[FICLET] Because Of That

bcsofthat

prllnrhmwt’s present

MAIN CAST :

Park Jiyeon

Kim Myungsoo

SUPPORTING CAST :

Find it by your self

GENRE :

Romance || Fluff

RATING :

PG-15

LENGTH :

Ficlet

CREDIT POSTER :

Thanks to sifixo@Poster Channel ^^

DISCLAIMER :

All cast belongs to God, their parents and themselves. But, this story is mine

***

“Ya! Lepaskan aku, bodoh! Kau ini siapa?!”

Jiyeon meronta-ronta berusaha untuk melepaskan pegangan tangan Myungsoo. Ia yakin, lengannya pasti merah karena dipegang terlalu erat oleh Myungsoo. Tetapi, bisa juga karena dirinya yang tidak bisa diam dan terus meronta-ronta tidak jelas.

Myungsoo melepaskan pegangan tangannya. Benar saja, lengan Jiyeon tampak memerah saat dilepaskan. Jiyeon memegang lengannya itu dan menatap Myungsoo dengan tatapan tajamnya.
“Kau ini sebenarnya siapa sih?! Tidak jelas sekali,”

Jiyeon membuang muka. Ia menatap pohon-pohon yang berada di sebelahnya. Menyebalkan memang. Jika seseorang yang tidak kau kenal sama sekali menarikmu ke belakang sekolah.

Tapi tunggu…

Memangnya Jiyeon tidak kenal dengan Myungsoo?

Myungsoo berdecak kencang dan melakukan rolling eyes atau memutar bola matanya. Ia menaruh kedua tangannya di pinggang lalu menatap Jiyeon lagi dengan tajam.

“Kau yang aneh! Kita ini sudah pacaran selama tiga tahun, kau tau? Kenapa tiba-tiba kau lupa denganku setelah aku kembali dari Jepang? Seharusnya aku disambut dengan cara yang yaa… romantis? Tapi apa semua ini? Dan juga, kemana predikat ‘bad girl’ mu itu, heum?” Tanya Myungsoo bertubi-tubi.

Jiyeon juga membalikkan kepalanya dan menatap Myungsoo tajam. Ia tersenyum tipis lalu melipat kedua tangannya di atas dada. “Pacaran? Sejak kapan, Kim Myungsoo-ssi?” Sial! Jiyeon keceplosan! Bagaimana ini?!

Myungsoo menyeringai kecil setelah mendengar Jiyeon menyebutkan nama dirinya walaupun dengan embel-embel –ssi.

“Kau bilang tidak kenal denganku. Tetapi darimana kau tau namaku? Ayolah Jiyeon-ah, jujur saja”. Myungsoo tetap bersikukuh.

Baiklah, Jiyeon mengalah saja. Jika dia tetap keras kepala untuk melawan pria ini. Itu akan menguras tenaganya, percuma saja. Ia akan kalah-kalah juga.

“Oke oke. Aku tau kau ini pacarku. Aku tau kita pacaran. Beberapa bulan yang lalu, aku memang sama sekali tidak ingat dengan siapapun. Termasuk, Suzy, tetapi dua bulan lalu ingatanku telah kembali, jad…”

“MWO?! LUPA INGATAN?!” Teriak Myungsoo. Mulutnya menganga lebar sekarang dan juga matanya sudah berbentuk seperti huruf ‘O’.

“Ish! Jangan keras-keras,”

“Kenapa kau tidak bilang denganku?”

“Kau juga, kenapa tidak bilang-bilang kalau kau ingin ke Jepang, heuh? Bukankah kita impas?

“Apa kau bilang? Hey! Aku sudah berusaha untuk menemuimu! Saat itu kata eommamu kau masih tertidur dan sulit dibangunkan!” Balas Myungsoo tak terima.

“Ya! Kenapa tidak bilang saja dengan eommaku! Jadi eommaku bisa menyampaikannya padaku! Huh!”

Mereka terus saja beradu mulut. Tak ada satu di antara mereka yang mau mengalah. Dua-duanya sama-sama ingin menang. Keras kepala memang, tetapi inilah sifat mereka.

Mereka tidak berhenti beradu mulut. Lama-kelamaan suara mereka menjadi meninggi dan kencang.
Jiyeon sudah lelah dengan adu mulut bodoh ini. Hanya karena satu alasan yang sangat spele mereka bisa beradu mulut. Jiyeon memilih untuk mengalah. Sekali lagi, tak akan selsesai masalahnya jika ia tetap bersikukuh untuk melawan Myungsoo.

“Aku lelah,” Ucap Jiyeon tiba-tiba.

Myungsoo terdiam. Jujur saja, ia juga lelah sekarang.

“Tapi, sungguh ‘kan sekarang ingatanmu sudah kembali? Aku khawatir padamu,”

Myungsoo memegang kedua pipi Jiyeon dengan menggunakan kedua tangannya. Mimik wajahnya memang menampakkan kalau ia sangat khawatir pada Jiyeon.

Jiyeon tersenyum tipis dan memegang tangan Myungsoo yang berada di pipinya, ia mengelus tangan Myungsoo sebelum berucap, “Aku juga tidak mau membuatmu khawatir kalau aku menceritakan tentang ini saat kau berada di Jepang, aku tidak ingin menganggu sekolahmu, Myungsoo-ya”. Jiyeon menatap kedua manik mata Myungsoo lekat.

“Itu juga salah satu alasanku mengapa aku tidak memberi tau dirimu, walaupun ingatanku baru kembali dua bulan yang lalu, tapi pada saat itu kau masih di Jepang bukan? Aku ingin kau belajar dengan serius di Jepang sana. Orang tuaku yang memberi tau padaku soal kau yang berada di Jepang, awalnya eomma dan appaku ingin menceritakan padamu, tapi aku melarangnya, sebelum ingatanku kembali kakakku juga memberi tau pada eomma dan appaku untuk tidak memberi tau dirimu, orang tuamu juga sudah mengetahui ini semua, tetapi orang tuamu tidak memberi tau padamu bukan? Eommaku menceritakan semuanya, Myungsoo-ya” Jiyeon masih menatap Myungsoo lekat dengan senyuman yang masih mengembang di bibir mungilnya.

Tak lama kemudian, Myungsoo ikut tersenyum dan membawa Jiyeon dalam pelukannya. Hangat. Itu yang Jiyeon dan Myungsoo rasakan sekarang.

Setelah beberapa menit berpelukan sangat erat, tiba-tiba Jiyeon melepas pelukan itu yang membuat Myungsoo bingung dan mengernyitkan dahinya. Ia juga mengerucutkan bibirnya membuat kesan imut.
Jiyeon juga ikut mengernyitkan dahinya. Tentu saja hal itu membuat Myungsoo semakin bingung dibuatnya. Wajah Myungsoo kini menjadi datar. Ia menatap kedua manik mata Jiyeon lekat. Sedangkan Jiyeon, ia sedang memperhatikan tubuh Myungsoo dari kaki hingga ke kepala. Sungguh, Myungsoo benar-benar geram dengan perlakuan Jiyeon pada dirinya. Menatapnya dari bawah hingga ke atas? Apa ada yang salah dengan dirinya? Tentu saja Myungsoo juga ikut memperhatikan dirinya sendiri. Sedari tadi juga tidak ada percakapan yang tercipta di antara keduanya. Keheningan menyelimuti mereka saat ini. Hingga akhirnya, Jiyeon-lah yang memulai membuka pembicaraan di antara keduanya setelah beberapa menit terdiam.

“Ahahahah. Neomu gwiyeo!” Ucap Jiyeon dengan tawa yang begitu keras.

Wajah Myungsoo berubah menjadi benar-benar kesal. Gadis ini sudah amnesia dan berubah menjadi gadis baik, bukan gadis buruk yang suka membolos atau suka pergi ke club malam. Tetapi, sifat jahilnya sama sekali tidak menghilang dari dirinya. Huh, menyebalkan!

Myungsoo menarik pinggang Jiyeon dan memeluk tubuh gadis itu erat. Entahlah, Myungsoo suka sekali memeluk Jiyeon, sesekali ia juga mencium wangi tubuh Jiyeon yang membuat gadis itu sedikit kegelian karena tingkah kekasihnya itu.

“Ya! Lepaskan! Nanti ada yang melihat!” Jiyeon terus meronta-ronta agar Myungsoo melepaskan pelukannya. Tetapi hasilnya sama seperti beberapa menit yang lalu, Jiyeon kalah. Tenaga Myungsoo jauh lebih besar daripada Jiyeon yang membuat Jiyeon sedikit kewalahan.

“Diamlah! Tetap dalam posisi ini sampai bel masuk nanti,”

Jiyeon hanya terdiam mendengar ucapan Myungsoo barusan. Sekarang pukul satu siang lewat dua puluh tiga menit. Oke, tak apa tujuh menit mereka berdiri dalam posisi seperti itu. Tangan Jiyeon perlahan naik ke punggung lelaki itu dan mengelusnya pelan. Myungsoo tersenyum dalam diam setelah mengetahui Jiyeon membalas pelukan. Baik di antara Myungsoo maupun Jiyeon, keduanya saling tersenyum dan memejamkan mata mereka masing-masing menikmati pelukan hangat ini.

fin

A/N

Hallo aku balik dengan ff baru :3 Aneh ya? hehe emang xD aku juga ngerasa aneh pas bikinnya, dan gatau darimana aku dapet ide buat bikin ff absurd ini ;v Tiba-tiba jari-jariku menekan tombol microsoft yg berada di start(?) :v Dan mulailah aku mengetik ff absurd ini😄 /dramatis bngt ya/ /abekan/ Okelah segini aja cuap-cuapnya, ditunggu RCL nya ^^ ThankYou

27 responses to “[FICLET] Because Of That

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s