[CHAPTER 4] Miss Korea?

image

Author: RachelP
Title: Miss Korea?
Casts: Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Im Yoona, Son Naeun
Genre: Romance, mixed genres (?)

Happy reading!^^~♥

“Kami… sudah putus,”

-Miss Korea part 4 by RachelP start!^^-

“Mwo?! Waeyo?”
“Sejak kejadian itu,”
“Lalu?”
“Yah.. kau tahu, ia sudah berbohong padaku. Dan kau tahu, aku tak suka pembohong,”

Jiyeon tercengang mendengar tuturan Myungsoo. Jinjja? Kalau begitu, ada kesempatan buatku, batinnya. “Jadi, kau tak perlu takut bila aku pergi bersama-mu,” sahutnya kemudian. Jiyeon mengangguk.

“Ohya, Ji, kuberitahumu demi kebaikan-mu. Dengarkan aku baik-baik. Jangan sampai kau dekat dengan Woobin.” Tuturnya. “Maksudmu?” Tanya Jiyeon tak mengerti. “Kau bisa lihat nanti.”

….

Jiyeon’s PoV

Aku dan Naeun sudah berada dikamar sekarang. Aku berbaring sambil membaca majalah fashion. Sedangkan Naeun, ia sedang mencuci muka. Aneh, Naeun mencuci wajahnya lagi. 4x sehari. Aku saja hanya 2x sehari. Entahlah, mungkin ia mengantuk, atau bahkan ia sangat merawat wajahnya.

“Naeun-a, kenapa kau mencuci wajahmu terus-menerus?” Ia hanya diam. “Aku.. aku..” aku hanya memasang puppy-eyes agar ia memberitahuku. “Aku… model untuk kosmetik Peripera.” MWO?! Ia model? Bagaimana aku tidak tahu? Ishhh.. pabo. “Mworago?! Kau model, Eun-a?” Ucapku seraya menaruh majalah yang sedang aku baca disamping kakiku. “Mmmh.. ne,”

“Dan kau tahu? Aku diwajibkan untuk cuci muka 4x sehari. Management Peripera yang menyuruhku.” Aku mengangguk mengerti. “Araseo.. araseo” ia tersenyum kecil. “Lalu, bila kau model, mengapa kau daftar menjadi Miss Korea?” Tanyaku.

“Orangtuaku.. orangtuaku.. yang memintaku untuk menjadi Miss Korea. Mereka telah tiada.. aku hanya ingin mengabulkan keinginan mereka. Aku hanya ingin membanggakan mereka yang sudah tenang di surga. Hiks.. hiks..” lirihnya. “Ah-uh.. Naeun-a, uljima. Mianae, aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit hal tersebut. Mianae,”

Gwaenchanayo..” ucapnya singkat sambil sesenggukan. “Naeun-a, kau hebat. Kau harus bisa membanggakan kedua orangtuamu. Aku percaya, kau bisa.” Semangatku. “Gomawo,”

Sudah sejak lama, Yoona sunbae tampak lesu. Mungkin karena ia sudah putus dengan Myungsoo. Atau ada masalah penting. Entahlah. Aku menghampirinya.

Sunbae, gwaenchanayo?” Tanyaku sambil memegangi pundaknya. Ia menenggelamkan wajahnya dalam telapak tangan mungilnya. Ia terisak. Ya, ia menangis. “Jangan sentuh aku,” ucapnya sambil menangkis tanganku. “Tapi, sun-” Sebelum aku melanjutkan ucapanku, ia sudah berlari dari hadapanku. “Aneh,” gumamku pelan.

Semakin hari, semakin dekatlah hubunganku dengan Naeun. Ia berbaik hati, tak seperti Yoona sunbae. Cih, kenapa aku malah membicarakannya? Sudah, Park Jiyeon. Sudah.

“Jiyeon-a,” panggil seseorang berambut panjang hitam kelam. Dapat kuyakini, itu Suzy. “Wae, Suzy-a?” Tanyaku seraya menatap wajah cantiknya. “Apa kau melihat Yoona unnie?” Aku hanya menggeleng lemah. Hhmm, Suzy adalah teman sekamar Yoona. Tapi aku tidak yakin, apa mereka berteman dekat atau tidak. Suzy berlalu dari hadapanku. “Chamkkaman, Zy-a,” seruku. “Aku akan membantumu mencarinya.”

….

“Yoona sunbae, Yoona sunbae,” teriakku nyaring. “Yoona unnie, kau dimana?” Seru Suzy. Aku membuka setiap ruangan di lantai 3. Lantai 1 dan 2 sudah kami cari. Tak kunjung muncul juga batang hidungnya. Aku membuka setiap ruangan di lantai 3. Mulai dari ruang makan, perpustakaan, gudang, sampai toilet. “Entahlah, Zy-a.. aku tak menemukannya,” lirihku. Lalu, aku berencana duduk di taman rooftop. Ah, iya! Aku belum mencarinya disana. “Suzy-a, ayo kita cari di taman.”

“Disana!” Teriakku setelah sampai di taman rooftop. “Yoona unnie! Kau dari mana saja? Kami mencarimu kemana saja. Kami khawatir, unnie.” Yoona menatap kami sinis. “Sudah bicaramu? Sekarang, giliranku untuk berbicara,”

“Apa pedulimu tentangku, Suzy? Apa kau peduli padaku? Cih. Mengapa kau berlagak peduli padaku, hah? Lalu, Jiyeon. Kenapa kau mencariku, anak kecil? Butuh bantuanku? Jangan minta padaku! Tanya ke yang lain! Sudah, pergi!” Teriaknya. “Sun-”

“KELUAR!!!” Teriaknya lantang. Aku berlari keluar dari taman. Suzy membuntutiku. “Zy-a, ayo kita pergi,” ajakku setelah kami berada di lorong lantai 3. “Sebentar, Jiyi. Kita harus menjaga Yoona unnie disini. Aku tak ingin ia melakukan yang aneh-aneh.”

“Oh.. araseo.. aku mengerti,” Aku mengintip melalui celah pintu yang menghubungkan kami dengan taman. “KIM MYUNGSOO! AKU MERINDUKANMU!” Teriak Yoona keras dari rooftop. Aku hanya berdiri dalam diam.

“Hey! Kalian, apa yang kalian lakukan?”

….

Sejak aku mengintip-intip, Woobin Oppa mengajakku untuk duduk di ruangannya. “Wae gurae, Oppa?” Aku menatap mata seriusnya. “Seharusnya aku menanyakan itu padamu, Park Jiyeon! Jawab aku, kenapa kau mengendap-endap layaknya kau pencuri, hah?!”

Op-Oppa, aku tidak bermaksud begitu.. a-aku hanya menjaga Yoona sunbae..” tuturku sambil menunduk. “Ohohoh! Kau bilang menjaga? Sejak kapan kau tidak membuatnya risih?” Tanyanya sinis. Aku hanya menggerak-gerakkan kakiku lemah. “Dan kau tahu,” ia menaruh telunjuknya pada bibirku. “Yoona adalah sepupuku. Jadi,..”

“Jadi,.. aku bisa membuatnya menang dalam kompetisi ini,”

-TBC-

28 responses to “[CHAPTER 4] Miss Korea?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s