[DRABBLE] YADONG’S BOY IN HOTEL

Yadong's Boy In Hotel Title : Yadong’s Boy In Hotel

Author : Yan Hee

Main Cast :

Park Jiyeon (T-ara)

Byun Baekhyun (Exo)

Genre : Comedy (?), little romance (?)

Rate : T (PG-16)

Poster : PinkSky@HSG

~

Ff ini sebelumnya pernah dipublish di wp pribadiku.

Happy Reading!!! (untuk yang mau baca)

Jangan lupa tinggalin jejak ya!!!

***

Aku tengah berjalan di lorong hotel sembari menggeret koper milikku menuju kamar hotel dengan nomor 366 yang baru ku pesan. Tiba-tiba ada seseorang menyenggol tubuhku membuatku sedikit limbung. Beruntung aku tidak sampai terjatuh. Aku hanya mendengus kesal sambil menatap punggung seseorang yang baru saja menyenggolku tadi. Ternyata yang menyenggolku barusan adalah seorang namja.

Sebenarnya aku ingin marah dan membalas perbuatan namja tadi. Aku menduga namja itu sengaja melakukannya. Tapi yasudahlah, lebih baik aku tidak usah membalasnya lagipula saat ini tubuhku sudah lelah setelah berlibur. Percuma saja kalau aku marah atau membalas namja itu. Toh, nantinya yang rugi aku juga. Aku lalu kembali meneruskan langkahku menuju kamar nomor 366.

Akhirnya tibalah aku di kamar nomor 366. Aku menatap kamar berwarna coklat itu sebelum aku memasukkan kunci ke dalam lubang pintu. Saat aku sudah selesai membuka kunci dan berniat masuk ke dalam, sebuah tangan tiba-tiba melingkar di perutku. Sontak membuatku berteriak karena terkejut. Aku lalu melepas tangan yang melingkar di perutku tersebut dengan kasar. Kemudian membalikkan tubuhku menghadap seseorang yang dengan lancangnya melingkarkan tangannya di perutku.

“Siapa kau? Berani-beraninya kau melingkarkan tangan kotormu itu di perutku” gertakku marah sambil menatap tajam namja itu. Kalau menyangkut masalah seperti ini, aku tidak bisa diam dan menerima. Karena ini adalah bentuk pelecahan.

Aku terus menatap tajam namja itu tapi namja itu malah tersenyum evil. Dan itu membuatku muak.

“Dasar namja berhidung belang. Aku akan memberitahu petugas keamanan tentang bentuk pelecehan ini” ucapku.

Namja itu malah diam dan masih tersenyum evil seolah-olah tidak takut dengan ancamanku. Aku merasa marah, kesal dan tidak terima. Aku lalu berbalik berniat melangkahkan kakiku menuju petugas keamanan yang ada di lantai satu. Tapi sebelum aku melangkahkan kakiku, sebuah tangan memegang lenganku. Tangan itu tak lain adalah tangan namja yang sudah melakukan hal yang tidak senonoh padaku.

Hal yang tidak terduga terjadi, namja itu membalikkan badanku dan langsung mencium bibirku. Aku membelakkan mataku terkejut. Namja itu terus melumat bibirku. Anehnya aku tidak berontak dan malah terdiam dengan apa yang dilakukan namja itu padaku. Setelah beberapa menit, akhirnya namja itu melepas tautan bibirku. Ia memegang bibirku dan tersenyum miring. Aku hanya mengerjap-ngerjapkan mataku.

“Terima kasih ya. Bibirmu benar-benar manis. Aku sangat menyukainya” ucapnya lalu membalikkan badannya masuk ke dalam kamar.

Aku menatap kamar yang baru saja dimasuki namja yadong tadi. “Kamar nomor 396” gumamku.

Aku lalu membalikkan badanku menatap pintu berwarna coklat di depanku. Aku baru menyadari jika kamar namja itu bersebrangan dengan kamarku. Dan itu artinya peluang namja itu melakukan perbuatan yang tidak senonoh padaku akan semakin besar. Oh, no.

__

__

Aku mengunci pintu kamarku karena aku akan pergi ke minimarket terdekat untuk membeli ramen. Saat aku akan melangkahkan kakiku, sebuah suara menyapa telingaku.

“Kau mau kemana? Tidak baik malam-malam begini, yeoja keluar sendirian”

“Namja yadong itu lagi” batinku.

Namja itu sudah berdiri di sampingku, ia lalu memegang pergelangan tanganku dan aku melepasnya. Tapi namja itu kembali memegang pergelangan tanganku.

“Sudah, jangan dilepas. Sebenarnya kau ingin pergi kemana?” tanyanya dengan nada lembut. Seketika aku merasa terhanyut dengan suaranya yang begitu lembut masuk ke indra pendengaranku walaupun dia adalah seorang namja. Dan itu membuatku tidak kembali melepas tangannya yang memegang pergelangan tanganku.

Aku menatap wajahnya. Aku baru menyadari jika wajah namja imut dan tampan.

“Ah, ada apa dengan diriku?” batinku.

Aku terkejut karena namja itu tiba-tiba merangkul bahuku. “Kau ingin pergi kemana, heum?” bisiknya tepat di telingaku. Dan itu membuatku sedikit merinding.

“Aku ingin pergi ke minimarket membeli ramen” ucapku pelan.

Namja itu tersenyum tipis. “Jangan makan ramen. Kajja, kita makan ke restoran! Kebetulan aku juga lapar” ajaknya. Dan aku hanya bisa diam menuruti ucapannya.

__

__

“Bagaimana? Apa kau sudah tidak lapar?” tanya namja yadong itu padaku setelah aku selesai menghabiskan pesananku.

Aku hanya menganggukkan kepalaku untuk menanggapi ucapannya. Entah kenapa aku menjadi canggung seperti ini padanya semenjak adegan kissing tadi pagi. Apa aku menyukai namja yadong itu? Ah, entahlah.

Tangan namja itu lalu mengelus pucuk kepalaku.

“Jiyeon-ah” panggilnya.

Aku menatap wajah namja yadong itu dengan tatapan bingung. “Bagaimana bisa kau tahu namaku?” tanyaku.

Namja yadong itu hanya menyunggingkan senyuman tipis. Ia lalu merogoh sesuatu dari dalam saku celananya.

“Apa kau mengingat sapu tangan ini?” tanyanya sambil memnyodorkan sapu tangan padaku.

Aku mengambil sapu tangan itu dan mengamatinya baik-baik. Aku menutup mulutku tidak percaya jika sapu tangan itu adalah sapu tangan milikku yang dulu pernah aku berikan pada teman kecilku dulu di desa sebagai kenang-kenangan sebelum aku pindah bersama keluargaku ke kota.

“Baekhyun. Apa benar kau Baekhyun? Maaf, aku tidak mengenali wajahmu saat pertama kali kita bertemu” ucapku sambil menatap wajah namja yadong itu. Aku baru menyadari jika namja yadong itu adalah teman kecilku di desa.

“Ne, ini aku Baekhyun. Tidak papa. Lagipula saat itu pasti kau kesal dan marah dengan apa yang sudah aku perbuat padamu bukan?” ujarnya. Dan aku hanya bisa diam.

“Mianhae, aku berbuat tidak senonoh padamu”. Saat mengatakannya raut wajah Baekhyun terlihat merasa bersalah.

“Apa kau ingin tahu alasan aku melakukan itu?”

Aku hanya diam.

“Alasan aku melakukan itu karena aku menyukaimu” ungkapnya.

Aku menatap ke arah Baekhyun dengan tatapan tidak percaya. Baekhyun lalu berdiri dari duduknya. Ia lalu berjongkok di hadapanku.

“Jiy, maukah kau menjadi kekasihku?”

Aku bingung ingin menjawab apa. Aku menatap wajah Baekhyun dalam-dalam. Tidak ada kebohongan disana. Aku lalu memutuskan berdiri dan melangkahkan kakiku pergi meninggalkannya. Tidak menjawab pertanyaannya. Tanpa diduga oleh Baekhyun, aku kembali menghampirinya. Dan…

CUP

Aku mencium bibirnya singkat. “Ne, aku mau. Karena aku juga menyukaimu” ujarku sambil tersenyum manis.

Baekhyun tersenyum senang. Ia lalu menangkup pipiku dan mencium bibirku. Dan aku pun dengan senang hati membalas ciumannya. Kami berdua seakan tidak mempedulikan keadaan sekitar. Setelah beberapa menit, akhinya Baekhyun melepas ciumannya.

“Kajja, kita tidur bersama malam ini!” bisiknya.

“Mwo?”. Aku membelakkan mataku.

Ku lihat Baekhyun hanya terkikik.

END

52 responses to “[DRABBLE] YADONG’S BOY IN HOTEL

  1. wahwahwah parah nih baekhyun maen nyosor aja-____-
    ooh jadi temen kecil ya dulunya emm pantesan-__- tapi gapake langsung nyosor gitu juga kali bek-___- ah
    tapi in suka ceritanya😀 hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s