[Chapter-6] Switch

switch poster

Vanilla Milk Present

Park Jiyeon — Kim Myungsoo — Choi Seunghyun

Romances — Comedy — Fantasy (?)

Rating General

Previous : PART  1 ¦ PART 2 ¦ PART 3 ¦ PART 4 ¦ PART 5

[!!!] READ BEFORE
Disini aku ganti part roh myungsoo di badan seunghyun dengan tulisan ‘Myungsoo’. Ingat ya, ‘Myungsoo’ disini adalah roh ‘Myungsoo’ yang masih di badan ‘Seunghyun’. Aku ganti gini biar momment MyungYeon nya lebih terasa hehe😀

***

Pernikahan adalah moment terindah bagi semua pasangan. Pernikahan menunjukan menyatunya kedua cinta antara dua insan. Tapi bagaimana jadinya  jika ada pernikahan palsu? . Bukan hanya tidak ditumbuhinya cinta diantara kedua insan atau salah satu insan, tapi hanya untuk pernikahan semata di depan publik dan kerabat.

Satu bulan kemudian ..

Myungsoo mulai membangun rumah tangga palsu nya dengan Jiyeon. Mereka resmi menikah dua minggu yang lalu. Walau keduanya masih ragu-ragu akan apa yang terjadi dengan masa depan mereka. Myungsoo membiasakan diri bersikap dewasa. Jiyeon mulai simpati dengan Myungsoo. Dan Myungsoo sendiri memiliki rasa dengan Jiyeon.

Sudah satu bulan juga roh Choi Seunghyun belum bangun dari tubuh Kim Myungsoo. Tubuh Kim Myungsoo masih koma. Ini menjadi kekhawatiran Jiyeon bahwa roh Choi Seunghyun dan Kim Myungsoo tidak bisa kembali ke tubuh masing-masing.

Setelah menikah, Jiyeon dan Myungsoo tinggal di rumah yang dulu nya akan di tempati Jiyeon dan Choi Seunghyun seandai nya jika  roh Seunghyun tidak bertukar dengan Myungsoo. Rumah minimalis idaman Jiyeon yang ia impi-impikan berumah tangga dengan Seunghyun. Saat Jiyeon mengetahui niat Choi Seunghyun yang akan pergi ke Amerika sebelum pernikahan mereka, Jiyeon sangat terpukul dan kecewa. Ia tidak menyangka bahwa calon suami nya akan pergi diam-diam.

“Beijing, Hawaii, Tokyo… kau pilih yang mana?” tanya Myungsoo sambil membaca brosur berjudul ‘Tempat yang baik untuk bulan madu’.

“Kau yakin kita akan pergi bulan madu?” tanya Jiyeon balik yang tampak lesu. Bebeda dengan Myungsoo yang tampak semangat.

 “Park songsaengnim, kau tidak dengar orang tuamu meyuruh kita berbulan madu?. Kalau kau tidak mau kita bulan madu di busan saja, bagaimana?” ujar Myungsoo yang semangat nya perlahan pudar. Myungsoo menyenggol pundak Jiyeon. “Kenapa kau diam saja..”

Jiyeon langsung tersentak dan terbangun dalam lamunan nya. “Myungsoo-a, kau bicara apa tadi?” tanya Jiyeon polos. Myungsoo menahan kesal nya karena ocehan nya sedari tadi diabaikan oleh Jiyeon.

Esok pagi nya Myungsoo sendiri dirumah. Jiyeon seperti biasa pergi ke sekolah untuk mengajar. Sebelum berangkat ke sekolah, Jiyeon memang sengaja membuatkan sarapan untuk Myungsoo. Layaknya perlakuan istri kepada suami nya. Tapi sayang nya, Myungsoo tidak suka sarapan yang dibuat Jiyeon karena Jiyeon membuatkan Myungsoo sup dengan penuh sayuran. Myungsoo diam-diam makan pizza walau Jiyeon melarang nya karena tidak sehat untuk tubuh Seunghyun.

Myungsoo yang merasa iri ingin juga dikhawatirkan oleh Jiyeon bukan hanya tubuh Seunghyun. Tapi jauh di lubuk hati Jiyeon, ia juga mengkhawatirkan Myungsoo.

Di meja makan, Myungsoo menatap layar ponsel nya yang menunjukan foto menara Eiffel. Ia termenung sendiri. “Aku ingin sekali pergi kesana bersama Park songsaengnim …” gumam nya sendiri. Well, Myungsoo mulai menunjukan bahwa ia menyukai Jiyeon.

Untuk melawan kebosanan nya, Myungsoo pergi keluar rumah tanpa tujuan. Ia berjalan di pinggir trotoar jalan sambil berdecak kesal bahwa Jiyeon pasti lama pulang nya. Tiba-tiba seseorang memanggil Myungsoo.

“Menantu Choi!”

Myungsoo menoleh. Dan ia membelalakan mata nya. Ibu Jiyeon ternyata, ia berlari kecil menghampiri Myungsoo. Myungsoo tersenyum kaku.

“Seunghyun-ssi! kau sedang olahraga pagi, eoh?” tanya ibu Jiyeon semangat.

Myungsoo mencoba mencari jawaban yang pantas. “Ne, eomma-nim (ibu mertua)” jawab Myungsoo kikuk.

Akhirnya ibu Jiyeon mengajak Myungsoo untuk menginap dirumah keluraga Jiyeon, karena tidak sopan menolak akhirnya Myungsoo mengiyakan.

***

Myungsoo makan siang bersama keluarga Jiyeon karena ia memang akan menginap sehari.

“Menantu Choi, bagaimana dengan bulan madumu dengan Jiyeon?” tanya ayah Jiyeon. Myungsoo memasang ekspresi bingung berusaha mencari jawaban.

“Jiyeon-ssi bilang ia ingin bulan madu di rumah saja” Jawab Myungsoo. Padahal Jiyeon tidak menginginkan bulan madu. Keluarga Jiyeon tampak senang atas pernikahan mereka yang sempat tertunda.

***

 Saat Jiyeon pulang dari sekolah, ia terkejut karena tidak ada Myungsoo di rumah. Jiyeon memutuskan untuk menghubungi Myungsoo.

“Kim Myungsoo, kau dimana?!” tanya Jiyeon dengan nada tinggi di telepon.

“Park songsaengnim, tebak aku sedang dimana…” ledek Myungsoo.

“Yakk! Kim Myungsoo!”

Ohow. Jaga emosimu Jiyeon-a. Sekarang aku di rumahmu. Aku akan menginap sehari”

Mwo!? jangan lakukan hal aneh disana Kim Myung….” belum Jiyeon menyelesaikan omongan nya telepon terputus. Jiyeon menghela nafas panjang.

Sekarang giliran Jiyeon yang sendiri di rumah. Ia bergumam kesal. “Kim Myungsoo, saekki!” gumam nya sendiri.

Disisi lain, seorang pria misterius mengunjungi rumah sakit Wusoo untuk menjenguk tubuh Kim Myungsoo. Pria yang tidak diketahui ini, terlihat sedih melihat tubuh Myungsoo yang koma. “Aku belum pernah melihatmu sejak kau lahir. Ini adalah pertama kali nya aku melihat mu dengan keaadaanmu seperti ini, Myungsoo-a” bisik si pria yang mata nya berkaca-kaca hampir meneteskan air mata, tangan nya lalu membelai tubuh Myungsoo. Tampak dari wajah si Pria ia sangat menyesal.

Myungsoo (di badan Seunghyun) mulai masuk kerja sebagai dokter besok karena masa cuti nya telah habis. Myungsoo telah membaca buku-buku kedokteran walaupun ia sama sekali tidak mengerti isi nya.

Ke esokan hari nya di rumah sakit, Myungsoo (di badan Seunghyun) berpakaian rapih layaknya seorang dokter. Myungsoo tidak mengobati pasien, ia hanya mau mengawasi pasien anak-anak saja.

Kurang lebih ada lima belas pasien anak-anak dalam sebuah ruangan. Ruangan pasien anak-anak tersebut mirip seperti taman bermain. Hanya aada puluhan boneka dan mainan dalam ruangan itu. Seorang pasien anak laki-laki menghampiri Myungsoo. “Anyeong dokter Choi!” sapa si anak gembira. Myungsoo bingung harus berbuat apa dihadapan anak-anak.

“Kenapa aku jarang melihatmu lagi?” tanya si anak.

“Aku ambil libur panjang” jawab Myungsoo datar.

“Dokter Choi, kau terlihat aneh hari ini” ucap si anak polos.

“Mwo? kau bilang aku aneh!?” bentak Myungsoo. Si anak malah ketakutan.

“Kenapa gaya rambut mu berbeda? kau berbicara seperti bukan orang dewasa. Sebelum nya kau tidak pernah membentakku!” kata si anak dan ia langsung menangis. Myungsoo pusing mendengar tangisan si anak.

***

Sepulang dari rumah sakit Myungsoo di hidangkan pizza oleh Jiyeon untuk makan siang. Myungsoo merasa heran sekaligus senang, baru kali ini Jiyeon mengizinkan bahkan memberikan nya pizza.

“Makanlah” ucap Jiyeon. Myungsoo awal nya terdiam, tapi ia lalu menyantap pizza nya.

“Biasanya aku tidak boleh makan pizza. Kenapa kau menjadi sangat baik hari ini, Park Jiyeon” ledek Myungsoo.

“Aku tidak akan melarangmu makan pizza lagi.” ucap Jiyeon dan Myungsoo tersenyum lebar. Well, Jiyeon sudah tidak memperhatikan tubuh Seunghyun lagi, ia lebih perhatian pada Myungsoo. “Tapi jangan jadikan pizza sebagai makanan pokokmu”

“Kau terlihat lebih cantik jika kau berbuat baik kepadaku, Park songsaengnim” cemoh Myungsoo. Jiyeon tersenyum melihat tingkah Myungsoo.

Selesai makan siang, Myungsoo memberikan selembar kertas kepada Jiyeon. “Datanglah jam 7 malam!” ucap Myungsoo dan langsung pergi keluar. Ternyata Myungsoo memberikan tiket bioskop. Jiyeon tersenyum.

***

Malam ini Jiyeon menunggu Myungsoo di depan gedung bioskop. Jiyeon melirik arloji nya yang menunjukan pukul 18.50.

“Park Jiyeon!” seseorang memanggil Jiyeon. Jiyeon menoleh dan ternyata Myungsoo. Akhir-akhir ini  Myungsoo memang sering memanggil Jiyeon tanpa embel-embel ‘Songsaengnim‘.

“Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Myungsoo. Jiyeon terdiam dan ia terus menatap Myungsoo. “Kenapa kau diam saja …”

Jiyeon masih menatap Myungsoo. Dan Myungsoo balik menatap Jiyeon. Mereka saling menatap. Jiyeon lalu tersenyum. “Aku hanya senang melihatmu, Myungsoo-a

TO BE CONTINUE

A/N : HALOOO!!! Mian kelamaan chapter 6 nya ;(😦 . Jadi kata ‘Myungsoo’ itu roh myungsoo yang masih di badan Seunghyun ya😀 Jangan lupa untuk meninggalkan komentar!!!! ^^

39 responses to “[Chapter-6] Switch

  1. Wah. Jadi skrg jiyeon pun ada rasa suka sama ‘Myungsoo’? Haha. Tapi dia suka kerna rohnya Myungsoo ada di dlm badan seunghyun Atau kerna rupan seunghyun? Hmm…

  2. Pingback: [Chapter-7] Switch | High School Fanfiction·

  3. jiyi udaj mulai suka sama myungsoo? waaah ga sabar nunggu mereka sadar nanti bkal kayak gimana reaksi nmmereka senua hahaha

  4. itu myungyeon nikah tapi jiyeon bukan nikah sama myung tapi sama Seunghyun cuman di dalam tubuh Seunghyun itu rohnya myung😦 terus gimana dong nasib nya myungyeon??apa jiyeon bakal cerai dengan seunghyun dan bersama myung?? ditunggu next partnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s