HELLO GOODBYE [DRABBLE]

Hello-goodbye

Author : @shaffajicasso

Genre : Sad, Romance.

Length : Drabble

Cast : Jiyeon & Seung-Ho

Poster : by me.

.

Hallo! Sebelumnya aku minta maaf, bukannya ngepublish
Like The First Time, tapi aku malah ngepublish ff ini😀

Haha, aku masih belum ada imajinasi buat ngelanjuti LTFT.
Insyaallah nanti aku publish dua minggu lagi/?.
Ah kelamaan >.<

Yaudah, happy reading ya ^^

.

Park Jiyeon, seorang gadis cantik dan ramah. Ia adalah seorang pelayan di sebuah café, Mango Six Café. Seperti inilah setiap harinya, gadis itu sibuk melayani para pengunjung café. Jiyeon adalah seorang gadis yang sangat murah senyum. Senyuman menawannya selalu menghiasi wajah cantiknya.

“Annyeong haseyo.” Jiyeon membungkukan tubuhnya.

“Anda ingin memesan apa?” tanya Jiyeon pada seorang pria yang kini sedang duduk manis di depannya. Pria itu terdiam, ia menatap wajah cantik Jiyeon.

“Tuan, anda ingin memesan apa?” tanya Jiyeon kembali. Pria itu tersenyum.

“Aku pesan coklat panas.” Ucapnya.

“Baiklah. Tolong tunggu sebentar. Saya akan mengantar pesanan anda nanti. Permisi.” Jiyeon membungkukan tubuhnya kembali, Jiyeon tersenyum manis kepada pria itu. Sesaat kemudian Jiyeon berlalu.

Pria itu menatap punggung Jiyeon yang semakin menjauh. Pria itu tersenyum. Kemudian ia merogoh saku mantelnya, mengeluarkan beberapa jumlah uang dari sana. Pria itu menaruh uang itu di meja, dan menulis pesan singkat di kertas kecil. Lalu pria itu pun meninggalkan restoran itu.

Jiyeon kembali menuju meja di mana pria itu duduk tadi, sembari tangannya memegang nampan yang terdapat secangkir coklat panas. Jiyeon terkejut saat melihat kursi yang kini ada di hadapannya kosong. Tidak ada satu orangpun yang duduk di meja ini. Mata Jiyeon menangkap uang dan kertas kecil yang berada di atas meja itu, yang tadi pria itu sengaja tinggalkan.

Aku menyimpan uangnya. Sisanya untukmu saja.
Dan, coklat panas itu juga untukmu
.

Jiyeon tersenyum, setelah itu Jiyeon memasukkan uang tadi ke saku celemek miliknya. Kemudian ia kembali ke dalam dapur. Tanpa Jiyeon sadari sedari tadi, ternyata pria yang tadi melihatnya. Ia melihat Jiyeon dari balik jendela besar transparan ini.

Yoo Seung-Ho, itulah nama pria itu. Seorang pria tampan yang merupakan anak dari pemilik café itu. Yoo Seung-Ho, seorang pria yang menyukai gadis cantik yang merupakan pelayan dari café milik orang tuanya.

Ia menyukai Park Jiyeon. Sudah lama ia menyukainya, ya, cukup lama. Semenjak ia menginjakkan kakinya pertama kali ke café ini, setelah ia baru saja kembali dari negeri sakura, Jepang. Ia terpesona akan kecantikan dan senyuman Jiyeon yang seakan membius dirinya untuk menyukainya. Jiyeon menarik perhatian Seung-Ho saat gadis itu menyapanya dan melayani Seung-Ho. Gadis itu tak tau bahwa dirinya adalah anak dari pemilik café itu.

Seung-Ho memegang dadanya yang terasa sakit, ia merasakan sesak di dadanya. Wajah Seung-Ho berubah menjadi pucat sekarang. Seung-Ho merasakan kepalanya sangat sakit, seperti di pukul oleh benda yang besar dan berat. Ia mengambil ponselnya, dan menelpon seseorang di seberang sana.

“Jung ahjussi. Tolong aku, dadaku kembali sesak.”

***

Hari ini adalah hari jadi Mango Six yang ke-6. Di mana hari ini semua makanan akan di diskon hanya untuk sekedar merayakan. Dan hari ini pula Jiyeon mendapat kabar bahwa pemilik café ini akan datang kemari.

Jiyeon tersentak kaget saat ia melihat seseorang yang menurutnya tak asing lagi wajahnya di mata Jiyeon. Pria itu, pria yang waktu itu memberinya secangkir coklat panas. Yang sekarang pria itu sedang berpidato di hadapan para karyawan dan pengunjung yang ada.

‘Dia adalah anak dari pemilik café ini. Aku tak percaya ini.’

***

Jiyeon berjalan menyusuri trotoar jalan Jisang, Nonhyeondong. Jiyeon memakai mantel panjang, sepangjang lututnya. Jiyeon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel. Jiyeon tampak memikirkan sesuatu, pandangan Jiyeon lurus memandang ke bawah tanah.

Hingga akhirnya langkah Jiyeon terhenti saat melihat ada sepasang kaki di hadapannya. Jiyeon terdiam sejenak, lalu Jiyeon mengangkat kepalanya mencari tau siapa pemilik kaki itu. Jiyeon terhenyak, matanya mengerjap beberapa kali saat melihat seorang pria yang kini berdiri tepat di hadapannya.

“Park Jiyeon. Annyeong.” sapa Seung-Ho. Seung-Ho tersenyum.

“An—annyeong haseyo.” Jiyeon menyapa Seung-Ho, dengan canggung ia membungkukkan tubuhnya beberapa saat. Seung-Ho yang merasa tidak enak, ia memegang kedua bahu Jiyeon dan menegakkan tubuh Jiyeon.

“Kau tidak usah memberiku hormat seperti itu.” ucap Seung-Ho. Jiyeon mengangguk pelan.

“Kau akan pulang?” tanya Seung-Ho. Jiyeon kembali mengangguk.

“Ayo kita jalan bersama.” ucap Seung-Ho.

“Nde?” Jiyeon membulatkan matanya.

“Kajja.” ucap Seung-Ho.

Dengan reflex tangan Seung-Ho menggenggam tangan Jiyeon, menuntun Jiyeon agar mengikutinya. Jiyeon hanya bisa diam, ia memandang tangannya yang sedang Seung-Ho genggam. Tanpa sadar Jiyeon tersenyum dalam diam, begitu juga Seung-Ho. Ia berteriak senang di dalam hatinya.

Tetapi tiba-tiba saja langkah Seung-Ho terhenti. Ia kembali memegang dadanya yang terasa sakit kembali. Wajah Seung-Ho kini kembali berubah menjadi pucat. Jiyeon menatap wajah Seung-Ho yang pucat, ada rasa khawatir yang terselip di dalam benak Jiyeon.

“Gwaenchana?” tanya Jiyeon. Seung-Ho berusaha tersenyum manis kepada Jiyeon, tapi senyuman itu bukan manis melainkan mengerikan karena wajah Seung-Ho yang pucat.

“Park Jiyeon. Aku sangat senang bisa mengenalmu. Dan aku senang bisa menyukai seorang gadis sepertimu.” Lirih Seung-Ho. Nafas Seung-Ho terengah-engah.

Jiyeon panik, ia memegang kedua bahu Seung-Ho. Jiyeon takut jika badan Seung-Ho ambruk. Seung-Ho menatap wajah Jiyeon yang terlihat begitu dekat di depan matanya, untuk pertama kalinya ia sedekat ini dengan Jiyeon. Hingga akhirnya penglihatan Seung-Ho mulai mengabur, dan akhirnya tubuh Seung-Ho ambruk di pelukan Jiyeon.

Jiyeon terdiam mematung, keringat dingin menghampiri tubuhnya. Ia sangat panik sekarang, tak tau apa yang harus di lakukannya. Hingga ada dua orang pria gagah menghampiri Jiyeon dan Seung-Ho.

“Seung-Ho aggashi. Seung-Ho aggashi.” Kedua pria itu berusaha membangunkan Seung-Ho. Kini tubuh Seung-Ho sudah beralih tempat.

Jiyeon menatap Seung-Ho yang tak sadarkan diri. Terlihat tetesan air bening keluar dari pelupuk mata Jiyeon, Jiyeon menangis dalam diam. Kedua pria itu membawa Seung-Ho ke dalam mobil. Jiyeon masih tidak bisa mengalihkan pandangannya ke Seung-Ho. Hingga mobil itupun melaju dan menghilang di telan cahaya.

***

Jiyeon berjalan mendekati sebuah makam yang masih baru. Jiyeon menatap makam itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Air mata Jiyeon menetes, dan mengalir begitu deras. Jiyeon menutup mulutnya, guna agar ia tidak terisak. Jiyeon merasa kakinya sudah lemas sekarang, ia ambruk. Kini Jiyeon sudah terduduk di tanah.

“Yoo Seung-Ho –ssi.” Jiyeon memegang batu nisan makam tersebut.

“Kita bahkan baru saja saling mengenal. Tetapi kenapa secepat ini?”

“Kenapa kau pergi setelah kau mengatakan padaku bahwa kau menyukaiku. Wae? Waeyo?” Jiyeon sudah tidak bisa menahan isak tangisnya. Kini tangisannya pecah, ia menangis.

“Seung-Ho –ssi. Pertemuan kita sangat singkat sekali bukan?”

“Dan aku juga baru menyadari jika aku menyukaimu.”

“Eottokeh? Apa tidak apa jika aku menyukai seseorang yang sudah tiada? Yang kini sudah berada di atas sana.” Jiyeon memandang langit sejenak, lalu kembali memandang batu nisan ini.

“Nona, ini. Seung-Ho aggashi menitipkan ini.” Bodyguard keluarga Seung-Ho memberikan kotak kecil persegi kepada Jiyeon.

“Tuan Yoo, dia memiliki serangan jantung.” Jiyeon terdiam mendengarnya.

Orang inilah yang mengantar Jiyeon ke makam Seung-Ho. Orang itu mengatakan, ini merupakan permintaan dari Seung-Ho yang ingin agar Jiyeon datang ke makamnya jika ia sudah meninggal. Jiyeon mengambil kotak itu, lalu membukanya.

Sebuah kalung, dengan liontin kunci kecil. Jiyeon kembali menangis saat melihat kalung itu, Jiyeon memakai kalung itu di lehernya. Jiyeon mengusap kunci kecil itu.

“Eotte? Ini indah bukan? Gomawo.”

Tak sengaja, mata Jiyeon menangkap sebuah kertas kecil di dalam kotak itu. Jiyeon membaca pesan singkat di dalamnya.

Park Jiyeon. Aku pergi. SaranghaeGoodbye!

THE END

18 responses to “HELLO GOODBYE [DRABBLE]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s