[ONESHOOT] Regret

Regret

Title : Regret

Author : MJS

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Jung Eunji

Rating : PG-13

Genre : romance, sad

Lenght : oneshoot

Author PoV

Menyesal, bersalah, kecewa. Itu yang dirasakan Jiyeon sekarang. Ia hanya duduk terdiam sembari menunduk. Tanpa menghiraukan pria didepannya yang sudah menatapnya sejak 3 jam yang lalu tanpa suara. Keheningan terjadi diruangan itu. Jiyeon hanya bisa menahan airmatanya untuk tidak turun. Dan Kim Myungsoo, Ia sudah lelah sebenarnya. Namun apa boleh buat, Jiyeon tetap menyesali segalanya.

“Maafkan aku, aku sungguh tidak menginginkan ini.” ujar Jiyeon membuka suara. Suaranya sedikit serak, menandakan Ia menangis. Namun Ia masih berpegang teguh untuk menundukkan wajahnya.

“Jangan seperti ini, Jiyeon-ah.” Perlahan, Myungsoo mengangkat wajah Jiyeon dan menghapus airmata yang membasahi pipi dan rambut hitam pekatnya. Myungsoo menghela nafas, tidak hanya untuk Jiyeon. Ini juga berat untuknya, tapi Jiyeon sahabatnya. Sahabat yang sudah hadir dihidupnya 20 tahun yang lalu.

“Aku yang akan berbicara padanya.” lanjut Myungsoo.

“Andwae, aku yang menyebabkan hal ini terjadi. Aku juga yang harus menyelesaikannya.”

“Kau tidak lihat kemarin Eunji saja tidak berkata sepatah katapun padamu. Bagaimana bisa kau berbicara dengannya? Aku yakin dia akan mengerti keadaan kita.”

“Tapi Eunji sahabatku, Myungsoo! Dia termasuk orang yang sangat penting dihidupku, sama seperti kau!” tegasnya. Myungsoo menghela nafas sabar, “Dia juga orang yang berarti bagiku, Jiyeon-ah. Aku ingin dengan meluruskan semua ini, tidak ada yang terluka.”

“Kita semua terluka. Apalagi Eunji! Kalian berpasangan selama 2 tahun dan gara-gara aku, kau harus menikah denganku! Aku benci keadaan seperti ini Myungsoo!”

“Karena itu berhenti menyalahkan dirimu sendiri!” ujarnya sedikit membentak Jiyeon yang masih menyalahkan dirinya.

“Semuanya sudah terjadi Jiyeon, tak ada yang bisa kita lakukan selain menjalaninya..” Ucapan Myungsoo melembut kembali.

“Aku tidak bisa, Myungsoo.. Aku tidak bisa-”

“Sudah malam. Tidurlah, tenangkan pikiranmu. Jangan membuat dirimu sendiri terluka.” Myungsoo segera menutupi tubuh Jiyeon dengan selimut dan dirinya ikut membaringkan diri disamping Jiyeon.

“Kumatikan lampunya, ya?” Jiyeon hanya mengangguk pelan tanpa mengatakan sepatah katapun. Jiyeon belum tertidur ditengah kegelapan. Ia masih berusaha menyembunyikan isakannya.

“Keumanhae, Jiyeon-ah. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Tidak bisakah kali ini saja kau menuruti perintahku?” Myungsoo segera memeluk Jiyeon dari belakang.

“Aku takkan mengecewakanmu. Kita sudah bersama, tak ada yang menghalangi kita lagi.” balas Myungsoo menduduk kepalanya pada bahu Jiyeon. Jiyeon tersenyum tipis, “Gumawo.”

Setidaknya itu penyemangat baginya.

Keesokkan paginya, Jiyeon terbangun seperti biasa. Ia menyadari ucapan Myungsoo, ada benarnya juga. Mereka hanya bisa menjalani semua ini. Sekalipun selalu terlintas dibenaknya, menganggap semua ini kesalahan ayahnya. Ayahnya yang membuatnya seperti ini.

Sebenarnya, sebelum meninggal, beliau memberitahukan Myungsoo yang notabene-nya sebagai kekasih Eunji untuk menikah dengan Jiyeon. Ia mengira, Myungsoo adalah kekasih Jiyeon karena mereka bahkan selalu terlihat bersama. Akhirnya, mau tak mau mereka harus menikah. Meskipun belum ada pesta, dan tentu belum memiliki kartu pernikahan.

“Myungsoo-ya, ireona. Aku sudah menyiapkanmu sarapan,” ujar Jiyeon sedikit menggoyangkan tubuh Myungsoo. Myungsoo menggeliat perlahan dan membuat Jiyeon tertawa kecil.

“Hmm, arasseo. Kau tunggulah diluar.” Jiyeon hanya tersenyum dan berjalan keluar kamar. Ia kembali merapikan tatanan makanan yang sudah disiapkannya. Tak lama kemudian, Myungsoo datang dengan kemeja rapi yang membuatnya semakin tampan.

“Makanlah dulu.” sahut Jiyeon yang disertai anggukan dari Myungsoo.

“Myungsoo-ya, begini saja. Aku merelakanmu untuk terus bersama Eunji, sampai kau siap untuk benar-benar menikahiku.”

“Jiyeon-ah, perlu kukatakan berapa kali? Aku mengatakan aku sekarang hanya memilikimu. Aku yang akan mengatakan pada Eunji tentang semuanya, kau tenang saja.” balas Myungsoo sambil menguyah makanannya. Sekalipun Ia sedang berusaha menahan emosinya begitu mendengar Jiyeon kembali mengungkit-ungkit makanan ini.

“Aku pergi.” balasnya. Jiyeon hanya menatap kepergiannya dengan sendu. Terlihat rasa kasihan melihat Myungsoo yang harus menahan perasaannya demi Jiyeon.

Eunji PoV

Aku hanya terdiam dirumah sembari memainkan ponselku asal. Tak peduli sudah berapa kali aku tak sadar telah menjatuhkannya. Lalu mengambil kembali, tanpa sadar. Aku terlalu lelah. Aku terlalu tidak percaya. Aku terlalu gila untuk memikirkan hal itu.

Sejak kemarin malam, airmataku terlalu banyak membasahi wajah dan rambutku yang sekarang tak terurus. Airmataku sudah habis sekarang, aku lelah. Aku menyesal. Aku menyesal kenapa harus mengenal Park Jiyeon dan Kim Myungsoo. Aku menyesal telah menjadi bagian dari mereka. Mereka seperti brengsek yang meninggalkan aku sendiri.

Bagaimana bisa hanya dengan waktu 5 menit hubungan kami langsung berakhir? Ia mengatakan yang sebenarnya hanya lewat telepon, untuk hubungan kami yang sudah berjalan 2 tahun? Semudah itu Ia melakukannya untuk Jiyeon. Ia terlalu sering mengecewakanku untuk Jiyeon.

Pada saat kami akan melakukan kencan, Ia seenaknya membatalkan karena Jiyeon ingin pergi bersamanya. Saat aku membutuhkannya, Ia mengatakan Jiyeon lebih membutuhkannya. Saat aku kehilangan kedua orangtuaku, dengan bodohnya Ia mengatakan Ia tak dapat menemaniku karena Jiyeon kehilangan ponselnya.

“Siapa kau cintai Kim Myungsoo?!!” teriakku. Tanpa sadar, airmata yang kurasa sudah habis malah kembali menetes di wajahku.

“Aku membenci kalian berdua,” Ponselku berdering.

“Eunji-ah..” Suara Jiyeon menyadarkanku, namun aku hanya terdiam mendengarkan seluru kata-katanya.

“A-Aku memberimu waktu 24 jam untuk membuat Myungsoo kembali padamu.. Aku tidak ingin hidup dengan penyesalan.” Aku tertawa sinis, begitukah kemauannya?

“Jika Ia akan kembali padaku, apa yang kau inginkan?”

“Aku hanya menginginkan kau memaafkanku.” Aku terdiam. Sebesar itukah rasa bersalahnya?

“Baiklah, aku akan menemuinya sekarang.”

Author PoV

Sudah waktunya makan siang, Myungsoo segera membereskan seluruh dokumennya. Baru ingin berdiri, seseorang mengetuk pintu dan membukanya. Membuat Myungsoo terpaku seketika. Ia hanya tersenyum hangat seraya berkata, “Kajja, sudah waktunya makan siang.”

Myungsoo tak bisa berkutik melihat perlakuan Eunji padanya. Ia jujur ingin memberitahu apa tujuan Eunji melakukan ini. Bukankah Ia sudah mengatakan pada Eunji bahwa hubungan mereka berakhir? Bahkan berulang kali Myungsoo memalingkan wajahnya begitu melewati meja kerja Eunji. Kini Ia masoh menikmati Triple Chocolate Cakenya.

“Kenapa menatapku? Heran ya?” tanya tertawa kecil. Myungsoo hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Eunji-ah, kita..”

“Dengarkan aku Myungsoo. Apa yang kau sukai dari Jiyeon? Kenapa kau lebih memilihnya? Hanya itu pertanyaanku. Yang sama sekali belum kau jawab.” Myungsoo menghela nafasnya. Ya, Ia memang harus mengatakannya agar Eunji percaya.

“Awalnya aku memang masih mencintaimu, oleh karena itu aku sama sekali tak ingin mengadakan pesta pernikahan. Namun, semakin kupikir lagi, aku terlalu kejam padanya. Bagaimana bisa aku melakukan itu pada Jiyeon? Ia sekarang berpikir kalau bagiku Ia tak berarti lagi,”

“Aku selalu menahan emosiku setiap kali Ia berusaha menahan tangisnya saat kembali menyesal dengan keputusan ayahnya sendiri. Dan kau tahu kenapa aku marah? Karena aku baru sadar bahwa selama ini yang kucintai hanya dia. Maafkan aku, aku sadar bahwa selama ini aku tak menganggapmu lebih dari teman,”

“Disaat kau benar-benar membutuhkanku, aku sangat khawatir. Tapi aku leih khawatir jika Jiyeon yang membutuhkanku. Maafkan aku, seharusnya aku tidak menjadikanmu kekasihku. Sebelum kita bersama, aku mencintai Jiyeon. Namun, aku menyadari bahwa Ia mencintai Minho hyung. Sejak itu, aku melampiaskannya padamu, aku sungguh minta maaf-”

“Aku sudah mengerti. Tak perlu diteruskan. Mungkin kau bertanya-tanya dengan sikapku kan?” Eunji menghela nafasnya.

“Jiyeon. Jiyeon yang menyuruhku untuk memilikimu selama 24 jam untuk membuatmu kembali padaku.”

“MWO??” Emosi Myungsoo memuncak begitu mendengar nama Jiyeon. Jiyeon yang menyuruh Eunji melakukan ini? Apa Ia sama sekali tak pernah percaya pada dirinya? Jiyeon anggap apa dirinya?

“Kim Myungsoo, dengarkan aku dan jangan bicara. Kau tidak bisa marah pada Jiyeon, karena berkatnya sekarang aku mengerti apa yang harus kulakukan sekarang,”

“melepasmu. Itu cara terbaik. Mendengar jawabanmu yang menyukai Jiyeon, aku sadar. Tak ada lagi cara lain untuk masuk ke hatimu. Maka temuilah Jiyeon. Aku menemukan diary-nya didalam tasku dan Ia menulis bahwa Ia mencintaimu. Minho oppa hanyalah kakak baginya. Namun begitu Ia mengetahui kau telah menjadi miliku, Ia hanya mampu menyembunyikan perasaannya,”

“Semuanya berawal dariku. Seharusnya aku tidak mengenal kalian. Karena itu, pulanglah sekarang dan selesaikan masalahmu dengan baik. Untuk rapat, aku dan Siwan dapat menggantikannya. Pergilah.” ujarnya tersenyum kecut. Myungsoo pun ikut tersenyum, “Terimakasih, aku tahu kau yeoja baik.” Ia langsung melesat pergi keluar.

“Aku menyerah, Park Jiyeon. Kim Myungsoo milikmu. Dari dulu sampai saat ini dan selamanya. Aku lelah harus memiliki rasa egois jika memaksa Myungsoo.”

“E-Eunji yang memberitahu semuanya?” Jiyeon terkejut mendengar penuturan Myungsoo barusan. Myungsoo hanya mengangguk sekilas dan tersenyum tipis.

“Aku masih tidak menyukai caramu pada Eunji.” Jiyeon tersenyum. “Mian, aku hanya merasa kau masih membutuhkan Eunji.” balasnya.

“Tetap saja, aku itu mencintaimu.”

“Aku juga melakukan itu supaya kau bahagia, aku mencintaimu.” ujarnya sengit.

“Arraseo arraseo. Kim Jiyeon milikku sekarang.” Jiyeon hanya tersenyum senang melihat Myungsoo yang memeluknya mesra. Dalam hati Ia mengatakan, ‘Terimakasih Jung Eunji. Semoga kau jauh lebih bahagia dariku atas pengorbananmu ini.’ batinnya balas memeluk Myungsoo.

END.

Ini publishan ff pertamaku lho😁 hehe. Kritik dan saran diperluin banget. Kenalan juga dongg, aku 02line. Muda kan?😃

34 responses to “[ONESHOOT] Regret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s