[TWOSHOOT] – I CAN’T FORGIVE YOU!

PicsArt_1424140811609
Title : I Can’t Forgive You!

Author : exomoons

Genre : Romance, Psikopat, School-Life

Lenght : Two Shoot

Rating : PG-15

Cast :

  • Choi Minho SHINEE as Minho
  • Suzy Bae MISS A as Suzy
  • Park Jiyeon T-ARA as Jiyeon

Other Cast:

  • Hwang Eunjung T-ARA as Eunjung
  • Im Hyuna 4MINUTE as Hyuna

Summary : “Beginilah aku, dengan segala kesengsaraanku. Aku berharap suatu saat nanti aku dapat menjalani hidup seperti orang-orang pada umumnya. Aku tidak meminta hidup yang mewah, setidaknya hidup normal. Itu sudah cukup bagiku. Dan aku puas dengan hal itu.”

.

.

.

Author POV

Semua bermula sejak saat itu.

“Haha.. rasakan itu! Dasar wanita penggoda! Harusnya kau mengaca dulu sebelum menyukai Minho Oppa!” ujar seorang gadis berambut pirang yang bernama asli Park Jiyeon, ia merupakan ketua dari sebuah genk, genk yang terkenal ‘wah’ di SMA Daeguk. Bersama-sama dengan kedua temannya yang lain, Eunjung dan Hyuna, ia memperlakukan seorang gadis dengan kasar. Gadis yang ia hajar habis-habisan itu hanyalah gadis lugu, dilihat dari caranya berpakaian terkesan seperti seorang yang culun. Kacamata yang kebesaran, baju yang rapi dimasukkan sopan ke dalam rok, dan rambut halusnya yang diikat satu ke belakang.

     Jiyeon menarik kerah Suzy, gadis malang itu. “Sekali lagi aku lihat kau bersama Minho Oppa, kau akan mati! Awas kau!”

     Ketiga gadis itu sudah keluar dari toilet, mereka membiarkan Suzy tergeletak begitu saja di lantai. Saat ini toilet sedang sepi karena sudah jamnya pulang dan mungkin di sekolah hanya ada dia seorang.

     Air mata yang sedari tadi ditahannya mulai berjatuhan perlahan, satu demi satu. Ia hanya ingin hidup tenang. Sejak duduk di sekolah dasar, beginilah nasibnya. Selalu di bully oleh semua orang, tak hanya temannya, bahkan gurunya sering kali memperlakukannya seperti binatang. Ia tak pernah mempunyai seorang teman.

     Suzy tidak memiliki orangtua. Mungkin ada, mungkin juga sudah meninggal. Ia tidak pernah bertemu dengan mereka. Ia juga tidak pernah merasakan kasih sayang yang sepantasnya dirasakan seorang anak. Suzy merupakan anak buangan. Ia dibuang ke panti asuhan, tempatnya tinggal sekarang.

     Darah Suzy berceceran di lantai. Kini darah itu mengering karena 3 jam sudah ia terkulai lemas di lantai toilet sekolah. Tak ada yang kunjung menolongnya.

     “Hmm… kuharap aku mati disini,” lirih Suzy.

     “Kau tidak boleh mati disini!” seru sebuah suara.

     Suara itu.. Suzy sangat mengenalnya!

     “Sunbae..?” ujar Suzy memastikan. Ia tidak dapat menatap orang itu dengan jelas karena lampu toilet yang remang.

     Orang itu memegang kepala Suzy lalu membenarkan posisi rambut Suzy yang berantakan. Kemudian orang itu menggendong tubuh Suzy yang lemah akibat pukulan Jiyeon and the genk.

.

.

.

.

.

.

.

Suzy terbangun. “Mmm..” gumamnya. Salah satu tangannya sedang sibuk mencari-cari kacamata.

Matanya yang terpejam kini terbuka lebar. Walaupun ia memiliki mata yang besar, tetap saja tanpa kacamata ia tak dapat berbuat apa-apa. Kelemahannya terletak pada mata.

Suzy berdiri dari tempat tidurnya lalu bergegas mandi.

Butuh waktu 15 menit untuk mandi. Setelah itu Suzy pamit kepada orang-orang panti, dan pergi menggunakan sepeda pinknya.

Jarak dari panti ke sekolahnya kurang lebih 3 km, maka dari itu dia harus berangkat sepagi ini. Biasanya jika sudah pegal, Suzy selalu duduk di bangku di tepi sungai Han. Rasanya sejuk. Seperti sedang berada di gunung.

“Nyaman sekali,” ujar Suzy. Ia melebarkan kedua tangannya, menikmati angin pagi di tepi sungai Han. “Andai saja hidupku dapat seindah ini tiap harinya. Mm.. itu mustahil.” Ia menggeleng keras lalu beranjak dari tempat duduknya untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah.

.

.

.

.

.

.

Choi Minho berjalan menuju kelasnya bersamaan dengan hampir melompatnya jantung Suzy dari posisi semula.

Minho yang berjalan berlawanan arah menatap ke dalam kedua mata Suzy, kemudian lelaki itu melemparkan senyuman manis padanya sebelum ia benar-benar melewati Suzy sepenuhnya. Suzy yang baru saja akan berbahagia kini harus menderita kembali. Ia tertangkap basah oleh mata Jiyeon.

Dengan takut-takut Suzy berjalan sambil menunduk, berusaha menghindari tatapan itu. Namun naas, di depan sana Jiyeon sudah menghadang Suzy.

“Berhenti kau!” Jiyeon mendorong dahi Suzy menggunakan jari telunjuk, berulang-ulang kali. Kuku jari Jiyeon sangat panjang dan tajam. Tiba-tiba saja kuku itu menancap di dahi Suzy.

CRASHH!!

Darah segar mengalir menuruni hidung Suzy. Melihat hal itu Jiyeon malah tertawa senang sedangkan Suzy berusaha untuk tidak terlihat kesakitan. Dahinya yang terluka itu tak terasa sakit namun dadanya sesak. Sakit sekali..

.

.

.

Minho POV

“Sial! Dia berulah lagi. Kali ini sudah tidak bisa kubiarkan!” kukepalkan tanganku tanda geram. Dengan sedikit berlari aku mengikuti Jiyeon yang saat ini sedang menyeret Suzy ke toilet putri.

Toilet putri terkunci dari dalam. “Sial! Aku terlambat!”

Dengan tak sabar aku menggedor pintu toilet.

BUK!! BUK!! BUK!!

“Buka! Buka sekarang juga!!” seruku.

Aku mendengar suara Jiyeon yang sedang tertawa senang. Entah apa yang sedang dilakukannya di dalam sana, aku tak tahu-menahu. Kuharap Suzy baik-baik saja di dalam sana.

“Cepat buka!”

.

.

.

.

.

Jiyeon POV

“Minho Oppa, kaukah itu?” aku menghentikan kegiatanku mencakar, menendang dan menampar Suzy.

Suara di luar sana menjawab. “Ya, ini aku!”

Dengan wajah berseri-seri aku membukakan pintu, dan benar saja pangeranku sudah berada di depanku sekarang. “Oppa!!” erangku kegirangan.

.

.

.

.

.

Author POV

“Minggir kau!” Minho mendorong Jiyeon hingga terpentok dinding toilet. Minho tidak peduli dengan Jiyeon yang sedang meringis kesakitan. Yang saat ini di khawatirkannya hanya Suzy seorang.

“Suzy-ah, bertahanlah. Aku akan membawamu ke rumah sakit.” Ujar Minho panik. Ia menggendong Suzy lalu bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat.

.

.

.

.

.

.

.

.

Suzy koma.

Mengetahui hal itu Minho sangat terpukul, ia merasa dirinyalah yang seharusnya disalahkan.

Minho lalai menjaga orang yang paling disayangnya itu.

Perasaannya campur aduk, antara marah dan juga sedih. Ia marah kepada Jiyeon karena telah menganiaya Suzy. Namun saat ini ia sedang sangat berduka karena Suzy koma. Kedua perasaan itu terus menggerayanginya.

Wajah Minho terlihat sangat menyeramkan, sepertinya ia menyiasati sesuatu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jiyeon sedang menunggu seseorang di tepi sungai Han. Wajahnya terlihat sangat senang. Bagaimana tak senang? Pujaan hatinya tadi meneleponnya dan bilang ingin bertemu. Seketika itu juga hatinya serasa berbunga-bunga.

Sudah 5 menit Jiyeon duduk di bangku di tepi sungai, namun orang yang ditunggunya belum juga datang. Kesal memang, namun saat ini moodnya sedang baik jadi ia masa bodo saja.

Jiyeon bersandar di bangku, lalu menyetel ipodnya.

Tiba-tiba..

“Aaaaaa!!!!” jerit Jiyeon.

Perut Jiyeon tertancap pisau tajam. Seseorang di belakang Jiyeon menghunuskan pisau tepat di sentral perutnya. Jeritan Jiyeon sudah menghilang karena mulutnya sudah terbungkam oleh darah segar yang terus mengalir melewati leher yang kemudian membasahi baju Jiyeon.

“Bagaimana? Sakit ‘kan?” bisik seseorang. “Mau ditambah lagi sakitnya?”

Kepala Jiyeon yang lunglai terjatuh di pundak lelaki yang menusuk Jiyeon. Mata Jiyeon terbelalak kaget mengetahui wajah orang itu. “Op..pa..” lirih Jiyeon, itu adalah tenaganya yang terakhir.

Lelaki itu kembali menghujam perut Jiyeon dengan sebuah pisau kecil namun lancip. Jiyeon yang sekarat sudah tak dapat berkutik lagi. Mata itu mulai menutup perlahan.

Dengan cepat lelaki itu menarik kembali pisau yang ia hunuskan tadi lalu membersihkan sidik jari yang ada pada pisau tersebut. Lelaki itu kemudian membiarkan Jiyeon terkapar di bangku panjang di tepi sungai Han. Ia sudah tidak peduli dan ia sudah terlalu muak terhadap gadis itu.

“Selamat tinggal, Jiyeon-ah.”

.

.

.

.

.

.

.

Minho setia menunggu Suzy di ruang rawat inap. Sesekali ia mengecek suhu badan Suzy. Tangan Suzy di genggamnya erat.

Sudah seminggu ia di rumah sakit dan Suzy tak kunjung siuman.

“Mmm..” gumam Suzy.

Mendengar hal itu Minho segera berdiri dan memegang pipi Suzy, “Bangunlah..” ujar Minho lembut. Air mata yang dicegah Minho sedari tadi akhirnya menetes tepat di kelopak mata Suzy yang tertutup. “Kumohon bangunlah..” Minho memejamkan matanya, ia berharap agar Suzy segera meresponnya.

Jemari hangat seseorang menyentuh pipi Minho, berusaha menghapus derai air mata yang sedari tadi menetes. “Sunbae, jangan menangis..” ia tahu bahwa yang saat ini menangis di hadapannya adalah Minho karena ia sangat mengenal suara itu walau ia tak dapat melihat dengan jelas wajah orang di depannya itu.

Tangan Minho memegang jemari hangat Suzy, kemudian ia menggenggamnya erat. “Cepatlah sembuh. Jangan tinggalkan aku..”

Bunyi napas Suzy yang dibantu oleh tabung oksigen itu terdengar sangat menyakitkan di telinga Minho, membuat air matanya kembali menetes. “Sudah tidak ada lagi yang akan mengusikmu. Aku sudah menyingkirkannya. Jiyeon sudah mati! Cepatlah sembuh dan kau akan kulindungi, Suzy-ah.”

Suzy tersenyum, mata besarnya terkesan sipit karena selain tersenyum ia juga menangis. Ia menangis bahagia, melihat seseorang yang di sukainya menggenggam jemarinya erat.

Minho mengecup dahi Suzy lembut, “Aku mencintaimu. Jadilah kekasihku.”

Suzy mengangguk.

Ini pertama kalinya Suzy menangis bahagia dan ini merupakan akhir dari segala kesengsaraannya. Kini hidup baru menantinya, bersama Minho, lelaki yang disayanginya.

.

.

.

.

.

.

to be continue…

Akhirnya dari berbulan2(?) ada yang terliriskan juga^^ gimana2 ?? hoho ayoo tebak selanjutnya bakal kaya gimana?^^ semakin banyak coment semakin cepet aku publish selanjutnya :p dont be silent readers ya🙂

33 responses to “[TWOSHOOT] – I CAN’T FORGIVE YOU!

  1. Hiihh.. Jiyeon kok jahat banget sih, preman darimana dia?? lagian knpa gak dilaporin kepolisi sampe suzy koma gitu. Bagus thor, tapi cepet banget crita’a. Psikopatnya juga kurang greget, aku pengennya minho lebih sadis nyiksa jiyeon’a#duhh kok malah aq yg sadis?!

  2. yaampun sadis banget ceritanya ‘-‘ haha
    tapi.ini to be continue ?? wahh ditunggu kelanjutannya semoga happy happy aja ya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s