[ CHAPTER – PART 5 ] COUPLE OR TROUBLE ?

COT3

Tittle : Couple or Trouble ?
Author : gazasinta
Main Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Jung Soojung, Lee Taemin, (?)
Genre : Romance and Little Commedy
Rating : PG-15
Length : Chapter

 

Mungkin di part ini masih belum ada konfliknya, tapi author tetep berharap ini tidak mengecewakan, dan cast namja yang menggantung kemarin itu adalah…T-araaaaa
K*******N ( Ga niat ngasih cllue ni auhtor )
Mudah-mudahan sepadan sama Myungsoo yah, kalo menurut author sih jujur ini sepadan banget, hohoho, maaf untuk banyak typo dan cerita yang klasik, tapi inilah hasilnya. Author persembahkan dengan sukarela ( ? ) untuk readers dan mungkin juga siders, who knows ?

MASUKAN DAN KRITIKAN AKAN DITERIMA DENGAN LAPANG DADA

Part 5

Myungsoo POV

“ Sebenarnya apa yang ingin aku tonton ? “

Remote tv mendarat darurat diatas sofa karena aku melemparnya begitu saja, tidak ada acara yang menarik sama sekali untuk dinikmati. Entahlah, ini pasti pengaruh dari pikiranku yang sedang kesal karena allien itu masih berada diluar sana, sebenarnya urusan penting apa yang dimilikinya? seenaknya saja dirumah ini, dia pikir aku seorang petugas keamanan yang setiap saat harus berjaga dan membukakannya pintu ?

Tidak sabar aku bangkit dan meraih kunci mobilku, jika terus menahan kekesalan seperti ini bisa-bisa darah tinggi menyerangku. Tubuhku hampir saja menabrak seseorang jika kakiku tidak dengan cepat menghentikan sikap terburu-buruku ketika pintu baru saja aku buka “ Soj, eum Krystal ? kau ? bersama siapa ? “ Tanyaku heran Krystal tiba-tiba sudah hadir dirumahku dengan mengulurkan tangan menunjukan ia membawa sesuatu untukku, senyumnya merekah membuat aku benar-benar meleleh melihatnya.

“ Hanya sendiri aku membawakan ini untukmu “ Ucapnya dan langsung mengaitkan tangannya menarik tubuhku untuk masuk kembali.

Langkah kakiku yang terkesan seperti robot membuat Krystal menolehkan pandangannya kepadaku, ia terkikik geli melihatku “ Waeyo ? apa ada yang aneh diwajahku ? “ Aku menunjuk wajahku sendiri bingung.

“ Kau kenapa ? seperti melihat hantu ? lihatlah kakiku menyentuh ke tanah, jikapun hantu dengan penampilan secantik ini seharusnya kau tidak perlu takut bukan ? “ Candanya membuat senyum kaku dibibirku.

Seperti dejavu, sudah lama sekali dia tidak berkunjung menemuiku. Dulu, sewaktu kami masih bersahabat, kami sering menghabiskan waktu bersama, jika tidak dia maka aku yang akan mengunjungi apartementnya, namun ia membatasinya ketika sudah menjalin hubungan dengan pria itu, dan sekarang ? sepertinya moment itu akan terulang, tanpa sadar aku mengulas senyum, kumasukkan kunci mobil ke dalam saku celanaku dan duduk menunggu Krystal yang kini sibuk menata piring, menuangkan sesuatu yang ia bawa untukku.

“ Apa aku mengganggu kalian ? dimana istrimu ? “ Tanya Krystal membuatku teringat lagi dengan allien itu.

“ Kau tahu jika aku lapar ? waahhh jinja feelingmu bagus sekali “

Dengan tidak sabar aku menyendok spageti yang ia siapkan untukku, mengacuhkan pertanyaannya tentang allien itu. Aku tidak ingin ada nama lain jika sedang bersamanya, wanita manapun tidak akan senang jika pria dihadapannya membicarakan wanita lain, meski ia sendiri yang memancingnya.

Krystal mengambil selembar tisu dan mengarahkannya padaku “ Kau tidak berubah, masih senang meninggalkan noda disudut bibirmu jika sedang makan “ Dengan lembut tangannya membersihkan noda disana, aku tersenyum dan membiarkan tangannya menyentuh sudut bibirku.

Untuk saat ini aku lupa jika sempat berniat untuk menyusul allien itu, tapi sepertinya aku memang tidak perlu menyusulnya, aku tidak mungkin membiarkan Krystal kecewa demi anak dengan umur labil yang sedang senang-senangnya mencari perhatian.

Jiyeon POV

“ Apa benar yeoja ini adalah istri tuan…? “

Aku melirik pria disampingku dengan takut-takut ketika polisi itu menggantungkan kalimat dan menunggu pria ini menyebutkan namanya, pria itu menatap aneh ke arah polisi tersebut dan akhirnyapun tersenyum sinis, mwo ? aku seperti melihat sosok ahjussi itu pada dirinya, penampilan serta gayanya sama sekali tidak berbeda jauh, apa pria ini orang yang dikirim ahjussi untuk menjemputku ? atau mereka mempunyai hubungan saudara? tidak, tidak mungkin aku tidak pernah mendengar jika ahjussi itu memiliki saudara, akan seperti apa jadinya dunia ini jika pria-pria yang menghuni bumi memiliki perangai seperti mereka, tapi pria ini terlihat lebih cool dan tidak cerewet seperti ahjussi yang bermulut seperti seorang ahjumma-ahjumma itu.

“ Kim Jongin “

Uhuk-uhuk-uhuk

Aku hampir saja tersedak dengan oksigen yang seharusnya masuk ke lubang pernapasan justru masuk ke saluran pencernaan ketika mendengar nama pria yang menolongku ini, mereka benar-benar memiliki hubungan ? Kim Myungsoo, Kim Jongin ? mengapa semua pria yang berhubungan denganku harus bermarga Kim.

“ Ah nde, apa yeoja ini istri tuan Kim Jongin ? “

“ Istri ? “ Tanyanya mengulang.

Aku menundukkan kepala ketika pria itu menatap dan seperti bertanya apa yang sebenarnya terjadi melalui sorot matanya yang tajam itu, aku hanya meringis dan berpasrah, aku tidak meminta ia mengatakan hal bohong, jadi jangan menghakimiku dengan tatapan mata yang seperti akan memakanku.

“ Nde, aku suaminya, ini ambillah dan aku minta untuk tidak memperpanjang masalah ini “ Ucap pria bernama Kim Jongin dengan nada datar seraya mengeluarkan beberapa lembar won dari dalam dompet dan menyerahkan pada pemilik restaurant yang berdiri disamping polisi.

Sontak pengakuannya membuat kepala ku terangkat dan mulutku menganga. Apa di Korea sedang trend untuk mengaku-ngaku sebagai pasangan seseorang ? mereka para pria mudah sekali mengucapkan hal seperti itu, tanpa peduli jika wanitalah yang lebih banyak merasakan kerugian. Tapi, setidaknya pertemuan dengan pria Kim yang satu ini lebih baik, dia menolongku, bukan aku yang memohon-mohon meminta pertolongannya, tapi….andweyo ? dia tidak akan melakukan hal yang sama dengan ahjussi itu kan ? menyeretku kerumahnya dan memperkenalkanku sebagai anaenya juga ? aku tidak sanggup harus melayani dua pria sekaligus di usia muda seperti ini.

“ Andweyo…andweyo “

Aku memukul-mukul kepalaku, pemikiran dangkal dan menjijikan,

“ Kau kenapa ? “

“ Eoh ak-aku ? tidak..hahhaa..tidak apa-apa “

Aku menyengir bodoh ketika pria Kim ini memperhatikan apa yang aku lakukan.

Author POV

“ Kamsahamnida Tuan Kim Jongin!!! aku benar-benar berterimakasih padamu, jika tidak ada anda, kami mungkin benar-benar dalam bahaya “

“ Hey, ucapkan terimakasihmu juga “

Jiyeon menyenggol bahu Taemin yang hanya terdiam disampingnya, memerintahkan sahabatnya itu bersikap sopan dengan pria yang menolongnya itu.

“ Eoh nde saya juga ingin mengatakan kamsahamnida tuan, terimakasih karena anda kami bisa selamat, aku harap kita dapat bertemu kembali “

Kim Jongin yang sudah berjalan jauh pun menghentikan langkahnya, memicingkan mata dan memutar tubuhnya untuk menatap Jiyeon dan Taemin “ Tch “ Hanya mendengus Jongin pun pergi begitu saja, tentu saja siapa yang ingin mau bertemu kembali dengan kesialan seperti itu.

“ Hufftt “

Jiyeon menghela nafasnya perlahan, ia bersyukur karena Jongin tidak menuntutnya untuk dijadikan istri sewaan seperti yang Myungsoo lakukan.

Jongin hilang dari pandangan, Jiyeon dan Taeminpun kembali melangkah “ Ji-Jiyeon-ah, tadi kau bilang suamimu ? kau ini mengada-ada yah ? terang saja mereka tidak percaya, di Korea ini sangat jarang wanita yang masih sangat muda menikah, kebanyakan mereka menikah diatas umur 30 tahun, kau ini kalau mengarang cerita harus dipikirkan juga eoh ? “

“ Yya!!!! Ini semua karena kebodohanmu, jika saja kau memeriksa dompet itu terlebih dahulu, kita tidak akan mungkin mengalami nasib sial seperti ini ? tapi sudahlah….jangan dibahas lagi, sudah malam aku harus segera pulang “

“ Pulang, sebenarnya kau tinggal dimana ? bukankah kau kesini memang untuk mencariku seharusnya kau ikut saja denganku ? “

“ Eum…Taeminie, aku pasti akan menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang, aku baik-baik saja dan tempat yang kutinggali sekarang ini cukup nyaman untukku, igeo…nomor ponselku, kita tidak akan lagi terpisah, aku pergi!!!! Besok kita bisa bertemu lagi “

“ Hey!! aku harus mengantarmu tidak ? “

Jiyeon melambaikan tangannya menjawab pertanyaan Taemin, ia berlari cepat meninggalkan Taemin yang hanya menatapnya heran.

“ Dia pasti menyimpan sesuatu “ Decak Taemin kesal.

“ Apa kau berencana untuk menemuinya ? “ Myungsoo bertanya kepada yeoja yang menyandarkan kepala dibahunya.

Krystal memutar-mutar apel yang ada ditangannya berpikir untuk mejawab pertanyaan Myungsoo, ia telah bertemu kembali dengan Myungsoo dan sudah mendapatkan maaf, tapi mantan kekasihnya itu ? ia belum berani untuk menemuinya, pria itu memiliki sifat dua kali lipat lebih dingin dibandingkan Myungsoo, butuh persiapan mental untuk memutuskan menemuinya. Terlebih Krystal memang bersalah meninggalkan tanpa penjelasan. Meski begitu mungkin juga mereka bertemu disuatu tempat secara tidak sengaja, mengingat mereka tinggal di kota yang sama, dunia ini bukankah sempit ?

“ Tentu saja, tapi aku belum tahu kapan “ Ucap Krystal, ia menangkap kekhawatiran diwajah Myungsoo setelah mendengar jawabannya, namun seperti tidak ingin ia menyadarinya Myungsoo memfokuskan kembali pandangannya ke arah televisi yang menayangkan film romantis kesukaan mereka.

Sesekali mata Krystal menatap ruang atas, tidak ada tanda-tanda keberadaan orang lain dirumah ini, disetiap dinding rumah Myungsoo pun tidak ada foto atau apapun yang menunjukkan jika Myungsoo adalah pria beristri.

“ Ahhh malas sekali rasanya melangkah pulang “ Keluh Krystal merubah posisinya, menaruh kepala dipaha Myungsoo dan memejamkan matanya.

Myungsoo sedikit merasakan geli ketika Krystal bergerak-gerak disana, Krystal tersenyum dan menggoda Myungsoo “ Waeyo ? “ Tanyanya usil.

“ Mwo ? ahniyo, aku-aku hanya… waahhh…..panas sekali, eoh jika kau malas kau bisa tidur saja disini ? “ Myungsoo membalas candaan Krystal, ia tahu yeoja ini tidak akan mungkin mau tinggal bersama dengan pria asing.

“ Jeongmal ? kau ini nakal sekali, biar bagaimanapun kau pria beristri, meski kalian tidak saling mencintai… “

“ Ehem….”

Myungsoo dan Krystal serempak menoleh ketika ada sosok lain yang baru saja datang melalui pintu yang terbuka didepan sana dan menatap dengan kesal ke arah mereka, Krystal langsung bangkit dan merapikan penampilannya.

Myungsoo menghela nafasnya berat, bahkan ia merasa terganggu dengan kehadiran allien dihadapannya “ Kau baru pulang ? “ Tanya Myungsoo terlihat berbasa-basi.

“ Nde, apa aku mengganggu kalian ? “ Jiyeon kembali berkata ketus seperti pagi tadi dan Myungsoo tidak senang mendengarnya.

Seperti yang sudah sering terjadi, aura ruangan langsung berubah ketika keduanya bertemu, Krystal menyunggingkan senyum tidak mengerti mengapa yeoja ini langsung marah-marah padahal ia baru saja datang “ Mianhae….kami sudah lama bersahabat, jadi kau jangan salah paham jika kami seperti ini, kami tidak ada hub…”

“ Kau tidak perlu menjelaskannya, dia ini masih terlalu polos untuk mengerti hal-hal seperti itu “ Myungsoo memotong kalimat Krystal yang seolah ingin menjelaskan posisinya dengan senyum seolah mengejek Jiyeon.

Jiyeon mendengus kesal, sebenarnya apa yang ada diotak Myungsoo ? ia benar-benar tidak mengerti, pria ini meminta dirinya untuk mengaku sebagai anae dihadapan halmeoni, bukankah seharusnya jika ingin bersikap semena-mena itu adalah dirinya bukan Myungsoo ? tapi keadaannya berbalik, justru Myungsoo yang memegang kendali, apa karena keadaan Jiyeon yang membutuhkan uang hingga pria ini akhirnya memperlakukan Jiyeon seolah benar-benar Jiyeon pantas diperlakukan seperti ini “ Ahjussi tua yang berpikiran seperti anak kecil “ Pikir Jiyeon dalam hati.

“ Ahjumma, aku tidak peduli apa hubungan kalian dimasa lalu, tapi jangan membuat mataku sakit dengan pemandangan yang kalian ciptakan dihadapanku “ Jiyeon berkata tanpa ekspresi.

Mendengar kata ahjumma membuat darah yang awalnya tenang mengalir ditubuh Krystal seolah tersulut api dan kini bergejolak mendidih, ia tidak setua apa yang yeoja ini katakan dengan panggilannya. Baru saja Krystal akan menjawab, Myungsoo terlebih dulu bergerak dan mencengkeram kuat tangan Jiyeon dan menyeretnya menjauh dari Krystal.

Myungsoo POV

“ Kau ini apa-apaan ? kau bertingkah seperti kau memiliki hak atas diriku, kau lupa apa yang aku katakan semalam padamu eoh ? apa aku harus mengingatkannya kembali ? “

Aku tidak mengenal siapa yang ada dihadapanku ini, sejak pulang dari Pulau Jeju tindakannya sangat aneh dan keterlaluan, bahkan berani-beraninya sekarang ia melotot tajam ke arahku dengan wajah seperti itu.

“ Katakan roh siapa yang masuk ke dalam tubuhmu eoh, keluarlah jika bukan raga mu !! “ Aku memukul kepala allien ini berkali-kali, namun ia bergeming masih menatapku dengan pandangan dendam 7 turunannya itu.

Tap….

Aku tertawa merendahkan ketika tangannya dengan cepat menepis tanganku, aku ingin tahu apa yang berani ia lakukan padaku.

“ Ahjussi, aku memintamu menjemputku karena aku dalam kesulitan tadi, tapi kau tidak melakukannya dan memilih bermesraan dengan ahjumma itu, mengapa kau tega sekali padaku ? seandainya saja pria itu tidak datang menolongku, mungkin aku sekarang tidak lagi kembali ke rumahmu, mengapa hatimu keras sekali seperti batu, sedangkan pria itu saja yang hanya sekedar lewat ia tidak sama sekali keberatan menolongku “

Mwo ? berani sekali allien ini memaki-makiku seolah dia adalah ibu yang melahirkanku atau bahkan halmeoni yang merawatku, memangnya bahaya seperti apa yang ia alami ? lagipula sejak awal aku melarangnya untuk pergi, jadi konyol sekali rasanya jika dia sekarang menyalahkanku atas apa yang terjadi pada dirinya diluar sana.

“ Kecilkan suaramu, Ya Tuhan!!! aku tidak tahu harus berbicara apa padamu, ini seperti aku berbicara pada kaleng kosong, lalu sekarang kau mau aku melakukan apa ? kau pergi saja kesana lagi dan aku akan menjemputmu “ Ucapku terdengar seperti lelucon.

Ku dengar langkah kaki menuju ke arah kami, aku memasukkan kedua tangan disakuku, berdeham dan membuat suara yang terdengar bijak seolah tidak terjadi hal-hal yang harus membuat Krystal merasa tidak enak “ Baiklah, aku mengerti, nanti akan kita bicarakan lagi “ Ucapku tidak lagi mau memperpanjang perdebatan konyol, menanggapi anak kecil yang sedang marah pasti sulit sekali, biar saja dia pasti akan baik sendiri nanti.

Aku memutar tubuhku, Krystal tersenyum mengisyaratkan tangannya untuk aku menghampirinya.

“ Myungso-ah, sebaiknya aku pulang saja “

“ Aku akan mengantarmu “

“ Tapi, is…”

“ Tidak apa-apa “

“ Ahjussi sudah berjanji untuk memperlakukanku dengan baik dan tidak membuatku menangis, tapi sejak janji kau ucapkan, kau sudah dua kali melanggarnya, nappeun namja “

Aku mencengkeram kuat jari jemariku, benar-benar allien ini mengaduk-aduk emosiku. Tidak bisa ku biarkan aku harus berbicara banyak padanya, sebelum ia akan menyusahkan dan membatasi apa yang ingin aku lakukan, Sial dia bahkan sudah menjadi beban hidupku.

Author POV.

“ Mwo ? Jiyeon baru saja pulang dan ia hanya sendiri ? dimana Myungsoo ? “

“ Jwesonghamnida nyonya besar, hal itu akan saya selidiki lebih lanjut, tapi saya harap nyonya besar jangan dulu mengambil tindakan, jika tuan muda curiga maka akan menyulitkan gerak anak buah saya nyonya “

“ Baiklah, kau awasi dan laporkan semua yang kau ketahui padaku, anak itu hanya boleh satu kali menikah dalam hidupnya “

Halmeoni mengangkat tongkatnya memberikan isyarat agar asisten pribadinya segera meninggalkannya.

“ Apa yang anak tidak berguna itu lakukan eoh ? aku harus segera bertindak “

“ Sudah semalam ini ia belum juga pulang ? sebenarnya apa yang mereka lakukan ? tidak ada hubungan, bagaimana mungkin tidak ada hubungan bisa semesra itu, dan apa ini ? Romeo and Juliet ? selera tua “

Jiyeon bergumam seraya menyingkirkan kepingan kaset film yang Myungsoo dan Krystal tadi tonton bersama. Suasana hening membuat detak jarum jam di dinding ruang tamu besarnya yang berputar terdengar jelas, ia menoleh dan menjadi tidak tenang ketika tahu hari sudah sangat malam, pukul 23.45 KST. Myungsoo belum kembali, dan tidak tahu apakah akan kembali atau menginap dirumah wanita yang ia panggil ahjumma itu.

Jiyeon menarik leher kaosnya dan meniup-niup tubuhnya yang terasa panas entah karena cuaca atau perasaannya, dengan cepat ia menarik gelas dihadapannya.

Glek…glek…glek…

Jiyeon mengalirkan air untuk membasahi tenggorokannya, dan mengusap bibir dengan tangannya kasar “ Terserah apa yang ingin ahjussi tua itu lakukan !!! aku tidak lagi peduli, seperti ahjussi tidak peduli padaku, aku akan melakukan hal yang sama “

Kriettt

Mata Jiyeon beralih pada pintu yang terbuka, Myungsoo muncul dari sana dengan wajah tanpa ekspresi, Jiyeon berpura-pura untuk tidak melihatnya dan memfokuskan matanya pada layar televisi.

Myungsoo menatap Jiyeon yang masih asyik didepan televisi dengan bungkus makanan yang mengelilinginya, ia mendekat dan dan tertawa sinis menyadari apa yang yeoja itu pandang dengan serius seperti itu.

Jiyeon POV

Cringg…

Aku masih tetap fokus pada layar televisi meski ahjussi itu melempar kunci dihadapanku, namun sedikit terganggu ketika akhirnya ia menarik salah satu sofa dan duduk tepat dihadapanku. Mau tidak mau aku menatapnya karena ia menhalangi pandanganku ke layar televisi. Ada apa dengan wajahnya kali ini ? ahjussi ini sepertinya mempunyai seribu wajah yang menjengkelkan yang bisa dengan mudah ia ganti ketika berhadapan denganku, wajahnya terlihat serius dan dingin memandangku.

“ Mengapa kau masih disini ? menungguku ? “

“ Me-menung-gu mu ? woaahh yang benar saja ? aku sedang menonton televisi, apa kau tidak lihat televisi menyala ? “ Elakku membalas tatapannya tajam, namun ku rasa ia tahu jika aku bertingkah berlebihan untuk sekedar menghindar dari dugaannya.

Mata tajam ahjussi tidak lepas menatapku, ia juga menarik sudut bibirnya membentuk seringaian, dan membuat jarak tubuhnya lebih dekat denganku, yeoja manapun tidak akan merasa nyaman jika ditatap dengan pandangan dan dengan jarak sedekat ini, ini terlalu dekat bahkan hembusan nafasnya bisa aku rasakan membelai wajahku, apa ahjussi ini sedang mabuk ? tidak, ku lihat ia baik-baik saja.

“ Mundurkan tubuhmu ahjussi “

“ Bukankah kau senang jika didekatku ? seperti ini ? “ Ahjussi semakin membunuh jarak diantara kami.

Ku rasa ahjumma itu menaruh sesuatu kedalam minumannya, hingga ahjussi bertingkah seperti seorang namja yadong seperti ini, tapi wajahku terasa sangat panas, pasti saat ini warnanya sudah memerah seperti tomat.

“ Aku mencintainya “

Aku terdiam, mata kami saling tertumbuk dalam, aku melihat kejujuran disana, ia sedang mengungkapkan tentang perasaannya….tentang ahjumma itu.

“ Dia satu-satunya wanita yang hingga saat ini bisa membuat hatiku bergetar, aku sudah menunggu lama untuk kembali bertemu dengannya, dan sekarang aku sangat bahagia dia berada didekatku, tapi semuanya menjadi tidak mudah karena ada wanita lain yang kini sedang bersamaku, ini bukan salahmu, hanya sebuah takdir konyol yang menghampiriku, sekarang aku hanya ingin kau mengerti, mau kah kau menjauh dariku ? agar tidak ada kesalahpahaman lagi antara aku dengannya ? “

Aku terhenyak dan menelan susah payah salivaku, tidak tahu harus mengatakan apa untuk menjawabnya, kalimatnya seperti mengusirku, mengusirku karena kehadiran ahjumma itu, aku merasa ini tidak adil untukku, mengapa ahjussi ini senang sekali menyiksa perasaanku.

“ Ahjussi, mianhae aku akan tetap berada disini, hingga perjanjian itu selesai, selama itu aku mohon padamu jangan sekali-kali memintaku untuk pergi dari sini, aku….aku butuh uang yang kau janjikan untuk kembali ke Jepang “ Aku memberanikan diri untuk berkata tegas padanya.

“ Jika untuk hal itu, aku akan tetap memberikannya padamu, tidak perlu menunggu 1 bulan kau membantuku “ Ucapnya lebih tepat jika dikatakan benar-benar ingin mengusirku.

Aku benar-benar merasa dipermainkan, mengapa dia mudah sekali mengatakan “ pergi saja, masalah uang itu urusan mudah “ hebat sekali pengaruh ahjuma itu, hingga membuat ahjussi ini tidak memikirkan apa yang akan halmeoni rasakan jika mendengar aku pergi dari rumah ini, atau memang otak ahjussi ini yang sudah tidak bisa digunakan untuk berpikir ? aku mengepalkan kuat tanganku.

“ Aku bukan seorang pengemis yang mau menerima uang dengan cuma-cuma seperti yang ahjussi katakan, lalu bagaimana dengan janjimu yang akan membantu mencari kekasihku eoh ? apa kau juga bisa membelinya dengan uang ? “ Ucapku tajam dan mencoba menurunkan kembali emosiku yang sudah pada puncaknya, meski aku tahu aku membohonginya tentang alasan kekasih.

Apa yang sebenarnya aku lakukan ? mengapa aku begitu gigih memperjuangkan untuk bertahan bersamanya, aku tidak tahu jawabannya, aku hanya merasa aku ingin tetap disini, tinggal bersamanya hingga perjanjian itu berakhir.

“ Aku berharap, yang kau katakan tadi adalah benar, kau hanya ingin mendapatkan uang dan kekasihmu kembali “ Ahjussi itu berdiri dan meninggalkanku dengan kalimatnya yang membuat aku menundukkan wajahku ingin menangis, tapi airmataku tertahan ketika ahjussi itu kembali menghampiriku,

“ Tidurlah, aku tahu kau tidak sedang benar-benar menonton televisi, meskipun kau allien kau tidak mungkin suka menonton semut yang sedang berkumpul seperti itu “

Kepalaku dengan cepat menatap televisi memastikan apa yang ahjussi ini ucapkan, dan setelahnya aku merutuki kebodohanku, bodoh!!! Lagi-lagi aku tertangkap basah olehnya setelah kemarin aku berpura-pura tidur didepan pintu. Baru saja aku ingin bertepuk tangan karena sikapku yang terlihat sangat keren ketika tadi mengahdapinya, apa ini ? ahjussi itu tidak bisakah ia menyembunyikan saja kebodohan orang lain. Pabbo!!pabbo!! Pabbo!!

Aku merasa banyak berubah sejak mengenalnya, gadis polos dan cengeng, serta tidak peduli dengan pandangan orang lain dengan penampilannya sudah tidak lagi ada, berganti menjadi gadis yang keras kepala dan berusaha mempertahankan apa yang diinginkannya, bahkan aku seperti kecanduan untuk berbohong, belum 1 bulan sudah tidak terhitung berapa kali dan kepada siapa saja aku berbohong, apa hidupku semuanya penuh dengan kepalsuan ? yang aku sadar aku mulai belajar berbohong sejak aku melihatnya pertama kali di bandara, ahjussi itu membuatku merasa ketergantungan untuk berbohong.

Author POV

Beberapa hari berlalu, Taemin tidak putus asa untuk berkeliling mencari pekerjaan, ia sudah benar-benar terdesak untuk segera mendapatkan uang, hari ini ia mengajak Jiyeon untuk juga mencari pekerjaan seperti niat awalnya datang ke Korea, tidak ingin Taemin curiga Jiyeon pun berdandan layaknya orang yang melamar pekerjaan, bagaimana mungkin ia bekerja diluar ? bisa-bisa Myungsoo akan mendiskualifikasikannya dari perjanjian yang sudah sangat sulit ia pertahankan, tanpa bekerjapun uang yang didapatnya dari Myungsoo cukup untuk menghidupinya dalam jangka waktu lebih dari sebulan.

Akhir-akhir ini Jiyeon sangat sulit sekali bertemu dengan Myungsoo, meskipun mereka tinggal dirumah yang sama, Myungsoo selalu pergi pagi-pagi sekali ke kantornya dan pulang hingga larut malam, sejak kejadian malam Myungsoo mengungkapkan perasaannya tentang Krystal, pria itu seperti menghindarinya.

Jiyeon menunggu Taemin yang sedang menjalani interview didalam sana, matanya berkeliling menatap satu-persatu orang-orang yang berdandan aneh dan menatapnya seolah ia makhluk yang tidak penting, Jiyeon hanya mendesah lemah dan memainkan ponselnya untuk menghilangkan kebosanan.

“ Apa, langsung bekerja ? benarkah, Ya Tuhan kebaikan apa yang aku lakukan dimasa lalu, hingga kabar gembira secepat ini aku terima “

“ Hey..hey…hey kegembiraanmu terlalu berlebihan, kau hanya diterima sebagai seorang pelayan bar, bukan seorang direktur yang saham perusahaannya juga jatuh ketanganmu, cepat kau pakai seragammu dan layani tamu, ingat kau masih dalam tahap percobaan, dalam 1 minggu tidak beres maka kreekk…”

“ Mwo ? maksudmu aku akan dibunuh ? “

“ Bodoh, kau harus pergi dari sini bukannya dibunuh, kau pikir perusahaan ini milik penjagal ? “

“ Hahah mianhae, baiklah aku akan bekerja dengan benar dan giat, aku pastikan kalian tidak akan salah memilihku, Taeminie hwaiting !!! “

Taemin berjalan mendekat ke arah Jiyeon, ia melihat wajah murung yeoja itu “ Eoh Jiyeon-ah aku diterima dan hari ini aku langsung bekerja, bagaimana denganmu ? “

Jiyeon tidak menjawab ia hanya menggelengkan kepala, tentu saja ia tidak diterima bekerja disini, ia tidak melakukan interview, namun Jiyeon mencoba menyembunyikannya dari Taemin.

“ Sudahlah tidak usah bersedih, eum kau sebaiknya pulang saja, mungkin aku akan sampai sore “

“ Tidak apa-apa, lagipula aku bosan hanya sendirian, biarkan aku menunggumu disini jika kau tidak melihat aku lagi disini itu tandanya aku sudah pulang “ Ucap Jiyeon seraya menyeruput orange juice yang ia pesan.

“ Baiklah, kau lihat dipojok sana, yang berwajah seram ? itu bossku, aku bekerja dulu sebelum ia akan memecatku “ Ucap Taemin dan segera berlalu meningalkan Jiyeon.

Taemin dengan cepat melayani para tamu yang semakin lama semakin banyak, hari masih siang namun bar tempatnya bekerja sudah sangat ramai, para pria-pria hidung belang berkantong tebal yang memiliki jabatanlah yang disiang hari seperti ini sudah bersenang-senang, sebenarnya ia tidak terbiasa dengan asap rokok ataupun bau alkohol yang sangat menyengat, namun mencari pekerjaan sangat sulit hingga akhirnya terpaksa ia melamar ke sebuah bar.

“ Taemin-ssi, cepat angkut karung sampah itu dan buang dibelakang sana, kau tahu kan ? “

“ Nde akan aku lakukan !!! “ Teriak Taemin dan dengan gerakan cepat ia segera menghabur kebelakang.

Taemin menyeret dua buah karung besar berisi sampah yang harus segera ia buang dengan susah payah, tubuh kurusnya terlihat kelelahan “ Chaa…selesai “

Jiyeon POV

“ Hi nona, kau sendiri saja ? boleh aku menemanimu ? berapa umurmu ? sepertinya kau masih sangat muda “

Aku menggeser tubuhku menjauh dari ahjussi kurus berkumis dan bergigi tonggos yang mencoba bersikap tidak sopan kepadaku, bukannya aku takut dengan sikapnya tapi wajahnya, wajahnya lebih seram dari sikapnya.
Karena selalu menolaknya, ia terlihat geram menghadapiku, kyaaaaa……jika seperti ini berarti semua yang ada padanya sangat menyeramkan.

“ Kau ini untuk apa berada disini jika tidak ingin menjual tubuhmu ? kau jangn berpura-pura nona meskipun kelihatannya baju luarmu sopan seperti itu, kau pasti juga akan bertelanjang jika sudah berada didalam “

Mwo ? Bicaranya tidak sopan sekali, memangnya aku ada tampang seperti itu, aku berkacak pinggang memperlihatkan rupaku yang paling menyeramkan, namun bukannya ia takut, ahjussi jelek ini justru tertawa sangat geli “ Yya!!! Apa yang kau tertawakan ? memangnya ada yang lucu eoh “ Ucapku geram dianggap enteng seperti ini.

Prang!!!!

Aku dan ahjussi serta pengunjung lainnya sontak terkejut ketika seseorang yang ada dibelakangku membanting gelas hingga pecahannya berhamburan kemana-mana, Oh Tuhan aku takut sekali sepertinya banyak orang yang sudah tidak waras disini.

“ Kau seorang pria kan ? mengapa kau hanya berani mengganggu seorang wanita eoh ? “

Aku begitu terpana ketika orang yang duduk dibelakangku dan membanting gelas hingga pecah itu tiba-tiba bangkit dan mencengkeram kuat kerah ahjussi jelek yang menggodaku, Daebak!!! He’s so cool, keren sekali, tapi mengapa ia peduli padaku? Sayang sekali wajahnya membelakangiku, hingga aku tidak bisa melihatnya.

“ Aku hanya bercanda kau jangan terlalu menganggapnya serius “ Ahjussi jelek itu tersenyum, namun jelas terlihat ketakutan diwajahnya, tapi ada apa dengan matanya mengapa ia mengedip-ngedipkan matanya seperti itu ?

Dan tiba-tiba beberapa orang melangkah maju, mengepung pria yang menolongku, pria itu mundur, tanpa diperintahkan oleh siapapun aku ikut menjauh dari situasi yang sepertinya sudah tidak kondusif.

Bugh..

Bugh..

Akkhh..

Hyaattt…

Suasana benar-benar chaos, pria yang menolongku harus menghadapi 4 sampai 5 orang dengan tangan kosong, semakin kacau karena wanita menyumbang hampir 80% kegaduhan dengan teriakan nyaringnya, sementara aku, aku hanya menyembunyikan diriku disudut tempatku tadi duduk, Michiesseo !!! bisa dikatakan keributan ini terjadi karena memperebutkanku.

“ Ayo cepat lari!!! “

“ Eoh “

Aku terkejut ketika tiba-tiba pria itu meraih tanganku dan membawaku pergi dari bar yang sudah carut marut itu, ia terus menarikku untuk menghindari kejaran orang-orang suruhan ahjussi buruk rupa itu, aku hanya mengikutinya, aku pasrahkan nasibku sekaran ini padanya.

Jauh sekali, aku sudah tidak sanggup, ini sudah terlalu jauh aku berlari, tapi pria ini tidak sedikitpun terlihat menurunkan kecepatan larinya, ia seperti bukan manusia yang mudah lelah.

Hosh..hosh…hoshh

“ Tuan berhenti, aku sudah tidak sanggup !! “ Mohonku pada pria itu, namun ia tidak peduli dan ku lihat dibelakang sana orang-orang itu masih mengejar kami.

Dia menoleh ke arahku yang sudah terduduk dijalanan dengan kelelahan, aku benar-bear tidak lagi sanggup untuk berlari…. aku pasrah, apapun yang akan terjadi, terjadilah.

Kyaaaa….

Tidak aku sangka pria ini mengangkat tubuhku, membawaku kedalam dekapannya, dan berlari menjauh dari kejaran orang-orang yang juga tidak lelah mengejar kami.

Myungsoo POV

“ Beli tidak beli tidak beli tidak , beli tidak ya ? “

Aku masih terdiam mematung di depan toko pet shop ini lagi, hanya membeli kucing saja seperti ingin mengadopsi seorang bayi, tapi allien itu suka tidak ya ? atau jangan-jangan dia juga memiliki trauma seperti Krystal ? ah mwola.

Aku berjalan keluar dengan menenteng sebuah kandang yang didalamnya ada seekor kucing persia, hari ini ku putuskan membelikan untuk allien itu, sudah beberapa hari ini aku sengaja menghindarinya, aku tidak ingin setiap hari menarik urat ketika berhadapan dengannya.

Tidak ada salahnya sedikit menyenangkannya, anggap saja ini sebuah reward atas kerjanya selama ini, ia tidak buruk juga seperti yang aku pikirkan, rumah selalu rapi setiap kali aku pergi dan pulang kantor, hanya saja memang tidak ada makanan diatas meja, aku tidak tahu dia bisa memasak atau tidak, mengingat ia pernah bekerja direstaurant harusnya ia bisa memasak, setidaknya ia bisa memasak ramyun.

Kringg…

“ Nde halmeoni ..”

“ ……, …. “

Aku memasang wajah datarku mendengar halmeoni yang berbicara di seberang sana, suaranya sangat kencang tapi aku mendengarnya seperti sayup-sayup yang membelai telingaku, tapi belaian ini tidak biasa, bukan memakai tangan atau apapun yang terasa halus , ia membelai telingaku seperti memakai pisau yang baru saja diasah, terasa perih dan menakutkan .

“ Kim Myungsoo!!!! Kau dengar tidak ? “

“ Nde halmeoni, aku akan menyiapkannya untukmu “

Perasaan lega selama beberapa hari ini karena lepas dari jeratan halmeoni sepertinya akan terusik, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan siapkan sekarang ini.

Author POV

Taemin hanya terbengong dengan keadaan bar yang begitu kacau balau, bekerja seperti ini ternyata lelah sekali, hari pertama sudah harus kerja bakti membereskan kekacauan, Taemin mengelilingi pandangannya mencari keberadaan Jiyeon, namun ia tidak menemukannya “ Mungkin ia sudah pulang “ Ucap Taemin lemas seolah sudah tidak lagi peduli dan harus segera memfokuskan dirinya pada apa yang harus ia bersihkan.

Di tempat lain….

Jiyeon terkejut ketika menyadari pria yang wajahnya sangat dekat ini adalah pria yang sama yang menolong dirinya sewaktu direstaurant itu, namun pria itu menatapnya datar seolah tidak terjadi apa-apa, dan tidak merasa terganggu dengan jarak wajah yang sedekat ini.

Jiyeon dan pria yang bernama Kim Jongin bersembunyi di sebuah gang sempit yang hanya muat untuk dua orang bertubuh langsing, menyembunyikan diri dari kejaran orang-orang tadi.

“ Eum….Tuan Kim, sepertinya mereka sudah tidak mengejar kita, ap-paa kita sudah bisa keluar dari sini ? “ Tanya Jiyeon gugup karena Jongin sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari wajahnya.

“ Tunggu disini “ Ucap Jongin seperti dia tidak gugup sama sekali dengan posisi seperti tadi.

Jongin memeriksa keadaan sekitarnya, kemudian ia pun keluar dan berjalan meninggalkan Jiyeon, membuat Jiyeon mengernyitkan dahi apakah itu tandanya ia juga sudah bisa keluar dari gang yang sangat kecil ini ?

“ Chogiyo….chogiyo, kau sudah menolongku 2 kali, harusnya kita saling berkenalan, aku sudah tahu nama mu, tapi kau belum tahu namaku, kau mau tahu tidak ? “

Jiyeon terus berteriak, namun Jongin seperti mengacuhkannya.

“ Namaku Park Jiyeon, kamsahamnida tuan Kim!!! “ Jiyeon berteriak dan tersenyum senang.

“ Aneh sekali orang itu, sikapnya dingin sekali, lebih dingin dari ahjussi, eoh tidak bisa dibandingkan, ahjussi bukan dingin tetapi cerewet “ Ucapnya cemberut membayangkan Myungsoo.

Myungsoo POV

“ Ini untukmu “

Aku meletakkan begitu saja kucing persia dihadapannya yang sedang mengunyah roti, dia menatapku dengan pandangan curiga.

“ Ekhemm… aku terlalu sibuk dan tidak bisa bertemu denganmu jadi baru hari ini aku serahkan “ Ucapku menjelaskan, meski allien ini sepertinya tidak bertanya, aku mengambil duduk tidak dihadapannya dan mengambil satu tangkap roti untuk sarapanku.

Allien itu masih terdiam, namun ku lihat matanya selalu melirik ke arah kucing yang kini mendekat padanya.

“ Ambil saja, itu milikmu, halmeoni yang membelikannya “ Ucapku berbohong agar allien ini mau menerimanya.

Benar saja, tidak lama ia pun tersenyum dan membawa kucing itu ke dalam gendongannya.

“ Waahhh ini cantik sekali, apa ini seekor betina atau jantan ? “ Tanyanya bodoh.

“ Kau lihat saja bentuk ekornya ? “ Ucapku santai dan langsung menjauh darinya.

“ Eoh apa kau sudah memiliki nama ? eum bagaimana jika ku beri saja kau nama…. “

Kulihat ia berbicara dengan kucing itu yang membalasnya hanya dengan meng-eong-an saja. Benar-benar anak kecil, tapi syukurlah jika dia senang, aku bisa tenang meninggalkannya dirumah jika sedang bersama Krystal, tentu saja aku membelikan itu karena memiliki tujuan, bukan karena aku perhatian padanya, allien ini sangat mengerikan jika kita sedikit saja memberikan perhatian lebih, ia memiliki sifat yang mudah tersanjung, dan itu sangat membahayakan.

“ Myung-myung “

Aku menoleh cepat kearahnya, mwo? nama apa itu ? terdengar aneh ditelinga, myung-myung ? pasti dia terinspirasi dari namaku. Tidak, enak saja aku disamakan dengan seekor kucing.

“ Yya!! Cari nama lain, aku tidak ingin kau berikan nama itu untuknya “ Protesku tidak terima.

Dia mendekat padaku dan memasang wajah bodohnya, berpura-pura tidak mengerti, tch…akal licik seperti kancil “ Myung-myung, kau ambil dari namaku Myungsoo, benarkan ? aku tidak mau, beri saja namanya Jiji !!! Park Jiji “ Ucapku ketus.

“ Yya ahjussi kucing tidak perlu menggunakan marga, itu namaku dan itu margaku, mengapa semuanya diambil dari namaku ? “

“ Karena kucing itu milikmu “

“ Tapi ahjussi yang memberikannya “

“ Halmeoni “

“ Tidak mungkin aku memberikan nama halmeoni untuk seekor kucing “

“ Apa namaku pantas untuk seekor kucing ? “

“ Mengapa hanya nama kucing ahjussi juga mempermasalahkannya ? “

“ Kalau begitu beri saja nama Kim Jiji ataupun Myungji “

Diluar dugaan allien ini tersenyum begitu merekah, mwo ? sepertinya dia senang sekali dengan usulanku, aku kembali menelaah nama yang baru saja aku berikan, namun teriakannya mengagetkanku.

“ Myungjiiiii!!! Aku akan menamainya Myungjiiiiii “

“ Ya sudahlah namakan saja seperti itu “ Ucapku tidak sadar dengan apa yang aku katakan, ah sudah tidak peduli, hanya nama seekor kucing saja harus merasa kesal seperti ini.

“ Ahjussi gomawoooo “

Teriaknya seraya berlari dan mengayun-ayun kucing dipelukkannya, Ya Tuhan aku tidak tega pada kucing itu, lihatlah wajahnya terlihat takut dengan apa yang allien itu lakukan padanya.

“ Mwooooo ? halmeoni akan menginap beberapa hari disini ? lalu ? bagaimana kita “

Setelah bergembira dengan apa yang aku berikan, allien itu kini terkejut setengah mati ketika aku bilang bahwa halmeoni akan menginap beberapa hari dirumah ini. Ku lihat wajah yang biasanya terlihat gila itu kini panik, tch!! jangankan dia yang baru mengenal halmeoni, aku yang hampir 30 tahun hidup dengannya saja sudah gila membayangkannya.

Halmeoni datang, tentu saja aku dan allien ini harus tidur dalam satu kamar, apa ada hal yang lebih mengerikan dari berita ini, jika ada tolong katakan, bahkan aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana mengekspresikan diriku.

Kabar yang sangat buruk di dengar dari sekedar perjodohan. Otthokae ?

TBC

186 responses to “[ CHAPTER – PART 5 ] COUPLE OR TROUBLE ?

  1. si myungsooo nyebelin bgt…
    jiyeon ga di peduliin, mlh yg dipeduliin masa lalunyaa..
    untung ad jongin yg nolong jiyeon terus..

  2. myung trlalu fokus sma org di masa lalunya hingga lupa sma jiyeon, ya wlaupun stidaknya pduli sdkit sja sma jiyeon.
    aq ngeship jiyeon sma jongin ahjussi wkwk

  3. Myung yebelin yah, dia ngak perhatian sama jiyi 😕 beli kucing pun cuma biar dia bisa leluasa pergi sama krystal dan ngak perlu pikirin jiyi sendirian di rumah 😤

  4. Myungsoo-nya nyebelin bangeeeeet. Ga peka sekali.
    Pasti Jongin itu mantan pacar Krystal ya Kayanya sih iya dari deskripsi Kystal yang bilang mantannya lebih dingin dari Myungsoo.
    Aku malah berharap ada loveline Jiyeon-Jongin. Bikin yang panas-sepanas2nya yaa kalau ada adegan jealous-jealousan Myungsoo-Jiyeon-Jongin-Krystal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s