[CHAPTER-1] Prophecy Of The Midnight Sun

potms-by-periwinkeul

Poster/art by : high school graphics

Author : MJS

Title : Prophecy Of The Midnight Sun

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Jung Eunji

Other Cast : akan ada cast tambahan disetiap chapternya.

Genre : mystery, fantasy, romance.

Lenght : chaptered

Rating : T


Author PoV

Myungsoo masih terpaku pada buku tebalnya. Tanpa sedetikpun Ia akan mengalihkan pandangannya dari buku ini. Bukan murid teladan, Ia hanya membaca buku misteriusnya lagi. Bahkan sudah beberapa kali juga Ia dengar perkataan teman-teman barunya.

 

“Dia aneh,” bisik Kyungri.

 

“Mungkin dia bukan manusia.” balasnya yang lain masih tidak dihiraukan Myungsoo. Ia pun bertanya-tanya dalam hati, ‘Apa aku memang aneh? Kurasa baik-baik saja,”. Ia membalikan lagi halaman bukunya. Tanpa sadar sebuat pertanyaan seakan mengutuknya.

 

“Bagaimana bisa Ia memiliki sifat seperti itu?” Rahang Myungsoo mengeras. Namun Ia lebih memilih diam. Sekalipun Ia mengutuk mereka dalam hatinya. Sifat mereka berubah 360° pada Myungsoo. Pada saat pelajaran pertama, mereka sibuk memuja-muja Myungsoo.

 

FLASHBACK

“Ini murid pindahan baru dikelas kita.” Nam seongsaengnim memperkenalkan Myungsoo didepan para murid yang terkagum-kagum -terutama kaum wanita- melihat Myungsoo. Wajahnya yang benar-benar perfeksionis serta tubuh cukup tinggi dengan badan sempurna mungkin membuat semua yeoja ingin memilikinya.

 

“Kim Myungsoo imnida. I’m from LA, nice to meet you.” ujarnya datar dengan bahasa inggris yang begitu fasih. Ia kemudian memandang sekeliling dan menemukan tempat duduk kosong, bersama yeoja. Ia hanya melangkahkan kakinya dan duduk disampingnya.

 

“I’m Soojung, you can call me Krystal.” balas Soojung dengan bahasa Inggris yang tak kalah bagusnya. Namun Myungsoo hanya diam dan memilih terpaku pada buku didepannya.

 

“Buku apa itu?” tanyanya antusias. Namun begitu melihat beberapa kata yang tertulis membuatnya terpaku.

 

“Drew.. kill.. his girlfriend? Kill.. knife. Eyes.. ghost-cutter. Kau membaca ini semua? Boleh kulihat covernya?” Myungsoo hanya menurutinya dan memberdirikan bukunya yang semakin membuat Krystal terpaku.

 

Ya, sesudah itu Krystal menceritakan segala yang dilihatnya pada semua orang. Membuat Myungsoo terasa diasingkan, sebenarnya bukan diasingkan. Hanya saja teman-temannya sudah mencapnya sebagai murid baru aneh yang menyelundup dalam sekolah mereka.

FLASHBACK END

 

“Aku rasa dia baik-baik saja.” Suara yeoja itu mengejutkan Myungsoo sehingga membuatnya menoleh dan mendapati yeoja dengan rambut diikat asal dan dikesampingkan dan topi yang mengarah kebelakang. Mengerti kan? Topi itu memiliki bagian depan yang dapat melindungi diri dari matahari malah ditaruh dibelakang.

 

“Kudengar kau suka membaca buku-buku misteri,” ujarnya sambil mengambil ponselnya didalam varsity hitam yang terletak diatas mejanya. Myungsoo bahkan baru sadar yeoja ini duduk tepat dibelakangnya.

 

“Hmm.”

 

“Boleh kupinjam beberapa?” Myungsoo tersentak. Yeoja menyukai buku-buku menjijikkan seperti ini? Bahkan Ia pun merasa buku ini terlalu menjijikkan untuk dirinya, apalagi untuk yeoja ini.

 

“Aneh ya? Ya sudah tidak jadi,” balasnya beranjak keluar. “Tentu saja.”

 

“Baiklah, aku akan memintanya pulang sekolah. Aku perli menemui Jiyeon sekarang,” ujarnya tersenyum. Membiarkan dirinya hanya bisa terdiam memandangi yeoja yang sudah keluar.

 

“Suaramu keren. Err-seksi.” Minho. Begitu nametagnya. Ia merangkul Myungsoo dengan santainya, “Tadi namanya Eunji. Cantik kan? Dia cukup dekat dengan semua namja.”

 

Begitu ya? Eunji. Nama yang cukup bagus, pikirnya.

“Sudah kukatakan Ia aneh,” ujar Minah menatap tak percaya pada Myungsoo yang kini berada di foodcourt dengan buku kesayangannya itu. 

 

“Sebenarnya Eunji benar, Ia terlihat biasa saja.” balas Jiyeon yang disertai anggukan dari Eunji. Bahkan dirinya kagum melihat Myungsoo yang baru saja bersekolah disini namun dapat bergaul dengan Choi Minho, Kim Soohyun, dan Mark dalam waktu singkat. Ya, memang sih. Kumpulan orang tampan hanya bisa bergaul dengan sejenisnya. Sesama tampan.

 

Seseorang menggumam, “Permainan ini baru saja dimulai sejak kedatanganmu..”

 

“Jiyeon-ah! Kau melamun?” tanya Eunji. Jiyeon hanya tersenyum lebar, “Hanya heran, ya kau tahu maksudku. Mereka yang tampan hanya bisa berteman dengan sejenisnya. Kau lihat Myungsoo, namja itu bisa dikatakan paling tampan diantara mereka.”

 

“Lalu? Untuk apa kau mengurusinya?” tanya Suzy cuek. Jiyeon hanya menyengir. Ini menyenangkan, namja tampan bertambah satu. Indahnya hidup disekolah ini, setiap hari dapat melihat namja-namja mempesona ini.

 

“Jiyeon berpikir bahwa sangat menyenangkan bisa bersekolah dengan orang-orang tampan. Banyak pemandangan jadinya.” balas Eunji sekenanya. Jiyeon membelalakkan matanya, “Aissh, Jung Eunji. Kau mulai lagi.” Eunji hanya tersenyum singkat.

 

“Aku punya sisi dimana aku harus bersikap layaknya manusia biasa..”

 

“Bukan hanya menebak, aku terlahir dengan insting itu sendiri.”

“Saya akan mendata. Kalian sudah diberi selembaran untuk kegiatan ekstrakulikuler kemarin. Ada beberapa murid yang belum mengumpulkan, Mark, Kim Myungsoo, Jung Eunji, Park Jiyeon, Kim Taehyung. Tolong kumpulkan sekarang.” Beberapa murid yang dipanggil langsung maju kedepan dan menyerahkan selembar kertas.

 

“Dance.. Fotografer.. Musik- Fotografer– Basket.” Nam seosangnim langsung meninggalkan kelas begitu selesai mendata.

 

Jiyeon hanya tersenyum. Ia punya teman untuk berada diekstrakulikuler Fotografi. Dan Ia tahu siapakah orangnya.

 

“Jung Eunji-ssi. Tolong beritahu orangtuamu supaya besok datang ke sekolah pukul 8.30.”

 

“Mereka tidak di Korea,”

 

“Maksudmu?”

 

“Mereka ada pekerjaan di Inggris dan Jerman.” Jung seosaengnim hanya mengangguk-angguk paham. Meskipun Ia benar-benar membutuhkan orang tua Eunji, hanya untuk mengingatkannya.

Sedaritadi pandangan Myungsoo tak bisa lepas dari Park Jiyeon. Bahkan berulang kali terdegar bunyi jepretan foto Jiyeon dalam kamera Myungsoo. ckckck, mungkin Ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Sekali lagi Ia berusaha memfokuskan dirinya pada tujuan aslinya. Namun, lagi-lagi Ia hanya bisa terfokus pada Jiyeon.

 

Tak berapa lama, Ia memandangi hasil jepretannya yang dapat diacungi jempol. Ia tersenyum puas kemudian mengangkat kepalanya dan tidak lagi menemukan Jiyeon didepannya.

 

“Jeogiyo,” Suara itu mengejutkan Myungsoo. Ia menoleh kebelakang dan mendapati Jiyeon menatapnya sembari tersenyum. Membuatnya panik, ‘Apa Ia melihatku tadi memotretnya?’ katanya dalam hati.

 

“Bisa kau bantu aku? Aku tidak mengerti, tiba-tiba saja kameraku seperti ini. Bisa kau betulkan?” Baiklah. Ini percakapan pertamanya dengan seorang Park Jiyeon. Ia cukup sadar bahwa banyak namja yang menatapnya iri. Ckck, Kim Myungsoo kau sangatlah keren.

 

“Ah, ne.” balasnya berusaha serileks mungkin. Namun tidak dengan jantungnya, jantungnya sama sekali tidak bisa mengontrol detakannya. Ia hanya mampu menatap kamera Jiyeon dan memperbaikinya. Berulang kali Ia menatap wajah Jiyeon, namun tak berani menatap lekat-lekat.

 

“Hmm, kau anak baru kan? Aku Park Jiyeon,” ujarnya tersenyum.

 

Myungsoo PoV

“… Aku Park Jiyeon,” Ayolah, kau tak perlu memperkenalkan dirimu. Siapa yang tidak tahu Park Jiyeon? Yeoja cantik dengan kepintarannya yang luar biasa dan sifat ramah dan senyumannya dapat membuat seluruh namja menyukainya, tak terkecuali aku.

 

“Aku Kim Myungsoo.” balasku singkat, tetap berusaha menutupi kegugupanku saat ini. 

 

“Bisa kita berteman?” Oh, astaga! Dia mengajakku berteman? Bahkan lebih dari teman pun, siapa yang akan menolaknya? Jiyeon memiliki seluruh tipe yang diidamkan pria. Aku hanya mengangguk pelan saja, mungkin Jiyeon akan menganggapku sombong.

 

“Aku mengganggumu, ya?”

 

“Tentu tidak!” balasku cepat. 

 

“Benarkah? Kau sedaritadi hanya mengangguk saja.”

 

“Bu-bukan begitu. Aku.. kau tahu- namja sepertiku tak mudah dekat dengan yeoja. Apalagi yeoja sepertimu.” Uhh, baiklah Myungsoo. Usaha yang cukup bagus untuk berbicara dengannya. Tapi bagaimana jika Ia menganggapku aneh karena memanggilnya ‘Yeoja sepertimu?!’

 

“Mwo? Memangnya aku seperti apa?” Sudah kuduga ini akan terjadi. Aku hanya bisa gelagapan, tak mungkin aku memuji dirinya. Itu hanya akan membuatku semakin gila didekatnya.

 

“Ah ya. Aku mengerti, aku tahu apa yang kau pikirkan.” ujarnya tersenyum. Senyumannya.. Bahkan Ia tersenyum lebih indah daripada Eunji yang memiliki senyuman lebar dan eyesmile. Jiyeon memang segalanya.

Aku berjalan-jalan disekitar lorong sekolah, mencari letak perpustakaan. Namun tak kunjung kutemukan dimana letaknya. Ya, aku memang bodoh. Baru saja kemarin Eunji menunjukkannya padaku dengan cepat.

 

Ah, dia juga salah. Siapa murid baru yang bisa mengingat letak-letak ruangan disekolah hanya dalam sehari? Dia juga salah, menjelaskannya dengan sangat cepat. Seperti seorang rapper saja. Tak lama aku berkeliling, akhirnya senyumku mengembang begitu melihat papan nama didepan pintu besar dengan tulisan ‘Library.’

 

Begitu memasukkinya, perasaan aneh terlintas begitu saja saat melihat keadaan perpustakaan yang kosong. Namun, tak begitu kupikirkan dan hanya membungkukkan tubuh hormat pada penjaga ruangan ini. Aku segera menjelajahi berbagai lorong, belum ada yang pas.

 

“Apa yang Anda cari?” Pertanyaannya membuatku tersentak. “Buku misteri dan sejenisnya.” Ia kemudian mengangguk dan mengajakku untuk mengujungi lorong paling ujung.

 

“Disini, kau bisa membacanya disini. Dan hanya bisa meminjam maksimal 2 buku dalam 1 minggu.” Aku hanya mengangguk melihat kepergiannya. Namun baru beberapa langkah, namja itu berbalik lagi.

 

“Jeogi,” Aku menoleh kembali dan menatap pria paruh baya itu.

 

“Tak apa. Lanjutkan saja, maaf aku mengganggumu.” Aku terdiam. Pria itu sangat aneh, cara berbicara dan berpakaiannya cukup aneh.

 

Aku kembali memusatkan pikirannya pada buku-buku tebal didepannya hingga satu buku kuambil dan menyerngit heran, “Sunrise Castle?” Aku mendudukkan diriku diatas bangku kecil dan mulai membaca. Namun, disetiap kalimatnya membuatku semakin heran dan terpikirkan sesuatu.

 

‘Perjalanku semakin menyeramkan begitu aku mengetahui siapa Yeonji.. Sifat ramah, pintar, dan sempurnanya itu adalah kepalsuan belaka. Semua yang aku tahu tentang Yeonji hanyalah kepalsuan belaka. Yeonji bukan manusia.. Dia juga bukan iblis..’ 

 

Pikiranku langsung terpusat pada sosok Jiyeon. Park Jiyeon. Entah kenapa, ada perasaan janggal dihatiku.

 

“Aissh. Apa yang pikirkan Myungsoo? Ini hanyalah cerita fiksi. Jiyeon adalah Jiyeon. Bodoh.”

 

Author Pov

‘Itu kisah nyata, Myungsoo-ssi. Kuharap kau cepat mengetahuinya dan menyelesaikannya atau memilih untuk tidak mengetahuinya selama hidupmu dan jalani hidup tanpa ketenangan..’


Chapter 1 selesai, untuk chapter selanjutnya diusahakan ga lama, tapi ga  janji ya.. soalnya aku ada uts mulai tgl 9 maret, jdi udh harus siap siap sekarang. Komen yaaa, aku masih author amatiran yang butuh saran.

Apa mungkin judul dan genre nya ga cocok sama ff nya ya?

thank you..

42 responses to “[CHAPTER-1] Prophecy Of The Midnight Sun

  1. keren.. sbenernya jiyeon itu yeonji yah?
    btw, aku sdikit bingung sm pembicaraannya
    yg mna yg ngomong sm yg denger aku ga mudeng
    mknya aku sikit ga ngerti alurnya
    tpi at least keren idenya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s