Winter Confession[Chapter Three]

“Mau milo atau kopi?” tanya Minho.

“Yang manapun tak masalah.” sahut Jiyeon.

Minho memasukkan coinya ke Vending Machine dan dua kaleng milo keluar. Dia mengambilnya dan memberi satu untuk Jiyeon.

“Sialan Myungsoo itu.”

“Berhentilah mengutuk orang. Tak cocok untuk mukamu yang cantik.”

“Tapi dia memang pantas dikutuk!”

“Matamu masih merah.”

“Hari ini memang ada banyak debu…”

“Bukanya gara-gara kau terlalu banyak nangis?”

“Oh! Aku ingat sesuatu! Aku harus membantu membuat setting drama untuk kelasku!”

Cewek berkepang dua lari ke arah mereka. Jiyeon menyadari bahwa dia adalah classmate-nya, Son Naeun.

“Jiyeon! Gawat!” kata Naeun.

“Ada apa?” tanya Jiyeon.

“Taeyeon dan Baekhyun tertimpa pohon yang ada di setting!”(Pohonya palsu loh :p)

“Jangan-jangan… mereka terluka?”

“Ya!”

——————————————————————————————————

Kami berjalan ke arah backstage, disana ada Taeyeon dan Baekhyun yang sedang duduk dikursi, diobatin oleh Daehyun.

“Taeyeon! Baekhyun! Apa kalian tak apa-apa?”

“Kaki kami terluka parah.” sahut Baekhyun.

“Kalau begini, kita harus cari pengganti-“

“Jiyeon saja yang jadi Juliet.” sahut Minho.

“A-Apa?!”

“Betul juga! Jiyeon yang cantik kan cocok jadi Juliet.”

“T-Tapi… aku agak malu…”

“Jangan khawatir! Kau pasti bisa.”

“Tapi siapa yang akan jadi Romeo?”

“Myungsoo.”

M-Myungsoo?! Apa sih yang Minho pikirkan?!

“Ayo kita cari Myungsoo!”

——————————————————————————————————

Changing Room

“Kostum Julietnya nyaman, kan?” tanya Bomi.

“Tidak ada masalah.”

Pintunya kebuka dan Myungsoo masuk.

“Mana kostumku?” tanya Myungsoo.

“Di lemari itu.”

“Aku pergi dulu ya, ada urusan.” kata Bomi.

Myungsoo membuka lemari yang terletak di samping jendela, dan mengambil kostum Romeo.

“Myungsoo. Apa kau benar-benar… tak menyukaiku? Bahkan sedikit pun?”

“Setidaknya ada sedikit, tapi… semua menghilang karena kau menyukai Minho.”

“Kenapa sih kau membenci Minho seperti itu?! Aku tahu dia menyukaiku, tapi-Aku tak menyukainya!”

Sepatah kata pun tak keluar dari mulutnya. Myungsoo pun berpaling ke arah Jiyeon.

“Bisakah kau pergi? Aku harus mengganti bajuku.”

“Baik…lah.”

Jiyeon kemudian meninggalkan ruangan dan membanting pintu untuk menunjukan kemarahanya.

“Hei.”

“Minho.”

“Kau terlihat cantik dengan gaun itu.”

“Biasa saja, kok. Minho, habis drama ini selesai, ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

——————————————————————————————————

“Sambutlah pentas drama kelas 12-C, Romeo and Juliet!”

Hati Jiyeon berdegup kencang. Tapi entah kenapa Myungsoo tidak terlihat seperti itu. Dia berakting dengan serius, seperti seorang aktor asli.

“Kerja bagus, Jiyeon.”

“Ya. Adegan berikutnya…”

“Berusahalah agar seperti kissing scene asli.”

“A-Apa?!”

“Kissing Scene. Kau harus melakukanya.”

“Tidak mungkin…”

Jiyeon memasuki stage lagi- dan ada Myungsoo berdiri disana, menjulurkan tanganya.

“Juliet.”

“Oh, Romeo. Akhirnya kau datang menyelamatkanku.”

“Sekarang-aku akan menunjukkan cintaku padamu, dengan menciumu.”

Bibirnya, bibirnya makin dekat! Tidak, tidak, tidak! Bibirnya yang seksi…

“Apa yang kau lakukan?” bisik Myungsoo.

“Mana bisa aku menciumu begitu saja?”

“Kalau kau tak lakukan, dramanya akan berantakan.”

“Tapi…”

Sebelum Jiyeon bisa menyelesaikan kalimatnya, dengan cepat Myungsoo mencium bibirnya Jiyeon.

“K-Kau…”

“Lanjutkan dialognya.”

——————————————————————————————————

Credit: Cicil@HSG

17 responses to “Winter Confession[Chapter Three]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s