[Chapter 2/?] Forbidden Love

forbiddenlove_heerinsi1

Title : Forbidden Love

Author : Heerinssi

Main Casts : Park Jiyeon | Kim Myungsoo

Other Casts : Park Chanyeol | Hwang Tiffany

Genre : Romance, Hurts, Conflic, Angst

Rated : G

Length : Chaptered

Disclaimer : Casts are belong to God, their parents, and their management. The story belongs to me.

A/N : Halo! Setelah beberapa waktu, aku baru ada ide untuk part 2 ini. Semoga suka!

Hari ini, Seoul menjadi hari yang sangat dingin bagi Jiyeon. Entah mungkin karena kepergian Chanyeol karena urusannya. Ia menghembuskan napasnya dengan pelan.

Ia sudah berencana untuk pergi, satu-satunya cara agar ia tidak bersedih. Jiyeon segera berganti pakaian dan mengambil tas miliknya. Sebelum keluar dari rumah, ia mengambil scarf miliknya yang ia letakkan di dekat pintu.

Cuaca hari ini tidak buruk. Musim dingin baru saja mulai. Ia dapat melihat salju-salju berjatuhan. Tetapi, hari ini akan menjadi hari yang sangat indah. Jika saja Chanyeol berada di sisinya.

Jiyeon menggelengkan kepalanya. Segera ia memasukki mobil miliknya. Jiyeon akan pergi ke taman tempat ia dan Chanyeol, biasa menghabiskan waktu bersama.

Di dalam mobil, ia segera menyalakan lagu kesukaannya. Tanpa ia sadari, mulutnya ikut bergerak dan mengeluarkan suara, mengikuti alunan musik.

Selama di perjalanan, Jiyeon hanya fokus menyetir. Biasanya, ia akan terus tertawa, jika saja ada Chanyeol yang menyetir mobilnya.

“Aigo. Kau akan menjadi gila, Park Jiyeon,” gerutu Jiyeon. Dari tadi, ia terus berandai-andai dengan kata ‘jika saja.’

“Ck. Hanya beberapa hari, Park Jiyeon! Hanya beberapa hari!” Jiyeon memaki dirinya sendiri.

Tanpa terasa, Jiyeon sudah sampai di tempat tujuannya. Ia memarkirkan mobilnya dengan cepat, lalu berjalan menuju taman tersebut.

Tempat itu tidak terlalu ramai oleh pasangan-pasangan yang biasa memenuhi taman. Jelas saja, hari ini sudah memasukki musim salju. Orang-orang itu akan berpindah tempat. Mungkin ke cafe atau tempat dimana mereka dapat menghangatkan diri.

Pandangan Jiyeon terpaku pada seorang namja yang sedang duduk mebelakangi dirinya. Ia berniat untuk menghampiri namja itu. Dengan pelan, ia berjalan dengan pandangan bertanya-tanya.

“Joesonghamnida. Boleh aku duduk disini?” Jiyeon tersenyum tipis ke arah namja tersebut.

“Ah, ne. Tentu saja. Silahkan,” ucap namja itu, sambil menggerakkan tangannya, mempersilahkan Jiyeon duduk.

Jiyeon menjatuhkan dirinya ke kursi tua di hadapannya. “Terima kasih,” ucap Jiyeon.

Suasana kembali hening. Jiyeon mengerutkan dahinya. Ia bingung. Haruskan ia memulai pembiacaraan terlebih dahulu? Sebelum Jiyeon selesai dengan pertanyaan-pertanyaan yang berterbangan di kepalanya, namja itu sudah terlebih dahulu memuali percakapan.

“Aku Kim Myungsoo.” Namja yang bernama Kim Myungsoo itu, mengulurkan tangannya ke arah Jiyeon.

“Park Jiyeon imnida.” Jiyeon membalas uluran tangan Myungsoo.

“Ngomong-ngomong, tumben sekali ada seorang yeoja yang pergi ke taman ini sendirian. Apa kau kesini bersama kekasihmu?” tanya Myungsoo.

“Tidak. Kekasihku sedang ada urusan. Aku sering pergi ke taman ini dengannya,” ucap Jiyeon. Lalu, ia terkekeh pelan.

“Oh‒ jadi kau hanya sendirian?” tanya Myungsoo lagi.

“Begitulah. Bagaimana denganmu, Myungsoo-ssi?”

“Sama denganmu. Kekasihku juga sedang ada urusan,” jawab Myungsoo.

“Apa kau sering ke taman ini?” Jiyeon kembali bertanya sambil memandang wajah Myungsoo.

“Tidak juga. Tergantung suasana hati saja. Kau kesini karena rindu dengan kekasihmu?” tanya Myungsoo sambil tertawa.

“Tentu saja. Biasanya ia yang membuat hariku indah. Bagaimana mungkin aku tidak rindu dengannya? Ditinggal beberapa hari saja, sudah membuatku frustasi.”

“Benarkah? Kalau begitu, sama denganku. Kekasihku adalah yeoja yang sangat menenangkanku. Walaupun ia lebih tua satu tahun‒ tapi itu bukan masalah.”

“Ceritakan padaku tentang kekasihmu, Myungsoo-ssi.” Pinta Jiyeon dengan semangat.

“Baiklah. Ia adalah yeoja yang kutemui, saat aku masih SMA. Namanya Tiffany Hwang. Saat aku masih bersekolah, ia adalah yeoja yang sangat terkenal. Tidak heran sangat sulit untuk mendapatkannya. Tapi, karena sebuah kecelakaan kecil, aku menjadi dekat dengannya. Saat itu ia adalah seniorku. Kira-kira begitulah ceritanya,” ujar Myungsoo. Ia tersenyum lebar.

“Jinjjayo? Kau sangat beruntung kalau begitu. Aku justru kebalikkan dari ceritamu.”

“Aku merasa begitu. Kalau begitu, ceritakan padaku.” Myungsoo memandang wajah Jiyeon sambil tersenyum.

“Kira-kira ceritanya sama denganmu. Tetapi dalam ceritaku, aku adalah salah satu junior yang terkenal. Saat itu, muncul seorang namja bernama Park Chanyeol. Ia adalah sahabat, salah satu temanku. Ia juga bersekolah di sekolah yang sama denganku. Tentu saja, ia juga seorang senior. Kami menjadi sangat dekat, dan begitulah­‒” Jiyeon tersenyum malu.

“Aku rasa kita memiliki banyak kesamaan. Bukankah begitu?”

“Kalau begitu, kita cocok untuk menjadi teman. Bagaimana kalau kita menjadi teman sekarang?” ucap Jiyeon sambil tertawa.

“Tentu saja, Jiyeon-ssi! Aku tinggal tidak jauh dari sini. Oiya, kau bisa mendapatkan nomor ponselku.” Myungsoo segera menyebutkan angka-angka, satu per satu.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku ada beberapa urusan, Myungsoo-ssi. Sampai berjumpa lain kali. Aku akan menghubungimu!” Jiyeon melambaikan tangannya sambil berjalan menjauh.

Tanpa mereka berdua ketahui, ini adalah awal dari cerita mereka.

21 responses to “[Chapter 2/?] Forbidden Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s