[CHAPTER – PART 1] MR. MARSHMALLOW 2

MR MARSHMALLOW 2 POSTER MR MARSHMALLOW 2

Previous Story : Teaser | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 (FINAL)

Part 1 (Bukan Mr. Marshmallow lagi)

“Namaku Park Jiyeon. Usiaku genap delapan belas tahun sejak tiga bulan yang lalu. Aku sedang menuntut pendidikan tingkat tiga di Anyang Art High School bersama ketiga sahabatku. Aku adalah Mr. Marshmallow kesayangan Lee Youn Mi sejak tahun kemarin. Dan aku adalah kesayangan Lee Seungri.”

Park Jiyeon menatap pantulan wajahnya di cermin besar di hadapannya saat ini seraya mengulang ucapan itu berkali-kali. Kim Min Young yang baru saja menyelesaikan sarapannya pagi ini hanya bisa menatapnya dengan tatapan kau-sudah-benar-benar-gila-ya.

“Jiyeon Everdeen.” Suara Min Young terdengar pelan dan menggelitik ditelinga Jiyeon yang masih menatap dirinya sendiri dengan ekspresi datar. “Kau sudah gila, Everdeen? Apa kau pikir, kau sedang berusaha menyelamatkan Lee Seungri yang sedang ditangkap oleh Capitol?”

“Berhenti mengganggunya,” timpal Yoo Bi yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja belajarnya.

“Aku akan terus mengganggunya sampai dia kembali waras,” ucap Min Young yang kini sedang mencoba menggelitiki hidung Jiyeon dengan bulu-buli pada ujung pulpennya.

Dan respon Jiyeon lagi-lagi…. “Namaku Park Jiyeon. Usiaku genap delapan belas tahun sejak tiga bulan yang lalu. Aku sedang menuntut pendidikan tingkat tiga di Anyang Art High School bersama ketiga sahabatku. Aku adalah Mr. Marshmallow kesayangan Lee Youn Mi sejak tahun kemarin. Dan aku adalah kesayangan Lee Seungri.”

“Arrrrgh….aku menyerah!” teriak Min Young seraya merebahkan tubuh gempalnya ke atas ranjang yang berbalut seprei Betty Boop. “Silahkan kau mendalami karaktermu sebagai Miss Everdeen.”

Well, apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Jiyeon? Lagaknya sejak seminggu belakangan ini memang seperti Katniss Everdeen pada seri terakhir Hunger Games yang dibacanya satu bulan yang lalu. Jiyeon selalu mengulang kata-kata yang sama hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa dia masih Park Jiyeon dan belum gila. Aniyo, Jiyeon memang hampir gila sejak dirinya membaca selebaran pengumuman yang ditempel Lee Youn Mi di loby sekolahnya.

Satu minggu yang lalu…

“Aku ada janji kencan dengan Taemin siang ini, saudara-saudara,” ucap Min Young dengan mulut penuh keripik. “Jadi kuharap kalian bisa atasi sendiri Kim Ji Won dan yang lainnya nanti.”

“Ada baiknya kami bawa sekalian PARADISE ke acara kencanmu biar tambah seru,” timpal Jin Joo seraya mengambil keripik Min Young.

Sementara Min Young dan Jin Joo asik berdebat, Yoo Bi menghentikan langkahnya menyadari Jiyeon tak ada di sebelahnya. Jiyeon sedang berdiri terpaku di depan sebuah pengumuman yang baru saja ditempel pagi ini oleh Lee Youn Mi.

“New Announcement : Pertunjukan dari sekuel Mr. Marshmallow akan ditayangkan tepat pada hari yang sama dengan pengesahan kelulusan siswa tingkat tiga tahun ini. Akan diadakan audisi kembali untuk pengisi peran Mr. Marshmallow. Untuk tanggal dan harinya akan ditentukan segera. Ikuti perkembangan info selanjutnya,” ucap Yoo Bi membaca rentetan kalimat dari pengumuman di depannya saat ini.

Bad news buat Park Jiyeon. Mr. Marshmallow akan diganti peran. Entah mengapa. Padahal Jiyeon ingat Lee Youn Mi pernah berkata bahwa untuk sekuel Mr. Marshmallow, dirinyalah yang akan berperan kembali. Berita buruk pagi itu dalam sekejab membuat perasaan Jiyeon bercampur aduk.

“Sedang lihat apasih?” tanya Min Young seraya menghampiri Yoo Bi dan Jiyeon. Tak lama setelah membaca pengumuman itu pun Min Young ikut diam. Lalu muncul Jin Joo dan hal serupa terjadi. Kini keempatnya terdiam, sampai akhirnya Jiyeon berkata, “Aku…mau ke toilet.”

Maka pergilah Jiyeon ke toilet dengan wajah super masam, super pahit dan super menyedihkan.

“Apa yang sedang terjadi?” tanya Jin Joo tidak mengerti. “Kenapa Lee Youn Mi dengan seenaknya melakukan ini pada Jiyeon? Jelas pertunjukkan Mr. Marshmallow tahun lalu sukses berat. Kenapa sekarang dia malah mau menggantinya dengan orang lain?!”

“Tarif nafas, Jin Joo-ah…” ucap Min Young mencoba mengontrol kemarahan Jin Joo. “Lalu keluarkan perlahan…”

“Aku akan coba tanyakan hal ini pada Lee Youn Mi,” ucap Jin Joo seraya pergi meninggalkan Yoo Bi dan Min Young menuju ruangan Lee Youn Mi.

Kembali masa dimana Jiyeon berusaha mengikuti metode yang Katniss Everdeen ajarkan…

“Apa aktingku jelek?” gumam Jiyeon akhirnya mau mengucapkan hal lain. “Bukankah Lee Youn Mi menyukai pertunjukanku?”

Min Young menepuk dahinya gusar saat mendengar pertanyaan Jiyeon. Dia pun beranjak bangun untuk duduk di sebelah Jiyeon.

“Yaa, dengarkan aku…” ucap Min Young. “Kau memang tidak bisa berakting lebih baik daripada aku sekalipun. Tetapi kau yang terpilih sebagai Mr. Marshmallow dan tahun kejayaanmu mungkin tidak bisa diperpanjang disebabkan oleh hal lain yang kami tidak ketahui. Anggap saja, Lee Youn Mi sedang membuka kesempatan bagi siswa lain untuk mencicipi bagaimana rasanya menjadi Mr. Marshmallow. Jangan beranggapan bahwa Lee Youn Mi sudah tidak menyukaimu lagi. Hal itu justru akan memperburuk perasaanmu saja. Dan kau bisa lebih cepat gila.”

“Bersabarlah, Jiyeon-ah…” sahut Yoo Bi. “Jin Joo masih berusaha mencari cara agar Lee Youn Mi mau buka mulut dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”

“Bahkan Lee Youn Mi tidak mau bertemu dan bertatap muka denganku.” Jiyeon mulai terisak mengingat tiga hari yang lalu Lee Youn Mi terang-terangan menghindari Jiyeon saat di kantin. “Apa aku telah berbuat salah?” Kini satu koridor asrama yakin bisa mendengar suara tangisan Jiyeon. Dan Min Young hanya bisa berbalik dan kembali merebahkan dirinya di kasurnya.

**

Keesokan harinya di Senin pagi…

“Kau habiskan sendiri atau berbagi dengan Jiyeon,” ucap Onew seraya memberikan kotak makan berisi roti kornet pada Yoo Bi di depan gerbang Anyang. “Percayalah, aku membuatnya seratus persen dengan cinta.”

Yoo Bi hanya bisa tersenyum malu mendengar gombalan garing yang selalu Onew berikan padanya tiap pagi hari di depan gerbang sekolahnya ini.

“Berhentilah melakukannya,” ucap Yoo Bi. “Sampai sekarang Min Young dan Jin Joo belum mendengar gombalanmu itu, tetapi aku yakin sebentar lagi mereka akan tahu dan mulai mengejekku.”

“Biar saja,” ucap Onew tidak perduli. “Ingat, jangan berikan roti itu pada Jin Joo apalagi Min Young, mereka akan menghabiskan sepertiganya. Kau tahu cintaku bukan untuk ditelan bulat-bulat oleh badan bulat Min Young.”

“Araseo,” ucap Yoo Bi disertai tawa. Tak lama kemudian Yoo Bi teringat akan sesuatu pasal Jiyeon. “Bisakah kau buatkan sesuatu untuk Jiyeon? Mungkin cupcake atau macaroon?”

“Memangnya ada apa dengannya?” tanya Onew dengan dua alis terangkat. “Bukankah ulang tahunnya sudah lewat…”

“Jiyeon sedang mengalami depresi berat seminggu terakhir ini,” ucap Yoo Bi menjelaskan. “Terlebih lagi Seungri-Oppa sedang kembali ke Jerman dan entah kapan kembali. Dia butuh sesuatu yang dapat mengembalikan semangatnya.”

“Apa mungkin ada masalah dengan gurunya lagi?” tanya Onew mencoba menduga.

“Benar, dugaanmu tepat sekali,” ucap Yoo Bi. “Lee Youn Mi seperti tidak mempercayakan Jiyeon lagi untuk memegang peran Mr. Marshmallow.”

“M-mwo? Kenapa dia melakukan hal itu?” tanya Onew terlihat sama tidak terimanya dengan Jin Joo. “Dia sudah bahagia dengan Kang Kyung Jun dan sekarang dia lepaskan janjinya padaku. Apa dia sudah gila?”

“Jin Joo sedang mencari tahu penyebabnya,” ucap Yoo Bi seraya membetulkan letak rambut Onew yang berantakan. “Sementara Jin Joo sedang berusaha, maukan kau membantu mengembalikan semangat Jiyeon?”

“Tentu saja,” ucap Onew menyanggupi. “Aku akan buatkan sesuatu yang manis untuknya.”

Tak lama kemudian datang Lee Youn Mi yang sedang sibuk menutupi wajahnya dengan tudung hoodie yang sedang dikenakannya saat ini demi menyembunyikan diri dari Lee Yoo Bi dan Onew. Spontan Lee Yoo Bi menghalangi jalannya seraya berkata, “Demi Tuhan, aku butuh penjelasan darimu mengapa kau mau menggantikan peran Mr. Marshmallow!”

Lee Youn Mi pun terkejut dan hampir saja terjatuh jika Onew tidak memegang tangannya.

“Kalian berdua,” ucap Lee Youn Mi berdecak sebal seraya menatap Onew dan Yoo Bi bergantian. “Kalian bisa membuatku telat dan hampir terjatuh.”

“Kelas baru di mulai setengah jam lagi,” ucap Yoo Bi seraya menunjukkan jamnya. “Tolong, aku hanya butuh penjelasan darimu.”

“Yoo Bi-ah, kau tidak ada urusannya dengan jurusan seni peran. Jadi untuk apa kau menggangguku seperti ini?” tanya Lee Youn Mi enggan menjelaskan.

“Tetapi kau punya urusan denganku,” ucap Onew mencoba mengingatkan bagaimana usahanya dulu agar Jiyeon mendapatkan audisi kedua.

“Kita sudah impas,” ucap Lee Youn Mi dengan suara dikeraskan. “Dan tolong jangan ungkit masalah itu lagi.”

“Kau benar-benar menyebalkan,” desah Onew seraya melepas begitu saja tangan Lee Youn Mi, membuatnya kini benar-benar terjatuh. Hak high heels-nya pun patah.

“Yaa! Lee Jin Ki!” teriak Lee Youn Mi yang masih tersungkur di atas aspal. “Kau benar-benar keterlaluan!”

“Baiklah kalau kau tidak mau memberitahu,” ucap Yoo Bi. “Aku akan tanyakan hal ini pada Head Master.”

“M-mwo?” Lee Youn Mi spontan berdiri dengan berpegangan pada tangan Yoo Bi. “M-micheosseo? Kau pikir Head Master mau tahu soal perkara ini? Semua sistem pada pertunjukkan, aku yang pegang kendali.”

“Tetapi sistem itu tidak akan berjalan jika Head Master tidak memberikan izin,” ucap Yoo Bi tidak mau kalah.

Lee Youn Mi pun mencoba untuk menahan kekesalannya sebelum menjawab, “Baiklah, aku akan beritahu. Tetapi tolong, jangan bocorkan hal ini pada siapapun. Mengerti?”

**

Bandara Incheon…

Lee Seungri baru saja akan masuk ke dalam taksi, tepat ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang seraya berseru, “Aku di bangku depan, seperti biasa!”

Seungri terkejut mendapati Dong Taeyang, temannya sewaktu di Jerman, masuk begitu saja ke dalam taksi. Mau tak mau Seungri duduk di bangku belakang. Masih dengan wajah bingung, Seungri pun bertanya, “Sejak kapan kau mengikutiku?”

“Sejak di Bandara Frankfurt,” jawab Taeyang santai seraya membuka kaca jendela taksi untuk mengecek penampilannya lewat kaca spion.

“Aku sama sekali tidak mengajakmu kesini,” ucap Seungri masih terlihat bingung.

“Anggap saja aku yang berinisiatif menemanimu selama disini,” ucap Taeyang seraya kembali menutup kaca jendela taksi. “Jadi kita akan pergi kemana, sahabatku?”

“Aku akan carikan kau hotel disini,” ucap Seungri seraya menyuruh supir taksi untuk membawa mereka ke hotel terdekat dengan bandara.

“Micheosseo?” Taeyang otomatis memutar kepalanya ke belakang, menatap Seungri yang tengah sibuk dengan ponselnya. “Aniyo….kita akan pergi ke tempat kau tinggal disini. Aku mau tinggal bersamamu.”

“Aku tinggal bersama orang lain,” ucap Seungri membantah. “Dan aku tidak bisa membiarkan kau tinggal bersamaku. Akan repot jadinya.”

“Kau benar-benar keterlaluan, Lee Seungri,” ucap Taeyang berdecak sebal sementara taksi yang mereka tumpangi sudah berjalan.

**

“J-Jadi karena itu Lee Youn Mi menggantikan peran Mr. Marshmallow?” Tanpa sadar Jin Joo menggebrak meja kantin. Emosinya berhasil tersulut siang itu, membuang berpuluh pasang mata menatap GLORY dengan tatapan setengah bingung dan takut.

Tak lama kemudian datang Jiyeon yang langsung sibuk mengambil makanannya sendiri. Sementara itu, Yoo Bi, Jin Joo dan Min Young hanya bisa melihatnya dari meja mereka dengan pandangan simpatik.

“Lihat anak itu,” desah Jin Joo dengan wajah sendu. “Lihat wajahnya, yang tahun lalu begitu bahagia karena pertunjukkan yang dilakoninya sendiri berjalan sukses. Dan sekarang? Dia kembali menjadi mayat hidup karena keputusan Lee Youn Mi, karena siswi baru itu, karena anak Head Master itu!”

“Yaa!” Yoo Bi otomatis membekap mulut Jin Joo seraya berkata, “Kau tidak bisa menjaga mulutmu sendiri? Bahkan aku sudah berjanji untuk tidak membocorkan hal ini kepada orang lain selain GLORY.”

Tak lama kemudian Min Young menunjuk seseorang yang baru datang dan segera mengambil makanan. Siswi baru yang baru saja GLORY bicarakan kini tengah berdiri bersebelahan dengan Jiyeon.

“Anak itu maksudmu, Yoo Bi-ah?” tanya Min Young seraya menunjuk seorang siswi dengan postur tubuh mungil dan berambut berombak.

Yoo Bi mengangguk seraya mencomot kentang goreng dari piring Min Young.

“Dia memang lucu…” gumam Min Young. “Tetapi aku tidak yakin dia mampu berakting lebih baik dari Jiyeon. Um, siapa tadi namanya kau bilang?”

“Yeon Soo…” jawab Yoo Bi. “Ha Yeon Soo.”

**

Jiyeon menatap makanan yang sedang Ahjumma kantin sendokkan ke dalam piringnya di atas nampannya. Tak lama kemudian datang seseorang yang langsung mengambil tempat di sebelahnya.

“Park Jiyeon?” tanya orang itu.

Jiyeon pun menoleh dan berkata, “Kau siapa?”

“Siswi baru disini, tingkat satu,” jawabnya sambil mengumbar senyum. “…jurusan seni peran.”

Kedua mata Jiyeon spontan membulat. “Ah, satu jurusan denganku.”

Anak itu pun mengangguk. “Um, aku dengar sekolah ini memiliki satu pertunjukkan terhebat yang sukses digelar tahun lalu. Mr Marshmallow namanya, kalau tidak salah dengar…”

Mendengar pertunjukkan sakral itu disebut, wajah Jiyeon kembali berubah seperti mayat hidup.

 “Kau tidak salah dengar,” jawab Jiyeon seraya menggeret nampannya ke depan Ahjumma lain untuk minta disendokkan kimchi.

“Aku sangat tertarik dengan pertunjukkan itu,” ucap anak itu yang sepertinya tidak berniat untuk berhenti bicara. “Dan kata Lee Youn Mi Seonsaengnim, peran Mr. Marshmallow akan diganti dan audisinya akan segera ditentukan. Aku akan mendaftar!”

Jiyeon agak terkejut mendengar semangat siswi baru disebelahnya ini. Dan tanpa banyak bicara, Jiyeon hanya berkata, “Semoga beruntung, kalau begitu.”

Jiyeon pun meninggalkan si siswi baru menuju meja GLORY. Jin Joo dan Min Young spontan memberondonginya pertanyaan.

“Dia bilang dia berencana mengikuti audisi pengisi peran Mr Marshmallow nanti,” jawab Jiyeon tanpa memperdulikan tatapan simpatik Yoo Bi pada dirinya.

“Anak itu, pura-pura tidak tahu,” geram Jin Joo seraya meremas gelas kertas miliknya. “Perlu kau tahu, Jiyeon-ah. Semua ini sudah disetting oleh Lee Youn Mi demi memenuhi keinginan anak baru itu.”

“Apa maksudmu?” tanya Jiyeon tidak mengerti dan agak tidak perduli.

“Yoo Bi berhasil mendapatkan informasi dari Lee Youn Mi pagi ini,” jawab Jin Joo. “Alasan mengapa Lee Youn Mi ingin menggantikanmu karena anak baru itu.”

Ucapan terakhir Jin Joo berhasil membuat Jiyeon menghentikan suapannya.

“…Ha Yeon Soo, dia anak Head Master yang baru masuk ke sini tahun ini. Tahun ajaran pertama dan dia cukup meyakinkan untuk menjadi kandidat sebagai Mr. Marshmallow…”

“Ya tentunya saja karena dia anak Head Master,” timpal Min Young. “Dia merengek meminta kepada ibunya agar sekuel Mr. Marshmallow nanti dia yang memerankannya.”

“Dan Lee Youn Mi hanya bisa menurut tanpa harus mengorbankan jabatannya sebagai guru yang sudah cukup lama mengabdi untuk sekolah ini,” ucap Yoo Bi menambahkan.

“Pada intinya…” ucap Jin Joo. “Audisi nanti itu sama sekali tidak berguna untuk siapapun, termasuk untuk dirimu, Jiyeon-ah. Karena pada akhirnya, anak itulah yang anak memerankan Mr. Marshmallow.”

“Audisi itu hanya formalitas agar tidak ada yang curiga bahwa ada anak Head Master yang sedang berencana mencuri peran darimu,” sambung Min Young seraya menatap nampan makanan Jiyeon. “Yaa, kau sebut itu makanan manusia? Kau tidak berencana mengecilkan pinggulmu kan? Bahkan kau tidak memiliki pinggul, Jiyeon-ah!”

**

Jiyeon menatap dirinya kembali di depan cermin besarnya. Tidak ada ekspresi mayat hidup lagi, melainkan ekspresi ingin membunuh seseorang-lah yang kini sedang terpancar dari wajah imutnya.

“Ha…Yeon…Soo…” geram Jiyeon seraya menyebutkan nama anak itu pelan-pelan. “Beraninya dia…”

“Bagus Jiyeon-ah,” timpal Min Young pelan dari belakang. “Kau butuh sedikit marah untuk menerima ketidakadilan ini. Dan kau berhak menegur anak itu dan bilang bahwa…”

“Aku tidak bisa melakukannya,” sela Jiyeon kembali seperti semula. Bahunya melorot sejadi-jadinya, wajahnya lesu dan tidak bersemangat.

“Y-yaa…geramanmu tadi itu sudah bagus sekali,” ucap Min Young terlihat putus asa. “Ayolah, Jiyeon-ah…kau harus melakukan ini.”

“Melakukan sesuatu yang dapat mengancam diriku sendiri, maksudmu?” tanya Jiyeon. “Kau lupa, Min Young-ah? Aku ini siswi tingkat akhir di sekolah ini. Jika aku melukai sedikit saja anak baru itu, dapat dipastikan kalian akan meninggalkanku disekolah ini sementara aku harus mengulang satu tahun lagi.”

“Sampai sekolah ini bertindak tidak adil seperti itu padamu, untuk pertama kalinya Lee Yoo Bi akan menghajar Head Master itu…” ucap Jin Joo dengan tangan mengepal. “Bagaimana, Yoo Bi-ah? Kau mau kan melakukan hal itu demi Jiyeon?”

Tidak suara. Yang ada hanya dengkuran halus dari meja belajar Yoo Bi.

“Dia tertidur lagi,” desah Min Young.

“Sebenarnya apa yang sedang dikerjakannya?” tanya Jin Joo seraya menatap kertas-kertas dimeja belajarnya yang dipenuhi not-not balok.

“Entahlah,” jawab Min Young. “Dikelas kami, tiap sore dia mencuri waktu untuk menggunakan piano milik guru kami. Mungkin dia sedang membuat lagu.”

“Aneh sekali,” gumam Jin Joo seraya menatap wajah Yoo Bi yang sedang tertidur. “Apa dia berencana memberikannya untuk Onew-Oppa? Seharusnya Onew-Oppa yang melakukan itu untuknya.”

“Sudahlah, Jin Joo-ah,” ucap Min Young. “Menjauhlah dari mejanya dan biarkan dia tidur. Dan sekarang kau lawan aku lagi. Kau berhasil mengurangi skor pialaku kemarin. Sekarang aku akan balas kau…” Min Young pun segera membuka game Let’s Get Rich dari ponselnya.

“Ternyata kau tidak bosan kalah, Min Youngie…” ucap Jin Joo seraya mengeluarkan ponselnya sendiri.

**

Pesan dari Lee Seungri tiba-tiba saja berhasil melunturkan kesuraman Jiyeon malam ini. Dengan sangat bersemangat, Jiyeon mempersiapkan dirinya yang hendak bertemu Seungri di depan gerbang Anyang. Seungri pun sudah tiba dengan membawakan sesuatu untuknya.

“Macaroon?” pekik Jiyeon kesenangan.

“Benar kata Onew,” ucap Seungri. “Kau mudah sekali dibuat tersenyum hanya dengan makanan manis seperti ini.”

“Jadi ini bukan darimu?” tanya Jiyeon yang kesenangannya mendadak buyar.

“Onew yang buatkan kue itu untukmu,” jawab Seungri.

“Kupikir kau benar-benar sudah berubah menjadi tipe pria yang hobi menyenangkan pacarnya,” desah Jiyeon kecewa.

“Kedatanganku kesini memang ingin mengajakmu ke suatu tempat,” ucap Seungri. “Kudengar kau sedang ada masalah belakangan ini?”

Jiyeon pun mengangguk sedih. “Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Tetapi kau tidak ada disini. Sangat menyebalkan.”

“Mianhae,” ucap Seungri seraya memberikan pelukan hangat buat Jiyeon malam itu. “Ibuku perlu bantuan sedikit untuk mengurusi bisnisnya disana. Tetapi aku sudah kembali sekarang. Dan aku akan coba obati kesedihanmu.”

Mendengarnya, Jiyeon hanya mampu tersenyum. Dan dia pun melingkarkan tangannya ke pinggang Seungri, mencoba membalas pelukan sang kekasih.

**

Kencan malam itu di akhiri dengan menyesap kopi hangat di Coffee Bakmulkwan…

“Bagaimana?” tanya Seungri. “Perasaanmu sudah lebih baik?”

Jiyeon mengangguk seraya berkata, “Terima kasih atas usahamu malam ini. Perasaanku sedikit lebih ringan, walaupun aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah bukan Mr. Marshmallow lagi.”

“Aku memang bukan tipe orang yang suka memberikan nasihat,” ucap Seungri. “Tetapi ini karena kau adalah kekasihku. Aku ingin kau acuhkan semua gangguan di sekolahmu itu. Anggap saja kau tidak pernah menjadi sosok Mr. Marshmallow, sehingga kau akan lebih mudah menerima keadaan itu.”

“Jin Joo dan Min Young berpikir bahwa aku harus mempertahankan apa yang menjadi hakku, tetapi kenapa justru kau menginginkan aku menyerahkan semuanya?” tanya Jiyeon tidak mengerti.

“Aku hanya tidak mau keceriaanmu hilang dengan atau tanpaku,” jawab Seungri membuat Jiyeon terdiam sesaat. “Aku memang tidak begitu suka dengan hal kekanak-kanakan dan keceriaan yang berlebihan, tetapi pada kenyataan aku lebih menginginkan hal itu pada dirimu daripada wajah yang kau tunjukkan selama kita berkencan tadi.”

“Aku bahagia bisa berkencan denganmu malam ini,” bantah Jiyeon cepat.

“Kau hanya berusaha terlihat bahagia,” ralat Seungri. “Pada saat-saat tertentu, tanpa sadar kau menunjukkan kesedihanmu. Aku benar-benar tidak suka itu.”

Jiyeon terdiam dan mengaku pada dirinya sendiri bahwa dia beberapa kali memikirkan anak baru itu dengan kostum Mr. Marshmallow saat berkencan tadi.

“Kau adalah Mr. Marshmallow yang terbaik buatku,” ucap Seungri menambahkan. “Aku tidak butuh kau diagung-agungkan oleh teman-teman disekolahmu dan Lee Youn Mi. Pada kenyataannya kepopularitasan itu tidak abadi. Dan kau memang butuh merasakannya untuk lebih mengerti bahwa bukan hal macam itu yang manusia butuhkan untuk hidupnya. Manusia butuh cinta dan kasih sayang. Aku dan ketiga sahabatmu itu mampu memberikan cinta dan kasih sayang itu, Jiyeon-ah. Bahkan masih banyak lagi. Ada Onew—yang masih setia memperhatikan kondisi hatimu, Cheondung—satu-satunya kakak tiri yang terbaik yang pernah aku lihat dan Changsub—walaupun dia masih ada di Jepang dan belum kembali, tetapi aku yakin disana dia sedang berpikir apakah aku sudah menjalankan apa yang dia minta untukmu.”

Jiyeon masih terdiam dan takjub. Sosok dingin dan pendiam seperti Lee Seungri mau bicara panjang lebar untuk menasehati dirinya dengan kata-kata yang jujur saja membuat perasaan Jiyeon terharu.

“Maafkan aku,” ucap Jiyeon yang entah mengapa menitikkan air mata. “Hal ini pernah terjadi dulu. Dan aku mengulanginya lagi, rasa ketidak-bersyukuran itu. Aku selalu lupa bahwa aku punya banyak hal menyenangkan selain berlakon sebagai Mr. Marshmallow di dunia ini. Maafkan aku karena telah merusak kencan pertama kita ini sejak kau kembali dari Jerman.”

“Gwaenchanayo,” ucap Seungri seraya menggenggam tangan Jiyeon. “Aku hanya mau kau kembali menjadi kekasihku yang periang dan cerewet.”

“Tenang saja,” ucap Jiyeon. “Aku akan menjadi cerewet kembali untukmu.”

**

“Omona!” ucap Jin Joo. “Aku lupa bahwa yang mampu mengobati kesenduan hatimu adalah seseorang yang kau cintai, Jiyeon-ah. Dulu Changsub-Oppa pun pernah mengobatimu, walaupun pada akhirnya dia menyakitimu lagi dan menyuruh Seungri-Oppa yang mengobatimu.”

“Dia mengatakan banyak hal yang mampu menyadarkanku bahwa aku ini tipe orang yang kurang bersyukur,” ucap Jiyeon seraya mengeluarkan kumis palsunya dari kotak properti kecil yang dia simpan pribadi di kamar asramanya. “Aku akan kembalikan kumis ini dan semuanya yang berhubungan dengan Mr. Marshmallow,” desah Jiyeon seraya menatap fotonya bersama Yoo Bi, Jin Joo dan Min Young yang ditempelnya di dinding di depan meja belajarnya.

“Kau yakin kau mau melepas Mr. Marshmallow begitu saja?” tanya Yoo Bi.

“Bahkan kita belum melakukan apa-apa untuk membuat Ha Yeon Soo membayar atas apa yang dia rebut darimu,” timpal Min Young, membuat Yoo Bi otomatis menjitaknya.

“Kita bukan genk pembalas dendam, Min Youngie,” ucap Yoo Bi mengingatkan.

“Aku sudah tidak perduli lagi,” ucap Jiyeon memperjelas. “Aku anggap menjadi Mr. Marshmallow adalah kenangan terindahku selama di Anyang. Dan tanpa harus ada kekerasan, aku akan memberikan peran itu buat Ha Yeon Soo secara cuma-cuma.”

**

Esok paginya di ruang guru…

“B-benarkah kau akan memberikannya, Jiyeon-ah?” tanya Lee Youn Mi dengan perasaan amat bersalah. Digenggamnya tangan Jiyeon seraya melanjutkan kata-katanya dalam gumaman kecil. “Demi Tuhan, aku masih menginginkanmu menjadi Mr. Marshmallow-ku. Aku tidak menginginkan anak lain mengambil peran itu. Terlebih Ha Yeon Soo, dia hanya pintar merengek di depan ibunya itu.”

“Paling tidak aku tahu bahwa kau masih menginginkan aku untuk menjadi Mr. Marshmallow,” ucap Jiyeon seraya tersenyum. “Walaupun pada kenyataannya itu tidaklah mungkin.”

“Tetapi ada satu hal yang aku pikirkan saat ini…” ucap Lee Youn Mi dengan ekspresi khawatir. “Bagaimana jika anak itu justru menghancurkan pertunjukkanku nantinya? Sejak Mr. Marshmallow berhasil, jurusan seni peran memiliki banyak peminat dan naik drastis. Bahkan muridku dua kali lipat lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. Aku tidak mungkin membiarkan anak itu menghancurkannya dalam sekejab.”

“Tetapi kau butuh mempertahankan jabatanmu disini, Seonsaengnim,” ucap Jiyeon mengingatkan.

“Aku tahu pasal itu,” ucap Lee Youn Mi. “Dan karena itulah aku tidak dapat berbuat banyak. Bahkan ibunya sudah berpesan padaku untuk membuat Yeon Soo menjadi sepertimu. Dan anak itu perlu perjuangan khusus untuk bisa menjadi sepertimu, Jiyeon-ah.”

“Berarti harus ada orang yang melatihnya,” ucap Jiyeon. “Dulu pun banyak orang yang melatihku, bahkan Jung So Min mau melakukannya untukku.”

“Masalahnya So Min sedang tidak ada disini,” desah Lee Youn Mi kalut. “Dan aku tidak bisa melakukannya. Masih banyak pekerjaanku yang lain.”

“Bagaimana kalau cari pengajar akting buatnya?” usul Jiyeon tiba-tiba.

“Ibunya melarangnya, Jiyeon-ah,” erang Lee Youn Mi. “Dia bilang akting Yeon Soo tidak perlu diajar khusus, apalagi oleh guru akting. Dia terlalu yakin anaknya memiliki bakat akting dan bisa menyesuaikan peran Mr. Marshmallow untuknya nanti. Sungguh aku benci mendengarnya sewaktu ibunya panjang lebar membanggakan anaknya itu.”

“Jadi kita harus bagaimana?” desah Jiyeon buntu.

Lee Yeon Mi berusaha berpikir, sampai-sampai membuatnya terlihat idiot dan bukan cerminan seorang guru. Dan tiba-tiba saja dia berteriak, “Aku punya ide! Aku punya ide, Jiyeon-ah. Ha Yeon Soo tetap harus diajar akting. Tetapi jika yang melakukannya adalah seorang yang pakar, ibunya pasti akan merasa marah dan tersinggung.”

“Jadi, maksudmu akan ada yang mengajar Yeon Soo berakting, tetapi bukan pakarnya?” tanya Jiyeon mencoba menalari ucapan Lee Youn Mi.

“Geurae!” ucap Youn Mi kesenangan. “Dan suasana pengajarannya dibuat seperti bukan suasana mengajar. Jadi Yeon Soo akan menganggap bahwa si pengajar hanya berusaha membantunya sedikit agar dia mampu menjadi Mr. Marshmallow yang baik.”

“Lalu siapa orang itu?” tanya Jiyeon.

“Tentunya saja kau orangnya, Jiyeon-ah!” ucap Lee Youn Mi seraya meremas kedua kengan Jiyeon dengan sangat bersemangat.

“M-mwo?” Sepertinya kali ini Jiyeon butuh waktu menalari ucapan Lee Youn Mi. Dia? Mengajar? Benar-benar tidak masuk akal.

“Aku tahu kau tidak terlalu bisa berakting,” ucap Lee Youn Mi mencoba memperhalus ucapannya. “Tetapi kau si Mr. Marshmallow yang sebenarnya. Dan hanya kau mampu mengetahui seperti apa karakter Mr. Marshmallow yang aku inginkan. Maka kau ajarkan dia dan berikan apa yang semustinya dia terima.”

“S-Seonsaengnim…ini sungguh tidak masuk akal,” ucap Jiyeon enggan menerima ide Lee Youn Mi yang terdengar idiot ditelinganya. “A-aku? Mengajar? Bahkan Jin Joo lebih mampu dari pada aku.”

“Jika aku menyuruh Jin Joo, Yeon Soo akan dengan mudah meremehkannya,” ucap Youn Mi membantah. “Jelas Jin Joo hanya berperan sebagai pohon tahun lalu itu, Jiyeon-ah. Mana mau dia menerima pengajaran dari pohon yang berjalan?”

“T-tetapi…” Jiyeon masih sulit menerimanya. “Mana mungkin aku bisa mengajar seseorang yang telah berani merebut peran itu dariku?”

Lee Youn Mi pun akhirnya menyuruh Jiyeon duduk di bangkunya sebelum berkata, “Aku tahu hal ini akan terasa menyakitkan untukmu. Tetapi hanya kau yang mampu menolongku saat ini, Jiyeon-ah. Tolonglah aku dan setelah ini aku berjanji mau melakukan apa saja untukmu.”

Jiyeon terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Kau guru yang baik, Seonsaengnim. Dan kau sudah memberiku kesempatan untuk mencicipi panggungmu. Aku akan membalas budimu dengan menerima tawaranmu untuk mengajarkan Ha Yeon Soo akting.”

“Tentu saja, Jiyeon-ah….” pekik Lee Youn Mi kesenangan. “Aku akan ingat balas budi baikmu ini. Dengan kau melakukan ini, itu artinya kau telah menyelamatkan dua hal dalam hidupku, jabatanku disini dan juga pertunjukkanku.”

**

Seperti yang sudah Jiyeon duga, berita ini akan menjadi lelucon terlucu sepanjang masa bagi Lee Yoo Bi, Park Jin Joo dan Kim Min Young. Dan mungkin untuk dirinya juga. Bayangkan saja seorang amatiran yang tahun lalu stress berat sebelum menghadapi audisi dan pertunjukkan Mr. Marshmallow, sekarang diharuskan mengajar akting kepada seorang yang sama amatirannya dengan dirinya.

“Tetapi, Jiyeon-ah….” ucap Jin Joo. “Dengan begitu keadaannya, kau akan lebih leluasa membalaskan dendammu.”

“Yaa, cara bicaramu mengingatkanku akan kedatangan Jung So Min pertama kalinya disini,” sahut Yoo Bi dari meja belajarnya.

“Ingat, Jin Joo-ah….dia itu anak Head Master,” ucap Min Young mengingatkan. “Jadi jangan macam-macam.”

“Tetapi tidak ada salahnya memberikan sedikit penyiksaan pada bocah itu,” ucap Jin Joo tetap keukeh ingin memberikan sedikit sentilan buat anak yang sudah dengan beraninya merebut peran Mr. Marshmallow dari Jiyeon.

“Soal membalas itu gampang,” ucap Jiyeon. “Masalahnya, aku perlu menguatkan hatiku untuk kembali berhubungan dengan pertunjukkan itu. Aku sudah bersumpah akan melupakan dan membuang jauh-jauh Mr. Marshmallow dari kehidupanku.”

“Kalau begitu batalkan sumpahmu dan balaskan dendammu, Jiyeon-ah!” ucap Jin Joo penuh semangat.

**

Well, sepertinya akan ada banyak perubahan setelah Jiyeon tidak lagi menjadi Mr. Marshmallow. Tetapi siapa perduli, bahkan Lee Seungri lebih menginginkan Jiyeon menjadi kekasihnya yang cerewet. Dan lagi, keputusan Jiyeon untuk mengambil ide Lee Youn Mi sebagai pengajar akting Ha Yeon Soo benar-benar patut dicoba. Paling tidak dengan cara seperti itu, Jiyeon masih bisa berhubungan dengan Mr. Marshmallow.

To Be Continue

9 responses to “[CHAPTER – PART 1] MR. MARSHMALLOW 2

  1. weh… nasihatnya seungri manjur😀 yah,, kita sebagai manusia memang harus selalu bersyukur. setidaknya,, aku benar-benar merindukan lee seungri ><! muehehe. Onew masih tetep baik dan sayang banget ama jiyeon, untung yoobi sahabat yg pengertian gak cemburuan. changsub apa kabar?! wkwkwk

  2. Keren eon 😄
    Niat nya pengen ngejauh dr Mr.Marshmallow mlh disuruh ngajarin akting itu anak bru.
    seungri udh banyak ngomong sekarng 😃
    Seungri takut eoh nanti sahabat na suka ma pacar na lg..
    Next eon 😉

  3. Hahahha,,benarkah jiyeon rela ngelepas smua yg Ά̲̣̥ϑά ?? Apalgi hal ini dikarenakan sbuah ketidakadilan..? Seungri di season 2 lbh bnyk ngomong,,ud diajarkan bicara x yaa sma kekasihnya..hehehehhe

  4. Ya ampun.. Peran yg dari dulu sangat diperjuangkan Jiyi, direbut orang. Kayaknya Ha Yeon Soo ini bakalan bawa banyak masalah di kehidupan Jiyi. Udah peran Mr. Marshmallow direbut, kayaknya di teaser juga pernah disinggung dia bakalan ganggu hubungan Jiyi ama Seungri. Haaahh.. Fighting Jiyi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s