Winter Confession[Chapter Two]

Jiyeon membuka matanya lebar-lebar karena kaget. Laki-laki yang dia tak pernah berbicara dengan ia satu pun, menyukainya? “Ah, maaf kurasa kau salah…” “Aku tidak salah orang! Kau adalah Jiyeon-ssi yang kusukai.” Muka Minho serius sekali. Bahkan mukanya memerah. Jiyeon tidak tahu apa yang harus dilakukan. Menerimanya, atau menolaknya? “Maaf, Minho-ssi… tapi sudah ada orang lain yang kusukai. Mianhe.” “Ah… sudah kuduga. Si Kim Myungsoo, bukan?” “Ya.” “Tapi kudengar dia punya pacar.” “Memang, tapi aku masih menyukainya dan… susah sekali rasanya melupakan perasaan itu. Ngomong-ngomong, ayo kembali ke kelas. Waktu istirahat hampir habis.” “I-Iya.” Jiyeon berdiri, tapi sebelum dia sempat berjalan, Minho menariknya dan memluknya. Dalam sedetik, muka Jiyeon sudah memerah. “Lebih baik… kau jatuh cinta saja padaku.” kata Minho. Kenapa dia memelukku?! Tapi berada di pelukanya… terasa hangat. Seakan-akan bisa menghilangkan rasa dingin di tubuhku. “Ini momen yang aku ingin simpan selama-lamanya. Aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya, tapi jika sekali saja Kim Myungsoo melukaimu, aku akan menghajarnya!” “Terima kasih.” Dan tanpa mereka sadari, orang yang Jiyeon cintai, melihat itu semua. —————————————————————————————————— “Jiyeon!” “Ah! Oh, Myungsoo.” “Kenapa kau melamun? Apa yang terjadi?” “Ah, tidak ada apa-apa!” “Kalau begitu, bantu aku angkat Pohon ini, dong.” “Iya.” Pagi ini kami datang lebih cepat dari biasanya karena kami harus menyiapkan pentas drama ‘Romeo and Juliet’ untuk School Festival tahun ini.(School Festival adalah acara dimana tiap kelas akan memilih untuk buka stall, atau mempentaskan sesuatu) “Hah… Datang ke sekolah pagi-pagi memang bikin ngantuk…” “Jiyeon-ssi?” Jiyeon melihat ke arah suara itu. Dia adalah Choi Minho. “Minho-ssi! Selamat pagi!” “Pagi juga. Kudengar kelasmu akan mempentaskan ‘Romeo and Juliet’?” “Iya. Bagaimana dengan kelasmu?” “Kami akan nge-band. Aku main vocalist. Ngomong-ngomong, formalitiesnya di hilangkan saja. Panggil aku Minho.” Jiyeon mengganguk. Minho memang keren. Tapi Myungsoo lebih keren, menurut dia. “Jiyeon! Akhirnya kutemukan juga ka-“ Myungsoo melihat Minho, berdiri tepat disamping sahabat sejak kecil-nya itu. Dengan cepat Myungsoo berbalik arah. “Myungsoo! Ini bukan seperti yang kau pikirkan!” Jiyeon berlari ke arah Myungsoo, dan dengan erat-erat men-backhug dia. Minho melihat itu dengan mata lebar. “Aku menyukaimu, Myungsoo!” teriak Jiyeon. Myungsoo melepaskan dirinya dari pelukan Jiyeon. Dan dia berjalan-membelakangi sahabatnya. “Myungsoo?” “Maaf. Tapi aku sudah punya pacar. Lagipula… kau sudah punya Minho, bukan?” Jiyeon ingin menangis, menangis sepuasnya. Air mata pun keluar dari matanya. Jiyeon mengusap matanya yang sudah merah- tak tahan melihat Myungsoo membelakanginya seperti itu, dan mengatakan hal-hal yang menyakiti hatinya. Minho yang melihat cewek yang disukainya menangis, dengan cepat memeluknya dan mengusap air mata Jiyeon. “Jangan menangis. Itu membuatku sedih.” “Terima kasih.” “Jiyeon?” “Terima kasih, Minho.” “Ya.” Aku mau menyerah. Aku tidak mau mencintai Myungsoo lagi. Serahkan dia pada Suzy. Itu yang terbaik. Tapi aku tak mencintai Minho. Haruskah… aku belajar untuk mencintainya?

17 responses to “Winter Confession[Chapter Two]

  1. ff’y trlalu pendek,, bagus sih tp lebih bagus klo agak panjang lagii,, maaf itu cuma pendapat akuu…
    hhhmm yyah jiyeon jangan nyerah donk utk mencintai myungsoo, cinta itu butuh pengorbanan,, aku yakin kok klo myungsoo jg suka sama jiyeon…
    next ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s