[Chapter-7] Switch

switchposter

Mclennx Present [ previous ID Vanilla Milk ]

Fanfiction based on K-Drama BIG

Park Jiyeon—Kim Myungsoo—Choi Seunghyun

Rating General

Previous Chapter : 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

Jiyeon masih menatap Myungsoo. Dan Myungsoo balik menatap Jiyeon. Mereka saling menatap. Jiyeon lalu tersenyum. “Aku hanya senang melihatmu, Myungsoo-a“

“Kau bilang apa …” tanya Myungsoo yang melihat sikap Jiyeon yang aneh. Sebenarnya Myungsoo tahu apa yang Jiyeon katakan, ia hanya berpura-pura tidak dengar untuk meledek Jiyeon.

Jiyeon tersadar dari lamunan nya. “Film nya akan segera di mulai! Ayo kita masuk!” elak Jiyeon karena malu. Ia lalu lari duluan masuk ke gedung bioskop. Myungsoo hanya tersenyum.

Jiyeon dan Myungsoo akhirnya masuk kedalam gedung bioskop karena film sudah dimulai. Saat menonton, Myungsoo hanya memakan popcorn dan melirik ke arah Jiyeon.

“Kenapa kau tidak menonton nya? Kau tidak suka film nya?” tanya Jiyeon. Myungsoo tidak menjawab, ia hanya menatap Jiyeon.

“Park Jiyeon, apa kau menyukaiku?” tanya Myungsoo penuh arti.

“AAARRRHH!!” Jiyeon berteriak. Ia berteriak karena kaget dengaan pertanyaan Myungsoo dan juga kaget karena hantu dalam film horror yang mereka tonton. Dan orang-orang disekitar bioskop melihat kearah Jiyeon karena terganggu dengan terikan Jiyeon.

Seusai menonton, Jiyeon dan Myungsoo makan di sebuah restoran ramen. Myungsoo hanya bertampang masam, karena ia jengkel pertanyaan serius nya di bioskop tadi diabaikan. Jiyeon heran melihat sikap Myungsoo.

“Kenapa kau tidak makan? kau tidak suka ramen? sebelum pulang kita bisa beli pizza untuk mu” ucap Jiyeon sambil menyuapkan ramen kemulut Myungsoo. Tapi Myungsoo menolak.

“Aku tidak mau makan! Aku bukan anak kecil!” gertak Myungsoo.

“Kalau kau bukan anak kecil, kau tidak akan mengambek seperti ini tanpa alasan. Kau baru 18 tahun!” gertak balik Jiyeon. Melihat Jiyeon marah seperti itu, Myungsoo mulai memakan ramen nya dengan lahap.

“Lihat ini! aku mulai makan! kau tidak bisa memarahiku…” pekik Myungsoo. Jiyeon hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala.

***

Seorang pria mengambil bingkai foto yang ada di depan nya. Di foto itu terpampang seorang anak laki-laki berumur kurang lebih 3 tahunan. “Aku meninggalkan Kim SooHe dengan anakku selama belasan tahun” gumam si Pria sambil meneteskan air mata. Pria itu bernama Choi Myungmin.

***

Esok pagi nya, Jiyeon membuatkan salad untuk sarapan Myungsoo.

“Aku tidak mau makan sayur!” elak Myungsoo

“Kau harus makan sayur!”

Myungsoo menghela nafas. Ia lalu mulai memakan sayur nya. Ekspresi Myungsoo seperti orang ingin muntah. “Kenapa rasa nya buruk sekali. Aku benci sayuran ….”

“Kita harus menemui orang tua SeungHyun hari ini. Bersikaplah seolah-olah kau adalah Seunghyun!” ucap Jiyeon. “Aku berangkat ke sekolah dulu..”

Setelah Jiyeon berangkat ke sekolah (untuk mengajar) Myungsoo membuang sarapan nya ke tong sampah. “Apa? sayuran? aku benci itu” gumamnya sambil mengambil se kotak pizza beku di kulkas, Myungsoo lalu menyimpan pizza itu di dalam microwave untuk menghangatkan nya.

Setelah hangat, Myungsoo mengambil pizza nya dari microwave dan mulai makan dengan lahap. Tiba-tiba bel berbunyi. Myungsoo langsung menghampiri pintu depan. Siapa yang datang pagi-pagi begini.

Myungsoo membelalakan mata nya saat tahu siapa yang datang.

“Jung SooJung! apa yang membawamu kemari?” tanya Myungsoo malas.

“Choi Seunghyun ahjussi! aku ingin minta penjelasanmu!” pekik SooJung dan ia masuk seenak nya kedalam. Myungsoo terlihat kesal.

“Kau tidak boleh masuk!” bentak Myungsoo, tapi Soojung sudah terlebih dahulu duduk seenak nya di sofa.

Myungsoo mengalah. Ia menghampiri Soojung yang saat ini melihat dengan detail sekeliling ruang tamu. “Kau mau apa? cepat katakan!”

Soojung mengalihkan pandangan nya ke Myungsoo dan mulai menatap curiga. “Ahjussi! aku curiga denganmu….” ucap Soojung sambil melihat Myungsoo dengan tajam. “Dilihat dari cara bicaramu kau seperti Myungsoo. Ekspresimu juga seperti Myungsoo. Apa jangan-jangan kau …………. kau kembaran Myungsoo!”

Ohow..” gumam Myungsoo. Myungsoo menghela nafas tenang. Syukurlah Soojung tidak mengira bahwa ia adalah ‘Kim Myungsoo‘.

“Myungsoo suka bicara seperti itu! jangan katakan ‘oh-ow’ lagi, kau meniru Myungsoo!” Myungsoo tak mendengar ocehan Soojung. Ia hanya menguap.

“Jung Soojung, aku rasa ocehanmu cukup. Dan kau harus pulang ke rumahmu….” ucap Myungsoo sambil mendorong tubuh Soojung menuju pintu keluar.

“Ahjussi aku akan menyelidikimu!!”

Di Restoran

Seperti yang Jiyeon bilang, bahwa ia dan Myungsoo (di badan Seunghyun) akan menemui orang tua Seunghyun di sebuah restoran elit.

“Ingat, kau harus mengeluarkan bakat akting mu sebagai Seunghyun. Fighting!” bisik Jiyeon pada Myungsoo sebelum memasuki restoran. Myungsoo hanya mengangguk malas.

“Hidup di badan orang lain memang tidak enak” gumam Myungsoo.

Mereka akhir nya memasuki restoran elit itu. Orang tua Seunghyun sudah menunggu dan mereka menyambut Jiyeon dan Myungsoo.

“Choi Seunghyun anak ku. Lama tidak bertemu” ucap ayah Seunghyun yang bernama Choi Myungmin. Ia memeluk Myungsoo dengan erat.

Ibu Seunghyun tampak anggun, ia tersenyum manis ke arah Jiyeon. “Jiyeon-ssi, apa kabar mu?”

“Baik, eomma-nim” jawab Jiyeon sopan.

“Bagaimana dengan rumah tangga kalian? aku harap Jiyeon segera hamil” tutur ayah Seunghyun. Perkataan nya membuat Jiyeon salah tingka. Myungsoo hanya terdiam.

“Doakan saja, kita akan cepat memberi kalian cucu, abeoji.” ucap Myungsoo santai. Jiyeon menginjak kaki Myungsoo, ia lalu menatap tajam Myungsoo dengan tatapan ‘kenapa kau berbicara gila seperti itu’. Orang tua Seunghyun hanya tersenyum.

Ayah Seunghyun wajah nya agak familiar. Ia lah yang menjenguk Myungsoo koma di rumah sakit. Ia juga tampak misterius.

“Ya! pabbo! kenapa kau berbicara seperti itu?” pekik Jiyeon sambil menjitak Myungsoo seusai bertemu dengan orang tua Seunghyun.

“Wae? Itu salah satu aktingku! Kau juga ingin cepat-cepat hamil buk…”

“Pabbo!” potong Jiyeon. “Kim Myungsoo kau bodoh sekali…”

“Kenapa kau akhir-akhir ini aneh sekali!!?” Myungsoo meninggikan suara nya sehingga Jiyeon sendiri kaget mendengar nya. Ia memajukan langkah kaki nya mendekati Jiyeon. “Park Jiyeon dengarkan aku. Kali ini aku berbicara sebagai Kim Myungsoo. Walaupun aku akan kembali ke tubuh ku, aku tidak akan membiarkan mu bersama Choi Seunghyun lagi. Karena sekarang kau miliku”

TO BE COUNTINUE

HAII!! ^^ chapter 7 keluar mian kalo lama dan kependekan TT_TT Kemungkinan chapter 8 nya rada lama karena aku mau hiatus😦 Jangan lupa tinggalkan komentar !!😀

36 responses to “[Chapter-7] Switch

  1. Heh heh. Myungsoo mmg sudah suka sama jiyeon. Sehingga tidak mahu lepasknnya walaupun setelah roh mereka switch balik. Ku tunggu chp seterusnya. Penasaran dgn reaksi jiyeon akan pengakuan Myungsoo.🙂

  2. Huaaaa kok lama updatex? Hikzz
    . Daebak.. kekekk kim myungsoo udh brni skrg.. kwkwkkk mau di hjr jiyi rupanya.. kwkwwk plak.. hmm jd seunghyun myung itu saudara seayah ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s