[Ficlet] Really Sorry

really sorry

Cast:

Park Jiyeon & Kim Myungsoo

Genre:

Romance | Drama | Sad

Length:

Ficlet [About 900 words]

Rating:

G / General

FF ini udah pernah aku publish di blog pribadi dan blog sebelah

Sorry for typos

 

Sepulang sekolah, Jiyeon sangat bersemangat mengikuti kursus unik yang menurutnya sangat berguna untuk hubungannya dengan namja yang sangat ia cintai, Kim Myungsoo. Setiap pulang sekolah, Jiyeon menghabiskan waktunya 2 -3 jam untuk mengikuti kursus membuat cupcake. Dia ingin menjadi ahli cupcake terkenal dengan cupcake-cupcake buatannya yang lucu dan imut.

Yeoja yang gemar mengoleksi barang-barang cute itu tidak lupa memberikan minimal satu cupcake buatannya pada Myungsoo.

Setelah pulang dari kursus membuat cupcake hari ini, Jiyeon berencana mengupload foto-foto cupcakenya dan mengirimkan sebagian foto itu ke akun SNS milik Myungsoo. Meski tanggapan Myungsoo hanya satu kata ‘Gomawo’, Jiyeon tetap bersemangat membuat cupcake dan memberikannya pada Myungsoo. Malam ini, Jiyeon mengirinkan pesan pada Myungsoo kalau dirinya akan menunggu Myungsoo di taman untuk memmberikan cupcake buatannya. Jiyeon masih memakai seragam sekolahnya lengkap dengan kemeja, pita dasi, rok pendek, dan blazernya. Mungkin orang-orang yang melihatnya mengira kalau dirinya sedang tersesat atau bahkan kabur dari rumah. Jiyeon tidak mempedulikan tanggapan orang lain.

Dengan kesabaran tingkat tinggi, Jiyeon menunggu Myungsoo di taman. Dia duduk di sebuah ayunan lalu mengayunkannya perlahan.

30 menit telah berlalu namun Myungsoo belum menampakkan wajah tampannya. Jiyeon tetap optimis kali ini Myungsoo tidak akan membiarkannya menunggu lama di taman sendirian. Satu jam sudah Jiyeon menunggu Myungsoo. Dia merasa lelah sekali. Bahkan tubuhnya belum sempat berbaring di tempat tidur karena dari pagi sampai sore ia sekolah dan setelah itu kursus membuat cupcake hingga jam tujuh malam. Cupcake yang ia buat dengan penuh cinta kini sudah tidak sebagus saat baru saja dibuat. Jiyeon mendesah pelan. Apakah kali ini Myungsoo akan mengecewakannya lagi? Berulang kali Jiyeon mendapat penolakan dari Myungsoo, tetapi berulang kali pula Jiyeon memberikan cupcake-nya pada Myungsoo.

“Eotteohke? Apakah Myungsoo tidak suka padaku? Atau pada cupcake ini? Setidaknya dia punya perasaan dan menghargai jerih payahku.”

Malam itu langit menampakkan kilatan halilintar yang memberikan tanda bahwa hujan akan turun sesegera mungkin. Jiyeon tetap tidak bergerak. Ia tahu kalau sebentar lagi hujan akan turun deras. Ia melihat ke atas. Menyaksikan kilatan cahaya putih itu.

“Hatiku sudah hancur, jangan kau hancurkan lagi. Apa kau sedang menertawakanku? Atau kau sedang prihatin padaku?” Jiyeon bicara pada langit yang kini telah menitikkan air hujannya.

Airmata Jiyeon mengalir seiring dengan turunnya air hujan. “Kenapa kau ikut menangis? Kenapa kau tidak menghiburku? Aku adalah yeoja tidak berguna yang menyukai namja tampan seperti Myungsoo. Aku adalah yeoja yang jelek, yang terlalu manja hingga tidak tahu bagaimana perasaan Myungsoo yang sebenarnya. Aku adalah yeoja yang egois karen selalu memaksakan kehendakku sendiri. Tapi… tapi apakah aku berdosa jika aku menyukai Kim Myungsoo?” Jiyeon berteriak dengan tangisnya di dalam derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul. Segala barang yang dibawanya basah terkena air hujan, termasuk cupcake yang telah dibuatnya dengan susah payah sepulang sekolah tadi. Yeoja itu basah kuyup dan menggigil kedinginan.

Taman begitu sepi. Jalanan pun sepi. Hanya ada satu atau dua orang yang berjalan tergesa-gesa agar segera sampai di tempat tujuan.

Jiyeon berdiri lalu mengayunkan kakinya yang terasa pegal-pegal. Dalam derasnya hujan malam itu, dia nekad berjalan pulang sendirian. Airmata yang mengalir deras dari kedua ujung manik mata indah miliknya telah bercampur dengan air hujan. Tangan kanannya masih menggenggam tas kotak kecil yang berisi cupcake cute buatannya yang tidak mungkin ia berikan kepada orang lain selain Kim Myungsoo. Selalu begini. Kim Myungsoo selalu menghindarinya bahkan tidak mengangganya ada.

Hujan semakin deras. Jiyeon masih berjalan menyusuri jalanan kota Seoul. Tubuhnya yang basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki telah membuatnya tambah sedih. Setega itukah Kim Myungsoo pada dirinya?

Langkahnya mulai melemah. Kepalanya terasa berat. Pandangannya semakin tidak jelas, kabur. Jiyeon mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya. Hasilnya nihil. Dia tetap tak dapat melihat dengan jelas. Jiyeon menghentikan langkahnya. Dia mnunduk memandang jalan beraspal yang berlinang air hujan. Sesaat kemudian dia melanjutkan perjalanannya menuju rumah sederhana milik keluarganya. Jiyeon berjalan dengan sempoyongan.

“Jiyeon-a…” tiba-tiba ia mendengar suara namja yang sangat ia harapkan datang sebelum hujan turun tadi.

Jiyeon tidak yakin kalau itu adalah suara Myungsoo. Dia pasti sedang berhalusinasi karena terlalu memikirkan namja itu. Hatinya sudah terlanjur sakit bahkan sudah hancur berkeping-keping. Jiyeon berusaha kuat agar dirinya tidak pingsan.

“Yaak, Park Jiyeon!”

Suara itu terdengar lagi. Jiyeon berhenti. Perlahan-lahan ia membalikkan badannya.

“Kim Myungsoo…” lirihnya. Eksresi wajahnya datar, tidak ada keceriaan seperti biasanya saat dia melihat Myungsoo ada di depannya.

Myungsoo mendekat.

“Jangan mendekat! Jangan coba-coba melangkahkan kakimu lagi.” Jiyeon melangkah mundur.

“Jiyeon-a…” lirih Myungsoo. Ia prihatin dengan kondisi Jiyeon yang sangat kacau.

“Kau tidak perlu lagi peduli padaku, Kim Myungsoo. Kau tidak perlu lagi melihat dan memakan cupcake-ku. Kau tidak perlu lagi membalas SNS-ku. Maafkan aku. Maafkan kesalahanku yang telah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Maafkan aku telah mengganggu hidupmu. Maafkan aku yang telah memaksakan perasaanku, d, dan memaksamu menerimaku. Aku telah menerobos masuk ke dalam kehidupanmu. Ak ubenar-benar yeoja tidak punya harga diri. Sekarang kau boleh pergi. Lanjutkan hidupmu karena aku tidak akan mengganggumu lagi. terimakasih kau sudah meluangkan waktumu untukku. Terimakasih telah berulang kali mengabaikanku dan mengecewakanku.” Jiyeon terduduk lemas di tempatnya. Kedua kakinya tidka sanggup lagi menopang tubuhnya. Tak berapa lama pun dia jatuh pingsan.

“Jiyeon-a, ireona! Mian aku selalu mengecewakanmu. Aku selalu meremekanmu. Aku baru sadar kalau ternyata cintamu begitu tulus padaku. Aku telah berulang kali mengabaikanmu tetapi kau terus baik padaku. Jongmal mianhae…”

Jiyeon tidak sadarkan diri dan Myungsoo menangis di dalam derasnya guyuran hujan malam itu.

End.

Eotteyo? Comment juseyo…

gomawo

39 responses to “[Ficlet] Really Sorry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s