(CHAPTERE 2) Love Story

collage_20141207202253463_20141207202453687

Title : Love Story

Author: Lee Sora

Rating: PG-17/T

Genre: Romance, comedy, drama, family, married life, hurt

Main Cast: Bae Suzy, Choi Minho, Kim Myungsoo, Park jiyeon, Kang Minhyuk, dan Kristal Jung

Other Cast: All people

Suasana hening melingkupi mobil BMW black dimana dua orang di dalam mobil ini menyibukkan diri dengan pikiran masing-masing. Karena keheningan tersebut membuat Suzy tidak nyaman dan akhirnya bersuara terlebih dahulu.

“ Minho-shi darimana kau tahu nomor ponselku?” Tanya Suzy

“Ommamu yang memberikannya tadi malam” jawabnya datar dan hanya menatap lurus kedepan.

“Oh, dan sekarang kita akan pergi kemana?” Tanya suzy sambil menoleh kearah minho yang masih sibuk menyetir.

“makan siang, ada sesuatu yang harus kita bicarakan masalah tadi malam.” Ujar Minho yang dijawab anggukan mengerti oleh suzy. Suasan kembali hening, dan sekarang namja itu yang kurang nyaman. Minho menceba menoleh kearah gadis itu yang sedang serius mengutak atik ponselnya dan yang membuatnya penasaran yaitu kenapa dengan mata gadis itu.

“Matamu kenapa?” Tanya minho penasaran sambil menoleh sesekali pada yeoja disampingnya itu.

Akan tetapi Suzy tidak menyadari perkataan namja itu terus serius memperhatikan gambar model pakaian yang dikirimkan oleh karyawanya untuk dikomentari oleh suzy. Dan hal tersebut membuat namja itu sedikit jengkel karena pertanyaannya tadi tidak dihiraukan dan lihat yeoja itu masih tetap menatap layar ponsel tanpa menyadari raut muka minho yang jengkel dibuatnya.

Terlintas ide usil namja itu ketika dia melihat lampu merah di depanya, tiba-tiba dia mengerem mendadak mobilnya dan alhasil suzy yang tidak menyadarinya reflek kedepan hingga jidatnya mendarat mulus di dashboard mobil. Seketika namja itu terkekeh pelan menyembunyikan suara tawanya ketika melihat raut marah dari suzy yang menurutnya sangat lucu sekali ditambah bekas benturan yang tepat ditengah-tengah dahi yeoja cantik itu.

”YAA Choi Minho Kau Mau membuatku mati HHAHH!!.” Bentak suzy dengan mengelus jidatnya yang sakit. Minho yang menyadari gadis itu sedang marah akhirnya menghentikan tawanya.

“Mianhe tadi aku kaget ternyata lampunya berganti merah”. Jawabnya asal dan masih terkekeh pelan dan gadis itu hanya mendengus sebal karena namja kurang ajar itu sudah mengerjainya. “Aiis awas saja kau!!!” geram Suzy dalam hati

10 menit kemudian Akhirnya mobil tersebut sampai di depan sebuah café bergaya classic perpaduan antara ornament bergaya eropa yang dipadukan dengan taman kecil di depannya. Suzy yang baru petama kali ketempat ini terkesima dan berjanji pada dirinya sendiri akan mengajak Jiyeon kemari dan mencoba segala menu yang ada disini. Minho yang berjalan terlebih dahulu menghentikan langkahnya ketika wanita yang tadinya berjalan disampingnya tidak ada, dan mendapati sedang terkesima dengan bentuk café ini. Dengan terpaksa Minho kembali dan mengajak yeoja itu untuk mengikutinya.

“Kenapa? Kau terkesima dengan café ini?” tanya namja itu setelah berdiri di hadapan Suzy.

“Ne sangat indah perpaduan antara gaya eropa yang classic dengan sentuhan taman yang indah” jawab Suzy sambil tersenyum manis manatap namja di depannya dan kembali memusatkan perhatiannya pada bangunan café itu. Hal tersebut membuat Minho terdiam sesaat ketika mendapatkan senyuman manis dari yeoja disampingnya itu.

“Baguslah kalau begitu, artinya tidak sia-sia aku mendisain café ini” kata Minho menahan gejolak aneh di hatinya itu. Sedangkan yeoja disampingnya itu terusik dengan kata-kata namja yang berada di hadapanya sekarang.

“MWO??? Tidak mungkin jika kau…” perkataannya tertelan kembali ketika Minho mengangguk mantap mengiyakan jika memang dialah yang membuat café itu. Sedangkan Suzy hanya menatap tidak percaya.

“Kau tahu kan aku adalah seorang pengusaha dan arsitek yang jenius, jadi untuk sebuah café seperti ini masalah kecil bagiku.” katanya pede dan membuat gadis itu meruntuki kata-katanya tadi. Tanpa menjawab perkataan dari Minho, Suzy berjalan cepat memasuki café tersebut dan meninggalkan namja yang sedang terkekeh pelan melihat kelakuan yeoja yang dijodohkan dengannya itu.

“Kau ingin pesan apa biar aku pesankan?” kata Minho ketika mereka sudah duduk berhadapan di dekat sebuah taman yang menjadi perhatian gadis cantik itu. Suzy yang masih sebal hanya menjawab singkat tanpa menoleh pada namja di depannya itu. “Terserah kau” jawabnya ketus.

“Baiklah hot cokelat dan americanno” kata Minho pada seorang pelayan.

Suasana kembali hening ketika Minho selesai memesan minuman dan gadis itu masih menikmati taman yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya. Minho yang sudah terlihat bosan diacuhkan akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu karena ia yakin sampai nanti gadis di depannya itu akan terus diam jika dia tidak mulai berbicara.

“Baiklah Suzy-shi apakah kita bisa bicara sekarang?” kata Minho tetapi gadis itu masih tetap tidak bergeming dan membuat kesabaran Minho mulai berkurang.

“Apakah kau sangat menyukai taman yang ku buat dari pada aku yang membuatnya” dan kata-kata itu membuat perhatian Suzy mengarah pada Minho yang tersenyum tipis melihatnya.

“MWO?” jawab Suzy tidak percaya. “ternyata aku lebih mempesona dari pada taman itu” kata Minho tanpa menghiraukan tatapan dari gadis didepannya itu.

“Jangan ke pedeaan kau tuan Choi Minho-shi” jawab Suzy sakartis dan suasana panas itu terhalang dengan datangnya pesanan mereka berdua. Suzy mencoba meredam emosinya dengan meminum hot cokelat yang dipesankan oleh Minho sedangkan namja yang di depannya hanya memperhatikannya.

“Sudah cepat katakana apa yang ingin kau bicarakan padaku eoh?” kata Suzy sambil kembali menyesap minumannya.
“kurasa mood mu sangat baik setelah kau minum hot cokelat” ujar Minho tanpa menjawab pertanyaan dari yeoja yang menatap jengkel di depannya. “baiklah karena kurasa kau sudah mulai kesal aku akan bertanya apakah kau mengiinkan pernikahan itu?” tanya Minho serius.

Suzy yan tahu arah pembicaraan ini menatap namja di depannya dengan tatapan serius. “Anniyo aku tidak mengiinkannya, jadi kurasa kau juga tidak menginginkannya” dan hal tersebut membuat Minho kembali bertanya.

“Apa alasanmu tidak mau menikah denganku?” tanya Minho datar dan membuat yeoja di depannya itu terkejut karena kata-kata namja itu barusan.

“Jadi kau ingin menikah dengan ku?” seru Suzy sambil menunjuk dirinya sendiri sedangkan namja di depannya itu hanya terdiam sambil menyesap Americano miliknya. Suzy masih menunggu jawaban namja itu dengan penasaran karena bagaimanapun jika namja itu menyetujui pernikahan itu tamatlah riwayatnya.

“Menurutmu?” tanya Minho dengan senyum misterius yang membuat kesabaran yeoja itu habis. “YA! Jangan bilang kau menerimanya” tanya Suzy itu gemas karena Minho tidak kunjung menjawabnya.

“Kau pikir aku mau menikah denganmu eoh? Tapi jika kau tidak menikah denganku perusahaan Appamu akan dalam masalah besar, jadi terserah padamu saja”. Ujar Minho santai dan mulai tertarik dengan reaksi yeoja didepannya itu.

“Jadi menurutmu semua ini terserah padaku begitu?” ujar Suzy terdengar lemah ketika menyadari apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

“Ne itu semua terserah padamu, dan ingat Suzy-shi yang bisa membatalkan pernikahan ini hanya kau bukan aku” kata Minho tersenyum penuh kemenangan. Menurutnya dia tidak bisa membatalkan pernikahan ini karena Appanya akan tetapi yeoja ini yang akan membatalkannya dan hal tersebut membuatnya tidak usah campur tangan dalam masalah konyol itu. Sedangkan yeoja di depannya itu hanya terdiam membisu.

Setelah obrolan tadi Minho mengantarkan Suzy di butik miliknya. Yeoja itu turun dan tidak langsung masuk akan tetapi masih memandang butik yang ia miliki dari depan. Ketika akan memasuki butiknya ia melihat gadis cantik yang ia kenal berjalan dengan dua orang wanita paruh baya.

“Soo jung, Jung Soo jung” panggilnya sambil berlari menghampiri tiga wanita itu

BACK to Kristal

Tiga wanita itu pergi beriringan dengan Kristal dan Omma Minhyuk berjalan seirama sedangkan bibi Han berjalan dibelakangnya. Sesampai di sebuah butik di kawasan Gangnam Kristal merasa tidak asing dan perasaannya benar ketika tiba-tiba ia mendengar panggilan dari arah belakangnya.

“Soo jung, Jung Soo jung” sapanya ketika mengenali Krista, sedangkan wanita paruh baya itu terlihat heran ketika yeoja cantik mengajak Kristal yang ada di sebelahnya berbicara.

“Soojung? Kau mengenalnya Suzy-ah?” tanya Omma Minhyuk ketika memperhatikan dua gadis muda di depannya itu. Sedangkan Kristal hanya menunduk takut dan memberikan sebuah isyarat pada Suzy.

“Tentu saja saya dan Soo jung berteman, tapi bagaimana anda mengenalnya juga?” tanya Suzy juga tanpa memperdulikan Kristal yang dari tadi sedang memberi isyarat padanya.

“Soo jung? Bukankah dia bernama Kristal Jung” Jelas Omma Minhyuk sedangkan Suzy yang baru mengerti isyarat Kristal hanya tersenyum bersalah “Soojung adalah nama Korea saya Omonim” Kata Kristal sambil memandang tajam ke arah temannya itu.

“Oh begitu” jawabnya sambil mengangguk mengerti. “Bagaimana anda datang bersama Soojung dan juga kenapa dia memanggil Omonim” tanya Suzy penasaran dan membuat Kristal yang sudah kesal sekarang menjadi bingung harus menjelaskan bagaimana.

“Suzy-ah sebaiknya” perkataan Kristal dipotong kembali “Kau tidak tahu jika Minhyuk dan Kristal selama ini berpacaran Suzy-ah?” tanya Omma Minhyuk tidak percaya bagaimana bisa temannya sendiri tidak tahu. Dan pertanyaan tersebut membuat Suzy bertambah bingung apa yang sedang dibicarakan mereka dan meminta penjelasan pada Kristal yang hanya menggeleng pasrah.

“Omonim sebaiknya kita masuk terlebih dahulu dan memilih gaun yang akan di kenakan nanti malam ne” Kata Kristal mengalihkan pembicaraan karena dia sudah terlalu pusing memfikirkan dengan apa yang terjadi hari ini.

“Baiklah kalau begitu, bisakah kau memilihkan gaun yang cocok untukku” katanya sambil berlalu dari hadapan Kristal dan Suzy yang masih bingung dengan apa yang barusan terjadi.

Selesai memilih dan membayar gaun yang dibeli Omma Minhyuk berpamitan pada dua gadis yang mengantarnya di depan pintu butik. “Ommim pulang dulu ne” katanya sambil masuk ke dalam mobil. “Ne hati-hati dijalan” jawab dua gadis itu. Sepeninggalnya Kristal langsung masuk kedalam butik diikuti Suzy dibelakangnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Suzy ketika mereka berdua sudah di dalam ruangannya dan melihat Krital yang tampak lelah duduk bersandar di sofa.

“Molla aku tidak tahu” jawab Kristal lemah dan membuat sahabatnya itu menghampirinya karena banyak sekali petanyaan yang ingin dia tanyakan.

“Kenapa Omma Minhyuk Oppa bersamamu dan juga, kenapa ia mengatakan kau berpacaran dengannya?” tanyanya penasaran sedangkan gadis yang ditanyai memijat pelipis merasa letih.

Kristal terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan temannya itu dan mencoba mencerna peristiwa yang barusan terjadi. Suzy yang sebal pertanyaan tidak dijawab mencoba meminta penjelasan namun terhenti ketika sahabatnya itu menatapnya dengan raut yang tidak bisa ditebak.

“Ini semua gara-gara Jiyoung, Kang Jiyoung awas kau!!” geramya sambil menatap Suzy yang bingung dengan orang di depannya ini. “Jiyoung? Memang Jiyoung kenapa?” tanya Suzy bingung.

“Jiyoung penyebab semua ini Suzy-ah, aku harus tinggal bersama di apartement Minhyuk, dan Ommanya pun menganggap aku sebagai pacar anaknya”. Celoteh Kristal sendiri sambil menghepaskan dirinya kembali di sofa.

“MWOO, bagaimana bisa!!” jawab Suzy tidak percaya. “Sudahlah jangan tanyakan hal itu lagi, aku lelah” katanya sambil memejamkan matanya. Suzy yang menyadari jika temannya itu dalam mood yang buruk akhirnya mengakhiri rasa penasaranya karena bagaimanapun ia memaksa Kristal yang sedang bad mood sama saja mencari perkara.

Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah sakit terbesar di seoul yaitu seoul medical center namja tampan dengan ciri khas senyum manisnya itu sedang serius memeriksa pasiennya. Kening yang tadinya mengerut berubah menjadi normal kembali ketika ia rasa bahwa pasiennya sudah keluar dari kondisi kritis.

“selalu pantau kondisinya, jika ada perubahan sedikit saja segera beritahu padaku” kata dokter tampan yang tak lain dan tak bukan adalah Kang Minhyuk. “Ne dokter Kang” jawab seorang perawat itu.

Namja itu keluar dari ruang ICU dan sibuk memencet sebuah nomor sahabatnya yang sudah ia hafal diluar kepalanya. Tidak beberapa orang disebrang telfon menjawab.

“Yobosseo Minhyuk-ah?” jawabnya disebrang sana.

“Kau dimana? Aku ingin bertemu denganmu?” Kata Minhyuk sambil berjalan menuju ruang kerjanya.

“Ada apa? Apakah kondisinya memburuk lagi?” tanya orang disebrang dengan nada khawatir.

“Anniyo, hanya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu”. Jawabnya sambil menghentikan laju jalanya. “Sebaiknya kau merelakannya Myungsoo-ah atau dia akan semakin menderita seperti itu terus” Kata Minhyuk pelan takut-takut orang disebrang sana marah karena perkataannya. Dan benar saja belum sempat Minhyuk melanjutkan kata-katanya namja yang tak lain Myungsoo menjawab dengan nada yang ketus.

“MWO! Sudah ku bilang sampai Tuhan mencabutnya pun aku akan berusaha melindunginya! Kau seorang dokter tugasmu bukan membunuhnya tapi menyelamatkanya” bentak Myungsoo keras dan Minhyuk hanya mengehal nafas saja mendengar hal itu. “Tapi Myung-ah kau, tidak kah kau sedikit egois? Jangan terus seperti ini” Kata Minhyuk mencoba menenangkan sahabatnya itu.

“Jika kau tidak ingin merawatnya aku akan memindahkan dia kerumah sakit lain! Klik” Ketus Myungsoo sambil memutuskan sambungan telfon dan membuat namja sipit itu sekali lagi hanya menghela nafas panjang menghadapi kelakuan sahabatnya itu.

BACK to Myungyeon

Suasana makan siang itu yang tadinya hangat dan diiringi banyak tawa dari kyumin, Jiyeon dan Taeyeon terasa dingin ketika Myungsoo datang dengan wajah dinginya sehabis menerima telfonnya yang tidak diketahui dari siapa.

“Ayo kita pulang” Katanya dingin sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan tiga orang yang sedang mentapnya penuh pertanyaan.

“Ada apa dengannya?” kata Taeyeon yang dijawab gelengan oleh Jiyeon dan Kyumin.

“Akhirnya sampai juga”. Seru taeyeon yang terlihat kelelahan menuju sofa ruang tengah sedangkan jiyeon berjalan dibelakang teyeon bersama myungsoo yang sedang menggendong kyumin yang tertidur dipelukannya.

Namja itu lalu menuju kekamar dan meletakan kyumin di kamar yang dulunya ditempati oleh jiyeon sebelum mereka memutuskan untuk berpisah tempat tinggal. Setelah itu dia ikut bergabung dengan taeyeon dan jiyeon yang berada diruang tengah sedang menikmati acara televisi. Menyadari myungsoo yang tiba-tiba duduk di sebelahnya membuat jiyeon terkejut dan sontak berdiri.

“A aku ke toilet sebentar”. Ujar jiyeon seraya meninggalkan taeyeon dan myungsoo yang memandang aneh kepergian jiyeon. Sedangkan di toilet gadis itu meruntuki dirinya sendiri “Apa yang barusan aku lakukan, acting jiyeon hanya acting”. Gerutu jiyeon karena sikap myungsoo yang tiba-tiba dan dia merasa jantungnya berdetak tak karuan ketika dekat dengan myungsoo.

Ketika keluar dari toilet Jiyeon melihat disekelilingnya sudah sepi taeyeon onnie sudah tidak ada dan namja es itu dimana mencari disekelilingnya.

“Omo!!”. Kaget jiyeon ketika sesorang menyentuh pundaknya

“Teyeon noona sudah tidur dia kelelahan”. Ujar myungsoo dingin dibelakang jiyeon. Dengan gugup jiyeon membalikan badan dan memberanikan diri untuk pamit pulang

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu karena ini sudah malam”. Pamit jiyeon bergegas mengambil tasnya, akan tetapi dicegah oleh tangan myungsoo yang langsung menariknya ke kamar lelaki itu dan menguncinya.

“Apa yang kau lakukan, aku ingin pulang Kim Myungsoo”. Seru jiyeon seraya menghempaskan genggaman tangan dan memandang tajam kearah myungsoo.

“Siapa bilang kau boleh pulang?! kau tidak bisa pulang malam ini sampai noona dan kyumin kembali ke jepang Arasso!”. titah myungsoo mengunci pintu kamarnya dan diletakkan di saku celananya. Hal tersebut membuat geram jiyeon karena dengan seenaknya myungsoo menyuruhnya ini itu tanpa meminta persetujuan darinya sebelum mengintrupsi kepada namja itu kembali berkata.

“Jangan membantah karena aku tidak ingin berdebat denganmu”. Ucap myungsoo dingin lalu membuka leptopnya dan mulai sibuk dengan pekerjaan kantor yang dia tinggal tadi. Jiyeon hanya menghela nafas lagi-lagi dia kalah dengan namja es ini gerutunya dalam hati. Tiba-tiba Hpnya berbunyi dan nama suzy terpampang dalam layar Hpnya dengan segera dia mengangkat dan menuju kearah kaca menghindari berdekatan dengan myungsoo.

“Yobosseo Suzy-ah” jawab Jiyeon ketika ponsel sudah tertempel manis di telingannya.

“Ji apakah kau sibuk? Aku ingin curhat padamu” kata Suzy di sebrang, karena biasanya dua sahabat ini selalu bertelfon ria pada malam hari menceritakan semua kejadian yang mereka alami. Akan tetapi menurut Jiyeon sekarang kurang tepat karena ada Myungsoo yang ia yakin akan menguping dan ia tidak nyaman dengan hal itu.

“Suzy-ah bisakah besok pagi saja eoh? Aku akan ke café mu bagaimana?”. Tawar Jiyeon dan ia yakin Suzy akan menyakan hal-hal karena ia sudah menolak keinginannya.

“Memang kau sekarang ada dimana? Tidak seperti biasanya”. Tanya Suzy penasaran karena tidak biasanya Jiyeon menolaknya seperti ini. “Mianhe aku sedang dirumah Appa sekarang dan Appa sedang menungguku. Jadi bagaimana besok saja Suzy-ah” bohong Jiyeon sambil menoleh kearah Myungsoo yang sedang sibuk dengan layar leptopnya itu.

“Baiklah jika begitu, salam untuk Abonim ya Ji. Annyeong” kata Suzy sambil memutuskan sambungan telfonnya.

Jiyeon menghela nafas panjang dan merasa bersalah karena ia harus berbohong pada sahabatnya itu, tapi bagaimana lagi jika dia memberi tahu Suzy bisa-bisa yeoja itu akan menyeret Jiyeon malam ini juga dari rumah Myungsoo. Karena ia tahu bagaimana bencinya Suzy pada mantan suaminya itu. Jiyeon berbalik dan terkejut melihat Myungsoo yang sedang menatap menyelidik padanya.

“Pasti dari sahabatmu itu, ck kenapa dia seperti suamimu saja” ujar Myungsoo ketus dan Jiyeon yang mendengar hal tersebut merasa marah karena sahabat yang dia sayangi disebut-sebut oleh namja kurang ajar itu.

“Ya setidaknya aku mempunyai suami lain yang lebih perhatian padaku” timpal Jiyeon tak kalah sengit dan berlalu ke kamar mandi begitu saja meninggalkan Myungsoo yang menatap jengkel kepergian istrinya itu.

Lima belas menit kemudian Jiyeon keluar setelah membasuh mukanya dan lihat saja dia tampak lebih segar walaupun sedikit ada raut jengkel di wajah cantiknya. Myungsoo yang melihat istrinya itu masih menggunakan mini dressnya hanya menghela nafas dan berdiri menuju sebuah lemari besar di dekat kamar mandi.

“pakai ini mungkin sedikit kebesaran padamu”. Ujar myungsoo datar seraya memberika bajunya kepadaku. Dan kembali duduk dengan leptop diatasnya. Jiyeon yang merasa bingung dengan kelakuan namja itu hanya mengernyit heran dan meminta penjelasan.

“Aku yakin kau tidak nyaman jika harus tidur dengan drees mu itu” ujar Myungsoo perhatian dan hal tersebut membuat Jiyeon begitu tidak nyaman dengan tingkah namja itu yang perhatian padanya. Dan tanpa bertanya kemabli Jiyeon masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

Setelah mengganti pakaian yang terlihat kebesaran di tubuhnya tetapi tidak menghilangkan kecantikan yang ia miliki. Jiyeon yang masih berdiri di depan kamar mandi melihat keselilingnya dan tidak mendapati tempat untuknya tidur.

“Myungsoo-shi keunde aku harus tidur dimana?” Tanya jiyeon sedikit enggan bertanya karena melihat Myungsoo yang terlihat sangat serius bekerja. Namja itu mendongak dan melihat Jiyeon yang kebingungan dengan tempat tidurnya.

“tidur denganku tepatnya satu ranjang denganku” ujarnya masih dengan nada dingin di dalamnya. “MWO!!” kaget jiyeon tidur bersama dengan namja es ini batin geram jiyeon.

“Disini tidak ada sofa maupun yang lainnya, jika kau tidak mau ya sudah tidur di lantai saja, dan kenapa kau harus malu bukankah kita pernah tidur bersama sebelumnya”. Ujar Myungsoo lantang dan dapat melihat yeoja di depannya itu mengeram pelan.

Disis lain jiyeon mengeram menahan amarahnya jika bukan karena ada teyeon dan kyumin dia jangankan tidur bertemu namja brengsek ini pun dia lebih baik mati saja. Kenapa juga Appanya sangat menyukai namja es dan egois seperti dia grutu jiyeon dalam hati. Dengan berat hati jiyeon merebahkan badanya disebelah myungsoo dengan guling sebagai pembatas mereka.

“Ingat Kim Myungsoo jika kamu berbuat maca-macam awas kau” ujar jiyeon sebelum menutup matanya. Dan Myungsoo hanya dapat melihat punggung istrinya itu dengan tatapan yang sulit di tebak “Mianhe” ujarnya tanpa suara.

#Ditempat lain dengan orang yang berbeda

Minhyuk yang baru pulang dari rumah sakit terlihat lelah memasuki apartement milik nya. Begitu gelap dan sepi batin Minhyuk ketika mendapati kondisi apartementnya saat ini. “hhfftt” terdengar helaan nafas panjang dari hidungnya. Namja itu berjalan malas kearah kulkas tanpa menghidupkan lampunya terlebih dahulu. Ia mengambil air mineral dan meminumnya, lalu ia berjalan kearah kamarnya akan tetapi gerakannya berhenti ketika ia menyadari ada sebuah koper berwarna pink yang menghalangi jalannya.

“punya siapa ini?” Kata Minhyuk pada dirinya sendiri sambil memperhatikan koper tersebut dan mencoba membukannya tetapi tidak bisa. “mungkin punya Omma” batinnya lalu masuk kedalam kamar mandi.

Pagi harinya seperti biasa namja bermata sipit itu berlari kecil mengitari apartement sambil mendengarkan music di telingannya. Setelah beberapa putaran akhirnya namja itu memutuskan kembali ke apartementnya. Ketika memasuki apartementnya langkahnya terhenti ketika mata sipitnya tertuju pada sebuah sepatu wanita yang ia pikir bukan punya Ommannya maupun bibi han yang setiap hari selalu datang membersihkan apartementnya.

“Bibi Han” panggil Minhyuk dan segeralah bibi Han berada di hadapannya sekarang.

“Kau tahu ini sepatu siapa?” tanya Minhyuk bingung

“Oh bukankah itu sepatu dari pacar anda tuan muda?” jawab bibi Han sambil tersenyum tipis. Minhyuk yang mendengar hal itu mengernyit heran. Sejak kapan ia punya pacar? Batinnya.

“Pacar?” tanya Minhyuk semakin bingung dengan pertanyaannya sendiri.

“Ne bukankan nona Kristal adalah pacar anda Tuan? Dia sangat cantik dan Nyonya Kang sangat menyukai nona Kristal”. Jelas Bibi Han tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika mengingat cerita Nyonyanya semalam ketika mengetahui Kristal adalah pacar anaknya dan calon menantunnya.

“MWO?! Omma?” Seru Minhyuk terkejut bukan main.

“Ne Omma anda bertemu dengan nona Kristal kemarin disini, dan ia mengajak nona Kristal berbelanja di butik langganan” Cerita Bibi Han senang.

Belum sempat Bibi Han bercerita kembali namja itu langsung pergi menuju kamarnya dan mencoba menghubungi nomor adik perempuannya tetapi nomor yang dia hubungi tidak aktif dan hal tersebut membuat Minhyuk semakin geram dibuatnya. “Sebenarnya siapa dia” batin Minhyuk kesal.

Namja itu keluar dari kamarnya setelah tiga jam berada di kamarnya dan hal ini membuat Bibi Han yang khawatir setengah mati menunggunya untuk sarapan menghela nafas lega ketika melihat tuan mudanya itu sudah terlihat tidak marah lagi.

“Tuan muda sebaiknya anda makan terlebih dahulu, ini sudah hampir siang dan anda belum makan sejak pagi tadi” kata Bibi Han khawatir. Tanpa menjawab Minhyuk berjalan dan duduk lalu menyantap makanan itu tanpa berkata apapun yang membuat Bibi Han sedikit khawatir.

Dalam keheningan itu suara seseorang memencet password dari arah pintu membuat namja itu menghentikan kegiatan sarapannya. Ia menunggu siapa yang datang dengan masih posisi duduk akan tetapi dengan lirikan matanya ia memperhatikan siapa yang datang. Langkah itu terhenti ketika ia berada di ruang tengah.

“Nona Kristal?” sapa Bibi Han pertama kali yang membuat Kristal menoleh ke arah ruang makan yang mendapati Minhyuk sedang menatapnya. Gadis itu terkejut ketika ia menyadari jika namja itu ada di apartementnya pada jam sekarang bukanhkah dia harus bekerja batin Kristal. Kristal yang masih terkejut dan sedikit takut karena tatapan Minhyuk yang sangat menusuk matanya hanya bisa terdiam membisu tanpa harus menjawab seperti apa.

“Selamat Pagi semua” sapa Kristal terbata sedikit takut dengan tatapan menusuk dari namja yang duduk tidak jauh darinya. Sedangkan namja yang ada di depannya tidak menjawab dan masih setia menatap tajam gadis di depannya itu.

“Oh nona Kristal selamat pagi” ujar Bibi Han memecah keheningan lalu menghampiri Kristal yang masih diam berdiri di depan dapur. Kristal bersyukur setidaknya Bibi Han ada disana dan ia bisa mengalihkan perhatian padanya.

“Ne ne” jawab Kristal sambil tersenyum kikuk.

“Bibi Han bisakah kau meninggalkan kita berdua, karena ada yang harus aku bicarakan pada KEKASIHKU ini” Kata Minhyuk dengan penekanan pada kata kekasihku dan membuat gadis cantik itu mengernyit takut.

“Ne Tuan muda, Nona Kristal saya permisi dulu” pamit Bibi Han pada Kristal setelah memegang erat tangan gadis itu sebelum pergi. Sepeninggal Bibi Han tinggallah Minhyuk dan Krital di apartement itu.

“Duduklah” Ujarnya dingin sedangkan Kristal yang sedari tadi masih berdiri hanya menuruti perkataan namja itu. Mereka berdua terdiam dan Minhyuk tidak melepaskan penglihatannya pada gadis yang sedang menunduk takut di depannya.

“Tidak ada yang ingin kau jelaskan?” ungkap Minhyuk memecah keheningan diantara mereka.

Setelah beberapa detik akhirnya gadis itu menegakkan kepalanya menghadap namja yang sedari tadi menatapnya tanpa ampun. “Begini Minhyuk-shi ada kesalapahaman disini” jawab Kristal memberanikan diri untuk menjawab perkataan Minhyuk. Namja tersebut tersenyum sinis sambil membenarkan posisi duduknya seolah sedang mengintograsi orang di depannya itu.

“Wow kau hebat sekali, aku tidak mengenalmu sama sekali, kau tahu namaku dan mengaku pacarku pada Ommaku”. tuduh Minhyuk to the point. Kristal langsung menatap balik Minhyuk dengan tatapan putus asa “Bukan begitu, ibu mu salah paham ketika dia datang kemari dan mendapatiku habis mandi” ungkap Kristal malu karena ia sudah lancang mandi di tempat orang asing.

“MWO mandi katamu? Kau mandi di tempatku?” seru Minhyuk tidak percaya dan dijawab anggukan pasrah dari yeoja itu. “Bagaimana, bagaimana kau bisa mandi di apartement orang lain hah?” sentak namja itu tidak habis pikir.

“Mianhe, waktu itu aku harus berangkat ke kantor segera, jadi aku numpang mandi di tempatmu akan tetapi Ommamu memergokiku setelah itu”. Jujur Kristal meminta pengertian pada namja yang sedang menatapnya tidak percaya.

“Apa kau seorang penguntit hah!!” bentaknya lagi. “MWO??!!, YA!! AKU BUKAN SEORANG PENGUNTIT!!” Balas Kristal marah dan membuat namja di depannya terlonjak kaget karena suara nyaringnya.

“Kau mau membuatku tuli hah!!” Kesal Minhyuk sedangkan yeoja itu tidak peduli dan berlalu dari hadapan Minhyuk. “Hei kau mau kemana kita belum selesai bicara!” celoteh Minhyuk melihat Kristal berjalan kearah ruang tengah.

“Dimana koperku” kata Kristal tanpa menjawab pertanyaan Minhyuk.

“Kopermu? Molla aku tidak tahu” jawab Minhyuk sedikit kesal karena tingkah Kristal yang menurutnya tidak sopan. “MWO bagaimana bisa? aku meletakkanya disini” kata yeoja itu sambil menunjuk tempat awal kopernya. “Aku bilang ti-dak ta-hu!” ujar Minhyuk sambil berlalu dari hadapan Kristal.

“YA! Kau mau kemana” giliran Kristal yang bertanya dan membuat namja itu menghentikan langkahnya masuk kedalam kamar. “sebaiknya kau keluar dari apartementku sekarang!” katanya dingin dan menutup pintu kamarnya sebelum yeoja itu berteriak kembali.

#masih di pagi yang sama di tempat berbeda

sepasang suami istri yang masih terlelap dalam tidurnya terusik oleh gerakan sang suami yang merubah posisi tidurnya, membuat sang istri yang merupakan jiyeon menggeliat pelan dan terusik oleh udara hangat yang menyentuh keningnya. Penasaran dengan apa yang terjadi jiyeon berusaha membuka matanya dan melihat apa yang membuat keningnya sedikit hangat.

#Deg deg deg jantung jiyeon berdegup kencang ketika udara tersebut berasal dari hidung myungsoo yang berjarak beberapa centi dari keningnya. Yeoja itu ingin berteriak ketika menyadari posisi tidurnya sekarang dimana tanganya memeluk mesra dada suaminya. Tiba-tiba jiyeon terkejut ketika tangan myungoo yang bertengger manis dipinggangnya bergerak keatas menuju punggung jiyeon yang sontak membuat nya bangun dari posisi tidurnya. Hal tersebut membuat myungsoo yang masih tertidur lelap terusik karena tanganya terhempas begitu saja. Dan Jiyeon yang melihat myungsoo kembali tertidur hanya mendengus sebal dan beranjak ke kamar mandi.

“ada apa denganmu Park Jiyeon, kenapa kamu jadi seperti ini”. Celoteh jiyeon didepan cermin meruntuki dirinya sendiri.

Jiyeon hendak keluar dari kamar ketika dia menyadari jika kamar itu terkunci dan dia ingat jika kuncinya ada di myungsoo. Hal tersebut membuat jiyeon semakin sebal karena dia harus membangunkan myungsoo.

Dengan menghela nafas panjang akhirnya jiyeon memberanikan dirinya untuk membangunkan suaminya itu.

“myungsoo-shi ireona”, suara lembut jiyeon mencoba membangunkan myungsoo,dan namja itu masih tidak terusik dengan suara jiyeon. Yeoja itu kembali menghela nafas dan mencoba membangunkan namja itu kembali.

“myungsoo-shi ireona”. Seru jiyeon dengan menepuk pundak myungsoo, yang hanya dijawab dengan gerakan badan myungsoo yang membelakangi jiyeon. Jiyeon yang sebal akhirnya menarik selimut yang dipakai myungsoo, sehingga membuat myungsoo merasa terusik dan dengan terpaksa membuka matanya.

“Apa yang kamu lakukan”. Sebal myungsoo seraya mengambil kembali selimutnya sedangkan jiyeon hanya melotot tak percaya melihat tingkah myungsoo yang kembali tidur.

“Cepat berikan kunci pintu kamarmu, aku mau keluar”. Teriak jiyeon yang membuat myungsoo kembali bangun dan merogoh saku mengambil kuncinya seraya melemparkan kepada jiyeon. Jiyeon yang melihatnya hanya melongo tidak percaya karena si namja kurang ajar itu kembali tidur dengan selimut yang menutupi dirinya.

Dengan sebal Jiyeon akhirnya keluar dan segera menyiapkan sarapan dengan membuatkan roti bakar dan nasi goreng untuk mereka semua. Tidak beberapa taeyeon yang sedang menggendong kyumin mengampiri jiyeon
“Onnie dan kyumin sudah bangun ternyata, mau sarapan sekarang atau mandi dulu?” Tanya jiyeon dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya

“kyumin lapar ji noona, jadi kyumin makan dulu”. Jawab kyumin tersenyum senang

“Myung belum bangun ji?” Tanya taeyeon tidak melihat gelagat adiknya dari tadi.

“Belum onnie, Kyumin-ah apakah kamu mau ikut noona membangunkan myung ajushi?” ajak jiyeon yang dijawab anggukan oleh kyumin.

Jiyeon dan kyumin menuju kamar myungsoo, dan menghela nafas ketika melihat myungsoo yang masih tenggelam dalam mimpinya. Hal tersebut membuat jiyeon ingin mengerjai myungsoo lewat kyumin. Kyumin dan jiyeon yang sudah siap dengan ide gilanya memberikan kode dengan mengedipkan sebelah mata mereka. “Hana Dhul Set” bisik mereka bersamaan.

“MYUNG AJUSHI IREONA!!!”. Teriak mereka berdua yang menggempar telinga myungsoo dan membuat namja itu terbangun dengan posisi duduk dan menoleh pada asal suara itu.

“Hahahahahha” Jiyeon dan kyumin tertawa terbahak melihat wajah kaget myungsoo ketika bangun tidur.

Jiyeon yang menyadari myungsoo mulai menatap sebal dirinya dan kyumin, mencoba mundur dan meninggalkan kyumin keluar kamar menghindari amukan myungsoo “YA!” teriaknya setelah Jiyeon keluar dari kamar itu.

Lima menit kemudian myungsoo keluar dari kamar dengan menggandeng kyumin disampingnya. Myungsoo duduk di sebelah jiyeon sedangkan kyumin tepat didepanya.

“Jiyeon-ah kenapa kamu menggunakan pakaian myungsoo?” Tanya taeyeon yang memperhatikan penampilan jiyeon. Jiyeon dan myungsoo yang menyadari hal tersebut sontak kaget akan pertanyaan taeyeon.

Mulut Jiyeon terkatup rapat dan Myungsoo menyadari itu. “Oh itu noona dia sedang suka menggunakan bajuku” jawab myungsoo asal sedangkan jiyeon hanya mengangguk mengiyakan.

“Oh, atau jangan-jangan kamu sedang hamil Ji” celetuk taeyeon tiba-tiba tanpa melihat reaksi dua orang yang sedang dikejutkan dengan pernyataannya itu.

“uhhukk” jiyeon tersedak mendengar pertanyaan taeyeon sedangkan Myungsoo cuek dan hanya sibuk melahap sarapan paginya
“kamu tidak apa-apa ji?” kaget taeyeon melihat reaksi jiyeon dan memberikanya segelas air putih. “ne aku baik-baik saja”. Jawab jiyeon seraya meminum air yang diberikan taeyeon dan mengatur kegugupannya.

“Keunde aku penasaran kenapa kau suka memakai baju myungsoo? Biasanya jika wanita sedang hamil, wanita itu suka sekali dengan bau suaminya sampai dia memakai bajunya”. Jelas taeyeon pangjang lebar yang membuat myungsoo dan jiyeon kembali diam. “Dia tidak mungkin hamil noona jadi kau jangan bertanya hal itu lagi” gusar Myungsoo karena beberapa kali noonanya itu bertanya hal-hal yang tidak mungkin terjadi.

“Mwo maksutmu kenapa Jiyeon tidak mungkin hamil?” tanya Teayeon penasaran sedangkan Myungsoo mulai menatap tidak suka dengan pertanyaan kakaknya itu. “Itu karena aku” perktaan Myungsoo tertelan kembali ketika dengan cepat yeoja yang sedari tadi diam itu menyerukan suaranya. “Aku sedang datang bulan Oennie, maksut Myungsoo seperti itu”. Bohong Jiyeon sambil melirik tajam kearah namja yang sedang menatapnya juga. Dasar namja bodoh bagaimana bisa dia mengatakan hal itu gerutu Jiyeon dalam hati.

“Aku akan kerumah Omma bersama Kyumin jadi boleh aku pinjam salah satu mobilmu?” Tanya Teayon pada adiknya yang hanya dijawab anggukan malas dari Myungsoo. “Kapan Noona akan kembali ke Jepan?” tanyanya kemudian yang membuat noonanya melirik tajam kearahnya.

“Kau mau mengusirku!” sinis Teayon pada adiknya itu tidak ada jawaban melainkan sikap acuh Myungsoo.

“Kalau Noona tidak keberatan” katanya kemudian tidak berperasaan dan membuat Jiyeon meliriknya tajam. “Ck Ji seharusnya kau menolak perjodohan dengan namja menyebalkan seperti dia mungkin jika aku menjadi kau sudah ku ceraikan dia” ujar Taeyon tajam dan hal tersebut membuat Myungsoo membalas tidak kalah tajam.

“Noona! auu” geram Myungsoo dan mengaduh sakit ketika tiba-tiba Jiyeon menginjak kakinya keras dan membuat milirik tajam kearah istrinya itu. “Cepat habiskan makananmu! Kau bisa telat berangkat kekantor” geram Jiyeon melihat tingkah Myungsoo yang tidak mau mengalah pada kakanya itu apalagi ada Kyumin di depan mereka. Dengan terpaksa walaupun dengan sorot tajam namja itu menuuti ucapan istrinya itu.

Myungsoo yang sudah siap berangkat kekantor terlihat tampan menggunakan pakaian yang di dominasi warna hitam kecuali kemejannya yang berwana putih. Sedangkan Jiyeon yang menggunakan pakaian kemarin menunggu Myungsoo didepan pintu.

“Ayo” kata namja itu dingin melewati Jiyeon yang sedari tadi sudah menunggunya, sedangkan yeoja itu menatap sebal pada namja yang melewatinya itu. “Aku bisa ke café sendiri” ujar Jiyeon tidak suka ketika mereka sudah berada di depan mobil Myungsoo.

Namja itu berhenti sejenak dan menatap istrinya dengan wajah yang sedingin es. “Kau masuk sekarang atau kembali kedalam rumah” ujarnya tajam dan hal itu membuat JIyeon harus menggerutu tidak jelas karena bagaimanapun jika dia tidak menurutinya maka dia akan bertambah sulit untuk keluar dari rumah Myungsoo.

“Dasar egois” gerutunya sebal.

TBC

Hai hai hai maaf lama dan hasilnya kurang memuaskan. Maaf juga karena banyak typo n kesalahan dalam berbahasa tapi moga kalian terhibur ya… jangan lupa comment dan likenya ya…😀 see you next partnya.

19 responses to “(CHAPTERE 2) Love Story

  1. Author ff ini kemana huaaaaaaaaaaaaaa?
    Kapan mau ngelanjutin ffnya thorr?
    Kok gak update” hiks.

  2. Aku rasa Minho mula suka sama suzy sehingga membuat Suzy tiada pilihan Dan harus juga mereka berani kah. Myungyeon couple asyik bergaduh aja. Haha. Lucu sekali mereka. Namun siapa saja orang yg Myungsoo ingin minhyuk jaga di hospital? Hmmmm.. Tunggu chp selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s