Winter Confession[Chapter Four]

“Aktingmu bagus sekali, Jiyeon!”

Minho memberi Jiyeon sekaleng milo,Jiyeon membukanya dan dengan cepat meneguknya sampai habis.

“Makasih, Minho.” Jiyeon tersenyum.

“Oh ya, apa yang ingin kaubicarakan?”tanya Minho.

Jiyeon menghela nafas. Kaleng milo yang sudah kosong dia lempari ke tong sampah.

“Ayo… kita pacaran.”

Mata Minho membesar. Jiyeon tertawa karena reaksi lucu itu.

“K-Kenapa kau tertawa?!”

“Reaksimu lucu sekali. So cute.

“Kamu… mengajakku pacaran?”

“Iya. Sudah kuputuskan. Aku ingin move-on dari Myungsoo, dan berpindah untuk mencintaimu.”

Jiyeon tersenyum. Momen-momen saat dia bersama Myungsoo, tiba-tiba muncul di kepalanya. Entah kenapa. Walaupun sudah 4 tahun dia menangis hanya gara-gara penderitaanya saat melihat Myungsoo memacari cewek lain. Dan sekarang, dia ingin sekali mencintai Minho. Membiarkan Myungsoo bersama Suzy saja.

“Baiklah. Ayo kita pacaran.” Sahut Minho.

—————————————————————-

Myungsoo menjawab teleponya yang sudah bergetar sejak tadi. Terdengar suara pacarnya, Suzy.

“Myungsoo-ah! Maaf kalau aku tidak bisa datang menonton drama-mu. Sebagai permintaan maaf, aku sudah menyiapkan mu hadiah.:)”

“Oh~Benarkah?”

“Ya! Temui aku di Art Room, okay? Maaf kalo aku agak telat.”

“Jangan khawatir. Akan kutunggu.”

CALL ENDED

Myungsoo berjalan masuk ke changing room dan mengganti bajunya. Setelah itu, dia pun ke Art Room.

Tapi dia melihat sesuatu yang tak enak-pemandangan Minho dan Jiyeon menggandeng tangan. Erat-erat.

“M-Myungsoo…”Jiyeon pun kaget. Dengan cepat dia melepaskan tanganya.

“Hei. Kenapa kau lakukan itu?” tanya Minho.

“Aku hanya gugup karena ini pertama kali aku memacari seseorang.”

“Kalian… pacaran?” tanya Minho.

“Ya.”

“Selamat, kalau begitu. Jaga dia baik-baik, Minho. Kadang-kadang pikiran dia suka kemana-mana.”

“Tentu. Serahkan semuanya kepadaku~”

Myungsoo melanjutkan perjalananya ke Art Room. Hati dia sangat kacau sekarang. Melihat Jiyeon memacari Minho, walaupun dia yakin dia tak pernah menyukai Jiyeon.

Myungsoo memasuki ruangan itu dan dengan cepat dia membanting pintunya.

Dia menunggu 5 menit disana.

10 menit.

20 menit.

Kenapa Suzy lama sekali?

Karena tidak sabaran(?) dia keluar dari Art Room dan mengintip ruangan lain, bisa saja dia salah dengar. Dan ada satu ruangan yang menarik perhatianya.

Di ruangan itu- Ada Suzy.

Oh. Dia tak sendirian. Ada Oh Sehun. Mereka berduaan.

Credit: Cicil@HSG

16 responses to “Winter Confession[Chapter Four]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s