[ DRABBLE ] Ice Cream

ICE CREAMn

‘ICE CREAM’

Kim Myungsoo ‘INFINITE’ + Park Jiyeon ‘T-ARA’

PG 16 + Drabble

Romance, Fluff

‘ I or your ice cream?’

“ Kenapa kau menyukai ice cream?”

“ Apa?” Jiyeon merotasikan matanya bosan, ia sudah mempersiapkan pertanyaan yang akan ditanyakannya dengan berbagai pertimbangan yang matang, tapi kenyataannya Myungsoo dengan wajah menyebalkannya malah balik bertanya kepadanya.

“ Kenapa.Kau.Menyukai.Ice.Cream?” Jiyeon mengulang pertanyaan yang sama lagi, sengaja memberi penekanan disetiap kata yang diucapkannya, berharap dengan cara itu Myungsoo akan sadar dirinya sedang kesal dan Myungsoo akan berhenti mengabaikannya demi se-cup ice cream yang selalu berjejer rapi didalam lemari pendingin. ‘ Sebagai cadangan jika ada alien berkunjung kerumah ini.’ Itulah yang selalu diucapkan Myungsoo saat Jiyeon menanyakan untuk apa ice cream-ice cream itu. Konyol? Memang!

Molla…”

Ishh, Jiyeon menggigit bantal dipangkuannya gemas sementara Myungsoo dengan cuek-nya kembali menyendoki ice cream banana-nya. Jiyeon ingin menangis, ingin berteriak, ingin pura-pura pingsan, tapi kenyataannya harga diri yang tinggi-nya selangit itu melarangnya melakukan hal-hal tersebut.

Jiyeon sungguh tidak rela ia diduakan oleh kekasihnya sendiri, terlebih itu hanya karena se-cup ice cream yang sungguh ia ingin memusnahkan peredarannya. Jiyeon menatap jijik bibir Myungsoo yang kini berkilat akibat ice cream bodoh itu, dan jangan lupakan area bibir kekasihnya itu yang kini dipenuhi noda-noda berwarna putih kekuningan…Lihat sekarang ia berani menyentuh bibir Myungsoo, arghh alien!

“ Jiyi?” Myungsoo memiringkan kepalanya tanda bingung, cup ice cream ditangannya telah berkurang isinya hampir setengah. Banyak orang mengatakan Myungsoo adalah ice cream maniac, tapi Myungsoo bukanlah jenis orang yang peduli terhadap penilaian orang lain terhadap dirinya, selain itu ice cream itu lezat bukan? Ice cream adalah objek lain yang bisa mendinginkan kepalanya…Setelah Jiyeon tentunya.

“ Hei, alien tidak merasuki pikiranmu kan sayang?” Myungsoo berusaha mencairkan suasana seperti hal-nya ice cream-nya yang kini mencair dan meleleh. Sejenak ia terdiam saat mendapati wajah muram kekasihnya yang mulai menguarkan aura-aura negative, oh sekarang Myungsoo berasumsi akan ada hal buruk yang menghampiri dirinya.

Jiyeon mendongakkan kepalanya dan menatap sadis kearah Myungsoo yang langsung direspon dengan tatapan gugup pria itu. Jiyeon memilih tidak peduli dan tetap mempertahankan wajah datarnya. “ Pilih aku atau ice cream?!”

Ya! Inilah yang sejak lama ingin ditanyakannya. Kekanakan? Benar, Park Jiyeon adalah sosok yang kekanakan jika menyangkut miliknya. Egois? Tentu saja jika itu berhubungan dengan Myungsoo.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

4 menit..

“ Jiyi, kenapa kau sangat lucu?” Setelah jeda yang cukup lama, Myungsoo akhirnya menyuarakan pendapatnya. Ice cream ditangannya kini telah mencair sepenuhnya, tapi sebenarnya Myungsoo tidak peduli, toh ia masih mempunyai banyak cup-cup ice cream sebagai cadangan. Selain itu ada hal yang lebih menarik untuk diperhatikan, bukankah sangat jarang Jiyeon cemburu? Dan itu hanya karena…

“ Hahahaha…” Myungsoo pada akhirnya tidak sanggup menahan suara tawa-nya. Orang lain mungkin menganggap jika Jiyeon adalah sosok batu yang tidak peduli terhadap apapun, tapi lihatlah…Jiyeon bisa menjadi sangat menggemaskan seperti ini, dan itu hanya ditunjukkan untuk Myungsoo seorang.

“ Ishh, menyebalkan!” Jiyeon memukul pundak Myungsoo menggunakan bantal sofa yang tergeletak disampingnya. Sementara itu, Myungsoo cukup kesulitan meredakan suara tawanya sekaligus menghindari serangan kekasihnya.

“ Mau tahu kenapa aku menyukai ice cream?”

Jiyeon mendongakkan kepalanya, menatap dengan alis bertaut dan dahi mengerut menunggu jawaban Myungsoo. Myungsoo menyeringai jahil membuat Jiyeon menggurutu dan mencibir pelan, entah pria itu menyadarinya atau tidak, ia sebenarnya tidak peduli.

“ Jiyi…” Entah kenapa nama itu terasa begitu ‘cocok’ untuk lidah-nya. Myungsoo mungkin berlebihan, tapi ia tahu sehari tampa mengucapkan nama itu adalah saat-saat yang membosankan. “…Itu karena kau mirip dengan mereka Jiyi, ice cream itu mirip denganmu.” Lanjut Myungsoo dengan senyuman geli yang terukir dibibirnya. Jiyeon hanya menatapnya jijik ice cream didepannya, apa kabar harga dirinya jika disamakan dengan makanan aneh itu?

“ Mereka begitu dingin bukan?” Jiyeon tak memberontak saat tangan Myungsoo bergerak menuntun jari-jari-nya kedalam cup ice cream. Jiyeon memejamkan matanya saat rasa dingin menjalari jarinya. ‘ Benar, mereka begitu dingin dan aku tak suka dingin!’

“ Tapi mereka tetap manis kan?” Myungsoo kali ini menuntun jari Jiyeon yang sudah belepotan ice cream menuju mulut wanita itu. Jiyeon mengernyit tapi tak urung ia setuju dengan ucapan Myungsoo. ‘ Mereka memang manis…Tapi aku…’

“ Kau juga begitu, kesan pertama yang harus dikatakan memang dingin…” Ujar Myungsoo seraya mengangkat dagu Jiyeon agar pandangan wanita itu bisa secara penuh tertuju kepadanya. Perlahan Myungsoo meneliti bagian-bagian yang ada diwajah Jiyeon. Sepasang mata yang selalu berbinar ceria saat menatapnya, hidung mungil yang akan memerah saat Myungsoo dengan usil menekannya, pipi yang akan menggembung saat Myungsoo membuat si pemilik pipi kesal, dahi yang akan mengerut saat sedang bingung dan bibir yang akan mengerucut saat pemiliknya sedang merajuk. Complete!

“ Tapi sebenarnya kau manis kan?” Ujar Myungsoo seraya menempelkan dahinya dengan dahi milik Jiyeon, hidung sepasang kekasih itu hampir bersentuhan, dan Myungsoo merasa waktu seakan terhenti dan melenyapkan semuanya, menyisakan ia dan Jiyeon disampingnya.

“ Ka-kau seperti maniac.” Jiyeon merasa pipinya tiba-tiba menghangat, ia tidak mempunyai riwayat permasalahan dengan jantungnya, tapi ia merasa jantungnya akan meledak seperti halnya bom waktu, berada didekat Myungsoo memang tidak ‘bagus’ untuk kesehatannya.

Cup

Satu ciuman tercuri, dan itu adalah ciuman manis yang penuh kasih sayang, menegaskan bahwa Park Jiyeon sangat berharga bagi Kim Myungsoo.

Myungsoo menatap jahil kearah Jiyeon sambil jarinya yang mengusap lembut pinggiran bibir Jiyeon dan kemudian memasukkan jarinya itu kedalam mulutnya sendiri. “ Tuh kan, sangat manis.”

“ MYUNGSOO!!”

hohoho, entah kenapa aku senyam-senyum saat nulis drabble ini*gila mungkin-_-

thanx for reading ^-^

©renhikai

34 responses to “[ DRABBLE ] Ice Cream

  1. Huaaaa daebakkk kerennn aku sukaaa bangettt dehh , aku ketawa tawa jugaa baca inii lucu aja gitu heheheheh poko nyaa kerenn dehhh , semngattt author buat fff myungyeonnn , kalo myungyeonn aku pasti bacaaa🙂 , myungyeonn janggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s