[ONE SHOOT] Love

Love

Title : Love

Author : Dian

Main Cast :

Kim Myungsoo (Infinite)

Park Jiyeon (T-ara)

Other Cast :

Kim Taehyung (Bts)

Byun Baekhyun (Exo)

Genre : Romance, sad

Rate : T (PG-16)

Credits Poster : HRa@HSG

~

Maaf, kalau ffnya gaje, pahit dan banyak kesamaan kata-kata seperti yang ada di ff sebelumnya yang udah pernah aku buat. Ok, kalau begitu.

Happy reading!!! (untuk yang mau baca)

Jangan lupa RCL ya!!!

***

Myungsoo melangkahkan kakinya menuju salah satu bangku di taman dekat rumahnya. Ia tersenyum tipis saat matanya menangkap sosok yeoja berambut panjang tengah duduk di bangku taman itu.

“Chagi” bisik Myungsoo sambil melingkarkan tangannya di leher Jiyeon – yeojachingunya itu dari belakang.

Jiyeon sedikit terkejut dengan tingkah Myungsoo. Ia lalu melepas tangan Myungsoo yang melingkar di lehernya. Membuat namja bermarga Kim itu mengernyitkan dahinya.

“Ada apa dengannya? Tidak biasanya Jiyeon seperti ini?” pikirnya.

“Myungsoo, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Jadi duduklah!” titah Jiyeon.

Namja bermarga Kim itu lalu mendudukkan dirinya di samping Jiyeon.

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Myungsoo dingin dengan wajah datar.

Entah kenapa Myungsoo malah bersikap seperti itu. Jiyeon yang melihatnya seketika merasa tercekat. Ia sedih. Tapi cepat-cepat Ia merubah ekspresi wajahnya.

“Aku ingin putus darimu” ucap Jiyeon. Dalam hatinya sebenarnya ia tidak mau mengatakannya tapi mau bagaimana lagi, mau tak mau ia harus mengatakannya. Ia tidak ingin menyakiti namja itu lebih dalam lagi. Cukup sampai disini saja.

Myungsoo terdiam mencerna ucapan yang terlontar dari mulut Jiyeon. Cukup lama namja itu tidak mengeluarkan suaranya.

“Myungsoo” panggil Jiyeon.

Myungsoo menatap tepat di kedua manik mata Jiyeon.

“Apa alasanmu ingin putus dariku?” tanya Myungsoo. Sebisa mungkin ia berbicara dengan nada biasa. Dalam hatinya ia ingin menjerit. Apa hari ini hubungannya dengan Jiyeon yang sudah menginjak 2 tahun akan berakhir?

Jiyeon menghembuskan napasnya sebelum menjawab pertanyaan Myungsoo. Ia sudah menduga jika namja bernama lengkap Kim Myungsoo itu akan menanyakan ini padanya. Sungguh sebenarnya ia tidak ingin berpisah dengan namja yang sudah mengisi hari-harinya itu selama 2 tahun. Tapi keadaanlah yang memaksanya untuk melakukannya.

Ia sudah banyak berbohong pada namja itu dan hari ini ia ingin menyudahinya. Ia tidak ingin menyakiti hati namja itu lagi. Cukup sampai disini saja. Ia juga tidak ingin menumpuk dosa-dosanya yang sudah banyak.

“Mian, karena aku tidak mencintaimu lagi” ucap Jiyeon dengan wajah datar.

Myungsoo tersenyum miring. “Benarkah? Aku tidak mempercayai ucapanmu”

Myungsoo masih belum benar-benar percaya dengan alasan Jiyeon barusan. Menurutnya itu alasan konyol yang pernah ia dengar. Pasti menurutnya bukan itu dan Jiyeon sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya.

“Terserah kau mau percaya padaku atau tidak. Yang jelas hari ini kita sudah tidak ada hubungan lagi. Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu!” Jiyeon bangkit dari duduknya dan berniat meninggalkan Myungsoo. Ia tidak ingin berlama-lama dengan namja itu disini. Tujuannya ke sini hanya untuk memutuskan hubungannya dengan Myungsoo.

TAP

Tapi sebelum Jiyeon akan melangkahkan kakinya, sebuah tangan memegang lengannya. Membuat Jiyeon terkejut bukan main. Myungsoo lalu menarik lengan Jiyeon membuat yeoja itu kembali duduk.

“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Jiyeon menatap tajam Myungsoo. Ingin rasanya ia menangis saat ini tapi akan sangat memalukan jika itu terjadi. Ia ingin segera meninggalkan Myungsoo tapi kenapa namja itu malah melakukan hal ini? Tak bisakah Myungsoo mengijinkannya pergi? Ia tidak ingin rencanya hancur.

Bukannya menjawab ucapan Jiyeon, Myungsoo malah mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon membuat yeoja bermarga Park itu membelakkan matanya. Ia ingin menghindar tapi kenapa tubuhnya sulit untuk digerakkan dan akhirnya benda lunak dan basah itu mengenai bibirnya. Dan bersamaan dengan itu entah sadar atau tidak, Jiyeon perlahan memejamkan matanya. Ia menganggap ciuman ini adalah ciuman terakhirnya dengan Myungsoo.

Myungsoo lalu memegang tengkuk Jiyeon untuk memperdalam ciumannya dengan yeoja itu. Sesekali ia memiringkan kepalanya ke kiri dan kanan supaya memudahkannya mencium bibir Jiyeon.

TES

Tiba-tiba saja buliran bening keluar dari kelopak mata Jiyeon. Secara bersamaan Myungsoo membuka matanya.

Ia lalu menjauhkan tubuhnya dari Jiyeon otomatis tautan bibirnya dengan bibir Jiyeon terlepas. Tanpa mengatakan apa-apa, Myungsoo lalu bangkit dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Jiyeon.

Jiyeon menatap punggung namja itu. Ia tersenyum miris sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

Jiyeon merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit kusut. Setelah itu ia bangkit dan dengan langkah gontai ia pergi meninggalkan taman itu.

***

Seorang yeoja cantik berjalan di koridor rumah sakit yang membawanya menuju salah satu kamar rawat yang dihuni oleh namja kecil berwajah sangat imut. Yeoja cantik itu ingin mengecek kondisi salah satu pasiennya itu. Karena namja kecil itu baru saja menjalani operasi usus buntu kemarin malam.

GREK

Yeoja cantik itu menggeser pelan pintu kamar rawat Taehyung – namja kecil yang baru saja menjalani operasi itu. Begitu sudah masuk ke dalam ia kembali menutup pintu itu. Setelah itu yeoja cantik itu berjalan menghampiri ranjang Taehyung. Ia lalu mendudukkan dirinya di kursi samping ranjang Taehyung.

GREK

Suara pintu digeser, membuat yeoja cantik itu menolehkan kepalanya ke arah pintu.

“Dokter Park” ucap seseorang itu sedikit terkejut sambil berjalan masuk ke dalam – menghampiri dokter sekaligus pemilik Seoul Hospital itu.

Begitu sudah berdiri di hadapan dokter Park, seseorang yang memakai pakaian dokter itu membungkukkan badannya sedikit.

“Kenapa anda bisa berada disini? Bukankah kemarin anda mengatakan tidak akan kesini besoknya karena ada hal yang penting?” tanya Baekhyun.

Jiyeon terdiam seraya menatap wajah Baekhyun, dokter yang beberapa bulan kemarin mulai bekerja di Seoul Hospital yang sebenarnya milik mendiang kakeknya ini.

Baekhyun yang ditatap seperti itu terlihat salah tingkah. “Kenapa anda menatap wajah saya lekat-lekat? Apa ada yang salah dengan wajah saya?” Pertanyaan aneh keluar dari mulut Baekhyun membuat Jiyeon tersenyum kecil seraya menggeleng-nggelengkan kepalanya.

“Aku tidak bisa meninggalkan anak ini” Jiyeon menatap wajah damai Taehyung yang terlelap.

Baekhyun mengerutkan keningnya. Jiyeon yang melihat itu tersenyum tipis.

“Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri. Aku merasa tidak bisa meninggalkan anak ini. Padahal sebelum-sebelumnya aku tidak pernah merasakan hal aneh seperti ini. Sebenarnya hari ini sampai beberapa bulan ke depan, aku seharusnya berada di Amerika mengajar para mahasiswa yang baru lulus dari universitas kedokteran tapi karena anak ini aku tidak jadi kesana”

Baekhyun tertegun mendengar ucapan Jiyeon.

“Lalu siapa yang menggantikan anda ke sana?” tanya Baekhyun penasaran.

“Sepupuku, dokter Oh Sehun”

Baekhyun ber-oh sambil manggut-manggut.

“Dokter Byun, ada yang ingin aku tanyakan tentang anak ini pada anda. Tapi sebelumnya lebih baik kita duduk di sofa itu dulu” Jiyeon berjalan menuju sofa berwarna coklat yang berada di sana diikuti Baekhyun yang berjalan di belakangnya.

“Apa yang ingin anda tanyakan tentang anak itu pada saya?” tanya Baekhyun.

“Apa memang benar jika Taehyung sudah tidak memiliki orang tua?”

Baekhyun menganggukkan kepalanya. “Ne, benar. Tapi katanya ada yang mengatakan jika Taehyung memiliki seorang paman. Dan sekarang pamannya itu sedang berada di Amerika” tutur Baekhyun.

Jiyeon terdiam. “Taehyung memiliki paman? Dan pamannya sekarang berada di Amerika?”

“Dokter Byun. Aku ingin meminta pendapatmu” Jiyeon tiba-tiba melontarkan ucapan itu pada Baekhyun.

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. “Pendapat?”

“Ne, menurutmu bagaimana kalau aku mengadopsi Taehyung?”

Baekhyun membelakkan matanya terkejut.

“Anda mau mengadopsi Taehyung?” tanya Baekhyun memastikan jika pendengarannya masih berfungsi dengan normal.

“Ne, benar. Bagaimana menurutmu?”

“Saya_” Baekhyun bingung ingin menjawab apa.

Jiyeon tersenyum kecil. “Jangan dipaksakan. Kau pasti bingung bukan ingin menjawab apa. Aku ini memang aneh ya” ucap Jiyeon.

“Dokter Byun. Tujuan anda kesini untuk mengecek kondisi Taehyung bukan? Kalau begitu, silahkan!” Jiyeon berdiri dari duduknya mempersilahkan Baekhyun mengecek kondisi Taehyung. Karena memang saat ini dirinya tidak memakai pakaian dokter. Ia bukannya tidak bisa mengecek kondisi Taehyung hanya saja ia ingin menghargai Baekhyun karena sudah masuk ke sini.

“Ah,, ne. Baiklah” Baekhyun bangkit dari duduknya berjalan menghampiri ranjang Taehyung. Mengecek kondisi namja berwajah imut itu.

GREK

Seseorang menggeser pintu kamar rawat Taehyung. Membuat Jiyeon mengalihkan pandangannya menatap ke arah pintu.

DEG

Jiyeon melebarkan matanya. Seorang namja dengan pakaian formal khas orang kantoran masuk ke dalam dengan raut wajah panik. Saking paniknya Ia tidak menghiraukan seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Permisi, dokter. Bagaimana keadaan keponakan saya?” tanya namja itu pada Baekhyun.

Baekhyun menolehkan kepalanya ke arah namja yang berada di sampingnya.

“Apa kau paman Taehyung?” tanya Baekhyun.

“Ne” angguk namja itu.

“Keadaannya masih belum baik setelah operasi kemarin malam. Dan saat ini ia masih belum sadar karena pengaruh obat bius. Tapi jangan khawatir nanti pasti ia akan sadar dan keadaannya pasti akan jauh lebih baik” ucap Baekhyun diakhiri dengan senyuman.

Namja itu menatap wajah Taehyung – keponakannya dengan sendu.

“Terima kasih dokter karena sudah menyelamatkan nyawa Taehyung” ujarnya dengan volume pelan.

“Ah, jangan berterima kasih padaku. Berterima kasihlah pada dokter Park” Baekhyun menyunggingkan senyum manisnya ke arah Jiyeon.

Namja itu lalu menolehkan kepalanya ke belakang.

“Terima kasih dokter_” Ucapan Myungsoo – namja itu terputus saat matanya melihat sosok seorang yeoja cantik tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Jiyeon” Myungsoo membelakkan matanya terkejut.

Jiyeon diam tidak membalas ucapan Myungsoo. Baekhyun yang melihat itu mengerutkan keningnya. Ia menatap wajah Jiyeon baik-baik lalu menatap wajah namja yang mengatakan jika dirinya adalah paman Taehyung.

“Sepertinya ada yang ingin kalian bicarakan. Kalau begitu, saya permisi dulu!” pamit Baekhyun lalu melangkah keluar dari kamar rawat Taehyung.

“Saya juga” ucap Jiyeon dengan tiba-tiba.

Ia berniat menyusul Baekhyun yang sudah keluar dari kamar rawat Taehyung. Tapi sebelum itu seseorang memegang lengannya membuat langkahnya terhenti.

Ia menoleh ke belakang.

“Jangan pergi!” ujar Myungsoo menatap sendu ke arah Jiyeon.

Melihat wajah Myungsoo yang seperti itu. Membuat dadanya terasa sakit. Myungsoo lalu menarik  lengan Jiyeon mendudukkan yeoja itu ke sofa.

“Bagaimana kabarmu? Sudah lama ya kita tidak pernah bertemu” ucap Myungsoo mengawali pembicaraan. Ia menyunggingkan senyum manisnya.

Jiyeon merasa canggung duduk berhadapan dengan namja yang dulu pernah menjadi namjachingunya itu.

“Aku baik” jawabnya tersenyum kikuk.

Myungsoo tersenyum kecil melihatnya.

“Mian, aku dulu meninggalkanmu di taman tanpa mengatakan apa-apa” ujar Myungsoo merasa bersalah seraya mengingat-ngingat kejadian 5 tahun yang lalu dimana dirinya dan Jiyeon putus.

Jiyeon menatap wajah Myungsoo.

“Aku tahu kalau kau memutuskanku waktu itu bukan karena kau sudah tidak mencintaiku lagi melainkan kau tidak ingin menyakitiku lebih dalam lagi bukan?”

Jiyeon terdiam menundukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Myungsoo.

“Kau tidak ingin menyakitiku lebih dalam lagi karena kau sebenarnya sudah memiliki namja yang akan dijodohkan denganmu bukan?”

Jiyeon lagi-lagi terdiam. Ia merasa tidak mampu untuk mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.

“Aku tahu jika setiap kita bertemu kau selalu datang terlambat karena disaat yang bersamaan Haekeun juga ingin bersamamu bukan? Dan sebenarnya kau terpaksa menerima pernyataan cintaku waktu itu bukan?”

Lagi dan lagi Jiyeon hanya bisa diam.

Myungsoo menghembuskan napasnya.

“Sebenarnya aku sudah tahu dari awal kalau kau sudah memiliki namja yang akan dijodohkan denganmu. Tapi meskipun begitu aku masih ingin memilikimu walaupun akhirnya nanti kau akan bersama Haekeun”

Jiyeon mendongakkan kepalanya. Ia mengernyitkan dahinya.

“Kau sudah tahu dari awal kalau aku sudah memiliki namja yang akan dijodohkan denganku?’ tanya Jiyeon terkejut jika namja di hadapannya itu sudah tahu jika dirinya sudah memiliki Haekeun yang akan menjadi suaminya kelak.

“Ne” angguk Myungsoo.

“Kalau begitu kenapa kau diam saja dan tidak memutuskanku dari awal?” Jiyeon tidak mengerti dengan pemikiran namja bermarga Kim itu.

“Karena aku mencintaimu bahkan sampai saat ini” ucap Myungsoo.

DEG

Jantung Jiyeon berdetak dengan sangat cepat setelah mendengar ucapan dari Myungsoo.

“Myungsoo masih mencintaiku?” batinnya.

“Tapi kau tahu kan kalau aku saat ini sudah menikah” ujar Jiyeon.

Myungsoo tersenyum miring. “Apa kau mengira aku tidak tahu jika kau dan Haekeun tidak jadi menikah?”

Jiyeon menelan salivanya susah payah.

Ne, Jiyeon dan Haekeun tidak jadi menikah. Entahlah sebenarnya apa alasan mereka tidak jadi menikah. Jiyeon dan Haekeun merasa jika diri mereka tidak cocok. Lebih baik mereka berteman daripada menikah yang nantinya akan membuat mereka tertekan dan berada di posisi yang sulit.

“Jiy” panggil Myungsoo. “Bolehkah aku tahu alasanmu kau tidak jadi menikah dengan Haekeun?” tanyanya.

Jiyeon awalnya terkejut tapi kemudian ia merubah ekspresi wajahnya. “Karena aku mencintaimu” ujarnya diakhiri dengan senyuman tipis.

DEG

Jantung Myungsoo berdetak dengan begitu cepat setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jiyeon.

“Ka_kau mencintaiku?” ucap Myungsoo dengan terbata-bata. Ia merasa terkejut dan tidak percaya alasan Jiyeon tidak jadi menikah dengan Haekun karena Jiyeon mencintainya.

“Ne” angguk Jiyeon.

“Sejak kapan?” tanya Myungsoo. Antara senang bercampur tidak percaya jika Jiyeon memiliki perasaan yang sama sepertinya.

“Emm,,, sejak kau meninggalkanku di taman. Aku sadar jika yang kucintai bukan Haekeun tapi dirimu”

Myungsoo lalu bangkit dari duduknya menghampiri Jiyeon. Ia berjongkok di depan Jiyeon. Ia lalu menggenggam jemari Jiyeon erat.

“Terima kasih karena sudah mencintaiku” ujar Myungsoo menyunggingkan senyum yang sangat tulus menurut Jiyeon.

Myungsoo lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon. Jiyeon yang melihat itu perlahan memejamkan matanya. Dan…

CUP

Myungsoo mencium bibir Jiyeon. Tanpa mereka sadari jika ada seseorang yang tengah melihat kegiatan mereka.

“Apa yang paman lakukan?” teriak Taehyung. Ternyata ia sudah sadar sejak beberapa menit yang lalu.

Teriakan dari Taehyung membuat Myungsoo terkejut dan otomatis ia melepaskan ciumannya dari bibir Jiyeon. Myungsoo lalu menolehkan kepalanya ke arah Taehyung yang tengah menatapnya. Pipi Jiyeon sedikit merona merah. Ia lalu berjalan menghampiri ranjang Taehyung.

“Syukurlah kau sudah sadar” Jiyeon menyunggingkan senyum tipisnya menatap Taehyung. Ia senang akhirnya Taehyung sadar.

“Myungsoo, aku keluar memanggil dokter Byun dulu ya!” Jiyeon menoleh ke arah Myungsoo. Ia lalu melangkah keluar dari kamar rawat Taehyung.

Myungsoo menatap punggung Jiyeon.

“Sepertinya ia menyukai dokter Byun” gumamnya. Myungsoo sepertinya cemburu saat ini.

Myungsoo lalu kembali menatap Taehyung.

“Bagaimana keadaamu Taehyung-ah? Apa sudah lebih baik?” tanya Myungsoo.

“Kenapa wajah paman terlihat kesal? Apa karena yeoja cantik tadi?” Taehyung tidak menjawab ucapan Myungsoo, Ia malah bertanya pada pamannya itu.

“Ne? Ah, tidak” jawab Myungsoo. Ia menjawab pertanyaan Taehyung dengan nada biasa.

“Oh, begitu. Oh iya paman. Ngomong-ngomong siapa yeoja cantik tadi? Apa kekasih paman?” tanya Taehyung ingin tahu.

“Bukan. Tapi sebentar lagi Ia akan menjadi kekasih paman. Ah tidak, menjadi istri paman. Apa kau senang mempunyai bibi?” ucap Myungsoo antusias. Saat mengatakannya wajahnya terlihat berseri-seri.

“Benarkah paman? Wah, aku senang sekali kalau mempunyai bibi secantik dia paman” jawab Taehyung sama antusiasnya.

GREK

Dokter Byun menggeser pelan pintu kamar rawat Taehyung diikuti Jiyeon yang berjalan di belakangnya. Keduanya lalu berjalan meghampiri ranjang Taehyung.

“Syukurlah, kau sudah sadar. Keadaannya sudah jauh lebih baik dokter Park. Apa anda senang?” Baekhyun menoleh ke arah Jiyeon.

“Tentu saja” angguk Jiyeon.

“Dokter Park? Jiyeon-ah kau dokter disini?” tanya Myungsoo.

“Ne, benar”

“Kalau boleh tahu nama anda siapa ya?” tanya Baekhyun menatap wajah Myungsoo.

Myungsoo terdiam. Enggan menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Aku Myungsoo. Kim Myungsoo” ucap Myungsoo akhirnya. Ia sebenarnya malas menjawab pertanyaan namja berwajah imut itu tapi karena tatapan tajam Jiyeon membuatnya akhirnya mau tak mau menjawab pertanyaan namja berwajah imut itu.

“Aku Baekhyun. Byun Baekhyun” ujar Baekhyun diakhiri senyuman tipis. Myungsoo menarik sudut bibirnya hingga terbentuk sebuah senyuman. Ia membalas senyuman Baekhyun.

Baekhyun tersenyum manis ke arah Taehyung sambil mengusap rambut namja kecil itu.

“Dokter Byun, aku ingin mengajakmu makan siang di restoran dekat sini. Apa kau mau?” tawar Jiyeon. Sekilas ia menoleh ke arah Myungsoo. Bisa ia lihat wajah Myungsoo seperti menahan kesal. Diam-diam ia tersenyum.

Sebelum Baekhyun menjawab, ia menoleh ke arah Myungsoo.

“Tentu saja” ucap Baekhyun lalu menatap ke arah Jiyeon.

“Baiklah kalau begitu, Myungsoo, Taehyung, kami permisi dulu ya!” ucap keduanya serempak.

Jiyeon mengusap rambut Taehyung. Ia lalu merangkul bahu dokter Byun mengajak namja itu keluar dari kamar rawat Taehyung.

Myungsoo menatap punggung kedua orang itu. Tangannya mengepal kuat. Ia benar-benar cemburu saat ini.

“Taehyung, kau istirahatlah dulu! Paman ingin keluar sebentar” Myungsoo melangkah keluar dari kamar rawat Taehyung setelah sebelumnya mengusap lembut rambut keponakannya itu.

Taehyung menatap pintu kamar rawatnya yang baru saja ditutup oleh Myungsoo – pamannya itu. Ia pun lalu memejamkan matanya untuk istirahat.

Myungsoo melangkahkan kakinya dengan cepat begitu matanya menangkap sosok namja dan yeoja sedang berjalan.

“Bolehkah aku ikut?” tanyanya pada Baekhyun dan Jiyeon.

“Emm,,, bagaimana ya? Bagaimana menurutmu dokter Byun?”

“Boleh” ucap Baekhyun setuju.

“Baiklah, kau boleh ikut” ucap Jiyeon.

Dengan seenak jidat Myungsoo melepaskan tangan Jiyeon yang merangkul bahu Baekhyun. Membuat Jiyeon dan Baekhyun sedikit terkejut. Myungsoo lalu merangkul bahu Jiyeon. Langkah Baekhyun terhenti membuat Jiyeon dan Myungsoo ikut berhenti.

“Yoboseyo”

[“…”]

“Baiklah, saya akan pergi kesana”

TUT

Baekhyun kembali meletakkan ponselnya di saku jasnya. Ia lalu menatap Jiyeon.

“Maaf, dokter Park saya tidak bisa ikut dengan anda. Saya permisi dulu!” pamit Baekhyun lalu berjalan dengan langkah cepat mendahului Jiyeon dan Myungsoo.

“Akhirnya” gumam Myungsoo tersenyum senang.

“Mwo? Akhirnya apa?” ucap Jiyeon mendelik ke arah Myungsoo.

“Akhirnya aku bisa berduaan denganmu” ujar Myungsoo sambil tersenyum.

Diam-diam Jiyeon pun ikut tersenyum.

***

Taehyung sudah diperbolehkan pulang hari ini. Karena kondisi tubuhnya sudah stabil.

“Jiyeon-ah, kau tinggal dimana?” tanya Myungsoo pada Jiyeon yang berdiri di samping kirinya. Di samping kanannya sudah terparkir mobil hitam miliknya. Ngomong-ngomong Taehyung sudah berada di dalam mobil Myungsoo.

“Aku tinggal di apartemen di distrik Gangnam”

Myungsoo hanya ber-oh ria saja. Ia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon. Dan…

CUP

Myungsoo mengecup bibir Jiyeon singkat. Membuat pipi Jiyeon merona merah.

“Baiklah, aku pergi dulu ya! Kapan-kapan aku berkunjung ke apartemenmu” Setelah mengatakan itu, Myungsoo membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam.

“Hati-hati!” pesan Jiyeon.

Myungsoo mengangguk.

Jiyeon melambaikan tangannya pada mobil Myungsoo yang sudah melaju meninggalkan kawasan Seoul Hospital.

***

Jiyeon menggandeng tangan kiri Taehyung sedangkan Myungsoo menggandeng tangan kanan Taehyung. Saat ini keduanya tengah berjalan di lotte world. Jiyeon dan Taehyung sengaja libur hari ini hanya untuk menuruti keinginan Taehyung yang ingin ke lotte world.

“Paman, aku  ingin naik itu!” Taehyung menunjuk wahana komedi putar lalu menatap wajah Myungsoo. “Apa boleh?” tanyanya.

“Tentu saja. Kajja!”

Taehyung menjilat es krim yang ada di tangannya. Di samping kanannya ada Myungsoo sedangkan di samping kirinya ada Jiyeon.  Sekarang ini mereka duduk di taman melepas rasa lelah setelah jalan-jalan dan menaiki berbagai wahana permainan di lotte world.

“Apa enak es krimnya?” Jiyeon bertanya pada Taehyung yang sibuk memakan es krimnya.

Jiyeon tersenyum kecil saat melihat di sudut bibir Taehyung tercecer bekas es krim. Ia lalu mengusap bekas es krim di sudut bibir Taehyung menggunakan tisu.

“Gomawo, bibi” ucap Taehyung memperlihatkan gigi kecilnya yang lucu. Membuat yeoja itu tersenyum. Ia menatap gemas ke arah Taehyung yang kembali sibuk memakan es krimnya.

“Apa Taehyung lebih menarik daripada aku?”

Jiyeon menolehkan kepalanya ke arah Myungsoo yang tengah mengerucutkan bibirnya kesal. Ia menggeleng-nggelengkan kepalanya. Kenapa bisa ia memiliki namja yang ternyata memiliki sifat kekanak-kanakan seperti Myungsoo?

“Kau cemburu pada keponakanmu sendiri?” ejek Jiyeon.

“Tidak. Mana mungkin aku cemburu pada keponakanku sendiri” sangkal Myungsoo. Ia masih belum mau mengakui jika dirinya saat ini memang tengah cemburu.

“Benarkah?” Jiyeon tidak percaya dengan ucapan Myungsoo.

Myungsoo menatap wajah Jiyeon. “Mana mungkin aku berbohong”

“Terserahmulah” Jiyeon tidak mau ambil pusing jika namjachingunya itu tengah cemburu atau tidak.

Ne, Jiyeon dan Myungsoo sudah berpacaran. Myungsoo menyatakan perasaannya kembali pada Jiyeon tapi bedanya bukan di taman seperti 5 tahun lalu tapi Ia menyatakan perasaannya setelah dirinya dan Jiyeon makan siang di restoran waktu itu.

“Taehyung-ah, ayo ikut bibi ke kedai roti sana! Apa kau mau?”

“Tentu saja, bibi. Kajja!” Taehyung berdiri dari duduknya. Ngomong-ngomong Taehyung sudah selesai memakan es krimnya.

Myungsoo menatap Jiyeon dan Taehyung. Ia lalu berdiri dari duduknya.

“Kenapa kau berdiri?” tanya Jiyeon.

“Aku ingin mengantarmu ke kedai roti”

“Aku tidak menyuruhmu untuk mengantarku. Lebih baik kau disini saja. Bawa ini!” Jiyeon memberikan balon bergambar pesawat milik Taehyung pada Myungsoo.

“Tapi_”

“Sudahlah. Kajja, Taehyung!” Jiyeon menggandeng tangan kanan Taehyung mengajak namja kecil itu ke kedai roti yang berada di sebrang sana.

Selepas Jiyeon dan Taehyung meninggalkannya. Myungsoo berdecak kesal. “Aissh”

***

Jiyeon dan Myungsoo sedang berada di dalam mobil. Myungsoo tampak fokus menyetir. Sedangkan Jiyeon lebih memilih melihat pemandangan luar dari balik kaca di sampingnya.

Tak ada pembicaraan sama sekali. Jiyeon maupun Myungsoo sepertinya enggan untuk menyuarakan suaranya. Sepertinya sesuatu hal telah terjadi di antara mereka berdua.

“Turunlah!” ucap Myungsoo dingin begitu sampai di depan gedung apartemen di distrik Gangnam.

Entah kenapa Jiyeon enggan untuk turun dari mobil Myungsoo. Myungsoo kembali mengulang ucapannya. “Turunlah!”

“Aku tidak mau” ucap Jiyeon.

Myungsoo membuang napasnya kasar. “Terserahmulah” Saat mengatakannya, Myungsoo tidak menatap ke arah Jiyeon ia malah menatap ke luar dari balik kaca di sampingnya.

“Myungsoo” panggil Jiyeon.

Tidak ada balasan. Namja berwajah tampan itu sepertinya enggan menjawab panggilan yeojachingunya itu.

“Myungsoo” panggil Jiyeon lagi.

Tetap tidak ada balasan.

Jiyeon menghembuskan napasnya. “Mianhae. Jeongmal mianhae” lirih Jiyeon.

Myungsoo melirik Jiyeon. Bisa ia lihat yeoja itu tengah menundukkan kepalanya. Ia masih marah dan kesal pada Jiyeon sampai saat ini karena kejadian siang tadi. Kejadian dimana Jiyeon mencium Baekhyun.

Flashback On

Myungsoo melajukan mobilnya menuju Seoul Hospital. Rencananya hari ini ia ingin mengajak Jiyeon jalan-jalan. Myungsoo turun dari mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam gedung putih dengan bau khas obat itu.

Myungsoo menggeser pelan pintu ruang pribadi Jiyeon. Ia sudah tahu jika Jiyeon adalah pemilik Seoul Hospital ini.

DEG

Myungsoo melebarkan matanya. Jiyeon tengah berciuman dengan Baekhyun.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Myungsoo dingin di ambang pintu.

Jiyeon dan Baekhyun sontak melepaskan ciuman mereka. Keduanya lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.

“Myungsoo” ucap Jiyeon membelakkan matanya terkejut.

“Maaf, jika aku mengganggu kalian” Myungsoo membalikkan badannya lalu menggeser kembali pintu itu. Berjalan menuju mobilnya.

Jiyeon ingin menyusul Myungsoo tapi Ia mengurungkan keinginannya itu. Karena ia pikir pasti namja itu tengah kesal dan marah padanya. Percuma saja kalau ia menyusulnya. Lebih baik nanti saja jika namja itu sudah tidak marah.

Flashback Off

Jiyeon mendekatkan wajahnya pada wajah Myungsoo. Ia lalu menarik dagu namja itu supaya melihat ke arahnya.

CUP

Jiyeon mencium bibir Myungsoo singkat.

“Mian, Myungsoo. Ku mohon jangan perlakukan aku seperti ini” ucap Jiyeon menatap tepat di kedua manik mata Myungsoo.

Myungsoo menatap wajah Jiyeon.

CUP

Sekarang giliran Myungsoo yang mencium bibir Jiyeon. Tangannya menangkup pipi Jiyeon. Ia melumat bibir bawah dan atas Jiyeon secara bergantian. Sesekali ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri supaya memudahkannya mencium bibir yeojanya itu. Jiyeon sedikit kewalahan dengan ciuman Myungsoo yang terkesan menuntut. Akhirnya Jiyeon pun bisa mengimbangi ciumannya dengan Myungsoo dan membalas ciuman namjanya itu.

Cukup lama keduanya berciuman. Jiyeon merasakan jika pasokan oksigen di paru-parunya berkurang. Ia lalu mendorong pelan dada Myungsoo.

Myungsoo tampak tersenyum evil. “Aku mau memaafkanmu asalkan kau mau menikah denganku. Dan menjadi bibi untuk Taehyung”

Jiyeon terdiam seraya berpikir.

“Baiklah, aku mau” angguk Jiyeon seraya tersenyum manis.

“Gomawo, Jiy. Saranghae” ucap Myungsoo lalu kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon.

“Ne, nado saranghae” balas Jiyeon. Perlahan ia memejamkan matanya saat Myungsoo sudah benar-benar dekat dengan wajahnya.

“Hei, kalian anak muda. Jangan berciuman di dalam mobil!” Seorang kakek-kakek yang tidak sengaja melewati mobil Myungsoo terkejut karena namja yang berada di dalam mobil itu – Myungsoo mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon.

Karena ucapan yang keluar dari seseorang itu membuat Myungsoo menjauhkan wajahnya dari wajah Jiyeon. Begitupun dengan Jiyeon yang membuka matanya.

Keduanya bertatap-tatapan.

“Hahaha”. Bukannya malu tapi Jiyeon dan Myungsoo malah tertawa bersama.

END

34 responses to “[ONE SHOOT] Love

  1. msh ada yg blm jlas dri cerita’y,,, trus knp tuh tiba” jiyeon sma baekhyun ciuman,,?? itu msh jd misteri,,

    lnjut baca sequel’y nee,,

  2. masi bnyak misteri ni thor,aga ga mudeng knp mereka bru memutskan balikan stlah 5 thn lamanya? O.o okay,cuss bc sequelnya😀

  3. Pingback: SEQUEL [ONE SHOOT] LOVE | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s