[Chapter – 1] IDOLS

IDOLS

Teaser

Cast:

Jiyeon | Myungsoo | Sungyeol | Yoona | Yuri | Sooyoung | Soyeon | Jungkook | Taehyung | Lay | Luhan

Genre:

Romance | Hurt/Comfort | Friendship | Commedy | Drama

Length:

Bakalan Multichapter

Rating:

PG – 13

This FF is mine

Awas kalo ada typo yang bertebaran di mana2😀

Hepi reading

Glontang! Glonteng!
Pagi-pagi di dorm girlband terkenal bernama Guardian Angel atau lebih dikenal dengan sebutan GA sudah terdengar bunyi panci beradu atau peralatan dapur lainnya yang suaranya seperti dibanting. Ternyata di dapur, Soyeon tampak sedang membuat ramen sendiri. Sungguh ironis, yeoja yang berusia di atas 20 tahun itu belum bisa memasak makanan sendiri, berbeda dengan sang magnae. Dia ingin sang magnae membuatkan makanan untuknya namun ternyata dongsaengnya itu masih asyik berpelukan dengan Sooyoung di dalam kamar mereka.

Sret sret sret!
Yoona datang menghampiri Soyeon yang masih merebus air untuk ramennya. Dia langsung duduk di kursi belakang meja makan dan menguap karena masih sangat mengantuk. Tak berapa lama kemudian Yoona menggeletakkan kepalanya di atas meja makan dan tertidur.
“Mwoya? Dia datang kesini hanya untuk pindah tempat tidur?” lirih Soyeon heran melihat kelakuan Yoona di pagi buta itu.
“Eonni, kau sedang apa? Suaranya mengganggu saja.” Yuri berdiri tepat di pintu dapur. Rambutnya acak-acakan dan kedua matanya masih terpejam. Mungkin saat berjalan, matanya hanya melirik agar tidak menabrak sesuatu.
“Aku lapar. Jadi aku ingin membuat makanan karena tak ada apapun di dalam kulkas,” jawab Soyeon.
Yuri tak merespon. Dia menyusul Yoona duduk di bangku sebalah Yoona dan melakukan hal yang sama dengan yeoja yang disebut kembarannya itu. Yuri memang mudah sekali tidur. Dia dapat tidur dimana saja meski dalam posisi duduk.
Soyeon menggelengkan kepalanya. Tak berapa lama kemudian ramennya matang. Aroma ramen itu melayang-layang sampai di kamar Sooyoung dan Jiyeon. Sooyoung, sang member yang banyak makan, langsung mengikuti asal aroma itu. Akhirnya dia sampai di dapur dan melihat Soyeon sedang makan ramen.
“Eonni, bukankah kau sedang diet?”
“Aku tidak peduli.”
Sooyoung mendekati Soyeon. “Eonni, ramen dapat membuatmu berlemak lebih banyak dari sebelumnya. Berikan saja padaku.”
Soyeon menatap curiga pada Sooyoung. Yeoja itu hanya nyengir karena dia juga sangat ingin makan ramen itu.

“Andwae!” Soyeon memelototkan matanya dan menggeser mangkuk ramennya menjauhi Sooyoung.
Yuri dan Yoona yang juga ada di samping mereka namun Yoonyul itu tidak peduli dengan aroma ramen yang menerobos masuk ke dalam indera penciuman mereka.

“Hmm, it’s really delicious, eonni.” Sooyoung ikut nimbrung Soyeon yang sedang menikmati ramennya.
Sluurph!
“Aah…” Kantuknya langsung hilang seketika. “Aku juga ingin membuat ramen.”
Soyeon hanya menatap Sooyoung dengan tatapan tak percaya.

Braakk!
“Omo!” seru keempat yeoja bersamaan karena terlonjak kaget mendengar sesuatu dibanting. Yuri dan Yoona langsung membuka mata mereka.
“Kalian! Jam segini masih tidur?” Manajer datang dengan wajah merah padam karena kesal artis-artisnya bermalas-malasan. “Dimana Jiyeon?”
“D, di kamar,” jawab Sooyoung dengan terbata-bata. Ia masih menormalkan detak jantungnya.
Tak menunggu waktu lama, sang manajer masuk ke dalam kamar Jiyeon.

“Tamatlah riwayat Jiyeon. Kenapa pagi buta begini si nenek sihir itu sudah datang?” gerutu Yuri yang selalu bicara ceplas ceplos.
“Jangan keras-keras, eonni,” bisik Yoona. Dia melangkah menuju kamar mandi.
“Aku ikut.” Yuri menyusulnya.

Soyeon dan Sooyoung bingung mau melakukan apa yang sekiranya tidak akan kena marah oleh so nenek sihir manajer yang jutek itu. Akhirnya mereka berdua mulai bersih-bersih dapur.

Di kamar, rupanya Jiyeon sudah tidak ada. Tempat tidurnya sudah rapi, kamarnya benar-benar terlihat manis dengan warna pink sebagai warna dominannya. Saat mendekorasi kamar itu dulunya Jiyeon, Soyeon dan Sooyoung saling ngotot mengutamakan kehendak mereka sendiri untuk menata kamar yang digunakan oleh tiga orang tersebut. Akhirjya Jiyeon lah yang menang. Dekorasi kamar tersebut sesuai keinginan Jiyeon.

“Manajer-nim, ada apa pagi-pagi datang kemari?” tanya Jiyeon yang baru saja masuk ke dalam dorm.
“Darimana?” tanya manajer.
“Aku baru saja jogging. Waeyo?”
“Mereka bilang kau masih tidur.”
“Ah, para eonni memang selalu begitu. Saat aku bangun, tak ada siapa-siapa. Kamar Yoona eonni juga kosong. Ternyata mereka semua ada di dapur.” Jiyeon duduk manis di atas sofa favoritnya. Sofa berbentuk bokong babi itu sengaja ia beli karena bentuknya yang unik. Tak ada yang boleh duduk di sofa bokong babi itu selain dirinya sendiri. Tetapi jika Jiyeon tidak ada, Yuri dan Sooyoung yang sering duduk di sana.

Sang manajer kembali lagi ke dapur. Rupanya Soyeon dan Sooyoung telah membersihkan dapur sampai kelihatan kinclong. Lantainya bisa digunakan untuk bercermin. Jiyeon mengekor di belakang manajer. Dia penasaran dengan apa yang tengah dilakukan eonni-nya.
“Waah, daebak! Dapurnya bersih sekali? Kalau seperti ini aku betah berlama-lama memasak di dapur,” komentar Jiyeon yang senang melihat dapurnya bersiiiih pake banget. “Eonni, kalian yang membersihkannya?”

“Eoh. Tentu saja,” jawab Sooyoung membanggakan diri.
Jiyeon tertawa terpingkal-pingkal mendengar nada bicara Sooyoung. Persis nada bicaranya sebelum tidur saat dia sedang ngantuk berat. Jiyeon hafal betul kebiasaan Sooyoung karena mereka selalu berbagi tempat tidur.

“Gurae, gurae. Sekarang bersihkan diri kalian lalu berlarilah menuju lapangan tenis.”
“Manajer-nim, apakah kita akan latihan tenis?” tanya Jiyeon menyela. Dia langsung mendapat tatapan membunuh dari sang manajer.
“Iish, magnae cerewet sekali.”
Jiyeon mempoutkan bibirnya. Dia selalu dibuat kesal olehsang manajer yang seenaknya mengatur ini itu. Tugas manajer kan memang mengatur gitu.

30 menit kemudian, semua member GA sudah siap dan berlari menuju lapangan tenis yang terletak di samping gedung utama kantor managemen. Mereka semua mengenakan kostum olahraga. Kaos, celana sport dan sepatu ket.
Sepatu ket milik Yuri masih baru. Bahkan dia hampir lupa tidak melepas banderol harga sepatunya jika tidak diingatkan oleh Yoona.

Kelima yeoja itu berlari teratur. Jiyeon berada di posisi paling depan karena larinya paling cepat. Diikuti Yuri, Sooyoung, Yoona lalu Soyeon. Hal yang tidak ingin Soyeon lakukan adalah berlari. Eh manajer malah menyuruh mereka berlari.

Lari dua putaran sudah dilakukan dengan baik. Sang manajer pun tidak mengoceh lagi karena tidak ada kesalahan. Setelah beristirahat selama 5 menit, mereka berlima mulai berlari lagi.

“Kalian semua kemarilah. Aku punya pengumuman.” kata manajer.
Kelima yeoja pun menurut.
“Hari ini akan ada game dengan member Element. Tapi…”
“Tapi kenapa manajer-nim?” tanya Yoona yang bergandengan mesra dengan Yuri. Keduanya selalu melakukan halnitu dimanapun berada.
“Game kalian dengan member Elememt akan masuk dalam acara reality show ‘The Idols Game’.”
“Ye?” seru mereka bersamaan.
“Reality show lagi? Waah kelihatannya asyik. Tapi kenapa harus dengan member Element?” gerutu Yuri yang merasa bosan setiap kali ada reality show, mereka akan syuting bersama member Element.
“Yuri-a, jaga ucapanmu. Jangan sampai PD-nim mendengarnya.” Manajer memperingatkan Yuri yang bicara ceplas ceplos tanpa dipikir terlebih dahulu.

Jiyeon dan Sooyoung pergi memgambil air minum.
“Haish, kenapa harus ada musim panas? Panasnya minta ampun,” keluh Sooyoung yang mengusap peluh di dahinya.
Hari ini memang memasuki musim panas. Menurut para idol, musim panas bukanlah musim yang cocok untuk melakukan kegiatan ekstra menguras tenaga. Tanpa melakukan apapun, keringat akan bercucuran apalagi kalau mereka melakukan sesuatu di luar gedung.
“Jiyeon-a, kau pasti senang ada game ini?”
“Kenapa harus aku yang senang?”
“Pabbo! Kau kan bisa bertemu dengan Sungyeol dan main game bareng.”
“Tidak ada yang menyenangkan. Bukankah hubunganku dengan Sungyeol harus dirahasiakan? Itu artinya kami tidak boleh menunjukkan tanda-tanda di depan publik. Bisa tamat riwayatku kalau PD-nim tahu.”
“Apa netizen ada yang membicarakannya?” tanya Sooyoung lagi.
“Molla, eonni. Tapi jika ada, aku malah senang sekali. Hahaha…”
Jiyeon meneguk kembali air putih yang terisi di dalam gelas yang dipegangnya.
“Jiyeon-a, kalau memang akan disiarkan di tv, bukankah kita setidaknya memoles make up supaya terlihat lebih cantik? Tapi manajer tidak memberikan waktu untuk itu.”
Jiyeon menggelengkan kepalanya. Ia heran pada eonni-nya yang satu itu. Kenapa pula ada member seperti Sooyoung? Banyak makan, kurus, tinggi, suka berpikir yang aneh-aneh dan membuat member lain tertawa.

“Kalian semua, ikuti aku!” teriak manajer memberikan perintah pada member GA.

Member GA dan Element sudah berkumpul di arena kolam renang milik manajemen. Hanya membutuhkan waktu lima menit bagi member GA untuk sampai di tempat itu, mengingat jarak antara lapangan tenis dan kolam renang sangat dekat.
Para member kedua grup berjajar rapi membelakangi kolam renang. Beberapa juru kamera sudah stand by di posisi mereka masing-masing.

Jiyeon dan Seungyeol sempat mencuri pandang padahal jarak keduanya cukup jauh. Meskipun mereka berpacaran, keduanya jarang sekali bertemu. Hal ini dikarenakan jadwal Element yang super padat di beberapa negara, seperti China, Jepang, dan Thailand.

“Annyeonghaseo, senang bertemu dengan kalian semua, member GA dan Element,” sapa sang MC yang juga memakai kostum olahraga.
“Annyeonghaseo,” balas para member kompak dengan membungkukkan tubuh mereka.
“Gurae, hari ini adalah hari yang sangat cerah. Sepertinya matahari tak akan cemberut lagi. Haha… karena hari ini sudah memasuki musim panas.” MC berceloteh ria. Di dalam hati para member GA dan Element, mereka tertawa terbahak-bahak. Sayangnya tak ada yang dapat mendengar suara hati manusia.

“Sebenarnya ini acara apa, hyung?” tanya Jungkook pada Myungsoo.
“Sudahlah dengarkan saja namja itu bicara. Anak kecil akan tahu nantinya,” jawab Myungsoo asal. Padahal dia sendiri tidak tahu sedang syuting acara seperti apa.
Sesuai perintah Myungsoo, Jungkook yang polos tengah asyik mendengarkan celoteh sang MC. Lama kelamaan dia malah mengantuk karena sebelum member Element tiba di arena kolam renang, Jungkook dan Taehyung yang merupakan magnae line, sedang asyik berpelukan di atas ranjang mereka.

“Gurae, hari ini kita akan bermain sesuatu bersama member GA dan member Element. Masing-masing dari kalian harus melakukan:
1. Dance lucu
2. Menunjukkan keahlian masing-masing
3. Lomba renang

“Ye?” seru seluruh member. Mereka terkejut karena ada acara lomba renang.
“Waeyo? Seru kan? Haha pasti seru. Gurae, yang terakhir adalah lomba memasukkan bola basket ke dalam ring.

“Hhaah, tidak seru. Kalau memasukkan bola ke dalam ring, tentu para namja akan menang,” gerutu Yoona.

“Grup yang memperoleh skor terbanyak akan ditraktir oleh grup yang kalah.” Pembawa acara selesai membacakan acara lomba dan ketentuannya.

“Omo! Kita harus menang. Honorku sudah menipis, eonni,” kata Jiyeon yang khawatir grupnya akan kalah.
Grup GA takut kalah, sedangkan para member Element tersenyum evil, terutama Sungyeol. Tentu saja dia akan minta yang aneh-aneh pada yeojachingu-nya, Park Jiyeon.

“Hyung, jangan sampai kita kalah. Tabunganku masih sedikit. Honor kita juga belum keluar.” Sang magnae Element sama takutnya dengan magnae GA.
“Yaak, Jung-a, makanya kau harus berjuang untuk menang. Araseo?” Lagi-lagi Myungsoo membodohi Jungkook yang pabbo, polos sekali.

Game dimulai.
Jiyeon akan melawan Jungkook sebagai magnae grup masing-masing. Jungkook gentar melihat Jiyeon yang memelototkan kedua bola mata ke arahnya.
“Jangan takut, anggap saja Jiyeon itu nenek sihir yang harus kau kalahkan,” ucap Myungsoo. Sontak semua member tertawa terpingkal-pingkal terutama Yuri, Lay, dan Taehyung yang tak berhenti tertawa padahal yang lainnya sudah kembali tenang.

Jiyeon kesal pada Myungsoo. ‘Liat saja, si baby Jung akan kalah melawanku. Aku pastikan kalian mentraktir kami nanti malam,’ batin Jiyeon dengan mendelik pada Myungsoo. Sedangkan Myungsoo berpura-pura tidak melihat Jiyeon.
Sungyeol yang berdiri di samping Myungsoo tengah menahan tawa. Jangan sampai tawanya meledak secara tiba-tiba. Image-nya bisa buruk nanti.

“Oke kita mulai game yang pertama. Sesama magnae tetapi beda posisi di grup mereka. Yang satu main rapper, dan yang satunya lagi main dancer. Siapakah yang akan menang? Ayo kita lihat dance mereka.” Pembawa acara dengan semangat meneriakkan kata ‘mulai’.

Jungkook masih bingung hendak menari gaya apa, sedangkan Jiyeon dengan bebasnya menari dengan gaya lucu sebisanya. Dia harus tebal muka agar tidak malu. Tentu saja selain itu, Jiyeon tidak ingin uangnya hilang sia-sia hanya untuk mentraktir member Element.

“Yaak, Jeon Jungkook, mana aksimu?” teriak Taehyung yang gemas melihat Jungkook menari dengan lemah gemulai.
Lay dan Sungyeol menggelengkan kepala. Semua member berteriak histeris sampai lupa kalau mereka sedang syuting acara reality show live.

Lomba dance lucu dimenangkan oleh grup GA. Lomba keahlian masing-masing juga dimenangkan oleh grup GA dengan aksi taekwondo Jiyeon dan senam indah dari Yuri. Grup Element hanya bisa mendesah kasar dan Jungkook tampak terdiam karena sudah dapat dioastikan mereka kalah.
Game terakhir adalah memasukkan bola ke dalam ring. Member akan dipasangkan dua orang. Sooyoung mendapat giliran pertama yang akan berduel dengan Lay. Lay jago dalam basket sehingga permainan mereka dimenangkan oleh Lay. Grup Element pun bersorak gembira.
Permainan dilanjut. Kini giliran Jiyeon. Ternyata Jiyeon dipasangkan dengan Sungyeol, namjachingu-nya sendiri.

“Eonni, aku tidak mau melawan Sungyeol oppa,” bisik Jiyeon.
“Sudah, lakukan saja.” Soyeon menyuruh Jiyeon dengan ikhlas hati melawan namja-nya sendiri.
Berbeda dengan Jiyeon, Sungyeol nampak tenang menjelang permainannya dengan Jiyeon.
“Manajer-nim, mianhae, perutku mulas.” Jiyeon memegang perutnya. Dia hanya membuat alasan supaya digantikan oleh member GA yang lain karena Jiyeon tidak mau melawan Sungyeol.
Sungyeol menahan tawanya dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan kanan.

“Tidak ada alasan. Cepat sana!” perintah manajer.
Jiyeon melirik Sungyeol yang bersiap memulai memainkan bola basket.
“Eotteohkae?” gumamnya.
Permainan berlangsung seru. Saat Jiyeon berhasil memegang bola, Sungyeol dapat merebutnya dengan mudah. Jiyeon kesal. Kenapa Sungyeol tidak mau mengalah padanya?
“Oppa, mengalahlah demi aku,” lirih Jiyeon pada Sungyeol saat posisi mereka berdua berdekatan.
“Shireo,” jawab Sungyeol singkat dan jelas.
“Mwo? Yaak, Lee Sungyeol!” teriak Jiyeon hingga membuat penonton dan member lain kaget.
Permainan antara Jiyeon vs Sungyeol berhasil dimenangkan Sungyeol. Jiyeon mendengus kesal. Dia mengutuk Sungyeol yang tidak mau mengalah demi yeojachingu-nya.

Meskipun GA mendapat skor banyak dalam dua permainan, mereka kalah telak di permainan terakhir karena tiap member Element berhasil memasukkan bola ke dalan ring hingga ratusan kali. Untuk Lay, Myungsoo, Sungyeol, Taehyung, dan Jungkook masing-masing berhasil memasukkan 90x, 78x, 85x, 70x, dan 80x. Mereka tersenyum puas. Selisih skor mereka di permainan terakhir sekitar 200 lebih. Akhirnya game dimenangkan oleh grup Element.

Di balik layar, Sungyeol pergi ke toilet karena sedari tadi dia tertawa hingga kebelet ingin buang air kecil. Jiyeon melihat namja-nya masuk ke dalam gedung. Diapun diam-diam menyusulnya.
Jiyeon berjalan sangat pelan agar Sungyeol tak mendengar suara langkahnya.

Dari dalam toilet terdengar gemericik air yang mengalir dari kran wastafel.
Ceklek!
Rupanya Sungyeol sudah menyelesaikan ritualnya di dalam toilet. Dia keluar dari toilet dalam keadaan lega karena cukup lama menahan harsrat ingin buang air.
Sungyeol yang tidak tahu kalau Jiyeon berdiri di samping toilet, langsung nyelonong begitu saja dan melangkahkan kaki untuk kembali ke lokasi syuting.
Saat berjalan di sampijg toilet, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menariknya. Sunyeol kaget. Dia bahkan hampir terjatuh saat tangannya ditarik oleh Jiyeon.
“Jiyeon-a, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sungyeol dengan detakan jantungnya yang belum normal karena kaget.
“Aku menunggumu, oppa.”
“Kau tidak liat di sana banyak kamera yang siap menyorot kita dan menjadikan bahan perbincangan di dunia entertainment?”
Jiyeon terdiam. Dia ingin sekali mengobrol dengan Sungyeol. Kehidupan idol sangat tidak menyenangkan. Hanya untuk mengobrol dengan sang namja saja tidak ada kesempatan. “Keunde oppa, bogosiposeo…”
Sungyeol menatap Jiyeon lekat-lekat. Secara perlahan-lahan dia mendekatkan wajahnya pada Jiyeon namun saat jarak kedua wajah mereka sudah sangat dekat bahkan hanya berjarak 2 cm, Sungyeol menjauhkan diri.
“Waeyo?” tanya Jiyeon yang sangat mengharapkan ciuman dari Sungyeol.
“Jangan gegabah. Hanya satu kali ciuman, bisa membuat karirmu hancur nantinya,” kata Sungyeol dengan lesu.
“Oppa, apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan?” tanya Jiyeon yang tengah menggandeng tangan Sungyeol.
“Mungkin.”
“Oppa, apa kita akan seperti ini selamanya?”
“Jiyeon-a, setidaknya kita harus pandai menyembunyikan hubungan kita dari publik. Kau harus bisa sabar seperti Soyeon noona yang berhasil menyembunyikan pacarnya selama tiga tahun.”
“Soyeon eonni benar-benar daebak! Apakah aku sanggup seperti eonni? Namja-nya eonni kan tidak ada di sini. Sedangkan aku? Namjaku ada di management yang sama denganku.”
“Kenapa kau terdengar seperti menyesal punya namjachingu satu management?”
“Anhiyo. Bukan begitu. Maksudku, akan lebih sulit untuk bisa seperti Soyeon eonni karena kita berada dalam satu management. Untuk pacaran saja kita harus mendapat restu dari management bahkan juga fans.”
“Fans tidak masalah. Kebanyakan fans luar negeri setuju saja jika sang idol pacaran dengan siapapun. Tapi yang jadi masalah adalah fans di Korea bahkan sasaeng. Aku pernah ill-feel pada mereka.” Bukannya segera kembali ke tempat syuting, Sungyeol dan Jiyeon malah curhat di dekat toilet.

“Yaak, apa yang kalian lakukan disitu?” tanya Lay yang baru saja keluar dari toilet lewat pintu yang berbeda karena pintu toiletnya ada dua, yang satu di sisi selatan dan satunya di timur. “Hmmm ketahuan…” goda Lay.

“Ketahuan apa? Kami kan memang pacaran…” sahut Jiyeon tak terima jika Lay mengatakan kalau mereka ketahuan. Maksudnya ketahuan bermesraan.”Ah, aku kembali ke sana saja,” ucap Jiyeon menghindar dari Lay yang tiba-tiba muncul di depannya saat ngobrol dengan Sungyeol.

“Yaak, apa kau hanya ingin membicarakan hal itu?” tanya Sungyeol.

Jiyeon menghentikan ayunan kakinya. Dia menoleh ke arah Sungyeol. “Oppa, kapan-kapan saja. Ada Mood Maker di sini.” Mood Maker yang dimaksud adalah Lay.

“Bukankah kalau ada aku, mood kalian akan bertambah, eoh?” Lay mendekati Sungyeol dan merangkul bahunya.

Jiyeon berbalik lalu meraih tangan Sungyeol dan menariknya. “Lay oppa, kita bertemu di acara besok, ne…” Jiyeon menarik Sungyeol menjauhi Lay karena dia masih ingin ngobrol dengan namjachingu-nya itu.

Lay terkikik melihat kelakuan Sungyeol dan Jiyeon. Pasangan idol yang aneh. Tapi di dalam hati, Lay kasihan pada mereka berdua karena mereka harus menyembunyikan hubungan mereka dari public. Jika ada satu foto yang bocor, maka keduanya akan mendapat masalah. Dia mengejar Jiyeon dan Sungyeol.

“Sungyeol-a, Jiyeon-a, apa kalian tidak ingin lebih terkenal?” tanya Lay mencurigakan. Dia merangkul bahu Sungyeol di sebelah kiri dan Jiyeon di sebelah kanan.
“Terkenal bagaimana? Bukankah kami sudah terkenal?” tanya Jiyeon balik. Yeoja itu selalu bicara ceplas ceplos tanpa dipikir dulu. Sungyeol hanya memasang wajah datarnya.
“Iish, Dino, loading lama!” olok Lay yang sukses membuat Jiyeon mempoutkan bibirnya lucu. Sungyeol yang melihatnya hampir tertawa hingga akhirnya dia menahan tawanya itu agar tidak ada orang yang memergoki mereka bertiga.
“Maksudku lebih terkenal. Sebagai leader yang baik, aku menyarankan kalian untuk membuat skandal. Tujuannya adalah popularitas grup kita semakin melonjak.” Lay menjelaskan maksud kata-katanya.
Jiyeon tampak berpiki cukup lama.
Pletaakk!
Sebuah pukulan dari Lay melayang di ubun-ubunnya.
“Aaw appo! Oppa! Bagaimana bisa kau memukulku? Di sini ada namjachingu-ku!” gerutu Jiyeon pada Lay yang sudah memukulnya.
“Yaak, loadingmu lama sekali. Bahkan kecepatan wifi di kantor manajemen jauh lebih cepat dari otakmu.”
Lagi-lagi Jiyeon mengerucutkan bibirnya. “By the way, besok kita syuting talkshow. Lay oppa, kau kan MC-nya. Bagaimana kalau kita latihan sekarang?” usul Jiyeon.
“Ide buruk,” kata Lay singkat. “Kaja! Kita kembali ke tempat semula. Yaak Park Jiyeon! Timmu kalah. Kalian harus bersiap-siap mentraktir kami.” Lay tersenyum evil. Dia bangga sebagai leader Element karena mereka dapat memenangkan perlombaan melawan GA.
Jiyeon semakin kesal karena timnya kalah. “Para eonni tidak memenangkan tim. Mereka tidak mengerti kondisi dompetku yang mengenaskan.”
“Sudahlah, terima saja,” sahut Lay yang melingkarkan tangannya di bahu Jiyeon.

“Gurae, sesuai dengan aturan, tim Element dapat memenangkan perlombaan. Maka dari itu, GA harus mentraktir mereka.” Sang pembawa acara masih dengan semangat yang membara mengeluarkan kata-katanya.
“Aku tidak setuju. Bukankah pada umumnya namja yang mentraktir yeoja? Kenapa sekarang terbalik?” Yoona angkat bicara. Semua tertawa terbahak-bahak.
“Ada apa dengan eonni yang satu ini?” tanya Jiyeon lirih namun dapat didengarboleh Sooyoung dan langsung tertawa lagi.
“Kau itu polos atau pabbo sih?” tanya Yuri pada Yoona yang juga tertawa setelah menyadari bahwa pertanyaannya sangat konyol.
“Nuna, terima saja kekalahan kalian,” ejek Lay.

“Sudah, belikan kami bulgogi saja, nuna,” kata Taehyung angkat bicara.

“Mwoya? Hanya bulgogi?” Myungsoo tidak terima. “Anhi, aku tidak mau.”

“Yaaak, kenapa kalian malah bertengkar?” tanya si pembawa acara yang bingung mendengar keributan antara member GA dan Element.

Sebagai member tertua, Soyeon mencoba menjawab pertanyaan dari sang pembawa acara itu. “Kadang kami terlihat tidak akur saat bersama tetapi sebenarnya itulah cara kami untuk menunjukkan rasa sayang antar member.”

Jawaban dari Soyeon mampu mendapat tepuk tangan dari beberapa orang kru. Dia pun tersenyum malu.

Tak terasa hari telah berangsur gelap. Member GA dan Element pun kembali ke tempat mereka masing-masing. Dorm mereka hanya terpisah oleh gedung manajemen sehingga mereka tidak membutuhkan banyak waktu untuk sampai di dorm.

Hari ini Jiyeon dan Soyeon harus latihan sampai tengah malam untuk menyiapkan single solo mereka. Jiyeon yang terbiasa latihan dance lebih dari 8 jam dalam sehari, tetap bersemangat meskipun kali ini dia hanya ditemani Soyeon, sang leader GA dan bukannya Sungyeol.

“Eonni, aku berangkat dulu.” Jiyeon melambaikan tangannya saat dia hendak kelaur dari pintu dorm.

“Yaak! Tunggu aku! Beraninya kau keluar sendirian!” teriak Soyeon yang tergesa-gesa mengikat tali sepatunya. Sedangkan Jiyeon malah tidak mengindahkan seruan dari Soyeon dan berlalu begitu saja.

Keluar dari dorm memang menyenangkan. Tapi rasa senang itu segera musnah saat harus masuk ke dalam gedung manajemen dan latihan di ruang latihan khusus member GA.

Tap tap tap!

Jiyeon sengaja menghentakkan sepatunya ke atas lantai agar suara langkah kakinya terdengar jelas. Hal itu membuat Soyeon merasa geli.

“Yaak! Hentikan!” perintah Soyeon.

“Tidak mau.” Jiyeon semakin senang mengganggu Soyeon karena ekspresi wajah Soyeon yang sedang marah mampu membuatnya tertawa terpingkal-pingkal. “Ahahaha…. Eonni, ada apa dengan wajahmu?” Jiyeon berhenti sejenak dan memegang perutnya yang sakit karena menahan tawa melihat wajah Soyeon semerah tomat. Hanya Jiyeon yang berani mengerjai Soyeon sebegitu parahnya.

Soyeon berjalan cepat ke arah Jiyeon namun Jiyeon malah berlari meninggalkannya. Setelah sampai di depan ruang latihan, tiba-tiba Jiyeon melihat Kim Myungsoo yang baru saja selesai latihan.

“Oppa!” panggil Jiyeon dengan suara nyaring.

Myungsoo mendongakkan kepalanya. “Kau memanggilku?” Dia pun celingukan untuk mencari sosok laki-laki lain yang mungkin saja dipanggil oleh Jiyeon.

“Kim Myungsoo! Aku memanggilmu!” seru Jiyeon kesal karena Myungsoo berlagak bodoh.

“Aku kira kau memanggil seseorang selain diriku. Ada apa?” Myungsoo berhenti di depan ruang latihan GA.

“Jam segini sudah selesai latihan, kah?” tanya Jiyeon heran karena Myungsoo terlihat berkeringat sedangkan dirinya masih ingin mulai latihan.

“Eoh.”

“Wow, daebak! Sungyeol oppa ikut latihan, kan?”

Myungsoo menggeleng. “Anhi. Dia sedang keluar bersama Taehyung.”

“Jinjja? Beraninya Sungyeol oppa selingkuh dengan si Tae Tae!”

“Yaak! Taehyung itu namja. Kau cemburu sekali padanya. Lagipula tidak mungkin Sungyeol menyukai Taehyung seperti perasaannya padamu. Aneh!”

“Kenapa mengataiku aneh?” protes Jiyeon tidak terima dikatakan aneh oleh Myungsoo.

“Karena kau memang aneh,” jawab Myungsoo dengan nada yang tidak kalah tingginya dengan Jiyeon.

Greb!

Soyeon menarik lengan Jiyeon untuk segera masuk ke dalam ruang latihan karena dia tidak bisa berlama-lama berbincang dengan Kim Myungsoo.

Myungsoo menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah aneh member GA yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan. “Maknae aneh!” gumamnya dengan nada penekanan saat mengucapkan kata itu. Tak lama kemudian Myungsoo melanjutkan langkahnya menuju ruang manajer yang terletak di lantai 3, satu lantai di bawah ruang latihan GA dan Element yang memang berada di lantai 4.

Tbc.

Aku penggal dulu chingudeul. Ini aku lakukan untuk melihat respon dari chingu semua. ^^

Gamsayo

47 responses to “[Chapter – 1] IDOLS

  1. Yeaaay, langsung lanjut baca chapter 1 abis baca teaser wehehee=3

    Pink? Kamar Jiyeon warnanya pink? HAHAHAHA. Yaampun babydino udah mulai suka warna yang dia benci? Cieee;;)) Ish Jiyeon di sini imutbgt, gemes!>_<.

    Buat Myungsoo, hati2 nanti sukaloh sm Jiyeon;p

    Semangat lanjutin ff-nyaaa!;^D

  2. Annyeong chingu^^
    jiyeon dan sunggyeol pacaran?? kasian myungsoo.
    wah ada member bts disini🙂 next!! seru banget, lucu juga ceritanya, hehe
    fighting!! kamsahamnida udah boleh mampir disini ^^

  3. haha awal nya td kirain jiyeon bneran pmalas , trnyata dia udah bangun lari pagi pulak keke
    member ga lumayan aneh haha
    keren
    myung nyari lawan ma dino ckck
    next deh thor ya , fightng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s