[TWOSHOOT] – I CAN’T FORGIVE YOU! #2

PicsArt_1424140811609

Title : I Can’t Forgive You! #2

Author : exomoons

Genre : Romance, Psikopat, School-Life

Lenght : Two Shoot (END)

Rating : PG-15

Cast :

  • Choi Minho SHINEE as Minho
  • Suzy Bae MISS A as Suzy
  • Park Jiyeon T-ARA as Jiyeon

Other Cast:

  • Hwang Eunjung T-ARA as Eunjung
  • Im Hyuna 4MINUTE as Hyuna

Summary : “Beginilah aku, dengan segala kesengsaraanku. Aku berharap suatu saat nanti aku dapat menjalani hidup seperti orang-orang pada umumnya. Aku tidak meminta hidup yang mewah, setidaknya hidup normal. Itu sudah cukup bagiku. Dan aku puas dengan hal itu.”

.

.

.

Author POV

     “Anak-anak, ini sudah sebulan sejak Jiyeon meninggal. Ibu harap, pelakunya cepat tertangkap dan dijerumuskan ke dalam penjara.” Miss Ahn berkata dengan suara yang bergetar, hampir menangis.

Suzy yang mendengar hal itu seketika panik. Keringat membasahi wajahnya. Entahlah, Suzy memang merahasiakan sesuatu dari semua orang. Tapi jika terus dirahasiakan ia menjadi tidak tenang. Suzy tahu siapa pelaku yang membunuh Jiyeon. Suzy tahu benar.

KRING!!!

Bel istirahat berbunyi. Suzy berlari kecil di sekitar lorong sekolah, ia ingin cepat-cepat bertemu Minho.

Minho saat ini sudah ada dihadapannya. Tangan Minho menggenggam jemari Suzy. Minho menggiringnya ke belakang taman sekolah.

“Ada apa?” Minho mengusap keringat di wajah Suzy.

“A-aku..”

“Katakan saja.” Jemari Minho kini menyentuh pipi merona milik Suzy.

Suzy menyingkirkan jemari Minho dari wajahnya. “Aku sudah tidak bisa merahasiakan semua ini. Maaf..”

Urat-urat di leher Minho terlihat sangat menonjol, rahang Minho mengerat. Sepertinya ia sedang menahan emosi.

“Jadi, kau ingin melaporkanku? Begitu? Alasanku membunuh Jiyeon semuanya itu aku lakukan demi dirimu, Suzy-ah!” suara Minho terkesan marah. Suara beratnya memekakkan telinga. Napasnya memburu.

“Bukan begitu. Aku hanya..”

“Ah, sudahlah!” Minho memotong perkataan Suzy. “Kau tidak mencintaiku ‘kan?”

Suzy terdiam.

“Jawab aku!”

Suzy masih terdiam, namun kedua matanya menatap Minho sedih. Ia tak tahu harus berpihak kepada siapa. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Baru kali ini ia melihat Minho yang semarah ini.

“Aku sangat mencintaimu, Sunbae. Tapi tidak seperti ini caranya. Aku ingin kita hidup damai, tidak ada perasaan cemas seperti saat ini. Aku hanya menginginkan dirimu, tidak lebih..” air mata menetes di wajah lembut milik Suzy. Suzy melepas kacamatanya lalu membuangnya dengan sembarang. “Lihat aku, saat ini aku tidak dapat melihatmu dengan jelas. Tapi aku bisa tahu bahwa itu adalah kau. Kau yang selalu melindungiku. Seperti saat di toilet dulu, saat Jiyeon dan teman-temannya memukuliku. Kau yang menyelamatkanku. Disaat Jiyeon menyeretku ke toilet untuk yang kesekian kalinya lalu dia memukul dan mencakarku, hingga aku koma. Aku tahu bahwa kaulah yang membawaku ke rumah sakit. Aku tahu! Kau selalu menolongku. Menjagaku. Merawatku selama di rumah sakit. Menungguiku hingga aku siuman. Sunbae, itulah dirimu. Kebaikan hatimulah yang menolongku. Aku tidak suka dengan perbuatanmu membunuh Jiyeon. Itu sama sekali bukan dirimu! Sekarang kau bukan Sunbae yang aku kenal lagi..” Suzy bertelut dihadapan Minho.

Wajah Suzy sudah banjir oleh air mata. Minho menyentuh dagu Suzy, dengan lembut jemarinya menghapus derai air mata di pipi Suzy.

Mata sendu itu. Suzy sangat merindukannya. Tatapan Minho membuat Suzy terhanyut. Minho membenarkan posisi rambut Suzy yang berantakan.

Minho mengecup dahi Suzy, kemudian ia mencium bibir Suzy dalam diam.  Membungkam tangis Suzy.

“Berhenti menangis,” Minho berujar lembut. “Mianhae, Suzy-ah.”

Minho menarik Suzy ke dalam pelukannya.

.

.

.

.

.

.

.

Hyuna POV

     Apa? Ujarku dalam hati. Aku sangat kaget mendengar hal ini.

“Dasar pembunuh,” Hyuna berujar pelan. Ia mendengar semuanya. Semua yang Suzy dan Minho rahasiakan selama ini.

Dengan sedikit berlari Hyuna begegas menuju ruangan Kepala Sekolah. Ia terus berlari, ia tak ingin berita besar ini hilang begitu saja. Ia menempelkan handphone di telinganya, berusaha menghubungi seseorang.

“Halo?” sapa orang diseberang.

“Eunjung-ah, ini gawat. Cepat ke sekolah sekarang juga!”

“Ada apa?” suara Eunjung terdengar gelisah.

“Aku tidak bisa memberitahukannya sekarang. Yang terpenting kau sudah harus sampai disini. Cepatlah!” Hyuna berhenti berlari, ia sudah kehabisan napas. Karena ia menelepon sambil berlari, ia jadi cepat kehabisan napas.

TOK! TOK!!

Hyuna mengetuk ruangan Kepala Sekolah.

Seseorang di dalam menyuruh untuk masuk. Dia adalah Miss Kim, Kepala Sekolah SMA Daeguk. Miss Kim menanyakan keadaan Hyuna karena dilihatnya seluruh wajah Hyuna dipenuhi dengan keringat serta Hyuna terlihat sangat letih. Ia mempersilahkan Hyuna untuk duduk dihadapannya.

“Tenangkan dirimu,” ujar Miss Kim.

Hyuna menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya, berulang kali. Hingga ia terlihat agak tenang. “Bu, ini gawat!” ujar Hyuna histeris.

“Tenang, nak. Siapa namamu?” Miss Kim berkata lembut.

“Tidak ada waktu lagi untuk memperkenalkan diri. Ini gawat, Bu! Ini gawat!”

“Apanya yang gawat?”

“Minho, Choi Minho dari kelas 12-2 telah membunuh Jiyeon.”

Miss Kim masih tenang, tak terlihat panik sama sekali. “Kau punya bukti?” tanya Miss Kim meragukan tuduhan Hyuna terhadap Minho.

.

.

.

.

.

Author POV

Hyuna merekam semua percakapan antara Minho dan Suzy menggunakan handphonenya. Hyuna merasa hal itu diperlukan sebagai bukti nyata bahwa Minholah yang telah membunuh Jiyeon. Memang Hyuna tidak tahu kronologis pembunuhan tersebut, tapi masa bodo dengan hal itu, yang terpenting sekarang adalah sebuah bukti kuat. Bukti yang dapat menjatuhkan Minho di pengadilan nanti. Hyuna sudah berniat untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib agar Minho dipenjara. Yang sangat didambakannya saat ini adalah agar Minho dihukum mati. Hyuna sangat sayang kepada Jiyeon jadi ia ingin agar Minho diberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang diperbuatnya.

Hyuna yang tadinya ingin membaca di taman tak sengaja mendengar pembicaraan kedua individu tersebut dan dengan sigap Hyuna bersembunyi di belakang tembok, alih-alih ingin menguping pembicaraan Minho dan Suzy.

Dan semuanya terkuak. Perbuatan fatal yang Minho lakukan, sangat terdengar jelas di telinga Hyuna.

.

.

.

.

.

Hyuna POV

“Aku memiliki bukti rekaman pembicaraan Minho dan juga Suzy. Ini dia,” Hyuna menyetel hasil rekaman itu.

“Jadi, kau ingin melaporkanku? Begitu? Alasanku membunuh Jiyeon semuanya itu aku lakukan demi dirimu, Suzy-ah!”

     “Bukan begitu. Aku hanya..”

Hyuna mengulang perkataan Minho, “….Alasanku membunuh Jiyeon semuanya itu aku lakukan demi dirimu, Suzy-ah!”

     “Sekarang semuanya sudah jelas. Minho adalah seorang pembunuh. Dia pembunuh!” Hyuna menekankan perkataannya yang terakhir.

Sekarang wajah Miss Kim terlihat sangat kaget. Bagaimana tidak? Minho adalah anaknya, anak kandungnya sendiri. Tidak mungkin anaknya melakukan hal sekejam itu. Tidak mungkin. Memang statusnya sebagai Ibu dari Minho sengaja dirahasiakan, jadi tidak ada satu orang pun yang mengetahui kebenarannya.

Miss Kim tak dapat berkata-kata lagi, lidahnya kelu. “Tidak mungkin.. ini tidak nyata ‘kan?” kedua mata coklatnya menatap Hyuna, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Ini nyata. Saya sama sekali tidak mengada-ada! Bagai..” perkataan Hyuna terpotong oleh dering handphone miliknya. “Halo? Eunjung-ah, kau sudah sampai? Cepatlah ke ruang Kepala Sekolah.”

Hyuna menyudahi percakapannya dengan Eunjung, “Jika Eunjung tahu apa yang terjadi. Saya yakin dia pasti sangat shock. Eunjung itu adalah Adik Sepupu Jiyeon. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia mengetahui hal ini.” Suara Hyuna mulai bergetar, ia sedang menahan tangis.

Miss Kim berusaha menahan emosi yang berkecamuk di dalam pikirannya. Hampir saja ia menangis di hadapan Hyuna. Dadanya sakit. Sesak rasanya. Miss Kim terus berusaha mengontrol dirinya. Air matanya siap menetes. Namun sebelum hal itu terjadi, Eunjung sudah muncul dari balik pintu lalu ia duduk di sebelah Hyuna.

“Ada apa, Hyuna-ah? Kenapa kau memanggilku kesini?” tanya Eunjung. “Kenapa kau menangis?” Eunjung mendapati bekas air mata yang ada di pipi Hyuna.

“Aku tidak menangis,” elak Hyuna. “Sungguh.” Hyuna berusaha menyakinkan Eunjung, namun Eunjung tidak bodoh. Ia tahu ciri-ciri orang yang baru saja menangis.

“Jangan bohong. Katakan saja, sebenarnya ada apa ini?” Eunjung tersenyum kecut, firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres menimpa Hyuna. Dugaan Eunjung salah, kenyataannya adalah bahwa sesuatu telah menimpa dirinya. Sesuatu itu akan membuat Eunjung terpukul jika ia mengetahuinya.

Miss Kim menyudahi perang batinnya. Ia sudah terlihat santai saat ini, “Ibu sangat sedih mendengar hal ini. Kebenarannya adalah Minho telah membunuh Jiyeon.”

Eunjung menutup mulutnya dengan sebelah tangan, matanya sudah berkaca-kaca. Kini air matanya mengalir deras. Hyuna yang berada disebelahnya berusaha menenangkan Eunjung, sesekali ia memeluk tubuh Eunjung. Ia juga turut menangis karena melihat reaksi Eunjung.

“Tenangkan dirimu, Eunjung-ah..”

Miss Kim melanjutkan perkataannya, “Minho adalah putraku.”

Satu kalimat itu membuat Eunjung semakin menangis histeris. Hyuna tetap setia memeluknya.

“Minho putra kesayanganku, dan Jiyeon adalah Eonnimu. Benar begitu, Hwang Eunjung? Ibu yang mengetahui hal ini sangat terpukul, demikian juga denganmu. Ibu mengerti bagaimana perasaanmu saat ini. Maaf..”

Eunjung menangis seperti anak kecil yang tak dipenuhi keinginannya oleh Orangtuanya.

Dengan berat hati Miss Kim berdiri dari tempatnya duduk lalu bergegas ke meja kerjanya untuk menelepon. Terlihat seperti Ibu yang jahat memang karena ia melaporkan anaknya sendiri kepada polisi, namun apa daya, Minho yang bersalah dan ia patut menerima resikonya.

.

.

.

.

.

Minho dijatuhi hukuman 16 tahun penjara, ia dipenjara seumur hidup.

.

.

.

.

.

Suzy POV

     Hmm.. aku kembali kepada kehidupanku yang dulu sejak Sunbae meninggalkanku. Bully? Aku pantas menerima itu. Ya.. kini aku kembali sengsara. Tak apa, selama apa pun Sunbae di penjara, aku tetap akan menunggunya. Walau itu berarti aku akan menderita kembali. Eunjung dan Hyuna terus memukuliku, kini merekalah pengganti Jiyeon. Mungkin ini memang sudah takdirku.

.

.

.

.

.

Author POV

     “Hei, lihat. Dia itu pacar si pembunuh,” semua orang berbisik-bisik ketika melihat Suzy yang sedang berjalan di lorong.

“Mengerikan!”

“Kau tahu? Semalam Minho meninggal.” Pernyataan tersebut sampai ke telinga Suzy, “Ya. Ia meninggal karena dipukuli habis-habisan oleh tahanan lainnya. Tadinya sempat sekarat, namun sesampainya di rumah sakit nyawanya sudah tak terselamatkan lagi. Kasihan sekali ya..”

Suzy mematung, ia tak bergeming. Otaknya seketika itu juga tak dapat berpikir.

“TIDAK!! TIDAK MUNGKIN!! SUNBAE!!!!” jerit Suzy histeris. Ia seperti orang yang sedang kerasukan, matanya terlihat menyeramkan.

.

.

.

.

Angin berhembus kencang. Suzy berdiri di ujung atap sekolah, dimana tidak ada pembatas apa pun disana. Ia sudah mempersiapkan dirinya untuk menyusul Minho pergi.

“Ini saat yang sangat kutunggu-tunggu..” Suzy menatap kosong ke depan. “Aku datang, Sunbae..” sebelum menjatuhkan dirinya ia sempat tersenyum. Senyuman itu terlihat sangat sedih. Sangat menyayat hati.

BRAKK!!

Tubuh Suzy sudah diselimuti darah begitu tubuhnya yang terhempas tadi sampai di bawah sana. Kepala Suzy pecah, otaknya keluar. Ia bunuh diri dari puncak tertinggi SMA Daeguk, kira-kira dari ketinggian 100 meter Suzy melompat.

Seluruh mata yang melihat mayat Suzy menatap dengan ngeri.

.

.

.

.

THE END

Jreng jreng~ ini dia lanjutanya hohoh ottokhae?. gimana2?.. twoshoot yg endnya… /\/\__/\_/\/\/\/\_____

dan aku mau ngasih bocoran nanti aku bakal publish ff itu oneshoot dan itu menurutku ff oneshoot terpanjang hahah. cuman kalo jadi ya :p. and don’t be silent readers^^. Semakin kalian banyak coment dan interest semakin semangat aku bikin ffnya~ :3 klo kalian gk coment/like berasa hampa /.\ jadi jangan lupa comenta^^ coment kalian berarti~.. seneng udh ngluari beberapa FFku^^ dri yg judulnya Missing You,ETERNALY,Goodbye my friends >.< selamat menikmati readers❤ salam exomoons :3

15 responses to “[TWOSHOOT] – I CAN’T FORGIVE YOU! #2

  1. huaaa… sedih, yg jahat mesti dihukum… g rela banget yg bully tetep hidup..mereka harus mati #evilsmile

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s