[ ONESHOOT ] THANK YOU

THANK YOU

 

Tittle : Thank you
Author : gazasinta
Main Cast : Choi Minho SHINee, Park Jiyeon T-ara

Additional Cast : Seo Shin Ae ( Jiyeon’s sister ) , Bae Suzy – Miss A, Hyorin Sistar
Genre : School, hurt, happy ending
Rating : PG-15
Length : Oneshoot

MinJi shipper mana suaranyaaaaa? 
Aku kembali dengan first love ku nih, jadi inget masa-masa dulu baca ff Jiyi, namjanya kebanyakan Choi Minho, tapi akhir-akhir ini kedudukan Minho tergeser sama si ganteng Myung hihihi….habis kalo dipikir-pikir MyungYeon emang memiliki kesempatan lebih besar untuk bersama, mereka itu lebih ada something-nya ketimbang MinJi , untuk realnya dengan siapapun Jiyi aku okeh2 aja, tapi kalo bisa sama Minho atau Myungsoo aja Ya Allah…=))

Maaf untuk story yang tidak jelas, sampe aku bingung untuk nentuin genre dan judulnya, dan mian juga kalo banyak typo dan bahasanya berantakan, aku ngetik Cuma dalam waktu beberapa jam ( berapa thor ? kalo 36 jam mah lama, ah si author :p )
Okelah nikmati saja, sekalian pengen lihat seberapa banyak MinJi shipper, kalo ga banyak mungkin bukan karena faktor Minho, tapi ff-nya yang emang absurd…:D
Cekidot.

Thank you

“ Saudara Park Yoochun dan Kim Taehee kami nyatakan meninggal dunia pada pukul 13.20 karena kecelakan mobil beruntun yang menimpanya, kami turut berduka cita “

“ Tidak!!! ayah dan ibu tidak mungkin meninggalkanku, kau harus menyelamatkan mereka “

“ Maaf agassi, kami sudah berusaha semampu kami, tapi takdir berkata lain tabahkan hati anda “

“ Ll-lalu bb-ggaimana dengan adikku ? “

“ Park Sunmi masih dalam perawatan, berdoalah semoga tidak terjadi apa-apa “

———

“ Yeobbo bagaimana mungkin kita menanggung mereka, kedaaan kita juga sangat sulit, jangan berlaga menjadi seorang pahlawan “

“ Tapi mereka adalah keponakanku “

“ Aku tahu, tapi aku istrimu dan anak-anakmu membutuhkan banyak biaya “

“ Jika bukan aku mereka akan tinggal dimana ? “

“ Jiyeon sudah besar umurnya sudah 18 tahun, dia pasti bisa bekerja dan menyewa rumah untuk mereka tinggal “

———

“ Eonni, ini tinggi sekali, aku takut jatuh “

“ Tidak apa-apa, jikapun terjatuh kita akan bersama-sama “

“ Eonni, andwe…..ayo kita turun saja, aku takut jatuh dan tidak bisa bermain lagi dengan Mason “

“ Huhuhuhu…..mianhae, maafkan eonni yang ingin mencelakaimu “

“ Eonni uljima, uljima….ayah dan ibu pasti akan segera pulang, mereka hanya sedang mencari uang untuk kita, untuk membeli semua yang eonni dan aku inginkan…tersenyumlah “

——–

“ Eonni “

Aku mengusap airmataku ketika Sunmi yang tidur disampingku terbangun “ Waeyo ? “ Tanyaku pada Sunmi yang meringis memegang perutnya.

“ Eonni aku lapar “

Untuk beberapa saat aku hanya terdiam, aku tidak tahu apa yang harus aku berikan pada Sunmi untuk ia makan, aku membongkar tasku, beruntung ada beberapa permen disana.

“ Ini, makanlah “ Aku menyodorkan permen pada Sunmi, namun ia hanya terdiam seraya memandang permen ini, aku menghela nafas lemah, aku tau ini tidak bisa membuat perut Sunmi kenyang, tapi hanya ini yang aku punya.

Tangan kecil Sunmi akhirnya bergerak untuk meraih permen itu dari tanganku, ia membuka tidak hanya satu permen, tapi tiga permen sekaligus dan memasukkan sekaligus kedalam mulutnya.

“ Masih ada satu, simpanlah untukmu “

Sunmi menggeleng, lalu menutup telapak tanganku dan mendorongnya “ Ini untuk eonni, harusnya aku membaginya rata, tapi aku lapar sekali “

Aku mencoba tersenyum mendengar kalimat polos Sunmi, kusentuh puncak kepalanya dan tersenyum lembut “ Kajja!!! Tidurlah”

Ku peluk dengan erat tubuh Sunmi, mencoba melindungi tubuh kecilnya dari udara yang sangat dingin, adikku adalah harta satu-satunya yang paling berharga yang aku miliki saat ini setelah kepergian ayah dan ibuku.

“ Sunmi-ah, jangan keluar sampai eonni menemuimu, ini….eonni hanya bisa membeli ini dikantin, tapi nanti siang kita akan makan enak “

Sunmi mengangguk mengerti seraya menyuap roti yang kuberikan, wajahnya yang tetap tersenyum membuatku merasa sesak, aku segera berjalan menuju kelasku meninggalkannya digudang sekolah sendirian, setiap hari seperti ini.

Meski usianya baru 6 tahun, namun ia tidak pernah cengeng dan begitu mengerti dengan hidup yang kami jalani, dialah alasanku saat ini untuk tetap berjuang, bertahan hidup dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

Prok

Prok

Prok

“ Kami tidak pernah meragukan kemampuanmu, kau memiliki bakat menyanyi yang sangat sempurna “

“ Kamsahamnida Miss “

“ Baiklah, selanjutnya….Park Jiyeon !!! “

Aku berdiri dan mulai melangkah menuju panggung kelas, hari ini aku harus lebih baik dari kemarin, aku tidak mau Miss Hyorin dan yang lainnya memandangku rendah karena kemampuan menyanyiku yang hanya berada di level rata-rata.

“ Lagu apa yang akan kau bawakan ? “

“ Only hope milik Mandy Moore “

“ Apa kau sudah yakin dengan pilihan lagumu ? “

Selalu seperti ini, aku tidak tahu kesalahan yang pernah aku lakukan hingga Miss Hyorin sangat membenciku, dia memperlakukanku berbeda dengan yang lainnya, pertanyaannya yang seperti itu sangat merendahkanku, jika bukan karena Sunmi aku mungkin sudah berlari dan tidak lagi kembali kekelas ini.

“ Apa kau bisa membuat pertanyaan lain ? “

Miss Hyorin mengangkat wajahnya, menatapku dengan wajah memerah, aku memang satu-satunya murid yang selalu menjawab apapun yang ia katakan, Miss Hyorin tidak menyukainya.

“ Dari semua murid di kelas menyanyi yang aku pimpin, kau berada di urutan paling bawah, apa kau tidak khawatir ? “

“ Boleh aku memulai untuk membawakan lagu yang ku pilih ? “

Aku mengacuhkan perkataan Miss Hyorin, wanita berumur yang masih single, wanita dengan status seperti itu sangat sensitif.

“ Silahkan “ Ujar Miss Hyorin akhirnya mempersilahkanku, namun gayany benar-benar membuatku muak, ia meletakkan kedua tangan menyilang didadanya dan memandangku dengan tatapan merendahkan.

There’s a song that’s inside of my soul.

It’s the one that I’ve tried to write over and over again

I’m awake in the infinite cold.

would you sing to meover and over again

So, I lay…….

“ Berhenti !! Bagaimana kau bisa mengambil nada untuk reffrain serendah itu ? tidak ada dalam sebuah lagu, bagian reffrain dinyanyikan dengan cara seperti itu “

“ Aku akan mengulangnya “

“ Tidak perlu “

Aku tidak mengindahkan perkataan Miss Hyorin, aku berhak menggunakan kesempatanku, ku hirup nafas dalam dan mulai kembali menyanyikan lagu pilihanku.

There’s a song that’s inside of my soul…

 Hyorin bangkit dan meninggalkan kelas, semua murid berbisik-bisik, satu-persatu dari mereka pun bubar mengikuti langkah Miss Hyorin meninggalkan kelas, aku bisa menangkap jelas tatapan kesal mereka karena aku membuat Miss Hyorin marah besar.

“ Jiyeon-ssi, sepertinya kau harus lebih banyak belajar untuk menjangkau nada-nada tinggi, aku yakin kau bisa melakukannya, meski tidak mungkin melebihiku, setidaknya kau tidak berada di level yang terlalu jauh denganku “
Yeoja menyebalkan, selain Miss Hyorin, aku juga membenci Bae Suzy, yeoja yang selalu di elu-elukan oleh Miss Hyorin karena bakat menyanyinya yang memang mengagumkan, hanya sayang aku tidak menyukai sifatnya yang senang merendahkan orang lain.

Aku berlari cepat menuju kantin, membeli makan siang untuk Sunmi yang sedang menungguku, harusnya aku kesana ketika murid-murid lain belum banyak berdatangan, karena hari ini pasti Bibi Jung memarahiku akibat hutangku yang semakin menumpuk.

Sampai disana aku menatap sedih lauk yang tertinggal, aku tidak mungkin membelinya karena harganya lebih mahal dari yang biasa aku pesan, tapi Sunmi….

“ Bibi tolong bungkus ini untukku “

“ Bibi aku mau ini “

Aku menoleh kearah murid yang berada disampingku, namja jangkung dari kelas musik B yang aku benci, dia tidak berbeda jauh dengan Suzy, namja sombong karena bakat seninya diatas rata-rata dan suka merendahkan orang lain, beruntung hanya Suzy yang sekelas denganku.

Hubungan burukku dengannya diawali ketika aku tidak sengaja menabrak dan membuat seragamnya menjadi kotor, ia berteriak begitu marah padaku, mengatakan jika aku yeoja yang tidak punya attitude dan berselera rendahan, aku tidak terima dan menampar wajahnya dihadapan banyak orang, sejak saat itu dia menganggapku sebagai musuhnya.

“ Jiyeon-ah, aku akan membungkus ini untuk Minho “

“ Bibi, bukankah aku yang pertama kali memesannya ? “

“ Apa kau memiliki uang ? aku hanya akan memberikan ini kepada yang memiliki uang “

Nafasku memburu tajam, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa ? aku tidak mungkin mengatakan bahwa adikku sedang kelaparan dan menungguku digudang sana, manusia seperti mereka sangat sulit untuk mengerti.

“ Aku sangat memohon padamu, berikan itu padaku , aku akan membayarnya besok “

Hanya itu kalimat yang bisa aku ucapkan, aku berharap mereka mau mengerti, ku lihat Minho tersenyum menyeringai, ia mengambil bungkusan itu dari tangan Bibi Jung, aku sempat berkaca-kaca ketika ia memberikannya padaku, namun baru saja tanganku akan menggapai bungkusan itu.

Brukk….

“ Upss, mianhae aku tidak sengaja “

Minho menjatuhkan bungkusan itu sebelum tanganku sempat menggapainya, aku memejamkan mataku, rasanya ingin sekali menangis, tapi tidak….cukup aku mengabaikan harga diriku saat ini tanpa harus menangis didepan mereka.

Dengan terpaksa aku membungkukkan tubuhku untuk mengambil bungkusan itu, aku dengar Minho tertawa mengejekku, tapi aku tidak peduli dan segera berlari, aku tidak mengucapkan terimakasih, karena merekapun tidak bersikap baik padaku.

Aku berlari dan terus berlari, aku harus segera sampai digudang sebelum Sunmi kelaparan.

“ Eonni, aku menunggumu ditaman itu saja, otthe ? “

Aku mengangguk dan tersenyum padanya, lagi-lagi aku harus meninggalkan adikku yang masih kecil ini, pemilik cafe tempatku bekerja tidak memperbolehkan aku membawanya masuk kedalam. Aku bekerja dicafe 4 kali dalam 1 minggu, dan sisanya aku dan Sunmi akan membuat pertunjukan dijalanan, maksudku pengamen jalanan, aku tidak pernah malu menjalani hidupku, dengan tekad yang gigih aku berharap ada seorang produser yang melihat bakatku dan mengajakku bergabung untuk mewujudkan keinginan Sunmi agar aku menjadi seorang idol, meski di Kirin mungkin kesempatan itu akan lebih besar, tapi dari cara apapun semoga aku bisa mewujudkannya.

Malam ini tidak seperti malam-malam biasanya, cafe terlihat sangat ramai dengan remaja-remaja seusiaku, aku menenteng gitarku naik keatas panggung, ini waktunya aku menghibur para pengunjung, aku begitu terkejut ketika mataku menangkap beberapa orang yang aku kenal, Suzy ? dia ada disini dan aku melihat teman-teman sekelasku yang lainnya.

“ Sse-lamat malam, aku Park Jiyeon yang malam ini bertugas untuk menghibur kalian “

Semua mata menatapku, termasuk Suzy yang terkejut tidak percaya, setelah ini aku yakin satu sekolah akan tahu jika aku bekerja di cafe, aku tidak peduli, jika aku memikirkan apa yang akan orang lain pikirkan untukku, aku tidak mungkin bisa bertahan hidup.

“ Jadi kau seorang penyanyi cafe ? wahhh, kami baru tahu, apa kau kekurangan uang hingga melakukan hal seperti ini ? atau kau melakukan sekaligus melatih kemampuan dirimu ? tapi kenapa harus dicafe ? “

Aku acuhkan Suzy yang menegurku ketika aku melewati dirinya dan teman-temanku yang lain, aku tidak mau ada keributan yang akan mengancam nasibku disini, aku terus berjalan namun tiba-tiba aku melihat seseorang menjulurkan (?) kakinya dan aku tidak sempat untuk menghindar hingga…

Brukkk…

Hahahahhaha

Aku terjatuh dengan gitar yang menimpa telapak tanganku “ Arrgghhh “ Semua orang menertawakanku, aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang telah membuatku terjatuh. Tch namja brengsek!!!

Aku segera bangkit dan menatapnya tajam “ Dasar namja berkepribadian yeoja, beraninya hanya kepada seorang yeoja, ganti pakaianmu baru kau menghadapiku, tidak tahu malu !!!“

Choi Minho, pria brengsek itu membelalakkan matanya, wajahnya langsung memerah menahan amarah, ku lihat tangannya sudah mengepal seperti ingin memukulku, tch….lihat saja apa ia benar-benar berani melakukan itu padaku ?

“ Kkau !! “

Aku tersenyum sinis dan berlalu darinya, aku segera keluar menuju taman, menjemput Sunmi yang menunggu disana, aku benci mereka sangat membenci mereka, manusia tidak punya hati dan hanya bisa merendahkan orang lain, makhluk-makhluk seperti kalian tidak ada gunanya dibumi ini.

“ Makanlah “ Aku memberikan sebungkus nasi untuk Sunmi, namun ia menggeleng.

“ Aku sudah kenyang eonni, tadi ada seorang pria tampan yang memberikan makanan sangat enak “

“ Lain kali jangan menerima pemberian orang yang tidak kau kenal sembarangan “

Aku memasukkan kembali bungkusan kedalam tasku, lihatlah betapa sialnya aku, setiap orang yang melihat kami pasti merasa iba dengan hidup kami.

“ Eonni menangis ? waeyo ? jangan menangis, aku juga akan bersedih jika eonni menangis, uljima “

Tangan kecil Sunmi mengusap lembut airmataku yang jatuh, aku menatapnya dan tersenyum, kucium wajah dan kupeluk tubuhya begitu erat, aku merindukan ayah dan ibuku, sangat merindukan mereka. Aku ingin mereka mengusap punggungku, agar beban berat ini tidak lagi menghimpitku. Aku takut tidak sanggup untuk memikulnya, sangat takut! Ya Tuhan kuatkan aku, kuatkan aku untuk melalui ujianmu.

“ Park Jiyeon !!! malam ini waktumu untuk siapa ? bolehkah kami menyewamu untuk malam ini ? “

“ Hey Park Jiyeon, apa servicemu memuaskan ? berapa harga yang kau tetapkan satu malam untuk seorang pelajar atau namja dewasa ? “

Aku tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan tentangku, namun bisik-bisik murid yeoja lainnya membuat aku sontak menutup mulutku, apa-apaan mereka ? ini tidak benar, mereka telah memfitnahku, tapi…siapa ? siapa yang melakukan ini.

Tiba-tiba mataku menangkap dua orang yang paling aku benci sedang berkumpul dengan banyak murid dan mereka semua tertawa, tidak salah merekalah yang menyebarkan berita tidak benar ini, aku berjalan dengan langkah cepat dan nafas yang memburu, aku sudah berada tepat dibelakang tubuh Minho.

Tap

Minho menoleh kearahku dengan senyum yang terlihat sangat menyebalkan, dan yang membuatku terbelalak adalah ia mengusap pundaknya yang baru saja aku sentuh, seolah-olah aku adalah barang haram yang tidak diperkenankan untuk menyentuhnya.

“ Aku tidak pernah mengganggumu dan mengusik hidupmu, mengapa kau begitu dendam padaku ? jika memang kau ingin membalas perlakuanku padamu, tidak seperti ini, kau seorang pria dan aku wanita, tentu kekuatanku tidak sebanding denganmu, tidak hanya itu, aku tidak sebanding dengan apapun yang kalian miliki, jadi jangan memperlakukan seolah-olah aku adalah seoonggok sampah yang bisa kalian injak-injak “

“ Hahahaha….masalah itu, berarti aku salah melihat saja, habis kau begitu mesra dengan seorang ahjussi disana, jadi kupikir kau adalah wanita bayaran “

Aku menggeleng tidak percaya ke arah namja brengsek yang memfitnahku, ia tersenyum puas bersama Bae Suzy yang ada disampingnya, bualan yang baru saja ia katakan membuat murid lainnya terkejut dan percaya. Bahuku luruh, aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

Cukup lama aku terdiam, hingga semua murid mengolok-olokku, tidak tahu apa yang terlintas dikepalaku, ini sudah terjadi, perlahan aku angkat kepalaku, memberanikan diri untuk menatap lekat wajahnya yang membuatku muak, aku mendekat, semakin mendekat hingga ia terpaksa memundurkan tubuhnya karena begitu dekat jaraknya padaku, ketika ia tidak bisa untuk menjauh aku menjinjitkan tubuhku agar aku dapat mencapai apa yang menjadi tujuanku, aku mendaratkan bibirku pada bibir merah muda Choi

Minho, ia terbelalak tidak percaya, aku tersenyum sinis dan semakin memperdalam ciumanku, ia terdiam.
Begitupun dengan semua yang ada disekeliling kami, mereka menutup mulut dengan kedua tangannya, aku semakin memperdalam ciumanku, entah apa yang dipikirkan namja brengsek ini tiba-tiba ia membalas apa yang kulakukan, Minho….ia yang kini menguasai ciuman panas kami, aku sempat terbuai, karena kulihat ia juga memejamkan matanya, hingga….

“ APA YANG KAU LAKUKAN YEOJA MURAHAN ? “

Suzy menghentikan ciuman panas kami, wajahnya memerah menahan marah, aku kembali tersenyum sinis padanya “ Berikan aku uang !! “ Ucapku pada Minho.

Minho hanya terdiam dengan perasaan bersalah yang aku tangkap.

“ Cepat berikan uangmu padaku, bukankah kau sudah menikmati serviceku barusan ? “

Tidak kusangka, Minho mengeluarkan dompet dari sakunya, ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam sana, dan menyerahkannya padaku, aku terdiam…..hatiku benar-benar sakit, ia benar-benar menganggapku wanita seperti itu.

Dengan senyum pahit aku meraih uang yang disodorkannya, ku lihat Minho menunduk lemah, airmataku sudah keluar tanpa sanggup aku mencegahnya, aku berlari, berlari sekuat tenaga meninggalkan mereka, aku sudah tidak peduli mereka menganggapku seperti apa, sudah terlanjur terjadi, tidak bisa kuputar kembali.

Satu hari berlalu, setelah aku memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran kelas kemarin, hari ini suasana masih terasa tidak nyaman, kejadian kemarin masih begitu lekat dipikiranku, tapi aku tidak bisa lagi membolos seperti kemarin, kompetisi sudah semakin dekat, dan aku harus memenangkannya demi hadiah uang yang sangat besar dan cita-cita untuk menjadi seorang idol.

Tiba giliranku untuk tampil, namun entah mengapa kepalaku rasanya sangat pusing, mungkin ini pengaruh aku menangis hampir seharian kemarin, tapi aku harus tampil dan mencoba melakukannya dengan lebih baik.

“ Jiyeon-ssi !!! untuk beberapa hari ini kau tidak perlu datang kesekolah ini, berlatihlah sementara dirumahmu sendiri, jika kau merasa sudah lebih baik dari sekarang, silahkan kau datang kembali dan tunjukkan perkembanganmu dihadapanku “

Aku tidak ingin melawan kali ini, aku menyadari jika hari ini penampilanku begitu buruk, bahkan sangat buruk dibandingkan hari-hari buruk lain yang pernah aku lalui, aku begitu lelah hingga tidak bisa menghayati lirik lagu, aku juga tidak bisa mengontrol nafasku ketika menjangkau nada-nada tinggi, aku menyanyikan lagu pilihanku dengan sangat buruk.

“ Bolehkan aku menyanyikannya Miss, aku ingin menyanyikan lagu pilihan Park Jiyeon “

Tiba-tiba Suzy berdiri dan menawarkan untuk menyanyikan lagu yang aku bawakan, Miss Hyorin mempersilahkan dan suasana tidak nyaman tadi menjadi sedikit mencair. Aku menunduk sedih turun dari panggung kelas, ketika tepat aku dan Suzy berpapasan

“ Jiyeon-ssi, kau bisa kembali duduk dan melihat aku melakukannya untukmu “ Suzy berbisik disampingku, aku benar-benar benci yeoja ini, aku tahu bakat menyanyinya tidak bisa dibandingkan denganku, tetapi aku tidak suka dilecehkan, hari ini aku benar-benar merasa sangat bodoh.

Hari ini aku memutuskan untuk berdiam diri diatas gedung sekolah tidak berniat untuk masuk ke kelasku, aku memikirkannya, memikirkan yeoja yang kemarin begitu berani menciumku, entah mengapa bayangannya tidak mau pergi dari kepalaku sejak kemarin, ciumannya masih terasa manis dibibirku.

Aku memang keterlaluan, membuat fitnah sekejam itu padanya, niat awalku hanya mengerjainya seperti biasa, karena aku senang saat ia memasang wajah marahnya dihadapanku, sejak pertama kepindahannya kesekolah ini, dia telah menarik perhatianku,dia berbeda dengan yeoja lainnya yang aku kenal, gadis berwajah dingin yang membuatku penasaran, namun kejadian tidak menyenangkan yang kami alami pertama kali bertemu, membuatku ingin dekat dengannya dengan cara yang berbeda, tapi apa yang aku lakukan kemarin benar-benar keterlaluan.

Tidak terasa aku sudah cukup lama berada disini, aku meraih tasku dan bersiap untuk turun kebawah, tentu saja ini sudah jam pulang sekolah, tidak ada orang lain disini selain penjaga, aku terus berjalan menuju gerbang sekolah, namun tiba-tiba aku seperti mendengar suara seseorang sedang berteriak panik.

Aku menajamkan telingaku, dan mwo ? Park Jiyeon apa yang dilakukan yeoja itu digudang sekolah.

“ Sunmi-ah….”

Aku mencoba lebih mendekat, kulihat wajah paniknya seraya memanggil-manggil nama seseorang, ada apa ?

“ Sunmi-ah, waeyo ? Sunmi-ah…Sunmi-ah, irreona kau kenapa ? Sunmi-ah, otthokae ? “

Ku lihat ia mengangkat tubuh seorang anak kecil dengan airmata yang sudah jatuh, ya Tuhan anak kecil itu ? bukankah ia yang aku temui ditaman cafe waktu itu, dia….apakah dia adik Park Jiyeon.

“ Kamsahamnida oppaa, makanan tadi enak sekali, aku belum pernah makan makanan enak seperti itu, eonniku tidak punya uang untuk membelinya “

“ Eonni ? kau bersama eonnimu ? “

“ Nde, aku tinggal hanya bersama eonniku, eonni bilang ayah dan ibu bekerja di luar negeri, dan mungkin akan sangat lama kembali, dia sangat cantik, jika oppa melihatnya pasti langsung menyukainya, wajahnya tidak kalah seperti seorang idol “

“ Dimana eonnimu sekolah ? “

“ Eumm aku tidak tahu nama sekolahnya, sepertinya itu sulit diucapkan, tapi aku tinggal disana juga bersama eonni “

Aku berlari masuk kedalam gudang, ia terkejut mendapatkan aku ada disini, tapi bukan itu yang harus dipikirkannya sekarang, aku mengambil alih tubuh Sunmi dari Jiyeon, dan memerintahkan Jiyeon untuk mengikuti langkahku.

Ya Tuhan, tubuh Sunmi begitu dingin dan wajahnya sangat pucat, seperti tidak ada darah yang mengalir ditubuhnya, kuharap ia baik-baik saja.

Seperti mendengar petir disiang hari, kabar yang disampaikan dokter begitu mengejutkan, Sunmi adik Jiyeon tidak tertolong karena maag akut yang dideritanya, gadis kecil itu sudah pergi selama-lamanya meninggalkan dunia ini, meninggalkan eonninya yang berjuang begitu hebat demi mewujudkan cita-citanya.

Saat aku membuang bungkus makanan yang ku beli di kantin Bibi Jung untuk Jiyeon, pasti itu untuk Sunmi yang sudah sangat kelaparan, hingga ia rela membuang harga dirinya dihadapan banyak orang, dan dengan seenaknya aku memfitnah jika ia menjual tubuhnya dicafe padahal jelas-jelas yeoja itu sedang berjuang untuk bertahan hidup bersama Sunmi, aku benar-benar namja yang sangat jahat, aku bahkan tidak layak dibandingkan dengan park Jiyeon.

Ibuku terus membujuk Jiyeon yang tidak mau makan, ini sudah terhitung 3 hari ia tidak memasukkan apapun kedalam perutnya, aku meminta ayah dan ibuku agar mengijinkan Jiyeon untuk tinggal dirumah kami sementara, beruntung ayah dan ibuku menyetujuinya, mereka juga terenyuh dengan kehidupan Jiyeon yang aku ceritakan, jika mereka tahu apa yang sudah kulakukan pada yeoja ini, tentu aku akan di hajar mereka hingga babak belur, aku beruntung sifat orangtua ku tidak seperti diriku yang pongah dengan kekayaan dan kelebihan yang kami miliki, entahlah aku tidak tahu darimana sifat itu aku dapatkan, tapi Jiyeon ia berhasil merubahku, ia membuatku belajar untuk menghargai hidup dan orang lain.

Kompetisi dimulai, semua murid nampak tegang, kompetisi tahun ini sangat berbeda dari yang sebelumnya, produser perusahaan rekaman SM Entertainment hadir langsung untuk memilih calon idol untuk diajak bergabung dengan perusahaannya, ini adalah kesempatan luar biasa yang kami miliki.

Backstage nampak riuh dengan suara-suara peserta yang masih berlatih agar penampilannya benar-benar sempurna, tidak dengan seorang yeoja yang berada di sudut ruangan itu, Park Jiyeon….ia menutup wajahnya dengan sebuah buku, ia tidak melakukan kegiatan yang dilakukan oleh peserta lainnya pada sebuah kompetisi.

“ Apa kau merasa tegang ? “

Aku mengambil duduk disebelahnya, tidak menjawab ia masih menutup wajahnya dengan buku, apakah ia tertidur ? tanganku baru ingin bergerak untuk menurunkan bukunya, namun ia sudah melakukannya.

“ Gomawo “ Ucapnya tertahan.

Aku melihat raut sedih diwajah putihnya, ia menangis, aku membuang pandanganku tidak sanggup untuk melihatnya, ia pasti teringat dengan Sunmi adiknya, karena Sunmi lah ia masih berusaha untuk tetap disini, ia bercerita padaku, bahwa cita-citanya ingin menjadi seorang dokter yang bisa menyelamatkan orang lain, namun Sunmi sangat senang menonton acara televisi, dan melihat aktor serta aktris disana, keinginan yang sederhana namun Sunmi sangat menginginkannya, dia juga bercerita jujur pada orangtuaku tentang semua kehidupannya, hidup setelah ditinggal kedua orangtuanya yang mengalami kecelakaan sepulang dari makan kakek dan neneknya, beruntung Sunmi masih bisa selamat, namun akhirnya penyesalannya lebih besar ia rasakan ketika Sunmi akhirnya pergi karena ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan makan adiknya, itu terdengar konyol namun itulah yang terjadi.

“ Eoh, aku juga sangat berterimakasih padamu, jika tidak mengenalmu, aku mungkin akan tetap menjadi orang yang paling menyebalkan di dunia ini “

Ia tersenyum, meski dalam keadaan seperti ini senyumnya tetap bisa membuat siapapun yang melihatnya merasa senang dan damai, Park Jiyeon ia sangat cantik, Sunmi tidak salah jika menginginkan eonninya menjadi seorang idol, bahkan mungkin ia akan menjadi idol tercantik yang akan memikat setiap orang yang melihatnya.

Hampir semua peserta sudah tampil, termasuk aku yang menyanyikan lagu hasil ciptaaan ku sendiri, lagu itu khusus kupersembahkan untuk Park Jiyeon.

Jiyeon-ah jangan menangis, tetap kuat menjalani hidup, karena ada aku disampingmu.

Aku memejamkan mataku meresapi alunan gitar dan suara sendu yang membuat suasana begitu tenang dan menghanyutkan, Daebak!!! Ia berbeda, ia melakukannya berbeda dari yang selama ini ia tunjukkan, semua orang menikmati penampilan indahnya diatas panggung, tidak ada raut kesedihan, ia berusaha tersenyum disetiap bait yang ia nyanyikan, dia benar-benar seperti Queen di acara ini.

Bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman, hingga lagu usai aku masih dibuat terkagum olehnya, ia tahu jika ia tidak memiliki power seperti Suzy, namun ia menggubah lagu Only Hope itu menjadi berbeda dan sangat indah, lagu itu seperti diciptakan memang untuk Park Jiyeon.

Prok

Prok

Prok

Semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan memberikan apresiasi atas penampilannya, Park Jiyeon….ia berhasil memukau semua penonton termasuk Miss Hyorin yang berdiri mengintip dibelakang layar, aku menghembuskan nafasku lega semua sudah kembali kepada yang semestinya, Park Jiyeon dia berhak mendapat penghargaan dari orang lain.

“ Choi Minho, aku menyukaimu “

Aku terdiam ketika tiba-tiba ruang ganti dihebohkan oleh pernyataan Suzy kepada Minho, entah mengapa aku yang berdebar menunggu jawaban Minho, apa yang aku inginkan untuk Minho menjawabnya.

“ Baiklah “

Deg…

Minho menerimanya, ternyata ia juga menyukai Bae Suzy, entah mengapa aku begitu sesak, aku mempercepat gerakanku untuk memasukan gitar kedalam tas, selesai!!!

Aku segera keluar dengan perasaan sedih, aku merasa kehilangan lagi, kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku, Choi Minho apa kau tidak tahu tentang perasaanku padamu ?

….

Dipenghujung acara hasil dari kompetisi diumumkan, nampak wajah murid-murid begitu tegang, bagaimana tidak ini adalah kesempatan emas bergabung dengan perusahaan rekaman terbesar di Korea dan kesempatan menjadi calon idol terbuka sangat lebar, Suzy begitu percaya diri, tidak ada rona ketegangan dari wajahnya.

“ Chukae, Park Jiyeon kau dipilih Tuan Kang Maru untuk bergabung dengan perusahaanya “

Miss Hyorin mengatakan kalimat yang murid lainnya bahkan Jiyeon terkejut, penampilan Jiyeon memang sangat memukau, namun mereka sepakat Bae Suzy lebih pantas mendapatkannya.

Miss Hyorin seperti memahami segala prasangka murid-murid nya, ia kemudian berdiri dan tersenyum, wajah yang tidak pernah murid lainnya lihat jika Jiyeon ada diruangan yang sama dengan Miss Hyorin.
“ Di dunia idol, tidak hanya suara yang melengking serta teknik menyanyi yang mumpuni maka kau akan sukses, keunikan, serta

karakter si penyanyi yang berbeda juga harus diperhitungkan, aku tahu Park Jiyeon tidak memiliki dua faktor yang pertama aku sebut, namun Park Jiyeon memiliki keunikan suara yang orang lain akan mengingatnya meski pertama kali mendengar suaranya, Jiyeon memiliki suara rendah yang stabil, dan husky, karakter dinginnya juga menjadikan ia berbeda dengan peserta lain, dan itu membuat Tuan Kang Maru tertarik untuk memilihnya, tidak perlu kecewa ini bukan akhir dari segalanya, kalian bisa mencobanya tahun depan “

Usai Miss Hyorin mengatakan kalimatnya, murid-muridnya langsung gaduh, Jiyeon tahu ini akan terjadi, tidak ada yang akan mengakui bakatnya. Tapi dia tidak peduli, ia tersenyum seraya menatap ke sekeliling ruangan.

“ Chukae, Jiyeon-ssi “

Miss Hyorin mengulurkan tangannya kepada Jiyeon dan tersenyum, Jiyeonpun menerima dengan ragu tangan wanita yang sempat dibencinya ini, sempat ? Jiyeon sadar yang Miss Hyorin lakukan adalah untuk lebih memacu semangatnya untuk berlatih, mungkin jika Miss Hyorin selalu mengelu-elukan Jiyeon seperti yang ia lakukan pada Suzy, Jiyeon tidak mungkin mendapatkan apa yang diinginkannya.

“ Kamsahamnida miss, aku meminta maaf karena selalu bersikap kurang ajar padamu “

Miss Hyorin terlihat heran dengan ucapan Jiyeon, Jiyeon tersenyum kecil “ Arrayo!!! Minho yang mengatakannya padaku, kau berkata jujur padanya bukan ? tch….hampir saja aku benar-benar membencimu “

Miss Hyorin tersenyum “ Itu karena aku tidak tahan selalu mendapatkan protes dari Minho jika aku kasar terhadapmu, dia itu seperti orangtuamu saja berani-beraninya memprotes cara mengajarku “

“ Jiyeon-ah “

Jiyeon menoleh ke arah namja yang sedang berlari memanggilnya, ia hanya berdiri menunggu Minho mendekat, ada yang mengusik hati Jiyeon, namja ini sudah tidak lagi sendiri dan bebas bersama yeoja lain, ada Bae Suzy yang kini menjadi kekasihnya.

“ Apa kau akan mengunjungi makan Sunmi “
Jiyeon hanya mengangguk menjawab pertanyaan Minho, namun ia tidak berniat pergi bersama namja ini, ia tidak ingin berurusan lagi dengan Suzy, yang pasti ia tidak ingin membenci siapapun saat ini.

“ Boleh aku ikut ? “

Tanya Minho ragu karena Jiyeon tidak berekspresi apa-apa, Minho meraih dan menggenggam tangan Jiyeon “ Kajja!! Aku tidak sabar ingin bertemu dengan Sunmi “ Minho tersenyum kearah Jiyeon yang menyambutnya tetap dingin, mereka pun membungkuk berpamitan pada Miss Hyorin yang hanya bisa tersenyum melihat apa yang Minho lakukan pada Jiyeon.

Sementara teman-teman kelas musik A sedang berusaha menenangkan Suzy yang terus menerus menangis.

“ Sudahlah pria seperti Choi Minho banyak di sekolah ini, kau cari saja yang lebih baik “

“ Memangnya kau menemukan yang lebih baik darinya, jika iya tunjukkan padaku, tch pabbo!!! “

“ Sunmi-ah…bulan depan eonni akan berada diasrama untuk menjalani proses menjadi seorang idol, akhirnya wajah eonni akan berada di layar televisi seperti yang kau inginkan, mianhae karena tidak bisa merayakannya bersamamu. Sunmi-ah….apa kau baik-baik saja disana ? tentu…kau pasti menemukan banyak makanan enak dan tidak lagi merasa kelaparan, mianhae…mianhae karena eonni tidak bisa menjagamu, eonni tidak akan menyerah….tidak menyerah untuk mewujudkan keinginanmu, eonni akan menjadi idol yang bisa membuatmu bangga, katakan pada ayah dan ibu eonni baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan eonni disini, eonni akan berusaha hidup dengan baik hanya untuk kalian “

Minho menyentuh bahu Jiyeon yang bergetar, lalu mengusapnya lembut “ Sunmi pasti sangat bangga padamu, chukae “
Jiyeon mengulas senyum kearah Minho, tatapan Minho membuatnya merasa damai, Minho membuatnya tidak lagi takut untuk terus berjuang dalam hidup, meski Minho hanya berada disampingnya dan menggenggam tangannya seperti sahabat. Perlahan Minho meraih kepala Jiyeon dan meletakkan dibahunya. Keduanya larut dengan pikiran masing-masing dihadapan makam Sunmi, tidak terasa senja datang mengganti panasnya sinar matahari dengan keteduhan.

“ Bolehkah aku menjadi seseorang yang akan menemani sisa umurmu ? menjadi pria yang melihat dan menjaga ketika perutmu membuncit karena anak yang kau kandung ? menggengam tanganmu disaat kau merasa kesakitan ketika melahirkannya kedunia ? aku ingin menjadi seseorang yang melihat tubuhmu mulai melar karena termakan usia, dan aku ingin merasakan bersama ketika rambut kita mulai rontok dan memutih, saling berpegangan tangan karena tidak lagi sanggup untuk melangkah, aku ingin menjadi pria yang seperti itu, untuk Park Jiyeon “

“ Aku tidak mau Suzy memarahiku “ ucap Jiyeon menunduk.

“ Suzy ? “

Desah Minho, tiba-tiba bayangan wajah kesal Jiyeon yang meninggalkan backstage dengan membawa gitarnya terlintas “ Apa itu artinya kau cemburu ? “

Jiyeon terdiam, terlalu malu untuk mengakui jika dirinya cemburu, ia hanya tersenyum pahit dan kemudian bangkit hendak meninggalkan makan Sunmi, namun Minho menahan tangannya.

“ Saranghaeyo Park Jiyeon, jangan menyebut hal apapun selain kita “

Minho berdiri dan mengecup lembut tangan Jiyeon, ada sesuatu yang menyengat seluruh tubuh Jiyeon ketika Minho melakukan hal itu, Jiyeon hanya menunduk malu menyembunyikan wajah merahnya, dalam hati ia ingin sekali mejawab.

“ Aku mau, aku mau memiliki pria yang seperti itu, aku mau menjadi yeoja yang Choi Minho cintai “

Minho menuntun tangan Jiyeon meninggalkan makan Sunmi, mereka berjalan saling bergenggaman tangan dengan senyum yang tidak luntur dari bibir keduanya.

Kini tidak ada lagi hari yang sedih dengan beban dipundak begitu berat yang harus Jiyeon tanggung sendirian, ada Minho pria yang menyebalkan yang ternyata sangat mencintainya, dan mulai bulan depan kehidupan Jiyeon akan dimulai di asrama idol, tapi tidak menyurutkan cintanya kepada Minho, Jiyeon akan menunggu Minho menyusulnya tahun depan.

Dalam kehidupan ini kita memang seringkali mendapatkan ujian-ujian yang terkadang membuat kita berada dibatas kesabaran, namun dibalik semua cobaan dan ujian, tersimpan sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga.

END

117 responses to “[ ONESHOOT ] THANK YOU

  1. sampe nangis bacaya.
    akhurya jiyeon hidup bahagian juga.
    minho kalau suka bilang aja apake ngeganggu jiyeon segala.thor kapan ff ff mu dilanjutkan masa di biarkan terbengkalai aja kan penasaran sama endingnya

  2. wuah… keren..! thor, kenapa ff mu keren semua??? aku baru baca yg ini mau lanjut dulu ke ff OS minji ya… keren, awalnya hampir nangis karna nasib jiyeon… tapi akhirnya jiyeon sukses..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s