[FREELANCE – ONE SHOOT] My Bestfriend Boyfriend

my-bestfriend-boyfriend-redo2Poster by babychocho at HSG

“My Bestfriend Boyfriend”

Main Cast: Park Jiyeon, Oh Sehun, Kim Jong In/ Kai | Minor Cast: Choi Sulli and others | Genre : Romance, Comedy, School Life, Friendship | PG-16 | The Bakabon / Fayra Nadifa

[ Cerita ini cuman fiksi, karya imajinasi sendiri. Banyak terispirasi dari berbagai kejadian fiksi dan non fiksi, yang enggak suka enggak usah baca. Peran tokoh cuman buat image di cerita aja ya…and sorry for the typo ]. [FF ini pernah di publish di WP pribadi, belajarsendiridirumah.wordpress.com, jadi kalo sama jangan heran authornya sama]

Author Pov

“Kim Jong Kaaaaaiiiii” teriak seorang perempuan pada lelaki yang baru saja ia lihat sedang berdiri di lorong kelas tiga. Kai, si pemuda itu menghembuskan nafasnya malas, walau tidak melihatnya dia tau siapa pemilik suara itu, Park Jiyeon.

“ada apa?” tanya Kai ketus saat Jiyeon berjalan ke arahnya

“issshh kau ini—kenapa? Tangkapanmu kabur ya?” tanya Jiyeon saat melihat seorang perempuan yang tadi berdiri bersama Kai pergi saat Jiyeon menghampiri mereka.

“heem” jawab Kai singkat, malas.

“Kim Jong Kai, kau tau Sehun dimana? sedaritadi aku mencarinya tapi tidak terlihat dimanapun” ujar Jiyeon, kini mereka berjalan beriringan di lorong.

“memang aku ibunya? Aku kan sekelas denganmu, mana ku tau dia dimana” ujar Kai malas sambil memutar bola matanya.

“ihhh kau ini! Aku kan tanya baik-baik, lagipula Sehun tadi malam tidak membalas sms ku, aku kan takut terjadi apa-apa dengannya dan—“

“astaga! Kim Jong Kai! Kenapa tidak aku telepon saja ya? aduuuhh” Kai makin memasang muka masam mendengar pacar sahabatnya yang terkenal cerewet itu.

Kai terlihat mengumbar senyumannya pada setiap murid perempuan yang ia temui, sedangkan Jiyeon sibuk menelepon Sehun dan nampak melirik sekilas ke arah Kai dengan tatapan jijiknya.

“tidak diangkat! Kemana dia??” gerutu Jiyeon.

“ahh—sudahlah! Kau itu khawatir sekali, kenapa tidak ke kelasnya saja?” usul Kai.

PAK, Jiyeon memukul lengan Kai.

“kenapa kau memukulku Jiyeon!?” kesal Kai sambil mengusap lengannya.

“aku sudah kesana sebelum menanyakanmu” ujar Jiyeon sebal sambil mengerucutkan bibirnya.

Di lain tempat,

Sehun sedang duduk di sebuah bangku penonton lapangan bola, tatapannya lurus ke depan, seolah-olah ada objek yang menarik perhatiannya dan tidak bisa melepaskan matanya begitu saja dari objek tersebut.

Disaat yang bersamaan, Kai dan Jiyeon menghampiri Sehun.

“Sehunaaaaaaaaaaaaa” teriak Jiyeon berlari kecil ke arah pacarnya, Sehun yang tau betul itu suara siapa langsung menengokan kepalanya melihat Jiyeon yang berlari ke arahnya, dibelakangnya Kai nampak berjalan malas.

“kau kemana saja sih? Aku mencarimu daritadi tau! Mana ponselmu? Kenapa tidak membalas SMS ku tadi malam? Dan kenapa teleponku tak kau angkat sih? Aku kan khawatir padamu—dan hey! Sedang apa kau disini sendiri?” serentetan pertanyaan Jiyeon membuat Kai hanya melongo, sedangkan Sehun hanya diam saja mendengar ocehan pacar yang baru satu tahun ia kencani tersebut.

“kenapa diam saja?? Kau sakit? Dimana yang sakit?” Jiyeon memeriksa kening, lengan, badan dan telapak tangan Sehun, takut terjadi apa-apa dengan pacarnya.

“aku baik-baik saja” ujar Sehun santai, dan kembali matanya lurus kedepan kemudian ia menghela nafas pendek, menyadari objek yang ia lihat sudah tiak ada lagi. Kai yang menyadari hal tersebut hanya bisa mengikuti arah pandang Sehun dan tidak terlalu memperdulikan ocehan Jiyeon yang sedari tadi membrondongi Sehun lagi dengan pertanyaannya.

……………….

Malam hari,

Jiyeon pov

“ihhhhh kemana sih anak itu? Kenapa teleponku tidak diangkat? SMS ku pun tak dibalasnya! Ada apa dengannya? Kenapa begini??” aku memekik kesal, semenjak sejam yang lalu Sehun tidak membalas SMS bahkan tidak mengangkat teleponku, ada apa sih?

“apa dia sakit??”

“ahhh—dia bilang tidak apa-apa”

“hemmm, apa dia ada masalah?”

“tapi—kalau ada masalah seharusnya kan dia cerita padaku??”

“apa—dia sedang dihukum?”

“huh? Dihukum apa? Dia kan anak baik-baik, yahh walau tingkat cueknya tinggi”

“hemmm apa—“

“selingkuh mungkin” aku menoleh pada suara lelaki yang terdengar berat itu, kutajamkan mataku mengintimidasinya.

“Sehun ku tidak mungkin seperti itu oppa!!” seruku pada Chanyeol oppa, ihh dasar menara Eiffel seenaknya saja menuduh Sehunku selingkuh.

“huh! Kalau berteman dengan Kai sih, bisa saja—hey! Minggir kau Park Jiyeon! Kau menghalangi layar tv” serunya.

Ah! Bingo! Kim Jong Kai

Tanpa basa basi aku langsung mencium pipi Chanyeol oppa yang memberiku penerangan dan langsung kabur ke dalam kamarku.

“yakkk!!”

Ttuuuuuuttt tttttuuuuuuuttttt

“hal—“

“Kim Jong Kai!! Mana Sehun? Apa dia bersamamu? Sedang apa kalian? Dimana kalian? Kenapa dia tidak membalas SMS dan mengangkat teleponku?”

“………….”

“Kim Jong Kai?? Halooooooo???”

“Kim Jong Kai???!!”

“ishhh kau masih disana kan?? Mana Sehun, Kim Jong Kai?? Kau bersamanya kan? Jangan berbohong Kim Jong Kai!! Berikan teleponnya pada Sehun”

“haloo??”

“KIM JONG KA—“

Pip.

“loh?? Kenapa dia menutup teleponku?? Ahh! Kurang ajar kau Kim Jong Kai!! Awas kau nanti!!” seruku.

“ya! Park Jiyeon, berisik!!” seru Chanyeol oppa sambil menendang pintu kamarku.

“ya Tuhan, dimana kau Oh Sehun???” gumamku lirih.

Jiyeon pov end

 Di lain tempat,

“ah! Kemana anak itu? Kenapa jadi aku yang repot?” gerutu Kai. Setelah Jiyeon meneleponnya tadi dan sengaja Kai matikan karena Jiyeon membuat konsentrasinya buyar bermain game. Kai menghubungi Sehun namun nihil, Sehun tidak mengangkat panggilannya sama sekali

“ishh kalau begini kan aku yang diteror dengan mak lampir itu!” gerutunya lagi

“tapi—apa yang kau lihat tadi Sehun-a?” gumam Kai menatap ponselnya datar

Di waktu yang sama,

“Kai, ada Sehun!!” teriak ibu Kai. Kai segera bergegas turun dan menemui Sehun

“Hun! Kau kemana saja? Kau tau kan Jiyeon tadi kelabakan mencarimu? Dan kau tau kan siapa yang menjadi korba—“ ucapan Kai terhenti begitu saja saat melihat seorang perempuan di belakang Sehun, dia tersenyum manis pada Kai

“hai Kai, apa kabar??” ujar perempuan tersebut

Kai membulatkan matanya, kemudian pandangannya beralih pada sahabatnya Oh Sehun. Sehun terlihat santai sambil tersenyum tipis, tapi Kai hanya mematung dibuatnya

“Sulli….” gumam Kai pelan namun bisa terdengar jelas oleh Sehun dan Sulli

Sulli kini sedang mengobrol dengan ibu Kai. Kai dan Sehun sendiri sedang berada di dapur mengambil cemilan dan minuman

“Hun” ujar Kai lemah, Sehun menengok ke arah Kai dan tersenyum lebar. Kai semakin bingung mau menjelaskannya dari mana

“ada apa Kai? Kau pasti kaget ya?” tanya Sehun sambil mengaduk minumannya, Kai mengangguk

“kau tau—murid baru kelasku hari ini?” Kai menggeleng

“Sulli, Kai. Choi Sulli murid baru dikelasku” ujar Sehun sambil tersenyum tipis sedangkan Kai hanya diam saja menanggapi ucapan Sehun

[Flashback]

8 tahun yang lalu,

Tiga orang anak kecil sedang bermain di taman sekolah dasar mereka, Kai, Sehun dan Sulli nampak tertawa lepas bermain kesana kemari tanpa memperdulikan guru mereka yang menyuruh mereka masuk ke kelas

“Hun! Cinta itu seperti apa?” tanya Sulli tiba-tiba pada Sehun yang sedang bermain pasir

“entahlah—memang seperti apa?” tanya Sehun tak tau

Sulli tersenyum cantik dan memandang Sehun lekat, Sehun yang masih polos hanya diam saja tidak mengerti. Sulli melirik kesekitarnya, dilihatnya Kai yang sedang berbicara dengan beberapa perempuan sebaya mereka, dan

Cup

Sulli mencium pipi Sehun singkat membuat pipi Sehun memerah begitu juga dengan Sulli

“aku rasa cinta itu seperti aku dan kamu” ujar Sulli tersipu malu. Sehun yang polos hanya terdiam dan mencerna kata-kata Sulli.

3 tahun kemudian

Sulli, Sehun dan Kai kini bersekolah di SMP yang sama. Mereka sudah bersahabat sejak kecil dan tidak bisa dipisahkan. Kai tau kalau Sulli sangat menyukai Sehun, tapi Sehun masih bimbang dengan perasaannya sendiri. Kai dan Sehun itu banyak yang naksir mereka jadi tidak jarang Sulli sering dibuat cemburu oleh fans-fans Sehun.

“kenapa tidak kau katakan saja kalau kau suka dengannya?” tanya Kai saat dirinya dan Sehun berada di kedai ice cream bersama pacar Kai, Hyeri.

“ahh—aku tidak tau Kai, apa ini cinta?” tanya Sehun tak yakin

“hemmm—kau tau Hun, cinta itu seperti aku dan Hyeri” ujar Kai sambil mencolek dagu Hyeri genit, Sehun yang melihatnya hanya tertawa hambar mengingat baru kemarin Kai mengajak Krystal makan ice cream dan mengatakan ‘cinta itu seperti aku dan Krystal’, Sehun kembali mengingat saat Sulli mengatakan ‘cinta itu aku dan kamu’. Sehun terdiam cukup lama, dia tidak menghiraukan Kai yang sedang bersenda gurau dengan Hyeri.

Keesokan harinya,

“mana Sulli? Apa dia tidak masuk Hun?” tanya Kai begitu sampai di kelas

“tidak tau” jawab Sehun lesu

Hari-hari berikutnya Sulli tak kunjung masuk ke sekolah, Sehun dan Kai yang penasaran langsung pergi menemui Sulli di rumahnya yang memang terletak cukup jauh bila dibandingkan dengan rumah Kai dan Sehun yang berdekatan.

Sehun dan Kai heran saat melihat mobil besar dan beberapa box yang sedang diangkut ke dalam mobil tersebut, karena Sehun terlalu lama akhirnya Kai menarik tangan Sehun untuk mendekat.

“Sulli” panggil Kai, Sulli menoleh dan tersenyum riang. Kai membiarkan Sehun dan Sulli berbicara sementara dirinya asik bermain dengan anjing Sulli

“kau, kenapa tidak masuk sekolah?” tanya Sehun menatap intens Sulli yang tertunduk

“aku sakit kemarin dan—“ Sulli nampak bingung mengucapkan kata-kata berikutnya

“kenapa?” tanya Sehun mengintimidasi

“Hun-a, boleh aku bertanya?”

“hmm”

“hmmm, apa itu cinta?” tanya Sulli sambil mendongakan kepalanya menatap Sehun dalam, Sehun tau tatapan itu, Sehun senang jika Sulli menatap matanya dalam, tapi Sehun tidak suka dengan tatapan Sulli kali ini

“apa maksudmu??” tanya Sehun

“apa, kau tidak bisa menjawabnya Hun?” Sulli bergumam kecil

“aku tidak mengerti” jawab Sehun enteng

“Sulli-ya, kau sudah siap-siap? Sebentar lagi kita akan berangkat” teriakan ibu Sulli menyadarkan Sehun dan Sulli

“jadi—apa itu cinta Hun?” tanya Sulli masih menuggu jawaban Sehun

Sehun terdiam cukup lama, dirinya bingung akan jawaban yang ia lontarkan. Satu sisi dia suka dengan Sulli, tapi apa itu cinta?? Sehun sendiri masih terlalu polos akan hal yang dinamakan cinta? Apa cinta itu seperti Kai dan pacar-pacarnya??

Merasa tidak ada jawaban dari Sehun, Sulli menghela nafasnya dalam

“Hun—apa tidak ada yang ingin kau sampaikan untuk menahanku?” tanya Sulli lagi. Sial! Bibir dan otak Sehun tak bekerja sekarang karena melihat Sulli yang terlihat sendu, Sehun benci wajah Sulli yang sedih

“aku tunggu jawabanmu sampai kau mengerti perasaanku Hun” ujar Sulli dan kemudian membalikan badannya, tapi baru dua langkah Sulli membalikan badannya lagi menghadap Sehun dan,

Chu~~

Sulli mencium bibir Sehun kilas dan tersenyum tipis

“aku akan menagihnya nanti Hun” ujar Sulli dan berlalu dari hadapan Sehun

Hari itu Sulli dan keluarganya pindah ke Jepang karena bisnis ayahnya, dan Sulli tidak memberitahukan Kai dan Sehun perihal kepindahannya kemarin-kemarin. Sehun mematung dan meneteskan air matanya

[Flashback end]

“dia kembali Kai” ujar Sehun dengan senyum di wajahnya, Kai mengernyit heran akan perubahan wajah Sehun

“aku akan ke depan” ujar Sehun, namun baru beberapa langkah perkataan Kai menghentikan langkah Sehun

“bagaimana dengan Jiyeon?”

……………….

Istirahat,

“Kim Jong Kai!!! Kau membolos ya pelajaran tadi? Kenapa sih? Pacaran lagi? Dimana? Di UKS? Di ruang olahraga? Astaga! Apa kau tidak takut karma huh? Kau ini dasar playboy mesum!!” seru Jiyeon bertubi-tubi saat melihat Kai duduk dengan beberapa murid perempuan di kantin

Mendengar amukan Jiyeon, para murid perempuan lagi-lagi kabur dan tidak berani berdekatan dengan Kai, siapa yang mau mendapatkan semprotan maha dahsyat dari seorang senior yang cerewet.

“dengar ya Kim Jong Kai, perempuan itu bukan mainan yang bisa kau mainkan—ihh seminggu yang lalu sepertinya kau baru putus dengan Eunji, sekarang? Siapa lagi yang kau targetkan? Astagaaaaaa, ingat karma Kom Jong Kai karma, kudoakan kau memiliki pacar yang menyebalkan, cerewet, berisik, merepotkan dan—“

“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Jiyeon saat Kai memandangnya sinis

“kau tidak capek berbicara panjang seperti itu?” ujar Kai masih dengan tatapan sinisnya

“tidak, lagipula energiku banyak kalau berurusan denganmu” ujar Jiyeon sambil menyeruput minumannya

“tumben kau tidak bertanya soal—“

“jangan bahas Sehun didepanku” potong Jiyeon tajam, Kai yang tadinya menatap Jiyeon sinis kini menatapnya sendu

“hemm—kenapa? Kalian marahan ya?” tanya Kai hati-hati mengingat Sehun semalam ke rumahnya bersama Sulli

“tidak, mana mungkin aku bisa marah padanya? Aku kan mencintainya Kim Jong Kai, lagipula kau tau—“ Jiyeon mendekat ke arah Kai dan membisikan sesuatu

“aku berpura-pura marah agar Sehun memohon maaf padaku” bisiknya, Kai hanya tersenyum mengejek

“apa tidak salah? Bukankah biasanya kau yang begitu? memohon pada Sehun?” tanya Kai sambil mengernyitkan alisnya

“kali ini aku ingin Sehun memohon maaf padaku” ujar Jiyeon bangga

“caranya??”

Di lain tempat,

Semua anak-anak mulai berbisik-bisik ketika seorang Oh Sehun, salah satu lelaki populer sekolah sedang berjalan beriringan dengan seorang murid baru –Choi Sulli- sambil mengobrol diselingi tawa dan canda. Semua mata memandangnya iri, tapi sebagian memandangnya aneh?

Hey! Bukankah Oh Sehun pacar Jiyeon anak kelas 3-D itu bukan? Ingatan mereka masih fresh ketika Jiyeon menembak Sehun. Huh? Jadi??

[Flashback]

“ya! Park Jiyeon! Kau yakin akan menembak Sehun?” tanya Luna, sahabat Jiyeon saat dirinya baru saja mendapat berita akan rencana Jiyeon yang akan menembak Sehun setelah acara pensi hari ini, bayangkan hari ini! Astagaaaaa…

Jiyeon hanya tersenyum kemudian memeluk Luna erat

“doakan aku ya? kau tau kan—aku sudah jatuh cinta pada Sehun semenjak pandangan pertama?” Jiyeon menerawang mengingat saat dirinya pertama kali bertemu dengan Sehun di rumahnya. Sehun saat itu diajak Luhan, sepupunya ke rumah Chanyeol, dimana Luhan oppa dan Chanyeol oppa adalah sahabat, sejak pertemuan itulah Jiyeon menyukai Sehun dan mengenalnya tentunya mengenal Kai juga

“apa kau tidak malu?” tanya Luna memastikan akan tindakan Jiyeon nanti

“tidak, untuk apa? Lagipula aku sudah beberapa bulan ini menyukai Sehun, aku ingin nanti kelas dua aku dan Sehun sudah berpacaran—aaaahhh senangnya” Jiyeon sudah membayangkan segala kemungkinannya jika dirinya berpacaran dengan Sehun

“eumm—apa kau tidak memikirkan akan di—tolak?” tanya Luna hati-hati, Jiyeon mendelik tajam Luna dan mendesis kesal

“kau tenang saja! Kata Kim Jong Kai, Sehun pasti akan menerimaku” ujar Jiyeon percaya diri

“ewww, kenapa kau harus meminta saran dari playboy kapalan itu” gumam Luna tak terima, dirinya lebih dekat dengan Jiyeon semenjak SMP tapi apa balasan Jiyeon? Bahkan dirinya saja tau hari ini kalau Jiyeon akan menembak Sehun setelah pensi?? Luna kalah oleh Kai

Beberapa menit berlalu,

Band yang digawangi Chanyeol dan Luhan nampak akan selesai membawakan lagu terakhir mereka di acara pentas seni perpisahan angkatan mereka, ya mereka satu sekolah hanya saja beda tingkat.

Jiyeon nampak tersenyum senang kala Luhan sudah memberikan aba-aba pada Jiyeon agar naik ke panggung, sebenarnya Jiyeon sudah merencanakan ini bersama Luhan dan Kai yang turut serta mengawasi Sehun agar tidak meninggalkan pensi, karena seorang Oh Sehun tidak suka keramaian

“eh—sedang apa kau disini?” tanya Chanyeol heran melihat adiknya berdiri disampingnya, di panggung lagi. Dari kerumunan Kai memberikan kode tanda siap, Jiyeon tersenyum kemudian memberikan kode kepada Luhan agar dia memainkan pianonya

Nada piano terdengar, Chanyeol masih tidak mengerti akan situasi dan membiarkan adiknya itu berdiri, di pojok kanan Luna nampak berdoa ditemani Minji dan Jiyoung teman segeng mereka

“ekhemm…tes tes…” Jiyeon mengetes michrophonenya

“maaf mengganggu waktu kalian, saya Park Jiyeon ingin meminta waktu pada kalian semuanya”

Semua murid-murid terdiam membiarkan Jiyeon yang sedang tersenyum malu disana, ditemani Chanyeol dan Luhan serta beberapa teman bandnya

“saya berdiri disini ingin menyampaikan satu hal, dan mungkin ini akan memalukan—karena saya tidak tau jawaban apa yang akan saya dapat”

Luna makin mengeratkan tangannya berdoa agar rencana Jiyeon berhasil

“kau—yang berada disana!” Jiyeon menunjuk satu arah di tengah kerumunan, sontak semua pasang mata yang berada disana melihat ke arah yang ditunjuk Jiyeon

“aku—menyukaimu sejak aku melihatmu—“ semua mata menunggu jawaban dari lelaki yang sedang ditunjuk Jiyeon

“Kai, kau apakan dia sampai bisa menembakmu?” bisik Sehun ke arah Kai, dia yakin lelaki yang dia maksud adalah Kai

“kau—Oh Sehun! Aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu, maukah kau menjadi pacarku?” tanya Jiyeon memperjelas. Terlihat beberapa murid perempuan kecewa, kesal, marah dan ada yang bertepuk tangan karena keberanian Jiyeon, sedangkan para lelaki bersorak riang karena saingan mereka mungkin akan berkurang

Chanyeol nampak ingin menyeret Jiyeon dari situ sekarang juga, membuat malu namun Baekhyun menghentikannya

“bagaimana Oh Sehun??” tanya Jiyeon lagi mantap

Sehun merasa kaget dan shock atas peristiwa ini, ia melirik Kai yang sudah menjaga jarak darinya, menyisakannya seorang diri di tengah kerumunan yang mundur beberapa langkah darinya

“terima—terima—terima—“ seru para lelaki yang berada disana

“Sehun-a, aku tidak tau cinta itu kapan datang, yang kutau cinta itu—aku dan kamu”

“uwwwwwooooooooo” semua murid bertepuk tangan kala Jiyeon mengatakan kata-kata yang menurut mereka manis. Seakan kembali ke waktu Sulli mengatakan padanya, Sehun terdiam tak berani bergerak sedikitpun

“Oh Sehun! Jawaaaabb” bisik Kai

Sehun melihat semua orang ke arahnya dengan tatapan menunggu jawaban, Sehun mulai bingung. Disisi lain dia kaget, disisi lain dia masih gamang akan cintanya pada Sulli dan sekarang? Jiyeon—teman sekelasnya menembak dirinya di tengah kerumunan? Astagaa!!

“horeeeeeeeeeee” sorakan demi sorakan terdengar kala Sehun mengangguk kecil dengan ragu, Jiyeon tersenyum lebar dan langsung turun dari panggung dan menghampiri Sehun

[Flashback end]

…………….

Sudah dua hari ini Jiyeon terlihat kesal dengan Sehun, bukankah dia yang salah? Kenapa dia tidak meminta maaf padanya? Sms saja jarang! Ugh menyebalkan, pikir Jiyeon

“masa sih! Kau tidak tau?? Kau kan sahabat sematinya Kim Jong Kai!” sungut Jiyeon sambil memasukan melon ke dalam mulutnya

Kai hanya memutar bola matanya malas dan jengah dengan sikap seenaknya Jiyeon. Bayangkan saja, hari minggu ini Kai ada kencan dengan Bomi –anak sekolah lain-, dan dengan seenak jidat Jiyeon menghampiri Kai di tengah-tengah kencan membuat suasana canggung tercipta. Bomi sedaritadi cemberut melihat Jiyeon yang dengan santainya merusak kencannya

“memang aku ibunya? Kenapa kau tidak ke rumahnya saja sih?” gerutu Kai kesal

“sudah Kim Jong Kai, dan dia tidak ada di rumah. Kemana anak itu? Apa—kau menyembunyikan sesuatu dengan Sehun yang tidak aku ketahui?” Jiyeon memicingkan matanya sambil menunjuk Kai dengan garpunya

“a–apa?? Aku tidak tau” ujar Kai gugup, merasa tidak enak karena dipikiran Kai kini Sehun sedang bersama Sulli

“kau gugup Kai, katakan sejujurnya!” ujar Jiyeon

“tidak! aku tidak tau menau soal Sehun, sungguh” ujar Kai, sebenarnya dia kasihan juga melihat Jiyeon yang diacuhkan oleh Sehun beberapa hari ini. Padahal Kai sudah memperingatkan Sehun soal Jiyeon, tapi entahlah. Kai tidak mau ikut campur dalam hubungan mereka tapi—Jiyeon yang selalu ikut campur urusannya

“Kai, aku pergi saja, kelihatannya temanmu ini membutuhkanmu” ujar Bomi sambil berdiri dan mengambil tasnya

“eh?” Kai dan Jiyeon kaget bersamaan

Setelahnya,

“huh! Kenapa aku jadi terdampar bersamamu? Apa tidak ada perempuan lain huh?” sepanjang jalan Kai terus menggerutu mengenai nasibnya bersama Jiyeon. Setelah Bomi pergi Jiyeon mengajak Kai jalan-jalan karena bosan dan jengkel dengan Sehun

“ishh kau ini kenapa sih selalu menggerutu jika bersamaku? Aku kan cantik, baik, rajin menabung, dan tidak kalah sexy dari para pacarmu itu!” ujar Jiyeon, Kai hanya mendengus kesal

“Kim Jong Kai, kita kemana nih? apa kita akan jalan-jalan ditaman saja? Kau tidak bosan hum? Bagaimana kalau kita ke lotte word? Atau ke mall begitu? Atau kemana, aku bosaaaaaaannn” rengek Jiyeon sambil bergelayut manja

“ah! Kau ini—terserah saja!” ujar Kai malas

Jiyeon terlihat berpikir sejenak, kemudian sebuah ide terlintas dipikirannya

“lets go!” tanpa aba-aba Jiyeon menarik Kai menuju mobilnya

……………..

“kau membawaku ke mall? Seperti tidak ada tempat lain saja!” gerutu Kai kesal

“isshh tadi kan aku meminta saranmu, kau sih diam saja. Makannya aku ajak saja kau ke mall” sahut Jiyeon cepat

“memangnya kenapa harus kesini sih?”

“aku ingin berbelanja”

“apa? Tidak! kita pulang saja—aku tidak mau berbelanja denganmu, merepotkan” Kai beranjak namun baru beberapa langkah

“huaaaaa—lihat kekasihku tak mau menemaniku berbelanjaaaaa” Jiyeon pura-pura menangis, membuat beberapa pengunjung menatap Kai sinis

“bu—bu—kaaan, aku bukan—“

“wah tega sekali pacarnya itu, kasihan perempuan itu”

“astaga! Kasihan sekali dia”

Beberapa tanggapan miring mengenai dirinya membuat Kai memutar bola matanya malas, segera ia bergegas dan menarik tangan Jiyeon

Setelahnya,

“Kim Jong Kai, Sehun masih tidak mengangkat teleponku. Aku sudah menelepon rumahnya, ibunya bilang dia pergi” curhat Jiyeon saat sedang memilih-milih kemeja

“Kim Jong Kai—kira-kira Sehun kemana ya??” tanya Jiyeon lagi. Sementara itu Kai yang berada dibelakang Jiyeon hanya meneguk salivanya, Kai yakin Sehun sekarang sedang bersama Sulli

“Kim Jong Kai—aku bingung, tidak ada yang menarik perhatianku dan—ahh Sehun mana sih?!” kesal Jiyeon yang lagi-lagi melihat ponselnya. Kai hanya menggaruk-garukan kepalanya tak gatal.

“Kim Jong Kai—kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan??” Jiyeon berbalik dan mmeicingkan matanya pada Kai

“ehh—ti—tidak” gagap Kai

“oke—aku percaya padamu” ujar Jiyeon

“uhhm sebenarnya kau mau membeli apa sih? Lama sekali” gerutu Kai sambil melihat jam tangannya

“kemeja” jawab Jiyeon

“huh? Tapi kemeja perempuan disebelah sana” tunjuk Kai

“untuk Sehun, aku akan menghadiahkan Sehun kemeja. Aku sudah lama tidak melihatnya memakai kemeja dan—akun bingung mana ya yang cocok?” ujar Jiyeon

“ini saja! Cocok” Kai menunjuk kemeja kotak-kotak berwana hitam merah dengan tulisan angka dibelakangnya

“apa Sehun suka kemeja itu?” tanya Jiyeon ragu

“tentu saja! Dia akan suka kalau kau yang membelikannya” jawab Kai enteng

“baiklah—aku beli ini” ujar Jiyeon

Setelah kemeja, ternyata Jiyeon juga membelikan Sehun sneakers dan tentu saja Kai yang menjadi patokan Sehun, toh ukuran mereka sama

“Kim Jong Kai—aku mau ke sana” Jiyeon menunjuk toko baju

“oh iya aku ma—Kim Jong Kai?” Jiyeon menengok ke belakang dan mendapati Kai sedang mengobrol dengan seorang gadis yang Jiyeon yakini itu adalah Naeun, adik kelasnya di sekolah. Jiyeon hanya memutar bola matanya malas dan menghendikan bahunya ketika Kai dengan santai merangkul pundak Naeun

Jiyeon membalikan badannya dan—terpaku

Jarak Jiyeon dan toko baju hanya sekitar sepuluh langkah, namun bukan Jiyeon berniat menunggu Kai tapi ada sebuah objek yang menarik perhatiannya, ya se—bukan! Sepasang objek yang menarik perhatiannya

Jiyeon berdiri mematung saat melihat Sehun bersama seorang perempuan sedang memilih sebuah kemeja, terlihat perempuan tersebut mengambil sebuah kemeja dan mencocokannya di tubuh Sehun. Jiyeon awalnya berfikir positif namun detik berikutnya dia menajamkan matanya ketika Sehun tersenyum senang sambil mengasak puncak kepala perempuan tersebut

DEG

Jiyeon dibuat terpaku sekali lagi, dengan santainya perempuan tersebut bergelayut manja di lengan Sehun, sesekali mereka tersenyum bersama. Bahkan sekarang mereka membeli kemeja couple. Cukup! Jiyeon sudah ingin menangis

“Ji—maaf tadi ad—“ belum sempat Kai menyelesaikan ucapannya Kai melihat dua sosok yang begitu ia kenali

“Sulli” gumam Kai, namun Jiyeon masih bisa mendengarnya

Jiyeon membalikan badannya dan menyerahkan dua kantong belanjaannya pada Kai

“untukmu saja” ujar Jiyeon dan berlalu pergi dari hadapan Kai

……………….

Sekolah,

Kai dan Sehun nampak duduk di kantin berdua, belum ada yang berbicara diantara mereka. Kai sudah memberitahu Sehun perihal kejadian kemarin dan Kai semakin dibuat kesal karena tanggapan diam seribu bahasa Sehun. Kai menghela nafas panjang, dia gemas melihat kelakuan Sehun yang terlihat seperti sedang berselingkuh dari Jiyeon. Yah, walaupun dirinya seorang playboy. Tapi kan setidaknya Kai tidak berselingkuh, dia hanya memutuskan pacarnya kemudian menjalin hubungan yang baru, begitu pikiran Kai

“Sehunaaaaaaa…..” Kai dan Sehun menoleh saat mendapati Jiyeon sekarang duduk dan bergelayut manja padanya, Kai yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya, aneh

“Sehun-a kau kemarin kemana saja? Aku mencarimu tau!” tanya Jiyeon dengan tampang seperti biasa

“ohh—maaf Jiyeon, aku sibuk” ujar Sehun, Kai yang mendengarnya terlihat emosi. Bagaimana bisa dua orang ini berbicara seolah-olah tidak ada masalah??

“oh iya—aku buatkan bekal untukmu Hun! Kau pasti suka, taraaaaaaaaaaaa” Jiyeon memperlihatkan bekalnya

“aaaaaaaaaa….” Jiyeon hendak menyuapi Sehun saat seseorang tiba-tiba datang

“boleh bergabung?”

Ternyata itu adalah Sulli yang tak sengaja melihat Sehun dan Kai di kantin

“silahkan” ujar Sehun, Jiyeon menatap Sulli tak percaya. Jiyeon yakin betul dia adalah perempuan yang kemarin bersama Sehun

“aku Jiyeon, Park Jiyeon. Pacar Oh Sehun” Jiyeon menekankan setiap kalimatnya saat dirinya tiba-tiba menjulurkan tangannya pada Sulli

“eh?—aku—Choi Sulli” jawab Sulli

“kau murid baru ya?” tanya Jiyeon, Sulli mengangguk

“oh, kau sudah lama mengenal Sehun?” pertanyaan tiba-tiba Jiyeon membuat atmosfir di bangku mereka mencekam, Sulli yang memang tahu Sehun sudah mempunyai kekasih hanya tersenyum tipis saat mendengarnya

“jawab pertanyaanku” ujar Jiyeon to the point

“ohh—iya, aku teman kecil Sehun dan Kai” ujar Sulli. Jiyeon memicingkan matanya pada Kai seolah berkata ‘kau berbohong Kim Jong Kai’

“oh begitu?? Berarti kau sudah mengenal Sehun dan Kim Jong Kai lama kan?? Wahhh bagaimana rasanya bertemu dengan teman lamamu? Senang bukan? Sampai kemarin aku melihat kalian berdua tertawa bersama” sindir Jiyeon yang sukses membuat Kai tersedak, sementara senyum di wajah Sulli memudar sedangkan Sehun hanya menampakan wajah datarnya

“hahaha—pasti kalian sangat senang sekali, aku maklumi kan teman lama” ujar Jiyeon

Suasan hening, namun bukan Jiyeon namanya kalau tidak merubah suasana

“kenapa kau tidak ajak Kim Jong Kai juga kemarin? Kan dia juga temanmu? Setidaknya kalian bisa bermain bertiga bersama bukan? Dan hey!! Kulihat kemarin kalian berdua membeli kemeja couple, benar kan?? Bagaimana? Muat di tubuhmu? Wahh semenjak pacaran aku belum pernah membeli barang couple bersama Sehun, iya kan??” Jiyeon mellihat ke arah Sehun dengan mimik manja, Sulli hanya tersenyum tipis menanggapinya

“ya ya ya! apa yang kau bicarakan sih?? Melantur saja” ujar Kai sambil menunjuk Jiyeon

“ya! Kim Jong Kai, kau kan juga ada disana—dan kau juga sempat bermesraan dengan Naeun—kan aku sudah bilang jangan menjadi playboy dan selalu tebar pesona” ujar Jiyeon

Suasana makin tak enak untuk semuanya

“akhh—kau pasti ingin mengobrol dengan Sehun dan Kim Jong Kai kan?? Kalau begitu—ah Luna!! Aku ikut” Jiyeon segera berdiri saat melihat Luna melambai tangan padanya hendak keluar dari kantin. Sepeninggal Jiyeon semuanya terdiam, tidak ada yang berani memulai percakapan

………………

Sudah beberapa hari ini Kai jarang melihat Jiyeon menghampiri dirinya dan Sehun, padahal dirinya dan Sehun sering bersama. Kalaupun Jiyeon menghampiri, gadis itu akan bertanya hal-hal yang tidak penting dan bermanja-manjaan dengan Sehun. Kai juga tau semakin hari Sehun dan Sulli terlihat bersama. Hari ini pelajaran olahraga, karena guru olahraga kelas Sehun tidak masuk maka ia bergabung dengan kelas Jiyeon dan Kai yang memang memiliki jadwal yang sama namun berbeda guru.

Para murid sedang duduk di pinggir lapangan basket, melihat beberapa lelaki dan perempuan bermain basket bersama

“Jiyeon—menurutmu cinta itu apa?” tanya Luna

“eh? Kenapa kau tanyakan hal itu padaku?”

“ya! kau kan sudah punya pacar, makannya aku bertanya padamu” ujar Luna lagi

Sulli yang duduk tak jauh dari Jiyeon dan teman-temannya pun mencuri dengar, sedangkan Sehun dan Kai sedang bermain basket di depan mereka

“hmmm—mungkin aku akan bilang jika cinta itu seperti aku dan Sehun” ujar Jiyeon

DEG, hati Sulli mencelos ketika mendengar ucapan Jiyeon. Ia teringat akan ucapannya pada Sehun 8 tahun yang lalu

“tapi—“ lanjut Jiyeon lagi

“rasanya sekarang, cinta itu—“

Jiyeon mengantungkan kata-katanya, mungkin bukan Luna saja yang penasaran dengan jawaban Jiyeon. Sulli yang duduk di tempatnya pun sama

“cinta itu—BULLSHIT!!” ujar Jiyeon kencang seakan sedang menyidir beberapa orang, Luna mengerti karena Jiyeon sudah menceritakan masalahnya

“hahahahaa—kau benar! Aku setuju Jiyeon! Kau tau tidak, kemarin aku baru putus dengan Seungri oppa, sial sekali dia! Ternyata membohongiku terang-terangan” ujar Minji yang percintaannya baru saja kandas

“aku juga sedang kesal dengan Taemin, dia selalu menyembunyikan sesuatu padaku” kini giliran Jiyoung bercerita

“hahahahahaha” detik berikutnya keempat perempuan yang terkenal cerewet dan berisik itu tertawa bersama

……………….

Sudah seminggu semenjak aksi penyindirian Jiyeon berlangsung, Jiyeon semakin jauh dari Sehun, jangankan Sehun. Biasanya Jiyeon akan berteriak ‘Kim Jog Kai’ dan ‘Sehunaaa’ tapi kali ini Jiyeon benar-benar menghindar dan terkesan cuek. Dirinya bahkan sering menghabiskan waktunya bersama Luna, Minji dan Jiyoung

“Jiyeon! Aku ingin berbicara denganmu!” Kai menarik paksa Jiyeon ke atap sekolah

“ada apa?” tanya Jiyeon cuek tanpa melihat ke arah Kai

“kenapa kau menghidariku? Bukankah yang memiliki masalah adalah kau dan Sehun?” Kai juga tidak mengerti kenapa dia bisa berkata seperti itu

“kau yakin??” Jiyeon malah bertanya, membuat Kai mengernyitkan keningnya bingung

“dengar ya—“ Kai merasa nada bicara Jiyeon dingin

“kau sudah aku anggap sebagai sahabat yang mengerti aku, dan—aku tidak suka pada pembohong! Dan kau tau itu, selama ini aku selalu jujur padamu, dan kenapa kau menyembunyikan soal Sehun dan Sulli padaku?” ujar Jiyeon dingin

“tapi—aku tidak menyembunyikan apa-apa darimu, sungguh. Aku tidak mau kau terluka” ujar Kai

Tes, Kai kaget saat melihat air mata turun dari mata Jiyeon. Selama kenal dengan Jiyeon, Kai tidak pernah melihat Jiyeon menangis

“kau dan Sehun, sama saja” ujar Jiyeon lirih dan berlalu dari sana meninggalkan Kai yang terdiam

Sepulang sekolah,

Terlihat Jiyeon dan Sehun duduk di sebuah meja di dalam kelas Jiyeon. Saat bel berbunyi. Sehun langsung melesat pergi dan ingin menyelesaikan semuanya bersama Jiyeon. Kelas sudah sepi dan tinggal menyisakan mereka berdua

“Jiyeon” ucap Sehun lirih, Jiyeon sendiri memilih bungkam dan lebih mendengarkn apa yang Sehun katakan

“maa—“

“cukup!” ujar Jiyeon memotong pembicaraan Sehun

“aku tidak suka mendengar kata ‘maaf’ yang berujung pada perpisahan”

“tapi—“

“ceritakan saja” potong Jiyeon, Sehun mengernyitkan dahinya kebingungan

“ceritaka kisahmu dan Sulli” lanjut Jiyeon, Sehun ragu di lihatnya Jiyeon yang memandang lurus ke depan tidak berniat melihat Sehun sedikitpun

Sehun menghela nafas dan mulai bercerita

Jiyeon mendengarkan baik-baik soal masa kecil Sehun, Kai dan Sulli. Dari cerita Sehun, Jiyeon baru tau kalau dulu Kai sempat suka Sulli tapi ditolaknya makannya dia seperti sekarang, playboy. Tapi Kai tidak menganggap masalah itu serius, Jiyeon juga tau bahwa Sehun dulu sangat bingung saat Sulli menembaknya. Dan alasan Sehun menerima Jiyeon saat Jiyeon menembaknya adalah cara Jiyeon mengungkapkannya persis seperti Sulli. Jiyeon tersenyum miris diakhir cerita Sehun, dia menyadari sekarang apa arti Sehun dan bagaimana Sehun menganggapnya sekarang. Satu tahun selama berpacaran mungkin tidaklah sebentar dan Jiyeon sadar akan hal itu

“begitulah Jiyeon, maa—“

“sudahlah Hun, jangan mengucapkan kata maaf, aku benci mendengarnya” ujar Jiyeon, sesekali tersenyum tipis

“tapi, kau—“ Jiyeon berdiri memotong ucapan Sehun

“aku yang menembakmu, dan aku juga yang akan memutuskanmu Hun. Jadi, hubungan kita sudah sampai disini saja. Aku tidak tau apa yang kau rasakan pada Sulli itu cinta atau semacamnya, yang aku jaga disini hanyalah perasaanku. Daripada kau terbebani dan aku susah melepaskanmu nantinya, lebih baik sekarang saja kau kulepas. Sekarang kau tidak usah memikirkanku aku bisa menjaganya sendiri, pikirkanlah hatimu itu” ujar Jiyeon panjang lebar sambil melangkah menuju pintu

Jiyeon berbalik dan tersenyum tipis pada Sehun

“nyatanya, cintamu bukan untukku Hun” ujarnya dan melanjutkan langkahnya lagi benar-benar meninggalkan Sehun

……………….

Kini, hari-hari dilalui Kai, Sehun dan Jiyeon sebagai orang asing. Walaupun sekelas, Jiyeon jarang terlihat mengobrol dengan Kai lagi. Entah mengapa Jiyeon terlihat seperti menghindari Kai. Hubungan putusnya Sehun dan Jiyeon sudah tersebar luas, beberapa anak ada yang menyayangkannya dan beberapa ada yang berseru senang

“eh—kulihat kemarin Kai bersama Hara loh” ujar Luna merapatkan dirinya sambil membuka obrolan seputar teman satu kelasnya itu. Minji dan Jiyoung menanggapinya dengan heboh, sementara Jiyeon memutar bola matanya malas

“apa tidak ada bahasan lain selain Kai?”

“eh?—“

“apa?” merasa sadar ketiganya melihat Jiyeon aneh

“tumben sekali kau memanggilnya ‘Kai’?? Aneh” gumam Minji

“hemm—aku jarang melihatmu berbicara dengannya, ada masalah?” tanya Jiyoung

“tidak ada apa-apa” jawab Jiyeon cuek

“lihat lihat!!” tunjuk Luna saat Hara, murid kelas sebelah menghampiri meja Kai dan mengajak Kai pergi dari kelas

“pasti mau beradegan mesum lagi” ujar Jiyoung yang langsung mendapat tatapan heran dari ketiganya

“maksdumu??” tanya Luna

“ah—apa aku belum cerita? Kemarin aku tak sengaja melihat Kai dan Hara di ruang UKS sedang berciuman” ujar Jiyoung semangat

“tak sengaja saja, kau menceritakannya sampai sem—ya! Park Jiyeon, mau kemana??” teriak Luna saat Jiyeon tiba-tiba beranjak dari duduknya dan melesat pergi

……………

BRAK!! Jiyeon membuka ruang UKS dengan keras

“Kim Jong—ahh maaf” ujar Jiyeon pada dua orang yang sedang menatap satu sama lain dari jarak yang sangat dekat. Sehun dan Sulli langsung menjauhkan wajah mereka saat menyadari seseorang yang ternyata Jiyeon sudah berdiri diambang pintu

“oh Jiyeon, hmmm ada—apa?” ucap Sehun terbata-bata

“ahhh maaf Hun, aku kir—ya! kau tau dimana Kim Jong Kai?” tanya Jiyeon heboh

“huh? Kai?? Ada apa kau mencarinya?” merasa Sehun akan bertanya macam-macam dan lama, Jiyeon langsung pergi meninggalkan keduanya yang berpandangan aneh

Sementara itu,

“ayolah Kai, disini” ujar Hara sambil menunjuk bibirnya. Keduanya sedang berdiri di tangga menuju atap sekolah

“apaa?? Bukankah kita sudah putus—dan apa maksudmu? Kemarin kau menciumku tiba-tiba, sekarang apalagi?” geram Kai sambil menepis tangan kiri Hara yang berada di bahunya

“ishh—kau, kata siapa kita putus huh? Aku masih menci—“

“ya Kim Jong Kai! Aku mencarimu kemana-mana, ternyata…….” ujar Jiyeon begitu menemukan Kai dan Hara

“eh—ada apa kau me—“

“bukankah sudah kuingatkan kau dari kemarin?? Masih saja lupa!” cibir Jiyeon, Kai yang merasa tidak tau apa-apa langsung menunjukan tampang bingungnya

“ishhh kau lupa uh?? Kita kan piket hari ini! Lee saem menyuruh kita membersihkan perpustakaan, kau lupa? Astaga! Kau ini pacaran saja! Bagaimana bisa sih? Kau kan harusnya membantuku, cepat” tanpa memperdulikan tampang Hara dan Kai yang bingung, Jiyeon langsung menarik tangan Kai dan berlalu dari sana

“piket kan sepulang sekolah?” gumam Hara pelan

Hening,

Itulah yang terjadi saat Jiyeon dan Kai berjalan di sepanjang koridor sekolah

“ehmm Ji—“

“apa?? Kau akan bilang terimakasih begitu? Astaga! Kim Jong Kai, kapan kau akan merubah sifat playboymu itu? Kan aku sudah pernah bilang, suatu hari nanti kau akan mendapatkan karma dan kau tau aku berdoa agar karma yang pernah aku katakan akan terjadi padamu. Ingat Kim Jong Kai, kau ini sudah banyak berbuat dosa deng—“

“kau berisik” sungut Kai sambil membungkam mulut Jiyeon

Sesaat Jiyeon terdiam, begitu juga dengan Kai. Pandangan mereka bertemu dan jarak diantara mereka sangat dekat, Jiyeon bisa melihat dengan jelas wajah tampan Kai, dan sebaliknya Kai juga bisa melihat wajah cantik Jiyeon

“ekhm” Kai melepaskan tangannya sesaat berdehem

“huh! Sudahlah—aku sudah membantumu tadi, kau tau kan? Itu semua tidak gratis! Kau harus mentraktirku ice cream atau makanan apa sajalah! Yang penting aku suka dan sepulang sekolah bagaimana? Kau tidak ada janji dengan siapapun kan? Kalau be—Ya!” teriak Jiyeon saat Kai menggenggam tangannya dan menyeret Jiyeon pergi

Berisik, pikir Kai

………………

Semenjak Jiyeon dan Kai keluar membeli ice cream, keduanya merasakan kenyamanan dan rasa yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jiyeon menepis semua kemungkinan jika dirinya menyukai Kai, sedangkan Kai yakin jika dirinya menyukai Jiyeon.

Akhir-akhir ini saja Kai jarang terlihat bersama seorang perempuan dan selalu memperhatikan Jiyeon dari jauh, sedangkan Jiyeon akhir-akhir ini terlihat sedikit lebih cerewet daripada biasanya untuk menutupi kegugupannya didepan Kai, seperti

“aastagaa, Kim Jong Kai! Kenapa tidak mengerjakan PR mu? Bukankah sudah kuperlihatkan cara mengerjakanya? Menyebalkan sekali kau, dasar item! Sampai kapan kau mau menjadi pemalas?” gerutu Jiyeon saat Kai lupa mengerjakan PR nya

“astagaaaa!! Kim Jong Kai! Kau tau kan lantainya baru saja di pel! Kenapa kau masuk kelas seenaknya sih! Lihat! Lantainya jadi kotor lagi bodoh! Kau mau aku pel juga wajahmu huh?” Kai dongkol, padahal kan yang masuk ke kelas bukan dirinya saja, tapi secara terang-terangan Jiyeon hanya membentaknya, nasib pikir Kai

“ihh—Kim Jong kai bukannya kau alergi kacang? Tuh lihat ada kacang di makannamu! Singkirkan, kan bisa gawat kalau kau terkena gatal-gatal atau pingsan kan? Merepotkan tau!! Iya kalau kita bisa membawa badanmu yang pingsan! Huh” Luna, Minji dan Jiyoung yang berada satu meja dengan mereka hanya mengernyitkan dahinya

“Kim Jong Kai!! Tumben sekali kau tidak bersama para perempuan, kenapa? Sudah insaf? Atau kau mempunyai target baru? Ya ampuuun kasihan sekali targetmu itu, kudoakan untuk perempuan yang selanjutnya kau dibikin repot! Sampai-sampai tidak bisa lepas darinya, hahaha rasakan kau nanti!” cibir Jiyeon

Kai yang berdiri di sampingnya hanya tersenyum meremehkan

……………

Hari ujian kelulusan datang, dan semua anak-anak kelas tiga dinyatakan lulus. Hari ini sekolah mereka mengadakan pentas seni, dimana Kai dan Sehun tampil dengan band sekolah mereka

“wahh—aku tak menyangka kita sudah lulus” ujar Luna merangkul bahu Jiyeon dan tertawa sedih karena dirinya akan melanjutkan studynya ke Jepang

“iya—aku juga! Huaaaaaa…hiks hiks…” Jiyoung ikut menangis kala dirinya juga akan dikirim ke China, karena mendapatkan beasiswa

“ishhh kalian ini cengeng sekali” ujar Minji, padahal dirinya juga sedih karena akan pergi sekolah ke Amerika

“ya! kalian ini seharusnya kan aku yang sedih karena akan ditinggal kalian! Kalian ini tidak cinta negara sendiri, kenapa harus ke Jepang, China atau Amerika? Aku dong! Hanya di Korea, ugh! Kenapa kalian menangis sih? Kita kan masih bisa video call, telepon, sms dan—Huaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks” Jiyeon tiba-tiba menangis haru ditengah-tengah keramaian acara pensi

Luna, Jiyoung dan Minji mendekap Jiyeon erat dan menangis bersama. Tak peduli lirikan orang-orang dan perkataan orang-orang. Hingga…

“cek cek cek” ucap sebuah suara dari arah panggung. Sontak semua anak-anak melihat ke arah tersebut dan berdirilah Kai ditengah-tengah panggung

“sebelumnya maaf, aku meminta waktu sebentar”

“saya Kai—ah tidak, saya Kim Jong In—oh maaf, saya Kim Jong Kai—“ semua anak-anak tertawa begitu mendengar ucapan Kai, siapa yang tidak asing dengan sebutan Kim Jong Kai kalau setiap hari Jiyeon akan menyerukan nama itu dengan keras

“aku ingin mengatakan suatu hal kepada seseorang—“ ujarnya

“seseorang pernah berbicara padaku bahwa aku akan mendapatkan sebuah karma karena kelakuanku—yang kalian tau apa itu” ujar Kai pede, Sehun mencibirnya dari pinggir panggung

“aku tau sebagian orang tidak mau terkena yang namanya karma—tapi tidak bagiku, karena aku disini untuk menjemput ‘karmaku’ sendiri” Kai menolehkan kepalanya pada Sehun, dan dijawab anggukan oleh Sehun

“karma yang mungkin untuk sebagian orang tidak mau mendapatkannya dan menghindarinya, tapi bagiku—karmaku yang satu ini akan aku dapatkan jika dia mengatakan ‘Ya’ padaku—“

“Park Jiyeon!”

Deg, Jiyeon mematung di tempatnya

“maukah—kau menjadi ‘karmaku’ yang kau katakan padaku itu?”

“menyebalkan, cerewet, berisik, merepotkan dan—“

Semuanya nampak menunggu ucapan Kai

“dan aku merasa kehilanganmu jika tidak mendengar suaramu”

“jadi—maukah kau menjadi ‘karma’ untukku selamanya??” ujar Kai

Sorakan demi sorakan terdengar, sedangkan Jiyeon membatu mendengarnya. Kai turun dari panggung dan berjalan menuju Jiyeon yang berdiri mematung

“aku tidak tau kapan cinta ini tumbuh, yang aku tau aku merasa kehilanganmu saat kau mengacuhkanku” ucap Kai tepat didepan Jiyeon

“aku tau—kau merasakan hal yang sama padaku dan untuk karmaku yang satu ini, akan kupastikan kau akan selalu menjadi karmaku selamanya”

Jiyeon masih mematung

“bagaimana??” tanya Kai lagi

“apa??” hanya kata itu yang bisa Jiyeon ucapkan dengan tampang bodohnya

“ishhh kau ini bodoh atau apa, aku sedang menembakmu” gumam Kia didepan Jiyeon

“Jiyeon—cinta itu ak—“

Chu~~ tanpa pikir panjang Jiyeon memotong ucapan Kai dengan menciumnya

“cieeeeeeeeeeeeee” semuanya bersorak melihat adegan itu. Jiyeon melepas ciumannya dan tersenyum malu sambil menundukan wajahnya

“ihhh seharusnya aku yang menciummu bodoh—tapi tak apa” bisik Kai

“jadi cinta itu—“

“sttttt—cinta itu tidak ada! Yang ada hanya kau dan aku” gumam Jiyeon dan langsung dipeluk oleh Kai

“kita lanjutkan di UKS” bisik Kai tepat di telinga Jiyeon

“Kim Jong Kaaaaaaaaaiiiiii” teriak Jiyeon

fin

32 responses to “[FREELANCE – ONE SHOOT] My Bestfriend Boyfriend

  1. huaaaaaaa…. pernyataan cinta yang sweet dari kai.
    mirisnya tuh ketika jiyeon tau sehun selingkuh tapi dia pura2 seperti gak tau apa2 dan tetep menjalaninya dg sehun bukannya menunjukkan dengan jelas kemarahannya di depan sehun yg malah berasa santai kayak dipantai tampangnya tuh kyk dia gak bersalah! huhuhu. itu untung ada kai. hohoho udah kelihatan uh dari awal dia baik bgt ama jiyeon, sebenernya😀 bahkan pas nembakpun kai sempet ngucapin “akan kupastikan kau akan selalu menjadi
    karmaku selamanya” hahaha dan faktanya kai pingin menekankan kalo dia gak akan selingkuh kayak sehun nantinya, dia gak pingin nyakitin jiyeon yg mungkin masih ada bekas sakitnya di selingkuhin! dan walaupun aku agak merasa aneh kalo lihat kai yg statusnya sahabat dekatttt sehun sekali yg statusnya jiyeon mantan sehun sekarang mereka malah pacaran! tapi ya biarlah!! lagian aku sebel sehun kayak gak punya malu dah! tampang tetep datar padahal udah tau nyatanya dia selingkuhin jiyeon, eh pas ketemu jiyeon di uks kepergok sedang mesra2an ama sulli, di situ aku paling merasa dia gak punya malu >.<!!!!! ah bersyukur ada kai😀 kai is the best! dan moment yg paling kusuka tentu saat ciuman yg diberikan jiyeon, hihihi. aku suka perumaan karma dari cinta kai-dan jiyeon dan tentunya aku juga sangat suka dengan sebutan Kim. Jong. Kai😀 hahahah

  2. Nmpang ngkak ya, ff ini gaje tpi seru. Dri jiyeon yg nmbak sehun trus pcran tpi yg d gngguin mlah si kim jong kai, trus ptus sma shun dan jtuh cnta sma si item itu. Dan trakhir yg lucu itu saaf kai blng”kita lanjutkan di uks” emang yadong si item. Wkwk pen sequel nih atau nggk yg sjenisnya aja. Keep writing^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s