Seru kan?” tanyaku meledeknya

“ Anni!” ujarnya dengan kesal

“Mianhae, geurigo gomawoyo” ujarku sambil tersenyum

“sepertinya tadi aku menabrak seseorang yeoja saat keluar dari sekolah” ucapnya kepadaku

“saat style mu seperti ini? kau menbrak siapa?” tanyaku kepadanya

“seseorng yeoja yang suka kau ajak bicara dan bergossip, sepertinya dia temanmu” jawabnya

“LEE CHANMI?!” tanyaku kaget

“nah benar dia!” jawabnya dengan santai

“Mengapa dia bisa melihatmu seperti itu?” tanyaku

“Yaa Myungso.. aku tak mau ada orang lain yang mengetahui style asli mu” ucapku lirih, spontan kata-kata itu keluar dari bibirku

*Myungsoo POV*

“Yaa Myungso.. aku tak mau ada orang lain yang mengetahui style asli mu” ucapnya dengan nada lirih, ‘mengapa dia sangat meng khawatirkan ku? Mengapa dia sangat menjaga rahasiaku?’

TO BE CONTINUE

Note: Jangan lupa comment ya yang udah baca ^^ semakin banyak yang comment semakin semangat aku ngelanjutin ceritanya

Oh iya yang nanya Cerita ini terinspirasi oleh komik jepang yang berjudul  Horimiya, Yups kamu benar sekali!^^

One response to “[Chapter 2] Water And Oil Vol.2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s